4 Prinsip-Prinsip Geografi dan Contohnya Lengkap

Prinsip-prinsip geografi dan contohnya (distribusi, interelasi, deskripsi, dan Korologi). Masing-masing cabang ilmu pengetahuan mempunyai prinsip-prinsip yang berbeda-beda, termasuk prinsip ilmu geografi. Lantas, apa yang dimakssud dengan prinsip geografi? Apa saja macam-macam prinsip geografi, dan apa saja contoh dari prinsip geografi.

Ketiga pertanyaan mendasar tentang prinsip-prinsip geografi akan kita bahas pada artikel kali ini. Tentu saja pembahasan tentang prinsip ilmu geografi tersebut harus runtut alias satu persatu. Hal pertama yang akan kita bahas tentang prinsip geografi yaitu apa pengertian prinsip geografi.

Prinsip geografi merupakan dasar dasar pada uraian, pengkajian, dan pengungkapan gejala, variabel, faktor, dan masalah geografi. Pada waktu melakukan pendekatan terhadap objek yang kita pelajari, dasar atas prinsip ini harus selalu menjiwainya.


Prinsip-Prinsip Geografi Dan Contohnya

Prinsip yang digunakan ilmu geografi ada bermacam-macam sesuai dengan pendapat para ahli geografi. Ahli geografi yang akan kita kaji pendapatnya tentang prinsip geografi yaitu Nursid Sumaatmadja. Jadi, prinsip ilmu geografi menurut Nursid Sumaatmadja dibagi menjadi 4 bagian, yaitu prinsip penyebaran (distribusi), prinsip interelasi, prinsip deskripsi, dan prinsip korologi. Berikut ini penjelasan masing-masing prinsip geografi dan contohnya.

1. Prinsip Penyebaran (Distribusi) Geografi dan Contoh
Prinip geografi yang pertama yaitu prinsip penyebaran atau prinip distribusi. Prinsip penyebaran adalah suatu gejala yang tersebar tidak merata di permukaan bumi yang meliputi bentang alam, tumbuhan, hewan, dan manusia. Gejala dan fakta geografi, baik yang berkenaan dengan alamnya, maupun mengenai manusianya, tersebar di permukaan bumi. Penyebaran gejala dan fakta tadi, tidak merata dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Dengan memperhatikan dan menggambarkan penyebaran gejala dan fakta tadi dalam ruang, kita telah dibimbing untuk mengungkapkan persoalan yang berkenaan dengan gejala dan fakta tadi. Dengan melihat dan menggambarkan berbagai gejala pada peta, kita akan dapat mengungkapkan hubungannya satu sama lain. Yang selanjutnya juga akan dapat meramalkannya lebih lanjut.

Contoh dari prinsip distribusi (penyebaran) yaitu persebaran penduduk, persebaran curah hujan, persebaran flora fauna dan persebaran bentang alam di suatu daerah.

2. Prinsip Interelasi Geografi dan Contoh
Prinsip geografi yang kedua yaitu prinsip interelesi. Prinsip interelasi adalah suatu hubungan saling terkait dalam ruang, antara gejala yang satu dengan yang lain. Dasar kedua yang digunakan untuk menelaah dan mengkaji gejala dan fakta geografi, yaitu prinsip interelasi. Prinsip interelasi ini secara lengkap adalah interelasi dalam ruang.

Setelah kita melihat gejala dan fakta geografi itu penyebarannya dalam ruang atau di wilayah-wilayah tertentu, kita akan mengungkapkan pula hubungan , antara faktor manusia dengan faktor manusia, antara faktor fisis dengan faktor fisisdan antara faktor fisis dengan faktor manusia. Dari antar hubungan tersebut, kita dapat mengungkapkan karakteristik gejala atau fakta geografi wilayah tertentu.

Contoh prinsip interelasi geografi antara lain :
a. faktor sosial dan faktor sosial : hubungan antara tingkat kesejahteraan masyarakat dengan kepadatan penduduk,
b. faktor fisik dan fisik : hubungan antara peningkatan curah hujan dengan dampak laninnya
c. objek fisik dan sosial : hubungan antara kesuburan tanah suatu wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk

3. Prinsip Deskripsi Geografi dan Contoh
Prinsip geografi yang ketiga yaitu prinsip deskripsi. Prinsip deskripsi, yaitu penjelasan lebih jauh mengenai gejala-gejala yang diselidiki/dipelajari. Deskripsi, selain disajikan dengan tulisan atau kata-kata, dapat juga dilengkapi dengan diagram, grafik, tabel, gambar, dan peta.

Pada interelasi gejala satu dengan gejala yang lain atau antara faktor yang satu dengan faktor yang lain, selanjutnya dapat dijelaskan sebab akibat dari interelasi tadi. Penjelasan atau deskripsi, merupakan suatu prinsip pada geografi dan studi geografi untuk memberikan gambaran lebih jauh tentang gejala dan masalah yang kita pelajari.

Contoh penerapan prinsip deskripsi dalam geografi yaitu pembuatan diagram dan data angka buta huruf di sebuah negara, pembuatan peta persebaran penduduk di Indonesia. Dalam peta tersebut, dijelaskan mengenai kondisi suatu hal.

4. Prinsip Korologi (Penggabungan) Geografi dan Contoh
Prinsip geografi yang terakhir yaitu prinsip korologi. Prinsip korologi, yaitu gejala, fakta ataupun masalah geografi di suatu tempat yang ditinjau pesebarannya, interelasinya, interaksinya, dan integrasinya dalam ruang tertentu, sebab ruang itu akan memberikan karakteristik kepada kesatuan gejala tersebut. Prinsip korologi adalah prinsip geografi yang komprehensif karena memadukan berbagai prinsip geografi lainnya. Prinsip geografi korologi adalah bagian dari geografi modern.
Prinsip-Prinsip Geografi dan Contohnya

Pada prinsip korologi geografi, fakta, gejala, dan permasalah geografi ditinjau penyebarannya, interelasinya, dan interaksinya dalam ruang. Baik penyebaran maupun interelasinya dan interaksinya dalam hubungan terdapatnya pada ruang tertentu. Faktor, sebab, dan akibat terjadinya suatu gejala dan masalah, selalu terjadi dan tidak dapat dilepaskan dari ruang yang bersangkutan. Ruang ini memberikan karakteristik kepada kesatuan gejala, kesatuan fungsi, dan kesatuan bentuk karena ruang itu juga merupakan kesatuan.

Contoh kajian prinsip korologi geografi yaitu bidang pertanian yang selalu diperhatikan penyebarannya dalam ruang, interelasinya dengan komponen-komponen atau faktor-faktor yang menunjang pertanian, dan interaksi pertanian itu dengan kehidupan pada ruang yang bersangkutan. Dengan demikian, kita akan mengungkapkan karakteristik pertanian tersebut.

Unsur-Unsur Pokok geografi

Selain prinsip-prinsip geografi, ada materi lain yang harus kita ketahui tentang ilmu geografi, yaitu unsur-unsur pokok geografi. Dalam geografi terdapat dua unsur pokok, yaitu keadaan alam dan keadaan manusia.

1. Keadaan Alam (Realm of Nature)
Keadaan alam tidak dinamis dan tidak mengalami perubahan secara cepat bila dibandingkan dengan keadaan manusia. Keadaan alam meliputi lingkungan alam dan bentang alam. Pada lingkungan alam tercakup unsur-unsur:
a. kekuatan, seperti gravitasi, revolusi bumi, rotasi bumi, dan perubahan cuaca;
b. unsur-unsur fisik, topologi, dan biotik. Unsur fisik meliputi iklim, air, dan tanah. Unsur topologi meliputi luas, letak, dan bentuk. Unsur biotik meliputi organisme, fauna, flora, dan manusia.
c. proses-proses, seperti proses erosi, sirkulasi air, sedimentasi, dan gejala-gejala vulkanisme;

2. Keadaan Manusia (Human Realm)
Keadaan manusia mengalami perubahan yang lebih cepat, dinamik dan kreatif. Keadaan manusia yang dimaksud terdiri dari bentang alam, budi daya, lingkungan sosial, dan masyarakat. Lingkungan sosial terdiri dari faktor-faktor hukum, tradisi, kebiasaan, dan kepercayaan.

Sedangkan bentang alam budi daya berupa danau buatan, hutan buatan, persawahan dan perkebunan,. Lingkungan geografi sangat berpengaruh terhadap perilaku, kebudayaan penduduk, pemusatan penduduk, penyebaran penduduk, dan hubungannya dengan keadaan alam sekitarnya.

4 Pendekatan Geografi Menurut Nursid Sumaatmadja & Contoh

Pendekatan ilmu  geografi menurut Nursid Sumaatmadja dan contohnya. Seperti yang kita ketahui bahwa ilmu geografi adalah cabang ilmu yang sangat luas. Hal ini karena ilmu geografi masih berhubungan dengan ilmu lain, jadi pada dasarnya ilmu geografi tidak dikelompokkan sebagai ilmu sosial atau eksak, karena geografi ada di dalamnya. Yang jelas, ruang lingkup geografi yaitu segala sesuatu yang ada dalam geosfer.

Berdasarkan hal tersebut, dibutuhkan pendekatan dalam mempelajari ilmu geografi yang disebut sebagai pendekatan geografi. Dalam pendekatan geografi, akan diketahui bahwa dalam geografi tidak hanya dupelajari aspek keruangan saja, melainkan aspek-aspek yang lain.


Pendekatan Geografi Menurut Nursid Sumaatmaja

Ada banyak ahli yang memberikan pendapat tentang pendekatan ilmu geografi. Nah salah satu ahli geografi yang akan kita ambil pendapatnya terkait pendekatan geografi yaitu Nursid Sumaatmaja. Pendekatan geografi menurut Nursid Sumaatmadja terbagi menjadi menjadi 4, yaitu pendekatan keruangan, ekologi, historis, dan pendekatan sistem. Untuk lebih mendalami tentang pendekatan geografi menurut Nursid Sumaatmadja, berikut ini penjelasannya satu persatu.

1. Pendekatan Geografi 1 : Pendekatan Keruangan (Spatial Approach)

Pendekatan geografi menurut Nursid Sumaatmadja yang pertama yaitu pendekatan keruangan. Pendekatan keruangan merupakan metode pendekatan yang khas dalam geografi. Pada pelaksanaan pendekatan keruangan ini harus tetap berdasarkan prinsip-prinsip yang berlaku. Prinsip-prinsip tersebut antara lain: prinsip penyebaran, interelasi, dan deskripsi, sedangkan yang termasuk pendekatan keruangan, yaitu pendekatan topik, pendekatan aktivitas manusia, dan pendekatan regional. Secara teoretis pendekatan itu dapat dipisahkan satu sama lain, akan tetapi pada kenyataan praktisnya, berhubungan satu sama lain.

a. Pendekatan Topik
Dalam mempelajari suatu masalah geografi di wilayah tertentu, kita dapat mengadakan pendekatan dari topik tertentu yang menjadi perhatian utama. Misalnya di daerah tertentu, topik yang menjadi perhatian utama adalah kelaparan maka kelaparan inilah yang menjadi sorotan utama dalam pendekatan topik.

Yang menjadi pegangan pokok dalam melakukan pendekatan topik ini, yaitu tidak boleh dilepaskan hubungannya dengan ruang yang menjadi wadah gejala atau topik yang kita dekati. Faktor-faktor geografi seperti manusianya dan keadaan fisisnya tidak boleh diabaikan. Dengan landasan keruangan ini, kita akan dapat mengungkapkan karakteristik kelaparan di daerah yang bersangkutan kalau dibandingkan dengan gejala atau kelaparan di wilayah yang lainnya. Kelaparan di daerah tersebut diungkapkan jenis-jenisnya, sebab-sebabnya, penyebarannya, intensitasnya, dan interelasinya dengan gejala yang lain dan dengan masalah secara keseluruhan

b. Pendekatan Aktivitas Manusia (Human Activities)
Aktivitas penduduk ini dapat ditinjau dari penyebarannya, interelasinya, dan deskripsinya dengan gejala-gejala lain yang berkenaan dengan aktivitas tadi. Ditinjau dari penyebarannya, kita akan dapat membedakan jenis aktivitas tadi sehubungan dengan mata pencarian penduduk. Apakah aktivitas itu berlangsung di daerah pegunungan, apakah di dataran rendah, apakah dekat dengan sungai, apakah dari sungai, apakah di pantai, dan seterusnya.

Dari kegiatan penyebaran penduduk tadi, kita dapat mengungkapkan interelasinya dengan keadaan kesuburan tanah, dengan hidrografi, dengan keadaan komunikasi-transportasi, dengan keadaan tinggi-rendah permukaan, dan dengan faktor-faktor geografi lainnya. Oleh karena itu, kita dapat membuat suatu deskripsi tentang aktivitas penduduk tadi berdasarkan interelasi keruangan dengan gejala-gejala lain dan dengan berbagai masalah sebagai sistem keruangannya.

