Rabu, Maret 30

Pengertian Inflasi, Jenis Inflasi, Penyebab Inflasi, dan Teori Inflasi

Pengertian Inflasi, Jenis Inflasi, Penyebab Inflasi, dan Teori Inflasi

Dalam kesempatan kali ini kita akan membahas tentang pengertian inflasi, jenis inflasi, penyebab inflasi, dan teori inflasi. Berikut penjelasan singkat tentang pengertian inflasi, jenis inflasi, penyebab inflasi, dan teori inflasi.

1. Pengertian Inflasi
Pengertian Inflasi. Inflasi itu apa? Mungkin para pembaca sudah pernah mendengar apa itu inflasi. Akan tetapi, mungkin hanya sedikit dari pembaca yang mengerti apa itu inflasi. Pengertian inflasi dapat dipahami berdasarkan uraian berikut.

Apa yang terjadi jika harga barang-barang terus-menerus naik? Pasti akan timbul keresahan dalam masyarakat, apalagi bagi mereka yang berpendapatan tetap dan rendah. Pada umumnya, para pegawai yang berpendapatan tetap akan mengeluh jika harga berbagai barang kebutuhan sehari-hari mengalami kenaikan secara terus-menerus. Kenaikan harga barang secara terus-menerus ini biasa disebut inflasi. Dan biasanya, jika terjadi inflasi pemerintah mengatasi keluhan pegawai (terutama pegawai negeri) dengan cara menaikkan gaji.

Inflasi merupakan salah satu masalah ekonomi yang banyak mendapat perhatian serius dari pemerintah, ekonom, dan berbagai lapisan masyarakat.Hal itu disebabkan karena inflasi memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan ekonomi, politik, berbangsa dan bernegara. Apabila inflasi tidak dikendalikan dengan baik maka dapat timbul berbagai gejolak ekonomi, politik dan keamanan. Kita tentu masih ingat peristiwa TRITURA (Tiga Tuntutan Rakyat) yang terjadi pada tanggal 12 Januari 1966, yang pada dasarnya merupakan gejolak yang timbul akibat inflasi. Salah satu isi Tritura adalah tuntutan agar pemerintah menurunkan harga-harga. Inflasi parah yang baru kita alami adalah saat terjadinya krisis moneter pada tahun 1997. Saat itu keadaan ekonomi Indonesia sangat menyedihkan karena melambungnya harga-harga. Selain Tritura dan krisis moneter 1997, kitajuga bisa melihat beberapa peristiwa pergantian pemerintahan di Indonesia maupun di dunia yang dipicu oleh ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan inflasi

Seperti yang sudah disebutkan di atas, inflasi adalah keadaan perekonomian yang menunjukkan kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum yang terjadi terus-menerus. Mengapa dikatakan kenaikan harga-harga barang secara umum? Karena dalam inflasi, sebagian besar barang mengalami kenaikan harga meskipun ada sebagian kecil barang yang harganya tidak naik atau bahkan mungkin turun.


Mengapa pula dikatakan yang terjadi secara terus menerus? Karena, jika kenaikan itu hanya terjadi pada saat-saat tertentu, misalnya beberapa saat menjelang Lebaran, Natal dan Tahun Baru atau beberapa saat menjelang Pemilu maka kenaikan harga barang-barang tersebut tidak disebut sebagai inflasi.

2. Jenis-Jenis Inflasi
Jenis-jenis inflasi. Jenis-jenis inflasi inflasi dapat digolongkan menjadi berbagai jenis. Adapun Jenis-jenis inflasi inflasi antara lain Inflasi berdasarkan tingkat keparahan, inflasi berdasarkan penyebab, dan inflasi berdasarkan asal terjadinya.Berikut ini penjelasan tentang Jenis-jenis inflasi inflasi :

a. Jenis Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahan
Jenis Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahan. Jenis inflasi yang pertama yaitu berdasarkan tingkat keparahan. Jenis inflasi berdasarkan tingkat keparahan, dibagi menjadi empat. Jenis inflasi berdasarkan keparahan yaitu inflasi ringan, inflasi sedang, inflasi berat, dan inflasi sangat berat. Berikut ini penjelasan jenis inflasi berdasarkan tingkat keparahan.
1) Inflasi ringan,
Inflasi ringan yaitu inflasi yang besarnya kurang dari 10% per tahun.
2) Inflasi sedang,
Inflasi sedang yaitu inflasi yang besarnya antara 10% – 30% per tahun.
3) Inflasi berat,
Inflasi berat yaitu inflasi yang besarnya antara 30% – 100% per tahun.
4) Inflasi sangat berat atau hiperinflasi,
Inflasi sangat berat atau hiperinflasi yaitu inflasi yang besarnya di atas100% per tahun.

