65 Soal Penjas : Bab Kebugaran jasmani & Kunci Jawaban

Soal penjas bab kebugaran jasmani dan kunci jawaban. Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan latihan soal tentang kebugaran jasmani dan kunci jawaban. Akan tetapi, sebelum kami memaparkan tentang soal bab kebugaran jasmani, apaka anda sudah mengetahui apa itu kebugaran jasmani?

Kebugaran jasmani adalah kesanggupan tubuh untuk melakukan aktivitas tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih memiliki cadangan tenaga untuk melakukan kegiatan yang lain. Dalam kebugaran jasmani, setidaknya ada 10 unsur komponen penyusun kebugaran jasmani, antara lain : kekuatan (streght), daya otot (muscular power), daya tahan (endurance), kecepatan (speed), kelincahan (agility), reaksi (reaction), daya lentur (flexibility), koordinasi (coordination), ketepatan (accuracy), keseimbangan (balance).

Soal Tentang Kebugaran Jasmani dan Jawaban 

Sudah sedikit paham ya, tentang pengertian kebugaran jasmani? Materi lengkap tentang kebugaran jasmani dapat anda dapatkan pada mata pelajaran Penjaskes SMP/ MTs dan SMA/MA. Selanjutnya akan kami paparkan 65 soal tentang kebugaran jasmani dan kunci jawabannya.

Dalam soal penjaskes bab kebugaran jasmani ini, ada beberapa materi pokok yang kami gunakan dalam penysusunan soal ini, antara lain : pengertian kebugaran jasmani, unsur-unsur kebugaran jasmani, dan manfaat latihan kebugaran jasmain.

Adapun jenis soal yang kami gunakan dalam contoh soal kebugaran jasmani ini hanya ada satu jenis soal, yaitu soal pilihan ganda. Jika anda mencari soal lain tentang kebugaran jasmani, silahkan buka : 55 Soal Pilgan dan Essay tentang kebugaran jasmani dan jawabannya.

Tanpa panjang lebar, berikut ini adalah latihan soal penjaskes tentang kebugaran jasmani dan kunci jawaban.

Soal Kebugaran Jasmani

1. Push-up merupakan jenis latihan untuk melatih kekuatan...
a. Otot lengan, bahu, dada
b. Otot kaki, perut, punggung
c. Otot punggung, tangan
d. Otot perut, dada
e. Otot bahu, kaki

2. Program latihan fisik harus direncanakan dengan baik dan sistematis serta ditujukan untuk ...
a. Meningkatkan pertumbuhan badan
b. Meningkatkan kerja otot diseluruh tubuh
c. Pencegahan terhadap wabah penyakit
d. Menanggulangi serangan penyakit
e. Meningkatkan kesegaran jasmani dan kemampuan fungsional dari sistem organ tubuh

3. Bentuk latihan kebugaran untuk meningkatkan kelincahan adalah ...
a. Up hill
b. Lari cepat
c. Down hill
d. Lari naik turun tangga
e. Shuttle run

4. Untuk meningkatkan daya tahan otot, bentuk latihan yang dapat digunakan yaitu ...
a. Lari naik turun bukit
b. Interval training
c. Circuit training
d. Weight training
e. Lari lintas alam

5. Bentuk latihan yang mengharuskan seseorang melakukan gerakan dengan cepat dan mengubah arah dengan tangkas tanpa kehilangan keseimbangan dinamakan latihan ……
a. Kelincahan
b. Daya tahan otot
c. Kecepatan
d. Daya ledak
e. Kekuatan

6. Seseorang tidak dapat mencapai kesegaran jasmani secara menyeluruh tanpa didasari oleh keadaan...
a. Kelincahan yang baik
b. Kesegaran jasmani yang baik
c. Kecepatan yang tinggi
d. Daya tahan yang optimal
e. Fleksibilitas yang baik

7. Bentuk latihan di bawah ini yang dapat mengencangkan otot lengan kecuali …..
a. Sit up
b. Pusp up
c. Angkat tubuh
d. Squat thrus
e. Tarik tambang

8. Berikut ini adalah unsur-unsur dari kebugaran jasmani, kecuali …..
a. Speed
b. Endurance
c. Power
d. Strength
e. Stretching

9. Perubahan yang disebabkan oleh latihan dalam berbagai organ tubuh disebut ……
a. Lama latihan
b. Derajat latihan
c. Metode latihan
d. Intensitas latihan
e. Efek latihan

10. Rentang waktu yang digunakan dalam suatu pemulihan setelah melakukan latihan dinamakan ...
a. Intensitas
b. Recocery
c. Performance
d. Competition
e. Frekuensi

11. Supaya dapat melakukan gerakan dengan waktu yang singkat, maka perlu dilatih kecepatannya. Latihan kecepatan dengan lari pelan lalu cepat dan sebaiknya dinamakan dengan...
a. lari akselerasi
b. interval training
c. downhill
d. suttle run
e. hiking

12. Kemampuan seseorang untuk mengubah arah dengan cepat disebut...
a. strenght
b. shuttle run
c. zig-zag
d. agility
e. squat thrust
Soal Penjas Bab Kebugaran jasmani Kunci Jawaban

13. Seorang atlet lari bolak-balik dengan mnempuh jarak kurang lebih 5-10 meter. Latihan ini bertujuan untuk melatih...
a. kelenturan
b. kekuatan
c. ketepatan
d. kelincahan
e. ketahanan

