Kajian QS Al Anfal Ayat 72 tentang Kontrol Diri (Kandungan, Sikap)

Iklan (Tutup)
Iklan (Tutup)
Loading...
Kandungan surat Al Anfal Ayat 72 tentang pentingnya kontrol diri atau mengendalikan diri. Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan salah satu kajian dari al quran, yaitu QS Al Anfal : 72. QS Al Anfal ayat 72 berisi tentang kontrol diri (mujahadah an-nafs). Kontrol diri atau mujahadah an-nafs adalah perjuangan sungguh-sungguh atau jihad melawan hawa nafsu dan ego pribadi.

QS Al Anfal Ayat 72 tentang Pentingnya Kontrol Diri

Berdasarkan Surat Al Anfal Ayat 72, ada berapa hal yang bisa kita lakukan untuk melakukan kontrol diri (mujahadah an-nafs), antara lain :1)  Bersabar atau menyisihkan waktu yang lebih lama untuk mengambil keputusan dari perbuatan yang akan dilakukan, 2) Memikirkan akibat dari perbuatan yang dilakukan, 3) Berdzikir kepada Allah, 4) Berdoa kepada Allah. Nah, untuk lebih memahami tentang isi kandungan Surat Al Anfal Ayat 72, berikut ini akan kami sampaikan Isi Kandungan, Asbabun Nuzul, Kajian Ilmu Tajwid, Terjemahan (Arti), dan sikap dan perilaku yang mencerminkan QS Al Anfal : 72.

1. Asbabun Nuzul Surat Al Anfal Ayat 72
Menurut Ibnu Munzir, ayat ini turun sebagai jawaban dari pertanyaan kaum muslim, "Bagaimana kalau kami memberi dan menerima harta waris dari saudara kami yang musyrik?" Ayat ini diturunkan sebagai penjelasan bahwa antara mukmin dan kafir tidak saling mewarisi harta

Riwayat lain yang disampaikan oleh Ibnu Sa'ad, menyebutkan bahwa Rasulullah saw telah mempersaudarakan Zubair bin Awam dengan Ka'ab bin Malik. Zubair berkata, "Saat perang Uhud, aku melihat Kaab terluka parah. Kemudian aku berkata, Jika dia meninggal, dia terputus hubungan keluarganya dan aku yang menjadi pewarisnya."Lalu ayat ini turun dan menjadi dasar dalil bahwa
warisan itu diberikan bagi orang yang memiliki hubungan kerabat, pernikahan, dan satu agama.

2. Bacaan Surat Al Anfal Ayat 72


إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
وَالَّذِينَ آوَوا وَّنَصَرُوا أُولَٰئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَالَّذِينَ آمَنُوا
وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُم مِّن وَلَايَتِهِم مِّن شَيْءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا ۚ وَإِنِ اسْتَنصَرُوكُمْ
فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ
وَبَيْنَهُم مِّيثَاقٌ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ - 8:72

3. Kajian Ilmu Tajwid Surat Al Anfal Ayat 72
Dalam QS Al Anfal : 72, ada beberapa tajwid yang perlu kita ketahui. Beberapa ilmu tajwid yang ada pada QS surat Al Anfal tersebut antara lain :
a.  مَا لَكُم مِّن وَلَايَتِهِم : idgam bigunnah
b.  مِّن شَيْءٍ : Iqlab
c.  قَوْمٍ بَيْنَكُمْ : Iqlab
d. وَبَيْنَهُم مِّيثَاقٌ : idgam mutamasilain
e. بَصِيرٌ : Mad Arif Lissukun

4. Terjemahan dan Makna Kata Surat Al Anfal Ayat 72
Terjemahan QS Al Anfal 72 yaitu : "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada Muhajirin), mereka itu satu sama lain saling melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sediki pun bagimu melindungi mereka, sampai mereka berhijrah. (Tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."

Makna kosakata yang ada pada QS Al Anfal : 72 yaitu :
a. هَاجَرُوا : Hijrah menjadi bukti yang jelas bagi seseorang atau kelompok yang ingin mengubah dirinya menjadi lebih baik. Sejak masa lalu sampai modern, mereka yang memelihara keimanannya selalu melakukan hijrah

b.  أَوْلِيَاءُ : Makna bahasa adalah dekat, lalu maknanya meluas, diantaranya membela melindungi, membantu dan mencintai.

