Jumat, Maret 31

Contoh Sampah Organik dan Anorganik Beserta Penjelasannya Lengkap

Contoh sampah organik dan sampah anorganik – Sampah merupakan salah satu masalah besar untuk masyarakat modern ini. Semakin tinggi aktivitas masyarakat, biasanya semakin tinggi pula sampah yang dihasilkan. Berdasarkan senyawanya, ada dua jenis sampah yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Untuk lebih memperdalam tentang materi sampah, pada artikel ini kami akan menyampaikan materi tentang contoh sampah organik dan anorganik beserta pengertiannya 

Sebelum kita mempelajari tentang contoh sampah organik dan anorganik, kita kaji dulu tentang pengertian sampah secara umum. Sampah adalah bahan buangan yang sudah tidak terpakai lagi, baik itu dari hasil aktivitas alamiah atau buatan manusia. Contoh sampah yang dapat kita jumpai disekitar kita yaitu sampah botol bekas, sampah plastik, dan sampah makanan.

Selain contoh sampah, baik itu sampah organik dan sampah anorganik, dalam artikel ini juga akan dibahas tentang manfaat sampah dan dampak sampah di berbagai sektor kehidupan.

A. Contoh sampah organik dan Pengertiannya

Jenis sampah pertama yang kita pelajari yaitu sampah organik. Apa itu sampah organik dan contoh sampah organik yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari? Berikut ini penjelasannya. 

1. Pengertian sampah organik
Sampah organik adalah limbah yang berasal dari sisa makhluk hidup atau dari alam seperti, manusia, hewan, dan tumbuhan dan sudah mengalami proses pembusukan atau pelapukan. Sampah organik termasuk dalam jenis limbah yang ramah lingkungan karena sampah organik dapat diuraikan kembali oleh bakteri secara cepat dan alami.

2. Contoh sampah organik 
Contoh sampah organik yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari yaitu : daun, bangkai hewan, bangkai tumbuhan, kayu, kotoran manusia dan hewan, kulit telur, sisa sayuran, rumput mati, sisa manusia, kardus, tisu, ranting pohon, sisa makanan, kertas, tahu tempe, sisa makanan kulit biji dari buah sayur, tulang, bulu hewan, taring, kuku, buah-buahan, dan tulang ikan.

3.Pengertian sampah Organik Basah dan Organik Kering
Sampah organik di bagi menjadi dua, yaitu sampah organik basah dan sampah organik kering. Berikut ini perbedaan antara keduanya beserta contohnya. 

a. Sampah Organik Basah
Sampah organik basah adalah sampah yang mempunyai  kandungan air yang cukup tinggi. Contoh sampah organik basah yaitu : kulit sayuran, kulit buah, dan dedaunan. Sampah organik basha dapat dimanfaatkan sebagai karya kerajinan, misalnya kerajinan dari kulit jagung, kulit buah atau biji-bijian, kulit bawang, jerami dan lain-lain.

Cara pengolahan sampah organik basah dapat dilakukan melalui proses pengeringan dengan memanfaatkan sinar matahari secara langsung sampai kadar air yang ada pada sampah  habis atau kering. Bahan yang telah kering adalah salah satu bahan baku berbagai macam kerajinan.

b. Limbah Organik Kering
Berbeda dengan sampah organik basah, sampah organik kering adalah sampah yang mempunyai kandungan air cukup rendah. Contoh sampah organik kering yaitu tempurung kelapa, kayu, kertas, kardus, kerang, dan lain-lain. Sebagian besar sampah organik kering dapat diolah kembali karena mempunyai sifat yang kuat dan tahan lama.

Pengolahan sampah organik kering ini dapat langsung untuk dimanfaatkan karena tidak karena ini bersifat kering. Akan tetapi jika sampah ini terkena oleh air, maka harus dikeringkan  menggunakan alat pengering atau menggunakan sinar matahari. Sampah organik yang kering ini adalah salah satu bahan baku yang dapat digunakan untuk berbagai jenis produk kerajinan.

B. Contoh Sampah Anorganik dan Pengertiannya

Setelah kita mengetahui tentang sampah organik, baik itu basah dan kering selanjutnya kita akan mengkaji tentang sampah anorganik dan contohnya.

1. Pengertian sampah anorganik
Sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari aktivitas manusia yang sulit untuk terurai oleh bakteri. Sampah anorganik membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan sampai ratusan tahun untuk terurai. Sampah anorganik kebanyakan berasal dari limbah industri.

2. Contoh sampah anorganik
Contoh sampah anorganik yang biasanya ada disekitar kita yaitu kaca atau beling, botol minuman mineral, pulpen, kaleng, jam tangan, kain atau baju, besi, pulpen, spidol, bohlam lampu, alat elektronik, kabel, plastik, ban bekas, dan sebagainya.

Sebagian besar sampah anorganik dapat didaur ulang atau bisa digunakan kembali, akan tetapi sifatnya terbatas. Manfaat dari bahan daur ulang dari sampah anorganik juga sudah menurun dibandingkan dengan penggunaan awalnya. 

C. Manfaat Sampah Organik dan Anorganik

Walaupun sampah merupakan barang-barang sisa dan sudah tidak terpakai, namun sampah juga mempunyai manfaat, baik itu sampah organik dan sampah anorganik.

