Limbah Peternakan, Contoh, Macam, & Dampak Lingkungan

     Iklan (Tutup K!k 2x)
     Iklan (Tutup K!k 2x)
Macam-macam limbah peternakan, contoh, pemanfaatan, dan dampaknya terhadap lingkungan. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang limbah. Seperti yang kita ketahui, ada banyak sekali jenis-jenis limbah, seperti limbah rumah tangga, limbah industri, limbah pertanian, dan limbah peternakan. Dari beberapa jenis limbah tersebut, yang akan menjadi fokus bahasan kita yaitu limbah peternakan? Apa itu limbah peternakan? Apa contoh limbah peternakan? Apa dampak limbah peternakan terhadap lingkungan?

Beberapa pertanyaan terntang limbah peternakan di atas kan kita bahas satu persatu dalam artikel ini. Yang pertama kita bahas yaitu apa itu limbah peternakan atau pengertian limbah peternakan. Limbah ternak yaitu sisa buangan dari suatu kegiatan usaha peternakan seperti usaha pemeliharaan ternak, pengolahan produk ternak, rumah potong hewan, dan lainnya. Semakin berkembangnya usaha peternakan, maka limbah peternakan yang dihasilkan semakin meningkat.

Sedangkan Pariera berpendapat, bahwa limbah peternakan adalah semua buangan yang meliputi semua kotoran yang dihasilkan dari usaha peternakan yang bersifat padat, cair, gas dan sisa pakan. Limbah peternakan merupakan salah faktor yang harus diperhatikan pada usaha peternakan, selain faktor bibit ternak, pakan, kandang, penyakit ternak dan panen. Dikatakan demikian karena tidak jarang suatu peternakan diminta untuk menutup usahanya oleh warga masyarakat sekitar karena limbahnya dituding telah mencemari lingkungan.

Total limbah yang dihasilkan peternakan tergantung dari species ternak, besar usaha, tipe usaha dan lantai kandang. Kotoran sapi yang terdiri dari feces dan urine merupakan limbah ternak yang terbanyak dihasilkan dan sebagian besar manure dihasilkan oleh ternak ruminansia seperti sapi, kerbau kambing, dan domba.

A. Dampak Limbah Peternakan

Limbah peternakan mengandung nutrisi atau zat padat yang potensial untuk mendorong kehidupan jasad renik yang memberikan dampak terhadap lingkungan. Selain melalui air, limbah peternakan sering mencemari lingkungan secara biologis yaitu sebagai media untuk berkembang biaknya lalat. Kandungan air manure antara 27-86 % merupakan media yang paling baik untuk pertumbuhan dan perkembangan larva lalat, sementara kandungan air manure 65-85 % merupakan media yang optimal untuk bertelur lalat.

Adanya limbah peternakan dalam keadaan keringpun dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan yaitu dengan menimbulkan debu. Pencemaran udara di lingkungan penggemukan sapi yang paling hebat ialah sekitar pukul 18.00, kandungan debu pada saat tersebut lebih dari 6000 mg/m3, jadi sudah melewati ambang batas yang dapat ditolelir untuk kesegaran udara di lingkungan (3000 mg/m3)

Dampak limbah peternakan secara umum dibagi menjadi 2, yaitu dampak bagi kesehatan dan dampak bagi lingkungan.

1. Dampak limbah peternakan bagi kesehatan
Beberapa dampak negatif yang diakibatkan limbah peternakan antara lain :
a. Ammonia, bentuk nitrogen beracun yang dilepaskan ke udara ketikan dilakukan waste disposal, dapat tersebar sampai 300 miles sebelum turun ke atas permukaan tanah/ air yang mengakibatkan algal bloom dan membunuh ikan.
b. Penduduk yang tinggal di dekat Peternakan besar menghirup berbagai jenis gas yang terbentuk akibat dekomposisi manure. Bau yang menusuk disertai dengan senyawa yang membahayakan, misalnya gas dr lagoon (H2S) membehayakan meskipun dalam konsentrasi rendah. Effeknya irreversible- mulai dari gangguan tenggorokan, koma bahkan mematikan.
c. Effek lain yang timbul akibat gas adalah sakit kepala, sesak nafas, batuk dan diare.
d. Penggunaan antibiotik di peternakan juga berpotensi menimbulkan bahaya. Peternakan besar sering memberikan antibiotik untuk mempercepat pertumbuhan atau menekan angka sakit akibat kondisi kandang yang padat. Antibiotik tersebut memasuki lingkungan dan rantai makanan, yang berkontribusi terhadap peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotika yang selanjutnya menyulitkan penanganan penyakit pada manusia.
e. Limbah ternak juga mengkontaminasi suplai air minum, hal ini disebabkankarena air minum mengandung nitrat dari lagoon atau lahan/kebun yang dipupuk limbah ternak. Air minum yang terkontaminasi nitrat meningkatkan risiko sindroma blue baby, yang dapat menimbulkan kematian pada balita. Konsentrasi nitrat yang tinggi yang berasal dari daerah dekat peternakan babi tercatat menimbulkan aborsi.

