Respon Orang Tua Saat Anak Marah

     Iklan (Tutup KI!k 2x)
     Iklan (Tutup KI!k 2x)
Respon Orang Tua Saat Anak Marah – Bagi kita sebagai orang tua, anak adalah segalanya. Tidak ada yang bisa menggambarkan perasaan kita pada anak kita. Dalam mendidik anak, tentu ada beberapa kendala yang sering dihadapi orang tua. Sifat anak yang labil membuat  kita harus pandai dalam merespon, terutama saat anak kita marah pada suatu hal. Jangan sampai respon kita kepada anak justru membuat dia semakin marah.

Respon Orang Tua Saat Anak Marah

Reaksi orangtua saat anak marah sebenarnya menjadi pembelajaran tersendiri bagi anak untuk mengetahui bagaimana cara mengekspersikan amarah dengan tepat. Agar bisa memahami dan mengatasi saat anak sedang marah, orangtua perlu untuk lebih mengenali perasaan anak secara mendalam dan harus bisa berkomunikasi dengan anak-anak agar mereka bisa memahami alasan dari kemarahan yang mereka keluarkan dengan cara yang benar dan juga tenang.

Saat anak marah dan orangtua memberikan reaksi yang keras, biasanya malah membuat anak menjadi ketakutan dan meras tersinggung dengan apa yang orangtua tunjukan kepada anak. Dampak lebih buruk yang bisa ditimbulkan anak akan merasa diasingkan dan sakit hati karena merasa ditingalkan dan tidak dipedulikan oleh orangtua.

Jadi sangat penting bagi anak untuk bisa mengekspresikan segala macam emosi yang mereka alami, baik itu menyenangkan ataupun tidak menyenangkan mereka harus belajar untuk bisa mengetahui hal itu.

Nah, bagaimana sih cara mengenali kemarahan pada anak serta sikap dan reaksi seperti apa yang harus orangtua tunjukan saat anaka marah? Berikut ini adalah tips yang bisa digunakan ketika menghadapi anak yang sedang marah :

1. Ketika anak marah atau sedang meluapkan emosinya, maka sebagai orang tua kita sebaiknya mendengarkan keluhan anak dengan penuh perhatian melalui tubuh kita. Kita bisa melakukan kontak mata dengan lembut kepada anak
2. Sebaiknya kita sebagai orang tua menanggapi amarah anak dengan memberi beberapa kata, dan bukan nasihat panjang yang membuat dia bingung. Contoh kata yang bisa digunakan yaitu “Oh begitu” atau “Hemm”
3. Kita bisa memberikan nama sebutan yang bisa menggambarkan perasaan anak. Contohnya yaitu : “Aku tahu rasanya kayak ada gunung meletus yang ada di dada, nggak enak ya?”. Hal tersebut akan membuat  anak merasa kita memahami mereka.
4. Sebut tingkah laku anak, lalu kaitkan dengan emosinya. “Kamu tendang – tendang ember karena marah ya?”
5. Berikan waktu untuk meluapkan emosi anak kita.  Tetapi jangan sampai melanggar kesepakatan kita dan anak. Kita harus bisa tegas. Contohnya “Kamu boleh nangis keras dulu, tapi tidak boleh merusak dan merobek-robek buku”
6. Bila kita emosi, pisahkan diri dengan tenang. Katakan kepada anak jika kita butuh waktu untuk menenangkan diri
7. Saat kita sudah tegang degan anak, lakukan kontak fisik dengannya. Bila anak kita menolak, mendekatlah secara fisik dan pelan – pelan
8. Bahas tingkah laku lain yang bisa dilakukan saat ia mengalami emosi yang sama. “Kalau lagi kesel, dari pada capek triak – triak kami bisa bilang jika kamu tidak suka”
9. Setelah emosi anak mereda, lakukan langkah penyelesaian konflik secara bersama.

Respon Orang Tua Saat Anak Marah

Sebisa mungkin orangtua harus bisa segera menghetikan kemaraha anak. Saat anak marah orangtua sebenarnya akan memiliki perasaan yang membuat dirinya merasa tidak nyaman karena merasa anak tidak mengalami kebahagian.

Cara termudah untuk menenangkan anak yang marah adalah dengan merangkul dan memeluk anak dengan hangat dan erat sampai anak merasa tenang. Pelukan adalah salah satu tanda bahwa anda ada untuk anak-anak kapanpun dan dalam keadaan apapun yang sedang terjadi pada anak. Dengan demikian anak akan merasa tenang dan terlindungi.

Demikian artikel kami tantang “Respon Orang Tua Saat Anak Marah”. Semoga artikel “Respon Orang Tua Saat Anak Marah” bermanfaat. Sumber : Keluarga Kita

Silahkan berkomentar . .
EmoticonEmoticon