Pendekatan Geografi 2 : Pendekatan Ekologi (Ecological Approach)

Pendekatan geografi menurut Nursid Sumaatmadja yang selanjutnya yaitu pendekatan ekologi. Geografi dan ekologi adalah dua bidang ilmu yang berbeda satu sama lain. Geografi berkenaan dengan interelasi kehidupan manusia dengan faktor fisisnya yang membentuk sistem keruangan yang menghubungkan suatu region dengan region lainnya. Sedangkan ekologi, khususnya ekologi manusia berkenaan dengan interelasi antara manusia dengan lingkungannya yang membentuk suatu sistem ekologi atau ekosistem.

Prinsip dan konsep yang berlaku kedua bidang ilmu tersebut, berbeda satu sama lain. Karena ada kesamaan pada objek yang digarapnya, kedua ilmu tersebut pada pelaksanaan kerjanya dapat saling menunjang dan saling membantu. Pendekatan ekologiadalah suatu metodologi untuk mendekati, menelaah, dan menganalisis suatu gejala atau masalah dengan menerapkan konsep dan prinsip ekologi. Dalam hal ini, metodologi pendekatan, penganalisisan, dan penelaahan gejala dan masalah geografi.

Pandangan dan penelaahan ekologi diarahkan kepada hubungan antara manusia sebagai makhluk hidup dengan lingkungan alam. Pandangan dan penelaahan ini dikenal sebagai pendekatan ekologi, yang dapat mengungkapkan masalah hubungan penyebaran dan aktivitas manusia dengan lingkungan alamnya. Pada pendekatan ekologi suatu daerah pemukiman, daerah pemukiman tersebut ditinjau sebagai suatu bentuk ekosistem hasil interaksi penyebaran dan aktivitas manusia dengan lingkungan alamnya. Demikian pula jika kita mengkaji daerah pertanian, daerah perindustrian, daerah perkotaan, dan lain-lain.

Geografi dapat dikatakan juga sebagai ilmu tentang ekologi manusia yang bermaksud menjelaskan hubungan antara lingkungan alam dengan penyebaran dan aktivitas manusia. Pokok dari geografi adalah berkenaan dengan studi tentang ekologi manusia pada area/daerah yang khusus. Pengertian geografi pada konteks ini bukan merupakan pengertian geografi secara keseluruhan, melainkan kepada geografi regional. Meninjau region sebagai suatu bentuk ekosistem hasil hubungan dan penyesuaian penyebaran aktivitas manusia dengan lingkungannya pada area atau daerah tertentu. Interelasi manusia dengan alam lingkungan di sekitarnya dikaji berdasarkan konsep dan prinsip ekologi.

Pendekatan Geografi 3 : Pendekatan Historis (Pendekatan Kronologi)
Pendekatan geografi menurut Nursid Sumaatmadja yang selanjutnya yaitu pendekatan historit. Menurut Preston E. James, sejarah dan geografi merupakan ilmu yang dwitunggal. Tempat dan waktu menyajikan kerangka kerja yang di dalamnya dapat dijelaskan pranata manusia dan proses perubahan kebudayaan yang dapat ditelusuri.

Hartshorne mengemukakan pentingnya dimensi sejarah pada geografi. Jika dimensi tempat menjelaskan interelasi keruangannya maka dimensi sejarah dapat menjelaskan dimensi waktunya dan dapat menjelaskan pertumbuhan dan perkembangannya.
Pendekatan Geografi Menurut Nursid Sumaatmadja Contoh

Pada studi geografi, metodologi dengan menggunakan dimensi urutan waktu atau dimensi sejarah, dikenal sebagai pendekatan historis atau pendekatan kronologi. Dengan menerapkan pendekatan historis suatu gejala atau suatu masalah pada ruang tertentu, kita dapat mengkaji perkembangannya dan dapat pula melakukan prediksi proses gejala atau masalah tadi pada masa-masa yang akan datang. Melalui pendekatan historis ini, kita dapat melakukan pengkajian dinamika dan perkembangan suatu gejala geografi di daerah atau di wilayah tertentu.

Meneliti, menganalisis, dan mengadakan interpretasi peta suatu wilayah dengan menggunakan pendekatan historis, artinya dengan menggunakan peta perkembangan daerah berdasarkan urutan waktunya, kita akan dapat melihat kecenderungan ke arah mana kota itu tumbuh berkembang beserta apa penunjangnya.

Pendekatan Geografi 4 : Pendekatan Sistem (System Approach)
Pendekatan geografi menurut Nursid Sumaatmadja yang terakhir yaitu pendekatan sistem. Sistem itu memiliki pengertian konotatif yang luas. Konsep sistem ini dapat diterapkan kepada rangkaian gejala, dapat diterapkan kepada alat atau pesawat elektronik, dapat diterapkan kepada susunan jasmaniah manusia. Kriteria utama dari suatu sistem bahwa komponen atau subsistem yang membentuk sistem tersebut, harus membentuk suatu rangkaian atau kesatuan yang tidak terpisah-pisahkan. Pada suatu sistem, rangkaian komponen itu nilainya lebih tinggi daripada komponen yang terpisah-pisah.

Pendekatan sistem merupakan metode berpikir sintetik yang diterapkan pada masalah yang merupakan suatu sistem, sedangkan yang dimaksud dengan mode berpikir sintetik, yaitu mode berpikir yang didasarkan atas doktrin ekspansionisme. Doktrin ekspansionisme adalah cara meninjau suatu benda atau suatu hal sebagai bagian dari keseluruhan yang besar. Gejala yang berkaitan dengan gejala yang menjadi sorotan utama tadi dapat ditetapkan sebagai subsistem dari gejala-gejala utamanya.

Pendekatan dan penelaahan gejala geografi utama dengan subsistemnya, ditinjau sebagai satu kebulatan yang tidak terpisahkan satu sama lain. Sebagai ilustrasi misalnya kita menelaah suatu jenis pertanian yang kita tetapkan sebagai satu sistem. Jika pertanian kita tetapkan sebagai satu sistem, gejala-gejala yang berhubungan dengan pertanian tadi, kita tetapkan sebagai subsistemnya. Contoh, tanah dengan kesuburannya, keadaan hidrografi dengan distribusi dan fluktuasi airnya, cuaca dengan segala unsur dan perubahannya, manusia dengan segala aktivitasnya, teknologi dengan segala perlengkapannya, dan lain-lain. Pendekatan sistem seperti di atas, dapat ditetapkan pada sistem keruangan industri, pemukiman, perkotaan, pelabuhan, jaringan komunikasi transportasi, dan lain-lainnya.

Demikian materi tentang pendekatan geografi menurut Nursid Sumaatmadja yang terbagi menjadi menjadi 4, yaitu pendekatan keruangan, ekologi, historis, dan pendekatan sistem

35 Soal tentang antroposfer dan jawabannya (Pilihan Ganda, Essay)

Soal pilihan ganda dan soal essay tentang antroposfer dan jawabannya. Pada kesempatan kali ini kami akan membagikan soal geografi tentang antroposfer dan jawabannya. Namun, sebelum kita mempelajari lebih jauh lagi tentang antroposfer, mari kita belajar sedikit tentang antroposfer.

Materi antroposfer biasanya dipelajari pada mata pelajaran IPS Geografi baik SMP/MTs dan SMA/MA. Antroposfer merupakan sebutan bagi lingkungan bagian permukaan bumi yang dihuni oleh manusia. contoh antroposfer yang dapat kita jumpai yaitu wilayah perkotaan, pedesaan, lokasi pemukiman dan lainnya. Secara bahasa, antroposfer berasal dari bahasa latin, yaitu antropos = mausia, dan spaira = lingkungan. Dengan demikian, antroposfer adalah bagian dari geosfer yang merupakan tempat hidup manusia.

Soal tentang Antroposfer dan Kunci Jawaban

Dalam latihan contoh soal tentang antroposfer, ada dua jenis soal yang kami sediakan untuk para pembaca, yaitu soal pilihan ganda dan soal essay. Soal pilihan ganda tentang antroposfer terdiri dari 25 soal, sedangkan soal essay ada 10 soal. Baik soal pilihan ganda dan soal essay, sudah ada kunci jawaban pada akhir artikel. Buka Juga : 50 Soal Pilihan Ganda Bab Kependudukan dan Kunci Jawaban

Meskipun dalam soal bab antroposfer sudah ada kunci jawaban, kami tetap mengharapkan agar pembaca tetap teliti selama menegrjakan soal antroposfer. Siapa tahu ada kunci jawaban dan pembahasan soal antroposfer ini ada yang salah. Selanjutnya, tanpa panjang lebar, berikut ini soal dan jawaban tentang antroposfer.

Soal Pilihan Ganda Antroposfer

1. Di bawah ini yang termasuk faktor pronalitas yaitu ….
a. Kawin usia muda
b. Progam KB
c. Pembatasan umur menikah
d. Progam transmigrasi

2. Berikut ini ini yang termasuk kelompok umur produktif yaitu …
a. 15-60 tahun
b. 14-50 tahun
c. 0-14 tahun
d. 15-64 tahun

3. Penduduk yang ada di suatu desa dapat digolongkan berdasarkan umur dan jenis kelamin merupakan jenis penggolongan berdasarkan pada aspek ...
a. geografis
b. sosial
c. biologis
d. ekonomis

4. Sebuat penduduk dapat digolongkan berdasarkan jenis pekerjaan dan tingkat pendapatan merupakan jenis penggolongan berdasarkan pada aspek ...
a. geografis
b. sosial
c. biologis
d. ekonomis

5. Penduduk dapat digolongkan berdasarkan pada tingkat pendidikan dan status perkawinan berdasarkan pada aspek ...
a. geografis
b. sosial
c. biologis
d. ekonomis

6. Struktur piramida penduduk untuk distribusi umur yaitu ...
a. Horizontal kanan
b. Sumbu horizontal
c. Sumbu vertical
d. Horisontal kiri

7. Struktur piramida penduduk yang menyatakan jumlah penduduk yaitu ...
a. Horizontal kanan
b. Sumbu horizontal
c. Sumbu vertical
d. Horisontal kiri

8. Penduduk yang digolongkan berdasarkan pada lokasi dan tempat tinggal merupakan penggolongan yang mendasarkan pada aspek ...
a. geografis
b. sosial
c. biologis
d. ekonomis

9. Struktur piramida penduduk untuk jenis kelamin pria yaitu ...
a. Horizontal kanan
b. Sumbu horizontal
c. Sumbu vertical
d. Horisontal kiri

10. Komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin dan umur dapat dipergunakan untuk mengetahui….
a. Pertumbuhan penduduk
b. Angka kematian
c. Angka ketergantungan
d. Angka imigrasi

11. Teori Kapilaritas sosial diplopori oleh ….
a. Emile Durkheim
b. John Stuart Mill
c. Thomas Robert Malthus
d. Arsene Dumont

12. Struktur piramida penduduk untuk jenis kelamin wanita yaitu ...
a. Horizontal kanan
b. Sumbu horizontal
c. Sumbu vertical
d. Horisontal kiri

13. Faktor pendorong terjadinya migrasi yang utama yaitu ….
a. Ekonomi
b. Keamanan
c. Pendidikan
d. Kesehatan

14. Di bawah ini yang merupakan fakor pendorong seseorang pindah dari tempat asalnya yaitu ….
a. Adanya fasilitas di kota besar
b. Makin berkurangnya sumber-sumber alam
c. Adanya kesempatan untuk memasuki lapangan pekerjaan yang lebih cocok
d. Kesempatan mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi

15. Di bawah ini yang termasuk factor promortalitas yaitu ….
a. Terjadinya peperangan
b. Ajaran agama yang melarang bunuh diri
c. Fasilitas kesehatan yang memadai
d. Tingkat kesehatan masyarakat yang tinggi

16. Jenis penangguran yang terjadi karena adanya perubahan struktur perekonomian suatu negara dinamakan pangangguran….
a. Tertutup
b. Friksional
c. Struktural
d. Terbuka
Soal tentang antroposfer dan jawabannya (Pilihan Ganda, Essay)

17. Komposisi penduduk adalah ….
a. Pengelompokan penduduk berdasarkan criteria tertentu
b. Perpindahan penduduk berdasarkan criteria tertentu
c. Penyebaran penduduk berdasarkan kriteria tertentu
d. Percampuran penduduk

18. Komposisi pendudukan berdasarkan mata pencaharian atau pekerjaan dapat digunakan untuk mengetahui ….
a. Gambaran suasana ekonomi
b. Angka kematian
c. Jumlah penduduk
d. Emigarsi dan imigrasi

19. Salah satu obyek material dari kajian geografi yang membahas mengenai dinamika manusia yang meliputi kelahiran, kematian, dan migrasi adalah
a. Atmosfer
b. Litosfer
c. Antroposfer
d. Biosfer

20. Di bawah ini yang termasuk faktor pronalitas yaitu….
a. Anak merupakan penghambat karir
b. Progam KB
c. Pembatasan umur menikah
d. Kawin usia muda

