Friday, April 14

2 Jenis Kandang Ayam yang Sering Digunakan Peternak

      Iklan (Tutup klik 2x)
      Iklan (Tutup klik 2x)
Jenis-jenis kandang ayam - Kandang untuk beternak ayam jangan dianggap sepele. Hal itu karena keberhasilan usaha beternak ayam, lima puluh persen keberhasilan beternak ayam sangat didukung oleh kandang ayam yang baik dan memenuhi kesehatan. Lokasi kandang yang dipilih harus aman dari gangguan hewan pemangsa, pencuri, tidak mengganggu ketenangan masyarakat, serta tidak mencemari lingkungan. Di samping itu, usahakan agar mudah dijangkau kendaraan.

Jika kita berniat mengelola ayam sebagai sumber penghasilan maka cara-cara perkandangan tradisional sudah harus ditinggalkan. Kandang tradisional ialah kandang yang dibangun apa adanya dan berfungsi untuk tempat ayam di malam hari. Jika siang hari, ayam dilepas begitu saja dan bermain secara liar. Sesungguhnya kelemahan kandang tradisional ialah ayam yang dipelihara menjadi liar, tidak aman dari pencuri atau hewan pemangsa, dan kesehatannya tidak dapat dikontrol. Dalam hal ini, ada dua jenis kandang ayam yang sering dipakai, yaitu kandang ayam berpagar dan kandang ayam baterai. Untuk lebih jelas tentan apa perbedaan dari dua kandang tersebut, berikut ini penjelasannya.


2 Jenis Kandang Ayam yang Umum digunakan Peternak

Peternak ayam, baik itu ayam pedaging dan petelur mempunyai dua jenis kandang ayam yang sering kali digunakan, yaitu kandang ayam berpagar dan kandang ayam baterai.

1. Kandang Berpagar
Jenis kandang berpagar adalah cara yang sangat sederhana dalam usaha beternak ayam . Kandang ini didirikan di sebuah pekarangan yang relatif luas. Kandang ayam dibuat berpanggung, lantainya kira-kira 80 cm dari tanah. Fungsinya hanya untuk istirahat atau tidur di malam hari. Jika sore hari, ayam-ayam dimasukkan (atau masuk sendiri) ke dalam kandang dan pintu ditutup agar tidak dijarah pencuri atau hewan pemangsa. Pagi harinya, kandang ayam dibuka dan ayam-ayam dilepaskan. Pemberian makan dilakukan di pelataran. Adapun pekarangan sekitar kandang diberi pagar pembatas agar ayam tidak bermain secara liar dan ayam milik orang lain tidak bisa masuk ke lingkungannya. 

Kandang model pagar ini cocok untuk pembesaran ayam yang dipersiapkan untuk dijual hasilnya (ayam buras pedaging). Namun tidak cocok untuk usaha buras petelur. Jika menerapkan model ini, hendaknya kandang diusahakan menghadap ke timur, atau arah ke barat. Mengapa? Agar setiap pagi kandang mendapatkan cahaya matahari sehingga selalu kering dan dan kuman-kuman penyakit mati. Dinding bagian depan diberi sela-sela agar sinar matahari mampu menerobos masuk ke dalam. Untuk keperluan ini, kita bisa memanfaatkan bilah-bilah bambu, kayu atau kawat kasa ukuran besar.

Tempat pakan (ransum) bisa dibuat di luar kandang, namun menempel ke dinding bagian depan. Diusahakan ada celah sedemikian rupa sehingga kepala dan leher ayam dapat menjangkau ransum di luar kandang. Cara pemberian ransum seperti ini cukup ekonomis karena ayam tidak dapat mengais-ngais, sehingga kecil kemungkinan ransum tercecer (terbuang). Jika ayam-ayam di dalam kandang itu dirasa cukup kenyang maka ketika matahari telah bersinar, pintu dibuka dan ayam-ayam dilepaskan. Buras-buras ini akan bermain di pelataran yang sekelilingnya dipagari pembatas.

Ketika membuat kandang berpanggung, faktor yang penting untuk diperhatikan adalah atap, dinding, lantai, dan perlengkapan kandang. Atap kandang hendaknya menggunakan bahan-bahan yang tidak menimbulkan temperatur didalamnya menjadi naik drastis apabila musim kemarau, misalnya atap dari seng atau jenis eternit. Atap tersebut kurang baik karena di siang hari udara dalam kandang meningkat dan jika musim penghujan udara di dalam kandang terlalu dingin. Oleh karena itu, sebaiknya memakai genting. 

Dinding kandang, yaitu bagian samping dan belakang boleh ditutup separuh dari bahan papan atau bilah-bilah bambu. Jika menggunakan bilah-bilah bambu hendaknya dipaku rapat. Separuh bagian atas kalau perlu diberi kawat kasa atau kisi-kisi dari bilah bambu. Celah antara kisi-kisi hendaknya diperkirakan agar jangan sampai ayam umur 2 bulan bisa menyusup keluar. Celah-celah dinding diharapkan dapat memberi jalan masuk sinar matahari. Di samping itu, sirkulasi udara akan bergerak dengan sempurna.

