5 Hadits Tentang Kejujuran dan Kebohongan + Penjelasannya

Loading...
Hadits tentang kejujuran dan kebohongan beserta penjelasannya. Jujur merupakan salah satu sifat penting yang harus diamalkan oleh setiap orang. Tentang pengertian sifat jujur, jujur adalah salah satu sifat yang disamakan dengan kebenaran dan keadilan. Orang yang jujur adalah orang yang melakukan atau mengatakan yang sebenarnya.

Sifat jujur mempunyai lawan atau bertolak belakang dengan sifat bohong. Sifat bohong adalah sifat orang yang tidak melakukan atau mengatakan yang sebenarnya. Kedua sifat ini (kejujuran dan kebohongan) akan kita kaji dengan cara mempelajari hadits tentang kejujuran dan kebohongan.

Sifat jujur memang salah satu sifat yang sulit kita lakukan, namun sebagai seorang muslim kita harus berusaha untuk mengamalkan sifat jujur ini. Kesulitan dari pengamalan sifat jujur ini bisa kita lihat tentang bagaimana Allah Swt menyebutkan tentang sifat wajib nabi dan rasul, salah satunya yaitu jujur/ benar (siddiq). Seorang manusia tidak mungkin menjadi nabi dan rasul jika tidak mempunyai sifat jujur. Jadi, dari sekian banyak sifat yang ada di dunia ini, jujur merupakan sifat utama dari seorang nabi dan rasul. Tanpa sifat jujur, mustahil seorang manusia diangkat menjadi nabi dan rasul.

Hadits Tentang Kejujuran dan Kebohongan

Rasulullah Saw mengajarkan banyak hal tentang kejujuran. Bahkan, sebelum beliau diangkat menjadi nabi dan rasul, beliau sudah mempunyai sifat jujur (dalam berdagang). Atas dasar itu, tentu saja ada banyak sekali amalan-amalan beliau (hadits) tentang kejujuran.

Ayat Al Quran tetang Kejujuran

Sebelum kita mempelajari hadits tentang kejujuran, alangkah baiknya kita mencari tahu tentang bagaimana perintah Allah tentang kejujuran dalam Al Quran. Nah, salah satu ayat al Quran tentang kejujuran terdapat dalam QS At Taubah Ayat 119.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (QS. At Taubah: 119).

Hadits tetang Kejujuran dan Kebohongan

Kejujuran atau kebohongan merupakan sifat yang ada di sekitar kita. Berikut ini beberapa hadits yang menjelaskan tentang kejujuran dan kebohongan yang bisa kita jadikan dasar dalam menjalankan berbagai bidang aktivitas

1. Hadits tentang perintah jujur dan larangan berbohong
Hadits kejujuran yang pertama yaitu hadits yang membahas tentang perintah untuk jujur dan larangan berbohong. Dalam hadits ini, kejujuran merupakan suatu kebaikan yang dapat mengantarkan ke surga, sedangkan kebohongan membawa ke neraka.

عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْد رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا ، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

Artinya: Dari Abdullah bin Masud ra, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda, ‘Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta (pembohong).

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَاِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ اِلَى الْبِرِّ اِنَّ الْبِرِّيَهْدِيْ اِلَى الْجَنَّةِ (رواه البخارى ومسلم

Artinya : “Hendaknya kamu selalu jujur karena kejujuran itu akan membaca kepada kebaikan dan kebaikan itu akan membawa ke dalam surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

hadits tentang kejujuran dan kebohongan

2. Hadits kejujuran dalam berdagang
Ketika seseorang berbisnis atau berdagang, kejujuran adalah salah satu modal yang utama. Rasulullah mengajarkan pentingnya kejujuran dalam berdagang melalui hadits kejujuran dalam berbisnis. Berikut ini hadits tentang berdagang menurut Rasulullah Saw.

إِنَّ التُّجَّارَ يُبْعَثُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فُجَّارًا إِلاَّ مَنِ اتَّقَى اللَّهَ وَبَرَّ وَصَدَقَ

Artinya : Sesungguhnya para pedagang akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti sebagai orang-orang fajir (jahat) kecuali pedagang yang bertakwa pada Allah, berbuat baik dan berlaku jujur.

الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا - أَوْ قَالَ حَتَّى يَتَفَرَّقَا - فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِى بَيْعِهِمَا ، وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا

Artinya : “Kedua orang penjual dan pembeli masing-masing memiliki hak pilih (khiyar) selama keduanya belum berpisah. Bila keduanya berlaku jujur dan saling terus terang, maka keduanya akan memperoleh keberkahan dalam transaksi tersebut. Sebaliknya, bila mereka berlaku dusta dan saling menutup-nutupi, niscaya akan hilanglah keberkahan bagi mereka pada transaksi itu

 ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَا يُزَكِّيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ : الْمَنَّانُ, الْمُسْبِلُ إِزَارَهُ وَالْمُنْفِقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلَفِ الْكَاذِبِ 

Artnya: “Tiga (golongan) yang Allah tidak berbicara kepada mereka pada hari Kiamat, tidak melihat kepada mereka, tidak mensucikan mereka dan mereka akan mendapatkan siksaan yang pedih, yaitu: orang yang sering mengungkit pemberiannya kepada orang, orang yang menurunkan celananya melebihi mata kaki  dan orang yang menjual barangnya dengan sumpah dusta

3. Hadits tentang Kebohongan (Dusta)
Secara terbuka, Rasulullah Saw melarang umatnya untuk berbohong. Mengapa? Berbohong adalah salah satu ciri sifat orang munafik. Selain itu, Rasulullah tidak menganggap orang yang suka berbohong menjadi golongannya.

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ

Artinya: “Tanda orang munafik itu ada tiga, dusta dalam perkataan, menyelisihi janji jika membuat janji dan khinat terhadap amanah.”

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَرَّ عَلَى صُبْرَةِ طَعَامٍ فَأَدْخَلَ يَدَهُ فِيهَا فَنَالَتْ أَصَابِعُهُ بَلَلاً فَقَالَ « مَا هَذَا يَا صَاحِبَ الطَّعَامِ ». قَالَ أَصَابَتْهُ السَّمَاءُ يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ « أَفَلاَ جَعَلْتَهُ فَوْقَ الطَّعَامِ كَىْ يَرَاهُ النَّاسُ مَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنِّى »

Artinya : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati setumpuk makanan, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya, kemudian tangan beliau menyentuh sesuatu yang basah, maka pun beliau bertanya, "Apa ini wahai pemilik makanan?" Sang pemiliknya menjawab, "Makanan tersebut terkena air hujan wahai Rasulullah." Beliau bersabda, "Mengapa kamu tidak meletakkannya di bagian makanan agar manusia dapat melihatnya? Ketahuilah, barangsiapa menipu maka dia bukan dari golongan kami."[8] Jika dikatakan bukan termasuk golongan kami, berarti dosa menipu bukanlah dosa yang biasa-biasa saja.

Hikmah berprilaku jujur.
Ketika kita mengamalkan sifat jujur, ada beberapa hikmah yang bisa kita dapatkan, antara lain :
1. Dicintai oleh Allah Swt. dan rasul-Nya.
2. Jujur akan membuat kita menjadi tenang, tidak takut akan diketahui kebohongannya karena memang tidak berbohong.
3. Selamat dari azab neraka
4. Mendapatkan kemudahan dalam hidupnya.
5. Dijamin masuk surga.
6. Dicintai oleh Allah Swt. dan rasul-Nya.

Demikian artikel yang membahas tentang hadits kejujuran dan kebohongan. Semoga hadits tersebut bermanfaat untuk para pembaca. Jika tidak puas, silahkan buka hadits tentang kejujujuran.
Loading...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "5 Hadits Tentang Kejujuran dan Kebohongan + Penjelasannya"

Posting Komentar

Silahkan berkomentar . .

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan (Tutup KI!k 2x)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan (Tutup KI!k 2x)

Iklan Bawah Artikel

Link Download Soal/Materi