21. Suatu peristiwa yang terjadi secara terus-menerus dan saling berkaitan tentang perubahan jumlah penduduk dinamakan ...
a. Dinamika demorologi
b. Dinamika litosfer
c. Dinamika demografi
d. Dinamika biosfer

22. Faktor utama pendorong terjadinya migrasi adalah….
a. Ekonomi
b. Keamanan
c. Pendidikan
d. Kesehatan

23. Berikut ini factor pendorong seseorang pindah dari tempat asalnya adalah….
a. Adanya fasilitas di kota besar
b. Makin berkurangnya sumber-sumber alam
c. Adanya kesempatan untuk memasuki lapangan pekerjaan yang lebih cocok
d. Kesempatan mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi

24. Berikut ini yang termasuk factor promortalitas adalah….
a. Terjadinya peperangan
b. Ajaran agama yang melarang bunuh diri
c. Fasilitas kesehatan yang memadai
d. Tingkat kesehatan masyarakat yang tinggi

25. Komposisi Pendudukan menurut mata pencaharian bisa dipergunakan untuk mengetahui….
a. Gambaran suasana ekonomi
b. Angka kematian
c. Jumlah penduduk
d. Emigarsi dan imigrasi

Soal Essay Antroposfer

1. Jelaskan pengertian antroposfer!
2. Jelaskan pengertian komposisi penduduk!
3. Sebutkan manfaat mengetahui komposisi penduduk!
4. Jelaskan tentang komposisi penduduk berdasarkan usia!
5. Sebutkan manfaat piramida penduduk!
6. Jelaskan tentang dinamikan penduduk!
7. Sebutkan penunjang kelahiran (pro natalitas)!
8. Sebutkan penghambat kelahiran (anti natalitas)!
9. Sebutkan penunjang kematian (pro mortalitas)!
10. Sebutkan penghambat kematian (anti mortalitas)


Kunci Jawaban Soal Antroposfer

Jawaban Soal Essay
1. Antroposfer adalah lingkungan bagian permukaan bumi yang dihuni oleh manusia.
2. Komposisi penduduk yaitu pengelompokkan penduduk berdasarkan agama, pendidikan, usia, mata pencarian, jenis kelamin, dan suku bangsa.
3. Manfaat mengetahui komposisi penduduk yaitu kita dapat menghitung dan mengetahui : jumlah penduduk, angka ketergantungan, jumlah angkatan kerja, jumlah penduduk wanita dalam masa subur, peramalan penduduk dimasa mendatang.
4. Komposisi penduduk menurut usia : 0 - 14 tahun : penduduk usia belum produktif, 15 - 64 tahun : penduduk usia produktif, lebih dari 64 tahun : penduduk tidak produktif.
5. Manfaat piramida penduduk untuk mengetahui : pertumbuhan penduduk suatu wilayah atau negara, jumlah penduduk pria dan wanita, golongan penduduk prosuktif dan tidak prosuktif, dan jumlah penduduk usia sekolah.
6. Dinamika penduduk yaitu perubahan keadaan jumlah penduduk. Kematian (mortalitas), faktor kelahiran (natalitas), dan migrasi (perpindahan penduduk) mengakibatkan jumlah penduduk yang ada di suatu negara selalu mengalami perubahan.
7. Penunjang Kelahiran (Pro Natalitas) : Pandangan “banyak anak banyak rezeki”, Kawin usia muda, Anak menjadi harapan bagi orang tua sebagai pencari nafkah, Anak merupakan penerus keturunan terutama anak laki-laki, dan Anak merupakan penentu status social,
8. Penghambat Kelahiran (Anti Natalitas) : Penundaan usia perkawinan dengan alasan menyelesaikan pendidikan, Pelaksanan Program Keluarga Berencana (KB), Semakin banyak wanita karir.
9. Penunjang Kematian (Pro Mortalitas) : Fasilitas kesehatan yang belum memadai, Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, Terjadinya bencana alam, Keadaan gizi penduduk yang rendah, Peparangan, wabah penyakit, pembunuhan
10. Penghambat Kematian (Anti Mortalitas) : Meningkatnya keadaan gizi penduduk, eningkatnya kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan, Fasilitas kesehatan yang memadai, Memperbanyak tenaga medis seperti dokter, dan bidan

Jawaban Soal Pilihan Ganda
1 A 6 C 11 D 16 C 21 C
2 D 7 B 12 A 17 A 22 A
3 C 8 A 13 A 18 A 23 B
4 D 9 D 14 B 19 C 24 A
5 B 10 C 15 A 20 D 25 A
Buka Juga : 50 Soal Pilihan Ganda Bab Kependudukan dan Kunci Jawaban

Demikian soal IPS Geografi tentang antroposfer. Jika tidak puas, silahkan buka soal IPS Geografi yang lain.

45 Soal dan Jawaban Tentang Tolak Peluru (Pilihan Ganda, Essay)

Soal pilihan ganda, essay tentang tolak peluru dan jawabannya. Pada kali ini kami akan membagikan soal dan jawaban tentang tolak peluru. Tolak peluru merupakan salah satu cabang olahraga atletik (lempar). Tujuan dari olahraga tolak peluru yaitu menolak (melempar) peluru sejauh mungkin untuk mendapatkan hasil lemparan sejauh-jauhnya.

Ada beberapa gaya yang dapat digunakan dalam olahraga tolak peluru, yaitu gaya depan, gaya samping, gaya belakang, dan gaya lempar cakram. Materi tentang tolak peluru dapat anda peroleh pada mata pelajaran penjaskes SD, SMP, SMA. Bukannya kami tidak ingin berbagi materi tolak peluru, namun kali ini kami akan membagikan contoh soal tentang tolak peluru.

Soal dan Jawaban Tentang Tolak Peluru

Dalam soal dan jawaban tentang tolak peluru ini, ada dua jenis soal yang akan kami bagikan antara lain soal pilihan ganda sejumlah 40 soal, dan soal essay (uraian) sejumlah 5 soal. Tentu saja, baik itu soal pilihan ganda dan soal essay sudah ada kunci jawaban. Kunci jawaban soal tolak peluru dapat anda lihat pada akhir artikel.

Meskipun sudah ada kunci jawaban dan pembahasan soal tolak peluru, kami titip pesan agar pembaca berkenan untuk teliti dalam membaca soal. Siapa tahu ada kunci jawaban soal tolak peluru ini ada yang salah. Tanpa panjang lebar, berikut ini soal dan jawaban penjaskes tentang tolak peluru.

Soal Pilihan Ganda

1. Ketika pemain memegang peluru, titik berat peluru ada pada ..
a. Seluruh jari tangan
b. Ibu Jari
c. Telapak tangan
d. Ibu jari dan jari kelingking

2. Posisi awal tolak peluru awalan menyamping yaitu ...
a. Sektor lemparan di samping kiri
b. Menghadap arah tolakan
c. Membelakangi arah tolakan
d. Sektor lemparan di samping kanan

3. Ketika melakukan tolak peluru, fungsi tangan kiri yang tidak memegang peluru yaitu untuk ...
a. menjaga keseimbangan
b. menambah kekuatan
c. melindungi peluru
d. variasi gaya

4. Di bawah ini yang dimaksud tolak peluru gaya kuno yaitu gaya ...
a. Walking in the air
b. Straddle
c. Obrien
d. Ortodoks

5. Dalam cabang atletik, salah satu nomor lempar yaitu...
a. Lompat galah
b. Lompat jauh
c. Lompat tinggi
d. Tolak peluru

6. Istilah lain olahraga tolak peluru yaitu….
a. Hammer throw
b. Shotput
c. Javelin throw
d. Discus throw

7. Suatu bentuk gerakan mendorong atau menolak suatu peluru (alat bundar) dengan berat tertentu yang terbuat dari logam, yang dilakukan dari bahu dengan satu tangan untuk mencapai jarak sejauh jauhnya dinamakan...
a. Lompat galah
b. Lompat jauh
c. Lompat tinggi
d. Tolak peluru

8. Untuk senior putra, berat peluru yang digunakan yaitu...
a. 10,257 kg
b. 8,257 kg
c. 7,257 kg
d. 9,257 kg

9. Peralatan yang tidak digunakan dalam perlombaan tolak peluru yaitu ...
a. Tiang
b. Bendera
c. Rol meter
d. Peluru

10. Untuk senior putri, berat peluru yang digunakan yaitu...
a. 6 kg
b. 4 kg
c. 3 kg
d. 5 kg

11. Sektor lemparan tolak peluru yaitu ... derajat
a. 45
b. 25
c. 15
d. 35

12. Lebar garis perpanjangan kiri dan kanan dalam tolak peluru yaitu ...
a. 6 cm
b. 4 cm
c. 3 cm
d. 5 cm

13. Dalam pertandingan tolak peluru, ketika seorang atlet keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah, maka atlet tersebut ...
a. Dilanjutkan
b. Diulangi
c. Diskualifikasi
d. Diperbolehkan

14. Dalam pertandingan tolak peluru, ketika seorang atlet menginjak garis lingkaran lapangan, maka atlet tersebut...
a. Dilanjutkan
b. Diulangi
c. Diskualifikasi
d. Diperbolehkan

15. Dalam pertandingan tolak peluru, ketika seorang atlet menyentuh balok batas sebelah atas, maka atlet tersebut...
a. Dilanjutkan
b. Diulangi
c. Diskualifikasi
d. Diperbolehkan

16. Dalam pertandingan tolak peluru, ketika atlet meletakkan peluru di muka dada atau belakang kepala, maka atlet tersebut ...
a. Dilanjutkan
b. Diulangi
c. Diskualifikasi
d. Diperbolehkan

17. Dalam pertandingan tolak peluru, ketika atlet menyentuh tanah di luar lingkaran dalam pertandingan tolak peluru, maka atlet tersebut ...
a. Dilanjutkan
b. Diulangi
c. Diskualifikasi
d. Diperbolehkan

18. Dalam pertandingan tolak peluru, ketika peluru jatuh di luar sektor lingkaran dalam pertandingan tolak peluru, maka pertandingan ...
a. Dilanjutkan
b. Diulangi
c. Diskualifikasi
d. Diperbolehkan

19. Dalam pertandingan tolak peluru, ketika atlet keluar lingkaran sebelum peluru menyentuh lantai, maka atlet tersebut ...
a. Dilanjutkan
b. Diulangi
c. Diskualifikasi
d. Diperbolehkan

20. Untuk junior putra, berat peluru yang digunakan yaitu...
a. 6 kg
b. 4 kg
c. 3 kg
d. 5 kg

21. Dalam pertandingan tolak peluru, ketika keluar lingkaran di daerah lemparan (Area tolakan) , maka atlet tersebut ...
a. Dilanjutkan
b. Diulangi
c. Diskualifikasi
d. Diperbolehkan
Soal dan Jawaban Tentang Tolak Peluru (Pilihan Ganda, Essay)

22. Untuk junior putri, berat peluru yang digunakan yaitu...
a. 3 kg
b. 5 kg
c. 6 kg
d. 4 kg

23. Permukaan dalam lingkaran tolak harus datar, yaitu antara...
a. 60-10 mm
b. 50-9 mm
c. 40-8 mm
d. 20-6 mm

24. Lapangan tolak peluru berbentuk lingkaran dengan diameter ...
a. 5,135 m
b. 3,135 m
c. 2,135 m
d. 4,135 m

25. Tebal besi lingkaran tolak yaitu minimum....
a. 8 mm
b. 6 mm
c. 5 mm
d. 7 mm

26. Tebal balok lapangan tolak peluru yaitu...
a. 9,8-10,2 cm
b. 7,8-10,2 cm
c. 6,8-10,2 cm
d. 8,8-10,2 cm

27. Panjangnya balok lapangan tolak peluru yaitu ... di dalam
a. 4,21-4,23 m
b. 1,21-1,23 m
c. 2,21-2,23 m
d. 3,21-3,23 m

28. Diameter lapangan tolak peluru yaitu ...
a. 5,135 m
b. 3,135 m
c. 2,135 m
d. 4,135 m

29. Dalam pertandingan tolak peluru, ketika atlet dipanggil selama 3 menit belum menolak, maka atlet tersebut ...
a. Dilanjutkan
b. Diulangi
c. Diskualifikasi
d. Diperbolehkan

30. Garis perpanjangan kiri dan kanan dalam tolak peluru yaitu...
a. 3,75 m
b. 0,75 m
c. 1,75 m
d. 2,75 m

31. Dalam pertandingan tolak peluru, ketika atlet gagal melempar setelah 3 kali lemparan, maka atlet tersebut ...
a. Dilanjutkan
b. Diulangi
c. Diskualifikasi
d. Diperbolehkan

32. Jika ditemui seorang atlet menggunakan dopping, maka atlet tersebut akan...
a. Dilanjutkan
b. Diulangi
c. Diskualifikasi
d. Diperbolehkan

