Kedudukan Akuntansi Sektor Publik (Lembaga/ Instansi Pemerintah)

Kedudukan akuntansi sektor publik (akuntansi lembaga/ instansi pemerintah). Setelah sebelumnya kami sampaikan tentang apa itu sektor publik dan sektor swasta, maka selanjutnya akan kita pelajari tentang kedudukan dari akuntansi sektor publik. Jika anda masih bingung tentang perbedaan atau persamaan sektor publik dan swasta, anda dapat membuka artikel : Apa itu sektor publik dan sektor swasta.

Sebagai bagian dari ilmu akuntansi, tentu kita bertanya-tanya tentang posisi akuntansi publik itu di sebelah mana. Dengan mempelajari kedudukan dari akuntansi publik (pemerintahan) diharapkan kita juga tahu tentang hubungan antara akuntansi publik dengan akuntansi yang lain.

Macam/ Bentuk Akuntansi

Secara umum, akuntansi dibedakan atas akuntansi sektor swasta dan akuntansi sektor publik. Menurut Sugiyanto dkk akuntansi terdiri dari 2 bidang utama yaitu :

1. Akuntansi Komersial/ Perusahaan (Commercial Accounting)

Akuntansi yang pertama yaitu akuntansi komersil. Dalam akuntansi komersial, data akuntansi digunakan untuk memberikan informasi keuangan kepada manajemen, pemilik modal, penanam modal, kreditur, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan perusahaan tersebut. Seperti pemerintah untuk kepentingan atas laporan keuangan perusahaan sebagai dasar dalam penetapan pajak.

Akuntansi komersial adalah akuntansi yang digunakan untuk mencatat peristiwa ekonomi pada entitas bisnis (perusahaan) yang mencari keuntungan atau laba (profit oriented). Dalam akuntansi komersial, ini dikenal adanya proses pencatatan harian, penjurnalan, posting ke buku besar, pembuatan neraca saldo, pembuatan neraca lajur, dan pembuatan laporan keuangan. Laporan keuangan yang dimaksud adalah laporan neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan.

Jenis akuntansi ini pada umumnya dipelajari pada mata pelajaran akuntansi perusahaan jasa, dagang, dan perusahaan manufaktur. Yang mana ketiga jenis perusahaan ini umumnya mengarah pada laba atau mencari keuntungan.

2. Akuntansi Sektor Publik

Bentuk akuntansi yang kedua yang sedang kita pelajari yaitu akuntansi sektor publik. Akuntansi sektor publik adalah akuntansi yang digunakan untuk mencatat peristiwa ekonomi pada organisasi non profit atau nirlaba (perusahaan yang tidak berorientasi pada keuntungan). Secara sederhana akuntansi sektor publik ini banyak digunakan oleh organisasi sektor publik, seperti partai politik, masjid, Puskesmas, rumah sakit, sekolah atau universitas, lembaga swadaya masyarakat, dan pemerintah pusat.

Dalam praktek keseharian, pengelola entitas ekonomi perlu memiliki keahlian akuntansi sektor publik agar laporan yang disajikan sesuai dengan standar akuntansi keuangan sektor publik atau yang lebih dikenal dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Selanjutnya, akuntansi sektor publik dibedakan atas akuntansi pemerintahan dan akuntansi sosial

a. Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting)
Dalam akuntansi pemerintahan data akuntansi digunakan untuk memberikan informasi mengenai transaksi ekonomi dan keuangan pemerintah kepada pihak eksekutif, legislatif, yudikatif, dan masyarakat.

Akuntansi pemerintahan dibedakan atas akuntansi pemerintah pusat dan akuntansi pemerintah daerah yang sering disebut dengan akuntansi keuangan daerah. Akuntansi pemerintah daerah terdiri dari akuntansi pemerintah provinsi dan akuntansi pemerintah Kabupaten Kota.

Akuntansi keuangan daerah adalah akuntansi yang digunakan untuk mencatat peristiwa ekonomi pada entitas ekonomi di lingkungan pemerintahan daerah. Akuntansi keuangan daerah ini diperlukan sejalan dengan semangat otonomi daerah yang harus mengelola keuangan daerah secara terpisah dari pemerintahan pusat dan sekaligus melaporkan hasilnya secara transparan kepada publik untuk mencapai tujuan tersebut. Pemerintah perlu mengatur standar akuntansi pemerintahan daerah agar dapat digunakan secara seragam di seluruh pemerintahan daerah

b. Akuntansi sosial social accounting
Akuntansi sosial merupakan bidang akuntansi khusus untuk diterapkan pada lembaga dalam artian lembaga yang melayani perekonomian nasional. Akuntansi sosial adalah akuntansi yang digunakan untuk mencatat peristiwa ekonomi pada organisasi non profit atau nirlaba secara sederhana.  Akuntansi sosial ini banyak dipakai oleh organisasi sektor publik, contohnya partai politik, masjid, Puskesmas, rumah sakit, sekolah atau universitas, dan lembaga swadaya masyarakat.

