Thursday, April 13

Cara Mencegah dan Mengatasi Kematian Anak Ayam (Bisnis)

Cara mencegah dan mengatasi kematian anak ayam - Anak ayam yang belum mencapai umur 3 bulan masih dianggap kritis. Banyak peternak mengeluh karena menemui beberapa kendala. Di antaranya, anak ayam mengalami kematian karena tembolok keras, suhu mendadak berubah, mencret, berak darah, gangguan pernapasan, tidak ada nafsu makan, lantai basah, menebar bau amonia, kanibalisme, dan sebagainya.

Kendala-kendala itu merupakan temuan di lapangan yang sering dijumpai oleh peternak. Bagi peternak pemula, hendaknya belajar dari keadaan. Berikut ini cara mencegah dan mengatasi kematian anak ayam. Akan tetapi, sebelum kita membahas tentang cara mencegah dan mengatasi kematian anak ayam, kita simak dulu bagaimana menyediakan kotak untuk anak ayam (induk) agar mendapatkan hasil anak ayam yang maksimal.

1. Menyediakan Kotak lnduk (Anak Ayam)
Jika ingin mempercepat penambahan jumlah anak ayam maka setelah telur menetas dan bulu-bulunya kering, hendaknya segera dipisahkan dari induknya. selanjutnya kita isi sarang yang kosong dengan telur-telur baru. Biasanya induk yang masih mempunyai sifat mengeram akan meneruskan tugas untuk mengerami telur baru hingga menetas.

Kotak induk harus dibuat ketika induk masih mengerami telurnya. Ketika telur-telur menetas, kotak induk telah siap untuk ditempati. Kotak induk adalah tempat untuk membesarkan DOC (anak ayam usia dini) setelah dipisahkan dari induknya. Kotak induk sebaiknya terbuat dari kerangka kayu yang berkaki. Bagian sekelilingnya diberi kawat kasa, kecuali bagian atas. Hal itu dimaksudkan bagian atas terbuka agar memudahkan perawatan.

Ukuran kotak induk yang ideal disesuaikan dengan jumlah anak ayam. Luas 1 meter persegi, diisi anak ayam tidak lebih dari 50 ekor saja. Pada usia 1-2 minggu, isi harus dikurangi hingga 30 ekor saja. Jumlah yang padat dalam kotak induk menimbulkan kecenderungan anak ayam saling mematuk (kanibalisme) dan membatasi ruang gerak mereka.

Anak ayam yang dipisahkan dari indukrrya hingga berusia 2 bulan Masih rawan terhadap cuaca. Oleh karenanya, kotak induk harus dipasang lampu pemanas untuk mengatur temperatur udara sesuai dengan kebutuhan anak ayam. Sebelum anak ayam dimasukkan, sebaiknya bola lampu penanas dinyalakan hingga mangan kotak induk mencapai kehangatan sekitar 105"F. Bagian bawah (alas) kotak induk dilapisi koran. Jika kotak induk ditempatkan di luar ruangan yang tidak terlindung oleh angin maka bagian sekelilingnya diberi pembatas koran atau kain. Lampu pemanas harus selalu menyala hingga anak ayam mencapai usia 18 hari.

Pemberian makanan untuk anak ayam cukup ditaburkan di atas alas koran. Sedangkan air minum ditempatkan pada wadah yang tidak mudah tumpah (dapat diperoleh di toko-toko peternakan). Untuk menambah nafsu makan dan daya tahan tubuh, anak ayam perlu diberi Vita chiks atau yang dicarnpur dengan air minum sesuai takaran (ada pada petunjuk kemasannya).

Vaksinasi pertama sudah harus diberikan pada usia 4 hari. Vaksinasi ini bertujuan untuk mernberikan kekebalan tubuh dari penyakit. Pemberiannya cukup diteteskan pada mata, hidung atau melalu semprotan spray. Vaksin dapat dibeli di toko-toko peternakan.