1. Manfaat sampah organik
Sampah organik mempunyai berbagai manfaat untuk kehidupan manusia, antara lain :
a. Manfaat sampah organik sebagai kompos
Sampah organik dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan pada tanah, hal ini tidak lepasdari sifat sampah organik yang mudah terurai oleh bakteri. Hasil penguraian tersebut dapat dijadikan nutrisi untuk tanaman.

b. Manfaat sampah organik sebagai barang bernilai tinggi
Limbah organik juga dapat dimanfaatkan sebagai barang yang bernilai  tinggi. Misalnya akar pohon untuk hiasan tanaman, serbuk mebel untuk hiasn, dan sebagainya. 

2. Manfaat Sampah anorganik
Sampah-sampah anorganik bermanfaat untuk dijadikan sebagai bahan baku daur ulang untuk dimanfaatkan kembali. Contohnya yaiitu limbah botol plastik dapat di daur ulang menjadi kerajinan tangan, limbah besi dapat dijadikan bahan dan produk baru seperti pagar rumah. Selain itu sampah anorganik juga sering dimanfaatkan untuk pembuatan insdustri kreatif, contohnya sandal, dan tas yang terbuat dari celana bekas.

D. Dampak Sampah Pada Kehidupan Manusia

Nah sekarang kita sudah tau beberapa manfaat dari dua jenis limbah di atas. Walaupun sampah di atas memiliki manfaat, Namun juga memiliki dampak negatif untuk kehidupan manusia dan hewan lainna. 

1. Dampak sampah bagi kesehatan
Sampah harus dikelola dengan baik. Jika sampah tidak dikelola dengan baik dan dibuang sembarangan, maka akan mengganggu kesehatan dan memicu munculnya berbagai penyakit pada manusia, contohnya : kudisan, jamur, diare, disentri, dll. Selain itu sampah juga dapat memicu tercemarnya lingkungan hidup manusia, hewan, dan, tumbuhan. 

Contoh Sampah Organik dan Anorganik

2. Dampak sampah pada udara
Sampah selain ibuag di darat dan laut, juga dibuang di udara. Sampah yang di buang di udara yaitu sampah berupa asap dari kendaraan dan industri pabrik. Udara yang terkena asap akan menjadi kotor dan berbahaya jika di hirup oleh makhluk hidup termasuk manusia. Selain itu asap yang dihasilkan juga dapat melubangi ozon dan mengakibatkan bumi menjadi semakin panas.

3. Dampak sampah pada kehidupan sosial
Ternyata sampah juga berdampak pada kehidupan sosial. Contoh dari sampah yang mengganggu lingkungan sosial yaitu pada saat kita berjalan dan dikanan kiri kita ada tumpukan sampah yang sangat bau, kita menjadi terganggu dan menutup hudung. Selain itu misalnya ketika kita sedang naik bis atau kendaraan umum lanya dan disebelah kita ada orang yang sedang merokok, padahal kita tidak merokok. 

Demikian artikel yang membahas tentang contoh-contoh sampah, baik itu sampah organik, anorganik. Kami juga telah memaparkan materi tentang manfaat sampah dan dampak sampah di berbagai sektor kehidupan.
Rabu, Maret 29

Jenis-Jenis Limbah dan Contohnya Lengkap

Jenis-jenis limbah dan contohnya – Materi IPA atau Biologi yang kita bahas kali ini yaitu mengenai lingkungan khususnya tentang limbah. Limbah adalah permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat modern seperti sekarang ini. Untuk lebih mendalami tentang apakah yang dimaksud dengan limbah, kami akan memaparkan tentang pengertian limbah, jenis-jenis limbah, karakteristik limbah, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas limbah. 

A. Pengertian Limbah

Apakah yang dimaksud dengan limbah? Secara umum limbah yaitu bahan buangan yang tidak terpakai dan berakibat  negatif pada masyarakat jika tidak dikelola dengan baik. Limbah adalah sisa produksi, baik dari alam maupun hasil dari kegiatan manusia. 

1. Pengertian Limbah Berdasarkan SK Menperindag No. 231/MPP/Kep/7/1997
Limbah merupakan bahan atau barang bekas sisa dari suatu kegiatan atau proses produksi yang fungsinya sudah berubah dari aslinya.

2. Pengertian Limbah Berdasarkan PP No. 18/1999 Jo.PP 85/1999
Limbah adalah sisa atau buangan dari suatu usaha dan atau kegiatan manusia.

B. Jenis-Jenis Limbah dan Contohnya

Karena banyaknya limbah yang ada disekitar kita, wujud limbah diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu jenis limbah berdasarkan sumbernya, senyawanya sifatnya, sumber, dan wujudnya. Langsung saja, berikut ini penjelasan lengkap tentang jenis-jenis limbah 

