Minggu, April 17

Proses Akuntansi

Proses Akuntansi


Proses Akuntansi


Proses akuntansi. Setelah kita mempelajari pengertian akuntansi dan sejarah perkembangan akuntansi, sekarang kita akan mempelajari proses akuntansi. Bila dikelompokkan, proses akuntansi terdiri atas dua kegiatan, yaitu kegiatan yang bersifat konstruktif dan kegiatan yang bersifat analitikal. Berikut ini penjelasan proses akuntansi :
1.   Proses kegiatan akuntansi yang bersifat konstruktif atau sintetikal
Proses kegiatan akuntansi yang bersifat konstruktif atau sintekal meliputi kegiatan pencatatan, peringkasan, penggolongan dan aktivitas lain yang menghasilkan informasi akuntansi.
2.   Proses kegiatan akuntansi yang bersifat analitikal dari informasi akuntansi
Proses kegiatan akuntansi yang bersifat analitikal dari informasi akuntansi meliputi kegiatan Meliputi kegiatan penganalisisan dan penginterpretasian informasi akuntansi.

Selain proses akuntansi di atas, berdasarkan pengertian akuntansi, maka proses akuntansi akan terus berulang mulai dari transaksi keuangan sampai dengan penyusunan laporan keuangan. Kegiatan tersebut dinamakan proses akuntansi. Proses akuntansi meliputi tiga tahap, yaitu tahap pencatatan, tahap pengikhtisaran, dan tahap pelaporan. Proses akuntansi dapat diuraikan sebagai berikut.

(Baca juga artikel lengkap tentang : Pengertian Akuntansi)

1. Tahap Pencatatan dan Penggolongan

Tahap pertama yang dilalui dalam proses akuntansi adalah tahap pencatatan dan penggolongan. Kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam tahap pencatatan dan penggolongan antara lain:
a.   penyusunan atau pembuatan bukti- bukti pembukuan atau bukti transaksi, baik transaksi internal maupun transaksi eksternal,
b.   pencatatan ke dalam jurnal, baik jurnal umum maupun jurnal khusus,
c.   posting atau pencatatan ke buku besar, baik ke buku besar utama maupun buku besar pembantu.

2. Tahap Pengikhtisaran atau Peringkasan

Tahap yang harus dilalui setelah melakukan pencatatan dan penggolongan dalam proses akuntansi yaitu tahap pengikhtisaran atau peringkasan. Pada tahap pengikhtisaran atau peringkasan, meliputi kegiatan-kegiatan berikut ini.
a.   penyusunan neraca saldo, yang datanya bersumber dari saldo-saldo yang ada pada buku besar,
b.   penyusunan jurnal penyesuaian, untuk menyesuaikan dengan keadaan atau fakta yang sebenarnya pada akhir periode, dan penyusunan kertas kerja/neraca lajur yang bertujuan untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan,
c.   pembuatan jurnal penutup, dibuat untuk mengetahui besarnya laba atau rugi suatu perusahaan, sekaligus untuk menutup perkiraan atau akun yang bersifat sementara (temporary account),
d.   pembuatan necara saldo setelah penutupan, dipergunakan untuk mengecek kembali pencatatan yang akan dilakukan pada periode berikutnya,
e.   penyusunan jurnal pembalik, dipergunakan untuk mengantisipasi terjadinya kesalahan pencatatan pada periodeakuntansi berikutnya.

3. Tahap Pelaporan dan Penganalisaan

Tahap terakhir yang harus dilalui dalam proses akuntansi yaitu tahap pelaporan dan penganalisaan. Adapun tahap pelaporan dan penganalisaan dalam proses akuntansi meliputi kegiatan-kegiatan berikut ini.
a.   Penyusunan laporan keuangan, yang terdiri atas Laporan Laba/Rugi, Laporan Perubahan Modal, Neraca, dan Laporan Arus Kas.
b.   Pembuatan analisa laporan keuangan digunakan untuk pengambilan keputusan ekonomi, baik untuk perkembangan usaha maupun penambahan investasi

(Baca juga artikel lengkap tentang : Profesi Akuntansi)

Demikian penjelasan singkat kami tentang proses akuntansi yang meliputi tiga tahap, yaitu tahap pencatatan, tahap pengikhtisaran, dan tahap pelaporan. Semoga artikel kami yang membahas tentang proses akuntansi yang meliputi tiga tahap, yaitu tahap pencatatan, tahap pengikhtisaran, dan tahap pelaporan bermanfaat untuk para pembaca.

Silahkan berkomentar . .
EmoticonEmoticon