Organisasi Pergerakan Nasional Budi Utomo

Organisasi Pergerakan Nasional Budi Utomo


Organisasi Pergerakan Nasional Budi Utomo


A.     Budi Utomo Sebagai Salah Satu dari Organisasi Pergerakan Nasional

Budi Utomo. Budi utomo itu apa ? Budi utomo perlu kita pelajari, Mengapa? Apa hubungan Budi Utomo dengan kebangkitan nasional? Pada awal abad ke-20, di Nusantara muncul berbagai kelompok dan organisasi yang memiliki konsep nasionalisme yaitu organisasi pergerakan kemerdekaan Indonesia antara lain : Budi Utomo (BU), Sarekat Dagang Islam (kemudian menjadi Sarekat Islam), Partai Komunis Indonesia (PKI), Partai Nasional Indonesia (PNI), Indische Partij (IP), Perhimpunan Indonesia, Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI), Partai Indonesia Raya (Parindra), Gabungan Politik Indonesia (Gapi), Gerakan dan Organisasi Pemuda, Organisasi Kepanduan, Gerakan Wanita, dan organisasi lainnya.. Munculnya organisasi-organisasi itu mendanai fase perubahan perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda. Kalau sebelumnya berupa perlawanan fisik kedaerahan menjadi pergerakan nasional yang bersifat modern. Organisasi-organisasi itu mengusung tujuan yang sama, yakni untuk lepas dari penjajahan. Budi Utomo merupakan bagian dari organisasi pergerakan nasional.

Budi Utomo merupakan salah satu organisasi pergerakan nasional. Budi Utomo dianggap sebagai pelopor organisasi pergerakan nasional. Budi utomo sangat penting kita pelajari agar pengetahuan dan nasionalisme kita bertambah. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang organisasi Budi Utomo. Berikut secara singkat uraian tentang organisasi Budi Utomo.

B.     Lahirnya Budi Utomo

Lahirnya Budi Utomo. Boedi Oetomo (BO) atau Budi Utomo (BU) merupakan pergerakan nasional yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1908, di Jakarta. Organisasi ini dirintis oleh dr. Wahidin Sudirohusodo. Budi Utomo didirikan dengan tujuan untuk menggalang dana untuk membantu anak-anak bumiputra yang kekurangan dana. Namun ide itu kurang mendapat dukungan dari Kaum Tua. Ide dr. Wahidin itu kemudian diterima dan kembangkan oleh Sutomo. Seorang mahasiswa School tot Opleiding voor Inlandsche Arsten (STOVIA). Sutomo kemudian dipilih sebagai ketua organisasi itu. Sebagian besar pendiri Budi Utomo adalah pelajar STOVIA, seperti Sutomo, Gunawan Mangunkusumo, Cipto Mangunkusumo, dan RT Ario Tirtokusumo. Pada tanggal 29 Agustus 1908, dr. Wahidin Sudirohusodo mendirikan Budi Utomo di Yogyakarta.

C.     Perjuangan Budi Utomo

Perjuangan Budi Utomo. Para tokoh pendiri Budi Utomo berpendapat bahwa untuk mendapatkan kemajuan, maka pendidikan dan pengajaran harus menjadi perhatian utama. Organisasi Budi Utomo mempunyai corak sebagai organisasi modern, yaitu mempunyai pimpinan, ideologi dan keanggotaan yang jelas. Corak baru organisasi Budi Utomo itu kemudian diikuti oleh organisasi-organisasi lain yang membawa pada perubahan sosial-politik. Organisasi Budi Utomo bersifat kooperatif terhadap pemerintah kolonial Belanda. Budi Utomo bersifat tidak membedakan agama, keturunan, dan jenis kelamin.

Pada mulanya organisasi Budi Utomo orientasinya hanya sebatas pada kalangan priyayi, namun pancaran etnonasionalisme semakin terlihat saat dilaksanakan kongres Budi Utomo yang diselenggarakan pada 3-5 Oktober 1908, di Yoyakarta. Dalam kongres Budi Utomo itu dibahas tentang dua prinsip perjuangan, golongan muda menginginkan perjuangan politik dalam menghadapi pemerintah kolonial, sedangkan golongan tua mempertahankan cara lama yaitu perjuangan sosio-kultural.

Perdebatan itu tidak saja menyangkut tujuan Budi Utomo tetapi juga pemakaian Bahasa Jawa dan Bahasa Melayu. Perdebatan juga menyangkut tentang sikap menghadapi westernisasi. Radjiman berpendapat bahwa “Bangsa Jawa tetap Jawa” dan menunjukkan identitasnya yang masih Jawasentris. Sementara Cipto Mangunkusuma berpendapat bahwa bangsa Indonesia perlu memanfaatkan pengetahuan Barat dan unsur-unsur lain sehingga dapat memperbaiki taraf kehidupannya. Cipto Mangunkusumo juga berpendapat bahwa sebelum memecahkan masalah budaya perlu diselesaikan masalah politik. Orientasi politik semakin menonjol di kalangan muda kemudian mencari organisasi yang sesuai dengan mendirikan Sarekat Islam.

Dalam perkembangan Budi Utomo, meskipun ada kelompok muda yang radikal, tetapi kelompok tua masih meneruskan cita-cita Budi Utomo yang mulai disesuaikan dengan kondisi politik pada saat itu. Pada waktu dibentuk Dewan Rakyat (Volksraad) pada tahun 1918, wakil-wakil Budi Utomo duduk di dalamnya. Pemerintah dengan demikian tidak menaruh curiga karena sifat Budi Utomo yang moderat. Seorang pimpinan Budi Utomo yang menyaksikan rapat. Bupati mengeluh tentang mereka yang hanya ingin mempertahankan kedudukannya sebagai bupati karena warisan, sedangkan zaman mulai berubah. Agus Salim tidak lama setelah rapat Volksraad dibuka, berharap agar kaum kuno atau golongan konservatif itu bukan merupakan golongan suara yang dominan dalam dewan tersebut.

D.     Melemahnya Budi Utomo

Melemahnya Budi Utomo. Pemerintah Hindia Belanda mengakui Budi Utomo sebagai organisasi yang sah pada Desember 1909. Dukungan dari Pemerintah Hindia Belanda kepada Budi Utomo tidak lain sebagai bagian dari pelaksanaan Politik Etis. Sambutan baik pemerintah inilah yang menyebabkan Budi Utomo sering dicurigai oleh kalangan bumiputera sebagai organ pemerintah. Budi Utomo mulai kehilangan wibawanya pada tahun 1935, organisasi Budi Utomo bergabung dengan organisasi lain menjadi Partai Indonesia Raya (Parindra). Namun demikian, dengan segala kekurangannya Budi Utomo telah mewakili aspirasi pertama rakyat Jawa ke arah kebangkitan dan juga aspirasi rakyat Indonesia. Keberadaan Budi Utomo memberikan inspirasi untuk organisasi-organisasi modern lainnya, seperti Jong Sumatra, Jong Ambon, Sedio Tomo, Muhammadiyah, dan lain-lain.

Budi Utomo sebagai pelopor organisasi pergerakan nasional Indonesia memberikan pengaruh yang besar untuk Indonesia. Hari lahir Budi Utomo pada tanggal 20 Mei diperingati oleh masyarakat Indonesia sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Demikian artikel kami tentang Budi Utomo. Semoga artikel kami tentang Budi Utomo bermanfaat bagi para pembaca.

Bagikan Artikel

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »

Silahkan berkomentar . . EmoticonEmoticon