1. Jenis limbah berdasarkan sumbernya
Berdasarkan sumbernya, jenis-jenis limbah dibedakan menjadi 2, yaitu limbah industri dan limbah domestik.
a. Limbah industri 
Limbah industri yaitu limbah yang dihasilkan dari proses industri. Contoh limbah industri yaitu  limbah penambangan, limbah pabrik, limbah radioaktif dari PLTN, limbah rumah sakit, dan lain-lain. Limbah industri biasanya ditangani pemerintah dengan serius karena adanya mekanismenya bagi setiap industri (perusahaan).
b. Limbah domestik
Limbah domestik yaitu limbah yang dihasilkan dari kegiatan konsumsi rumah tangga. Contoh dari limbah domestik yaitu air cucian (detergen), kaleng-kaleng bekas, kardus bekas, kantong plastik, dan lain-lain.
c. Limbah pertanian
Limbah pertanian adalah limbah pertanian yang berasal dari kegiatan pertanian ataupun perkebunan. Contoh limbah pertanian adalah pupuk cair yang hanyut disungai atau aliran irigasi.
d. Limbah pertambangan
Limbah pertambangan adalah limbah berasal dari aktivitas pertambangan. Jenis limbah yang dihasilkan biasanya berupa material tambang, seperti logam dan batuan.
e. Limbah pariwisata
Limbah pariwisata adalah limbah yang berasal dari kegiatan wisata melalui sarana transportasi yang membuang limbahnya ke udara. Selain itu tumpahan oli dan minyak yang dibuang oleh perahu motor atau kapal di daerah wisata laut atau bahari.
f. Limbah medis
Limbah medis adalah limbah yang bersal dari aktivitas kesehatan. Libah medis hampir sama dengan sampah domestik pada umumnya. Contoh limbah Obat-obatan dan beberapa zat kimia adalah contoh limbah medis.

2. Jenis limbah berdasarkan senyawa
Berdasarkan kandungan senyawanya, jenis jenis limbah digolongkan menjadi limbah organik, dan limbah anorganik.
a. Limbah organik 
Limbah organik yaitu limbah yang mengandung senyawa-senyawa organik atau yang bersumber dari produk mahluk hidup (tumbuhan dan hewan). Pada umumnya limbah organik lebih mudah ditangani karena dapat terdekomposisi menjadi senyawa organik melalui proses biologis (baik anaerob maupun aerob) secara cepat. Contoh limbah organik yaitu tinja, limbah pasar dari jenis dedaunan atau sayuran sisa, kertas, limbah rumah jagal hewan, dan lain-lain.
b. Limbah anorganik 
Limbah anorganik yaitu limbah yang lebih banyak mengandung senyawa anorganik. Limbah anorganik pada umumnya lebih sulit untuk ditangani. Contoh limbah anorganik yaitu plastik, logam berat, kaca, besi tua, dan lain-lain.

3. Jenis limbah berdasarkan sifatnya
Berdasarkan sifatnya dalam merusak atau mempengaruhi kenyamanan hidup manusia, jenis-jenis limbah dapat digolongkan menjadi limbah biasa dan limbah bahan berbahaya dan beracun (Limbah B3).
a. Limbah biasa 
Limbah biasa adalah jenis limbah yang tidak mengakibatkan terjadinya kerusakan secara serius pada skala kecil dan jangka panjang. Contoh dari limbah biasa adalah limbah organik.
b. Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3)
Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) adalah limbah yang bisa mengakibatkan kerusakan serius meski pada skala kecil pada jangka pendek ataupun jangka panjang. Contoh limbah B3 yaitu adalah limbah yang mempunyai sifat korosif, mudah meledak, menyebabkan infeksi, keracunan, mudah terbakar, dan lain-lain.

4. Jenis Limbah Berdasarkan Bentuknya
Berdasarkan bentuknya, jenis-jenis limbah dibagi menjadi empat, antara lain limbah cair, limbah padat, limbah gas dan partikel, dan limbah B3. Untuk penjelasan lebih lengkap, silahkan simak penjelasan di bawah ini :

a. Limbah cair
Menurut PP Nomor 82 Tahun 2001, limbah cair yaitu limbah yang berasal dari sisa dari suatu hasil usaha atau kegiatan yang berwujud cair. Jenis-jenis limbah cair dapat digolongkan berdasarkan pada :
1) Parameter Logam
2) Sifat Fisika dan Sifat Agregat
3) Mikroorganisme misalnya E Coli melalui metode MPN
4) Organik Agregat misalnya Biological Oxygen Demand (BOD)
5) Anorganik non Metalik misalnya Amonia (NH3-N) melalui metoda Biru Indofenol
6) Air Laut 
7) Sifat Khusus contohnya Asam Borat (H3 BO3) melalui metoda Titrimetrik

Limbah cair yang berasal dari pabrik yang biasanya terjadi karena pabrik tersebut banyak menggunakan air dalam sistem prosesnya. Selain itu, ada juga bahan baku yang mengandung air sehingga dalam proses pengolahannya air tersebut harus dibuang. Limbah cairan yaitu air yang ikut dalam proses pengolahan lalu dibuang, contohnya ketika air dipakai untuk pencuci suatu bahan sebelum diproses lanjut. Air ditambah bahan kimia tertentu lalu diproses dan setelah itu dibuang.

Selain di pabrik, industri primer pengolahan hasil hutan juga dianggap sebagai salah satu penyumbang limbah cair yang berbahaya bagi lingkungan. Berbagai industri besar, seperti industri pulp dan kertas, teknologi pengolahan limbah cair yang dihasilkannya mungkin sudah memadai, akan tetapi hal tersebut tidak berlaku untuk industri kecil atau sedang. 

Teknologi pengolahan air limbah merupakan kunci utama dalam memelihara kelestarian lingkungan. Berbagai teknik pengolahan air blimbah telah dicoba dan dikembangkan selama ini. Secara umum, teknik-teknik pengolahan air buangan terbagi menjadi 3 metode pengolahan, antara lain :
pengolahan limbah secara fisika
pengolahan limbah secara kimia
pengolahan limbah secara biologi

Ketiga metode pengolahan tersebut dapat diaplikasikan secara satu-satu atau secara kombinasi.

b. Limbah padat
Limbah padat yaitu limbah yang berasal dari hasil buangan industri berupa padatan, lumpur, bubur yang berasal dari sisa proses pengolahan. Biasanya limbah padat berasal dari kegiatan industri dan domestik. Pada umumnya limbah domestik berbentuk limbah padat kegiatan perdagangan, limbah padat rumah tangga, perkantoran, pertanian, peternakan, serta dari tempat-tempat umum. 