14. Tujuan utama latihan kebugaran jasmani adalah …
a. mempertahankan dan menyelaraskan kondisi tubuh dalam kehidupan sehari-hari
b. Meningkatkan daya tahan tubuh
c. Meningkatkan kekuatan otot
d. Meningkatkan kelentukan persendian
e. Meningkatkan kecepatan

15. Istilah lain tingkat kesegaran/kebugaran jasmani adalah
a. Cardio-Visiological Fitness
b. Fisiologycal Fitness
c. Physical Fitness
d. Fitness
e. Physical Endurance

16. Seseorang akan memiliki kekuatan, kelentukan dan daya tahan, secara intensif berlatih selama …
a. 8-10 Minggu
b. 4-6 Minggu
c. 6-8 Minggu
d. 5-7 Minggu
e. 7-9 Minggu

17. Salah satu bentuk latihan meningkatkan kekuatan otot tungkai adalah …
a. Shuttle-run
b. Push-up
c. Sit-up
d. Back-lift
e. Squat-jump

18. Metode/bentuk latihan yang dapat digunakan untuk mengembangkan kelentukan antara lain …
a. Peregangan dinamis, statis dan pasif
b. Peregangan dinamis
c. Peregangan pasif
d. Peregangan statis
e. Peregangan aktif

19. Mula-mula tidur terlungkup, kaki rapat dan kedua tangan berpasangan dibelakang kepala kemudian angkat badan dengan dada tidak menyentuh kelantai, merupakan latihan
a. Shuttle-run
b. Push-up
c. Sit-up
d. Back-lift
e. Squard-jump

20. Tes kebugaran jasmani merupakan tes untuk mengetahui tingkat penggunaan …. oleh tubuh.
a. Protein
b. Karbohidrat
c. Oksigen
d. Vitamin
e. Lemak

21. Untuk melatih kekuatan otot-otot kaki, terutama paha dapat dilakukan dengan latihan beban, yaitu latihan...
a. obstacle run
b. squats
c. downhill
d. suttle hill
e. ketahanan

22. Latihan kebugaran jasmani yang dilakukan secara teratur akan membantu mengurangi kemungkinan terjadinya penyakit….
a. Ginjal
b. Jantung
c. Liver
d. Paru-paru
e. Diabetes

23. Seseorang yang memiliki tingkat kebugaran jasmani yang baik akan terhindar dari kemungkinan….
a. Gangguan kesehatan
b. Ketegangan otot
c. Pingsan akibat olahraga
d. Kram saat olahraga
e. Cidera saat olahraga

24. Kemampuan fisik seseorang dalam beraktivitas sehari-hari ditentukan oleh ….
a. Derajat kebugaran jasmani
b. Tingkat kesehatan seseorang
c. Besar kecil otot
d. Kemampuan dalam melakukan aktivitas
e. Volume daya tahan yang tinggi

25. Di bawah ini yang tidak termasuk unsur-unsur kebugaran jasmani yaitu ….
a. Keseimbangan
b. Daya tahan paru jantung
c. Kecepatan
d. Kekuatan otot
e. Kelenturan

26. Mula-mula tidur telungkup, lalu kaki rapat dan kedua tangan berpasangan dibelakang kepala kemudian angkat badan dengan dada tidak menyentuh ke lantai, merupakan latihan ….
a. Squard thrus
b. Pus-up
c. Sit-up
d. Back-up
e. Squard-jump

27. Pada saat kita ingin melakukan gerakan sit-up yang baik, maka kedua kaki harus….
a. Diangkat tinggi
b. Harus diluruskan
c. Dibuka lebar
d. Sedikit dibengkokkan
e. Kangkang

28. Jenis-jenis latihan circuit training pada umumnya disusun dalam bentuk ….
a. Berjajar
b. Memanjang
c. Melingkar
d. Menyerang
e. Sambung-menyambung

29. Kemampuan persendian beserta otot disekitarnya dalam melakukan gerakan secara maksimal tanpa menimbulkan gangguan pada bagian-bagian tersebut dinamakan ……
a. Kelenturan
b. Kelincahan
c. Koordinasi
d. Kekuatan
e. Kecepatan

30. Latihan lari bolak-balik yang digunakan untuk mengembangkan daya tahan dan kelincahan disebut ...
a. Vertical jump
b. Squat jump
c. Interval traning
d. Shuttle run
e. Squart thrust

31. Atlet olahraga di bawah ini yang membutuhakn unsur kelincahan yang baik yaitu ...
a. Angkat besi
b. Tinju
c. Bola voli
d. Soft ball
e. Sepak bola

32. Kemampuan sekelompok otot untuk melakukan gerakan secara eksplosif (mendadak) dinamakan ...
a. Power
b. Tenaga otot
c. Daya ledak otot
d. Daya tahan otot
e. Kekuatan otot

33. Setelah kita melakukan kegiatan olahraga pasti ditutup dengan gerakan yang dinamakan  …
a. Toke off
b. Warning up
c. Wining stude
d. Stretching
e. Cool down

34. Squat thrust adalah salah satu bentuk latihan …..
a. Kelincahan
b. Daya ledak
c. Keseimbangan
d. Koordinasi
e. Kelenturan

35. Bentuk latihan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kelincahan adalah….
a. Zig-zag
b. Shuttle run
c. Squat thrust
d. Push-up
e. Squat-jump