Untuk lebih jelasnya tentang kedudukan akuntansi publik (lembaga instansi pemerintah), anda dapat melihat pada gambar di bawah ini :

Kedudukan Akuntansi Sektor Publik (Lembaga/ Instansi Pemerintah)

Pada gambar di atas, terlihat jelas bagaimana posisi dan kedudukan dari akuntansi publik. Jadi, secara umum akuntansi di bagi menjadi 2, yaitu akuntansi komersil dan akuntansi sektor publik. Sektor publik sendiri terdiri dari akuntansi pemerintah dan sosial. Dan di akhir, akuntansi pemerintah dibagi menjadi akuntansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah (kabupaten/ kota)

Sektor Publik & Sektor Swasta (Pengertian, Persamaan, Perbedaan)

Pengertian Sektor publik dan sektor swasta beserta persamaan dan perbedaannya. Pada kali ini, kami akan membagikan salah satu materi pelajaran praktikum akuntansi lembaga/ instansi pemerintah (akuntansi publik) yaitu tentang apa itu sektor publik dan sektor swasta. Materi ini merupakan materi paling dasar sebelum anda mempelajari akuntansi publik lebih jauh lagi.

1. Definisi/ Pengertian Sektor Publik
Apabila dipandang dari sudut ilmu ekonomi, Mardiasmo berpendapat bahwa sektor publik sering didefinisikan sebagai suatu entitas yang aktivitasnya berhubungan dengan penyediaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan hak publik atau masyarakat. Ada pendapat lain tetang sektor publik, yaitu Indra Bastian. Menurutnya, sektor publik adalah bidang yang membicarakan metode manajemen negara, sedangkan dalam arti sempit sektor publik diartikan sebagai pungutan oleh negara.

Selanjutnya menurut Indra Bastian, akuntansi sektor publik adalah mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang diterapkan pada pengelolaan dana masyarakat di BUMN, BUMD, lembaga tinggi negara, pemerintah daerah, LSM, yayasan sosial, maupun pada proyek-proyek yang bekerja sama dengan sektor publik dan swasta. Kelompok organisasi sektor publik meliputi Yayasan, institusi pendidikan, organisasi agama, lembaga pemerintah, organisasi kesehatan, dan organisasi sosial

2.  Persamaan sektor publik dan sektor swasta
Sektor publik dan sektor swasta mempunyai beberapa persamaan. Beberapa hal persamaan sifat dan karakteristik sektor publik dan sektor swasta antara lain
a. Sama-sama bagian dari perekonomian nasional yang mempunyai peran penting dalam pertumbuhan ekonomi. Bagian dari sistem ekonomi negara yang tidak dapat terpisahkan dari suatu sistem perekonomian nasional sektor publik dan sektor swasta merupakan bagian integral dari sistem ekonomi di suatu negara dan keduanya menggunakan sumber daya yang sama untuk mencapai tujuan organisasi
b. Sama-sama menghadapi masalah “ekonomi” yang sama. Sektor publik dan sektor swasta sama-sama menghadapi masalah yang sama yaitu masalah kelangkaan sumber daya yang terbatas untuk mencapai tujuannya. Oleh karena itu, sektor swasta maupun sektor publik dituntut untuk menggunakan sumber daya dengan efektif, efisien, dan ekonomis,.
c. Sama-sama menggunakan ilmu manajemen dalam pengelolaan lembaga. Pola pengendalian manajemen keuangan termasuk manajemen keuangan kedua sektor sama-sama membutuhkan informasi yang handal dan relevan untuk melaksanakan fungsi manajemen yaitu perencanaan pengorganisasian dan pengendalian
d. Sama-sama beroperasi di berbagai bidang. Baik sektor publik dan sektor swasta sama-sama menghasilkan produk yang bergerak di bidang transportasi masa pendidikan kesehatan penyediaan energi dan sebagainya
e. Mematuhi peraturan pemerintah sebagai pihak regulator. Dikarenakan ada beberapa bidang yang dimasuki oleh sektor publik dan swasta, maka pemerintah menerbitkan peraturan perundangan dan ketentuan hukum yang disyaratkan untuk mengatur jalannya usaha sehingga tidak terjadi bentrokan antar kedua pihak.

