Teori Perkembangan Muka Bumi (Pangaea-Gondwana) & Penjelasan

Teori Perkembangan Muka Bumi (Pangaea-Gondwana). Proses perkembangan yang dialami planet bumi terus berlanjut sehingga menimbulkan perubahan-perubahan pada permukaan bumi. Perubahan ini disebabkan oleh energi yang kuat dari dalam bumi. Para ahli geologi sependapat, terjadinya gerakan-gerakan benua, pelebaran dasar samudera, terjadinya gerakan tektonik, dan kegiatan vulkanisme disebabkan oleh kekuatan yang berasal dari dalam bumi sehingga di permukaan bumi terjadi perubahan/perkembangan muka bumi. Lempeng-lempeng tektonik itu bergerak dan saling bergeseran sehingga menyebabkan terjadinya benua-benua. Seperti benua Asia, Laurasia, jajaran pulau-pulau, dan pegunungan.

Berikut ini akan kita bicarakan mengenai terjadinya gerakan/pergeseran benua-benua atau teori apungan.

1. Alfred L. Wagner(1880 - 1930) 
Dalam bukunya berjudul Die Enstehung der Kontinente Und Ozeane (Asal-usul Benua dan Lautan) diterbitkan tahun 1915.
a. Dibuktikan adanya persamaan garis kontur pantai timur Amerika Utara dan Amerika Selatan dan garis kontur Eropa Barat dan Afrika. Dibuktikan adanya kesamaan formasi geologi sepanjang pantai Afrika Barat (dari Sierra Leone - Tanjung Afrika Selatan) dengan formasi geologi pantai timur Amerika (dari Peru - Balsia Blanca).
b. Daerah Green Sandria bergerak menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 36 m/th. Pulau Madagaskar bergerak menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 9 m/tahun.
c. Benua yang sekarang ini, dulunya satu yang disebut benua Pangaea. Benua Pangaea pecah, di bagian selatan bergerak menuju ke barat dan ke utara menuju khatulistiwa.

Teori Perkembangan Muka Bumi (Pangaea-Gondwana)

Karena peristiwa tersebut terjadilah hal hal sebagai berikut.
1) Bentangan benua dan samudera mengapung sendiri-sendiri.
2) Samudera Atlantik menjadi semakin luas karena benua Amerika bergerak ke arah barat sehingga terjadi lipatan permukaan bumi yangberwujud bentang pegunungan di pantai barat Amerika dari arah utara - selatan.
3) Adanya kegiatan seismik yang luar biasa di sepanjang patahan St. Andreas dekat pantai barat Amerika Serikat.
4) Samudera Hindia mendesak ke arah utara sehingga benua India terdesak dan menimbulkan terjadinya deretan pegunungan Himalaya.
5) Keadaan benua-benua dewasa ini pun masih terus bergerak. Dapat dibuktikan makin melebarnya celah-celah yang terdapat di aluralur dasar samudera.

2. Teori Kontraksi Des Cartes (1596 - 1650)
Pokok-pokok teori kontraksi : Karena mengalami pendinginan terus-menerus maka bumi kita makin susut dan berkerut, kerutan tersebut menyebabkan terjadinya lembah-lembah di permukaan bumi.

Teori ini dikemukakan kali pertama oleh Descrates (1596–1650).
Ia menyatakan bahwa bumi semakin lama semakin susut dan mengerut disebabkan terjadinya proses pendinginan sehingga di bagian permukaannya terbentuk relief berupa gunung, lembah, dan dataran.

Teori Kontraksi didukung pula oleh James Dana (1847) dan Elie de Baumant (1852). Keduanya berpendapat bahwa bumi mengalami pengerutan karena terjadi proses pendinginan pada bagian dalam bumi yang mengakibatkan bagian permukaan bumi mengerut membentuk pegunungan dan lembah-lembah.

3. E. Suess (1831 - 1914)
Meneruskan teori Des Cartes, akan tetapi E. Suess menambahkan bahwa persamaan geologi yang terdapat di Amerika Selatan, Antartika, India, Australia karena semula benua itu satu yang disebut Benua Gondwana. Benua itu dewasa ini tinggal sisa-sisanya karena sebagian telah tenggelam di bawah permukaan laut.

4. Teori Lempeng Tektonik J. Tuzlo Wilson dan Jason Morgan
Ahli geofisika Kanada, J. Tuzlodan ahli geofisika Amerika Jason Morgan, mengajukan skema teori lempeng tektonik pada tahun 1960-an. Teori ini menyatakan litosfer bumi terdiri atas beberapa lempeng keras. Lempeng ini bergeser dan bergerak di atas lapisan yang lebih lunak yang disebut astenosfer. Sebuah lempeng dapat menyusun seluruh tumbukan samudera, seperti lempeng Pasifik, atau bagian lempeng samudera dan bagian tumbukan benua, seperti lempeng Amerika Utara. Tumbukan samudera baru menghasilkan pegunungan samudera (deretan gunung bawah air yang terbentuk akibat kulit samudera muda).

Kulit samudera tua tenggelam atau tersubdaksi ke mantel bumi pada zona subdaksi, yang ditemukan pada bagian terdalam samudera, disebut trenches. Sebagai lempeng yang bergerak, mereka menyatu dan membentuk pegunungan. Batas lempeng adalah daerah tersering terjadi gempa bumi dan paling banyak terdapat gunung api.

Indonesia terdiri atas 3 lempeng, yaitu lempeng Hindia atau Indo Australia di bagian selatan, lempeng Eurasia di bagian utara dan lempeng Pasifik di bagian timur. Lempeng bergerak dengan kecepatan 3 - 10 cm per tahun. Pada suatu saat pertemuan antarlempeng akan mngalami pergeseran yang mengakibatkan lempeng menumpuk, melipat, atau patah. Ketika gerakan ini terjadi lempeng mengeluarkan stress atau energi yang tidak sedikit. Energi inilah yang mengakibatkan gelombang tsunami jika gempa di bawah laut atau samudera.

Tsunami adalah serangkaian gelombang laut yang besar yang disebabkan oleh gempa bawah laut, tanah longsor, atau letusan gunung berapi. Yang jarang terjadi adalah tsunami yang dihasilkan oleh longsoran besar ke lautan atau meteor raksasa yang menumbuk lautan. Tsunami bukan merupakan gelombang tunggal, tetapi terdiri atas banyak gelombang, atau disebut pula wave train(gelombang kereta). Di tengah lautan, ketinggian gelombang tsunami tidak lebih dari 30 cm, terlihat seperti gelombang laut kebanyakan. Ketika mencapai daerah lautan dangkal, kecepatan gelombang bekurang, menyebabkan ketinggian gelombang bertambah. Ini yang menyebabkan gelombang tsunami ketika mencapai pantai, ketinggiannya lebih dari 3 m bahkan ada yang mencapai 30 m.

Kurangnya pengetahuan masyarakat akan tsunami, justru membuat mereka pergi ke pantai untuk melihat seperti apa tsunami. Bayangan tentang tsunami hanya gelombang air laut setinggi setengah meter sampai satu meter seperti biasa digunakan untuk surfing. Pada kenyataannya, tsunami tidak seremeh yang dibayangkan. Tenaga sapuan air luar biasa besarnya baik tenaga penarik ke lautan dan tenaga pendorong ke daratan. Itu sebabnya korban sebagian tenggelam karena tertarik ke lautan dan sebagian lagi tenggelam di daratan akibat meluapnya air karena tenaga pendorong air.

Cara terbaik yang dilakukan ketika bencana tsunami datang adalahpergi atau mengungsi ke tempat yang tinggi seperti bukit atau gunung. Karena umumnya tsunami diawali dengan gempa, sedangkan jika bencana gempa datang dapat dipastikan adanya gempa susulan. Untuk menghindari tsunami dan gempa susulan, yang harus dilakukan selain pergi ke bukit atau gunung, adalah menghindari tebing, tiang listrik, dan berada di dalam bangunan. Cari tempat terbuka yang berada di tempat tinggi seperti lapangan atau lapangan udara.

Ciri datangnya tsunami selain gempa, surutnya air laut secara tiba-tiba. Pada kejadian di Aceh (26/12) air laut surut sampai 500 m di belakang garis pantai normal. Air yang surut ini akibat hukum keseimbangan air di mana air akan bergerak untuk mengisi tempat-tempat kosong untuk mencapai kondisi seimbang. Sesaat setelah lempeng bergeser, daerah di sekiar pergeseran bergeser, daerah di sekitar pergeseran akan kosong menyebabkan air bergerak ke arah tersebut. Gerakan air akan menimbulkan pergolakan air yang nantinya akan menyebabkan tsunami di daerah pantai dan air akan kembali dengan sangat cepat.

5. Teori Gerakan-gerakan Benua yang Lain
Para peneliti geologi (gabungan dari negara-negara maju) yang mengadakan penelitian di kutub selatan (1969 - 1970) pusatnya di Trans Antartik Tengah, bertujuan untuk membuktikan teori A.L. Wagner. Dari hasil penelitian menemukan bukti sebagai berikut.
a. Daerah tersebut pada 200 juta tahun yang lalu merupakan daerah khatulistiwa.
b. Diketemukan fosil tulang rahang binatang amfibi air tawar purba/ labyrintodontseperti salamander.
c. Fosil seperti itu juga ditemukan di Amerika Selatan dan Afrika. Teori gerakan-gerakan benua yang lain juga beranggapan bahwa 200 juta tahun yang lalu hanya ada satu benua di planet bumi ini. Dari pengembangan ilmu pengetahuan alam, pengetahuan geologi, dan magnitisme makin lama terdapat bukti-bukti yang menguatkan teori apungan benua.

5 Pembagian Zaman Paleozoikum (Kambrium, Silur, Devon, Karbon, Perm)

Pembagian zaman Paleozoikum (prasejarah). Zaman sejarah pembentukan bumi dapat dibagi menjadi 4, yaitu Prakambrium, Paleozoikum, Mesozoikum, dan Kenozoikum. 1) Zaman Prakambrium adalah zaman di mana lapisan-lapisannya terdapat di bawah lapisan-lapisan yang mengandung fosil. 2) Zaman paleozoikum adalah zaman sudah ditemukannya makhluk hidup sesuai karena ada fosil. 3) Zaman Mesozoikum adalah zaman dimana adanya pertumbuhan dan perkembangan flora dan fauna. 4) Sedagkan zaman Kenozoikum adalah zaman tingkat kehidupan baru.

Keempat pembagian zaman tersebut tidak akan kita bahas satu persatu, karena untuk kali ini kita akan khusus membahas tentang pembagian zaman paleozoikum. Namun, jika anda ingin mempelajari lebih jauh tentang zaman prakambrium, paleozoikum, mesozoikum, dan kenozoikum, silahkan buka : 4 Zaman Sejarah Pembentukan Bumi (Prakambrium, Paleozoikum, dll).


Pembagian Zaman Paleozoikum (Prasejarah)

Berbicara tentang pembagian zaman prasejarah, zaman Paleozoikum sendiri dibagi menjadi 5, antara lain Kambrium, Silur, Devon, Karbon, Perm. Untuk lebih jelasnya tentang pembagian zaman paleozoikum tersebut,  berikut ini penjelasan satu persatu tentang pembagian zaman palezoikum.

Pembagian Zaman Paleozoikum pertama : Kambrium
Pembagian zaman palezoikum yang kita bahas pertama kali yaitu zaman kambrium. Endapan yang terbentuk pada masa Kambrium banyak ditemukan fosil sehingga banyaklah yang dapat diketahui tentang keadaan kehidupan masa itu. Masa ini ditandai oleh adanya endapan-endapan yang mengandung jasad-jasad fosil yang telah mencapai tingkat perkembangan yang tinggi, bila dibandingkan dengan yang dijumpai pada masa Prakambrium. Semua masih hidup terbatas pada air.

Oleh karena itu, sisa-sisa peninggalannya hanya berupa jasad-jasad air, terutama jasad-jasad samudera. Contohnya archaecyata dan binatang Trilobit Olenellus.
1) Archaecyatha
Peranannya seperti binatang karang. Jenis ini banyak membentuk endapan-endapan gamping yang tebal. Pembentukannya seperti yang dibuat oleh binatang karang sekarang ini di laut-laut daerah
tropika. Gamping yang mengandung Archaecyatha telah banyak ditemukan di California, Siberia, Spanyol, Australia, dan lain-lain.
2) Binatang
Yang menjadi fosil penunjuk yang terpenting yang pada zaman Kambrium adalah Trilobita, yaitu sebangsa jenis udang-udangan yang berkulit keras.

Batuan pada masa Kambrium bercirikan endapan gamping yang mengandung banyak pirit, sedimen pasir, dan berlempung yang kaya akan fosil. Pada masa ini tidak terdapat batas iklim yang nyata, jasad yang membentuk gamping memerlukan air yang hangat. Jadi, pada saat itu iklimnya sedang, bahkan panas. Masa Kambrium ditaksir lamanya 70 juta tahun.