36. Landasan latihan circuit training yaitu melakukan suatu jumlah latihan dalam waktu …
a. Seefektif mungkin
b. Selama-lamanya
c. Seefesien mungkin
d. Sebesar-besarnya
e. Sesingkat-singkatnya

37. Tingkat kelincahan seseorang sangat dipengaruhi oleh ….
a. Daya ledak
b. Kekuatan otot
c. Kecepatan dan kelentukan
d. Daya tahan
e. Kecepatan

38. Berikut ini yang termasuk komponen dasar kebugaran fisik yaitu ….
a. Kekuatan mental
b. Berdiri tegak
c. Kejernihan pikiran
d. Pencernaan yang baik
e. Ketahanan paru jantung

39. Pada dasarnya yang disebut dengan daya tahan otot adalah ….
a. Kemampuan memperluas sendi
b. Daya ledak yang baik
c. Kemampuan merubah posisi dan arah gerak secepat mungkin.
d. Kemampuan melawan tahan beban dalam waktu yang relatif lama
e. Kemampuan bergerak yang cepat

40. Jarak tempuh lari untuk tes kebugaran jasmani yang dikenal di Indonesia yaitu lari 12 menit berjarak …
a. 5,2 km
b. 2,0 km
c. 3,4 km
d. 2,4 km
e. 4,2 km

41. Salah satu bentuk latihan kombinasi untuk meningkatkan kebugaran jasmani adalah ….
a. Pus-up
b. Circuit training
c. Shuttle-run
d. Interval training
e. Squard-jump

42. Kebutuhan kebugaran jasmani masing-masing orang tidak sama, kebutuhan tersebut sesuai dengan ….
a. Jenis kelamin seseorang
b. Berat ringannya badan
c. Usia seseorang
d. Kondisi tubuh
e. Aktivitas yang dilakukan

43. Menggerakkan tubuh secara berirama sehingga otot-otot terenggang dan terulur merupakan peregangan ….
a. Kombinasi
b. Dinamis
c. Kinetis
d. Statis
e. Ballistic

44. Lamanya waktu latihan untuk menjaga kebugaran jasmani minimal seminggu dilakukan sebanyak …
a. 5 kali
b. 1 kali
c. 3 kali
d. 2 kali
e. 4 kali

45. Cabang olahraga yang paling baik untuk meningkatkan daya tahan paru jantung adalah ….
a. Tenis meja
b. Bulu tangkis
c. Bersepeda
d. Bola voly
e. Jogging

46. Latihan yang dapat melatih kekuatan otot lengan, kecuali
a. Angkat beban
b. Sit up
c. Tarik tambang
d. Push up
e. Pull up

47. Setelah berlatih ada rentang waktu untuk pemulihan desebut
a. Reacktion
b. Competition
c. Recovery
d. Pemormance
e. Training

48. Jenis latihan yang dilakukan dengan cara melakukan gerakan dengan cepat dan dapat merubah arah dengan baik tanpa kehilangan keseimbangan yaitu ...
a. Kelincahan
b. Kekuatan
c. Keseimbangan
d. Kelenturan
e. Daya tahan

49. Latihan dengan berlari bolak balik dengan tujuan untuk melatih keseimbangan serta daya tahan disebut
a. Lari zig zag
b. Jogging
c. Squat rush
d. Vertika jump
e. Shuttle run

50. setelah kita melakukan olah raga pasti ada gerakan penutup yaitu ...
a. warming up
b. training
c. streching
d. take off
e. coll down

51. Jarak tempuh lari 12 menit dalam tes kebugaran jasmani yang biasa dilakukan diindonesia adalah
a. 2,1 km
b. 2 km
c. 4,3 km
d. 2,4 km
e. 2,3 km

52. kemampuan otot untuk menahan beban dalam waktu yang lama disebut
a. keseimbangan
b. daya tahan
c. kelenturan
d. kecepatan
e. kekuatan

53. cabang olah raga yang baik untuk meningkatkan daya tahan jantung adalah
a. squat rush
b. push up
c. pull up
d. sit up
e. jogging

54. berpindah dari suatu tempat ketempat lain dengan rentang waktu sesingkat singkatnya disebut ...
a. daya tahan
b. kecepatan
c. keseimbangan
d. kelenturan
e. kekuatan

55. jadwal yang baik untuk melakukan latihan kebugaran jasmani yaitu
a. Satu tahun sekali
b. setiap hari
c. 5 kali dalam seminggu
d. 3 kali dalam seminggu
e. 1 bulan sekali

56. Seseorang yang sering melakukan latihan kebugaran jasmani terhidar dari
a. kram saat pemanasan
b. cidera saat berolah raga
c. masalah
d. ganguan kesehatan
e. pingsan saat upacara

57. Latihan kebugaran jasmani yang dilakukan dengan baik dan teratur dapat menurunkan resiko penyakit
a. Meriang
b. Paru paru
c. Jantung
d. Ginjal
e. Diabetes

58. olah raga yang dapat melatih kekuatan otot perut adalah
a. suttle run
b. push up
c. sit up
d. pull up
e. back up

59. pada saat kita melakukan gerakan sit up posisi kaki harus
a. diangkat
b. diluruskan
c. dibuka
d. ditekuk
e. kankang

60. cara melatih kekuatan otot punggung adalah
a. squat rush
b. push up
c. sit up
d. back up
e. pull up

61. untuk melatih kelincahan baisa dilakukan dengan
a. squat rush
b. berlari zig zag
c. berlari kencang 200m
d. berlari 2,4km
e. squat jump