Sektor Publik Sektor Swasta Pengertian Persamaan Perbedaan

3.  Perbedaan sektor publik dan sektor swasta
Selain mempunyai persamaan, sektor swasta dan sektor publik mempunyai perbedaan. Perbedaan sifat dan karakteristik organisasi sektor publik dengan sektor swasta menurut mardiasmo antara lain :

Tabel Perbedaan Sektor Publik dan Sektor Swasta
No Unsur Sektor Publik Sektor Swasta
1 Tujuan Organisasi nonprofit motif (tidak mencari untung) profit motive (mencari untung)
2 Sumber pendanaan Pajak, retribusi, laba BUMN/ BUMD, obligasi pemerintah, utang, penjualan aset negara, dan sebagainya 1) pembiayaan eksternal : obligasi, utang bank, penerbitan saham. 2) Pembiayaan internal : laba ditahan, modal sendiri, penjualan aktiva.
3 Struktur organisasi kaku, Birokratis, dan hierarkis Flexible, lintas fungsional, Piramid, datar, dan sebagainya
4 Pertanggung jawaban pertanggungjawaban kepada masyarakat dan parlemen pertanggungjawaban kepada pemegang saham dan kreditor
5 Karakteristik anggaran terbuka untuk publik tertutup untuk publik
6 sistem akuntansi Cash Accounting Accrual Accounting
4.  Komponen lingkungan sektor publik
Setelah mendalami persamaan dan perbedaan sektor publik dan sektor swasta, maka yang terakhir yang kita pelajari yaitu komponen sektor publik. Jadi, sektor publik mempunyai beberapa komponen, antara lain :
a. Faktor ekonomi, terdiri dari : pertumbuhan ekonomi, tenaga kerja, tingkat inflasi, nilai tukar mata uang, struktur produksi, infrastruktur, cadangan devisa utang, arus modal dalam negeri, dan bantuan luar negeri dan pertumbuhan pendapatan perkapita.
b. Faktor politik, terdiri dari : legitimasi pemerintah, hubungan negara dan masyarakat, elit politik dan masa, tipe rezim yang berkuasa, ideologi negara, jaringan internasional kelembagaan.
c. Faktor kultural, terdiri dari : keragaman suku, bahasa dan budaya, agama, ras, sosiologi masyarakat, sistem nilai di masyarakat, historis, karakteristik masyarakat, tingkat pendidikan.
d. Demografi, terdiri dari : struktur usia penduduk, pertumbuhan penduduk, migrasi tingkat kesehatan.

Demikian materi tentang sektor publik dan sektor swasta, termasuk persamaan dan perbedaan antar kedua sektor tersebut. Semoga bermanfaat untuk para pembaca.

Husnudzan Kepada Allah Swt (Pengertian, Contoh, & 4 Bentuk, Hikmah)

Pengertian husnudzan kepada Allah Swt, bentuk/ macam, dan contohnya. Mungkin sebagian dari kita sudah pernah mendengar tentang istilah husnudzan. husnudzan secara bahasa, pengertiannya adalah berbaik sangka atau berprasangka baik. Nah, sikap ini tidak hanya dianjurkan untuk dilakukan antar sesama manusia, namun juga kepada Allah Swt. Lantas, apa pengertian husnudzan kepada Allah? husnudzan kepada Allah Swt adalah berbaik sangka kepada Allah Swt atas apa pun yang kita hadapi dan alami dalam kehidupan kita.

Sikap husnudzan kepada Allah Swt merupakan sikap yang harus tertanam di hati setiap muslim. Ketika Allah Swt memberikan sesuatu untuk kita, entah itu hal yang kita senangi atau tidak, harus kita terima dan yakin bahwa yang Allah berikan kepada kita adalah yang terbaik untuk kita. Kita harus selalu mengamalkan husnudzan kepada Allah Swt, karena kita sering tidak mengetahui hikmah yang mengiringi suatu kejadian yang Allah Swt berikan kepada kita.

Bentuk dan Contoh Huznuzan Kepada Allah Swt

Jika kita bicara tentang husnudzan kepada Allah, maka kita dapat mengklasifikasikan husnudzan menjadi beberapa bentuk, antara lain : husnudzan dalam nikmat Allah Swt, husnudzan dalam ketaatan kepada Allah Swt, husnudzan dalam melihat ciptaan Allah Swt, dan husnudzan dalam menghadapi ujian dari Allah Swt. Keempat bentuk/ jenis husnudzan kepada Allah tersut akan kita kaji satu persatu, termasuk contoh husnudzan kepada Allah Swt.

1. Husnudzan dalam Ketaatan kepada Allah Swt.
Allah Swt menurunkan syariatNya sebagai tuntunan untuk umat Islam. Kaum muslimin di seluruh dunia menjalani kehidupannya dengan syariat Allah Swt. Di lain sisi, kita sebagai manusia diberikan Allah Swt akal, hawa nafsu, dan rasa. 3 hal tersebut akan membuat kita menganalisis dan merasakan semua yang kita alami (yang Allah berikan kepada kita). Sering kali dengan keterbatasan nafsu, akal, dan rasa yang kita miliki membuat kita merasa janggal dan tidak nyaman dalam menjalankan syariat.

Contonya yaitu ketika terdengar panggilan adzan salat Subuh. Panggilan azan tersebut terjadi ketika suasana masih terlalu pagi, mengantuk, dingin, dan belum cukup tidur. Dalam keadaan semacam itu, kita bangun dan mengambil air wudu kemudian mendirikan salat. Kadang dalam hati kita bertanya, ”Apa yang diinginkan Allah Swt. dari kita dengan salat sepagi ini?”