Lantai kandang hendaknya dibuat bercelah-celah agar kotoran ayam dapat langsung turun ke tanah. Bisa menggunakan kawat kasa atau lebih ekonomis bila menggunakan bilah-bilah bambu. Di dalam kandang diberi tempat bertengger secara berselang selang. Tujuannya ayam yang bertengger di tenggeran bawah tidak terkena kotoran ayam yang bertengger di tenggeran atas. Ukuran kandang hendaknya ideal yaitu kira-kira 3 x 5 meter dan diisi tidak lebih 11 ekor ayam dewasa. Jangan mengisi kandang dengan jumlah ayam yang padat agar tidak saling mematuk.

Tanah pelataran di sekitar kandang hendaknya lebih tinggi di bandingkan tanah sekelilingnya. Alangkah baiknya jika menggunakan pasir sehingga jika musim penghujan tanah tidak becek. Kalau perlu berilah saluran air (selokan) di sekeliling pagar (di luar pagar pembatas). Semakin luas pelataran bermain, semakin menguntungkan karena ayam bebas berlari ke sana ke mari sehingga memacu pertumbuhan.

2. Kandang Baterai
Untuk keperluan usaha beternak buras petelur, sebaiknya kita tidak menggunakan jenis kandang tradisional dan berpelataran. Jenis kandang yang cocok untuk buras petelur ialah jenis kandang dengan sistem baterai. Sistem kandang yang dimaksud yakni kandang (sangkar) yang dibuat berpetak-petak. Masing-masing ekor ditempatkan pada satu petak. Ayam dibatasi geraknya, sehingga sepanjang hari dan sepanjang malam hanya makan dan bertelur di tempatnya sampai masa berhenti bertelur. Bisa juga sesekali dikeluarkan untuk keperluan pemeriksaan kesehatannya atau keperluan lain.

Sangkar-sangkar baterai itu ditempatkan pada sebuah kandang yang terbuka atau lebih mirip rumah kayu yang tidak berdinding. Hanya terdiri dari atap dan tiang-tiang penyangga. Dengan demikian, udara bersih selalu mengalir dan ayam-ayam yang di dalam sangkar baterai tidak mudah terkena penyakit rnenular. cara ini sesungguhnya telah diterapkan pada peternakan ayam ras petelur.

Keuntungan lain ialah peternak lebih ringan dalam melakukan pekerjaan pemberian ransum (pakan), pembersihan kandang dan pengambilan telur. Kandang baterai mampu menampung ratusan ekor ayam dan tidak membutuhkan lahan yang luas. Satu baterai yang berisi beberapa kotak dapat diletakkan secara bertumpuk sampai tiga susunan.

2 Jenis Kandang Ayam yang Sering Digunakan

Tips Menjaga Kebersihan Kandang
Menjaga kebersihan kandang bukan hanya berarti membersihkan kotoran saja. Namun mencakup segala pekerjaan yang berkenaan dengan kesehatan ayam. Jika kandang menggunakan model pelataran (untuk ayam buras pedaging), pekerjaan membersihkan kandang yang baik ialah dilakukan ketika ayam-ayam tidak berada di dalam kandang. Setelah kandang dibersihkan dari kotoran, lalu disemprot dengan antiseptik (anti bakteri). Hal ini untuk mencegah penyakit snot, tetelo, maupun yang sekarang sedang ramai dibicarakan, yaitu flu burung.

Jika menggunakan kandang baterai (untuk buras petelur), maka pekerjaan dapat dilakukan dua cara. Pertama, yaitu pekerjaan rutin setiap hari dengan membersihkan kotoran di bawah kandang kandang baterai. Jangan biarkan kotoran-kotoran tersebut menumpuk karena dapat menimbulkan penyakit yang tidak hanya berbahaya bagi ayam tetapi juga bagi peternaknya. FIu burung muncul di iokasi peternakan karena dipicu oleh keadaan kandang yang kurang bersih. Kedua, setelah dibersihkan disemprot dengan antiseptik. Penyemprotan cukup tiga hari sekali atau seminggu sekali.

Jika ayam-ayam di dalam kandang baterai tersebut telah habis masa bertelur (apkir), maka harus dibersihkan dari kotoran yang menempel. Sebelum kandang diisi dengan ayam-ayam buras dara, hendaknya kandang baterai dikeluarkan dari bangunan untuk dijemur di bawah matahari beberapa hari lamanya.

Demikian artikel yang membahas tentang kandang ayam, khususnya tentang 2 jenis kandang ayam yang sering digunakan dan bagaimana menjaga kebersihan kandang ayam.

Silahkan berkomentar . .
EmoticonEmoticon