33. Lebar balok lapangan tolak peluru yaitu ...
a. 14,2–60 cm
b. 12,2–40 cm
c. 11,2–30 cm
d. 13,2–50 cm

34. Gaya tolak peluru dengan awalan menyamping dinamakan ...
a. Gaya Flop
b. Gaya O'Brien
c. Gaya Ortodock
d. Gaya Stradle

35. Juri yang bertugas mengawasi kesalahan tangan dan kaki yang terjadi pada sisi dekat dengannya saat masuk lingkaran yaitu...
a. Juri 1 dan 2
b. Juri 2
c. Juri 1
d. Juri 3

36. Salah satu gaya tolak peluru dengan awalan membelakangi tolakan dinamakan ...
a. Gaya Flop
b. Gaya O'Brien
c. Gaya Ortodock
d. Gaya Stradle

37. Juri yang bertugas memanggil peserta dan mengukur hasilnya hasil lemparan peserta yaitu....
a. Juri 1 dan 2
b. Juri 2
c. Juri 1
d. Juri 3

38. Juri yang berhubungan dengan kesalahan kaki yang terjadi pada bagian atas papan penahan dan lingkaran-lempar pada sisi papan penahan seperti menginjak garis lingkaran lapangan atau tidak yaitu ...
a. Juri 1 dan 2
b. Juri 2
c. Juri 1
d. Juri 3

39. Juri yang bertugas untuk memutuskan bahwa lemparan tersebut sah atau tidak dengan menggunakan bendera yaitu ...
a. Juri 1 dan 2
b. Juri 2
c. Juri 1
d. Juri 3

40. Juri yang bertugas untuk menentukan tempat jatuhnya peluru, dengan cara menancapkan bendera kecil atau paku tempat peluru tersebut jatuh yaitu....
a. Juri 1 dan 2
b. Juri 2
c. Juri 1
d. Juri 3

Soal Essay Tolak Peluru

1. Jelaskan pengertian olahraga tolak peluru!
2. Sebutkan berbagai ukuran (berat) dalam olahraga tolak peluru!
3. Sebutkan ketentuan diskuallifikasi (kegagalan) atlet tolak peluru dalam pertandingan!
4. Jelaskan perbedaan gaya depan dan gaya samping dalam olahraga tolak peluru!
5. Gambarkan lapangan tolak peluru!

Kunci Jawaban Soal Tolak Peluru

Jawaban Soal Essay
1. Tolak peluru yaitu salah satu cabang olahraga atletik dalam nomor lempar. Atlet tolak peluru melemparkan bola besi yang berat sejauh mungkin. Peluru ini merupakan peralatan utama dalam olahraga ini. Bentuknya bulat seperti bola dan terbuat dari besi.
2. Ukuran dan berat olahraga tolak peluru yaitu: senior putri = 4 kg, senior putra = 7,257 kg, junior putri = 3 kg, junior putra = 5 kg
3. menyentuh tanah di luar lingkaran, peluru ditaruh di belakang kepala, menyentuh balok batas sebelah atas, keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah, menginjak garis lingkaran lapangan, peserta gagal melempar sudah 3 kali lemparan, keluar lingkaran tidak dengan berjalan tenang, dipanggil selama 3 menit belum menolak, peluru jatuh di luar sektor lingkaran, keluar lewat depan garis lingkaran, 
4. Gaya depan : sebelum melakukan awalan sikap yang dibutuhkan adalah membuat posisi tubuhnya menghadap kearah sasaran. Dulu gaya jenis ini banyak di praktekkan, namun gaya depan ini sudah jarang dikarenakannya kurang efisien.
Gaya samping : Gaya ini merukana gaya yang sering digunakan saat ini. Dengan sikap awalannya dengan berdiri miring menggunakan tangan kanannya sebagai tumpuan. Gaya ini cocok untuk bahan pelajaran bagi seorang pemula atlet tolak peluru.
5. Lapangan tolak peluru : 
Soal dan Jawaban Tentang Tolak Peluru (Pilihan Ganda, Essay)
Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 m. Tebal besi lingkaran tolak minimum 6 mm dan harus dicat putih. Balok penahan dibuat dari kayu atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah busur/lengkungan sehingga tepi dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak, sehingga lebih kokoh. Lebar balok 11,2-30 cm, panjangnya 1,21-1,23 m di dalam, tebal 9,8-10,2 cm.

Jawaban Soal Pilihan Ganda 
1 C 11 A 21 C 31 C
2 A 12 D 22 A 32 C
3 A 13 C 23 D 33 C
4 D 14 C 24 C 34 C
5 D 15 C 25 B 35 C
6 B 16 C 26 A 36 B
7 D 17 C 27 B 37 C
8 C 18 C 28 C 38 B
9 A 19 C 29 C 39 B
10 D 20 D 30 B 40 D

Demikian soal dan jawaban tentang tolak peluru, semoga bermanfaat untuk para pembaca. Jika tidak puas, silahkan buka soal dan jawaban penjaskes lain.

40 Soal Penjaskes Pencak Silat dan Jawaban (Essay, Pilgan)

Soal Penjaskes tentang pencak silat dan jawaban (Essay, Pilihan Ganda). Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan soal essay pencak silat, dan soal pilihan ganda pencak silat. Tentu saja, baik itu soal pilihan ganda dan essay pencak silat sudah ada jawabannya.

Pencak silat adalah cabang olahraga asli Indonesia yang harus kita lestarikan. Oleh karena itu, jangan kaget jika olahraga pencak silat masuk dalam kurikulum pendidikan nasional melalui mata pelajaran penjaskes, baik itu SD, SMP/MTs, hingga SMA/SMK. Buka juga : 35 Soal Pilihan Ganda Tentang Pencak Silat & Kunci Jawaban

Pencak silat diperkirakan masuk dan tersebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 M, namun asal mulanya belum dapat dipastikan. Walaupun begitu, pencak silat saat ini telah diakui sebagai budaya suku Melayu dalam pengertian yang luas, yaitu para penduduk daerah pesisir pulau Sumatera dan Semenanjung Malaka, serta etnik lainnya yang menggunakan lingua franca bahasa Melayu.


Soal Penjaskes Pencak Silat dan Jawaban

Untuk lebih mengenal tentang pencak silat, kami akan memaparkan tentang soal dan jawaban tentang pencak silat. Walaupun sudah ada kunci jawabannya, kami tetap berharap agar pembaca teteap teliti dalam mengerjakan soal pencak silay ini. Siapa tahu ada kunci jawaban soal pencak silat ini ada yang salah.

Soal Essay Pencak Silat

1. Jelaskan pengertian pencak silat
2. Sebutkan unsur-unsur yang terkandung dalam pencak silat!
3. Sebutkan jenis-jenis penguasaan gerak dalam pencak silat!
4. Jelaskan tentang teknik dalam pencak silat!
5. Jelaskan tentang jurus dalam pencak silat!
6. Belaan adalah suatu usaha mempertahanka diri yang dilakukan baik dengan tangan maupun kaki sewaktu menerima serangan. Sebutkan macam-macam belaan!
7. Sebutkan macam-macam serangan dengan tangan!
8. Apa itu tangkisan?
9. Sebutkan macam-macam tangkisan!
10. Bagamana cara atau teknik elakan?

Soal Pilihan Ganda Pencak Silat

1. Sikap dengan posisi kaki tertentu sebagai dasar tumpuan untuk melakukan sikap dan gerakan bola serang dinamakan teknik …..

a. Sikap berdiri
b. Member salam

c. Sikap pasang

d. Sikap kuda-kuda

e. Sapuan


2. Pelindung badan yang di gunakan oleh pesilat pada waktu pertandingan dinamakan …..

a. Body proyektor

b. Body protector
c. Body language

d. Body countack

e. Body building


3. Berikut ini yang tidak termasuk teknik serangan dalam bela diri yaitu …..

a. Teknik pukulan

b. Teknik ungkitan

c. Teknik tendangan

d. Teknik guntingan

e. Teknik tangkapan


4. Aliran pencak silat yang berasal dari pulau bali yaitu …..

a. Cimande

b. Setia hati teratai

c. Bhakti Negara

d. Cikalong

e. Merati putih


5. Ukuran lebar dan panjang pada gelanggang pencak silat yaitu…..

a. 11 m x 11 m

b. 10 m x 10 m

c. 5 m x 6 m

d. 3 m x 4 m

e. 13 m x 13 m


6. Istilah bagi seni pembelaan diri bangsa indonesia dengan nama “Pencak Silat” dikukuhkan dalam. . .
a. Kongres IPSI tahun 1951 di Jakarta
b. Kongres IPSI tahun 1950 di Yogyakarta
c. Seminar Pencak silat tahun 1973 di Tugu Bogor
d. Kongres IPSI II tahun 1961 di Bandung
e. Rapat Pengurus Besar IPSI tahun 1975

7. Nilai tenggang rasa, percaya diri sendiri dan kepribadian pada pencak silat adalah…
a. Sering menolong sesame
b. Tidak kenal menyerah
c. Bersikap masa bodo
d. Bertindak sewenang-wenang
e. Taat pada guru

8. DI bawah ini yang tidak termasuk ciri dari pencak silat yaitu ...
a. Emosi dan kesal
b. Memanfaatlam setiap serangan dan tenaga lawan
c. Menggunakan kelentukan, kelincahanan, kecepatan
d. Sikap tenang dan lemas (rileks)
e. Menggunakan prinsip timbang badan

9. Di bawah ini yang merupakan unsur-unsur dari sikap pasang yaitu …..

a. Sikap kaki
b. Sikap kuda-kuda

c. Sikap lengan

d. Sikap tubuh

e. Sikap mata


10. Pendirian pendirian PERSILAT (Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa) pada tanggal...
a. 9 Juni 1980
b. 11 Maret 1980
c. 4 April 1997
d. 1 Januari 1989
e. 5 Maret 1976

11. Induk organisasi pencak silat Indonesia dinamakan …..

a. PHSI
b. Pesilat
c. PRSI

d. IPSI

e. Persinas


12. Pertandingan pencak siat di tentukan dengan …..

a. Ketentuan sendiri

b. Game

c. Babak

d. Set

e. Regu


13. Dalam pendak silat, sasaran tinggi ditunjukan kearah berikut kecuali …..

a. Dada
b. Uluh hati

c. Dagu

d. Pinggang

e. Leher


14. Di bawah ini yang bukan teknik gerak dasar pencak silat yaitu …..

a. Jatuhan

b. Langkah

c. Tendangan

d. Tagkisan

e. Pukulan


15. Tujuan gerak menangkis yaitu …..

a. Membendung setiap pukulan dan tendangan
b. Menghindari pukulan lawan

c. Menghindari tebasan lawan

d. Menghindari tendangan lawan

e. Menghindari serangan lawan


16. Teknik tendangan dalam pencak silat yang masuk sasaran mendapat nilai …..

a. 6

b. 2

c. 4

d. 3

e. 5


17. Di bawah ini yang bukan merupakan teknik elakan dalam pencak silat adalah …..

a. Elakan atas

b. Elakan bawah

c. Elakan mundur

d. Elakan belakang

e. Elakan samping


18. Di bawah ini yang tidak termasuk tangkisan satu lengan dalam pencak silat yaitu  …..

a. Tangkisan luar
b. Tangkisan samping

c. Tangkisan bawah

d. Tangkisan dalam

e. Tangkisan atas


19. Di bawah ini yang bukan pukulan tangan terbuka yaitu  …..

a. Pukulan dengan telapak tangan

b. Pukulan dengan ujunga jari

c. Pukulan dengan samping telapak tangan

d. Pukulan dengan mengepal

e. Pukulan dengan belakang telapak tangan


Perhatikan Gambar dibawah ini untuk soal nomor 20-24!
 Soal Penjaskes Pencak Silat dan Jawaban (Essay, Pilgan)
20. Gambar A adalah contoh pukulan. . .
a. Samping
b. Depan
c. Bandul
d. Sangkal
e. Lingkar

21.  Pukulan yang memeili dua sikap badan berbeda posisi tangan yang digunakan untuk menyerang sejajar dengan posisi kaki yang berada di depan (jab), dan pukulan depan dengan posisi tangan yang tidak sejajar dengan kaki depan, merupakan pukulan. . .
a. Samping
b. Depan
c. Bandul
d. Sangkal
e. Lingkar

22. Pukulan yang dilakukan dengan lintasan pukulan dari arah samping luar tubuh pesilat menuju ke arah dalam tubuh pesilat merupakan jenis pukulan. . .
a. Samping
b. Depan
c. Bandul
d. Sangkal
e. Lingkar

23.  Gambar yang merupakan penggambaran pukulan lingkar adalah. . .
a. Tidak ada pada gambar tersebut
b. Gambar A
c. Gambar C
d. Gambar B
e. Gambar D

24. Gambar D adalah contoh pukulan. . .
a. Samping
b. Depan
c. Bandul
d. Sangkal
e. Lingkar

Perhatikan Gambar dibawah ini untuk soal nomor 21-28!
 Soal Penjaskes Pencak Silat dan Jawaban (Essay, Pilgan)
25. Gambar 1 adalah teknik ...
a. Jepit atas
b. Elakan
c. Kupu – kupu
d. Egosan
e. Bebas

26. Gambar 2 adalah teknik ...
a. Tangkisan Lutut
b. Tangkisan bebas
c. Tangkisan kibas
d. Tangkisan dalam
e. Tangkisan Kepruk

27. Gambar 3 adalah gerakan ...
a. Tangkisan jepit Tengah
b. Tangkisan jepit atas
c. Tangkisan lutut
d. Tangkisan siku
e. Tangkisan jepit Bawah

28. Gambar 4 adalah gerakan ...
a. Tangkisan jepit Tengah
b. Tangkisan jepit atas
c. Tangkisan lutut
d. Tangkisan siku
e. Tangkisan jepit Bawah

29. Di bawah ini yang tidak termasuk dalam sikap seorang pesilat dalam menghadapi lawan yaitu ...
a. Tidak boleh adu tenaga, baik jasmaniah maupun tenaga rohaniah dengan kasar.
b. Menyerah
c. Jika terpaksa baru menangkis.
d. Tetap berusaha mengelak
e. Apabila kita tidak sempat menangkis serangan lawan, maka kita dapat membuang kekuatan lawan dengan mengikuti arah geraknya, sehingga jika kita terkena pukulan tidak terasa sakit.