Anggapan yang menyebabkan binatang-binatang yang dapat memfosil semakin banyak dan ditemukan sebagian besar di daerah tertentu, misalnya Kanada Barat sebagai berikut.
a) Pada masa Kambrium, batu-batuan terkena pengaruh metamorfosa lebih kecil sehingga lapisan-lapisan batu-batuan yang telah diendapkan dalam zaman geologi yang lebih muda. Contohnya lempung lemigrad untuk pembuatan barang-barang pecah-belah.
b) Setelah Prakambrium, beberapa kelompok binatang lebih banyak mempunyai kerangka maka kemungkinan untuk memfosil lebih besar.

Dengan menggunakan fosil maka dapat diketahui 3 macam zaman Kambrium, yaitu fauna Kambrium bawah, fauna Kambrium tengah, dan fauna Kambrium atas.
a) Fauna kambrium bawah
Masih bersifat kosmopolit, yaitu binatang-binatang masih terdapat di mana-mana di dunia (Trilobit Olenellus).
b) Fauna kambrium tengah
Sudah terbagi menjadi daerah-daerah fauna pasifik dan Atlantik. Daerah Atlantik sebagai fosil binatang Paradoxides (Pasifik Olenoides).
c) Fauna kambrium atas
Daerah fauna Pasifik bercirikan Diclocephalus dan terus menembus Eropa-Tiongkok-Tibet sampai Spanyol. Daerah fauna Atlantik bercirikan Olenus.

Pembagian Zaman Paleozoikum Kedua : Silur
Adapun pembagian zaman palezoikum yang kedua yaitu zaman silur. Pada zaman Silur, penyebaran fauna lebih luas dibandingkan dengan masa Kambrium. Banyak kelompok binatang baru muncul pada zaman Silur ini. Di antaranya yang terpenting adalah Vertebrata atau binatang bertulang punggung. Graptalit adalah ciri fosil penujuk pada masa Silur dan merupakan kumpulan/kalori binatang kecil yang disebut Rabdosoma.

Sedimen pasir gamping, kebanyakan diendapkan pada tempat tempat daerah yang terangkat di dekatnya. Banyak binatang karang berkembangbiak dengan baik sehingga jasad-jasadnya meninggalkan lapisan batu gamping yang tebal.

Sedimen dengan ciri fasies Graptalit terbentuknya di lautan yang dalam, tetapi kini ternyata kebanyakan di antara lempung-lempung itu diendapkan di lautan yang dangkal, yang kadang-kadang tertutup oleh ganggang laut. Hal ini menyebabkan laut berwarna hitam (Laut Hitam). Di Indonesia zaman Silur adalah zaman yang tertua yang diketahui. Fosil Silur berupa koral bulat yang bernama Halisites, telah banyak ditemukan orang dalam batu-batu lepas dalam suatu sungai di Papua.

Air hujan di Niagara terjadi pada endapan-endapan Silur. Iklim pada zaman Silur di mana-mana mengalami panas yang hampir sama dengan masa Kambrium. Adanya sisa evaporit-evaporit menunjukkan adanya iklim yang kering dan mungkin ada suasana gurun.

Pembagian Zaman Paleozoikum Ketiga: Devon
Sebagai bagian dari zaman paleozoikum, zaman devon bercirikan munculnya tumbuh-tumbuhan darat dan binatang bertulang punggung. Di laut dijumpai perkembangan luas kelompok-kelompok binatang yang tidak bertulang punggung, seperti Amronit. Pada dasarnya Devon terbagi atas 3 macam, yaitu Devon bawah, Devon tengah, dan Devon atas.

Pada umumnya daerah Old Red Sandstone(ORS) terdiri atas Arkosa Konglomerat, batu pasir, yang kesemuanya berasal dari perombakan pegunungan Kaledonia. Daerah ORS ini meliputi daerah sekitar pegunungan Kaledonia, Inggris, Skotlandia, Skandinavia, Spitsbergen, Grondalia, hingga jauh melampaui dataran tinggi Rusia. Khusus di Grondalia, ORS berselang-seling dengan endapan-endapan laut dangkal. Demikian pula di Tiongkok terdapat endapan ORS, terutama di Kuangli (karena ada hubungan lautan pada saat benua Eropa dan Asia masih bersatu).

Pada zaman Devon banyak ditemukan lapisan-lapisan endapan daratan yang sungguh luas. Banyak di antaranya diendapkan dalam sungai atau dalam danau. Dalam lapisan banyak ditemukan fosil-fosil ikan, demikian pula perkembangan tumbuhan daratan baru berarti setelah zaman Devon.

Pada zaman Devon keadaan iklim sangat panas, dan di daerah tropika banyak hujan disertai tumbuhan berkembang, mengakibatkan terjadinya tanah merah yang bersifat laten. Di samping itu dengan adanya sungai sungai dan danau-danau, menunjukkan iklim yang agak lembab. Di beberapa tempat ditemukan bekas-bekas yang menunjukkan adanya gletser-gletser besar. Bekas-bekas ini ditemukan di Afrika Selatan, Grondalia, dan Amerika.

Untuk dapat melihat pembagian zaman paleozoikum (devon) kita dapat melihatnya di Indonesia yaitu dengan adanya Heliolithes dan Tetracoralla. Clathrodyctyon daerah sungai Telen di Kalimantan adalah satu-satunya tempat di Indonesia yang telah terbukti mempunyai batuan-batuan Devon.

Pembagian Zaman Paleozoikum Keempat : Karbon
Zaman ini ditandai dengan timbulnya sejumlah besar karbon bebas di berbagai bagian dunia. Karbon atau Carbonium atau Arang ini amat berpengaruh pada keadaan cuaca/iklim. Pada zaman Karbon ini terjadi pembentukan pegunungan; hal-hal inilah yang menyebabkan zaman Karbon dapat dikenal dengan nyata. Terjadinya batu bara sangat erat hubungannya dengan pengangkatan dan pembentukan pegunungan. Adanya karang menunjukkan iklim sedang yang agak panas; adanya sedimen Klasika yang berwarna merah dengan rekah kerut menandakan iklim kering/arid. Adanya tumbuh-tumbuhan dengan daun yang cukup rindang menunjukkan adanya pelembagaan. Tidak adanya lingkaran tahun pada batang-batang serta tumbuh terus, menunjukkan tidak adanya perbedaan yang menyolok. Endapan batu bara yang berwarna merah menunjukkan peninggalan yang kering dan gersang.
Pembagian Zaman Paleozoikum  Pembagian Zaman Paleozoikum

Perkembangan naptelia, amfibia yang muncul pada zaman Devon mengalami perkembangan pesat, demikian pula perkembangan serangga, lebah, dan lipan. Serangga pada zaman ini ialah pemakan daging/bangkai. Pada tempat di mana karbon diendapkan sebagai lapisan dasar laut, di sana dijumpai karang/koral dalam jumlah yang besar. Perkembangan tumbuhan (paku/pakis, kawat/sumbar batu) lebih nyata dibandingkan dengan binatang bertulang punggung.

Pembagian Zaman Paleozoikum Kelima : Perm
Yang terakhir tentang pembagian zaman paleozoikum yang kelima yaitu zaman perm. Ciri-ciri zaman perm ialah bahwa letak lapisan yang diskor dan di atas karbon mengandung batu bara, juga adanya penyimpangan fauna laut dari 2 karbon fosil pada zaman Paleozoikum akhir. Di Indonesia peninggalan perm ditemukan di Timor pada lembah sungai Noil, besi di Miaffo Timor Barat Daya berupa lapisan lava-lava bantal (kegiatan vulkanik). Di Sumatera berupa gamping dan koral disertai dengan batuan dari gunung berapi. Lapisan perm mengandung minyak, koalium (bahan porselin), lempung keramik, besi, dan batu bara. Pada umumnya dalam sejarah bumi ditemukan kaidah-kaidah sebagai berikut.
a. Bila perbedaan tinggi topografi tidak seberapa dan terdapat genangan laut yang luas maka akan terdapat iklim yang agak panas dan merata di bagian bumi yang luas.
b. Bila perbedaan tinggi topografi besar, yaitu selama sesudah ada orogenese atau pengangkatan pegunungan yang meluas di seluruh dunia, ada pembagian iklim dalam beberapa daerah, yaitu iklim kutub, sedang, kering, gersang, dan iklim hujan tropis.

Berdasarkan pembagian zaman paleozoikum di atas, kita dapat memberikan beberapa kesimpulan terkait zaman prasejarah. Dari masa Paleozoikum dan Prakambrium dapat disimpulkan beberapa hal, yakni sebagai berikut.
a. Pada zaman Azoikum dapat dikatakan belum ada kehidupan sama sekali, barulah pada zaman Protonozoikum mulai ada kehidupan.
b. Pada zaman Paleozoikum mulai ada fosil-fosil baik berasal dari flora maupun fauna.
c. Pada zaman Paleozoikum dapat disebut mulai ada tingkat kehidupan. Pada saat itu mulai timbul berbagai kehidupan seperti tumbuhan daratan pertama, trolobita, ikan, ubur-ubur, di mana tingkat kehidupan masih sangat sederhana.

6 Anggota Tata Surya dan Penjelasannya & Gambarnya Jelas

Anggota tata surya dan penjelasannya beserta gambarnya. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa kita hidup di planet yang disebut bumi (earth). Namun apakan anda sudah mengetahui bahwa bumi merupakan bagian dari anggota tata surya? Jika anda masih belum paham dengan tata surya, silahkan buka : 5 Teori Pembentukan Tata Surya Menurut Ahli dan Gambar.

Mengapa saya menyarankan anda untuk membuka artikel di atas sebelum anda membaca lebih jauh lagi tentang anggota tata surya? Hal ini kami maksudkan agar anda dapat memahami secara utuh tentang apa yang dimaksud dengan tata surya. Sehingga ketika kami akan membagikan artikel tentang anggota tata surya (penjelasannya), anda tidak akan bingung. (Anggota tata surya dan gambarnya)


Pengertian (Anggota) Tata Surya Anggota

Ketika kita membahas tentang anggota tata surya, seharusnya jika kita membaca lebih teliti tentang pengertian tata surya, kita akan mendapatkan gambaran tentang apa saja anggota tata surya itu. Tata surya adalah suatu sistem yang terdiri atas matahari sebagai pusat dan planet – planet yang mengelilinginya pada orbit masing – masing serta benda – benda langit lainnya. Alam semesta begitu luas, terdapat banyak sistem orbit planet. Sementara pada susunan tata surya menempatkan sebagai matahari sebagai pusat yang dikelilingi oleh planet – planet yang membentuk orbitan.

Berdasarkan pengertian tata surya di atas, dapat diketahui bahwa anggota tata surya terdiri dari matahari sebagai pusat tata surya, dan planet serta benda langit yang ada disekitar matahari. Benda langit yang dimaksud adalah meteor, komet, asteroid, dan planet kecil.

6 Anggota Tata Surya dan Penjelasannya Beserta Gambarnya

Untuk lebih dapat memahami tentang anggota tata surya, berikut ini kami sampaikan materi anggota tata surya dan penjelasannya. Selain itu, untuk lebih memudahkan anda dalam mengamati anggota tata surya, kami juga lampirkan anggota tata surya beserta gambarnya.

Anggota Tata Surya 1 : Matahari
Selain menjadi anggota tata surya, matahari adalah pusat tata Surya. Ukuran garis tengah Matahari adalah seratus kali lebih besar dari Bumi. Sungguh besar, bukan? Walaupun begitu, untuk ukuran jagat raya Matahari termasuk bintang yang kecil. Masih ada bintang yang besarnya seratus kali dari Matahari.Jarak Matahari ke Bumi sekitar 150 juta kilometer. Jarak Matahari ke Bumi disebut satu satuan astronomi (1 sa). Waktu yang dibutuhkan oleh sinar Matahari untuk sampai ke Bumi 8,33 menit.

Matahari terdiri atas bagian inti dan lapisan kulit. Bagian kulit Matahari terdiri atas lapisan fotosfera, khromosfera, dan korona. Fotosfera merupakan gas yang dipancarkan ke segala penjuru. Di atas fotosfera terdapat lapisan khromosfera. Korona berada pada bagian terluar Matahari, berupa lidah api yang menyala-nyala. Seperti halnya bintang lainnya, Matahari mengeluarkan energi hasil reaksi nuklir yang sangat dahsyat. Pancaran energi hasil reaksi nuklir pada bagian inti menghasilkan panas sebesar 15.000.000°C. Bandingkan dengan suhu pada permukaannya yang hanya 6.000°C. Sungguh luar biasa panas, bukan? Oleh karena itu di dalam Matahari tidak ada benda padat. Semuanya berupa gas.
Anggota Tata Surya dan Penjelasannya, Gambarnya

Anggota Tata Surya 2 : Planet
Planet merupakan benda langit (anggota tata surya) yang bergerak mengelilingi Matahari pada lintasan (orbit) yang stabil. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, kamu sudah diperkenalkan dengan sistem Tata Surya. Berapakah jumlah planet-planet di sistem Tata Surya? Ya, dahulu kita mengenal ada sembilan planet yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Tetapi saat ini yang diakui sebagai planet anggota Tata Surya hanya delapan, kecuali Pluto. Mengapa hal itu bisa terjadi? Dalam dunia ilmu pengetahuan, kebenaran bukanlah suatu hal yang mutlak. Yang dahulunya dianggap benar saat ini bisa dianggap salah. Hal itu terjadi seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi. Demikian halnya yang terjadi dalam ilmu astronomi dunia.