Pemeliharaan anak ayam di kotak induk lebih menguntungkan Dari pada dibiarkan diasuh oleh induknya sendiri. Hal itu disebabkan oleh beberapa hal.
a. Perturnbuhan dapat dipacu secara tepat karena mendapat perhatian yaug serius, misalnya pemberian makanan, temperatur, kebersihan kandang dan kesehatannya.
b. Induknya dapat dipersiapkan untuk bertelur lagi daiam waktu yang tidak lama (mengurangi masa istirahat).
c. Mudah melakukan seleksi anak ayam
e. Bisa menghasilkan anak ayam lebih banyak

2. Mencegah dan Mengatasi Kematian Anak Ayam

Setelah kita belajar tentang bagaimana menyiapkan kotak induk untuk anak ayam agar hasil peternakan ayam dapat berjalan dengan maksimal, kita sekarang belajar tentang bagaimana cara mencegah dan mengatasi kematian anak ayam. Ada 8 kendala yang dihadapi para peternak ketika memelihara anak ayam yang dapat mengakibatkan kematian. Sebelumnya di atas telah disinggung tentang kendala-kendala yang dihadapi, jadi sekarang kita akan bahas satu persatu.

a. Tembolok Keras
Penyebabnya mungkin anak ayan makan karet, sekam padi, dan benda-benda keras yang tidak mampu dihancurkan oleh sistem pencernaan. Upaya pengendaliannya dapat ditempuh sebagai berikut.
a. Memberikan makanan yang mengandung protein, misalnya konsentrat yang dihaluskan atau sesuai dengan umur ayam. 
b. Anak ayam yang terlanjur sakit harus dikarantinakan (dipisahkan dari kelompoknya). Memberi obat tembolok yang bisa dibeli di toko-toko peternakan.

b. Perubahan Suhu Mendadak
Faktor penyebabnya ialah udara di luar berubah-ubah. Biasanya terjadi pada musim pancaroba (pergantian musim), yaitu di awal musim kemarau atau di awal musim hujan. Tanda-tandanya, anak ayam tidak tahan terhadap serangan penyakit dan nafsu makannya menurun.

Upaya pengendaliannya adalah sebagai berikut.
a. Mengatur suhu dalam ruangan kotak induk secara cermat.
b. Memanaskan kotak incluk pada pagi dan malam hari.
c. Memberikan obat Vita Chik yang dicampurkan bersama air minum.
d. Memberikan ransum (makanan) yang banyak mengandung protein, asam arnino, vitamin dan mineral,
e. Menutup kotak induk secara menyeluruh kecuali bagian atas pada malam hari.

c. Mencret dan Berak Darah
Mencret, berak darah, dan kotoran berbusa menyebabkan kematian. Penyebabnya ialah bakteri pullorum, fowl cholera dan cocdiosis. Gejalanya ialah anak ayam tampak lemah dan mudah terkena penyakit lain. Upaya pengendaliannya dapat ditempuh dengan cara-cara sebagai berikut :
a. Anak ayam diberi obat-obatan misalnya Antitoksi, Coxy, Decory, Doxyvet, Duoko, Kotcsideks, Sulfamix, Maladex, atau Therapy. Pemberian disesuaikan dengan petunjuk pemakaian.
b. Memisahkan anak ayam yang sakit dari kelompoknya.
c. Mernberikan ransum yang bergizi.
d. Membersihkan lantai kotak induk agar ayam yang sehat tidak tertular.
e. Menyemporkan cairan antiseptik (pembunuh kuman). Namun sebelurnnya kotak induk harus dikosongkan terlebih dahulu.

d. Susah Bernapas
Penyebab anak ayam sulit bernapas disebabkan penyakit snot. Tanda-tandanya ialah hidung selalu berlendir dan muka bengkak. Akibatnya nafsu makan berkurang. Pada tingkat akut anak ayam kehilangan nafsu makan sama sekali, sehingga terjadi kematian.

Pemicu penyakit ini dimungkinkan pula karena keadaan kotak induk lembab, alas kotak induk basah, dan sebagainya. Tindakan pencegahan harus segera dilakukan agar tidak menyerang anak ayam yang sehat. Upaya pengendalianya dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
a. Setiap pagi kotak induk dikeluarkan dan dijernur pada terik matahari.
b. Kotoran dan sisa makanan harus dibersihkan setiap pagi.
c. Alas kotak induk jika rusak atau sobek hendaknya diganti dengan yang lebih baik.
d. Air minum diganti paling lama dua hari sekali.
e. Memberikan obat, misalnya Coliquin, Doctril, Doxytin, Gentamin, Koleredin, Medoxy, Meditril, Respiratrek, Sulfamix, Tetra Chlor, Teraphy, Trimezin, dan lain-iain.
f. Memisahkan (mengkarantinakan) anak ayam yang sakit.

e. Kurang Nafsu Makan
Ketika kita nenaburkan makanan, anak ayam lebih banyak diam dan tidak merespon, itu pertanda ia mengalami kurang nafsu makan. Agar nafsu makannya tetap stabil, hendaknya diberi obat-obatan sqerti Vita Chicks yang dilarutkan ke dalam air. Dapat pula menyuntikkan cairan vitamin yang berguna bagi peningkatan kekebalan tubuh.