30. Di bawah ini yang tidak termasuk penekanan dalam pencak silat yaitu ...
a. Gerak tangkis yang kencang
b. Gerak bela diri yang diperhalus dan diperindah;
c. Gerak tari yang diwarnai gerak pencak silat sekadarnya sebagai situasi saja
d. Gerak tari yang mengambil motif-motif bela diri pencak silat
e. Gerak perpaduan yang seimbang dan selaras antara tari dan bela diri


Kunci Jawaban Soal Pencak Silat

Jawaban Soal Essay
1. Pencak Silat adalah hasil budaya manusia Indonesia untuk membela/mempertahankan eksistensi (kemandirian) dan integritasnya (manunggalnya) terhadap lingkungan hidup/alam sekitarnya untuk mencapai keselarasan hidup guna meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Seni tari, olahraga, seni bela diri, dan watak yang berkpribadian luhur
3. Arah langkah, langkah dan posisi, bentuk langkah, dan teknik melangkah
4. Pencak Silat memiliki macam yang banyak dari teknik bertahan dan menyerang. Praktisi biasa menggunakan tangan, siku, lengan, kaki, lutut dan telapak kaki dalam serangan. Teknik umum termasuk tendangan, pukulan, sandungan, sapuan, mengunci, melempar, menahan, mematahkan tulang sendi, dan lain-lain.
5. Jurus ialah rangkaian gerakan dasar untuk tubuh bagian atas dan bawah, yang digunakan sebagai panduan untuk menguasai penggunaan tehnik-tehnik lanjutan pencak silat (buah), saat dilakukan untuk berlatih secara tunggal atau berpasangan.
6. Pembuangan, tangkisan, hindaran, dan pelepasan kuncian
7. Macam-macam serangan dengan tangan antara lain : Pukulan,Colokan, Tebasan,Sodokan,Sikutan,Kuncian, tangkapan
8. Tangkisan adalah teknik belaan dengan cara mengadakan kontak langsung (benturan) terhadap serangan lawan, dengan jalan membendung atau mengalihkan serangan.
9. Tangkisan (benturan) dengan tangan, dan Tangkisan (benturan) dengan kaki
10. Teknik elakan dapat dilakukan dengan cara : Melangkah dengan satu kaki, Di tempat, dan Memindahkan dua kaki,

Jawaban Soal Pilihan Ganda
1 D 7 A 13 D 19 D 25 B
2 B 8 A 14 A 20 B 26 C
3 E 9 C 15 A 21 B 27 D
4 C 10 B 16 B 22 E 28 B
5 B 11 D 17 C 23 C 29 B
6 E 12 C 18 B 24 A 30 A
Buka juga : 35 Soal Pilihan Ganda Tentang Pencak Silat & Kunci Jawaban

Demikian soal dan jawaban tentang pencak silat. Semoga soal penjas tentang pencak silat di atas bermanfaat.

35 Soal Pilihan Ganda Tentang Pencak Silat & Kunci Jawaban

Soal pilihan ganda tentang pencak silat dan jawabannya. Pencak silat atau silat adalah suatu seni bela diri tradisional asli Indonesia. Jenis seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia dan negara ASEAN sesuai dengan penyebaran berbagai suku bangsa Nusantara. Olahraga pencak silat semakin mendunia dengan setelah pencak silat masuk dalam perlombaab SEA GAMES.

Olahraga khas Indonesia ini harus kita lestarikan, oleh karena itu, pencak silat masuk dalam kurikulum di sekolah-sekolah melalui mata pelajaran penjaskes. Terkait dengan pencak silat  pada mata pelajaran penjaskes, akan dipelajari tentang sejarah pencak silat, senjata pencak silat, tata tertib pencak silat, hingga berbagai padepokan pencak silat di Indonesia.

Soal Tentang Pencak Silat dan Jawaban

Untuk lebih mengenal tentang olahraaga pencak silat, kali ini kami akan membagikan soal dan jawaban tentang pencak silat. Dalam soal pencak silat ini, kami hanya menyediakan satu jenis soal saja, yaitu soal pilihan ganda dengan jumlah soal 35 soal. Jika pembaca ingin mencari soal yang lebih lengkap, silahkan buka :

Meskipun hanya ada satu jenis soal yang kami bagikan, yaitu soal pencak silat pilihan ganda, namun kami tetap melampirkan kunci jawaban soal untuk membantu anda dalam menjawab semua pertanyaan yang kami sediakan. Kunci jawaban soal pencak silat dapat anda dapatkan pada akhir artikel. Jadi, soal tetang pencak silat ini dikerjakan terlebih dahulu, setelah itu baru dicocokkan dengan kunci jawaban pada akhir artikel.

Kami sarankan kepada pembaca untuk mengerjakan soal pencak silat ini terlebih dahulu agar dapat membantu kami dalam mengkoreksi kunci jawaban. Siapa tahu ada kunci jawaban pencak silat ini ada yang salah.

Jika anda melihat ada kunci jawaban soal pencak silat ini ada yang salah, silahkan menghubungi kami melalui kolom komentar.  Selanjurnya, tanpa panjang lebar, berikut ini soal dan jawaban mapel penjaskes tentang pencak silat.


Soal pilihan ganda bab pencak silat

1. Dalam pencak silat, jenis pukulan yang dilakukan dengan lintasan dari arah samping luar tubuh menuju kearah dalam tubuh dinamakan pukulan …
a. bandul
b. lingkar
c. depan
d. samping

2. Pakaian yang dikenakan dalam pertandingan pencak silat yaitu warna ....
a. hijau
b. Putih
c. Merah
d. Hitam

3. Berikut ini yang bukan merupakan teknik dasar pencak silat yaitu…
a. Tendangan
b. Tangkisan
c. Pukulan
d. Melempar

4. Waktu pertandingan pencak silat terdiri dari  ....
a. 5 babak
b. 3 babak
c. 2 babak
d. 4 babak

5. Berikut ini yang merupakan variasi gerakan bela diri pencak silat yaitu ...
a. Mengumpan
b. Menangkis
c. Menangkap
d. Menyentuh

6. Dalam pencak silat, suatu sukap berdiri tegak dan kaki rapat dengan kedua tangan mengepal berada di samping pinggang dinamakan sikap …
a. Sikap pasang
b. Sikap syukur
c. Sikap salam
d. Sikap tegak

7. Berikut ini yang tidak termasuk ciri-ciri pencak silat yaitu ...
a. Berfungsi melindungi diri
b. Banyak varian dalam langkah
c. Lebih bersifat pertahanan
d. Kekuatan penuh

8. Teknik belaan dalam pencak silat yang digunakan untuk menggagalkan serangan lawan dengan tangan, kaki, dan tubuh dikenal dengan…
a. Egosan
b. Belaan
c. Serangan
d. Tangkisan

9. Faktor utama dalam melaksanakan olah raga pencak silat supaya menghasilkan teknik yang tinggi yaitu pembentukan …
a. Sikap dan posisi
b. Teknik dan taktik
c. Sikap dan gerak
d. Strategi dan taktik

10. Berikut ini yang bukan termasuk teknik menghindar dalam pencak silat yaitu ...
a. Hindar kaki silang
b. Hindar depan
c. Hindar hadap
d. Hindar sisi

11. Induk organisasi pencak silat di Indonesia yaitu ...
a. FORKI
b. PTMSI
c. PSSI
d. IPSI

12. Seni bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia yaitu...
a. Kempo
b. Karate
c. Pencak Silat
d. Taekwondo

13. Pencak silat dipertandingkan dalam SEA Games mulai tahun...
a. 1988
b. 1986
c. 1985
d. 1987

14. Berikut ini yang tidak termasuk teknik pukulan pada beladiri pencak silat yaitu ..
a. Bawah
b. Bandul
c. Lurus
d. Tegak

15. Tahun terbentuknya IPSI yaitu ...
a. 1950
b. 1948
c. 1947
d. 1949

16. Pencak silat adalah olahraga bela diri yang berasal dari Negara...
a. Korea
b. Malaysia
c. Indonesia
d. Jepang

17. Tujuan olahraga pencak silat yaitu untuk memelihara dan mengembangkan seni budaya bangsa, dalam hal ini kegunaan pencak silat sebagai..
a. Refresing
b. Seni
c. Bela diri
d. Olahraga

18. Sikap pasang dalam pencak silat ditinjau dari teknik penggunaannya terdiri dari ....
a. melangkah dan mundur
b. tertutup
c. terbuka
d. terbuka dan tertutup

19. Teknik tendangan dengan hentakan telapak kaki sejajar dengan bahu dinamakan ...
a. Tendangan samping
b. Tendangan melingkar
c. Tendangan lurus
d. Tendangan T

20. Berikut ini yang tidak termasuk teknik Tendangan pada bela diri Pencak Silat yaitu ...
a. Tendangan lurus
b. Tendangan samping
c. Tendangan T
d. Tendangan geri

21. Sila adalah salah satu sikap yang ada dalam pencak silat yaitu sikap...
a. Berbaring
b. Berdiri
c. Jongkok
d. Duduk
Soal Pilihan Ganda Tentang Pencak Silat Kunci Jawaban

22. Dalam pencak silat, fungsi dari gerakan langkah yaitu…
a. Sebagai pengantar teknik
b. Sebagai dasar tumpuhan
c. Untuk mengatur gaya
d. Untuk serangan lawan

23. Teknik tendangan dengan hentakan punggung kaki dalam pencak silat dinamakan ...
a. Tendangan samping
b. Tendangan melingkar
c. Tendangan lurus
d. Tendangan T

24. Sikap dasar dan langkah kuda-kuda dalam pencak silat yaitu…
a. Tegak
b. Berdiri kuda-kuda
c. Berdiri kangkang
d. Istirahat

25. Teknik dengan tendangan samping menggunakan hentakan telapak kaki...
a. Tendangan samping
b. Tendangan melingkar
c. Tendangan lurus
d. Tendangan T

26. Sikap untuk menjatuhkan diri dan sikap pembelaan yaitu ...
a. Sikap duduk
b. Sikap jongkok
c. Sikap khusus
d. Sikap berbaring

27. Pada pencak silat, fungsi sikap berbaring yaitu ...
a. Melawan dan sikap menyerang
b. Melawan dan sikap pembelaan
c. Menjatuhkan diri dan sikap pembelaan
d. Menjatuhkan diri dan sikap menyerang

28. Teknik menendang dengan punggung kaki dalam pencak silat dinamakan ...
a. Tendangan samping
b. Tendangan melingkar
c. Tendangan lurus
d. Tendangan T

29. Posisi kaki tertentu sebagai dasar tumpuan untuk melakukan sikap dan gerakan bela-serang dinamakan sikap...
a. Sikap jongkok
b. Sikap duduk
c. Sikap berdiri kuda-kuda
d. Sikap berdiri tegak

30. Salah satu tangan memukul kearah depan, sasaran yaitu dada si lawan dan tangan satunya lagi menutup arah point, yaitu sasaran perut keatas...
a. Melingkar
b. Bandul
c. Lurus
d. Tegak

31. Gelanggang pencak silat berukuran….
a. 6 m × 6 m
b. 8 m × 8 m
c. 10 m × 10 m
d. 7 m × 7 m

32. Sikap pasang dalam pencak silat ditinjau dari teknik penggunaannya terdiri dari ....
a. Melangkah dan mundur
b. Tertutup
c. Terbuka
d. Terbuka dan tertutup

33. Dalam pencak silat, teknik pukulan yang sasarannya adalah bahu atau sendi bahu bagian kanan (lawan yang dengan kita yang saling berhadapan) dinamakan...
a. Melingkar
b. Bandul
c. Lurus
d. Tegak

34. Jenis pukulan yang mana ayunan tangan salah satunya berbentuk kepalan kearah sasaran ulu hati, dan tangan yang satu lagi tetap menutup arah sasaran lawan dinamakan pukulan...
a. Melingkar
b. Bandul
c. Lurus
d. Tegak

35. Di bawah ini yang tidak termasuk sikap seorang pesilat dalam menghadapi lawan yaitu ...
a. Tetap berusaha mengelak
b. Menyerah
c. Jika tidak sempat menangkis, harus membuang kekuatan lawan dengan mengikuti arah geraknya, sehingga apabila terkena tidak terasa sakit.
d. Apabila terpaksa baru menangkis.