Contoh lain yang dapat kita jumpai yaitu dalam menjalankan hukum waris. Mungkin kita merasakan ”kejanggalan” dalam pembagian warisan. Hukum waris Islam menetapkan bahwa bagian seorang anak laki-laki itu jumlahnya dua kali bagian dari anak perempuan. Namun, emansipasi wanita yang berkembang sekarang ini membuat sebagian dari kaum wanita mempertanyakan keadilan Allah dalam memberikan hukum waris.

Masih kurang puas dengan 2 contoh husnudzan di atas? Contoh lain yang mungkin dapat kita jumpai yaitu adanya hukum pidana islam. Dalam hukum pidana islam, kita mengenal hukum qisas, hukum hukum cambuk, potong tangan, dan sebagainya. Pada era modern ini, yang mana sedikit-sedikit meneriakkan HAM (Hak Asasi Manusia), hukuman seperti itu tampak sebagai hukuman orang-orang Barbar. Masih banyak lagi pertanyaan yang mungkin terlintas dalam hati kita.

Sekali lagi kami tegaskan, bahwa husnudzan dalam ketaatan kepada Allah Swt adalah sikap berprasangka baik kepada Allah Swt terhadap apa pun yang Dia berikan untuk kita. Mungkin memang sulit untuk ditetapkan, akan tetapi, kita harus yakin bahwa Allah Swt lebih mengetahui dan maha mengetahui atas iptaan-Nya bahkan daripada kita sendiri. Aturan Allah Swt dibuat dengan kebenaran hakiki dengan kacamata ketuhanan. Sedangkan pandangan dan perasaan kita sangat dipengaruhi oleh keadaan sekitar kita yang mudah dimanipulasi.

Husnudzan dalam ketaatan kepada Allah Swt harus berada di depan perasaan dan pikiran kita. Artinya, meskipun hati kita belum bisa merasakan kebenaran aturan Allah Swt. dan pikiran kita melihat ada hal lain yang lebih baik menurut pendapat kita, sebagai muslim tidak ada sikap yang akan kita ambil selain sami’na wa ata’na, kami dengar perintahMu ya Allah dan kami taat. Apa pun yang diturunkan Allah Swt kepada kita pasti aturan terbaik untuk kita. Pasti ada hikmah besar di balik semua aturan yang Dia turunkan untuk kita meskipun keterbatasan pikiran dan perasaan kita belum bisa melihatnya.

Husnudzan Kepada Allah Swt Pengertian Contoh Bentuk Hikmah

2. Husnudzan dalam Nikmat Allah Swt
Bentuk husnudzan yang kedua yaitu husnudzan dalam nikmat Allah. Atas kehendaknya Allah Swt memberikan nikmat-Nya kepada siapa pun. Ada banyak sekali nikmat Allah yang diberikan kepada kita, mulai dari nikmat harta, kesempatan, kesehatan, dan lainnya. Ketahuilah bahwa ada maksud dan tujuan tertentu, dari pemberian Allah Swt. Contoh sikap atau perilaku husnudzan kepada Allah Swt atas nikmat yang telah diberikan dapat kita lakukan dengan memperbanyak syukur dan merenungkan untuk apa Allah Swt memberikan nikmat itu kepada kita. Dengan begitu, kita mengetahui bagaimana cara untuk memanfaatkan nikmat tersebut dalam hal yang positif.

3. Husnudzan dalam Menghadapi Ujian dari Allah Swt
Sesekali mungkin kita pernah dihadapkan pada keadaan yang tidak kita sukai, contohnya kemiskinan, kegagalan, kesulitan hidup, atau kehilangan orang yang kita cintai. Normalnya, ketika kita merasakan ujian kehidupan tersebut, maka jiwa kita akan bereaksi negatif dengan kegalauan, kemarahan, dan kesedihan. Akan tetapi, apabila kemarahan atau kesedihan terhadap kita biarkan berlarut-larut, maka akan mengakibatkan kita menghujat dan mempersalahkan Allah Swt atas keadaan yang terjadi pada diri kita.

Ketika kita berada dalam situasi yang tidak kita sukai, kita justru harus semakin meningkatkan sikap husnudzan kepada Allah Swt. Apa pun yang kita dapat dari Allah Swt, pasti memiliki hikmah yang besar untuk masa depan kita. Adakalanya kita merasa tidak nyaman dengan suatu keadaan padahal menurut ilmu Allah Swt. sebenarnya baik untuk kita. Oleh karena itu, saat suatu ujian datang dalam hidup kita, bersabarlah dan berbaik sangkalah kepada Allah Swt. Dalam hal ini Nabi Ayyub a.s. telah memberikan contoh terbaiknya. Dengan bersabar dan berbaik sangka Allah Swt. akan memberikan kebaikan kepada kita di masa depan.