Tindakan pencegahan lain yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.
a. Anak ayam yang kurang sehat dipisahkan dari kelompoknya.
b. Memberikan ransum dari menu yang berbeda.
c. Memberikan obat stres, sebab dikhawatirkan anak ayam terkejut atau takut.

f. Mencegah dan Mengatasi Anak Ayam Selalu Haus
Anak ayam yang selalu haus cenderung sering minum. Akibatnya temboloknya tidak penuh makanan melainkan penuh air. Hal ini sangat mempengaruhi nafsu makan dan daya pertahanan tubuh. Cairan dapat pula keluar dari lubang hidung atau mulutnya, memicu penyakit snol (pilek).

Keadaan seperti itu harus segera dilakukan pencegahan dengan cara sebagai berikut.
a. Seminggu sekali kotak induk disemprot menggunakan antiseptik (anti kuman), misalnya Medisep, Mediklin dan sebagainya. Sebelum disemprot, anak-anak ayam dikeluarkan terlebih dahulu.
b. Saiap hari kotak induk harus dipanaskan (dijemur).
c. Jika anak ayam selalu haus disebabkan penyakit, sebaiknya diberi Amficot, Doctril, Duoko, Erysuprim, Gentamin, Koledrin, Medoxy, Neo Meditril, Sulfamix, Tetra Chlor, Trimezyn, Teraphy dan lain-lain sesuai demgan takaran.
d. Jika suhu dalam ruangan terlatu panas nyala lampu dikecilkan dan ventilasi udara diperbesar.
e. Anak ayam yang sudah parah, herdaknya dipisahkan dari ketompoknya.
f. Mengganti ransum, dan mencampurnya dengan hijauan segar
g. Konsultasi pada Dinas Peternakan.

g. Cenderung Bersfat Kanibal
Anak-anak ayam yang dibesarkan bersama di dalam satu kotak induk biasanya saling berpatukan. Ada beberapa yang agresif dan suka melukai temannya. Itulah yang disebut kanibalisme.
Penyebab kanibalisme anak ayam dimungkinkan karena beberapa faktor.
a. Sifat bawaan, mungkin induk jantan atau betina memiliki sifat demikian.
b. Ransum (makanan) kurang mengandung protein, mineral, asam amino, vitamin, dan serat kasar.
c. Tempat ransum (makanan) dan air sering kosong.
d. Kotak indukan terlalu padat dan tidak ideal lagi karena jumlah dan umur anak ayam semakin meningkat.

Cara Mencegah dan Mengatasi Kematian Anak Ayam

Tindakan yang harus dilakukan ialah memisahkan ayam kanibalisme dari kelornpoknya. Upaya lainnya sebagai berikut :
a. Anak ayam yang terluka segera diobati. Jika tidak, lukanya akan dipatuki oleh temannya. Sebaiknya ditaburi serbuk arang dan dipisahkan.
b. Hendaknya kotak induk jangan terlalu padat.
c. Menambah hijauan segar pada ransum (makanan) di siang hari, misalnya kecambah.
d. Air minum dicampur dengan Topnix..
e. Tempat ransum (makanan) dan air minum jangan sampai kosong.

h. Selalu Berisik
Mengapa anak ayam berisik? penyebabnya banyak, misalnya ada binatang pengganggu seperti tikus, kucing, anjing, musang dan sebagainya. Bisa juga karena lampu pemanas mati sehingga suhu udara kurang panas atau tempat ransum (makanan) dan tempat air kosong. Jika dibiarkan, anak ayam akan stres. Dampaknya nafsu makan berkurang dan terserang penyakit. Oleh sebab itu, perlu dilakukan tindakan sebagai berikut.
a. Kotak induk hendaknya diletakkan di tempat aman, bebas dari jangkauan binatang pengganggu.
b. Jika penyebabnya kotak induk gelap karena lampu mati maka hendaknya diperiksa apakah lampu perlu diganti.
c. Jika disebabkan menurunnya suhu (karena udara di luar dingin) maka perlu mengganti bola lampu yang lebih besar kapasitasnya.
d. Jika ransum terbatas, perlu disediakan secukupnya.

Demikianlah beberapa kasus yang sering dijumpai oleh peternak ketika memelihara anak ayam sampai menjadi ayam dara. Agar berhasil dengan baik dan menekan sekecil mungkin kematian, hendaknya kita selalu memeriksa anak-anak ayam secara rutin dan saksama. Semoga artikel tentang cara mencegah dan mengatasi kematian anak ayam dapat bermanfaat.

Silahkan berkomentar . .
EmoticonEmoticon