Jawaban soal pilihan ganda bab pencak silat

1 B 8 D 15 B 22 B 29 C
2 D 9 C 16 C 23 B 30 C
3 D 10 B 17 C 24 C 31 C
4 B 11 D 18 D 25 A 32 D
5 B 12 C 19 C 26 D 33 D
6 A 13 D 20 D 27 C 34 B
7 D 14 A 21 D 28 A 35 B

Demikian soal dan jawaban tentang pencak silat. Semoga soal tentang pencaksilat tersebut memberikan manfaat kepada pembaca. Jika tidak puas dengan soal di atas, silahkan buka soal lain tentang pencak silat atau soal mata pelajaran penjaskes.

2 Ilmu Penunjang Geografi (Aspek Fisik & Sosial) Lengkap

Ilmu penunjang geografi (aspek fisik dan sosial). Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan atau kelingkungan dalam konteks keruangan. Sejarah perkembangan geografi dari masa ke masa selalu mengalami perkembangan. Mungkin karena objek yang dipelajari sangat luas.

Karena luasnya objek kajian geografi, dibutuhkan ilmu penunjang geografi untuk dapat mempelajari geografi secara utuh. Secara umum, ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam ilmu penunjang geografi, yaitu : 1) Ilmu yang menerangkan aspek fisik meliputi geografi matematik, meteorologi, oceanografi, geologi, geomorfologi, dan sebagainya. 2)Ilmu yang menerangkan aspek sosial seperti antropologi, geografi ekonomi, geografi politik, dan sebagainya.


Ilmu Penunjang Geografi (Aspek Fisik Dan Sosial)

Untuk lebih mengetahui tentang penjelasan ilmu fisik dan sosial penunjang geografi, kali ini kami akan paparkan secara menyeluruh tentang berbagai ilmu penunjang geografi.

Ilmu Penunjang Geografi Aspek Fisik

Yang pertama yang akan kita pelajari yaitu ilmu penunjang geografi dari aspek fisik. Sebelumnya sudah disebutkan sedikit tentang ilmu fisik apa yang menunjang geografi, yaitu geografi matematik, meteorologi, oceanografi, geologi, geomorfologi. Berikut ini kami paparkan ilmu penunjang geografi yang lain dari aspek fisik beserta penjelasannya.

1. Ilmu Demografi
Ilmu demografi yaitu ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, penyelidikan, dan statistik penduduk di suatu regional. Ilmu penunjang geografi ini membantu geografi dalam mengkaji mengenai perkembangan, kematian, kelahiran, kepadatan, migrasi, migrasi dan persebaran penduduk.

2. Ilmu Klimatologi
Klimatologi yaitu ilmu penunjang geografi yang mempelajari cuaca dan iklim serta unsur-unsur yang mempengaruhinya.

3. Ilmu Astronomi
Ilmu astronomi merupakan ilmu penunjang geografi yang mempelajari benda langit yang terdapat di luar atmosfer bumi, antara lain bulan, matahari, bintang, asteroid, planet, komet, dan benda angkasa lainnya.

4. Ilmu Pedologi
Ilmu pedologi adalah ilmu penunjang geografi yang mempelajari tanah dan batuan. Kajian ilmu pedologi sangat membantu geografi dalam mempelajari struktur, jenis, unsur-unsur tanah, dan proses pembentukan tanah.

5. Ilmu Etnografi
Etnografi adalah ilmu penunjang geografi yang mempelajari tentang jenis ras manusia dan penyebaran bangsa-bangsa di seluruh dunia yang dilihat dari sudut pandang geografis. Perlu anda ketahui, bahwa teori tentang asal usul nenek moyang bangsa Indonesia yang berasal dari Yunan, China Selatan berasal dari ilmu ini.

6. Ilmu Biogeografi
Biogeografi adalah ilmu penunjang geografi yang mempelajari kehidupan mahluk hidup di permukaan bumi. Ilmu biogeografi terbagi menjadi dua, yaitu ilmu geografi tumbuhan (fitologi) dan ilmu geografi hewan (zoologi).

7. Ilmu Kartografi
Kartografi adalah ilmu penunjang geografi yang mempelajari tentang peta atau pemetaan. Tentu saja ilmu kartografi sangat menunjang georafi dalam memahami suatu daerah melalui peta tang dihasilkan oleh ilmu kartigrafi.

8. Ilmu Geomorfologi
Geomorfologi adalah ilmu penunjang geografi yang mengkaji bentuk bentuk permukaan bumi. Di dalam ilmu geomorfologi dipelajari tentang proses dan tahapan yang harus dilalui permukaan bumi hingga memperoleh bentang alam yang sedemikian rupa.

9. Ilmu Geologi
Geologi adalah ilmu penunjang geografi yang mengkaji bumi secara keseluruhan. Dalam geologi, akan kita pelajari tentang sejarah dan asal mula pembentukan bumi, komposisi, struktur, hingga perkembangannya.

10. Ilmu Geofisika
Geofisika merupakan cabang ilmu geografi yang mempelajari sifat fisik bumi bagian dalam melalui metode pemahaman fisika. Contoh kajian dalam ilmu geofisika yatu tentang gejala magnetik, gaya berat, dan gravitasi.
Ilmu Penunjang Geografi (Aspek Fisik & Sosial)

11. Ilmu Hidrologi
Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang air. Objek yang dipelajarai ilmu hidrologi terdiri dari air bawah permukaan (air tanah), air permukaan, dan air di udara.

12. Ilmu Meteorologi
Meteorologi adalah ilmu penunjang geografi yang mempelajari tentang berbagai unsur di atmosfer bumi. Kajian dalam ilmu meteorologi terdiri dari udara, curah hujan, cuaca, suhu, dan angin. Kita sering mendapati manfaat ilmu meteorologi untuk mengetahui cuaca dan iklim yang diterapkan dalam usaha penerbangan, pertanian, dan perhubungan.

13. Ilmu Oseanografi
Ilmu oseanografi adalah ilmu yang khusus mempelajari tentang perairan laut beserta segala isinya. Ilmu oseanigrafi masih berhubungan dengan ilmu hidrologi, hanya saja objek yang dipelajari meliputi pasang surut, sifat air laut, geologi dasar laut, kedalaman, arus, flora dan fauna laut, dan hubungan antara laut dengan atmosfer.

Ilmu Penunjang Geografi Aspek Sosial

Ilmu penunjang geografi yang kedua yaitu dari aspek sosial. Dalam hal ini, ada 5 cabang ilmu sosial yang menunjang geografi, antara lain geigrafi sosiologi, geografi ekonomi, geografi politik, antropologi, dan biogeografi. Untuk lebih jelaskanya, berikut ini penjelasan satu persatu tentang ilmu sosial penunjang geografi.

1. Geografi sosial/sosiologi 
Geografi sosial/sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial termasuk perubahan sosial, yaitu kelompok-kelompok sosial, lembaga-lembaga sosial, kaidah-kaidah sosial, dan lapisan sosial. Sedangkan proses sosialadalah pengaruh timbal balik berbagai segi kehidupan bersama.

2. Geografi politik 
Geografi politik adalah ilmu yang objeknya mempelajari  tentang hubungan antara daratan dan lautan dengan politik untuk tujuan politik luar negeri. Jadi, metode/cara mempergunakan prinsip prinsip geografi untuk meramalkan perkembangan politik dunia.

3. Geografi ekonomi 
Geografi ekonomi (geografi sosial ekonomi) adalah ilmu yang objeknya mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup untuk dapat mencapai kesejahteraan dalam hidupnya.

4. Biogeografi 
Biogeografi adalah ilmu yang objeknya mempelajari kehidupan/biosfer di muka bumi (di darat, laut, dan udara).

5. Antropologi/antropogeografi 
Antropologi/antropogeografi adalah ilmu yang objeknya mempelajari tentang penyebaran masyarakat bangsa-bangsa di bumi sehubungan dengan lingkungan geografi. Para ahli menganggap antropogeografi sama dengan humangeografi.

7 Ciri Pithecanthropus Erectus (Jenis-Jenis dan gambarnya)

Ciri-ciri pithecanthropus erectus, jenis-jenis pithecanthropus erectus, dan gambar pithecanthropus erectus. Pithecanthropus Erectus adalah salah satu manusia purba yang ada pada zaman batu. Menurut catatan sejarah, Pithecanthropus Erectus adalah jenis manusia purba Indonesia yang fosilnya pertama kali ditemukan dalam kebudayaan masyarakat modern.

Fosil Pithecanthropus Erectus ditemukan oleh Dr. Eugene Dubois di Trinil-Ngawi dan Kedungbrubus-Madiun pada tahun 1890 s/d 1892. Fosil yang ditemukan Dubois tersebut berupa kerangka rahang bawah, tempurung kepala, tulang paha, serta gigi geraham bagian bawah dan atas. Berdasarkan fosil-fosil pithecanthropus erectus, dubois dan para ahli sejarah lain menyimpulkan bahwa ada beberapa ciri dari jenis manusia purba ini.

Untuk lebih mendalalami tentang manusia purba pithecanthropus erectus, pada kesempatan kali ini akan kami paparkan materi sejarah tentang ciri-ciri pithecanthropus erectus, dan jenis-jenis pithecanthropus erectus. Namun, sebelum mengetahui lebih lanjut tentang ciri-ciri dan jenis pithecanthropus erectus, mari kita simak tentang pengertian manusia purba pithecanthropus erectus.

Pengertian Manusia Purba Pithecanthropus Erectus

Nama pithecanthropus erectus berasal dari bahasa Latin yang berarti manusia kera yang berjalan tegak. Adapun kedudukan Manusia purba Pithecanthropus Erectus yaitu diantara manusia dan kera, atau dengan kata lain manusia purba ini mirip seperti kera namun dapat berjalan seperti manusia.

Manusia purba pithecanthropus erectus diperkirakan hidup pada zaman Pleistosen Awal, Tengah, dan Akhir. Pada masa tersebut, daerah tempat tinggal pithecanthropus erectus diperkirakan masih berupa padang rumput dengan pepohonan yang tidak terlalu padat. Sedangkan dalam aktivitas sehari –harinya, pithecanthropus erectus sudah dapat membuat berbagai alat sederhana dari bahan batu – batuan, seperti kapak perimbas (chopper), kapak penetak (chopping tool), dan alat penyerpih yang terbuat dari tulang hewan (flake).

Pithecanthropus erectus sangat bergantung dengan ketersediaan sumber daya alam. Oleh karena itu, mereka memenuhi kehidupan sehari-harinya dengan cara mengambil bahan- bahan yang telah disediakan oleh alam, smisalnya dengan berburu dan meramu (mengumpulkan makanan). Oleh karena itu, mereka menjalankan pola hidup selalu berpindah – pindah dari suatu tempat ke tempat lain (nomaden). Jika suatu daerah tidak mampu mencukupi kebutuhan hidupnya, maka mereka akan pindah ke tempat lain yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah.

Pithecanthropus Erectus dalam kehidupan sosial hidup secara berkelompok dan telah mengenal sistem pembagian tugas kerja. Lelaki bertugas memburu binatang, sedangkan wanita bertugas untuk mengumpulkan makanan.

Ciri – Ciri Pithecanthropus Erectus

Pithecanthropus Erectus memiliki ciri- ciri yang khas sesuai dengan fosil-fosil yang telah ditemukan. Adapun ciri- ciri Pithecanthropus Erectus antara lain :
a. Mempunyai tubuh yang tingginya kira-kira 165-180 cm.
b. Mempunyai tonjolan yang tebal pada kening dan melintang di sepanjang pelipis.
c. Mempunyai badan yang tegap, tetapi tidak setegap tubuh Meganthropus.
d. Mempunyai volume otak sekitar 900 cc.
e. Mempunyai otot kunyah yang tidak sekuat milik Meganthropus.
f. Mengkonsumsi makanan – makanan yang bervariasi, seperti tumbuhan dan daging binatang.
g. Mempunyai hidung yang lebar dan tidak memiliki dagu.

Jenis – Jenis Pithecanthropus Erectus

Manusia purba Pithecanthropus Erectus memiliki beberapa jenis yang diklasifikasikan berdasarkan tempat atau daerah ditemukannya fosil mereka. Adapun jenis – jenis manusi purba Pithecanthropus Erectus antara lain Pithecanthropus Mojokertensis,  Pithecanthropus Soloensis, dan Pithecanthropus Robustus.