Sidang Umum Perkumpulan Astronomi Internasional(International Astronomical Union/IAU)ke-26 yang berlangsung di Praha, Republik Ceko, pada tanggal 25 Agustus 2006 telah memutuskan beberapa keputusan yang penting, di antaranya adalah resolusi 5A yang berisi mengenai definisi sebuah planet.

Suatu benda angkasa dapat disebut sebagai planet apabila memiliki ciri-ciri atau syarat-syarat sebagai berikut.
1) Berada dalam suatu orbit yang mengelilingi matahari.
2) Mempunyai berat yang cukup untuk gravitasi dirinya dalam mengatasi tekanan rigid supaya ia menjadi satu ekuilibrium hidrostatik (bentuk hampir bulat).
3) Merupakan objek yang dominan dalam orbitnya sendiri.

Berikut ini beberapa karakteristik khas dari planet-planet dalam Tata Surya.
1) Merkurius
Merkurius merupakan planet terdekat dengan Matahari. Kedekatan ini mengakibatkan suhu di Merkurius sangat panas. Panas siang hari di Merkurius sangat tinggi, konon mampu melelehkan timah yang melapisi kaleng. Jarak antara Matahari dengan Merkurius kurang lebih 57 juta km. Sedang kan jarak dengan Bumi sekitar 92 juta km. Ukurannya hanya 27% dari ukuran Bumi. Merkurius mengelilingi matahari (revolusi) memerlukan waktu 88 hari, sedangkan rotasinya memerlukan waktu 59 hari. Planet tersebut begitu lambat berputar sehingga satu hari hampir sama lamanya dengan satu tahun di Bumi.

2) Venus
Planet terdekat kedua dari Matahari adalah Venus. Salah satu yang khas dari planet ini adalah adanya awan tebal yang menyelimutinya. Awan itu membuat cahaya Matahari terpantulkan. Akibatnya, Venus menjadi planet yang paling terang. Cahayanya akan tampak pada waktu Matahari terbit dan tenggelam. Oleh karenanya, planet ini sering disebut sebagai Bintang Fajar atau Bintang Senja.Venus juga merupakan planet yang paling dekat dengan Bumi. Jarak Venus dengan matahari sekitar 108 juta kilometer. Satu tahun di Venus sama dengan 225 hari di Bumi. Sedangkan satu hari di sana sama dengan 243 hari di Bumi. Dengan demikian, masa revolusinya lebih cepat dibandingkan masa rotasinya.

3) Bumi
Kamu pasti yakin Bumilah satu-satunya planet yang paling kamu kenal. Ya, karena kamu tinggal di Bumi. Apakah hanya di Bumi yang ada kehidupan seperti kita? Jagat raya memang sangat luas, Bumi hanyalah sebagian kecil darinya. Jika melihat kenyataan ini, mungkin saja masih ada kehidupan lain di jagat raya, tetapi untuk lingkup Tata Surya hanya Bumilah yang diyakini mempunyai kehidupan yang sangat berkembang. Bumi seperti planet yang lain, tidak memiliki cahaya. Bumi pun mempunyai satelit seperti planet lainnya. Bulan sebagai satelit alami Bumi, mempunyai gerakan mengelilingi Bumi dengan waktu putaran 29,5 hari. Bumi mempunyai masa rotasi sekitar 23 jam 56 menit dan memiliki masa revolusi sekitar 365 hari 6 jam.

4) Mars
Planet Mars adalah planet terluar yang paling dekat dengan Bumi. Pada malam hari kadang kita melihat sebuah ”bintang” cemerlang yang bercahaya kemerahan. Itulah Mars atau planet merah. Namanya berasal dari nama dewa perang Romawi. Planet ini memiliki diameter kira-kira 6.800 km atau sekitar setengah diameter Bumi. Masa rotasi Mars adalah 24 jam 37 menit dan masa revolusinya 687 hari. Mars memiliki dua buah satelit, yaitu Deimos dan Phobos, temperaturnya lebih rendah dibandingkan dengan temperatur di Bumi.

5) Yupiter
Yupiter adalah planet terbesar yang ada di dalam Tata Surya. Jika kita bayangkan Yupiter sebagai wadah, maka ia mampu menampung sebanyak 1310 planet seukuran Bumi. Tetapi tidak sebanding dengan besarnya, berat Yupiter hanya dua setengah kali Bumi. Planet ini lembek, permukaannya hanya berupa gas helium dan hidrogen cair yang terbungkus awan yang bergerak.  Keunikan lain yang dimiliki Yupiter, yaitu rotasi yang paling cepat, hanya membutuhkan 10 jam. Sedangkan masa revolusinya membutuhkan waktu yang sangat lama, yaitu 12 tahun.

6) Saturnus
Planet keenam dalam Tata Surya mempunyai keunikan, dikelilingi dengan cincin yang terbentuk dari potongan jutaan es. Jarak Saturnus dengan Matahari sekitar 1,4 miliar kilo meter. Masa revolusinya sekitar 30 tahun, sedangkan masa rotasinya sekitar 10,5 jam. Planet ini mempunyai sifat seperti Yupiter, keduanya berputar begitu cepat sehingga dianggap sebagai planet yang paling berangin. Kecepatan anginnya lebih dari 10 kecepatan angin Hurricane di Bumi.

7) Uranus
Uranus ditemukan oleh William Herschel pada tahun 1782 dengan bantuan teleskop di kebun belakang rumahnya di Bath, Inggris. Planet ini merupakan salah satu planet yang jauh dari Matahari. Terdiri atas gas utama yang berupa hidrogen, metana, dan helium, serta mengandung es. Keadaan ini membuat Uranus dingin dan beku. Seperti halnya Saturnus, Uranus juga mempunyai cincin. Cincin Uranus tipis dan hingga saat ini telah ditemukan sembilan lapis cincin Uranus. Keunikan lain juga dimiliki oleh planet ini, rotasinya yang berlawanan dengan arah rotasi Bumi membuat salah satu sisinya seperti sebuah gasing yang rebah. Masa revolusi Saturnus sekitar 84 tahun dan masa rotasinya sekitar 11 jam. Akibatnya satu sisi planet terus-menerus mengalami siang selama 42 tahun, sedangkan sisi yang lain terus-menerus mengalami malam selama 42 tahun. Bayangkan, apakah kamu bisa hidup di planet seperti ini?

8) Neptunus
Kondisi di Neptunus tidak berbeda jauh dari Uranus, terdiri atas gas. Ukuran Neptunus juga besar, meskipun tidak sebesar Yupiter. Jika diumpamakan wadah kosong, Neptunus mampu menampung 60 planet seukuran Bumi. Satu tahun di Neptunus sama dengan 165 tahun di Bumi sedangkan satu hari di sana sekitar 16 jam di Bumi. Sejak tahun 1984, para ahli telah menduga bahwa Neptunus mempunyai cincin. Dugaan ini terbukti setelah pesawat angkasa Voyager 2 berhasil mendekati Neptunus dan memastikan bahwa Neptunus memiliki paling tidak tiga lapis cincin.

Anggota Tata Surya 3 : Planet Kerdil/Planet Katai/Dwarf Planet
Selain mendefinisikan sebuah planet, hasil resolusi IAU yang berlangsung di Praha juga mendefinisikan tentang ”dwarf planet” atau planet kerdil. Syarat-syarat pendefinisian ”dwarf planet” hampir sama dengan definisi planet. Yang membedakan adalah planet kerdil bukan benda dominan pada orbitnya serta bukan satelit (benda angkasa yang mengorbit planet).

Pluto yang dahulunya masuk dalam deretan planet atau anggota Tata Surya, statusnya diubah sebagai planet kerdil. Bersamaan dengan Pluto ada beberapa objek yang berada di sekitar Pluto dikategorikan sebagai planet kerdil, yaitu asteroid Ceres, 2003 UB313 (ditemukan oleh Mike Brown dari Institut Teknologi California dengan nama samaran 'Xena') dan bulan terbesar di Pluto yang disebut Charon.


Anggota Tata Surya dan Penjelasannya, Gambarnya

Anggota Tata Surya 4 : Asteroid
Asteroid merupakan planet berbatu yang kecil (diameter 1.700 km) dengan jumlah yang sangat banyak. Dalam Tata Surya terdapat beribu-ribu asteroid yang juga mengelilingi Matahari. Asteroid yang orbitnya  melewati orbit bumi dinamakan asteroid Apollo. Selain itu, banyak di antara asteroid yang sudah diberi nama sesuai dengan nama penemunya.

Sebagian besar kelompok asteroid dijumpai berada di antara orbit planet Mars dan Yupiter. Daerah ini dikenal sebagai Sabuk Utama (Main Belt). Selain asteroid yang mendiami daerah Sabuk Utama, ada pula kelompok asteroid dengan orbit yang berbeda, seperti kelompok Trojan dan kelompok asteroid AAA (Triple A Asteroids-Amor, Apollo, Aten).

Anggota Tata Surya dan Penjelasannya, Gambarnya

Anggota Tata Surya 5 : Meteor
Ketika kita melihat sejenak ke langit yang cerah pada malam hari, tampak seberkas cahaya bergerak cepat lalu hilang. Itulah meteor. Meteor atau disebut juga bintang jatuh merupakan bagian dari asteroid yang terpisah. Meteor yang jatuh mengarah ke Bumi akan tampak seperti bola api.

Meteor yang jatuh terkadang sangat banyak dan disebut sebagai hujan meteor. Ketika terjadi hujan meteor, jutaan meteor masuk ke dalam atmosfer Bumi, tetapi sebagian besar terbakar habis sebelum mencapai permukaan Bumi. Kadang-kadang meteor yang besar tidak terbakar habis dan akhirnya sampai ke permukaan Bumi dan disebut sebagai meteorit. Meteor besar yang jatuh ke Bumi akan membentuk kawah besar seperti kawah Barringer di wilayah Arizona. Kawah ini terbentuk oleh meteor yang jatuh kira-kira 40.000 tahun yang lalu.

Anggota Tata Surya dan Penjelasannya, Gambarnya

Anggota Tata Surya 6 : Komet
Anggota tata surya yang terakhir yaitu komet. Komet merupakan benda angkasa yang terlihat bercahaya dikarenakan adanya gesekan atom-atom di udara. Ukurannya dapat melebihi 10 mil dan mempunyai ekor yang panjangnya jutaan mil. Oleh karena itu, komet sering disebut juga bintang berekor. Ciri khas komet adalah ekornya yang sangat panjang. Panjangnya bisa mencapai 100 juta km. Inti komet disebut nukleus yang terdiri atas bongkahan es serta gas yang telah membeku. Diameter nukleus bisa mencapai 10 km. Ekor merupakan bagian dari komet, berasal dari coma yang menyelimuti inti komet. Diameter coma bisa mencapai 100.000 km.

Salah satu komet yang terkenal adalah komet Halley. Komet ini ditemukan oleh Edmond Halley. Rata-rata periode munculnya orbit komet Halley terjadi setiap 76–79 tahun sekali. Komet Halley terakhir terlihat pada tahun 1986 dan diperkirakan akan tampak kembali pada tahun 2061. Inti atau pusat dari komet Halley sangatlah gelap dengan diameter kurang lebih 1.024 km.

Selain komet Halley terdapat beberapa nama komet lainnya, seperti komet Hyakutake dan Hale-Bopp. Para ahli menyebutkan, pada 251 juta tahun lalu terjadi kepunahan yang sangat besar di sebabkan komet atau asteroid telah menabrak Bumi. Kesimpulan itu diperoleh dari atom yang terjebak di dalam kerangka molekuler karbon. Tetapi belum diketahui di mana letak tempat tabrakan komet atau asteroid dengan Bumi tersebut.

5 Teori Pembentukan Tata Surya oleh Ahli dan Gambar

Teori pembentukan (terbentuknya) tata surya menurut ahli beserta gambar. Kali ini, kami akan membagikan salah satu materi pelajaran geografi, yaitu tentang teori pembentukan tata surya menurut para ahli. Tata surya kita yang berpusat pada matahari sejatinya merupakan bagian dari galaksi, yaitu salah satu galaksi yang ada di jagat raya. Dengan mengetahui hal ini, kita seharusnya sadar tentang betapa kecilnya kita dihadapan Allah Swt.

Sebelum kita membahas lebih rinci lagi tentang teori pembentukan tata surya, sebaiknya kita perjelas dulu tentang pengertian tata surya. Tata Surya merupakan salah satu sistem bintang yang terdapat di galaksi Bimasakti. Sistem Tata Surya merupakan suatu keluarga yang terdiri atas matahari sebagai pusatnya, planet-planet, bulan, komet, meteor, dan anggota-anggota lain yang bergerak mengelilinginya. Dari sekian anggota Tata Surya tersebut hanya matahari yang dapat memancarkan cahaya sendiri, sedangkan anggota Tata Surya lainnya hanya memantulkan cahaya sendiri. Lantas, bagaimanakah sistem Tata Surya terbentuk?


