Wednesday, July 5

Manfaat Bawang Putih Dari Alquran Hingga Kedokteran

Mendengar kata bawang putih, pikiran kita akan tertuju pada biji-bijian yang digunakan sebagai bahan penyedap masakan. Ya, benar. Baunya sedikit menyengat dan warnanya putih. Untuk memperolehnyapun sangat mudah. Di supermarket dan pasar tradisional, bahan masakan ini tidaklah terlalu sulut untuk diperoleh.

Penggunaan bawang putih untuk bahan resep masakan sudah dianggap hal yang wajib bagi masyarakat pedesaan. Tanpa bawang putih, masakan terasa hambar. Tetapi, lebih dari itu, bawang putih berguna untuk kesehatan. Konon bawang putih ini dikenal sebagai obat berbagai penyakit sejak 5.000 tahun silam di negara mesir. Dalam literatur kuno arab, dipaparkan salah satu rahasia mengapa orang arab perkasa dan kuat ialah disebabkan sering menggunakan bawang putih. Orang romawi dan yunan kuno juga memanfaatkan bawang putih untuk mengobati penyakit asma dan lepra, bahkan untuk menghindari ganasnya kalajengking.

Kali ini, kita akan sedikit mengupas manfaat bawang putih dalam bidang kedokteran karena sampai kini dunia pengobatan modern masih mengakui bawang putih mengandung bahan kimia yang dapat menguatkan sistem pertahanan tubu (imun) dari serangan penyakit baik luar dan dalam. Dalam penelitian yang dilakukan oleh University of Minne Sota mengarahkan risiko terkena serangan jantung koroner diusia manula dapat berkurang 50 persen bila menggunakan bawang putih.


Kandungan Bawang Putih

Bawang putih mengandung kadar garam galian yang tinggi seperti arominis dan sulfur, penisilin. Sehingga membuat bau yang menyengat. Pada setiap butirnya mengandung kalsium, lemak, garam, air, protein, vutamin A, B, dan C, serta minyak kandungan karbohidrat dan bahan aktif lainnya. Menggunakan dua atau tiga siung bawang putih perhari dapat terhindar dari kemungkinan penyakit jantung.

Bawang Putih di Mata Nabi Muhammad Saw
Ibnu Qoyum al Jauziah menyebutkan bahwa nabi pun memakan masakan yang mengandung bahan bawang putih pada setiap makanan terakhir dengan catatan bawang putih harus dimasak sampai matang terlebih dahulu. Karena dalam satu hadis yang diriwayatkan bukhori dan muslim, nabi melarang umat muslim untuk mendekati masjid atau mushola usai makan bawang putih. Sebab sehabis makan abwang putih akan menimbulkan bau yang menyengat. Oleh karena itu, untuk sedikit menghindari bau menyengat nabi muhammad saw menganjurkan supaya bawang putih direbus secara matang dahulu sebelum dimakan.

Bawang Putih Tertulis di Alquan
Dalam alquran, bawang putih disebut juga dengan “phum” yang tercantum dalam surat al baqoroh ayat 61 yang artinya : “ingatlah ketika kamu berkata : ya musa, kami tidak tahan jika makanan itu semacam saja, sebab itu mintakanlan untuk kami kepada tuhanmu supaya ditumbuhkanNya untuk kami dari apa-apa yang ditumbuhkan bumi (yaitu) mentimun, bawang putih, kacang adas, dan bawang merah”.

Bawang Putih Mengobati Berbagai Penyakit
Bawang putih (Allium Sativa) memiliki 2 bagian yang penting untuk pengobatan. Bagian pertama adalah biji bawang putih yang telah dilumatkan atau dihancurkan. Bagian kedua minyak dari perasan bawang putih itu sendiri yang sangat bermanfaat. Kedua bagian itu dipergunakan sesuai jenis penyakit yang diderita. Tahun 1858, Louise Pasteur pernah mengkaji secara medis bahwa alium sativa atau bawang putih dapat membunuh bakteri dalam tubuh manusia.

Manfaat Bawang Putih Dari Alquran Hingga Kedokteran

Contoh penyakit yang dapat diobati menggunakan bawang putih ialah gangguan pencernaan. Menurut Ibnu baetar, bawang putih dapat dijadikan daya tarik selera makan dan juga bagus untuk pencernaan. Bawang putih sangat baik untuk lambung dan apabila dimasak dengan matang daoat menjadi obat untuk gangguan buang air kecil. Carangan yaitu tiga biji bawang putih dilumatkan atau dihancurkan dicampur dengan gandum yang sudah direbus. Ramuan ini diminum setiap hari agar sembuh.

Daun Al-Antaki mempunyai mempunya pendapat yang sama. Bahkan menurutnya selain bisa mengobati sistem pencernaan yang bermasalah bawang putih yang dimasak dengan daging dapat menyembuhkan sakit kuning. Bagi kaum wanita, ramuan ini juga dapat memperlancar datang bulan. Di sisi lain, bawang putih dapat memperlancar sistem peredaran darah. Bawang putih yang sudah ditumbuk, dicampur dengan minyak zaitun. Setelah itu, dijemur selama 40 hari dan diminum satu cangkir teh selama 40 hari.

Untuk masalah sistem pernapasan, tiga biji bawang putih dapat dimanakn di setiap pagi. Siang harinya air uap yang dihasilkan dari rebusan bawang putih dapat dijadikan untuk berkumur. Lakukan terapi ini selama 1 bulan lamanya.

Ismail abdul muthalib al-khotib dalam A-Illaq Bibasal Wassum menuturkan bawang putih dapat mengobati penyakit kolera menahun. Penyakit berbahaya ini disebabkan oleh virus elthot bio type atau vibrio kolera. Sehingga dapat menghilangkan zat cair dalam tubuh manusia. Penyakit ini dapat membawa maut dalam waktu yang singkat. Untuk mengobati penyakit ini, bawang putih bisa dimakan dengan madu setiap hari setelah makan. Ya, selamat mencoba. Insya allah bermanfaat.

Silahkan berkomentar . .
EmoticonEmoticon