Kerangka Konseptual Teori Akuntansi

     Iklan (Tutup KI!k 2x)
     Iklan (Tutup KI!k 2x)
Loading...
Kerangka Konseptual  Teori Akuntansi - Menurut Eldon S. Hendriksen, teori adalah satu set susunan hipotesis, konsep, dan prinsip pragmatis yang membentuk kerangka umum referensi untuk suatu bidang yang dipertanyakan. Teori akuntansi didefinisikan sebagai alasan yang logis dalam bentuk suatu set prinsip yang luas yang membentuk kerangka umum sebagai rujukan untuk menilai dan mengembangkan praktik akuntansi yang baik.

Kerangka konseptual  adalah suatu konstitusi, suatu system koheren dari hubungan anatara tujuan dan fundamental yang dapat mendorong standar yang konsisten dan yang menjelaskan sifat, fungsi dan keterbatasan akuntansi keuangan dan laporan keuangan. Kerangka kerja konseptual dimaksudkan untuk konstitusi dalam proses penyusunan standar.  Tujuannya adalah memberikan petunjuk dalam menyelesaikan perselisihan yang meningkat selama proses penyusunan standar dengan mempersempit pertanyaan, apakah standar telah sesuai dengan kerangka konseptual ataukah tidak.

Secara lengkap, kerangka kerja konseptual adalah :
1. Petunjuk FASB dalam menetapkan standar akuntansi
2. Menyediakan kerangka acuan untuk menyelesaikan pertanyaan sebelum ada standar khusus yang mengaturnya.
3. Menentukan batasan pertimbangan dalam penyusunan laporan keuangan
4. Mempertinggi komparabilitas dengan menurunkan jumlah alternative metode akuntansi.

Kerangka kerja konseptual (conceptual framework) adalah suatu sistem koheren yang terdiri dari tujuan dan konsep fundamental yang saling berhubungan, yang menjadi landasan bagi penetapan standar yang konsisten dan penentuan sifat, fungsi, serta batas- batas dari akuntansi keuangan dan laporan keuangan.

Yang dimaksud tujuan adalah tujuan pelaporan keuangan. Sedangkan fundamentals (kaidah-kaidah pokok) adalah konsep-konsep yang mendasarai akuntansi keuangan, yakni yang menuntun kepada pemilihan transaksi, kejadian, dan keadaan-keadaan yang harus dipertanggungjawabkan, pengakuan dan pengukurannya, cara meringkas serta mengkomunikasikannya kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Konsep-konsep yang bersifat pokok atau fundamental, artinya bahwa konsep-konsep lainnya mengalir dari konsep-konsep pokok tersebut yang diperlukan sebagai referensi berulang-ulang dalam menetapkan, menafsirkan, dan menetapkan standar akuntansi keuangan dan pelaporan.

A. Fungsi teori akuntansi
1. Pegangan dalam menyusun standar
2. Menyeragamkan alternatif metode pencatatan yg berlaku
3. Memberi kerangka rujukan untuk menyelesaikan masalah akuntansi (jika tidak ada standar resmi)
4. Menentukan batasan dalam melakukan judgment dalam menyusun LK
5. Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca terhadap LK
6. Meningkatkan kualitas LK proforma
7. Pedoman pengembangan praktik & prosedur yang baru

B. Periodisasi teori akuntansi
Pre-Theory period (1492 – 1800)
Sejak zaman Pacioli sampai abad 18, tidak ada teori akuntansi yang dirumuskan.

General Scientific period (1800 – 1955)
1. Muncul teori akuntansi berupa penjelasan terhadap praktik akuntansi  è  metode empiris.
2. Menekankan kepada “APA” yang terjadi
3. Muncul laporan AAA > A Tentative Statement of accounting principles affecting corporate report”
4. Muncul laporan AICPA > “A statement of accounting principles”

Normative Period (1956 – 1970)
1. Menekankan pada “Bagaimana seharusnya praktik akuntansi dilakukan”
2. Merumuskan norma – norma atau praktik akuntansi yang baik.

Specific Scientific Period (1970 – sekararang)
1. Disebut juga positif era è Watts and Zimmerman memprakarsai PAT
2. Teori akuntansi normatif diuji kebenarannya sehingga tidak sekedar didasarkan pada pertimbangan individu.
3. Contoh muncul hipotesis “bonus plan”

C. Taksonomi Bidang Akuntansi
1. Seni
a. Keterampilan mengerjakan sesuatu atau menerapkan suatu konsep/pengetahuan yang memerlukan perasaan, intuisi, pengalaman, bakat, dan pertimbangan (judgment).
b. Keahlian dan pengalaman untuk memilih perlakuan terbaik dalam rangka mencapai suatu tujuan.
c. Nilai (moral, ekonomik, dan sosial) menjadi basis pertimbangan.

Akuntansi sebagai Seni
a. Akuntansi sebagai bidang pengetahuan keterampilan, keahlian, dan kerajinan yang menuntut praktik untuk menguasainya.
b. Akuntansi menuntut pertimbangan (judgment) dalam penerapannya.
c. Pertimbangan harus dituntun oleh pengalaman dan pengetahuan (profesionalisma).

2. Sains
a. Pengetahuan untuk menjelaskan dan meramalkan gejala alam dan sosial seperti apa adanya dengan metoda ilmiah.
b. Menguji dan menetapkan kebenaran penjelasan atau pernyataan tentang suatu masalah.
c. Bebas nilai (value-free).
d. Karakteristik: koherensi, korespondensi, keterujian, dan keuniversalan.

Akuntansi sebagai Sains
a. Akuntansi sebagai bidang pengetahuan yang menjelaskan fenomena akuntansi secara objektif, apa adanya, dan bebas nilai.
b. Penjelasan dinyatakan dalam bentuk aksioma, proposisi, prinsip umum, atau hipotesis yang tidak langsung berkaitan dengan kebijakan.
c. Pertimbangan dan penyimpulan dituntun oleh kaidah ilmiah (rules of science).

Kerangka Konseptual  Teori Akuntansi

3. Teknologi
a. Seperangkat pengetahuan untuk menghasilkan sesuatu (produk) yang bermanfaat. Teknologi meliputi teknologi lunak.
b. Penggunaan pengetahuan ilmiah dalam suatu masyarakat pada suatu saat untuk memecahkan masalah nyata yang dihadapinya sesuai dengan budaya dan nilai yang dianut.
c. Perekayasaan melekat pada proses pemikiran untuk menentukan cara terbaik.

Akuntansi sebagai Teknologi
a. Penggunaan pengetahuan ilmiah dalam suatu wilayah negara untuk menyediakan informasi keuangan dalam rangka mencapai tujuan sosial dan ekonomik.
b. Perekayasaan pelaporan keuangan dalam suatu masyarakat (negara) dalam rangka pencapaian tujuan negara.
Sumber : FE UNNES

Silahkan berkomentar . .
EmoticonEmoticon