Jenis-jenis limbah padat : kertas, kayu, karet/kulit tiruan, plastik, metal, kain, gelas/kaca, organik, bakteri, kulit telur, dll

Limbah dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu limbah padat yang tidak punya nilai ekonomis dan kedua limbah padat yaitu dapat didaur ulang, seperti plastik, tekstil, potongan logam.

Jenis limbah padat yang tidak memiliki nilai ekonomis bisa ditangani dengan berbagai cara yaitu : ditimbun pada suatu tempat, diolah kembali lalu dibuang dan dibakar.

c. Limbah gas dan partikel
Polusi udara adalah terjadinya pencemaran udara oleh berberapa partikulat zat (limbah) yang mengandung partikel (jelaga dan asap), hidrokarbon, nitrogen oksida, sulfur dioksida, karbon monoksida, ozon (asap kabut fotokimiawi), dan timah. Udara merupakan media pencemar untuk limbah gas. Limbah gas/ asap yang diproduksi pabrik keluar bersamaan dengan udara.

Secara alamiah udara mengandung unsur kimia seperti O2, CO2, H2 N2, dan NO2. Penambahan gas ke dalam udara yang melampaui kandungan alami akibat kegiatan manusia akan menurunkan kualitas udara.

Zat pencemar melalui media udara digolongkan menjadi dua yaitu partikel dan gas. Partikel yaitu butiran halus dan masih mungkin terlihat dengan mata telanjang seperti uap air, asap, kabut, debu, dan fume. Sedangkan pencemaran udara yang berbentuk gas dapat dirasakan melalui indra penciuman (untuk gas tertentu) ataupun akibat langsung. Gas-gas ini meliputi SO2, CO, CO2, NOx, hidrokarbon, dan lain-lain.

d. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
Suatu limbah digolongkan sebagai limbah B3 bila mengandung bahan berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung, dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia.Yang termasuk limbah B3 antara lain adalah bahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak, sisa kemasan, tumpahan, sisa proses, dan oli bekas kapal yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus. Bahan-bahan ini termasuk limbah B3 bila memiliki salah satu atau lebih karakteristik berikut: mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif, dan lain-lain, yang bila diuji dengan toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3.

C. Karakteristik Limbah

Seperti yang disampaikan di atas, bahwa limbah yaitu buangan yang dihasilkan dari proses produksi baik industri maupun domestik. Secara umum, limbah yang mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1. Berukuran mikro
2. Berdampak jangka panjang (antar generasi)
3. Dinamis
4. Penyebarannya berdampak luas

Jenis-Jenis Limbah dan Contohnya Lengkap

Selain karakteristik di atas, limbah juga mempnyai karakteristik lain, yaitu karakteristik fisik, karakteristik kimia, dan karakteristik biologi.

1. Karakteristik fisik limbah antara lain :
a. Kekeruhan
b. Zat padat
c. Suhu
d. Bau
e. Warna

2. Karakteristik kimia limbah, antara lain :
a. Logam berat
b. COD (Chemicial Oxygen Demand)
c. Bahan organik
d. pH (Puissance d'Hydrogen Scale)
e. BOD (Biologycal Oxygen Demand)
f. DO (Dessolved Oxygen)

3. Karakteristik biologi antara lain :
Karakteristik biologi digunakan untuk mengukur kualitas air terutama air yang dikonsumsi sebagai air minum dan air bersih.

D. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Limbah

Kualitas limbah dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang mempengaruhi kualitas limbah adalah sebagai berikut :
1. Volume limbah ; banyak sedikitnya limbah akan mempengaruhi kualitas limbah.
2. Kandungan limbah dan kualitas limbah sangat dipengaruhi oleh kandungan bahan pencemar.
3. Frekuensi pembuangan limbah ; pembuangan limbah dengan frekuensi yang sering akan mengakibatkan terajadinya masalah lingkungan.

Demikian artikel yang membahas tentang jenis-jenis limbah dan contohnya. Semoga materi limbah tersebut bermanfaat untuk para pembaca. Silahkan buka juga artikel lain yang berhubungan dengan materi IPA di blog kami.

Contoh Soal Besaran dan Satuan (Pilgan - Essay) dan Jawabannya

Contoh soal besaran dan satuan beserta jawabanya - Latihan soal yang akan kami bagikan yaitu soal tentang besaran dan satuan. Materi ini merupakan salah satu materi yang dipelajari pada mata pelajaran fisika (IPA) baik tingkatan SMP/MTs atau SMA/MA. Sebelum kita melihat tentang soal besaran dan satuan, alangkah lebih baik kita mengingat kembali apa itu besaran dan apa itu satuan. 

Dalam ilmu fisika besaran diartikan sebagai sesuatu yang bisa diukur, dapat dinyatakan dengan angka dan mempunyai satuan. Sedangkan satuan  adalah  suatu  pembanding  yang  digunakan dalam  pengukuran besaran dengan yang lain yang dipakai oleh patokan.

