Sunday, April 3

Macam-Macam Pengangguran Lengkap

      Iklan (Tutup Klik 2x)
      Iklan (Tutup Klik 2x)
Macam-macam pengangguran. Setelah kita sedikit belajar tentang ketenagakerjaan, sekarang kita membahas tentang pengangguran. Ada beberapa macam pengangguran yang digolongkan berdasarkan lama waktu kerja dan penyebab terjadinya. Berikut ini penjelasan singkat tentang maca-macam pengangguran.

1. Macam Pengangguran Berdasarkan Lama Waktu Kerja

Pengangguran berdasarkan lama waktu kerja, terdiri atas pengangguran terbuka, setengah menganggur, dan pengangguran terselubung. Berikut ini penjelasan singkat tentang macam pengangguran berdasarkan lama waktu kerja.

a. Pengangguran terbuka (open unemployment)
Pengangguran terbuka (open unemployment) yakni tenaga kerja yang benar-benar tidak memiliki pekerjaan (sama sekali tidak bekerja). Pengangguran ini terjadi karena tidak adanya lapangan kerja atau karena ketidaksesuaian lapangan kerja dengan latar belakang pendidikan dan keahlian tenaga kerja.

b. Setengah menganggur (under unemployment)
Setengah menganggur (under unemployment) yakni tenaga kerja yang bekerja, tetapi bila diukur dari sudut jam kerja, pendapatan, produktivitas dan jenis pekerjaan tidak optimal.

c. Pengangguran terselubung (disguised unemployment)
Pengangguran terselubung (disguised unemployment) yakni tenaga kerja yang bekerja tapi tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan atau keahliannya. Misalnya, seorang lulusan S1 pertanian bekerja sebagai tenaga pembukuan, atau seorang insinyur teknik bekerja sebagai pelayan restoran.
( Baca Juga : Dampak Terjadinya Pengengguran )

2. Macam Pengangguran Berdasarkan Penyebab Terjadinya
Pengangguran berdasarkan penyebab terjadinya, terdiri atas pengangguran structural, pengangguran konjungtural, pengangguran musiman, pengangguran friksional, pengangguran voluntary, pengangguran karena upah terlalu tinggi, pengangguran teknologi, dan pengangguran potensional. Berikut penjelasan singkat tentang macam-macam pengangguran berdasarkan penyebab terjadinya.

a. Pengangguran struktural
Pengangguran struktural yakni pengangguran yang disebabkan oleh terjadinya perubahan struktur perekonomian. Misalnya, perubahan struktur dari agraris ke industri, perubahan ini menuntut tenaga kerja memiliki keterampilan tertentu (misal keterampilan mengoperasikan mesin teknologi modern) untuk bisa bekerja di sektor industri. Tenaga kerja yang tidak memiliki keterampilan tersebut akan ditolak oleh sektor industri sehingga terjadilah pengangguran.

b. Pengangguran konjungtural (siklikal)
Pengangguran konjungtural (siklikal) yakni pengangguran yang disebabkan oleh pergerakan naik turunnya kegiatan perekonomian suatu negara. Ada masa pertumbuhan (naik), masa resesi (turun) dan masa depresi (turun). Pada masa resesi dan depresi, masyarakat mengalami penurunan daya beli sehingga permintaan terhadap barang dan jasa juga menurun. Penurunan ini mengharuskan produsen mengurangi produksi barang dan jasa, di antaranya dengan cara mengurangi jumlah pekerja sehingga terjadilah pengangguran. PHK yang terjadi karena krisis ekonomi tahun 1997 di Indonesia adalah contoh pengangguran siklikal.

c. Pengangguran musiman
Pengangguran musiman yakni pengangguran yang disebabkan oleh perubahan musim atau perubahan permintaan tenaga kerja secara berkala. Pada umumnya, setelah panen, petani akan menganggur sambil menunggu masa tanam. Contoh lain misalnya pada masa pembangunan gedung, tukang bangunan bisa bekerja. Tetapi bila gedung telah selesai dibangun, tukang bangunan menjadi pengangguran musiman sambil menunggu pembangunan berikutnya.

d. Pengangguran Friksional (Peralihan)
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang terjadi karena penawaran tenaga kerja lebih banyak daripada permintaan tenaga kerja atau tenaga kerja yang sudah bekerja tetapi menginginkan pindah pekerjaan lain, sehingga belum mendapatkan tempat pekerjaan yang baru. Kelebihan tersebut menimbulkan adanya pengangguran.

e. Pengangguran Voluntary
Pengangguran voluntary adalah pengangguran yang terjadi karena seseorang yang sebenarnya masih mampu bekerja tetapi secara sukarela tidak mau bekerja dengan alasan merasa sudah mempunyai kekayaan yang cukup.

f.  Pengangguran karena Upah Terlalu Tinggi
Pengangguran karena upah terlalu tinggi artinya pengangguran yang terjadi karena para pekerja atau pencari kerja menginginkan adanya upah atau gaji terlalu tinggi, sehingga para pengusaha tidak mampu untuk memenuhi keinginan tersebut. Akan tetapi di Indonesia saat ini sudah terdapat ketentuan Upah Minimum Regional (UMR) yang disesuaikan biaya hidup daerah masing-masing, sehingga antara pekerja dengan pengusaha sudah terdapat konsensus dalam penentuan upahnya.

Macam-Macam Pengangguran

g. Pengangguran Teknologi
Pengangguran teknologi adalah pengangguran karena adanya pergantian tenaga manusia dengan tenaga mesin.

h. Pengangguran Potensial
Pengangguran potensial (potential underemployment)adalah pengangguran yang terjadi apabila para pekerja dalam suatu sektor dapat ditarik ke sektor lain tanpa mengurangi output, hanya harus diikuti perubahan-perubahan fundamental dalam metode produksi, misalnya perubahan dari tenaga manusia menjadi tenaga mesin (mekanisasi).
( Baca Juga : Cara Mengatasi Pengangguran )

Demikian penjelasan singkat kami tentang pengangguran yang digolongkan berdasarkan lama waktu kerja dan penyebab terjadinya. Semoga artikel kami yang membahas tentang pengangguran yang digolongkan berdasarkan lama waktu kerja dan penyebab terjadinya  bermanfaat untuk para pembaca.

Silahkan berkomentar . .
EmoticonEmoticon