Tuesday, April 4

12 Cara Mencegah Banjir yang Efektif di Indonesia

      Iklan (Tutup klik 2x)
      Iklan (Tutup klik 2x)
Cara mencegah banjir – Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering melanda di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari letak indonesia yang berada pada iklim tropis yang mana hanya mempunyai dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Jika musim hujan berlangsung lama, maka akan terjadi bencana banjir dan tanah longsor, sedangkan jika musim kemarau berlangsung terlalu lama akan mengakibatkan bencana kekeringan.

Untuk mengatasi dan mencegah terjadinya banjir, dalam artikel ini akan di bahas tentang beberapa beberapa langkah atau cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir. Tentu saja, cara-cara yang akan kami sampaikan dalam artikel cara mengatasi banjir kali ini tidak akan berhasil jika kita hanya mengandalkan pemerintah saja, melainkan masyarakat harus ikut serta dalam upaya penaggulangan banjir, khususnya di Indonesia.

Dalam artikel cara mengatasi banjir ini, ada 12 cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat atau pemerintah dalam mencegah terjadinya banjir. Sebenarnya cara yang kami sampaikan bukanlah cara yang baru, hal ini tidak terlepas dari faktor penyebab banjir adalah ulah tangan manusia, jadi untuk mengatasi banjir kita harus merubah pola hidup kita. 

Cara mencegah banjir yang dilakukan oleh pemerintah pada saat ini tidak akan pernah berhasil jika kita sebagai masyarakat tidak ikut membantu pemerintah, minimal dilingkungan rumah kita sendiri. Berikut ini 12 cara mencegah banjir, antara lain : 

Cara 1 : Proyek Pendalaman Sungai
Sebagian besar bencana banjir yang terjadi di sungai yaitu karena terjadinya pendangkalan sungai. Pendangkalan sungai ini mengganggu aliran sungai dan menyebabkan banjir. Proses pmendapan dan pembuangan sampah ke sungai diperkirakan sebagai faktor utama pemicu terjadinya pendangkalan sungai. 

Proses pendalaman sungai dilakukan melalui cara mengambil sejumlah material yang ada di dasar sungai. Dengan pendalaman sungai ini di harapkan sungai mepunyai kemampuan dalam mengalirkan air hujan dengan jumlah lebih banyak dibandingkans ebelumnya, jadi air sungai tidak meluap dan mengakibatkan banjir. 

Cara 2 : Penggunaan Paving Stone untuk Jalan
Paving stone (batu blok) baik digunakan untuk pembangunan jalan, khususnya untuk pejalan kaki. Jalan yang terbuat dari paving mempunyai banyak kelebihan, salah satunya yaitu lebih mudah dalam menyerap air ketika hujan dibandingkan dengan jalan aspal. Ketika hujan datang, jalan paving mempunyai risiko banjir lebih rendah dibandingkan dengan jalan aspal.

Cara 3 : Penciptaan Green Open Space (kawasan terbuka hijau)
Kawasan Terbuka Hijau (Green Open Space) yaitu kawasan khusus yang diperuntukkan untuk penanaman pohon di daerah perkotaan. Hal tersebut dilakukan sebagai pengganti hutan. Di kota-kota besar, jarak ke hutan cukup jauh yang mengakibatkan area resapan air sangat sedikit. Oleh karena itu, diperlukan area tambahan dengan fungsi pengganti. Nah, kawasan terbuka hijau ini bermanfaat sebagai kawasan resapan air di kota, meskipun ada manfaat lain sebagai area bermain dan rekreasi.

Cara 4 : Membuat Lubang Biopori
Lubang resapan biopori yaitu sebuah lubang dengan diamener 10-15 cm dan kedalaman sekitar 1 meter. Dengan adanya lubang biopori, maka air akan masuk dalam lubang tersebut dan mengurangi genangan air. Jika jumlah lubang ini banyak, banjir akan mudah sutut. 

Selain sebagai penyerap air ketika banjir, lubang biopori dapat digunakan untuk membuat kompos, yaitu dengan cara memasukkan sampah-sampah organik ke dalam lubang tersebut. Lubang biopori sangat ramah lingkungan, akan tetapi kita harus membuat lubang ini dengan hati-hati. Jangan sampai anak-anak terperosok masuk dalam lubang biopori tersebut.

Cara 5 : Membuat Sumur Serapan
Sumur resapan merupakan sarana untuk penampungan dan peresapan air hujan ke dalam tanah. Fungsi sumur resapan adalah untuk membantu penyerapan air hujan ke dalam tanah sehingga tidak menggenang di permukaan dan mengakibatkan terjadinya bencana banjir. Berbeda dengan lubang biopori yang kecil, sumur resapan mempunyai ukuran yang lebih besar. Sumur resapan mempunyai diameter 1 meter dan kedalaman minimal 2 meter, atau menyesuaika dengan kondisi.