4. Husnudzan dalam Melihat Ciptaan Allah Swt
Allah Swt. menciptakan alam seisinya. Bumi beserta seluruh jenis makhluk yang mengisinya adalah ciptaan Allah Swt. Di alam ini kita dapat menemukan bermiliar-miliar jenis benda hingga makhluk hidup dengan segala bentuk dan rupanya.

Saat menemukan suatu bentuk makhluk yang aneh kita merasa takjub kepadanya. Pada saat yang berbeda kita menemukan suatu binatang yang menjijikkan, mengganggu, berbahaya, atau menakutkan. Misalnya sekumpulan lalat atau ular. Ketika kita melihat makhluk-makhluk yang menurut kita membahayakan, dalam hati mungkin kita bertanya untuk apa Allah Swt. menciptakan makhluk seperti itu. Kita memandang rendah atau bahkan membenci makhluk tersebut. Untuk apa Allah Swt. menciptakan seekor lalat? Bukankah lalat hanya akan membawa penyakit?

Husnudzan kepada Allah Swt. artinya bersikap baik sangka kepada Allah Swt. atas apa pun ciptaan-Nya. Setiap makhluk yang diciptakan Allah Swt. pasti memiliki maksud dan tujuan yang bermanfaat bagi kehidupan di bumi ini. husnudzan kepada Allah Swt. meyakini bahwa tidak ada satu pun yang sia-sia dalam ciptaan Allah Swt. Dengan sikap ini kita akan dapat lebih memerhatikan keadaan lingkungan dengan penuh penghormatan kepada penciptanya.

Inilah sikap husnudzan kepada Allah Swt. Sikap ini harus menjadi tindakan nyata dalam kehidupan seorang muslim. Dengan husnudzan kita yakini kebenaran Allah Swt. Dengan husnudzan kepada Allah Swt kita optimis melihat hidup dan menghadapi segala kesulitannya. Dengan husnudzan pula kita mengharap kebaikan dari Allah Swt. yang seperti janji-Nya akan menganugerahkan kebaikan bagi siapa pun yang berbaik sangka kepada-Nya.

Hikmah Husnudzan Kepada Allah Swt

Ketika kita mengamalkan sikap husnudzan kepada Allah, akan ada beberapa hikmah dari sikap husnudzan yang bisa diperoleh. Antara lain sebagai berikut :
1. Dicintai dan disayangi Allah SWT, Rasul dan orang lain
2. Akal fikiran menjadi jernih dan terjauhkan dari akal fikiran kotor
3. Terjauhkan dari hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain
4. Terjauh dari permusuhan dan lebih dapat mempererat silaturahmi
5. Selalu bersyukur atas segala sesuatu yang diberikan oleh Allah Swt kepada kita
6. Optimis dan tidak berkeluh kesah serta berputus asa
7. Bersikap Khaof (takut) dan Raja’ (berharap) kepada Allah

Penjelasan Surat Al Bayyinah Ayat 5 (Tajwid, Kandungan, Arti Perkata)

Arti perkata surat Al Bayyinah Ayat 5 dan tajwidnya (latin) beserta kandungan ayat. Pada kali ini, kami akan membagikan lagi penjelasan ayat alquran tentang keikhlasan dalam beribadah dan beramal. Nah, untuk kalii ini, ayat alquran yang dibahas yaitu surat Al Bayyinah Ayat 5. Ayat ini melanjutkan penjelasan ayat lain tentang keihklasan beribadah, yaitu surat Al An’am ayat 162-163. Kami sarankan kepada anda untuk membuka tentang penjelasan ayat tersebut, yaitu buka : 4 Kandungan Surat Al An'am Ayat 162-163 + Tajwid, Arti Perkata

Sebenarnya masih ada banyak lagi ayat alquran tentang keikhlasan beribadah. Untuk lebih lengkapnya, anda dapat membuka : 12 Ayat (Dalil) Alquran Tentang Ikhlas Beramal & Beribadah. Dalam artikel tersebut, anda dapat melihat beberapa ayat alquran untuk dipelajari tentang pentingnya keihklasan dalam beribadah menurut firman Allah Swt.

Penjelasan Surat Al Bayyinah Ayat 5 

Kembali ke ayat alquran surat Al Bayyinah ayat 5. Dalam ayat ini, akan kita kupas tuntas tentang ayat tersebut, antara lain : bacaan surat Al Bayyinah ayat 5 beserta arti perkata dan tajwidnya, lalu kandungan yang ada pada ayat tersebut.

Bacaan Surat Al Bayyinah Ayat 5 (Terjemahan, Arti Perkata, Tajwid)

Yang pertama kita bahas dalam QS Al Bayyinah ayat 5 yaitu bacaan ayatnya. Penting sekali untuk mengetahui bagaimana bacaan ayatnya sebelum kita kaji lebih dalam lagi. Jangan sampai kita tahu kandungan ayat, tapi tidak mengetahui bacaannya. Karena bacaan ayat alquran merupakan “perkataan” Allah Swt.