2. Dampak limbah peternakan bagi lingkungan
Sedangkan dampak limbah peternakan bagi lingkungan sekitar yaitu :
a. Lingkungan juga dapat menderita akibat industri- peternakan besar. Kadang-kadang kerusakan bersifat mendadak dan katastropik, misal lagoon jebol mengakibatkan banyak ikan mati, atau bila manure terlalu banyak di aplikasikan secara berulang-ulang menimbulkan run-off dan mencemari perairan
b. Manure juga mengandung garam dan logam berat, yang bisa mencemari air dan terakumulasi dalam sedimen, yang kemudian masuk ke rantai makanan. Penggunaan air yang berlebihan (mencuci, pendinginan, dan air minum) dapat mengeksplotasi air tanah.
c. Bisa juga menimbulkan gangguan yang sangat merugikan. Misal air yang tercemar P dan N (konsentrasi dibawah nilai ambang) yang mengakibatkan eutrofikasi (penyuburan) yang selanjutnya mengakibatkan penurunan konsentrasi oksigen dalam air, membunuh binatang air. Salah satu MO yang menghasilkan racun adalah, Pfiesteria piscicida, mengakibatkan kematian satu milyar ikan dai pantai North Carolina, USA an menyebabkan iritasi kulit, dan kehilangan ingatan jangka pendek.


B. Macam-Macam Limbah Peternakan

Menurut Soehadji, macam-macam limbah peternakan meliputi semua kotoran yang dihasilkan dari suatu kegiatan usaha peternakan baik berupa limbah padat dan cairan, gas, maupun sisa pakan. Limbah padat merupakan semua limbah yang berbentuk padatan atau dalam fase padat (ternak yang mati, kotoran ternak, atau isi perut dari pemotongan ternak). Limbah cair adalah semua limbah yang berbentuk cairan atau dalam fase cairan (air seni atau urine, air dari pencucian alat-alat). Sedangkan limbah gas adalah semua limbah berbentuk gas atau dalam fase gas.

Ada juga pendapat lain tentang macam-macam limbah. Macam-macam peternakan terdiri dari : limbah padat dan limbah cair seperti feses, urine, sisa makanan, embrio, kulit telur, lemak, darah, bulu, kuku, tulang, tanduk, isi rumen, dan lain-lain (Sihombing, 2000).
No Macam Limbah Senyawa Wujud Asal Toksisitas
1 Feses Organik Padat Peternakan Non B3
2 Urin Organik Padat Peternakan Non B3
3 Sisa makanan Organik Padat Peternakan Non B3
4 Lemak Organik Padat Peternakan Non B3
5 Darah Organik Padat Peternakan Non B3
6 Kuku Organik Padat Peternakan Non B3
7 Bulu Organik Padat Peternakan Non B3
8 Tanduk Organik Padat Peternakan Non B3
9 Tulang Organik Padat Peternakan Non B3
10 Isi Rumen Organik Padat Peternakan Non B3
11 Embrio Organik Padat Peternakan Non B3
12 Kulit telur Organik Padat Peternakan Non B3

C. Teknik Penanganan Limbah Peternakan

Teknik penanganan limbah peternakan ada tiga, yaitu teknik pengumpulan, teknik pengangkuta, teknik pemisahan, dan teknik penyimpanan.