62. olah raga yang memerlukan kekuatan otot lengan adalah
a. lompat jauh
b. tinju
c. berkuda
d. sepak bola
e. lompat tinggi

63. untuk melatih kecepatan kita dapat melakukan dengan cara
a. lari 200m
b. jogging
c. lari 2,4km
d. melakukan squat jump
e. suttle run

64. kemampuan persendian dan ototo disekitar dapat melakukan gerakan dengan maksimal tanpa mengalami ganguan adalah
a. daya tahan
b. kecepatan
c. keseimbangan
d. kelenturan
e. kekuatan

65. bentuk latihan yang mengharuskan seseoran dapat melakuakn pergerakan dengan cepat yaitu ...
a. kekuatan
b. keseimbangan
c. kelincahan
d. kecepatan
e. daya tahan

Jawaban Soal Kebugaran Jasmani 

1 A 11 A 21 B 31 E 41 B 51 D 61 B
2 E 12 B 22 B 32 C 42 E 52 B 62 B
3 E 13 D 23 A 33 E 43 B 53 E 63 A
4 D 14 A 24 A 34 B 44 C 54 B 64 D
5 A 15 C 25 A 35 A 45 E 55 D 65 D
6 B 16 D 26 D 36 E 46 B 56 D 
7 A 17 E 27 D 37 C 47 C 57 C 
8 E 18 A 28 E 38 E 48 A 58 C 
9 E 19 D 29 A 39 D 49 E 59 D 
10 B 20 C 30 D 40 D 50 E 60 D 

Buka Juga : 55 Soal Bab Kebugaran Jasmani (Pilgan + Essay) dan Jawaban
Demikian 65 soal pilihan ganda tentang kebugaran jasmani dan kunci jawaban. Semoga soal penjaskes di atas bermanfaat.

55 Contoh Soal Kebugaran Jasmani & Jawaban (Pilgan, Essay) - SMP

Soal tentang kebugaran jasmani dan jawaban (pilihan ganda, essay). Kebugaran jasmani adalah kemampuan dan daya tahan fisik atau tubuh seseorang dalam melakukan berbagai aktifitas kehidupan sehari-hari, tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Tingkat kebugaran jasmani masing-masing orang tidak sama, hal ini karena kemampuan (fisik) orang berbeda-beda.

Untuk lebih mendalami tentang kebugaran jasmani, sebenarnya dapat kita cari tahun melalui mata pelajaran penjaskes, baik itu SMP/MTs maupun SMA/MA. Bukannya kami tidak ingin memaparkan materi tentang kebugaran jasmani, kali ini kami akan membagikan latihan soal tentang kebugaran jasmani beserta kunci jawabannya.

Soal Kebugaran Jasmani dan Jawaban (Penjaskes)

Sebelum anda mengerjakan soal tentang kebugaran jasmani sebaiknya anda membaca beberapa materi pokok bab kebugaran jasmani yang kami jadikan dasar dalam penyusunan soal penjaskes ini. Beberapa materi pokok yang ada pada soal antara lain : 1) pengertian kebugaran jasmani, 2) faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani, 3) Unsur-unsur kebugaran jasmani, 4) manfaat kebugaran jasmani. Buka Juga : 65 Soal Pilihan Ganda Bab Kebugaran Jasmani + Jawaban

Soal tentang kebugaran jasmani dan jawabannya ini terbagi menjadi 2 jenis soal, yaitu soal pilihan ganda sebanyak 50 soal, dan soal essay (uraian) sebanyak 5 soal. Tentu saja baik itu soal pilihan ganda dan soal essay bab kebugaran jasmani ini sudah ada kunci jawabannya. Walaupun sudah ada kunci jawabannya, kami tetap berharap agar pembaca dapat mengerjakan soal tentang kebugaran jasmani ini dengan teliti. Siapa tahu ada kunci jawaban soal kebugaran jasmani ini ada yang salah. Tanpa panjang lebar, berikut ini soal dan jawaban tentang kebugaran jasmani.

Soal Pilihan Ganda Kebugaran Jasmani

1. Bentuk latihan kebugaran jasmani yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kecepatan yaitu berlari..
a. 50-200 m
b. 2400-3000 m
c. 1200-2400 m
d. 3000-5000 m

2. Rentang waktu/ masa dalam suatu pemulihan setelah melakukan latihan dinamakan …
a. Frekuensi
b. Competition
c. Recocery
d. Performance

3. Salah satu emampuan untuk menggerakkan persendian serta otot pada seluruh dengan ruang geraknya dinamakan ....
a. kekuatan
b. Kelincahan
c. Kelenturan
d. Kecepatan

4. Kemampuan menggerakkan tubuh secara berirama sehingga otot-otot terenggang dan terulur dinamakan peregangan ….
a. Ballistic
b. Statis
c. Dinamis
d. Kinetis

5. Kebutuhan kebugaran jasmani masing-maasing orang tidak sama, kebutuhan tersebut tergantung pada ….
a. Aktivitas yang dilakukan
b. Kondisi tubuh
c. Berat ringannya badan
d. Usia seseorang

6. Waktu latihan yang dibutuhkan untuk menjaga kebugaran jasmani minimal seminggu dilakukan sebanyak …
a. 4 kali
b. 2 kali
c. 1 kali
d. 3 kali