Teori Pembentukan Tata Surya Menurut Ahli

Bagaimana Matahari, planet, dan satelit yang bekerja secara teratur dalam Tata Surya ini terjadi? Pertanyaan inilah yang menggelayuti pikiran manusia dan sampai sekarang pun belum diperoleh jawaban yang benar-benar memuaskan. Meskipun demikian, kita patut menghargai para ahli yang dengan tekun melakukan penelitian dengan pengamatan dan percobaan untuk mengungkap misteri pembentukan Tata Surya. Usaha para ahli dalam mengkaji sejarah pembentukan tata surya menghasilkan beberapa di antaranya yaitu : teori nebula, teori planetesimal, teori pasang, teori bintang kembar, dan teori big bang. Berikut ini adalah penjelasan teori-teori pembentukan (terbentuknya) Tata Surya.

a. Teori Pembentukan Tata Surya Pertama Teori Nebula
Teori ini mengatakan bahwa anggota keluarga Tata Surya pada awalnya berbentuk massa gas raksasa yang bercahaya dan berputar perlahan-lahan. Massa ini berangsur-angsur mendingin, mengecil, dan mendekati bentuk bola. Rotasi massa ini semakin lama semakin tinggi. Akibatnya, bagian tengah massa itu menggelembung. Akhirnya, lingkaran materi itu terlempar keluar. Lingkaran ini mendingin, mengecil, dan akhirnya menjadi planet. Planet ini tetap mengorbit mengelilingi inti massa. Lalu, lingkaran lain terlempar dan terlempar lagi dari pusat massa dan menjadi seluruh planet, termasuk Bumi. Akhirnya, semua planet terbentuk. Pusat massa menjadi matahari kita. Selanjutnya, planet-planet itu juga melemparkan massa keluar angkasa dan berubah menjadi satelit atau bulan.
Teori Pembentukan Tata Surya oleh Ahli

Siapakah Ahli Pencetus Teori Nebula?
Teori Nebula muncul pada abad XVIII. Teori pembentukan tata surya ini diawali dengan pendapat seorang filsuf Jerman bernama Immanuel Kant. Ia berpendapat bahwa Sistem Tata Surya terbentuk dari suatu nebula, yaitu kabut tipis yang sangat luas. Teori ini diperkuat oleh Marquis de Laplace (Piere Simon), seorang astronom Prancis. Ia mengajukan teori yang merupakan penjelasan pendapat Kant, meskipun Laplace sendiri tidak mengetahui sumbangan pemikiran Kant. Oleh sebab itu, teori Nebula ini dikenal pula dengan teori Kant-Laplace.

b. Teori Pembentukan Tata Surya Kedua Teori Planetesimal
Teori ini menyatakan bahwa suatu ketika sebuah bintang melintasi ruang angkasa dengan cepat dan berada dekat sekali dengan matahari. Daya tarik bintang ini sangat besar sehingga menyebabkan pasang di bagian gas panas matahari. Akibatnya, massa gas terlempar dari Matahari dan mulai mengorbit. Karena daya tarik matahari, massa gas itu tertahan dan bergerak mengelilingi Matahari. Ketika massa gas menjadi dingin, bentuknya berubah menjadi cairan kemudian memadat. Akhirnya, massa gas itu menjadi planet yang ada sekarang, termasuk Bumi kita.

Siapakah Ahli Pencetus Teori Planetesimal?
Sekitar tahun 1900, seorang astronom bernama Forest Ray Moulton dan seorang ahli geologi bernama T.C. Chamberlain dari Universitas Chicago mengemukakan teori pembentukan tata surya baru yang mereka namakan teori Planetesimal. Planetesimal adalah suatu benda padat kecil yang mengelilingi suatu inti yang bersifat gas.

Teori pembentukan tata surya ini agaknya didasarkan pada kenyataan bahwa beberapa bintang di langit tidak pernah berhenti bergerak. Suatu ketika bintang yang bergerak itu melintas sangat dekat dengan Matahari. Karena gaya gravitasi, terjadi gaya tarik-menarik antara Matahari dan bintang yang melintas tersebut sehingga terjadi pasang. Planet yang terbentuk akibat pasang ini boleh jadi ada yang mengikuti bintang yang lewat tersebut.

c. Teori Pembentukan Tata Surya Ketiga Teori Pasang
Teori ini juga didasarkan atas ide benturan. Teori ini mengatakan bahwa planet-planet terbentuk langsung oleh gas asli matahari yang tertarik oleh sebuah bintang yang melintas di dekatnya. Jadi, teori ini awalnya hampir sama dengan teori Planetesimal. Perbedaannya bahwa pada teori ini planet tidak terbentuk oleh planetesimal.

Menurut teori pembentukan tata surya ini, ketika bintang mendekat atau bahkan menyerempet Matahari, tarikan gravitasinya menyedot filamen gas yang berbentuk cerutu panjang. Filamen yang membesar di bagian tengahnya dan mengecil di kedua ujungnya, filamen inilah akhirnya yang membentuk sebuah planet.

Siapakah Ahli Pencetus Teori Pasang?
Pada tahun 1918, Sir James Jeans dan Sir Harold Jeffreys dari Inggris menyusun suatu teori pembentukan tata surya yang dinamakan teori Pasang. Teori ini juga didasarkan atas ide benturan. Berbeda dengan Moulton dan Chamberlain, kedua ilmuwan itu tidak percaya bahwa planet berasal dari sejumlah benda alam kecil-kecil atau planetesimal. Mereka berpendapat bahwa planet itu langsung terbentuk dari massa gas asli yang ditarik dari matahari oleh bintang yang lewat. Dalam bayangan Jeans dan Jeffreys, kelahiran Tata Surya merupakan peristiwa langka. Peristiwa itu terjadi ketika Matahari nyaris bersinggungan dengan sebuah bintang. Lidah Matahari yang berbentuk cerutu, merupakan penjelasan yang masuk akal mengapa ukuran planet berbeda-beda.
Teori Pembentukan Tata Surya oleh Ahli

d. Teori Pembentukan Tata Surya Keempat Teori Lyttleton  (Bintang Kembar)
Teori ini mengatakan bahwa Matahari mulanya berupa bintang kembar yang mengelilingi sebuah medan gravitasi. Sebuah bintang menabrak salah satu bintang kembar dan mungkin menghancurkannya. Bintang yang hancur itu berubah menjadi massa gas yang berputar-putar. Karena terus berputar, gas ini menjadi dingin dan terbentuklah planet. Adapun bintang yang bertahan, menjadi Matahari kita. Karena kekuatan gravitasinya, Matahari menahan planet yang terbentuk dan beredar menurut lintasannya sekarang. Jadi, jelaslah bahwa teori ini juga didasarkan atas ide benturan.

Siapakah Ahli Pencetus Teori Lyttleton?
Teori pembentukan tata surya ini dinamakan sesuai dengan nama pencetusnya, yaitu R.A. Lyttleton. Ia adalah seorang astronom. Teori ini merupakan modifikasi dari teori benturan yang telah ada sebelumnya. Dalam beberapa hal, teori pembentukan tata surya ini memberikan penjelasan yang lebih baik tentang asal Tata Surya berdasarkan teori benturan.

e. Teori Pembentukan Tata Surya Kelima : Awan Debu
Teori ini mengatakan, bahwa calon Tata Surya semula merupakan awan yang sangat luas. Awan yang terdiri atas debu dan gas kosmos itu diperkirakan berbentuk seperti sebuah piring. Ketidakteraturan dalam awan itu menyebabkan terjadinya perputaran. Debu dan gas yang berputar berkumpul menjadi satu. Sementara debu dan gas itu terus berputar, hilanglah awannya. Partikel-partikel debu yang keras saling berbenturan, melekat, dan kemudian menjadi planet. Berbagai gas yang terdapat di tengah awan berkembang menjadi matahari.
Teori Pembentukan Tata Surya oleh Ahli

Siapakah Ahli Pencetus Teori Awan Debu?
Teori pembentukan tata surya ini diperkenalkan oleh astronom Amerika Serikat Fred L. Whippel. Jika ditinjau dari prosesnya, teori ini seperti pengembangan dari teori Nebula. Teori yang sama dikemukakan oleh astronom Inggris yaitu Fred Hoyle dan astronom Swedia Hannes Alven. Menurut mereka pada mulanya Matahari berputar dengan cepat dengan piringan gas di sekelilingnya.

Berdasarkan penelitian sekarang Matahari berputar kira-kira satu kali dalam 27 hari. Perhitungan mutakhir menunjukkan bahwa Matahari primitif berputar lebih cepat yang memungkinkan terlemparnya bahan yang kemudian membentuk planet. Inilah bukti yang menguatkan teori ini.

6. Teori Pembentukan Tata Surya Keenam : Teori Big Bang
Arno Penzias dan Robert Wilson, astronom Amerika Serikat pada tahun 1965, menemukan sisa radiasi hasil ledakan raksasa. Radiasi latar kosmis, sebagai bukti bahwa alam semesta berasal dari ledakan raksasa, telah terbukti dan menjawab hipotesis asal-usul alam semesta. Semua persediaan unsur diciptakan dalam setengah jam pertama setelah terjadi ledakan. Oleh karena itu, tidak ada materi baru yang diciptakan.

Teori pembentukan tata surya ini disusun atas bukti-bukti bahwa ada gema ledakan masa lalu dan perubahan spektrum bintang ke arah merah. Berdasarkan bukti-bukti tersebut maka diduga bahwa seluruh alam semesta pada awalnya adalah sebuah atom primordial (yang paling pertama) yang dalam keadaan suhu dan tekanan sangat tinggi ketika terjadi ketidakseimbangan antara suhu dan tekanan meledak dengan suara dan energi yang luar biasa besarnya.
Teori Pembentukan Tata Surya oleh Ahli

Kesimpulan Teori Pembentukan Tata Surya

Teori-teori pembentukan tata surya di atas hanyalah sedikit dari banyak teori yang telah diajukan para ahli tentang terjadinya Bumi. Tidak satu pun di antara teori pembentukan tata surya tersebut yang dianggap benar-benar memuaskan dan dapat diterima secara luas oleh seluruh dunia. Masing-masing teori ini mempunyai kelebihan dan kelemahan. Namun demikian, kamu harus mengetahui bahwa teori-teori pembentukan tata surya tersebut dikemukakan berdasarkan penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang matang.

4 Macam Bentuk Galaksi dan Gambarnya di Jagat Raya

Macam-macam bentuk galaksi di dunia dan gambarnya. Apakah anda tahu, ada berapa jumlah bintang yang ada di jagat raya ini? Pertanyaan yang menginspirasi para astronom untuk menyelidikinya. Para ahli astronomi menyimpulkan bahwa galaksi yang terdapat di alam semesta ini berjumlah miliaran dengan masing-masing galaksi terdiri atas ratusan miliar bintang. Untuk dapat mengamati apalagi menghitungnya, tentu tidak dapat hanya melihat dengan menggunakan mata telanjang, perlu alat bantu yang disebut teleskop. (Bentuk-Bentuk Galaksi)

Jika kita membahas tentang jagat raya, khususnya bentuk-bentuk galaksi yang ada di jagat raya, mungkin pengetahuan kita tidak akan sanggup untuk mendiskripsikan. Mungkin karena jagat raya merupakan bukti kekuasaan Allah Swt. Walaupun ada banyak galaksi yang ada di alam semesta, namun secara umum kita dapat membagi galaksi menjadi bentuk-bentuk galaksi.

Namun, sebelum kita membahas tentang bentuk-bentuk galaksi, apakah anda sudah mengetahui tentang apa yang dimaksud dengan galaksi? Dan apa pula ciri-ciri dari suatu galaksi? jIka anda belum mengetahuinya, mari kita simak sedikit penjelasan tentang pengertian galaksi dan ciri-ciri galaksi. Baru setelah itu kita akan membahas tentang bentuk-bentuk galaksi.


Pengertian (Bentuk) Galaksi

Galaksi adalah suatu sistem bintang atau tatanan bintang-bintang. Galaksi tersusun secara menggerombol dan tiap-tiap anggota galaksi memiliki gaya tarik-menarik (gravitasi). Matahari bersama-sama planet yang mengitarinya terletak pada sebuah galaksi yang diberi nama galaksi Bimasakti. Jadi, nama galaksi yang kita diami selama ini bernama galaksi bimasakti.

Berdasarkan bentuk galaksi, galaksi Bimasakti masuk dalam kategori bentuk galaksi spiral dan berbentuk seperti cakram, garis tengahnya kira-kira 100.000 tahun cahaya. Istilah tahun cahaya menggambarkan jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam waktu satu tahun. Dengan kecepatan 300.000 km/detik, dalam waktu satu tahun cahaya akan ditempuh jarak sekitar 9,5 triliun kilometer. Jadi, satu tahun cahaya adalah 9,5 triliun km. Ini berarti garis tengah galaksi kita sekitar 100.000 × 9,5 triliun km atau 950 biliun km (950 diikuti dengan 15 buah nol di belakangnya). Luar biasa jauhnya, bukan? Untuk memudahkan perhitungan, maka digunakan satuan jarak yaitu tahun cahaya. Dengan satuan ini, tebal bagian pusat galaksi kita sekitar 10.000 tahun cahaya.

