MENERAPKAN SIKAP DAN PERILAKU KERJA PRESTATIF

Pengertian dan Ciri-Ciri Sikap dan Perilaku Kerja Prestatif

A.  Pengertian dan Ciri-Ciri Sikap dan Perilaku Kerja Prestatif

Prestatif dapat diartikan sebagai seorang yang memiliki kemauan dan hasrat untuk selalu  ingin maju. Dalam hal ini, seorang wirausaha yang memiliki skap dan perilaku kerja prestatif adalah seorang wirausaha yang memiliki kemauan dan hasrat untuk selalu ingin maju agar mencapai  kesuksesan dalam segala aspek usaha  atau bisnisnya.

Adapun ciri-ciri  seseorang yang memiliki sikap  dan perilaku kerja prestatif, antara lain :
1.      Memiliki mimpi dan  berpikir ke depan
2.      Memiliki  hasrat yang kuat untuk maju
3.      Memiliki  semangat juang  yang tinggi
4.      Berubah dan berkembang
5.      Memiliki target dan tujuan (goal)
6.      Mau belajar dari masalah untuk diambil sisi  positifnya sebagai  pengalaman
7.      Tidak cepat puas diri dan perfeksionis
8.      Memiliki kreatifitas
9.      Memiliki tolak ukur dalam mengevaluasi kinerjanya (barometer)
10.    Tekun dan ulet
11.    Memiliki keberanian (tidak takut gagal)
12.    Tidak  mudah terpengaruh dan dipengaruhi

B.  Pola Kerja Prestatif

Pola kerja prestatif merupakan the core process of entrepreneur skill atau proses inti dari keterampilan / keahlian kewirausahaan. Pola kerja prestatif terdiri dari bekerja keras, bekerja cerdas, dan berkarakter positif yang dirumuskan sebagai berikut:

Pola Kerja Prestatif = Bekerja Keras (otot) + Bekerja Cerdas (otak) + Pembengunan Karakter Positif (Watak)

1.      Pola kerja keras sebagai awal kerja prestatif
Seperti orang yang terus bekerja, bekerja, dan bekerja tetapi tidak ada kemajuan karena ia hanya bekerja keras tanpa aspek dan unsur strateginya sebagai motor penggerak untuk membuat perubahan kemajuan dan perkembangan yang berarti. Untuk itu, butuh bekerja dengan cerdas sebagai pasangan pola kerja keras sehingga dapat cepat berkembang  dalam meraih prestasi. Ciri-ciri pola kerja keras, yaitu :
a.   Mempunyai semangat dan gairah yang tinggi
b.   Tidak kenal menyerah dan pantang mundur
c.   Terus berjuang dan memiliki determinasi (ketetapan hati) yang tinggi
d.   Bekerja dengan tuntas (tidak berhenti di tengah-tengah)
e.   Tidak takut gagal
f.    Mencintai pekerjaan

2.      Pola kerja cerdas sebagai motor penggerak kerja prestatif
Ciri-ciri pola kerja cerdas,antara lain :
a.   Kuat dalam perencanaan dan unsur strategi dalam bertindak
b.   Ada tujuan yang jelas dan tahapan-tahapanya (peta kerja)
c.   Selalu mengukur kinerjanya (standard kerja tinggi)
d.   Kreatif dan inovatif sevagai kunci utama
e.   Melihat dan mencari sisi positif dari masalah yang terjadi
f.    Menggunakan acuan belajar dari masalah sebagai pola pembelajaran

3.      Pola kerja berkarakter positif sebagai pondasi kerja prestatif
Ciri-ciri pola kerja berkarakter positif, antara lain:
a.   Memiliki sikap positif dalam memandang berbagai hal
b.   Memiiliki disiplin yang tinggi dalam mengerjakan tugas  dan bekerja
c.   Memiliki komitmen kuat terhadap dirinya dan janji yang ia unkapkan
d.   Konsisten dalam bekerja
e.   Religious
f.    Siap menerima kritik dan saran dari orang lain
g.   Tidak iri hati atau dengki ketika melihat kesuksesan orang lain, tatapi menjadi  termotivasi untuk mengalahkannya

C.  Motivasi untuk Memiliki Sikap dan Perilaku Kerja Prestatif

Motivasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah dorongan yang timbul pada siri  seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu  tindakan dengan tujuan tertentu. Teori motivasi yang cukup popular yaitu teori yang dikemukakan oleh Abraham Maslow tentang hierarki kebutuhan. Menurut Maslow, motivasi seseorang sangat dipengaruhi  oleh kebutuhan mendasar yang perlu dipenuhi. Ada lima kategori kebutuhan manusia mulai dari yangpaling penting sampai yang kurang penting, yaitu sebagai berikut :

1.   Physiological needs, yaitu kebutuhan fisiologis yang  meliputi tempat tinggal, makan, minum, istirahat, dan pakaian.
2.   Safety (security), yaitu kebutuhan akan rasa aman dan bebas dari ancaman fisik dan psikis
3.   Social affiliation,  yaitu kebutuhan social yang meliputi pertemanan dankasih saying
4.   Esteem (recognition), yaitu kebutuhan penghargaan akan kemampuan, kompetensi, dan harga diri
5.   Self actualization, yaitu kebutuhan aktualisasi diri dan mengembangkan potensinya sesuai  dengan minast dan bakat

Berdasarkan bagan kebutuhan Maslow, terdapat kebutuhan manusia yang paling puncak yang harus dipenuhi, yaitu kebutuhan untuk  berprestasi, inilah yang mendorong seseorang untuk memiliki sikap dan perilaku kerja prestatif. Beberapa pakar kewirausahaan mengemikakan bahwa, seseorang memiliki minat untuk berwirausaha karena ada suatu motivasi tertentu, yaitu motivasi untuk berprestasi. 

D.  Melatih Sikap dan Perilaku Kerja Prestatif

1.   Mulai belajar mengatasi rasa takut akan gagal dan takut akan rasamalu  bila melakukan kesalahan
2.   Berpikir bahwa  masalah itu bukan sebagai beban atau kesulitan yang harus dihindari melainkan sebagaisuatu hal yang harus diselesaikan dan sebagai pelajaran yang harus diambil hikmahnya
3.   Mengasah pola piker kreatif dengan konsep
4.   Menetapkan  target disetiap hal, baik yang berhubungan dengan pekerjaan atau pelajaran
5.   Melatih konsentrasi dengan cara  meneliti secara detail mengenai hal-hal menarik dari apa  yang dilihat.
6.   Selalu mengambil sisipositif dari pekerjaan
7.   Membandingkan dengan pekerjaan sebelumnya, apakah ada kemajuan atau malah terjadi kemunduran.

Sumber : Hendro. 2010. Kewirausahaan X

Artikel Terkait

Silahkan Dibagikan

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »

Silahkan berkomentar . . EmoticonEmoticon