Contoh soal dan pembahasan besaran dan satuan ini terdiri dari dua jenis soal, antara lain soal pilgan (multiple choice) dan soal essay besaran dan satuan. Dalam soal ini sudah kami sediakan kunci jawaban dan pembahasan soal besaran dan satuan. Langsung saja berikut ini soal dan pembahasan besaran dan satuan.

Soal Pilihan Ganda Besaran dan Satuan

1. Persamaan gas ideal dalam persamaan P, V, dan T yang menyatakan tekanan, volume, dan suhu. Dimensi dari konstanta C yaitu...
a. [M] [L]-2[T]-2 [ θ]-1
b. [M] [L]-1[T]-2 [θ ]-1
c. [M] [L]2 [T]-1 [θ ]-1
d. [M] [L]2 [T]-2 [θ ]-1
e. [M] [L]-2[T]2 [ θ]-1

2. Gaya elastis sebuah pegas dinyatakan dalam persamaan F = k . Δx, dengan k merupakan konstanta pegas dan Δx adalah pertambahan panjang pegas. Dimensi k yaitu ...
a. [M] [L]-2 [T]-1
b. [L] [T]-1
c. [M] [L] [T]-1
d. [M] [T]-2
e. [M] [L] [T]-2

3. Dimensi energi potensial dapat dirumuskan ...
a. [M] [L]-2 [T]-2
b. [M] [L] [T]-1
c. [M] [L]-1 [T]-2
d. [M] [L] [T]-2
e. [M] [L]2 [T]-2

4. Daya yaitu besarnya usaha / energi tiap satuan waktu. Persamaan dari dimensi dari daya yaitu...
a. [M] [L]2 [T]-3
b. [M] [L] [T]
c. [M] [L] [T]-2
d. [M] [L] [T]-1
e. [M] [L]2 [T]-2

5. Ketika pengukuran panjang suatu benda didapat hasil pengukurannya sebesar 0,304 cm. Banyaknya angka penting pada hasil pengukuran tersebut yaitu...
a. 6
b. 2
c. 4
d. 3
e. 5

6. Dari kelompok besaran berikut ini yang hanya terdiri dari besaran turunan saja yaitu...
a. suhu, kecepatan, jumlah zat
b. kuat arus, massa, gaya
c. percepatan, waktu, momentum
d. massa, suhu, volume
e. usaha, momentum, percepatan

7. Berukut ini merupakan macam-macam besaran.
1) panjang
2) kuat arus
3) massa
4) gaya
Bersasarkan uraian di atas, yang termasuk dalam besaran pokok yaitu nomor ...
a. 2, 3, 4
b. 1, 3
c. 2, 4
d. 1, 2, dan 3
e. 3, 4

8. Seorang calon penumpang menunggu bis selama 30 menit. Berdasarkan pernyataan tersebut, yang menunjukkan satuan yaitu ....
a. 30 menit
b. siswa
c. 30
d. bus
e. menit

9. Dalam sistem CGS (cm - gram - sekon), massa jenis air yaitu 1 g/cm3. Apabila massa jenis ini diubah ke sistem internasional (SI), maka nilainya yaitu ....
a. 103 kg/m3
b. 10 -3 kg/mm3
c. 1 kg/m3
d. 10 -1 kg/mm3
e. 10 kg/m3

10. Dalam SI, satuan berat yaitu ....
a. kg.m3/s2
b. kg
c. kg.m/s2
d. kg.m/s
e. kg.m3/s

11. Satuan tekanan dalam SI yaitu ....
a. watt
b. dyne
c. pascal
d. joule
e. newton

12. Lintasan suatu partikel dinyatakan dengan persamaan x = A + Bt + Ct2. Dalam persamaan tersebut, x merupakan tempat kedudukan dalam cm, t adalah waktu dalam sekon, A, B, dan C adalah konstanta. Satuan C yaitu ....
a. cm
b. cm/s
c. cm.s
d. cm/s2
e. s/cm

13. Dari besaran berikut, yang termasuk besaran pokok yaitu...
a. Usaha, gravitasi, intensitas cahaya, gaya normal.
b. Massa, jarak, berat, gaya.
c. Kuat arus, jumlah zat, suhu, panjang.
d. Panjang, momentum, daya, kecepatan.
e. Waktu, percepatan, energi, tekanan.

14. Berikut ini yang termasuk kelompok besaran turunan yaitu...
a. Momen gaya, usaha, momentum
b. Waktu, momentum, kuat arus.
c. Usaha, energi, waktu putar.
d. Usaha, kecepatan, massa.
e. Panjang, waktu putar, massa.

15. Energi kinetik dinyatakan dengan persamaan Ek = ½ . m . v2. Dimensi energi kinetik yaitu...
a. [M] [L]-2 [T]-2
b. [M] [L] [T]
c. [M] [L]-1 [T]-2
d. [M] [L] [T]-2
e. [M] [L]2 [T]-2

16. Skala terkecil dari mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup (alat ukur panjang) adalah ....
a. 0,5 mm; 0,01 mm; 0,001mm
b. 1 mm; 0,1 mm; 0,01 mm
c. 0,1 mm; 0,01 mm; 0,001 mm
d. 0,5 mm; 0,1 mm; 0,01 mm
e. 0,5 mm; 0,05 mm; 0,005 mm