Lalu, di mana letak Matahari kita? Matahari terletak sekitar 30.000 tahun cahaya dari pusat Bimasakti. Matahari bukanlah bintang yang istimewa, tetapi hanyalah salah satu dari 200 miliar buah bintang anggota Bimasakti. Bintang-bintang anggota Bimasakti ini tersebar dengan jarak dari satu bintang ke bintang lain berkisar 4 sampai 10 tahun cahaya. Semakin ke arah pusat galaksi, jarak antarbintang semakin dekat atau dengan kata lain kerapatan galaksi ke arah pusat semakin besar.

Hanya itu sajakah bukti luasnya ruang jagat raya ini? Tidak! Jumlah keseluruhan galaksi yang dapat dipotret dengan teleskop berdiameter 500 cm di Gunung Palomar (Amerika Serikat), diperkirakan mencapai satu miliar buah galaksi. Jika menggunakan teleskop yang lebih besar, tentunya kita akan dapat melihat galaksi yang jauh lebih banyak lagi dan dengan jarak yang lebih jauh lagi dibandingkan dengan galaksi yang telah diketahui selama ini.

Ciri-Ciri (Bentuk) Galaksi

Setelah kita tahu tentang pengertian galaksi, maka selanjutnya kita akan mempelajari tentang ciri-ciri galaksi. Dengan mengetahui ciri-ciri galaksi, kita akan mengetahui bahwa tidak semua fenomena jagat raya dinamakan dengan galaksi. Berikut ini ciri-ciri galaksi :
1. Sistem galaksi berotasi
2. Jarak antar galaksi terdiri dari jutaan tahun cahaya
3. Sumber cahaya berasal dari dalam galaksi tersebut dan bukan merupakan cahaya pantulan
4. Memiliki bentuk-bentuk tertentu seperti elips, spiral dan tak beraturan

Bentuk-Bentuk Galaksi

Jika kamu keluar rumah pada malam hari yang cerah, kamu akan dapat menyaksikan ribuan bintang di langit menghias angkasa. Beberapa di antaranya terlihat jelas dengan kemilau sinarnya. Namun, di antara banyak bintang tersebut tampak bintang yang muncul dan tenggelam tertutup oleh gelapnya malam. Beberapa di antaranya lagi tampak menyerupai kabut sinar yang terlihat tidak begitu jelas letaknya antarbintang anggota galaksi. Kondisi ini dipengaruhi oleh bentuk galaksi. Bagaimana sebenarnya bentuk galaksi di alam semesta ini?
Macam Bentuk Galaksi dan Gambarnya di Jagat Raya

Menurut morfologinya, galaksi dibagi menjadi 4 bentuk galaksi, yaitu bentuk galaksi spiral, bentuk galaksi spiral berpalang, bentuk galaksi elips, dan bentuk galaksi tak beraturan. Pembagian bentuk galaksi tersebut berdasarkan bentuk atau penampakan galaksi-galaksi tersebut.

Jika kita mengambil volume ruang angkasa yang sama, kita akan menemukan lebih banyak bentuk galaksi elips daripada galaksi spiral. Hanya saja bentuk galaksi tipe ini banyak yang terlihat begitu redup, sehingga amat sulit untuk diamati. Untuk lebih jelasnya tentang bentuk-bentuk galaksi, berikut ini penjelasannya.

a. Bentuk Galaksi Tak Beraturan
Galaksi ini tidak memiliki bentuk khusus. Anggota dari galaksi tipe ini terdiri atas bintang-bintang tua dan muda. Contoh dari galaksi tipe ini adalah Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil, dua buah galaksi tetangga terdekat Bimasakti, yang hanya berjarak sekitar 180.000 tahun cahaya dari Bimasakti. Galaksi tak beraturan ini banyak mengandung materi antarbintang yang terdiri
atas gas dan debu-debu. Kira – kira ada 4% dari seluruh jumlah galaksi di jagat raya

b. Bentuk Galaksi Elips
Penampakan galaksi ini terlihat seperti elips. Galaksi yang termasuk dalam tipe elips ini mulai dari galaksi yang berbentuk bundar sampai galaksi yang berbentuk bola pepat. Struktur galaksi tipe ini tidak terlihat dengan jelas. Galaksi elips sangat sedikit mengandung materi antarbintang dan anggotanya adalah bintang bintang tua. Contoh galaksi tipe ini adalah galaksi M87, yaitu galaksi elips raksasa yang terdapat di Rasi Virgo.  Jumlahnya kira – kira 18% dari seluruh jumlah galaksi di jagat raya.

c. Bentuk Galaksi Spiral
Bagian-bagian utama galaksi spiral adalah halo, bidang galaksi (termasuk lengan spiral) dan bulge (bagian pusat galaksi yang menonjol). Anggota galaksi spiral terdiri atas bintang-bintang tua dan muda. Bintang-bintang tua terdapat pada kumpulan bintang bintang yang berjumlah ratusan dan berbentuk bola (gugus bola). Bintang-bintang muda terdapat di lengan spiral galaksi yang berada di bidang galaksi. Galaksi spiral berotasi dengan cepat sehingga membuat galaksi ini memipih dan membentuk bidang galaksi. Contoh dari galaksi tipe ini adalah galaksi Andromeda dan galaksi Bimasakti. Di galaksi Bimasakti inilah Bumi sebagai bagian dari sistem Tata Surya berada. Jumlah galaksi jenis ini kira – kira 60% dari seluruh galaksi di jagat raya.

d. Bentuk Galaksi Bentuk Galaksi Spiral Berpalang Atau Galaksi Berpalang
Galaksi jenis ini mempunyai lengan – lengan yang dari bagian ujung suatu pusat yang berbentuk memanjang. Jika kita amati lebih detail, bentuk galaksi spiral berpalang ini seolah membentuk huruf s. Jumlahnya kira – kira 18% dari seluruh galaksi di jagat raya.

10 Macam Gerakan Senam Lantai (Rol Depan, Rol Belakang, dll)

Macam-macam gerakan senam lantai dan cara melakukan gerakan senam lantai. Pada kesempatan kali ini kami akan membagikan materi penjaskes (pendidikan jasmani dan kesehatan) tentang senam lantai, lebih tepatnya tentang macam-macam gerakan senam lantai. Namun sebelum kita membahas lebih jauh lagi tentang senam lantai, apakah anda sudah memahami tentang apa itu senam lantai?

Jadi begini, senam lantai adalah salah satu cabang olahraga yang gerakannya membutuhkan kecepatan, kekuatan, dan keserasian fisik atlet. Ada banyak tujuan atau manfaat dari senam lantai, diantaranya yaitu sebagai sarana rekreasi, dan menyehatkan tubuh.

Macam-Macam Senam Lantai

Sebagai salah satu dari jenis senam, senam lantai dibagi menjadi beberapa macam. Beberapa jenis senam lantai yang ada antara lain : rol depan, rol belakang, lompat harimau, berdiri dengan kepala (headstand), berdiri atas tangan (handstand), meroda, round off, loncat kangkang, lompat jongkok, dan kayang.

Untuk lebih jelasnya lagi tentang macam-macam senam lantai, mari kita bahas satu persatu tentang macam-macam senam lantai.

1. Rol Belakang
Macam-macam senam lantai yang pertama yaitu rol belakang. Rol belakang atau guling ke belakang yaitu menggulingkan badan ke belakang, dimana posisi badan tetap harus membulat, yaitu kaki dilipat, lutut tetap melekat di dada, kepala ditundukan sampai dagu melekat di dada.

Cara melakukan senam lantai guling ke belakang antara lain :
a. Sikap permulaan dalam posisi jongkok,kedua tangan di depan dan kaki sedikit rapat
b. Kepala ditundukan kemudian kaki menolak ke belakang
c. Pada saat panggul mengenai matras,kedua tangan segera dilipat ke samping telinga dan telapak tangan menghadap ke bagian atas untuk siap menolak
d. Kaki segera diayunkan ke belakang melewati kepala,dengan dibantu oleh kedua tangan menolak kuat  dan kedua kaki dilipat sampai ujung kaki dapat mendarat di atas matras,ke sikap jongkok

2. Rol depan
Guling ke depan adalah jenis senam lantai yang diakukan dengancara berguling ke depan atas bagian belakang badan (tengkuk, punggung, pinggang, dan panggul bagian belakang). Latihan guling ke depan dapat dilakukan dengan dua cara,yaitu : guling ke depan dengan sikap awal jongkok dan guling ke depan dengan sikap awal berdiri.

 Cara melakukannya sebagai berikut:
a. Sikap permulaan jongkok, kedua tangan menumpu pada matras selebar bahu.
b. Kedua kaki diluruskan, siku tangan ditekuk, kepala dilipat sampai dagu menyentuh dada.
c. Mengguling ke depan dengan mendaratkan tengkuk terlebih dahulu dan kedua kaki di lipat rapat pada dada.
d. Kedua tangan melemaskan tumpuan dari matras, pegang mata kaki dan berusaha bangun.
e. Kembali berusaha bangun.

3. Berdiri dengan Kepala (Headstand)
Headstand adalah posisi keseimbangan yang memanfaatkan kekuatan kedua lengan dan kepala (otot leher) sebagai titik tumpunya. Posisi ini diawali dari posisi jongkok dan menempatkan ujung kepala dan kedua telapak tangan di lantai. Ketika titik tumpu (kepala dan kedua lengan) sudah siap, pelan-pelan titik berat badan dipindahkan ke titik tumpu dan secara perlahan mengangkat kedua kaki yang dibengkokkan ke atas, sehingga panggul dan kedua kaki berada di atas kepala. Kemudian, secara perlahan pula, luruskan kedua kaki hingga terbentuk posisi badan dan kaki lurus membentuk satu garis.

Berdiri dengan kepala adalah sikap tegak dengan bertumpu pada kepala dan ditopang oleh kedua tangan.
• Sikap permulaan membungkuk bertumpu pada dahi dan tangan. Dahi dan tangan membentuk segitiga sama sisi.
• Angkat tungkai ke atas satu per satu bersamaan. Untuk menjaga agar badan tidak mengguling ke depan, panggul ke depan, dan punggung membusur.
• Berakhir pada sikap badan tegak, dan tungkai rapat lurus ke atas.

4. Lompat Harimau
a. Sikap awal:
• berdiri tegak kemudian mengambil sikap siap berlari dengan kecepatan tertentu.
• jarak pengambilan awalan bisa bervariasi beberapa langkah atau banyak langkah tergantung ketinggian penanda yang ada.

b. Rangkaian loncat harimau dan berguling ke depan:
• Mengambil posisi berdiri tegak kemudian berlari cepat.
• Setelah mendekati penanda segera melakukan tolakan dengan menumpu pada kedua kaki.
• Badan terangkat keatas atau meloncat melewati penanda yang ada, setelah melewati penanda tangan bersiap-siap untuk menumpu pada matras diikuti tengkuk kemudian punggung yang menyentuh matras dilanjutkan dengan gerakan guling ke depan.

c. Sikap akhir
• Melakukan guling depan sampai 2 atau 3 kali,kemudian kembali ke posisi jongkok,
• Kedua kaki menapak sempurna, tangan lurus kedepan badan tidak terjatuh ke samping kanan atau ke samping kiri, kemudian berdiri tegak,kembali ke sikap.

5. Meroda
Sikap permulaan bagi yang baru belajar, berdiri menyampingi arah gerakan, kedua kaki dibuka lebar, kedua lengan lurus ke atas di samping kepala serong ke samping dan telapak tangan menghadap ke atas

Cara melakukan gerakan handstand yaitu:
• Awali dengan sikap siap melakukan dengan mengakat salah satu tangan
• Bertumpu tangan, mencoba melewatkan kedua kaki secara bergantian
• Seperti di atas, benda yang dilewati harus lebih tinggi.
• kemudian turunkan kaki satu persatu dengan kaki terbuka lebar
• dan akhir dengan sikap  sempuran dengan kedua tanggan di angakat.

6. Round Off
Bagi yang baru belajar, berdiri tegak, kedua kaki rapat, kedua lengan di samping badan.
Cara melakukan gerakan round off
• Ayunkan kedua lengan keatas sejajar bahu lurus kedepan serong ke atas.
• Sambil mengangkat dan melangkahkan kaki ke kiri ke depan, badan putar kesamping kiri.
• Bersamaan dengan meletakkan kedua telapak tangan pada matras sejajar bahu, lemparkan kaki kanan lurus ke atas, kemudian diikuti kaki kiri hingga pada posisi handstand.
• Lemparkan kedua kaki sejauh mungkin.
• Mendarat pada kedua kaki dan badan menghadap ke tempat semula.

