5 Isi Kandungan Surat Al Baqarah Ayat 30 + Tajwid, Arti, Tafsir

Iklan (Tutup KI!k 2x)
Iklan (Tutup KI!k 2x)
Loading...
Makna isi kandungan surat al baqarah ayat 30 beserta tajwid, arti perkata, terjemahan, tafsir (jalaian), dan asbabun nuzul ayat. Pada kali ini, kami akan membagikan artikel, khususnya pada mata pelajaran pendidikan agama islam atau al quran hadits, yaitu tentang surat al baqarah ayat 30.

Surat al baqarah merupakan surat nomor 2 di dalam kitab suci al quran, setelah surat alfatihah. Berkaitan dengan apa yang akan kita bahas, yaitu surat al baqarah ayat 30, ayat ini membahas tentang kedudukan manusia sebagai khalifah. Surat al bawarah ayat 30 ini mengkisahkan dialog antara Allah Swt dengan malaikat tentang penciptaan manusia. Untuk lebih jelasnya, anda dapat menyimak penjelasan di bawah ini.

1. Ayat Alquran Surat Al Baqarah Ayat 30

Akan menjadi tidak lengkap jika anda ingin mencari isi kandungan surat Al Baqarah ayat 30, namun tidak membaca ayatnya terlebih dahulu. Berikut ini ayatnya.

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Artinya :
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (QS Al Baqarah : 30)

2. Arti Perkata Surat Al Baqarah Ayat 30

Nah, setelah kita mengetahui ayat dan terjemahan QS Al Baqarah Ayat 30, maka selanjutnya yaitu kita perlu mengetahui dan mempelajari arti perkata dari surat Al Baqarah 30.

رَبُّكَ = tuhanmu
لِلْمَلَائِكَةِ = kepada para malaikat
إِنِّي = sesungguhnya aku
جَاعِلٌ = hendak menjadikan
فِي الْأَرْضِ = di bumi
خَلِيفَةً = khalifah
أَتَجْعَلُ = apakah engkau hendak menjadikan
مَنْ يُفْسِدُ = orang yang merusak
وَيَسْفِكُ = dan menumpahkan
الدِّمَاءَ = darah
بِحَمْدِكَ = dengan memuji nama-Mu
وَنُقَدِّسُ لَكَ = dan menyucikan nama-Mu
مَا لَا تَعْلَمُونَ = apa yang tidak kamu ketahui

3. Tajwid dalam Surat Al Baqarah Ayat 30

Setelah kita mengetahui ayat dan terjemahan surat Al Baqarah Ayat 30, maka tidak ada salahnya kita sedikit belajar ilmu tajwid dengan menganalisis QS Al Baqarah di atas. Berikut ini beberapa penerapan ilmu tajwid dalam QS Al Baqarah Ayat 30.

a. Tajwid Alif Lam Qamariyah
Bacaan alif lam qamariyah salah satunya terdapat dalam kata لِلْمَلَائِكَةِ . Dalam kata tersebut, bacaan alif lam qamariyah berupa alif lam yang diikuti oleh huruf mim. Dalam susunan tersebut, bunyi huruf alif lam dibaca jelas diikuti dengan bunyi huruf mim.

b. Tajwid Gunnah
Bacaan gunnah dapat Anda terapkan dalam kalimat  إِنِّي . Tanda tasydid dalam kata tersebut menunjukkan bunyi berdengung dalam bunyi huruf nun.

c. Tajwid Mad Wajib Muttasil
Bacaan mad wajib muttasil ada saat membaca kata لِلْمَلَائِكَةِ dan  الدِّمَاءَ. Dalam kata tersebut mad tabi'i bertemu dengan huruf hamzah dalam satu kata. Bacaan tersebut dibaca dengan panjang enam harakat.

d. Tajwid Ikhfa
Bacaan ikhfa ada saat membaca جَاعِلٌ فِي. Dalam kata tersebut, terdapat tanwin bertemu salah satu huruf fa. Jadi membacanya yaitu didengungkan.

e. Tajwid Alif Lam Qomariah
Bacaan alif lam qomariah terdapat saat membaca الْأَرْضِ. Dalam kata tersebut, terdapat al bertemu huruf alif
Isi Kandungan Surat Al Baqarah Ayat 30 + Tajwid, Arti, Tafsir
4. Tafsir Surat Al Baqarah Ayat 30 dan Asbabnun Nuzul
Surat Al Baqarah ayat 30 tidak memiliki asbabun nuzul secara khusus. Namun, ada beberapa tafsir alquran yang mengkaji surat al baqarah, salah satunya tafsir jalalain.