7. Di bawah yang bukan merupakan unsur-unsur dari kebugaran jasmani adalah ...
a. Stretching
b. Strength
c. Endurance
d. Power

8. Seseorang akan mempunyai kelentukan, kekuatan, dan daya tahan, secara intensif berlatih selama … minggu
a. 7-9
b. 5-7
c. 4-6
d. 6-8

9. Seseorang yang mempunyai tingkat kebugaran jasmani yang baik akan terhindar dari risiko ….
a. Gangguan kesehatan
b. Kram saat olahraga
c. Ketegangan otot
d. Cidera saat olahraga

10. Awalnya tidur telungkup, lalu kaki rapat dan kedua tangan berpasangan dibelakang kepala kemudian angkat badan dengan dada tidak menyentuh ke lantai. Gerakan tersebut merupakan latihan ….
a. Squad-jump
b. Back-up
c. Push-up
d. Sit-up

11. Squat thrust adalah salah satu bentuk latihan …..
a. Kelenturan
b. Koordinasi
c. Daya ledak
d. Keseimbangan

12. Lari naik turun bukit termasuk dalam latihan untuk meningkatkan...
a. Kekuatan
b. Kelincahan
c. Daya tahan
d. Kecepatan

13. Meloncat ke samping (side jump) adalah salah satu latihan untuk meningkatkan...
a. Kekuatan
b. Kelincahan
c. Daya ledak
d. Kecepatan

14. Landasan latihan circuit training adalah melakukan suatu jumlah latihan dalam waktu …
a. Sesingkat-singkatnya
b. Sebesar-besarnya
c. Selama-lamanya
d. Seefesien mungkin

15. Salah satu bentuk latihan kombinasi untuk meningkatkan kebugaran jasmani yaitu….
a. Squard-jump
b. Interval training
c. Circuit training
d. Shuttle-run

16. Kemampuan sekelompok otot untuk melakukan gerakan secara mendadak dan eksplosif dinamakan …
a. Kekuatan otot
b. Daya tahan otot
c. Tenaga otot
d. Daya ledak otot

17. Perubahan yang terjadi karena melakukan berbagai latihan dalam berbagai organ tubuh dinamakan ...
a. Efek latihan
b. Intensitas latihan
c. Derajat latihan
d. Metode latihan

18. Berhubungan dengan tulang, otot, dan bagian lemak...
a. Mental
b. Fungsi organ
c. Fisik
d. Respon otot

19. Berikut ini yang merupakan komponen dasar kebugaran fisik adalah ….
a. Ketahanan paru jantung
b. Pencernaan yang baik
c. Berdiri tegak
d. Kejernihan pikiran

20. Kemampuan tubuh untuk melakukan aktivitas tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih mempunyai tenaga cadangan untuk melakukan berbagai aktivitas yang lain dinamakan ...
a. Pendidikan jasmani
b. Fisiologis
c. Biomekanika
d. Kebugaran jasmani

21. Berhubungan dengan pembuluh darah, efisiensi sistem jantung, dan pernafasan (paru-paru)
a. Mental
b. Fungsi organ
c. Fisik
d. Respon otot

22. Nama lain dari kebugaran jasmani atau tingkat kesegaran yaitu ...
a. Physical Endurance
b. Fitness
c. Fisiologycal Fitness
d. Physical Fitness

23. Latihan yahng dapat dilakukan untuk melatih daya ledak otot tungkai yaitu ...
a. Sit up
b. Vertical jump
c. Front jump
d. Side jump

24. Kemampuan seseorang dalam menggunakan kekuatan maksimum yang dikerahkan dalam waktu se-singkat-singkatnya diamakan ...
a. Daya tahan maksimal
b. Daya tahan endurance
c. Daya tahan otot
d. Daya tahan otak

25. Cabang olahraga terbaik yang dapat dipilih untuk meningkatkan daya tahan paru jantung yaitu….
a. Jogging
b. Bola voly
c. Bulu tangkis
d. Bersepeda
Contoh Soal Kebugaran Jasmani & Jawabannya (Pilgan, Essay)

26. Bentuk latihan yang dapat digunakan untuk mengembangkan kelentukan yaitu peregangan …
a. dinamis, statis dan pasif
b. pasif
c. dinamis
d. aktif

27. Seseorang tidak dapat mencapai kesegaran jasmani secara menyeluruh tanpa didasari oleh keadaan....
a. Fleksibilitas yang baik
b. Daya tahan yang optimal
c. Kesegaran jasmani yang baik
d. Kecepatan yang tinggi

28. Jarak tempuh lari untuk tes kebugaran jasmani yang dikenal di Indonesia yaitu lari 12 menit berjarak …
a. 4,2 km
b. 2,4 km
c. 2,0 km
d. 3,4 km

29. Jenis latihan yang dapat dilakukan untuk melatih daya ledak otot tungkai dan paha yaitu ...
a. Sit up
b. Vertical jump
c. Front jump
d. Side jump

30. Jenis latihan yang dapat dilakukan untuk melatih kemampuan otot betis dan tungkai yaitu ...
a. Sit up
b. Vertical jump
c. Front jump
d. Side jump

31. Latihan kebugaran jasmani yang dilakukan secara teratur akan membantu seseorang mengurangi risiko penyakit….
a. Diabetes
b. Paru-paru
c. Jantung
d. Liver

