Thursday, November 10

Teknik Pembuatan Gelas dari Umat Islam telah Dicuri Barat

Teknik Pembuatan Gelas dari Umat Islam telah Dicuri Barat

Teknik Pembuatan Gelas dari Umat Islam telah Dicuri Barat

Teknik pembuatan gelas pada akhirnya dikuasai oleh Venesia pada abad ke-13 M, setelah terjadi kesepakatan atau perjanjian pengalihan teknologi yang dibuat oleh Bohemond VII, seorang pengeran titular dari Antioch dan Doge of Venice, pada bulan Juni 1277 M. ''Melalui perjanjian tersebut, rahasia pembuatan gelas telah dibawa ke Venesia, perajin dan bahan baku diimpor dari Suriah.''

Setelah menguasai teknik pembuatan gelas, Venesia kemudian berupaya untuk menjaga rahasia teknologi tersebut dengan ketat. Venesia menjalankan monopoli pembuatan gelas di kawasan Eropa. Baru sekitar abad ke-17 M, teknik pembuatan gelas dapat diketahui Prancis.  Fakta tersebut telah membuktikan bahwa jauh sebelum Barat dapat menguasai teknik pembuatan gelas, peradaban Islam sudah lebih dulu menguasainya.

Seakan ingin menutupi kesuksesan yang pernah dicapai oleh umat Islam, para ahli gelas di Barat selalu menonjolkan bagaimana kemewahan seni pembuatan gelas yang ada di Eropa. Padahal, teknik dan teknologi pembuatan gelas atau kaca yang dikuasai Barat pada waktu ini merupakan hasil transfer teknologi dan pengetahuan dari dunia Islam.

Apa yang dilakukan oleh para ahli gelas atau kaca dii Barat sangat tak adil, karena mereka telah menyembunyikan nilai-nilai seni gelas Islami dan menghilangkan pencapaian yang sesunguhnya,” kata Norman A Rubin dalam tulisannya  dengan judul Islamic Glass Treasure: The Art of Glassmaking in the Islamic World.

Membahas tentang sejarah seni pembuatan gelas atau kaca, papar Rubin, prestasi gemilang yang telah dihasilkan oleh dunia Islam tak dapat dilupakan. Para seniman Muslim telah memberikan sumbangan yang sangat besar dalam pembuatan  gelas. Menurut Rubin, para seniman Muslim itu telah mampu menciptakan pola dan bentuk baru dalam teknik pembuatan gelas atau kaca.

Para seniman Muslim telah menciptakan ruh dan semangat artistik baru dalam pendekatan seni Islam,” ungkap Rubin. Qamar Adamjee dan Stefano Carboni dari The Metropolitan Museum of Art, dalam tulisannya dengan judul 'Glass from Islamic Lands' memaparkan, (abad ke-7 sampai 14 M) produksi gelas didominasi oleh banyak negeri Islam.

Tak hanya itu, inovasi dan teknologi yang dipakai untuk memproduksi kaca atau gelas di masa kekhalifahan sangat tinggi. “Inilah tahap yang gemilang dalam seni pembuatan kaca dan gelas,” papar Qamar dan Stefano. Teknik dan teknologi pembuatan gelas yang dihasilkan oleh peradaban Islam bisa dipelajari dengan lebih baik dengan teknik manipulasinya.

Berbagai teknik pembuatan gelas di dunia Islam yang mudah dipelajari itu sangat berpengaruh pada dunia Barat. Sekitar abad ke-17 M, peradaban Barat menggunakan berbagai teknik pembuatan gelas itu dari peradaban Islam. Sayangnya, setelah bangsa Barat telah berhasil menguasai teknologi dan teknik pembuatan gelas atau kaca, peradaban Barat kemudian berupaya untuk menyembunyikan pencapaian yang hasilkan umat Islam.

Sejarah mencatat, jika semenjak abad ke-9 M, seni pembuatan kaca di dunia Islam telah menemukan bentuknya dan mulai berani tampil beda. Laiknya pembuatan keramik, dekorasi arsitektur dan berbagai barang dari kayu, seni pembuatan gelas pada masa kekuasaan Dinasti Abbasiyah mulai memperlihatkan nilai-nilai seni Islam.

Walaupun proses imitasi dari gelas Romawi masih berlangsung, akan tetapi para seniman Muslim mulai mengembangkan pembuatan kaca dan gelas dengan gaya artistik dan corak yang khas, yaitu menonjolkan nilai-nilai keislaman. Dalam tulisan Elif Gokcidge yang bertajuk 'Fragile Beauty Islamic Glass', ciri khas teknik utama pembuatan kaca atau gelas pada masa itu yaitu kaca dekorasi relief-cut dengan menggunakan teknik cold-cut.

Para seniman Muslim mencoba memperlihatkam efek cameo atau batu berharga yang latar belakangnya warnannya lain. Selain itu,  gelas yang dibuat juga telah memiliki dua lapis warna yang  berbeda. Corning Ewer adalah salah satu gelas cameo yang sangat indah yang dibuat oleh seniman Muslim.

Mulai abad ke-11 M, barang pecah belah yang berwarna-warni dengan lapisan hiasan mulai ngetren di dunia Islam. Hiasan dalam gelas pada masa itu tidak hanya dicetak, akan tetapi juga sudah dipahat. Motif gambar hewan dan manusia serta bunga-bunga telah menjadi ciri khas hiasan yang ada pada gelas atau kaca di abad itu.

Salah satu kesuksesan yang terpenting dalam sejarah pembuatan gelas atau kaca di dunia Islam terjadi pada abad13 M. Waktu itu, secara mengejutkan, para seniman pembuat  gelas yang ada di Suriah dan Mesir sudah dapat membuat kaca atau dengan lapisan warna-warna polychrome untuk pertama kalinya.

Sekitar abad ke-14 M, telah terjadi perubahan pada cita rasa artistik gelas atau kaca Islam. Pola dan corak bunga-bunga dan geometrisnya lebih menonjol. Hal tersebut tampak dari beragam perabotan pecah belah yang dibuat pada masa kekuasaan Dinasti Mamluk yang berkuasa di wilayah Suriah dan Mesir.  Cita rasa artistik kaca serta gelas yang lebih menonjolkan corak flora dan geometris itu terlihat pada vas bunga, lampu gantung, dan botol-botol yang dihasilkan pada saat itu.

Sumber :www.republika.co.id

Silahkan berkomentar . .
EmoticonEmoticon