17. Hasil pengukuran tebal buku tulis menggunakan jangka sorong yaitu 5,24 mm., Pembacaan dari hasil pengukuran tersebut dengan memperhitungkan kesalahan mutlak dapat dituliskan menjadi ....
a. (5,24 + 1) mm
b. (5,24 + 0,01) mm
c. (5,24 + 0,1) mm
d. (5,24 + 0,05) mm
e. (5,24 + 0,5) mm

18. Besaran di bawah ini yang termasuk dalam besaran turunan adalah ....
a. tekanan, gaya, dan berat
b. kecepatan, gaya, dan panjang
c. waktu, massa, dan percepatan
d. daya, berat, dan waktu
e. energi, berat, dan massa

19. Besaran di bawah ini yang merupakan besaran pokok tambahan yaitu ....
a. intensitas cahaya
b. panjang
c. waktu
d. massa
e. sudut datar

20. Besaran-besaran di bawah ini yang tidak termasuk besaran pokok yaitu ....
a. muatan listrik
b. panjang
c. waktu
d. massa
e. suhu

21. Daya yaitu usaha per satuan waktu. Dimensi daya yaitu ....
a. M L–3 T –2
b. M L T –2
c. M L2 T –3
d. M L2 T –2
e. M L–2 T –2

22. Sebuah kubus mempunyai panjang rusuk sepanjang 10 cm. Dengan memakai aturan angka penting dan notasi ilmiah, volume kubus tersebut yaitu ....
a. 1,000 × 103 cm3
b. 1,000 cm3
c. 1,0 × 103 cm3
d. 1 × 10 cm3
e. 1,00 × 103 cm3

23. Sebatang kayu mempunyai panjang 10 m. Berdasarkan pernyataan tersebut yang dinamakan besaran yaitu ....
a. kayu
b. 10
c. 10 m
d. m
e. panjang

24. Berdasarkan sistem besaran di bawah ini, yang termasuk dalam besaran pokok sistem SI yaitu ....
a. kecepatan
b. berat
c. volume
d. muatan listrik 
e. suhu

25. Besaran yang mempunyai dimensi M L T –1 yaitu ....
a. percepatan
b. gaya
c. energi
d. tekanan
e. momentum

26. Notasi ilmiah dari bilangan 0,000000044686 yaitu ....
a. 4,4686 × 10 –9
b. 44,686 × 10 –9
c. 4,46 × 10 –8
d. 44,686 × 10 –10
e. 4,4686 × 10 –8

27. Orde bilangan dari 0,00000002456 yaitu ....
a. 10 –8
b. –10
c. 10 –12
d. –8
e. 10 –9

28. Besaran di bawah ini yang tidak termasuk dalam besaran turunan yaitu ....
a. usaha
b. massa jenis
c. jumlah zat
d. momentum
e. tekanan

29. Nama-nama besaran di bawah ini yang bukan besaran turunan yaitu ....
a. daya, usaha, dan gaya
b. massa jenis, usaha, dan suhu
c. panjang, luas, dan volume
d. gaya, daya, dan intensitas cahaya
e. suhu, kuat arus listrik, dan waktu

30. [M] [L] [T] –2  memperlihatkan dimensi dari ....
a. daya
b. percepatan
c. usaha
d. energi
e. gaya

31. Apabila L = dimensi panjang, M = dimensi massa, dan T =  dimensi waktu, maka dimensi tekanan yaitu ....
a. [M] [L] –3 [T] –2
b. [M] [L] [T] –2
c. [M] [L] 2 [T] –3
d. [ML] –1 [T] –2
e. [M] [L] –1 [T] –2

Soal Essay Besaran dan Satuan 

1. Sebutkan 7 contoh besaran pokok dan satuanya!
2. Apabila diketahui satuan gaya sebesar Kg m/s2, maka gaya ini diturunkan dari besaran ... 
3. Hasil pengukuran panjang meja yaitu 1,5 meter. Tentukan mana yang dinamakan dengan besaran, nilai besaran dan satuanya?
4. Jelaskan perbedaan besaran Pokok dan turunan!
5. Perhatikan data berikut ini!
Massa, volume, waktu, massa jenis luas, tekanan, panjang kuat arus, suhu, gaya.
Berdasarkan data tersebut, kelompokkan yang termasuk besaran pokok dan besaran turunan
6. Sebutkan contoh satuan tidak baku dan satuan baku untuk besaran panjang?
7. Konversikan satuan berikut ini!
a. 1.500 cm = ... m
b. 2000 gram =........kg
8. Konversikan satuan di bawah ini!
a. 1,5 jam = ... menit
b. 30 l = ....... cm3
9. Mudawam bekerja dalam sehari 8, 5 jam, apabila diubah dalam secon maka Mudawam bekerja selama!
10. Putri memberikan gaya pada meja 20 N. Berdasarkan kasus tersebut, jelaskan mana yang merupakan besaran dan satuan!