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
Artinya :
Padahal mereka hanya diperintahkan menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar). (Q.S. al-Bayyinah (98): 5)

Arti Perkata Surat Al Bayyinah Ayat 5
Memang sudah ada terjemahan dalam surat Al bayyinah Ayat 5, namun untuk lebih memahaminya, berikut ini kami sampaikan arti perkata yang ada pada surat tersebut.

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا padahal mereka hanya diperintahkan
 لِيَعْبُدُوا اللَّهَ menyembah Allah
 مُخْلِصِينَ dengan ikhlas
 لَهُ الدِّينَ semata-mata karena (menjalankan) agama
 حُنَفَاءَ lurus, murni, semata-mata
 وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ = melaksanakan salat
 وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ = menunaikan zakat
 دِينُ الْقَيِّمَةِ agama yang lurus (benar)

Tajwid Surat Al Bayyinah Ayat 5
Ada beberapa hukum bacaan tajwid yang terdapat dalam surat al-Bayyinah ayat5. Beberapa hukum bacaan tajwidnya sebagai berikut.

1. Mad Ja’iz Munfasil
Bacaan mad ja’iz munfasil terjadi jika ada mad tabi’i (bacaan panjang) bertemu dengan huruf hamzah berharakat pada lain kata. Cara membacanya dengan memanjangkan madnya dengan 2,5 alif atau 5 ketukan. Contohnya pada kalimat وَمَا أُمِرُوا إِلَّا

2. Lam Tafkhim
Bacaan lam tafkhim terjadi jika ada lafal اللَّهُ  didahului oleh harakat fathah atau dammah. Cara membacanya adalah huruf lam dibaca tebal (lo). Contohnya ketika membaca kalimat  لِيَعْبُدُوا اللَّهَ

3. Alif Lam Syamsiyah atau Asy-Syamsiyah
Asy-syamsiyah terjadi jika ada alif lam bertemu dengan huruf syamsiyah. Cara membacanya, alif lam menjadi lebur atau masuk pada huruf selanjutnya. Contohnya untuk membaca kalimat  
الدِّينَ,  الصَّلَاةَ,  الزَّكَاةَ
Surat Al Bayyinah Ayat 5 Tajwid, Kandungan, Arti Perkata
3 Penjelasan Isi Kandungan Surat Al Bayyinah Ayat 5
Secara umum memang ayat alquran ini membahas tentang keikhlasan dalam beribadah, namun selain itu, ada beberapa kandungan lain dalam QS Al Bayyinah ayat 5 ini, antara lain :

1. Syarat pokok dalam beribadah adalah niat ikhlas untuk Allah Swt.
Apabila kita cermati secara mendalam, sesungguhnya Ikhlas dalam beribadah kepada Allah Swt merupakan keharusan bagi kita. Allah Swt menciptakan diri kita (manusia) dari yang awalnya tidak ada menjadi ada.

Manusia hanyalah makhluk lemah yang selalu merasa khawatir karena manusia hanya mempunyai kekuatan dan kemampuan yang terbatas. Tidak jarang seorang manusia sering mengalami ketakutan ketika ada kekuatan lain yang dapat mengancam keselamatan dirinya. Untuk itu, manusia sangat membutuhkan sesuatu yang dapat menghilangkan ketakutan dan kekhawatirannya itu.

Pada awalnya, manusia yang mempunyai rasa khawatir dan takut  akan mencari perlindungan kepada sesama makhluk (manusia). Namun, kekuatan yang ada pada manusia itu tidak pernah memuaskan manusia. Atas dasar ini, manusia akan mencari kekuatan yang berada di luar alam raya. Hal ini dapat kita lihat berdasarkan kisah nabi Ibrahim yang pernah mengira bahwa bulan dan matahari adalah tuhannya.

Hingga pada akhirnya manusia akan mencari Tuhan yang dipercaya mampu memenuhi segala kebutuhannya. Inilah alasan kita harus mantap dan ikhlas dalam beribadah.

Beribadah dengan ikhlas telah dianjurkan dan dipertegas lagi dalam surat Al Bayyinah ayat ke-5. Ayat tersebut menjelaskan, ”Padahal mereka hanya diperintahkan menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).”

Sebagai makhluk ciptaan Allah, kita diciptakan di dunia ini hanya untuk beribadah kepada-Nya. Hal ini sesuai dengan Surat Az Zariyat Ayat 56. Untuk lebih jelasnya, silahkan buka : 4 Hikmah (Kandungan) Surat Az Zariyat Ayat 56, Kewajiban Beribadah

2. Melaksanakan Ibadah tidak hanya ikhlas, tetapi cara pelaksanaan juga harus benar dan mencari rida Allah Swt. 
Kita tidak diperintahkan untuk menyekutukan Allah dan berbuat maksiat, karena kita diciptakan di dunia ini hanya untuk beribadah kepada-Nya. Namun, yang perlu kita ketahui bahwa ibadah yang kita kerjakan masih belum sempurna apabila tidak dilakukan dengan ikhlas. Artinya, nilai ibadah tidak hanya diukur dari kuantitas yang telah dilakukan, tetapi dari kualitasnya.