b. Jenis Inflasi Berdasarkan Penyebab
Jenis inflasi berdasarkan penyebab. Jenis inflasi yang kedua yaitu berdasarkan penyebab. Jenis inflasi berdasarkan penyebab di bagi menjadi tiga. Jenis inflasi berdasarkan penyebab yaitu inflasi karena tarikan permintaan, inflasi karena dorongan biaya produksi, dan inflasi lain-lain. Berikut ini penjelasan tentang jenis inflasi berdasarkan penyebab.

1) Inflasi Tarikan Permintaan (Demand Pull Inflation),
Inflasi Tarikan Permintaan (Demand Pull Inflation) yaitu inflasi yang terjadi karena kelebihan permintaan atas barang dan jasa. Kelebihan permintaan yang tidak dapat dipenuhi produsen tersebut tentu akan mendorong kenaikan harga-harga, karena permintaan lebih besar daripada penawaran.

2) Inflasi Dorongan Biaya Produksi (Cost Push Inflation),
Inflasi Dorongan Biaya Produksi (Cost Push Inflation) yaitu inflasi yang terjadi karena kenaikan biaya produksi. Biaya produksi yang naik akan mendorong naiknya harga-harga barang dan jasa. Selain itu, kenaikan biaya produksi akan mengakibatkan turunnya jumlah produksi sehingga penawaran menjadi berkurang, jika penawaran berkurang sedangkan permintaan diasumsikan tetap, maka akibatnya harga-harga akan naik.

3) Inflasi lain-lain,
Inflasi lain-lain yaitu inflasi yang terjadi karena berbagai penyebab selain yang sudah disebutkan di atas. Seperti, Inflasi yang disebabkan karena pencetakan uang baru dan inflasi karena lambatnya produksi barang tertentu.

c. Jenis Inflasi Berdasarkan Asal Terjadinya
Jenis inflasi berdasarkan asal terjadinya. Jenis inflasi yang ketiga yaitu jenis inflasi berdasarkan asal terjadinya. Jenis inflasi berdasarkan asal terjadinya di bagi menjadi dua. Jenis inflasi berdasarkan asal terjadinya yaitu inflasi dari dalam negeri dan inflasi dari luar negeri. Berikut ini penjelasan tentang jenis inflasi berdasarkan asal terjadinya.

1) Inflasi dari Dalam Negeri (Domestic Inflation)
Inflasi dari Dalam Negeri (Domestic Inflation) yaitu inflasi yang hanya disebabkan oleh faktor-faktor penyebab dari dalam negeri. Faktor-faktor penyebab tersebut antara lain, adanya pencetakan uang baru untuk menutup anggaran negara yang defisit karena naiknya permintaan masyarakat dan karena kenaikan biaya produksi di dalam negeri (seperti naiknya upah buruh).

2) Inflasi dari Luar Negeri (Imported Inflation)
Inflasi dari Luar Negeri (Imported Inflation) yaitu inflasi yang disebabkan oleh faktor-faktor penyebab dari luar negeri. Inflasi ini timbul karena adanya perdagangan antarnegara. Jika suatu negara mengalami inflasi maka inflasi tersebut dapat menular ke negara-negara lain yang memiliki hubungan dagang dengannya. Contohnya, jika negara kita mengimpor faktor-faktor produksi (berupa bahan baku dan mesin) serta mengimpor barang-barang jadi (seperti motor, mesin cuci, dan kipas angin) dari Jepang, maka jika di Jepang harga faktor-faktor produksi dan barang jadi tersebut naik (inflasi), otomatis negara kita juga akan mengalami inflasi. Sebab barang-barang yang kita buat dengan faktorfaktor produksi dari Jepang tentu akan dijual lebih mahal, dan barang-barang jadi dari Jepang pun dijual lebih mahal.