1. Pithecanthropus Mojokertensis
Jenis manusia purba Pithecanthropus Erectus yang pertama yaitu Pithecanthropus Mojokertensis. Fosil manusia purba Pithecanthropus Mojokertensis ditemukan oleh Weidenreich pada tahun 1936, di desa Jetis, Mojokerto. Fosil yang ditemukan yaitu berupa tulang tengkorak dan tulang paha yang digali dalam perut bumi.

Untuk lebih mendalami tentang manusia purba Pithecanthropus Mojokertensis, berikut ini ciri-cirinya :
a. Memiliki tubuh yang tegak
b. Tidak memiliki dagu
c. Memiliki tinggi badan sekitar 165 – 180 cm
d. Kening menonjol
e. Memiliki volume otak sekitar 750 – 1.300 cc
f. Memiliki tulang tengkorak yang tebal
g. Memiliki tulang rahang dan geraham yang cukup kuat
h. Hidup sekitar tahun 2 – 2,5 juta tahun yang lalu
i. Memiliki bentuk tengkorak yang lonjong
7 Ciri Pithecanthropus Erectus (Jenis-Jenis dan gambarnya)

2. Pithecanthropus Soloensis
Jenis manusia purba Pithecanthropus Erectus yang kedua yaitu Pithecanthropus Soloensis. Pithecantropus Soloensis kerap kali disebut sebagai manusi kera dari Solo. Fosil Pithecanthropus Soloensis ditemukan sekitar tahun 1931-1934oleh Oppenorth, G.H.R. Von Koeningswald, dan Ter Haar di sekitar lembah Sungai Bengawan Solo. Manusia purba jenis ini diperkirakan hidup sekitar 900.000 sampai 200.000 tahun yang lalu dan diperkirakan juga terdapat di daerah Kalimantan, Sumatera, bahkan Cina.

3. Pithecanthropus Robustus
Jenis manusia purba Pithecanthropus Erectus yang ketiga yaitu Pithecanthropus Robustus. Fosil Pithecanthropus Robustus pertama kali ditemukan oleh weidenreich dan Von koenigswald pada tahun 1939 di lembah Bengawan Solo. Fosil ini ditemukan setelah menggali permukaan kulit bumi hingga lapisan pleistosen bawah. Berdasarkan fosil tersebut, Von koenigswald menganggap fosil Pithecanthropus Robustus merupakan jenis yang sama dengan pithecanthropus Mojokertensis.

Alat-Alat Pithecanthropus Erectus

Selain ditemukan fosil Pithecanthropus Erectus, penelitian tersebut ditemukan fosil alat – alat purba yang digunakan oleh Pithecanthropus Erectus. Adapun fosil alat – alat yang ditemukan diantaranya adalah : alat-alat tulang, kapak penetak, kapak perimbas, kapak gengam, pahat gengam, alat serpih.

Sejarah Pembentukan BPUPKI dan PPKI (Persiapan Proklamasi RI)

Sejarah pembentukan BPUPKI dan PPI sebagai persiapan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Seluruh masyarakat Indonesia tentu mengetahui dan ingat kapan Indonesia memroklamasikan kemerdekaan Indoensia, namun masih ingatkah atau sudah tahukah tentang bagaimana proses kemerdekaan Indoensia?

Kemerdekaan Indoesia didapat melalui sejarah yang panjang, yang mungkin kita lupakan. Namun, persiapan dalam kemederdekaan Indonesia, setidaknya harus kita ketahui. Berbicara tentang persiapan kemerdekaan Indonesia, kita akan mengenal yang namanya organisasi BPUPKI dan PPKI.

Sejarah Pembentukan BPUPKI dan PPKI 

BPUPKI adalah singkatan dari Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, sedangkan PPKI adalah singkatan dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Kedua organisasi ini mempunyai peran penting dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Nah, untuk lebih mengetahui tentang bagaimana peran BPUPKI dan PPKI dalam mempersiapkan kemerdekaan Indoensia, kali ini kami akan membagikan sejarah tentang BPUPKI dan PPKI.

A. Sejarah Terbentuknya BPUPKI

Sejarah tenbentuknya BPUPKI bermula dari baberapa kekalahan yang diterima oleh Jepang pada Perang Dunia II. Kekalahan Jepang tersebut membuat posisi Jepang di Indonesia terancam. Oleh sebab itu, pada tanggal 1 Maret 1945, Kumaaikici Harada mengumumkan untuk segera membentuk Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Jepang melakukan ini semata-mata agar bangsa Indonesia tetap bersimpati dan mendukung Jepang.

BPUPKI diketuai oleh Dr. Rajiman Widyodiningrat dan dibantu oleh beberapa wakil ketua seperti Icibangase yang sekaligus sebagai kepala Badan Perundingan dan RP. Suroso yang sekaligus sebagai kepala sekretariat. Sebagai kepala sekretariat, RP. Suroso dibantu oleh Toyohito Masuda dan Mr. AG. Pringgodigdo. BPUPKI mempunyai anggota sejumlah 60 orang. Pada tanggal 28 Mei 1945 BPUPKI diresmikan setelah semua persiapan usai.

Maksud dan tujuan Jepang membentuk BPUPKI oleh adalah untuk menyelidiki dan mempelajari hal – hal yang berhubungan dengan rencana pembentukan negara Indonesia. Dengan adanya BPUPKI, Apabila Indonesia kelak memproklamirkan kemerdekaannya, maka Indonesia sudah mempunyai dasar negara. Jadi, BPUPKI bekerja untuk merumuskan dasar negara. BPUPKI dalam menjalankan tugas-tugasnya melakukan beberapa sidang. Adapun sidang-sidang BPUPKI antara lain:

a. Sidang BPUPKI I
BPUPKI mengadakan sidang yang pertama Pada tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945. Sidang BPUPKI ini membahas tentang dasar Negara Indonesia. Dalam sidang tersebut muncul beberapa tokoh yang menyumbangkan pandanganya untuk dasar Negara Indonesia, seperti Mr. Moh Yamin, Mr. Supomo, dan Ir. Soekarno.

Pada tanggal 29 Mei, Moh. Yamin mengajukan lima dasar negara kebangsaan Indonesia, antara lain :
a. Peri Kebangsaan.
b. Peri Kemanusiaan.
c. Peri Ketuhanan.
d. Peri Kerakyatan.
e. Kesejahteraan Rakyat,

Pada tanggal 31 Mei 1945, Mr. Supomo mengusulkan dasar-dasar Negara Indonesia, antara lain :
a. Persatuan.
b. Kekeluargaan
c. Keseimbangan lahir dan batin.
d. Musyawarah.
e. Keadilan rakyat.

Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno juuga mengusulkan dasar Negara Indonesia, antara lain :
a. Kebangsaan Indonesia.
b. Internasionalisme atau perikemanusiaan.
c. Mufakat atau demokrasi.
d. Kesejahteraan sosial.
e. Ketuhanan Yang Maha Esa.

Menindaklanjuti usulan-sulan tersebut, BPUPKI membentuk Panitia kecil yang disebut dengan Panitia Sembilan dan diketuai oleh Ir. Soekarno. Panitia Sembilan tersebut pada tanggal 22 Juni 1945 melahirkan rumusan yang disebut dengan Piagam Jakarta (Jakarta Charter). Adapun isi dari rumusan tersebut sebagai berikut.
a. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk pemeluknya.
b. Dasar Kemanusiaan yang adil dan beradab.
c. Persatuan Indonesia.
d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan.
e. Mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

b. Sidang BPUPKI II
Pada tanggal 10 Juli 1945, BPUPKI melaksanakan sidang yang kedua. Sidang ini dilaksanakan untuk membahas bentuk Negara dan rancangan Undang-Undang Dasar (UUD). Dalam sidangnya, BPUPKI membentuk Panitia Perancang UUD dan menunjuk Ir. Soekarno sebagai ketua panitia.

Hasil sidang ini menetapkan bahwa bentuk Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Kemudian pada tanggal 11 Juli 1945, Panitia Perancang UUD menetapkan Piagam Jakarta sebagai Pembukan UUD.
Sejarah Pembentukan BPUPKI dan PPKI (Persiapan Proklamasi RI)

Kemudian pada Tanggal 14 Juli 1945, BPUPKI melanjutkan sidang untuk menerima laporan dari Panitia Perancang UUD. Adapun tiga hal penting yang dilaporkan oleh Ir. Soekarno adalah sebagai berikut:
a. Pernyataan Indonesia merdeka
b. Pembukaan UUD (diambil dari Piagam Jakarta)
c. Batang tubuh UUD
Setelah melaksanakan tugasnya, pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan.

B. Sejarah Terbentuknya PPKI

Jepang semakin sering menelan kekalahan dalam Perang Asia Timur Raya, sehingga Komando Tentara Jepang wilayah Selatan pada saat itu mengadakan rapat dan memutuskan bahwa Indonesia akan diberi kemerdekaan pada tanggal 7 September 1945.

Keadaan Jepang semakin kritis karena kota Hirosima dan Nagasaki dibom atom oleh Amerika Serikat pada tanggal 6 Agustus 1945. Menghadap situasi krisis ini, pada tanggal 7 Agustus 1945, Jenderal Terauchi menyetujui pembentukan Dokuritsu Junbi Inkai atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). PPKI dibentuk untuk melanjutkan tugas BPUPKI dalam mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia.

PPKI diketuai oleh Ir. Soekarno dan dibantu oleh Drs. Moh. Hatta sebagai wakilnya. Anggota PPKI sendiri berjumlah 21 orang yang terdiri dari perwakilan beberapa daerah di Indonesia. Adapun perwakilan-perwakilan tersebut diantaranya adalah:
1. Jawa 12 perwakilan.
2. Sumatera 3 perwakilan.
3. Sunda Kecil 1 perwakilan.
4. Maluku 1 perwakilan.
5. Sulawesi 2 perwakilan.
6. Kalimantan 1 perwakilan.
7. Golongan penduduk Cina 1 perwakilan.

Pada tanggal 9 Agustus 1945, Ir. Soekarno, Moh. Hatta, dan Rajiman Widyodiningrat dipanggil oleh Jendral Terauchi, pimpinan Angkatan Perang Jepang yang berkedudukan di Saigon, untuk peresmian PPKI. Pertemuan tersebut menegaskan bahwa Pemerintah Kekaisaran Jepang memutuskan untuk menyerahkan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia.

Agresi Militer Belanda 1 dan 2 (Penyebab, Latar belakang, Tujuan)

Penyebab, latar belakang, tujuan, dan dampak agresi militer Belanda 1 dan 2. Pernahkah anda mendengar tentang agresi militer Belanda? Seharusnya anda pernah mendengar tentang agresi militer Belanda pada mata pelajaran sejarah. Singkatnya, setelah Indonesia lepas dari Jepang dan memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, Belanda ingin masuk dan menjajah negara Indonesia lagi. Tindakan Belanda yang dibantu oleh sekutu (Inggris) ini dinamakan dengan agresi militer Belanda.

Selama menjalankan aksinya, belanda melakukan agresi milter belanda 2 kali yang dinamakan agresi militer belanda 1 dan agresi militer 2. Lantas apa perbedaan antara agresi militer belanda pertama dan agresi militer kedua? Serta apa latar belakang, penyebab, serta tujuan agresi militer belanda? Pada kali ini akan kita kupas satu persatu tentang agresi militer belanda 1 dan 2.

A. Agresi Militer Belanda 1

Seperti yang disampaikan di atas, bahra setelah Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaannya, Belanda ingin masuk kembali dengan menguasi dan menjajah negara Indonesia. Dengan diboncengi oleh pihak sekutu, Inggris, Belanda melakukan penyerangan-penyerangan terhadap Negara Indonesia.

Latar belakang (Penyebab) Agresi Militer Belanda 1
Agresi Militer Belanda 1 dilatar belakangi oleh Belanda yang tidak menerima hasil Perundingan Linggajati yang telah disepakati bersama pada tanggal 25 Maret 1947. Atas dasar tersebut, pada tanggal 21 Juli 1947, Belanda melakukan agresi militer pertamanya dengan menggempur Indonesia.

Tujuan Agresi Militer Belanda 1
Agresi militer Belanda pertama mempunyai tujuan di berbagai bidang. Adapun tujuan dari agresi militer Belanda 1 antara lain :
1. Bidang Ekonomi
Merebut daerah-daerah penting, seperti Jawa Barat dan Timur sebagai penghasil bahan makanan, Sumatera sebagai wilayah perkebunan dan pertambangan.
2. Bidang Politik
Mengepung ibu kota RI dan menghapus RI dari peta (menghilangkan de facto RI).
3. Bidang Militer
Menghancurkan Tentara Negara Indonesia (TNI).