32. Komponen-komponen kebugaran jasmani antara lain ....
a. Takraw, rounders, tolak peluru, kasti, lempar lembing
b. Kekuatan, kelincahan,  kelenturan, kecepatan, daya tahan
c. Sepakbola, atletik, basket, voli, tenis meja,
d. Renang, lempar, lompat, lari, bulu tangkis

33. Berhubungan dengan kelenturan, kecepatan, kelemahan, dan kekuatan.
a. Mental
b. Fungsi organ
c. Fisik
d. Respon otot

34. Kemampuan seseorang dalam mempergunakan otot untuk menerima beban ketika bekerja dinamakan ...
a. Kekuatan
b. Daya tahan
c. Kecepatan
d. Kelincahan

35. Latihan melatih kekuatan otot tungkai dinamakan ...
a. Push up
b. Angkat beban
c. Squat jump
d. Sit up

36. Yang tidak termasuk bentuk latihan kekuatan  yaitu ...
a. Push up
b. Lari bolak-balik
c. Squat jump
d. Sit up

37. Latihan yang dapat digunakan untuk melatih kekuatan otot lengan yaitu ...
a. Push up
b. Back up
c. Squat jump
d. Sit up

38. Kemampuan seseorang dalam memakai organ tubuhnya seperti jantung dan paru-paru secara efektif dan efisien dalam melakukan aktivitasnya dinamakan ...
a. Kekuatan
b. Daya tahan
c. Kecepatan
d. Kelincahan

39. Jenis latihan untuk melatih kekuatan otot perut yaitu...
a. Push up
b. Back up
c. Squat jump
d. Sit up

40. Salah satu jenis latihan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kelincahan yaitu ….
a. Zig-zag
b. Squat thrust
c. Push-up
d. Squat-jump

41. Lari angka 8 adalah salah satu bentuk latihan kebugaran jasmani untuk meningkatkan...
a. Kekuatan
b. Kelincahan
c. Daya tahan
d. Kecepatan

42. Pada umumnya bentuk-bentuk latihan circuit training disusun dalam bentuk ….
a. Sambung-menyambung
b. Menyerang
c. Memanjang
d. Melingkar

43. Kemampuan seseorang mengubah posisi di area tertentu, dari samping ke depan, dari kiri ke kanan, dari depan ke belakang, dinamakan ...
a. Kekuatan
b. Kelincahan
c. Daya tahan
d. Kecepatan

44. Tes kebugaran jasmani adalah jenis tes yang digunakan untuk mengetahui tingkat penggunaan …. oleh tubuh
a. Lemak
b. Vitamin
c. Karbohidrat
d. Oksigen

45. Tingkat kelincahan seseorang sangat ditentukan oleh ….
a. Kecepatan
b. Daya tahan
c. Kekuatan otot
d. Kecepatan dan kelentukan

46. Ketika akan melakukan gerakan sit-up yang baik, kedua kaki ….
a. Kangkang
b. Sedikit dibengkokkan
c. Harus diluruskan
d. Dibuka lebar

47. Latihan lari bolak-balik untuk mengembangkan daya tahan dan kelincahan dinamakan ...
a. Squart thrust
b. Shuttle run
c. Squat jump
d. Interval traning

48. Bentuk latihan yang mengharuskan seseorang melakukan gerakan dengan cepat dan mengubah arah dengan tangkas tanpa kehilangan keseimbangan dinamakan latihan …
a. Kelincahan
b. Daya ledak
c. Daya tahan otot
d. Kecepatan

49. Kemampuan seseorang dalam melakukan gerakan berkesinambungan dalam waktu se singkat-singkatnya dinamakan ...
a. Kelenturan
b. Kelincahan
c. Kekuatan
d. Kecepatan

50. Contoh bentuk latihan yang manfaatnya dapat meningkatkan daya tahan tubuh kecuali...
a. Lari sprint
b. Lari 12 menit
c. Lari 2,4 km
d. Lari multistage

Soal Essay (Uraian) Kebugaran Jasmani

1. Jelaskan pengertian kebugaran jasmani!
2. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan!
3. Sebutkan latihan yang dapat dilakukan untuk melatih kekuatan tubuh!
4. Jelaskan pengertian daya tahan!
5. Sebutkan manfaat dari melakukan gerakan/latihan kebugaran jasmani!

Kunci Jawaban Soal Kebugaran Jasmani

Jawaban Soal Essay (Uraian)
1. Kebugaran jasmani adalah kemampuan dan daya tahan fisik atau tubuh seseorang dalam melakukan berbagai aktifitas kehidupan sehari-hari, tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Istilah kebugaran jasmani memiliki pengertian yang tidak berbeda dari aspek fisik dalam total fitness atau yang dikenal sebagai physical fitness.
2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan : Keturunan, Kemampuan menahan tahanan luar, Waktu reaksi, Konsentrasi dan kemauan, Teknik, Elastisitas otot
3. Adapun latihan yang dapat dilakukan untuk melatih kekuatan tubuh, antara lain : Angkat beban : melatih kekuatan otot lengan, Squat jump : melatih kekuatan tungkai dan otot perut, Sit up : melatih kekuatan otot perut, Push up : melatih kekuatan otot lengan, Back up : melatih kekuatan otot perut.
4. Daya tahan merupakan kemampuan seseorang menggerakkan seluruh tubuhnya dalam waktu yang cukup lama dan tempo yang berbeda (antara sedang dan cepat) secara efektif dan efisien serta tanpa merasakan sakit dan lelah yang berarti.
5. Manfaat dari melakukan gerakan/latihan kebugaran jasmani, yaitu sebagai berikut : meningkatkan sirkulasi darah dan sistem kerja jantung, menurunkan tekanan darah tinggi, meningkatkan stamina dan kekuatan tubuh, mempunyai kemampuan pemulihan organ tubuh secara tepat, mengurangi resiko kelebihan berat badan atau obesitas, mempunyai respon tubuh yang cepat dan tepat, mencegah penyakit jantung
Buka Juga : 65 Soal Pilihan Ganda Bab Kebugaran Jasmani + Jawaban