Jawaban Soal Essay (Uraian) Besaran dan Satuan

1. Pembahasan nomor 1
Contoh Soal Besaran dan Satuan dan Jawabannya

2. Pembahasan nomor 2 :
kg = satuan besaran massa , m = satuan besaran panjang, dan s = satuan besaran waktu. Jadi Gaya diturunkan dari besaran masa, panjang dan waktu
3. Pembahasan nomor 3 :
Panjang meja 1, 5 meter 
=> Panjang = besaran 
=>1,5 meter = nilai besaran
=> meter = satuanya
4. Pembahasan nomor 4
Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok, sedangkan besaran pokok yaitu besaran yang satuannya telah ditentukan lebih dahulu berdasarkan kesepatan 
5. Pembahasan nomor 5 :
Besaran pokok adalah massa , waktu, panjang dan kuat arus, suhu
Besaran turuanan adalah luas, volume dan massa jenis, gaya, tekanan
6. Pembahasan nomor 6 :
Contoh satuan tidak baku : Panjang diukur dengan satuan depa, hasta, jengkal 
Contoh satuan baku : panjang diukur dengan satuan km, m, cm, 
7. Pembahasan nomor 7 :
a. 1.500 cm = 1.500 × 1/100m = 15 m
b. 2.000 g = 2.000 × 1/1.000kg = 2 kg
8. Pembahasan nomor 8 :
a. 1,5 jam = 1,5 × 60 menit = 90 menit
b. 30.000 cm3
9. Pembahasan nomor 9 :
8,5 jam x 60 menit x 60 detik = 30.600 jam
10. Pembahasan nomor 10 :
Gaya adalah besaran dan Newton adalah satuannya
Besaran merupakan segala sesuatu yang dapat diukur, satuan yaitu pembanding dalam pengukuran


Jawaban Soal Pilihan Ganda Besaran dan Satuan

1 D 8 E 15 E 22 C 29 E
2 D 9 A 16 B 23 E 30 E
3 E 10 C 17 D 24 E 31 E
4 A 11 C 18 A 25 E
5 D 12 D 19 E 26 E
6 E 13 C 20 A 27 D
7 D 14 A 21 C 28 C

Demikian contoh soal besaran dan satuan jawabannya baik itu soal essay dan soal pilihan ganda. Semoga latihan soal tersebut bermanfaat untuk pembaca.
Sabtu, Maret 25

Kebijakan Daendels di Bidang Politik, Ekonomi, Militer Lengkap

Kebijakan Daendels di Berbagai Bidang - Setelah VOC jatuh, maka muncullah pemerintahan republik bataaf sebagai penguasa baru di nusantara. Pada awal pemerintahannya, republik bataaf menunjuk H.W Daendels untuk memerintah di nusantara, khususnya pulau jawa. Dalam menjalankan pemerintahannya, Daendels mengeluarkan banyak kebijakan dengan tujuan utama untuk mempertahankan pulau jawa dari serangan inggris. Berikut ini materi lengkapnya tentang kebijakan daendels selama di Jawa

A. Kebijikan-Kebijakan Daendels Selama Memerintah di Jawa 

Sebagai gubernur jenderal, Daendles memerintah di nusantara mulai tahun 1808 sampai tahun 1811. Daendels ditunjuk untuk memerintah nusantara dengan tujuan utama agar pulau jawa tidak dikuasai oleh Inggris. Sebagai pemimpin yang ditunjuk oleh Republik Bataaf, Daendels harus mmapu untuk memperkuat pertahanan yaang ada di Jawa dan memperbaiki administrasi pemerintahan, serta kehidupan sosial dan ekonomi di Nusantara terutama pulau jawa.

Daendels merupakan kaum patriot dan liberal dari Belanda yang sangat dipengaruhi oleh ajaran Revolusi Perancis. Di dalam berbagai pidatonya, Daendels selalu mengutip semboyan Revolusi Perancis. Daendels ingin menanamkan jiwa kemerdekaan, persamaan, dan persaudaraan di masyarakat Hindia. Oleh karena itu, ia ingin memberantas praktik-praktik feodalisme. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar masyarakat lebih dinamis dan produktif untuk kepentingan negeri induk (Republik Bataaf). Kebijakan daendels ini juga untuk berhubungan dengan penguasaan atas tanah dan penggunaan tenaga rakyat.

Dalam rangka mengemban tugas sebagai gubernur jenderal dan memenuhi pesan dari pemerintah induk, Daendels melakukan beberapa kebijakan strategis. Kebijakan tersebut fokus pada beberapa bidang, yaitu bidang pertahanan-keamanan, bidang administrasi pemerintahan,  bidang peradilan, dan bidang sosial ekonomi.

1. Kebijakan Daendels di bidang pertahanan dan keamanan

Untuk dapat mempertahankan Jawa dari serangan Inggris, Daendels melakukan beberapa kebijakan dalam bidang pertahanan dan kemanan, antara lain :
a. Membangun banyak benteng pertahanan baru
b. Membangun pangkalan angkatan laut di Anyer dan Ujungkulon. Akan tetapi,  pembangunan pangkalan laut di Ujungkulon tidak berhasil
c. Meningkatkan jumlah tentara, dengan cara mengambil masyarakat pribumi karena pada waktu pergi Indonesia, Daendels tidak membawa pasukan yang cukup. Oleh karena itu, Daendels menambah jumlah pasukan yang diambil dari orang-orang pribumi, yaitu dari 4.000 tentara menjadi 18.000 tentara
d. Membangun jalan raya yang dimulai dari Anyer (Banten) sampai Panarukan (Jawa Timur) sejauh kurang lebih 1.100 km. Jalan ini dinamakan sebagai Jalan Daendels.