7. Berdiri Atas Tangan (Handstand)
Hands stand adalah sikap tegak dengan bertumpu pada kedua tangan, kedua kaki rapat dan lurus ke atas .suatu hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan hands stand adalah harus di lakukan di atas landasan atau alas yang keras (misal lantai).karena akan memudahkan dalam bertumpu,jika dibandingkan melakukannya di atas alas yang lunak (misal kasur).
Macam Gerakan Senam Lantai (Rol Depan, Rol Belakang, dll)

Cara melakukan gerakan handstand yaitu:
• Berdiri tegak kaki diceraikan ke muka dan belakang.
• Bungkukkan badan, tangan menumpu selebar bahu, lengan lurus, pandangan agak ke depan, pantat diangkat setinggi-tinginya, tungkai ke depan bengkok, sedang tungkai belakang lurus.
• Ayunkan tungkai belakang ke atas diikuti tungkai yang lain.
• Kedua tungkai rapat clan lurus, membentuk satu garis dengan badan dan lengan.
• Pertahankan keseimbangan.

8. Lompat Jongkok
Teknik gerakannya sama dengan lompat kangkang menggunakan kuda-kuda, tetapi karena peti lompat lebih panjang maka memerlukan awalan yang lebih panjang dan tolakan yang lebih kuat lagi.
Cara melakukan lompat jongkok:
• Awalan lari cepat badan condong ke depan.
• Kedua kaki menolak pada papan tolak sekuat-kuatnya, badan condong ke depan dan kedua tangan diayun ke depan dengan sasaran tumpuan tangan pada ujung akhir bagian peti lompat.
• Saat melayang badan lurus kaki rapat, kemudian dengan tangan lurus menumpu pada peti lompat.
• Kedua tangan menolak kuat pada peti lompat dan dibuka selebar bahu, kemudian kedua kaki ditekuk di dekatkan pada dada dan masuk di antara kedua lengan.
• Luruskan badan dan kedua kaki rapat, sesaat sebelum mendarat, pandangan tetap ke depan.
• Mendarat lunak, pertahankan keseimbangan.

9. Kayang
Kayang adalah posisi kaki bertumpu dengan empat titik dalam keadaan terbalik dengan meregang dan mengangkat perut dan panggul. Nilai dari pada gerakan kayang yaitu dengan menempatkan kaki lebih tinggi memberikan tekanan pada bahu dan sedikit pada pinggang.
Manfaat dari gerakan kayang adalah untuk meningkatkan kelentukan bahu,bukan kelentukan pinggang.

Cara melakukan gerakan kayang sebagai berikut.
• Sikap permulaan berdiri, keduan tangan menumpu pada pinggul.
• Kedua kaki ditekuk, siku tangan ditekuk, kepala di lipat ke belakang.
• Kedua tangan diputar ke belakang sampai menyentuh matras sebagai tumpuan.
• Posisi badan melengkung bagai busur.

10. Loncat Kangkang
Loncat kangkang adalah gerakan melompati suatu alat dengan cara bertumpu pada alat tersebut. Dalam latihan gerakan ini dapat dapat dilakukan pada peti lompat atau pada teman yang membungkuk.

Cara melakukan loncat kangkang:
• Awalan lari cepat badan condong ke depan.
• Kedua kaki menolak pada papan tolak sekuat-kuatnya disertai ayunan dari belakang bawah ke depan. Badan lurus, tungkai dipisahkan.
• Saat tangan menyentuh pada bagian pangkal kuda-kuda segera menolak sekuat-kuatnya.
• Badan melayang di atas kuda-kuda sikap lurus, lengan direntangkan, tungkai lurus dipisahkan (dibuka lebar) pandangan ke depan.
• Mendarat dengan ujung kaki mengeper lengan direntangkan ke atas.

Pembagian 13 Zaman Sejarah Pembentukan Bumi

Sejarah pembentukan bumi berdasarkan zaman. Seperti yang kita katahui bahwa kita tinggal di suatu planet yang bernama bumi. Bumi adalah planet terindah yang ada di galaksi ini. Lantas, apakah anda mengetahui bagaimana sejarah pembentukan bumi hingga bisa jadi seindah ini? Bumi mempunyai sejarah pembentukan yang panjang. Butuh waktu berjuta-juta tahun agar bumi menjadi tempat yang dapat kita huni.

Sejarah pembentukan bumi berdasarkan zaman

Sejarah bumi diperkirakan mulai terbentuk 4,5 miliar tahun yang lalu. Sejak itu penampilan aslinya hampir tidak pernah berubah. bumi ini cocok untuk menciptakan dan mengembangbiakkan bentuk kehidupan sejak pertama kali terbentuk. Berdasarkan zamannya, setidaknya ada 13 zaman (masa) sejarah pembentukan bumi, mulai dari zaman arkeozoikum (4,5 – 2,5 milyar tahun lalu) hingga zaman kuarter(65 – 1,7 juta tahun lalu). Berikut ini penjelasan lebih rinci tentang zaman sejarah pembentukan bumi.

1. Zaman Arkeozoikum (4,5 – 2,5 milyar tahun lalu)
Masa Arkeozoikum (Arkean) adalah masa awal pembentukan batuan kerak bumi yang berkembang menjadi protokontinen. Batuan masa ini ditemukan di beberapa bagian dunia yang lazim disebut kraton/perisai benua.

Coba perhatikan, masa ini adalah masa pembentukan kerak bumi. Jadi kerak bumi terbentuk setelah pendinginan bagian tepi dari “balon bumi” (bakal calon bumi). Plate tectonic / Lempeng tektonik yang menyebabkan gempa itu terbentuk pada masa ini. Lingkungan hidup mas itu tentunya mirip dengan lingkungan disekitar mata-air panas.

Batuan tertua tercatat berumur kira-kira 3.800.000.000 tahun. Masa ini juga merupakan awal terbentuknya Indrosfer dan Atmosfer serta awal muncul kehidupan primitif di dalam samudera berupa mikro-organisma (bakteri dan ganggang). Fosil tertua yang telah ditemukan adalah fosil Stromatolit dan Cyanobacteria dengan umur kira-kira 3.500.000.000 tahun.

2. Zaman Proterozoikum (2,5 milyar – 290 juta tahun lalu)
Zaman sejarah pembentukan bumi yang kedua adalah Proterozoikum. Proterozoikum adalah masa kehidupan awal. Masa Proterozoikum merupakan awal terbentuknya hidrosfer dan atmosfer. Pada masa ini kehidupan mulai berkembang dari organisme bersel tunggal menjadi bersel banyak (enkaryotes dan prokaryotes). Enkaryotes ini akan menjadi tumbuhan dan prokaryotes nantinya akan menjadi binatang.

Menjelang akhir masa ini organisme lebih kompleks, jenis invertebrata bertubuh lunak seperti ubur-ubur, cacing dan koral mulai muncul di laut-laut dangkal, yang bukti-buktinya dijumpai sebagai fosil sejati pertama. Masa Arkeozoikum dan Proterozoikum bersama-sama dikenal sebagai masa Pra-Kambrium.

3. Zaman Kambrium (590-500 juta tahun lalu)
Kambrium berasal dari kata “Cambria” nama latin untuk daerah Wales di Inggeris sana, dimana batuan berumur kambrium pertama kali dipelajari. Banyak hewan invertebrata mulai muncul pada zaman Kambrium. Hampir seluruh kehidupan berada di lautan. Hewan zaman ini mempunyai kerangka luar dan cangkang sebagai pelindung. Fosil yang umum dijumpai dan penyebarannya luas adalah, Alga, Cacing, Sepon, Koral, Moluska, Ekinodermata, Brakiopoda dan Artropoda (Trilobit).

Sebuah daratan yang disebut Gondwana (sebelumnya pannotia) merupakan cikal bakal India, Australia, Antartika, Afrika, sebagian Asia dan Amerika Selatan. Adapun Amerika Utara, Eropa, dan Tanah Hijau masih berupa benua kecil yang terpisah.

4. Zaman Ordovisium (500 – 440 juta tahun lalu)
Zaman Ordovisium dicirikan oleh munculnya ikan tanpa rahang (hewan bertulang belakang paling tua) dan beberapa hewan bertulang belakang yang muncul pertama kali seperti Tetrakoral, Ekinoid (Landak Laut), Krinoid (Lili Laut), Graptolit, Asteroid (Bintang Laut), dan Bryozona.

Koral dan Alga berkembang membentuk karang, dimana trilobit dan Brakiopoda mencari mangsa. Graptolit dan Trilobit melimpah, sedangkan Ekinodermata dan Brakiopoda mulai menyebar. Meluapnya Samudra dari Zaman Es merupakan bagian peristiwa dari zaman ini. Gondwana dan benua-benua lainnya mulai menutup celah samudera yang berada di antaranya.

5. Zaman Silur (440 – 410 juta tahun lalu)
Zaman silur merupakan waktu peralihan kehidupan dari air ke darat. Tumbuhan darat mulai muncul pertama kalinya termasuk Pteridofita (tumbuhan paku). Sedangkan Kalajengking raksasa (Eurypterid) hidup berburu di dalam laut. Ikan berahang mulai muncul pada zaman ini dan banyak ikan mempunyai perisai tulang sebagai pelindung. Selama zaman Silur, deretan pegunungan mulai terbentuk melintasi Skandinavia, Skotlandia dan Pantai Amerika Utara

6. Zaman Devon (410-360 juta tahun lalu)
Zaman Devon merupakan zaman perkembangan besar-besaran jenis ikan dan tumbuhan darat. Ikan berahang dan ikan hiu semakin aktif sebagai pemangsa di dalam lautan. Serbuan ke daratan masih terus berlanjut selama zaman ini. Hewan Amfibi berkembang dan beranjak menuju daratan. Tumbuhan darat semakin umum dan muncul serangga untuk pertama kalinya. Samudera menyempit sementara, benua Gondwana menutupi Eropa, Amerika Utara dan Tanah Hijau (Green Land).

7. Zaman Karbon (360 – 290 juta tahun lalu)
Reptilia muncul pertama kalinya dan dapat meletakkan telurnya di luar air. Serangga raksasa muncul dan ampibi meningkat dalam jumlahnya. Pohon pertama muncul, jamur Klab, tumbuhan ferm dan paku ekor kuda tumbuh di rawa-rawa pembentuk batubara. Pada zaman ini benua-benua di muka bumi menyatu membentuk satu masa daratan yang disebut Pangea, mengalami perubahan lingkungan untuk berbagai bentuk kehidupan. Di belahan bumi utara, iklim tropis menghasilkan secara besar-besaran, rawa-rawa yang berisi dan sekarang tersimpan sebagai batubara.
Pembagian 13 Zaman Sejarah Pembentukan Bumi

8. Zaman Perm (290 -250 juta tahun lalu)
“Perm” adalah nama sebuah propinsi tua di dekat pegunungan Ural, Rusia.
Reptilia meningkat dan serangga modern muncul, begitu juga tumbuhan konifer dan Grikgo primitif. Hewan Ampibi menjadi kurang begitu berperan. Zaman perm diakhiri dengan kepunahan micsa dalam skala besar, Tribolit, banyak koral dan ikan menjadi punah.

Benua Pangea bergabung bersama dan bergerak sebagai satu massa daratan, Lapisan es menutup Amerika Selatan, Antartika, Australia dan Afrika, membendung air dan menurunkan muka air laut. Iklim yang kering dengan kondisi gurun pasir mulai terbentuk di bagian utara bumi.

9. Zaman Trias (250-210 juta tahun lalu)
Gastropoda dan Bivalvia meningkat jumlahnya, sementara amonit menjadi umum. Dinosaurus dan reptilia laut berukuran besar mulai muncul pertama kalinya selama zaman ini. Reptilia menyerupai mamalia pemakan daging yang disebut Cynodont mulai berkembang. Mamalia pertamapun mulai muncul saat ini. Dan ada banyak jenis reptilia yang hidup di air, termasuk penyu dan kura-kura. Tumbuhan sikada mirip palem berkembang dan Konifer menyebar. Benua Pangea bergerak ke utara dan gurun terbentuk. Lembaran es di bagian selatan mencair dan celah-celah mulai terbentuk di Pangea.

10. Zaman Jura (210-140 juta tahun lalu)
Pada zaman ini, Amonit dan Belemnit sangat umum. Reptilia meningkat jumlahnya. Dinosaurus menguasai daratan, Ichtiyosaurus berburu di dalam lautan dan Pterosaurus merajai angkasa. Banyak dinosaurus tumbuh dalam ukuran yang luar biasa. Burung sejati pertama (Archeopterya) berevolusi dan banyak jenis buaya berkembang. Tumbuhan Konifer menjadi umum, sementara Bennefit dan Sequola melimpah pada waktu ini.

Pangea terpecah dimana Amerika Utara memisahkan diri dari Afrika sedangkan Amerika Selatan melepaskan diri dari Antartika dan Australia. zaman ini merupakan zaman yang paling menarik anak-anak setelah difilmkannya Jurrasic Park.

11. Zaman Kapur (140-65 juta tahun lalu)
Banyak dinosaurus raksasa dan reptilia terbang hidup pada zaman ini. Mamalia berari-ari muncul pertama kalinya. Pada akhir zaman ini Dinosaurus, Ichtiyosaurus, Pterosaurus, Plesiosaurus, Amonit dan Belemnit punah. Mamalia dan tumbuhan berbunga mulai berkembang menjadi banyak bentuk yang berlainan. Iklim sedang mulai muncul. India terlepas jauh dari Afrika menuju Asia. zaman ini adalah zaman akhir dari kehidupan biantang-binatang raksasa.