1. Teknik pengumpulan (collections)
Ada 3 cara mendasar pengumpulan limbah, antara lain :
a. Scraping, yaitu membersihkan dan mengumpulkan limbah dengan cara menyapu atau mendorong/menarik (dengan sekop atau alat lain) limbah.  Diduga merupakan cara pengumpulan limbah yang paling tua dilakukan oleh para peternak. Scrapingdapat dilakukan dengan cara manual ataupun mekanik.
• Sistem mekanik memiliki cara kerja yang sama dengan sistem manual, hanya saja pada sistem ini menggunakan kekuatan traktor atau unit kekuatan yang tetap.
• Cara manual, biasa dipakai pada kandang panggung (stanchions), yaitu untuk membersihkan limbah yang melekat di jeruji lantai kandang atau di tempat-tempat fasilitas kandang yang lain. Cara ini digunakan terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan tenaga kerja banyak dan sebagai penyempurnaan sistem pengelolaan limbah peternakan.
b. Flushing, yaitu pengumpulan limbah  menggunakan air untuk mengangkut limbah tersebut dalam bentuk cair.
c. Free-fall, yaitu pengumpulan limbah dengan cara membiarkan limbah tersebut jatuh bebas melewati penyaring atau penyekat lantai ke dalam lubang pengumpul di bawah lantai kandang. Pengumpulan limbah peternakan dengan system free-fall dilakukan dengan membiarkan limbah melewati penyaring atau penyekat lantai dan masuk ke dalam lubang penampung.
Limbah Peternakan, Contoh, Macam, & Dampak Lingkungan

2. Pengangkutan (transport)
Cara pengangkutan limbah dari tempat pengumpulan bergantung pada karakteristik aliran limbah. Karakteristik aliran limbah bergantung pada umur dan jenis ternak dan juga pada sistem pengumpulan limbah yang digunakan.
3. Pemisahan (separation)
4. Penyimpanan (storage) atau Pembuangan (disposal).

D. Pemanfaatan Limbah Peternakan

Limbah ternak masih mengandung nutrisi atau zat padat yang potensial untuk dimanfaatkan. Limbah ternak kaya akan nutrient (zat makanan) seperti protein, lemak, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN), vitamin, mineral, mikroba atau biota, dan zat-zat yang lain (unidentified subtances). Limbah ternak dapat dimanfaatkan untuk bahan makanan ternak, pupuk organik, energi dan media pelbagai tujuan (Sihombing, 2002).

1. Pemanfaatan limbah peternakan untuk pakan dan media cacing tanah
Penggunaan feses sapi untuk media hidupnya cacing tanah, telah diteliti menghasilkan biomassa tertinggi dibandingkan campuran feces yang ditambah bahan organik lain, seperti feses 50% + jerami padi 50%, feses 50% + limbah organik pasar 50%, maupun feses 50% + isi rumen 50% (Farida, 2000).

2. Pemanfaatan limbah peternakan sebagai pupuk organik
Pemanfaatan limbah peternakan khususnya kotoran ternak sebagai pupuk organik dapat dilakukan melalui pemanfaatan kotoran tersebut sebagai pupuk organik. Penggunaan pupuk kandang (manure) selain dapat meningkatkan unsur hara pada tanah juga dapat meningkatkan aktivitas mikrobiologi tanah dan memperbaiki struktur tanah tersebut.

Kandungan Nitrogen, Posphat, dan Kalium sebagai unsur makro yang diperlukan tanaman, tersaji dalam tabel berikut.
No Jenis Pupuk Kandang Nitrogen Posphat Kalium
1 Kotoran sapi 0,6 0,3 0,1
2 Kotoran kuda 0,4 0,3 0,3
3 Kotoran kambing 0,5 0,3 0,2
4 Kotoran ayam 1,6 0,5 0,2
5 Kotoran itik 1,0 1,4 0,6
Kotoran ternak dapat juga dicampur dengan bahan organik lain untuk mempercepat proses pengomposan serta untuk meningkatkan kualitas kompos tersebut.

3. Pemanfaatan limbah peternakan untuk gasbio
Gasbio adalah campuran beberapa gas, tergolong bahan bakar gas yang merupakan hasil fermentasi dari bahan organik dalam kondisi anaerob, dan gas yang dominan adalah gas metan (CH4) dan gas karbondioksida (CO2) (Simamora, 1989). Gasbio memiliki nilai kalor yang cukup tinggi, yaitu kisaran 4800-6700 kkal/m3, untuk gas metan murni (100 %) mempunyai nilai kalor 8900 kkal/m3. Produksi gasbio sebanyak 1275-4318 I dapat digunakan untuk memasak, penerangan, menyeterika dan mejalankan lemari es untuk keluarga yang berjumlah lima orang per hari. Di perdesaan, gasbio dapat digunakan untuk keperluan penerangan dan memasak sehingga dapat mengurangi ketergantungan kepada minyak tanah ataupun listrik dan kayu bakar. Bahkan jika dimodifikasi dengan peralatan yang memadai, biogas juga dapat untuk menggerakkan mesin.

Silahkan berkomentar . .
EmoticonEmoticon