Di antara kualitas ibadah yang paling utama adalah keikhlasan untuk mencari rida Allah Swt. Sebagai contoh, seseorang yang sering bersedekah jika sekadar berharap mendapat sanjungan dari orang lain, di hadapan Allah Swt. tidaklah bernilai. Ia tidak berhak mendapatkan balasan kebaikan dari-Nya.

Allah Swt akan melaknat manusia yang melakukan ibadah dengan niat untuk mendapatkan penghargaan dari makhluk lain (manusia, iblis, setan). Jika kita beribadah dengan niat kepada selain Allah, maka artinya kita telah melakukan dosa besar yang dinamakan syirik.

Ada 3 syarat yang harus dipenuhi agar ibadah diterima oleh Allah Swt, antara lain :
a. Lillah, artinya adanya niat dengan tulus ikhlas karena Allah Swt.
b. Ilallah, artinya dengan tujuan hanya untuk mencari rida dari Allah Swt.
c. Billah, artinya cara pelaksanaannya seperti yang telah diperintahkan Allah dan dicontohkan oleh Rasulullah.

Seseorang yang melaksanakan ibadah secara ikhlas, maka  telah menjalankan ajaran agama yang hanif (lurus). Ajaran agama mengajak manusia untuk selalu menjalankan kebenaran dan tidak berpaling kepada yang salah. Melakukan segala sesuatu yang berkaitan dengan kebaikan dan mencari kebenaran dengan dasar niat karena Allah Swt., sejatinya merupakan ibadah kepada-Nya. Oleh karena itu, setiap kali kita melakukan kebaikan, hendaknya dengan tujuan mencari rida Allah Swt.

3. Salat dan zakat merupakan ibadah yang sangat penting dalam agama
Dalam Surat al-Bayyinah ayat 5, Allah Swt menjelaskan bahwa ada 2 jenis ibadah yang sangat penting untuk kita laksanakan, yaitu salat dan zakat. Salat merupakan ibadah yang paling utama, bahkan menjadi tiang agama. Besok ketika kita meninggal, salat adalah ibadah yang pertama kali dihisab. Salat juga menjadi sarana untuk menjalin hubungan antara kita kepada Allah Swt secara langsung (hablumminallah). Dengan salat, artinya kita mengkhususkan diri untuk mengingat Allah dan membuktikan ketundukan kepada-Nya.

Ibadah yang kedua yaitu zakat. Jika salat adalah ibadah “hablum minallah”, maka zakat adalah ibadah hablum minannas, yaitu ibadah yang berfungsi sebagai sarana mengukuhkan hubungan antar manusia. Zakat adalah kegiatan mengeluarkan sebagian dari harta benda yang kita miliki untuk membantu fakir miskin dan menegakkan agama.

Dalam harta yang diberikan Allah Swt kepada kita terdapat hak fakir miskin. Untuk itu, zakat adalah ibadah yang dilakukan untuk membersihkan harta kita. Selain itu, zakat termasuk jenis ibadah yang mengandung aspek sosial. Zakat mempunyai banyak manfaat, selain dapat dipergunakan untuk mengentaskan kemiskinan, zakat juga dapat dipergunakan untuk mengatasi kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin. Ibadah salat dan zakat harus selalu kita pelihara untuk menegakkan agama Islam agar tetap kukuh.

4 Kandungan Surat Al An'am Ayat 162-163 + Tajwid, Arti Perkata

Isi kandungan surat Al An’am ayat 162-163 beserta tajwidnya dan arti perkata. Pada kali ini, kami akan membagikan salah satu materi pelajaran pendidikan agama islam SMA/ SMK atau mapel Alquran hadits, yaitu tentang salah satu ayat alquran surat Al An’am ayat 162-163. Secara umum ayat ini membahas tentang keikhlasan kita dalam beribadah.

Namun, ada beberapa hal lain yang akan kami sampaikan pada anda terkain surat Al An’am ayat 162-163, antara lain arti perkata surat Al An’am 162-163, tajwid yang terdapat pada ayat tersebut, hingga isi kandungan surat Al An’am ayat 162-163.

Bacaan Surat Al An’am Ayat 162-163 dan Arti Perkata

Pokok bahasan kita kali ini yaitu salah satu surat dalam Alquran, yaitu surat Al An’am ayat 162-163. Sebelum kita kaji lebih jauh tentang ayat tersebut, alangkah lebih baiknya kami sampaikan bacaan ayat tersebut.
 قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ * لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
Artinya :
Katakanlah (Muhammad): ”Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim).” (Q.S. al-An‘am ayat 162–163).