QS Al Anfal Ayat 72 tentang Kontrol Diri

5. Isi dan Kandungan Ayat Surat Al Anfal Ayat 72
Isi dan kandungan yang terdapat dalam QS Al Anfal : 72 mengajarkan kita banyak hal. Beberapa di antaranya yaitu sebagai berikut :
a. Pada ayat-ayat sebelumnya, Allah swt. menjelaskan kepada  kaum muslim tentang sikap yang harus dilakukan saat berhadapan dengan orang kafir, sementara ayat-ayat ini (khususnya Q.S. Al-Anfal [8]: 72-75) menjelaskan hubungan yang harus dijalin antarsesama umat Islam dalam membentuk tatanan umat yang kuat dan kokoh.

b. Jalinan kasih dan sayang, senantiasa saling melindungi harus selalu dibina antar kaum muslim. Bukan hanya sekadar mengorbankan harta, namun harus juga melalui jiwa dan raga seperti yang telah diperankan oleh kaum Muhajirin dan Anshar. Mereka saling mengorbankan apa saja yang dipunya dalam menegakkan kehormatan dan martabat agama

c. Sesama orang beriman harus saling membantu, menolong. dan memperkuat, terutama saat-saat menghadapi musibah atau kesulitan. Sebaliknya, mukmin harus melakukan kontrol diri untuk tidak saling berdebat, berselisih paham, apalagi bertengkar yang pada akhirnya hanya menimbulkan kekacauan dan kerusakan yang lebih besar (Q.5. Al-Anfal 18) 73) karena akibat selanjutnya kekuatan umat akan semakin neburun dan lemah di hadapan musuh-musuhnya.

d. Perlu kesungguhan bagi setiap muslim untuk bersama sama memikul beban berat perjuangan, saling menolong dan melindungi, baik melalui harta maupun jiwa, dalam mengemban risalah llahi yang kini tantangannya semakin berat dan kompleks.

e. Pada setiap kurun atau masa selalu ada sekelompok umat yang bersikap mementingkan diri-sendiri, tidak mau berbagi dan peduli, apalagi berkorban dengan harta dan jiwa mereka. Melalui ayat ini, kita diingatkan oleh Allah swt dengan teladan dan contoh yang bagus, yakni perjuangan dua kelompok umat Islam, yaitu kaum Muhajirin dan Anshar. Sementara satu kelompok yang tidak perlu ditiru, yaitu kaum muslim yang tidak ikut hijrah bersama Rasulullah saw.

e. Keberhasilan dan kesuksesan sangat dipengaruhi komitmen yang tinggi, ikhtiar yang sungguh-sungguh, kontrol diri yang terus terjaga (stabil), dan kebersamaan dalam merasakan suka dan duka.

f. Perlunya umat melakukan hijrah di saat menghadapi situasi dan kondisi yang serba tidak menentu. Hijrah bukan hanya berpindah dalam makna fisik, namun yang lebih penting adalah hijrah dalam makna rohani, yaitu bertekad bulat untuk senantiasa mengubah pola hidup (life style) yang buruk menjadi baik, lemah semangat menjadi bersemangat, miskin cita-cita menjadi tinggi cita dan asa

6. Sikap dan Perilaku yang Mencerminkan Ayat Surat Al Anfal Ayat 72
Ada beberapa perilaku dan sikap yang mencerminkan QS Al Anfal : 72 yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain :
a. Untuk meraih kesuksesan dibutuhkan komitmen yang tinggi dari seluruh komponen umat, baik pikiran, tenaga, harta, bahkan jiwa dan raga

b. Tradisi diaspora, menjelajahi kawasan dunia, ekspedisi, dan eksplorasi harus ditumbuhkembangkan di kalangan umat Islam, mengikuti tradisi umat Islam dahulu. Mereka sering melakukan hal-hal tersebut sehingga mereka dapat mencapai apa yang kita rasakan sekarang ini, yaitu titik-titik keberadaan umat Islam dapat kita temukan di belahan bumi (benua/area) mana pun juga

c. Kontrol diri, menata keluarga dan umat yang dilakukan secara sungguh-sungguh menjadi kunci keberhasilan dan kesuksesan umat Islam, baik untuk masa kini dan esok

d. Bahu-membahu dan saling melindungi, menolong, dan membantu antarsesama umat Islam sangat diperlukan dalam ikhtiar menggapai dan menuju kemuliaan Islam dan martabat umat Islam.

e. Setiap kehidupan pasti dilingkupi keburukan, halangan, dan rintangan yang terkadang sangat menyulitkan dan menyesakkan dada. Jika menemukan hal tersebut ada solusi yang ditawarkan, yaitu melakukan hijrah. Bila perlu, kita tidak hanya melakukan hijrah fisik, namun juga secara mental, tekad dan strategi perjuangan.

Silahkan berkomentar . .
EmoticonEmoticon