Kebijakan Daendels di Bidang Politik, Ekonomi, Militer

Walaupun demikian, pelaksanaan kebijakan daendels di bidang pertahanan dan keamanan telah merubah citra Daendels. Awalnya Daendels dikenal sebagai tokoh muda yang demokratis yang dijiwai panji-panji Revolusi Perancis dengan semboyan: liberte, egalite danfraternite. Daendels berubah menjadi pemimpin yang menjadi diktator. Bahkan, Daendels juga memerintahkan rakyat untuk melakukan kerja rodi. Dengan kerja rodi itu maka rakyat yang sudah jatuh miskin menjadi semakin menderita, apalagi kerja rodi dalam pembuatan pangkalan di Ujungkulon, karena lokasi yang begitu jauh, sulit dicapai dan penuh dengan sarang nyamuk malaria. Oleh karena itu, wajar kalau kemudian banyak rakyat Hindia yang jatuh sakit bahkan tidak sedikit yang meninggal.

2. Kebijakan Daendels di Bidang pemerintahan

Daendels juga melakukan berbagai perubahan di bidang pemerintahan. Secara umum kebijakan yang dilakukan oleh daendels dalam bidang pemerintahan yaitu dengan melakukan ikut campur dalam tata cara dan adat istiadat di dalam kerajaan-kerajaan di Jawa. Selain itu, ada juga kebijakan lain yang dilakukan oleh daendels dalam bidang pemerintahan untuk semakin mempertahankan kedudukannya di Jawa, antara lain :
a. Membatasi secara ketat kekuasaan raja-raja di Nusantara.
b. Membagi Pulau Jawa menjadi sembilan daerah prefectuur/prefektur (wilayah yang memiliki otoritas). Masing-masing prefektur dikepalai oleh seorang prefek. Setiap prefek langsung bertanggung jawab kepada Gubernur Jenderal. Di dalam struktur pemerintahan kolonial, setiap prefek membawahi para bupati.
c. Kedudukan bupati sebagai penguasa tradisional diubah menjadi pegawai pemerintah (kolonial) yang digaji. Sekalipun demikian para bupati masih memiliki hak-hak feodal tertentu.
d. Kerajaan Banten dan Cirebon dihapuskan dan daerahnya dinyatakan sebagai wilayah pemerintahan kolonial.

3. Kebijakan Daendels di Bidang peradilan

Untuk memperlancar jalannya pemerintahan dan mengatur ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat, Daendels juga melakukan berbagai kebijakan di bidang peradilan. Daendels berusaha memberantas berbagai penyelewengan dengan mengeluarkan berbagai peraturan. 
a. Daendels membentuk tiga jenis peradilan, antara lain : Pertama, peradilan untuk orang Eropa; Kedua, peradilan untuk orang-orang Timur Asing; dan ketiga, peradilan untuk orang-orang pribumi. Khusus untuk peradilan kaum pribumi, dibentuk di setiap prefektur, misalnya di Surabaya, Batavia, dan Semarang.
b. Peraturan untuk pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu. Pemberantasan korupsi diberlakukan terhadap siapa saja termasuk orang-orang Eropa, dan Timur Asing.

4. Kebijakan Daendels di Bidang sosial ekonomi

Sembari mengumpulkan dana untuk biaya perang, Daendels juga diberi tugas untuk memperbaiki keadaan di Tanah Hindia. Oleh karena itu, Daendels melakukan berbagai kebijakan yang dapat mendatangkan keuntungan bagi pemerintah kolonial. Beberapa kebijakan dalam bidang ekonomi yang dilakukan oleh Daendels antara lain :
a. Daendels memaksakan berbagai perjanjian dengan penguasa Surakarta dan Yogyakarta yang intinya melakukan penggabungan banyak daerah ke dalam wilayah pemerintahan kolonial, contohnya daerah Cirebon,
b. Meningkatkan penanaman tanaman yang hasilnya laku di pasaran dunia,
c. Meningkatkan usaha pemasukan uang dengan cara pemungutan pajak,
d. Melakukan penjualan tanah-tanah kepada pihak swasta.
e. Rakyat diharuskan melaksanakan penyerahan wajib hasil pertaniannya,

B. Akhir Kekuasaan Daendels di Nusantara 

Seperti yang sudah disampaikan di awal, bahwa Daendels memerintah pada tahun 1808 dan berakhir pada bulan Mei 1811, Daendels dipanggil pulang ke negerinya oleh Napoleon. Walaupun Daendels telah melakukan kebijakan-kebijakan yang menguntungkan untuk negaranya, ternyata ada beberapa alasan mengapa Daendels dipanggil kembali ke negeri Belanda, antara lain :
1. Napoleon menilai bahwa Daendels selama memerintah bersikap otoriter atau otokratis.
2. Daendels telah melanggar peraturan perundang-undangan karena karena Dendels menjual tanah milik negara kepada pengusaha swasta asing.
3. Daendels telah berhasil membuat sistem pemerintahan lebih efisien dan mengurangi korupsi. Akan tetapi, Daendels sendiri dituduh korupsi dan memperkaya diri sendiri.
4. Pemanggilan pulang yang dilakukan Napoleon ada hubungannya dengan penyerbuan ke Rusia.

Beberapa alasan itulah yang membuat pemerintahan Daendels berakhir dan digantikan oleh gubernur jenderal Jan Willem Janssen.

Walaupun kebijakan-kebijakan Daendels yang telah dilakukan di berbagai bidang cukup berhasil dalam mempertahankan pulau Jawa dari Inggris, gubernur jenderal selanjutnya (Janssen) tidak bertahan lama. Selang beberapa bulan Janssen menjabat, ia telah kalah dari pasukan Inggris dan Inggris berhasil menguasai Jawa.