Arti Perkata QS Al An’am 162-163

قُلْ = katakanlah
إِنَّ = sesungguhnya
وَنُسُكِي = ibadahku
وَمَحْيَايَ = hidupku
وَمَمَاتِي = matiku
رَبِّ الْعَالَمِينَ = tuhan seluruh alam
لَا شَرِيكَ لَهُ = tidak ada sekutu bagi-Nya
أُمِرْتُ = dieprintahkan kepadaku
أَوَّلُ الْمُسْلِمِين = orang yang pertama-tama berserah diri (muslim)

Tajwid dalam Surat Al An’am Ayat 162-163

Setelah kita mengetahui arti perkata, maka selanjutnya kita belajar tentang bacaan tajwid dari surat Al An’am ayat 162-163. Dengan mempelajari ilmu tajwwid, kami harap dapat meningkatkan kemampuan kita dalam membaca alquran.
1. Gunnah
إِنَّ , dikarenakan ada nun tasydid

2. Lam Tarqiq
Bacaan lam tarqiq terjadi jika ada lafal  اللَّهُ  didahului harakat kasrah. Cara membacanya, huruf lam harus berbunyi a (la) bukan o (lo). Contohnya untuk kata لِلَّهِ

3. Alif Lam Qamariyah atau Al-Qamariyah
Bacaan alif lam qamariyah terjadi jika ada alif lam bertemu dengan huruf-huruf qamariyah, salah satunya yaitu huruf "'ain" dan "mim". Contohnya pada saat membaca kalimat رَبِّ الْعَالَمِينَ , الْمُسْلِمِينَ

4. Mad Silah
Bacaan mad silah terjadi jika ada ha dhamir(kata ganti orang ketiga tunggal dalam bahasa Arab) didahului oleh huruf yang tidak berharakat sukun dan tidak bersambung dengan huruf sesudahnya.
Cara membacanya dengan memanjangkan dua harakat. Contohnya untuk membaca lafal لَهُ

Isi Kandungan Surat Al An’am Ayat 162-163

Telah kami sampaikan di atas, bahwa surat Al An’am ini membahas tentang keikhlasan kita dalam beribadah. Selain itu, ada beberapa kandungan lain dalam surat Al An’am 162-163 ini, antara lain :
Kandungan Surat Al An'am Ayat 162-163 + Tajwid, Arti Perkata
1. Perintah Allah Swt. pada umat-Nya untuk berkeyakinan bahwa shalatnya, hidupnya, dan matinya hanyalah semata mata untuk Allah Swt. Ayat tersebut juga merupakan salah satu bagian doa iftitah salat yang diajarkan Rasulullah saw. yang artinya, ”. . . Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim).”

2. Allah Swt merupakan satu-satunya Tuhan untuk semesta alam dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Allah. Tidak ada satu pun makhluk yang dapat menandingi kekuasaan-Nya, bahkan mengutuk orang-orang yang berani menyekutukan-Nya.

Hal tersebut bisa dilihat pada akhir ayat pertama, yaitu ”Tidak ada sekutu bagi Allah dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim).” Allah adalah Tuhan yang menciptakan, mengatur, dan memelihara makhluk-Nya. Dari sini, kita dianjurkan untuk menyerahkan diri kepada Allah dan melepaskan diri dari berharap kepada makhluk-Nya. Penyerahan diri inilah yang disebut dengan Islam.

3. Perintah Allah Swt kepada seluruh umat manusia untuk ikhlas dalam berkeyakinan, beribadah, beramal, dan menjadi orang pertama dalam kaumnya yang berserah diri kepada-Nya. Selain amal, hidup, dan mati juga diniatkan secara ikhlas diserahkan hanya untuk-Nya. Allah Swt yang telah menciptakan diri kita dan seluruh makhluk dan memberikan nyawa sehingga kita dapat merasakan kehidupan di dunia ini.

Untuk itu, kita harus menyerahkan kesempatan hidup untuk mengabdi kepadaNya. Ketika kita merasa  hidup hanya untuk Allah Swt, maka kita rela berkorban untuk memenuhi perintah-Nya. Hanya Allah Swt yang mempunyai kekuatan untuk menghidupkan dan mematikan makhluk-Nya.

d. Kita dianjurkan untuk berusaha menjadi golongan orang-orang yang berserah diri kepada Allah Swt. Sebagai bukti penyerahan diri kepada Allah, kita harus bersedia mengerjakan ibadah seperti yang diajarkan Rasulullah saw. serta menaati semua perintah dan menjauhi larangannya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kita menjadi seorang muslim sempurna yang memiliki keteguhan iman serta tekad yang kuat untuk menjalankan ibadah secara ikhlas karena Allah Swt.

Dapat disimpulkan bahwa seluruh amaliah yang kita kerjakan sehari-hari harus diniatkan untuk mencari rida dari Allah Swt. Sebaliknya, jika amal kebajikan kita sehari-hari diniatkan untuk mendapat penghargaan, sanjungan, ataupun imbalan dari sesama manusia, belum dikatakan ikhlas karena Allah. Dengan demikian, perbuatan tersebut berarti tidak bernilai ibadah sehingga kita tidak berhak mendapatkan balasan kebaikan dariNya.