Sejarah Agresi Militer Belanda 1
Pada tanggal 21 Juli 1947, Belanda menggempur Indonesia dengan menyerang Pulau Jawa dan Sumatra. Pasukan TNI yang dikejutkan dengan serangan tersebut, terpencar-pencar dan mundur ke daerah pinggiran untuk membangun daerah pertahanan baru. Pasukan TNI selanjutnya membatasi pergerakan pasukan Belanda dengan taktik perang gerilya. Dengan taktik ini, Pasukan TNI berhasil mempersulit Belanda.

Meskipun Belanda berhasil menduduki beberapa kota-kota penting, akan tetapi justru hal ini membuat posisi Republik Indonesia naik di mata dunia. Banyak negara-negara yang simpati dengan Republik Indonesia, seperti Liga Arab yang akhirnya mengakui kemerdekaan Indonesia sejak 18 November 1946.

Agresi militer yang dilakukan oleh Belanda terhadap Indonesia memunculkan permusuhan negara-negara Liga Arab terhadap Belanda. Dengan demikian, kedudukan Republik Indonesia di Timur Tengah secara politik meningkat.

Dewan Keamanan PBB pun ikut campur dalam masalah ini, dan membentuk Komisi Tiga Negara untuk menyelesaikan konflik ini melalui serangkaian perundingan, seperti Perundingan Renville dan Perundingan Kaliurang. Akan tetapi, perundingan-perundingan tersebut tetap tidak diindahkan oleh Belanda.

B. Agresi Militer Belanda 2

Untuk nengatasi agresi militer belanda 1, Indonesia dibantu dewan keamanan PBB. Namun PBB tidak berhasil  dalam menyelesaikan konflik tersebut, melalui jalan perundingan. Hal ini mengakibatkan Belanda tetap bersikeras untuk menguasai Republik Indonesia. Oleh karena itu, Belanda melancarkan agresi militernya yang kedua dengan nama agresi militer Belanda 2.

Latar Belakang (Penyebab) Militer Belanda 2
Agresi militer Belanda 2 dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan mereka terhadap pejanjian Renvile yang telah disepakati. Mereka menolak adanya pembagian kekuasaan dan tetap ingin menguasai Republik Indonesia seutuhnya.

Sejarah Agresi Militer 2
Pada tanggal 19 Desember 1948, tepat pukul 06.00, Belanda melancarkan serangannya ke Ibu Kota Indonesia pada saat itu, Yogyakarta. Dalam peristiwa ini, Belanda menangkap dan menawan pimpinan- pimpinan RI, seperti Presiden Soekarno, Wakil Presiden Moh. Hatta, Syahrir (Penasihat Presiden) dan beberapa menteri termasuk Menteri Luar Negeri Agus Salim.

Presiden Soekarno dan Moh. Hatta kemudian diasingkan di Bangka. Jatuhnya Yogyakarta, dan ditawannya beberapa pimpinan RI membuat Belanda merasa telah menguasai Indonesia dan segera membentuk Pemerintah Federal.

Akan tetapi, sebelum Belanda membentuk Pemerintahan Federal, Ir. Soekarno meminta Syarifudin Prawiranegara untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Selanjutnya, Pada tanggal 19 Desember 1948 Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) berhasil dibentuk di Bukittinggi, Sumatera.

Sementara itu Belanda terus menambah pasukannya ke wilayah RI untuk menunjukan bahwa mereka telah menguasai Indonesia. Namun pada kenyataannya, Belanda hanya menguasai wilayah perkotaan dan jalan raya, sementara itu Pemerintahan RI masih terus berlangsung hingga di wilayah pedesaan.

Rakyat dan TNI bersatu berperang melawan Belanda menggunakan siasat gerilya. TNI yang berada di bawah pimpinan Jenderal Sudirman melancarkan serangan terhadap Belanda dan merusak fasilitas-fasilitas penting, seperti: memutus kawat-kawat telepon, jalan-jalan kereta api, dan menghancurkan jembatan agar Belanda tidak dapat menggunakannya.
Agresi Militer Belanda 1 dan 2 (Penyebab, Latar belakang, Tujuan)

Meskipun Jenderal Sudirman sedang berada dalam keadaan sakit, Beliau masih sanggup berperang dengan bergerilya di Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan menempuh perjalanan dari Yogyakarta, Surakarta, Madiun, dan Kediri.

Pada tanggal 23 Desember 1948, Pemerintah Darurat RI mengirimkan perintah Kepada wakil RI di PBB untuk menyampaikan bahwa pemerintah RI bersedia untuk penghentian peperangan dan mengadakan perundingan.

Namun, Belanda tidak mengindahkan Resolusi Dewan Keamanan PBB tanggal 28 Januari 1949 untuk menghentikan perang. Mereka pula menyakini bahwa RI telah hilang. Akan tetapi, TNI dan rakyat melancarkan Serangan Umum 1 Maret 1949 untuk membuktikan bahwa RI masih ada dan TNI masih kuat.

Serangan ini berhasil memukul Belanda keluar dari Yogyakarta. Meskipun Yogyakarta hanya berhasil dikuasai selama 6 jam, kenyataan ini membuktikan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap berjalan. (sumber : kakakpintar.com)

12 Alat Manusia Purba Pada Zaman Batu dan Gambar + Penjelasan

Alat-alat manusia purba pada zaman batu beserta gambarnya dan penjelasannya. Zaman prasejarah adalah zaman manusia belum mengenal tulisan dan dimulai sejak adanya kehidupan di permukaan bumi hingga manusia mengenal tulisan. Jadi, masa prasejarah tidak meninggalkan bukti-bukti tertulis pada benda-benda peninggalannya. Lalu bagaimana para ahli sejarah mengetahui tentang zaman prasejarah? Para ahli mempelajari zaman prasejarah melalui alat peninggalan manusia purba (zaman batu)

Pada artikel ini, kita akan membahas tentang alat manusia purba pada zaman batu dan gambarnya. Namun, sebelum kita mempelajari tentang alat manusia purba zaman batu, kita bahas dulu tentang pembagian zaman prasejarah. Berdasarkan geologi, terjadinya bumi sampai sekarang dibagi ke dalam empat zaman batu. Zaman-zaman tersebut merupakan periodisasi zaman batu terbagi menjadi 4 zaman yaitu : palaeolithikum (zaman batu tua), mesolithikum (zaman batu tengah), neolithikum (zaman batu muda), egalithikum (zaman batu besar).

Alat Manusia Purba Pada Zaman Batu dan Gambar

Masing-masing zaman batu mempunyai alat peninggalan yang dibuat manusia purba. Berikut ini akan kami jelaskan secara rinci tentang 12 alat manusia purba pada zaman batu beserta gambarnya. Penjelasan dan gambar alat peninggalan manusia purba zaman batu ini kami dapatkan dari berbagai sumber.

Alat Peninggalan Zaman Batu 1 : Kapak Genggam
Alat manusia purba zaman batu ini disebut juga dengan Chopper, memiliki bentuk yang sama seperti kapak, tetapi tidak memilik pegangan. Cara menggunakan benda ini adalah dengan digenggam. Kapak genggam terbuat dari batu yang salah satu sisinya diasah hingga menjadi tajam, sedangkan sisi lainya tidak diasah untuk dijadikan tempat genggaman.

Alat ini digunakan untuk menguliti dan memotong hewan buruan dan juga digunakan sebagai alat penggali tanah dalam mencari umbi – umbian. Kapak genggam ini banyak ditemukan di daerah Pacitan.

Alat Peninggalan Zaman Batu 2 : Kapak Perimbas
Kapak perimbas adalah alat manusia purba yang berbentuk kapak, tetapi dengan bentuk yang lebih kecil dari ukuran kapak pada saat ini. Benda ini digunakan untuk, memahat, merimbas kayu, dan tulang untuk dijadikan senjata. Alat ini digunakan oleh manusia Pithecanthropus dan banyak sekali ditemukan di daerah Pactitan, Jawa Tengah oleh Ralp Von Koenigswald, sehingga disebut juga dengan alat peninggalan kebudayaan Pacitan.

Selain di temukan di Pacitan, ternyata alat ini juga ditemukan di daerah Gombong (Jawa Tengah), Sukabumi (Jawa Barat), lahat, (Sumatra selatan), dan Goa Choukoutieen di Beijing.

Alat Peninggalan Zaman Batu 3 : Flakes
Flakes adalah peralatan manusia purba zaman batu yang berukuran kecil dan terbuat dari batu Chalcedon. Alat ini merupakan hasil dari kebudayaan Ngandong, kebudayaan yang alat – alatnya terbuat dari tulang hewan. Flakes digunakan untuk mengupas makanan. Selain itu, alat ini juga dimanfaatkan sebagai alat untuk berburu binatang, menangkap ikan, dan mengumpulkan ubi dan buah-buahan.

Alat Peninggalan Zaman Batu 4 : Pebble (Kapak Genggam Sumatera)
Pebble disebut juga dengan kapak genggam sumatera. Alat manusia purba zaman batu ini digunakan oleh manusia purba pada zaman mesolitikum dan dimanfatkan sebagai alat untuk memotong. Pabbel ditemukan oleh Dr. P.V. Van Stein Callenfels yang melakukan penelitian di bukit kerang pada tahun 1925. Alat ini terbuat dari batu kali yang dipecah – pecah menjadi pipihan – pipihan kecil yang tajam pada bagian ujungnya.
Alat Manusia Purba Pada Zaman Batu dan Gambar

Alat Peninggalan Zaman Batu 5 : Peralatan dari tulang binatang atau tanduk rusa
Selain dari batu, alat peninggalan manusia purba zaman batu juga ditemukan ada yang terbuat dari tulang binatang dan tanduk rusa. Alat – alat ini digunakan oleh manusia purba pada masa paleolithikum yang menghasilkan kebudayaan Ngandong.

Pada umumnya, alat – alat yang terbuat dari tulang ini merupakan alat – alat penusuk (belati), seperti mata panah dan ujung tombak yang bergerigi. Alat – alat ini berfungsi sebagai alat pengorek ubi di dalam tanah, berburu dan menangkap ikan.

Alat Peninggalan Zaman Batu 6 : Hachecour (kapak pendek)
Hachecour atau disebut dengan kapak pendek merupakan alat manusia purba pada masa mesolitikum (zaman bat tengah). Kapak ini berbentuk setengah lingkaran yang lebih pendek daripada bentuk kapak saat ini. Hachecour juga ditemukan di tumpukan bukit kerang oleh Dr. P.V. Van Stein Callenfels pada tahun 1925.

Alat Manusia Purba Pada Zaman Batu dan Gambar
Alat Peninggalan Zaman Batu 7 : Menhir
Menhir yaitu bangunan yang terbuat dari batu untuk pemujaan kepada roh – roh nenek moyang. Bangunan ini ada yang dibentuk tunggal da nada pula yang dibentuk berkelompok, seperti punden berundak – undak.

Alat Peninggalan Zaman Batu 8 : Pipisan
Selain kapak, pipisan juga ditemukan di dalam bukit – bukit kerang. Pipisan adalah batu – batuan penggiling beserta landasannya. Benda ini dimanfaatkan untuk menghaluskan makanan dan juga dipergunakan untuk menghaluskan cat merah yang terbuat dari tanah merah. Mereka menggunakan cat merah untuk kepentingan religius dan juga untuk ilmu sihir.

Alat Peninggalan Zaman Batu 9 : Punden Berundak-undak
Punden berundak-undak adalah sebuah bangunan yang terbuat dari batu dan disusun bertingkat-tingkat. Bangunan ini digunakan untuk tempat pemujaan bagi roh – roh nenek moyang.

Alat Peninggalan Zaman Batu 10 : Sarkofagus
Sarkofagus merupakan peti mayat atau keranda yang dibuat dari batu. Bentuk sarkofagus menyerupai lesung yang diberi tutup. Di dalam Sarkofagus ditemukan mayat beserta bekal kubur mereka, seperti periuk, kapak persegi, perhiasan dan benda-benda yang dibuat dari dari perunggu dan besi.
Alat Manusia Purba Pada Zaman Batu dan Gambar

Alat Peninggalan Zaman Batu 11 : Dolmen
Dolmen adalah meja yang terbuat dari batu yang digunakan untuk meletakkan sesaji untuk pemujaan kepada roh leluhur. Di bagian bawah dolmen biasanya digunakan untuk meletakkan mayat, sehingga mayat tidak dimakan oleh binatang liar.

Alat Peninggalan Zaman Batu 12 : Arca batu
Arca/patung-patung dibuat dari batu – batu yang dibentuk menyerupai binatang atau manusia. Benda ini digunakan untuk keperluan upacara keagamaan pada zaman megalitikum.

Alat Peninggalan Zaman Batu 13 : Waruga
Waruga merupakan peti kubur pada zaman megalitikum. Di dalam waruga ditemukan bermacam – macam benda yang berupa tulang- tulang, dan gigi manusia, periuk dari tanah liat, benda- benda yang terbuat dari logam, seperti pedang, dan tombak, dan perhiasan.