3. Penyebab-Penyebab Inflasi
Penyebab inflasi. Inflasi bisa terjadi karena adanya berbagai faktor penyebab. Penyebab inflasi antara lain karena kelebihan permintaan, kenaikan biaya produksi, percetakan uang baru oleh pemerintah, lambatnya produksi barang-barang tertentu, sikap konsumen, sikap produsen, dan kebijakan pemerintah. Berikut ini penjelasan singkat tentang penyebab inflasi.

a. Penyebab Inflasi Karena Kelebihan Permintaan
Inflasi terjadi jika ada kelebihan permintaan yang tidak bisa dipenuhi oleh produsen, yang disebut dengan istilah demand pull inflation (lihat lagi di macam-macam inflasi berdasarkan penyebab).

b. Penyebab Inflasi Karena Kenaikan Biaya Produksi
Inflasi terjadi jika biaya produksi meningkat, yang selanjutnya berakibat pada naiknya harga jual barang-barang dan jasa.

c. Penyebab Inflasi Karena Pencetakan Uang Baru oleh Pemerintah
Pencetakan uang baru yang berlebihan bisa menyebabkan inflasi Inflasi terjadi jika pemerintah mencetak uang baru untuk menutupi anggaran negara yang defisit. Pencetakan uang baru bisa menyebabkan jumlah uang yang beredar lebih banyak dan tidak seimbang dengan jumlah barang dan jasa sehingga harga-harga akan naik (inflasi).

d. Penyebab Inflasi Karena Lambatnya Produksi Barang Tertentu, Terutama Produksi Makanan
Produksi makanan (pertanian) berbeda dengan produksi pabrik, sebab produksi makanan (pertanian) dibatasi oleh faktor musim atau genetika. Misalnya, jika produksi sepatu bisa dipercepat dari satu bulan menjadi hanya satu pekan, maka produksi padi tidak bisa dipercepat dari empat bulan menjadi satu bulan. Di samping itu, karena pertambahan penduduk lebih cepat dibanding pertambahan bahan makanan, maka jumlah penawaran produk makanan jauh lebih kecil dibandingkan permintaannya. Akibatnya, bisa dipastikan harga makanan akan naik. Harga makanan yang naik biasanya akan diikuti oleh naiknya harga barang-barang yang lain (terjadi inflasi). Penyebab inflasi ini terutama terjadi di negara-negara berkembang.

e. Penyebab Inflasi Karena Sikap Konsumen (Masyarakat) terhadap Informasi Kenaikan Harga
Apabila konsumen mendapat informasi bahwa harga-harga akan naik, misalnya disebabkan oleh naiknya harga BBM, biasanya konsumen akan berlomba membeli barang-barang sebelum harga betul-betul naik. Akibatnya, permintaan akan meningkat tajam dan tidak seimbang dengan jumlah barang yang tersedia sehingga pasti terjadi inflasi.

f. Penyebab Inflasi Karena Sikap Produsen terhadap Informasi Kenaikan Harga
Apabila produsen mendengar bahwa harga-harga akan naik maka sebagian produsen justru akan menimbun barang sambil menunggu harga betul-betul naik, dengan tujuan agar mendapat keuntungan yang lebih besar. Ketika harga betul-betul naik tetap saja ada sebagian dari produsen yang tidak menjual barangnya, karena masih menunggu kenaikan harga yang lebih tinggi lagi. Perilaku produsen seperti ini menyebabkan penawaran jauh lebih kecil dibanding permintaan, padahal dalam keadaan seperti ini para konsumen berlomba-lomba membeli barang, akibatnya pasti terjadi inflasi.

g. Penyebab Inflasi Karena Kebijakan Pemerintah yang Kurang Tepat
Kebijakan pemerintah yang kurang tepat bisa memicu timbulnya inflasi. Misalnya, jika pemerintah menetapkan aturan (syarat) pemberian kredit yang terlalu longgar maka bisa dipastikan akan lebih banyak pengusaha yang mendapat kredit (pinjaman uang). Akibatnya, jumlah uang yang beredar terlalu banyak sehingga memicu timbulnya inflasi.

4. Teori Inflasi
Teori Inflasi. Ada beberapa macam teori yang membahas tentang inflasi. Teori yang membahas tentang inflasi antara lain teori Kuantitas, teori Keynes, dan Teori Strukturalis. Berikut ini penjelasan tentang teori inflasi.

a. Teori Kuantitas
Teori Kuantitas. Teori inflasi yang pertama adalah teori kuantitas. Teori kuantitas dikemukakan oleh Irving Fisher. Teori kuantitas membahas proses terjadinya inflasi yang disebabkan oleh dua faktor yaitu jumlah uang yang beredar dan psikologi masyarakat. Berikut ini penyebab inflasi berdasarkan teori kuantitas.