12. Zaman Tersier (65 – 1,7 juta tahun lalu)
Pada zaman tersier terjadi perkembangan jenis kehidupan seperti munculnya primata dan burung tak bergigi berukuran besar yang menyerupai burung unta, sedangkan fauna laut sepert ikan, moluska dan echinodermata sangat mirip dengan fauna laut yang hidup sekarang. Tumbuhan berbunga pada zaman Tersier terus berevolusi menghasilkan banyak variasi tumbuhan, seperti semak belukar, tumbuhan merambat dan rumput. Pada zaman Tersier – Kuarter, pemunculan dan kepunahan hewan dan tumbuhan saling berganti seiring dengan perubahan cuaca secara global

13. Zaman Kuarter (1,7 juta tahun lalu – sekarang)
Zaman Kuarter terdiri dari kala Plistosen dan Kala Holosen. Kala Plistosen mulai sekitar 1,8 juta tahun yang lalu dan berakhir pada 10.000 tahun yang lalu. Kemudian diikuti oleh Kala Holosen yang berlangsung sampai sekarang.
Pada Kala Plistosen paling sedikit terjadi 5 kali jaman es (jaman glasial). Pada jaman glasial sebagian besar Eropa, Amerika utara dan Asia bagian utara ditutupi es, begitu pula Pegunungan Alpen, Pegunungan Cherpatia dan Pegunungan Himalaya Di antara 4 jaman es ini terdapat jaman Intra Glasial, dimana iklim bumi lebih hangat.

Manusia purba jawa (Homo erectus yang dulu disebut Pithecanthropus erectus) muncul pada Kala Plistosen. Manusia Modern yang mempunyai peradaban baru muncul pada Kala Holosen. Flora dan fauna yang hidup pada Kala Plistosen sangat mirip dengan flora dan fauna yang hidup sekarang.

4 Zaman Sejarah Pembentukan Bumi (Prakambrium, Paleozoikum, dll)

Zaman sejarah pembentukan bumi (prakambrium, paleozoikum, mesozoikum, dan kenozoikum). Seperti yang kita ketahui bahwa sebagian besar terjadinya bumi adalah bermula dari gumpalaan gas yang besar dari matahari. Gumpalan gas tersebut selalu dalam keadaan  berputar. Dikarenakan suatu hal, sebagian gumpalan itu terlepas, namun masih tetap berputar terus menerus mengelilingi gumpalan besar (Matahari). Gumpalan-gumpalan yang masih tetap berputar tersebut akan menjadi padat setelah mengalami proses pendinginan. Itulah yang disebut palanet-planet yang jumlahnya delapan yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus,dan Neptunus. Dari gumpalan yang terlepas tersebut, terlepas pula sebagian dari planet, namun juga tetap berputar dan mengelilingi gumpalan yang ditinggalkan, itulah yang dinamakan dengan Bulan. Sebagian besar planet mempunyai bulan, termasuk bumi. Bumi mempunyai satu buah bulan yang mengelilingi bumi secara  teratur dengan porosnya. Kejadian pembentukan planet tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama.

Berdasarkan sedikit uraian tentang sejarah pembentukan tata surya dia atas, dapat disimpulkan bahwa bumi yang sekarang ini baru terbentuk setelah berjuta-juta tahun yang lalu. Setelah planet bumi bertambah dingin, gas tersebut berubah menjadi cairan dan lama kelamaan bagian luarnya makin padat sehingga permukaan bumi dapat ditempati makhluk hidup.

Setelah pembentukan bumi terbentuk bersama-sama planet lainnya, bahan-bahan yang lebih berat menggumpal di dalam inti, sedangkan keraknya terdiri dari unsur magnesium dan silikon. Lebih ke dalam lagi terdapat lapisan yang banyak mengandung unsur persenyawaan logam sulfida. Yang paling dalam adalah inti yang mengandung besi dan nikel. Tebal dari masing-masing bagian dapat diketahui dengan menyelidiki jalannya gelombang gempa karena gelombang dibiaskan oleh lapisan tadi sesuai dengan kecepatan gelombang pada lapisan tersebut.

Zaman Sejarah Pembentukan Bumi

Beberapa ahli punya sudut pandang yang berbeda tentang sejarah pembentukan bumi. Untuk kali ini, kita akan membagi sejarah pembentukan bumi berdasarkan zamannya menjadi 4, yaitu Prakambrium, Paleozoikum, Mesozoikum, dan Kenozoikum.

1. Prakambrium
Zaman sejarah pembentukan bumi yang pertama adalah prakambrium. Usia zaman Prakambrium lebih tua dibandingkan zaman Kambrium, di mana lapisan-lapisannya terdapat di bawah lapisan-lapisan yang mengandung fosil. Jelasnya, lapisan batuan baru dikatakan pasti berumur Prakambrium jika tertutup lapisan yang berfosil Kambrium. Penampakan batuan Prakambrium sangat jarang sekali dijumpai di permukaan bumi, hanya di beberapa daerah dan terbatas pada tempat tertentu.

Diperkirakan batuan Prakambrium tampak di permukaan bumi karena batuan-batuan itu sejak terjadi tidak pernah tertutup oleh sedimen yang lebih muda dan sedimen-sedimen muda yang ada sudah habis terkikis oleh erosi. Umumnya daerah-daerah itu merupakan bagian pusat benua. Karena bentuknya agak melingkar dan permukaannya sedikit cembung maka inti-inti Prakambrium disebut perisai benua. Di sekitar bagian pusat yang berbentuk perisai itu, lapisan Prakambrium tertutup oleh lapisan lapisan yang lebih muda, makin jauh dari bagian pusat akan semakin tebal. Lapisan Prakambrium terdiri atas batuan-batuan berhablur, baik yang berasal dari pembekuan magma cair, maupun dari peleburan dan penghabluran kembali sedimen-sedimen dan batu-batuan lainnya, yang disebabkan oleh perubahan kimiawi dan fisis pada sedimen-sedimen dan batuan beku.

Batu-batuan pada zaman prakambriumsulit diselidiki untuk mengetahui proses manakah di antara ketiga proses tersebut yang sesungguhnya telah membentuk batuan tadi, dan diantaranya dapat ditemukan bentuk-bentuk peralihan. Oleh sebab itu, pelapisan seperti pada sedimen-sedimen tidak banyak diketahui. Seandainya terdapat perlapisan maka seringkali hal ini disebabkan juga oleh perubahan perubahan fisis dan kimiawi tertentu pada tekanan yang tinggi. Hubungan dalam ruang dari batuan sangat rumit dan sulit untuk diuraikan.

Pada masa sejarah pembentukan bumi zaman prakambrium dapat diketahui pula bahwa di beberapa daerah terdapat iklim yang panas dan lembap (lapisan yang berwarna merah dengan rekah kerut), sedangkan pada saat lain, iklimnya sangat dingin (endapan terbentuk oleh es darat atau gletser), namunsangat sulit untuk menentukan iklim dari lapisan-lapisan sedimen yang ada. Ketika itu, permukaan bumi yang ada di atas muka laut berupa gurun, (tidak disebabkan karena kekurangan air), tetapi karena pada waktu itu belum terdapat tumbuh-tumbuhan darat. Faktor lain yaitu adanya oksigen bebas dalam atmosfer, yang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan sekarang.

Setelah diadakan penelitian dan penyelidikan terhadap sisa-sisa batuan, diketahui bahwa pada masa Prakambrium tidak ditemukan bentuk-bentuk hidup dengan tekstur dan bentuk yang terang atau jelas. Tekstur adalah istilah yang dipakai untuk bentuk-bentuk dan arah-arah di dalam batuan, misalnya tekstur butir. Struktur adalah istilah yang lebih banyak dipakai untuk bentuk-bentuk yang terbangunkan oleh kumpulan batuan kubah. Di samping itu juga didapati jejak rayapan cacing atau binatang serupa itu. Dalam masa Prakambrium tidak ada jasad-jasad yang dapat membuat rangka yang keras sehingga pemfosilan tidak mungkin terjadi.

2. Paleozoikum
Zaman sejarah pembentukan bumi yang kedua yaitu zaman palezoikum. Pada zaman ini dibagi menjadi beberapa fase, yaitu : kambrium, silur, devon, karbon, dan perm.

a. Kambrium
zaman sejarah pembentukan bumi ini ditandai oleh adanya endapan-endapan yang mengandung jasad-jasad fosil yang telah mencapai tingkat perkembangan yang tinggi. Sebagian besar masih hidup terbatas pada air, contohnya archaecyata (binatang karang) dan binatang Trilobit Olenellus (udang-udangan yang berkulit keras).

b. Silur
Dibandingkan dengan zaman pembentukan bumi masa kambrium, penyebaran fauna lebih luas dibandingkan pada masa silur. Di antaranya yang terpenting adalah Vertebrata atau binatang bertulang punggung.

c. Devon
Zaman pembentukan bumi ini mempunyai ciri-ciri munculnya tumbuh-tumbuhan darat dan binatang bertulang punggung. Selain itu, di laut dijumpai perkembangan luas kelompok-kelompok binatang yang tidak bertulang punggung, seperti Amronit. Pada dasarnya Devon terbagi atas 3 macam, yaitu Devon bawah, Devon tengah, dan Devon atas.

d. Karbon
Zaman ini ditandai dengan timbulnya sejumlah besar karbon bebas di berbagai bagian dunia. Karbon atau Carbonium atau Arang ini amat berpengaruh pada keadaan cuaca/iklim. Pada zaman Karbon ini terjadi pembentukan pegunungan. Pada tempat di mana karbon diendapkan sebagai lapisan dasar laut, di sana dijumpai karang/koral dalam jumlah yang besar. Perkembangan tumbuhan (paku/pakis, kawat/sumbar batu) lebih nyata dibandingkan dengan binatang bertulang punggung. Perkembangan naptelia, amfibia yang muncul pada zaman Devon mengalami perkembangan pesat, demikian pula perkembangan serangga, lebah, dan lipan. Serangga pada zaman ini ialah pemakan daging/bangkai.

e. Perm
Ciri-ciri zaman pembenukan bumu perm yaitu letak lapisan yang diskor dan di atas karbon mengandung batu bara, juga adanya penyimpangan fauna laut dari 2 karbon fosil pada zaman Paleozoikum akhir. Lapisan perm mengandung minyak, koalium (bahan porselin), lempung keramik, besi, dan batu bara. Di Indonesia peninggalan perm ditemukan di Timor pada lembah sungai Noil. Sedangkan, di Sumatera berupa gamping dan koral disertai dengan batuan dari gunung berapi.

Berdasarkan uraian di atas, ada beberapa hal yang dapat disimpulkan dari pembentukan bumi zaman Paleozoikum dan Prakambrium, antara lain :
a. Pada zaman Azoikum bisa dikatakan belum ada kehidupan, mulai ada kehidupan pada zaman Protonozoikum.
c. Pada zaman Paleozoikum mulai ada tingkat kehidupan. Pada zaman itu, mulai timbul berbagai kehidupan, antara lain : tumbuhan daratan pertama, trolobita, ubur-ubur, ikan, di mana tingkat kehidupan masih sangat sederhana.
Zaman Sejarah Pembentukan Bumi Prakambrium, Paleozoikum

3. Mesozoikum
Zaman sejarah pembentukan bumi yang ketiga yaitu zaman Mesozoikum. Zman ini terdiri dari zaman kapur, jura, dan trias yang disebut tingkat kehidupan pertengahan. Zaman kapur berumur kurang lebih 90 juta tahun, jura 140 tahun, dan yang terakhir yaitu zaman trias yang berlangsung selama190 tahun. Keadaan iklim pada waktu itu adalah panas dan basah. Hal ini dapat diketahui dengan adanya pertumbuhan dan perkembangan flora dan fauna yang ada pada saat itu. Pada zaman ini mulai timbul dan berkembang tumbuh-tumbuhan berdaun lebar, amfibi, binatang melata,ikan, dan binatang menyusui pertama. Kehidupan flora dan fauna penyebarannya terbatas.

4. Kenozoikum/Neozoikum
Zaman sejarah pembentukan bumi yang terakhir yaitu masa kenozoikum atau Neozoikum. Zaman ini terdiri dari zaman tersier dan kwartir dan merupakan tingkat kehidupan baru.

a. Zaman Tersier
Zaman tersier terbagi menjadi zaman eosen, oligosen, dan pleiosen. Zaman eosen berumur 70 juta, oligosen 42 juta tahun, miosen 30 juta tahun, dan pleiosen 16 juta tahun. Tumbuh-tumbuhan berkembang biak dan meluas ke seluruh wilayah pada zaman ini. Selain itu tumbuh-tumbuhan berbunga mulai berkembang. Sedangkan binatang menyusui dan burung-burung mulai meluas pada zaman ini. Adapun kondisi iklim tidak jauh berbeda dengan zaman sekunder.
b. Zaman Kwartir
Zaman kwartir terdiri atas zaman pleistosen atau dilluvium dan zaman holosen atau alluvium yang berumur kurang lebih 3 juta tahun yang lalu. Diperkirakan manusia pertama kali muncul pada zaman ini.