Jawaban Soal Pilihan Ganda (Pilgan)
1 A 11 C 21 B 31 C 41 B
2 C 12 C 22 D 32 B 42 D
3 C 13 C 23 B 33 D 43 B
4 C 14 A 24 C 34 A 44 D
5 A 15 C 25 A 35 C 45 D
6 D 16 D 26 A 36 B 46 B
7 A 17 A 27 C 37 A 47 B
8 B 18 C 28 B 38 B 48 A
9 A 19 A 29 A 39 D 49 D
10 B 20 D 30 C 40 A 50 A

Demikian soal kebugaran jasmani dan kunci jawabannya. Semoga soal tentang kebugaran jasmani bermanfaat.

Tujuan, Teknik Identifikasi Kemampuan Awal (Karakteristik) Peserta Didik

Pendekatan, tujuan, dan teknik identifikasi kemampuan awal (karakteristik) peserta didik (siswa). Karakteristik siswa merupakan salah satu variabel dari kondisi pengajaran. Variabel ini didefinisikan sebagai aspek-aspek atau kualitas perseorangan siswa. Aspek-aspek ini bisa berupa bakat, minat, sikap, motivasi belajar, gaya belajar, kemampuan berpikir dan kemampuan awal (hasil belajar) yang telah dimilikinya .

Pendekatan dalam Identifikasi Karakteristik Peserta Didik

Keterampilan siswa yang ada di dalam kelas acap kali sangat heterogen. Sebagian siswa sudah banyak tahu, sebagian lagi belum tahu sama sekali tentang materi yang diajarkan di kelas. Bila pengajar mengikuti kelompok siswa yang pertama, kelompok yang kedua merasa ketinggalan kereta, yaitu tidak dapat menangkap pelajaran yang diberikan.

Untuk mengatasi hal ini, ada tiga pendekatan yang dapat dipilih. Pertama, siswa menyesuaikan dengan materi pelajaran, kedua materi pelajaran disesuaikan dengan siswa, dan pendekatan yang ketiga yaitu kombinasi antara pendekatan pertama dan kedua.

Pendekatan Pertama 
Pendekatan pertama yang dapat dilakukan untuk identikasi karakteristik peserta didik yaitu siswa menyesuaikan dengan materi pelajaran, dapat dilakukan sebagai berikut :
a. Seleksi Penerimaan Siswa
1) Pada saat pendaftaran siswa diwajibkan memiliki latar belakang pendidikan yang relevan dengan program pendidikan yang akan diambilnya;
2) Setelah memenuhi syarat-syarat pendaftaran di atas, siswa mengikuti tes masuk dalam pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan program pendidikan yang akan ditempuhnya. Proses seleksi ini sering dilakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan formal seperti sekolah dalam menyeleksi calon siswa untuk memasuki sekolah-sekolah menengah negeri yang ingin memilih calon siswa yang baik.

b. Tes dan Pengelompokan Siswa
Setelah melalui seleksi seperti dijelaskan dalam butir 1, masih ada kemungkinan peng-ajar menghadapi masalah heterogennya siswa yang mengambil mata pelajaran tertentu.Karena itu, perlu dilakukan tes sebelum mengikuti pelajaran untuk mengelompokkan siswa yang boleh mengikuti mata pelajaran tersebut.Selanjutnya atas dasar hasil tes setiap kelompok tersebut mengikuti tingkat pelajaran tertentu. Tes dan pengelompokan ini biasa dilakukan oleh lembaga-lembaga pengelola kursus bahasa Inggris.

c. Lulus Mata Pelajaran Prasyarat
Alternatif lain untuk butir 2 di atas adalah mengharuskan siswa lulus mata pelajaran yang mempunyai prasyarat. Dalam suatu program pendidikan seperti di sekolah menengah pertama terdapat sebagian kecil mata pelajaran yang seperti itu.

Pendekatan Kedua
Pendekatan kedua yang dapat dilakukan yaitu materi pelajaran disesuaikan dengan siswa. Pendekatan ini hampir tidak memerlukan seleksi penerimaan siswa. Pada dasarnya, siapa saja boleh masuk dan mengikuti pelajaran tersebut. Siswa yang masih belum tahu sama sekali dapat mempelajari materi pelajaran tersebut dari bawah ini karena materi pelajaran memang disediakan dari tingkat itu.

Pendekatan Ketiga
Kedua pendekatan di atas bila dilakukan secara ekstrem, tidak ada yang sesuai untuk mengatasi masalah heterogennya siswa dalam sistem pendidikan biasa. Karena itu, marilah kita lihat pendekatan ketiga yang mengkombinasikan kedua pendekatan di atas.