Berikut ini tafsir jalalain surat al baqarah ayat 30.
(Dan) ingatlah, hai Muhammad! (Ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi") yang akan mewakili Aku dalam melaksanakan hukum-hukum atau peraturan-peraturan-Ku padanya, yaitu Adam. (Kata mereka, "Kenapa hendak Engkau jadikan di bumi itu orang yang akan berbuat kerusakan padanya) yakni dengan berbuat maksiat (dan menumpahkan darah) artinya mengalirkan darah dengan jalan pembunuhan sebagaimana dilakukan oleh bangsa jin yang juga mendiami bumi?

Tatkala mereka telah berbuat kerusakan, Allah mengirim malaikat kepada mereka, maka dibuanglah mereka ke pulau-pulau dan ke gunung-gunung (padahal kami selalu bertasbih) maksudnya selalu mengucapkan tasbih (dengan memuji-Mu) yakni dengan membaca 'subhaanallaah wabihamdih', artinya 'Maha suci Allah dan aku memuji-Nya'. (dan menyucikan-Mu) membersihkan-Mu dari hal-hal yang tidak layak bagi-Mu. Huruf lam pada 'laka' itu hanya sebagai tambahan saja, sedangkan kalimat semenjak 'padahal' berfungsi sebagai 'hal' atau menunjukkan keadaan dan maksudnya adalah, 'padahal kami lebih layak untuk diangkat sebagai khalifah itu!'"

(Allah berfirman,) ("Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui") tentang maslahat atau kepentingan mengenai pengangkatan Adam dan bahwa di antara anak cucunya ada yang taat dan ada pula yang durhaka hingga terbukti dan tampaklah keadilan di antara mereka. Jawab mereka, "Tuhan tidak pernah menciptakan makhluk yang lebih mulia dan lebih tahu dari kami, karena kami lebih dulu dan melihat apa yang tidak dilihatnya." Maka Allah Taala pun menciptakan Adam dari tanah atau lapisan bumi dengan mengambil dari setiap corak atau warnanya barang segenggam, lalu diaduk-Nya dengan bermacam-macam jenis air lalu dibentuk dan ditiupkan-Nya roh hingga menjadi makhluk yang dapat merasa, setelah sebelumnya hanya barang beku dan tidak bernyawa. (Sumber : https://tafsirq.com)

5. Isi Kandungan Surat Al Baqarah Ayat 30
Berdasarkan uraian di atas, ada beberapa makna atau isi kandungan dalam surat al bawarah ayat 30 yang dapat kita pelajari, antara lain :
1. Allah berdialog kepada malaikat dan menyampaikan kepadanya bahwa akan menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi ini.
2. Keputusan Allah menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi ditentang oleh malaikat, namun akhirnya malaikat patuh karena Allah adalah Tuhan Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu, melebihi malaikat itu sendiri.
3. Menurut malaikat, manusia adalah adalah makhluk yang sering menumpahkan darah dan membuat kerusakan. Memang pernyataan malaikat ini ada benarnya, dan dapat kita lihat sekarang ini. Justru itulah yang menjadikan cobaan bagi manusia, bagi yang tetap taat kepada Allah Swt, maka manusia itu kedudukannya lebih tinggi dari malaikat, namun jika tidak dapat taat, maka lebih rendah atau mungkin sama dengan setan.
4. Malaikat merupakan makhluk ciptaan Allah yang senantiasa bertasbih dengan memuliakan Allah Swt.
5. Allah lah yang mengatur semua urusan di muka bumi ini, termasuk manusianya. Dan setiap manusia adalah khalifah.

Silahkan berkomentar . .
EmoticonEmoticon