Kamis, Mei 5

Apa Saja Prioritas Dakwah Nabi Muhammad Saw di Mekkah ?



Prioritas Dakwah Nabi Muhammad Saw di Mekkah


Ada prioritas dakwah nabi Muhammad Saw di Mekkah. prioritas dakwah Nabi Muhammad pada berbagai masalah. Masalah-masalah yang dijadikan sebagai prioritas dakwah nabi Muhammad Saw, diantaranya mengajarkan ketauhidan, menegaskan hari kiamat sebagai hari pembalasan, merubah perilaku masyarakat jahiliya, mengangkat dan melindungi hak asasi manusia. Berikut ini merupakan prioritas dakwah nabi Muhammad Saw di Mekkah.

1.   Prioritas Dakwah Nabi dalam Mengajarkan ketauhidan

Pada Masyarakat Arab Jahiliyyah terdapat suatu kepercayaan berbagai tuhan (Polypheisme), seperti penyembahan berhala, penyembahan bulan dan bintang, penyembahan jin, ruh, dan arwah nenek moyang, dan ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Sementara itu, Islam datang dengan membawa ajaran tauhid, penyembahan hanya kepada Allah yang Maha Esa, tak beranak dan tak diperanankan. Begitu juga yang berkaitan dengan kebudayaan. Kebudayaan Arab sebelum Islam sangat dipengaruhi oleh mitologi dan ajaran-ajaran sesat lainnya, sedang Islam membawa peradaban atau kebudayaan baru berdasarkan petunjuk Allah dan Al-Qur’an.

(Baca juga artikel Lengkap tentang : Permulaan Dakwah Nabi Muhammad Saw )

2.   Masyarakat Mekkah yang menyembah berhala

Nabi Muhammad Saw mendapat tugas mengajak masyarakat Mekkah untuk menyembah Allah Saw, Tuhan yang Maha Esa. Prioritas dakwah Nabi Muhammad Saw. bertentangan dengan kondisi masyarakat Mekkah yang menyembah berhala.

3.   Prioritas Dakwah Nabi dalam Menegaskan hari kiamat sebagai hari pembalasan

Masyarakat Arab pra Islam tidak percaya kepada hari kebangkitan, hari pembalasan, sampai ada diantara mereka bertanya-tanya, mana mungkin tulang berulang yang sudah hancur dapat dibangkitkan dan dihidupkan kembali. Padahal Islam mengajarkan dan meperingatkan kepada manusia, bahwa dunia dunia ini hanya sementara dan tempat yang abadi adalah akhirat.

Nabi Muhammad memprioritaskan dakwahnya kepada ajakan untuk mempercayai adanya hari pembalasan. Mereka perlu menjaga kehidupannya untuk selalu sesuai dengan aturan dan tuntutan Allah Swt. Setiap kebaikan akan mendapat balasan kebaikan. Sebaliknya setiap kejahatan akan mendapat balasan yang setimpal. Nabi Muhammad berusaha menyakinkan para pengikutnya akan janji Allah bagi orang yang beriman.

4.   Prioritas Dakwah Nabi dalam Merubah perilaku masyarakat Jahiliyah

Dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat Arab sebelum Islam terdapat pada suatu tradisi yang melanggar etika (akhlak) dan hak asasi manusia : seperti perjudian, minum-minuman keras, perampok, perzinahan, dan perbuatan yang melanggar hukum dan tantanan social masyarakat. Sementara Islam selalu mengajarkan perbuatan terpuji, seperti menolong sesama manusia, melarang melakukan fitnah, mengambil hak orang yang bukan miliknya sendiri, melarang mabuk-mabukan, melarang perzinahan, melarang penguburan bayi hidup-hidup, dan ajaran terpuji lainnya.

Kondisi masyarakat Mekkah yang terkenal dengan masa Jahiliyyah, bukan mereka bodoh dalam intelektual, tapi mereka bodoh dalam prilaku yang cenderung merusak tantanan sosial, dan tatatan pribadi. Mereka terbiasa melakukan judi, pembunuhan dan meminum khamar.

Nabi Muhammad secara bertahap memprioritaskan dakwahnya dalam merubah prilaku-prilaku mereka sehingga menjadi makhluk yang baik dan benar. Nabi Muhammad mencontohkan dalam kehidupannya sehari-hari. Nabi Muhammad sudah terkenal dengan Al-Amin sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Masyarakat Mekkah mengakui akan kebaikan dan kejujuran Nabi Muhammad Saw. Al-Quran mengabadikan akhlak Nabi Muhammad dalam QS. al-Qalam [86] : 4

Artinya : Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung

5.   Prioritas Dakwah Nabi dalam Mengangkat dan melindungi hak asasi manusia

Di dalam kehidupan masyarakat Arab sebelum Islam terdapat tradisi perbudakan manusia. Jual beli budak merupakah hal biasa. Perbuatan itu mereka lakukan tanpa penyesalan seolah tanpa dosa. Sedangkan Islam mengajarkan manusia itu sama derajatnya, hanya takwa yang membedakan mereka. Kehadiran Islam justru untuk mengangkat martabat mereka yang tertindas seperti para dhuafa dan fakir miskin. Perbedaan inilah pada akhirnya membawa benturan antara masyarakat Arab kafir dan mukmin di tanah Arab, Mekkah.

Selain itu, tradisi yang melanggar hak asasi manusia adalah menganggap wanitas sebagai aib keluarga. Kebiasaan membunuh dan mengubur anak wanita menjadi alat untuk menghilangkan aib keluarga. Islam datang untuk memuliakan dan mengangkat derajat wanita pada posisi yang tinggi dan terhormat.

(Baca juga artikel Lengkap tentang : Tantangan dan Rintangan Dakwah Nabi Muhammad Saw )

Demikian artikel kami tentang prioritas dakwah Nabi Muhammad di Mekkah pada masalah-masalah diantaranya mengajarkan ketauhidan, menegaskan hari kiamat sebagai hari pembalasan, merubah perileku masyarakat jahiliya, mengangkat dan melindungi hak asasi manusia. Semoga artikel kami tentang prioritas dakwah Nabi Muhammad di Mekkah pada masalah-masalah diantaranya mengajarkan ketauhidan, menegaskan hari kiamat sebagai hari pembalasan, merubah perileku masyarakat jahiliya, mengangkat dan melindungi hak asasi manusia bermanfaat untuk para pembaca.

Silahkan berkomentar . .
EmoticonEmoticon