60 Soal Pilihan Ganda Tentang Bola Basket dan Jawaban

Soal pilihan ganda tentang bola basket dan kunci jawaban.  Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan soal penjas tentang bola basket dan kunci jawaban. Sebenarnya kami sudah pernah membagikan soal tentang bola basket, hanya saja pada soal sebelumnya ada soal essay dan dapat digunakan untuk SMA/MA, jadi silahkan buka juga : Soal Pilgan dan Essay Bab Bola Basket dan Jawaban.

Sesuai dengan judulnya, dalam kumpulan soal penjas bab bola basket ini hanya ada satu jenis soal, yaitu soal pilihan ganda dengan jumlah soal 60. Tentu saja dalam soal tentang bola basket ini sudah dilengkapi dengan kunci jawaban dan pembahasan. Jadi pembaca dapat dengan tenang mengerjakan contoh soal bola basket ini.

Untuk materi yang kami gunakan dalam penyusunan soal bola basket ini antara  lain : sejarah bola basket, teknik permainan bola basket, peraturan bola basket, dan lapangan serta peralatan dalam bola basket. Materi tersebut dapat anda lihat pada mata pelajaran penjaskes SMP/MTs daan SMA/MA.

Namun perlu pembaca ketahui, bahwa meskipun dalam soal bola basket ini sudah ada kunci jawabannya, kami tetap berharap agar pembaca tetap teliti dalam mengerjakan soal. Siapa tahu ada kunci jawaban dan pembahasan soal bola basket ini ada yang salah. Selanjutnya, tanpa panjang lebar, berikut ini soal dan jawaban penjas bab bola basket.


Soal Pilihan Ganda Tentang Bola Basket

1. Permainan bola basket di temukan pertama kali pada tahun ...
a. 1898
b. 1981
c. 1945
d. 1891

2. Gerakan memantulkan bola ke lantai dinamakan ...
a. Jumping
b. Passing
c. Dribbling
d. Shootting

3. Jumlah pemain setiap team dalam permainan bola basket yaitu ...
a. 4
b. 5
c. 6
d. 7

4. Melempar bola dari jarak tertentu dengan tujuan memasukkannya ke dalam ring dinamakan ....
a. Shootting
b. Dribbling
c. Passing
d. Chest pass

5. Tujuan menggiring bola tinggi yaitu ...
a. Mengontrol bola di daerah lawan
b. Mengontrol bola di daerah sendiri
c. Mempercepat penyerangan
d. Memperlambat permainan

6. Tujuan utama permainan bola basket yaitu ...
a. Persahabatan
b. Bermain sesuai peraturan
c. Mencetak gol
d. Memasukkan bola ke keranjang sebanyak mungkin

7. Keberhasilan tim bola basket dalam pertandingan di tentukan oleh ….
a. Keberhasilan dalam menembak bola
b. Melakukan pola permainan yang baik
c. Teknik yang sempurna
d. Taktik yang juti

8. Teknik menembak yang dilakukan pemain dari luar daerah bersyarat lawan yaitu ...
a. Tembakan lay-up
b. Tembakan kaiton
c. Tembakan dari samping
d. Tembakan meloncat dengan 2 tangan

9. Teknik menembak yang didahului dengan melangkah dua langkah yaitu ...
a. Tembakan kaitan
b. Tembakan lay – up
c. Tembakan satu tangan di atas kepala
d. Tembakan meloncat dengan dua tangan

10. Operan depan dada (chest pass) sangat berguna untuk operan...
a. Penyerangan
b. Penjagaan
c. Jarak jauh
d. Jarak pendek

11. Gerakan pivot digunakan untuk …
a. Melindungi bola dari sergapan lawan
b. Melakukan pergerakan yang cepat
c. Menguasai kalannya permainan
d. Melakukan pertahanan dengan baik

12. Berputar ke segala arah dengan bertumpu pada salah satu kaki pada saat permain menguasai bola dinamakan ...
a. Pivot
b. Dribbling
c. Shooting
d. Lay-up

13. Bola yang tercipta dari lemparan bebas mendapatkan angka…
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4

14. Latihan menembak sambil melayang dinamakan ...
a. Oper head pass
b. Jump shoot
c. Shooting
d. Dribbling

15. Gol yang tercipta dari lemparan diluar daerah bersyarat lawanakan mendapatkan angka ….
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4

16. Pemain yang bertugas melakukan rebound dan biasanya mempunyai postur tubuh yang tinggi dan besar, yang dinamakan ….
a. Pull back
b. Forward
c. Guard
d. Center

17. Yang tidak termasuk dasar umum dalam pembuatan pola permainan bola basket yaitu ...
a. Ada seorang pemain menutupi daerah tembakan
b. Ada pemain pengaman serangan
c. Ada pemain pengatur serangan
d. Ada pemain penembak utama

18. Tugas pokok seorang pemain center dalam bola basket, kecuali …
a. Melakukan penyerangan ke ring lawan
b. Membendung tembakan lawa
c. Menyusup pertahanan lawan
d. Menjaga darah pertahanan

19. Jika wasit menyilangkan tangan didepan dada, artinya adalah ...
a. Pergantian pemain
b. Time out wasit
c. Time in
d. Time out permintaan regu

20. Permainan bola basket diciptakan oleh …
a. Dr. James A. Naismith
b. Dr. Luther
c. William G. Morgan
d. Dr. Gulick

21. Jika wasit mengangkat kedua tangannya ke atas dengan cara menggenggam artinya …
a. Kesalahan di sengaja
b. Kesalahan teknik
c. Tembakan hukuman
d. Kesalahan rangkap

22. Panjang dan lebar lapangan bola basket yaitu ...
a. 26 m dan 14 m
b. 16 m dan 26 m
c. 14 m dan 24 m
d. 24 m dan 14 m

23. Pencipta permainan bola basket meninggal tahun ...
a. 1939
b. 1936
c. 1935
d. 1937

24. Basket di perkenalkan di amerika mulai tahun ...
a. 1894
b. 1892
c. 1891
d. 1893

25. Teknik menggiring bola disebut juga ...
a. Dribbling
b. Blocking
c. Tendangan
d. Smashing

26. Teknik yang digunakan mengoper bola jarak jauh yaitu ….
a. Baseball pass
b. Side pass
c. Chest pass
d. Bound pass

27. Tujuan permainan bola basket yaitu ...
a. Memasukkan bola ke ring lawan sebanyak-banyaknya dan menjaga daerah sendiri
b. Menjaga daerah pertahanan
c. Memasukkan bola ke ring lawan
d. Menunjukkan teknik yang indah

28. Teknik yang digunakan mengoper bola jarak dekat yaitu ….
a. Jeveline pass
b. Side
c. Chest pass
d. Overhead pass

29. Pertandingan bola basket dapat dimainkan 2 x 20 menit atau ….
a. 4 x 12 menit
b. 4 x 10 menit
c. 4 x 8 menit
d. 4 x 15 menit

30. Komposisi dan registrasi pemain bola basket dalam satu tim terdiri dari …. orang.
a. 12
b. 9
c. 8
d. 10

31. Permainan bola basket di Indonesia dinaungi oleh organisasi …
a. PBSSI
b. PERSIS
c. IPSI
d. PERBASI

32. Pakaian yang biasanya digunakan oleh wasit bola basket yaitu ...
a. Kaos panjang hitam
b. Kaos abu-abu
c. Kaos putih
d. Kaos hitam

33. Pemain tengah dalam permainan bola basket dinamakan ....
a. Blocker
b. Forward
c. Center
d. Guard
Soal Pilihan Ganda Tentang Bola Basket dan Jawaban

34. Gerakan pivot berfungsi untuk …
a. Menembak kering dari jarak dekat
b. Merebut bola dari lawan
c. Melindungi bola dari rebutan lawan
d. Menembak kering dari jarak

35. Melakukan gerakan memantul-mantulkan bola kelantai dengan tujuan ...
a. Memantulkan bola dengan kuat agar musuh takut
b. Mendribbling bola ke ring lawan
c. Mengejar bola pada lawan kita
d. Menguasai bola agar tidak direbut oleh lawan

36. Apabila seorang pemain menembak dari daerah bersyarat, akan mendapatkan …
a. 4 angka
b. 2 angka
c. 1 angka
d. 3 angka

37. Skor yang didapat ketika bola yang masuk pada saat lemparan hukuman yaitu ...
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4

38. Saat dribble, dorong bola ke lantai dan berputar mengelilingi pemain bertahan dinamakan ...
a. Crosser dribble
b. Legs dribble
c. Back dribble
d. Spin dribble

39. Gerakan menambahkan shoot saat bola muntahan dinamakan ...
a. Dunk
b. Lay up
c. Rebound
d. Slam dunk

40. Persatuan basket internasional dinamakan ...
a. NBA
b. FIBA
c. IBL
d. LBA

41. Berat bola basket antara ...
a. 475 - 500 gram
b. 450 - 475 gram
c. 500 - 550 gram
d. 600 - 650 gram

42. Atlet legendaris basket bernama ...
a. Michael John Jordan
b. Michael Smith Jordan
c. Michael Jordan
d. Michael Alpha Jordan

43. Panjang jaring basket yaitu ...
a. 60 cm
b. 40 cm
c. 30 cm
d. 50 cm

44. Ring basket ada di …… papan pantul.
a. Bawah
b. Depan
c. Tengah
d. Samping

45. Gerakan bergelantung ketika memasukkan basket ke ring dinamakan ...
a. Dunk
b. Lay up shoot
c. Lay up
d. Slam dunk

46. Basket di perkenalkan di eropa pada tahun ...
a. 1920
b. 1918
c. 1917
d. 1919

47. Guru dari manakah pencipta permainan bola basket ?
a. YMCA
b. YMTA
c. YMBA
d. YMDA

48. Pelanggaran dalam basket dinamakan ...
a. Kekerasan
b. Pelanggaran
c. Fold
d. Hukuman

49. Menangkap bola dari operan dinamakan ...
a. Shootting
b. Catching
c. Dribbling
d. Passing

50. Jika wasit mengangkat kedua tangannya ke atas dengan cara menggenggam artinya  …
a. Kesalahan di sengaja
b. Kesalahan teknik
c. Tembakan hukuman
d. Kesalahan rangkap

51. Latihan berporos satu kaki dilakukan bertujuan untuk…
a. Memperagakan teknik bertahan
b. Menghindari serangan lawan
c. Melindungi bola dari sergapan lawan
d. Mendekatkan bola ke keranjang lawan

52. Teknik yang digunakan mengoper bola jarak jauh dinamakan ...
a. Jeveline pass
b. Overhead pass
c. Side pass
d. Bound pass

53. Teknik yang digunakan mengoper bola jarak dekat dinamakan ...
a. Side pass
b. Overhead pass
c. Chest pass
d. Jeveline pass

54. Tujuan menggiring bola rendah yaitu ...
a. Mengendalikan penyerangan
b. Memperlambat permainan
c. Mempercepat penyerangan
d. Menguasai bola lebih aman

55. Yang tidak termasuk kegunaan menggiring bola pada permainan bola basket yaitu ...
a. Mengendalikan permainan
b. Mengatur tempo permainan
c. Menerobos pertahanan lawan
d. Menguasai bola dalam permainan

56. Ada berapa macamkah tehnik shootting ?
a. 6
b. 5
c. 4
d. 3

57. Tugas pokok seorang pemain center ,kecuali ….
a. Melakukan penyerangan ke ring lawan
b. Membendung tembakan lawan
c. Menyusup pertahanan lawan
d. Menjaga darah pertahanan

58. JIka wasit menyilangkan tangan didepan dada, artinya …
a. Pergantian pemain
b. Time out wasit
c. Time in
d. Time out permintaan regu

59. Dasar umum dalam pembuatan pola permainan bola basket adalah,kecuali….
a. Ada seorang pemain menutupi daerah tembakan
b. Ada pemain pengaman serangan
c. Ada pemain pengatur serangan
d. Ada pemain penembak utama

60. Pakaian yang digunakan oleh wasit bola basket yiatu …
a. Kaos panjang hitam
b. Kaos abu-abu
c. Kaos putih
d. Kaos hitam


Jawaban Soal Pilihan Ganda Bab Bola Basket

1 D 11 A 21 C 31 D 41 D 51 C
2 C 12 A 22 A 32 B 42 C 52 A
3 B 13 A 23 A 33 C 43 B 53 C
4 A 14 B 24 B 34 C 44 C 54 D
5 D 15 C 25 A 35 D 45 D 55 B
6 D 16 B 26 A 36 B 46 B 56 D
7 A 17 B 27 A 37 A 47 A 57 D
8 C 18 D 28 C 38 D 48 C 58 B
9 B 19 B 29 B 39 C 49 B 59 B
10 D 20 A 30 A 40 B 50 C 60 B
Buka Juga : Soal Bola Basket SMA/MA dan Jawaban (Pilgan + Essay)

Soal dan jawaban tentang bola basket telah kami bagikan kepada pembaca. Semoga bermanfaat, jika tidak puas dengan soal di atas, silahkan buka soal mata pelajaran penjaskes.