1) Jumlah uang yang beredar
Jumlah uang yang beredar. Inflasi hanya terjadi jika jumlah uang yang beredar ditambah. Jadi seandainya terjadi kenaikan harga, asalkan jumlah uang yang beredar tidak ditambah, maka harga akan turun dengan sendirinya, dan inflasi yang ditakutkan pun tidak mungkin terjadi.

2) Psikologi masyarakat
Psikologi masyarakat. Yang dimaksud psikologi masyarakat adalah sikap dan harapan (ekspektasi) masyarakat terhadap kenaikan harga. Umumnya masyarakat tidak mengharapkan terjadinya kenaikan harga sehingga jika mereka menerima pendapatan, sebagian akan ditabung. Akan tetapi, jika masyarakat mulai sadar akan adanya inflasi maka ketika menerima pendapatan, seluruhnya akan dibelanjakan. Dengan demikian, permintaan akan naik. Akibatnya harga-harga ikut naik, dan inflasi pun semakin meningkat. Selanjutnya, masyarakat mulai kehilangan kepercayaan terhadap nilai uang yang mereka miliki.

b. Teori Keynes
Teori Keynes. Teori inflasi yang kedua adalah teori Keynes. Teori keynes dikemukakan oleh ahli ekonomi bernama Keynes, yang menyatakan bahwa terjadinya inflasi disebabkan oleh masyarakat yang ingin hidup melebihi batas kemampuan ekonominya. Masyarakat saling berebut rezeki agar dapat menggunakan lebih banyak barang dan jasa yang tersedia, akibatnya permintaan akan melebihi penawaran. Dalam kondisi ini, terjadilah inflationary gap (celah inflasi). Celah inflasi terjadi karena adanya kelompok pemenang (yang terdiri dari pemerintah, pengusaha dan buruh) yang mampu mewujudkan keinginannya karena didukung sejumlah dana. Bagaimana kelompok pemenang memperoleh dana?

Pemerintah memperoleh dana dengan menjalankan anggaran defisit yang ditutup dengan pencetakan uang baru. Pencetakan uang baru akan mendorong timbulnya inflasi. Buruh memperoleh dana dengan cara menuntut upah yang lebih tinggi. Pemberian upah yang lebih tinggi, akan memicu kenaikan harga-harga barang dan terjadilah inflasi. Selain kelompok pemenang yang telah memicu terjadinya inflasi, terdapat pula kelompok yang kalah, yaitu kelompok yang tidak mampu berebut rezeki karena tidak dapat meningkatkan pendapatannya. Mereka itu adalah para pensiunan, pegawai negeri dan petani.

Pengertian Inflasi, Jenis Inflasi,

c. Teori Strukturalis
Teori Strukturalis. Teori inflasi yang ketiga adalah toeri strukturalis. Menurut teori strukturalis ini, inflasi terjadi karena kekakuan struktur ekonomi yang terutama terjadi di negara berkembang. Ada dua kekakuan utama pada struktur ekonomi negara berkembang, yaitu:
1) Kekakuan penerimaan ekspor, yaitu bahwa nilai penerimaan ekspor selalu bertambah lebih lamban daripada nilai impor, akibat kelambanan tersebut negara mengalami kesulitan membiayai impor bahan-bahan baku dan barang modal (mesin-mesin). Karena itu, pemerintah menggiatkan industri dalam negeri dalam rangka mengganti barangbarang yang selama ini diimpor. Oleh karena umumnya biaya produksi industri dalam negeri cenderung lebih mahal maka harga-harga jual barang pun menjadi naik dan terjadilah inflasi.

2) Kekakuan penawaran bahan makananPada umumnya di negara berkembang penawaran bahan makanan lebih lamban jika dibandingkan pertambahan jumlah penduduk dan pendapatan per kapita, akibatnya harga bahan makanan akan naik melebihi harga barangbarang lain. Karena bahan makanan merupakan kebutuhan primer maka naiknya harga bahan makanan mendorong para buruh menuntut kenaikan upah. Upah yang naik mengakibatkan naiknya biaya produksi di berbagai perusahaan yang pada akhirnya mengakibatkan naiknya harga jual berbagai macam barang dan jasa sehingga terjadilah inflasi.

Demikian penjelasan singkat kami tentang pengertian inflasi, jenis inflasi, penyebab inflasi, dan teori inflasi. Semoga artikel kami yang membahas tentang pengertian inflasi, jenis inflasi, penyebab inflasi, dan teori inflasi bermanfaat untuk para pembaca.

Silahkan berkomentar . .
EmoticonEmoticon