Cara 6 : Membuat Tanggul
Untuk mengurangi banjir yang terjadi disungi, tanggul adalah salah satu cara yang dapat dilakukan. Manfaat tanggul sangat terasa ketika banjir datang, yaitu dapat menahan derasnya aliran sungai ketika hujan. Sehingga dapat mengurangi dampak dari bencana banjir, seperti tanah longsor.

Cara 7 : Mendirikan Bangunan/Konstruksi Pencegah Banjir
Bangunan atau kontruksi pencegah banjir bisa berupa bendungan dan tanggul. Bendungan adalah bangunan yang mempunyai bentuk seperti kolam air raksasa. Fungsi dari bendungan adalah untuk menampung air dengan ukuran yang sangat besar. Selain itu, bendungan juga berfungsi untuk pengairan, tempat untuk pembangkit tenaga listrik, dan sarana rekreasi.

Cara 8 : Menanam Pohon atau Tanaman di Area Sekitar Rumah
Permasalahan yang ada di kota besar berkaitan dengan banjir yaitu sedikitnya jumlah permukaan tanah yang mempunyai penyerapan air yang baik, untuk itu dibutuhkan sumber daya yang mmapu menyerap air dengan baik. Salah satunya yaitu dengan menanam pohon berbatang besar dan mempunyai daya serap air tinggi, contohnya pohon trembesi,  pohon mangga, pohon duku, tanaman pacar air, pohon kenanga, dll. Tanaman tersebut mampu menyerap air melalui akar, yang selanjutnya akan diangkut menuju batang dan daun oleh jaringan xilem. Jika rumah di daerah anda mempunyai minimal satu pohon, maka bisa dipastikan bahwa daerah anda dapat terhindar dari banjir.

Cara 9 : Melestarikan Hutan
Aktivitas pembalakan atau penebangan hutan di daerah pinggir sungai dapat mengakibatkan tanah terhakis dan runtuh ke sungai. Kondisi yang sama juga terjadi jika kegiatan penebangan liar dilakukan di lereng-lereng bukit. Oleh sebab itu, pemeliharaan hutan adalah cara yang baik untuk mengatasi permasalahan banjir. Selain itu,  hutan juga dapat dijadikan sebagai kawasan yang mampu menyerap dan menyimpan air hujan. Hutan juga merupakan filter dalam menentukan kejernihan dan kebersihan air. 

Cara 10 : Buanglah Sampah pada Tempatnya
kedisiplinan warga sangat dibutuhkan untuk membuang sampah pada tempatnya dan berakhir di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah. Pengelolahan sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah juga sangat dibutuhkan, karena jika sampah dibuang sembarangan dan terkena hujan, maka tumpukan sampah tersebut akan mengikuti aliran air dan berakhir sampai sungai. Hal ini yang menjadi penyebab terjadinya banjir.

Selain membuang sampah pada tempatnya, manajemen pengelolaan sampah juga sangat penting. Percuma jika sampah dibuang pada tempatnya, akan tetapi tidak ada pengolahan lebih lanjut, yaitu pemilahan dan pengelolahan dengan tepat. Contohnya, adanya perbedaan antara sampah organik dan sampak anorganik. Contoh sampah organik yaitu sisa sayuran dan sisa makanan yang digunakan sebagai bahan pupuk kompos. Sedangkan contoh sampah anorganik yaitu kaleng, plastik, dan kertas.

Cara 11 : Membuat Saluran Air yang Baik
Salah satu penyebab banjir yaitu tidak adanya saluran air (drainase). Diperlukan sustem pengairan yang jelas, jangan sampai saluran air berakhir pada sungai yang mati, sehingga tidak mengalir. Saluran air yang baik yaitu saluran air yang besar dan dalam, sehingga dapat menerima limpahan air sungai dengan kapasitas yang besar. 

Cara Mencegah Banjir yang efektif

Saluran air yang baik dapat berupa terowongan saluran air di bawah tanah, jadi air limpahan hujan akan disalurkan menuju laut. Sistem seperti ini telah diterapkan oleh negara berkembang dan negara maju seperti negara kawasan eropa dan jepang.

Cara 12 : Rajin Membersihkan Saluran Air
Selain membangun saluran air, menjaga kebersihan saluran air juga penting untuk dilakukan. Percuma jika ada saluran air yang besar, tetapi kotor karena tumpukan sampah. Jadi, alirn air akan terhambat karena sampah. Biasanya pembersihan saluran air dilakukan secara gotong royong. Pembersihan saluran air yang baik yaitu dilakukan secara terus menerus dawaktu berkala. Kotoran yang ada pada saluran air biasanya berupa sampah organik berupa tanaman-tanaman dan sampah rumah tangga.

Demikian cara-cara mencegah banjir yang dapat dilakukan pemerintah dan masyarakat. Semoga dari 12 cara tersebut dapat diaplikasikan salah satunya sehingga kita bisa menyumbang pengurangan bencana banjir yang terjadi di sekitar kita.

Silahkan berkomentar . .
EmoticonEmoticon