Pendekatan ketiga ini mempunyai ciri sebagai berikut:
a. Menyeleksi penerimaan siswa atas dasar latar belakang pendidikan atau ijazah. Seleksi ini biasanya lebih bersifat administratif.
b. Melaksanakan tes untuk mengetahui kemampuan dan karakteristik awal siswa. Tes ini tidak digunakan sebagai alat menyeleksi siswa, tetapi untuk dijadikan dasar penyusunan bahan pelajaran.
c. Menyusun bahan instruksional yang sesuai dengan kemampuan dan karakteristik awal siswa.
d. Menggunakan sistem instruksional yang memungkinkan siswa maju menurut kecepatan dan kemampuan masing-masing.
e. Memberikan supervisi kepada siswa secara individual.
Dari uraian singkat tersebut diperoleh gambaran bahwa perilaku dan karakteristik awal siswa penting karena mempunyai implikasi terhadap penyusunan bahan belajar dan sistem instruksional.

Tujuan Mengidentifikasi kemampuan  awal (karakteristik) peserta didik

Identifikasi kemampuan awal dan karakteristik peserta didik adalah salah satu upaya para guru yang dilakukan untuk memperoleh pemahaman tentang; tuntutan, bakat, minat, kebutuhan dan kepentingan peserta didik, berkaitan dengan suatu program pembelajaran tertentu. Tahapan ini dipandang begitu perlu mengingat banyak pertimbangan seperti; peserta didik, perkembangan sosial, budaya, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kepentingan program pendidikan/ pembelajaran tertentu yang akan diikuti peserta didik.

Identifikasi kemampuan awal dan karakteristik peserta didik bertujuan:
a. Memperoleh informasi yang lengkap dan akurat berkenaan dengan kemampuan serta karakteristik awal siswa sebelum mengikuti program pembelajaran tertentu.
b. Menyeleksi tuntutan, bakat, minat, kemampuan, serta kecenderungan peserta didik berkaitan dengan pemilihan program program pembelajaran tertentu yang akan diikuti mereka.
c. Menentukan desain program pembelajaran dan atau pelatihan tertentu yang perlu dikembangkan sesuai dengan kemampuan awal peserta didik.

Teori Gardner, sebuah pendekatan yang relatif baru yaitu teori Kecerdasan ganda (Multiple Intelligences), yang menyatakan bahwa sejak lahir manusia memiliki jendela kecerdasan yang banyak. Ada delapan jendela kecerdasan menurut Gardner pada setiap individu yang lahir, dan kesemuanya itu berpotensi untuk dikembangkan. Namun dalam perkembangan dan pertumbuhannya individu hanya mampu paling banyak empat macam saja dari ke delapan jenis kecerdasan yang dimilikinya. Kecerdasan tersebut yaitu :
a. Kecerdasan Verbal/bahasa (Verbal/linguistic intelligence)
b. Kecerdasan Logika/Matematika (logical/mathematical intelligence )
c. Kecerdasan visual/ruang (visual/ spatial intelligence)
d. Kecerdasan tubuh/gerak tubuh (body/kinestetic intelligence)
e. Kecerdasan musikal/ritmik (musical/rhytmic intelligance)
f. Kecerdasan interpersonal (interpesonal inteligance)
g. Kecerdasan intrapersonal (intrapersonal intelligence).
h. Kecerdasan Naturalis (naturalistic Intelligence).

Dengan teori ini maka terjadi pergeseran paradigma psikologis hierarki menjadi pandangan psikologis diametral. Tidak ada individu yang cerdas, bodoh, sedang, genius, dan sebagainya, yang ada hanyalah kecerdasan yang berbeda.

Tujuan Mengidentifikasi kemampuan  awal (karakteristik) peserta didik

Untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik, seorang pendidik dapat melakukan tes awal (pre-test) untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik tersebut. Tes yang diberikan dapat berkaitan dengan materi ajar sesuai dengan panduan kurikulum. Selain itu pendidik dapat melakukan wawancara, observasi dan memberikan kuesioner kepada peserta didik, guru yang mengetahui kemampuan peserta didik atau calon peserta didik, serta guru yang biasa mengampu pelajaran tersebut.
Tujuan, Teknik Identifikasi Kemampuan Awal (Karakteristik) Peserta Didik

Teknik untuk mengidentifikasi karakteristik siswa adalah dengan menggunakan kuesioner, interview, observasi dan tes. Latar belakang siswa juga perlu dipertimbangkan dalam mempersiapkan materi yang akan disajikan, di antaranya yaitu faktor akademis dan faktor sosial :
a. Faktor akademis
Faktor-faktor yang perlu menjadi kajian guru adalah jumlah siswa yang dihadapi di dalam kelas, rasio guru dan siswa menentukan kesuksesan belajar. Di samping itu, indeks prestasi, tingkat inteligensi siswa juga tidak kalah penting.
b. Faktor sosial
Usia kematangan (maturity) menentukan kesanggupan untuk mengikuti sebuah pembelajaran. Demikian juga hubungan kedekatan sesama siswa dan keadaan ekonomi siswa itu sendiri mempengaruhi pribadi siswa tersebut.

Mengidentifikasi kemampuan awal dan karakteristik siswa dalam pengembangan program pembelajaran sangat perlu dilakukan, yaitu untuk mengetahui kualitas perseorangan sehingga dapat dijadikan petunjuk dalam mendeskripsikan strategi pengelolaan pembelajaran. Aspek-aspek yang diungkap dalam kegiatan ini bisa berupa bakat, motivasi belajar, gaya belajar kemampuan berfikir, minat dll

Hasil kegiatan mengidentifikasi kemampuan awal dan karakteristik siswa akan merupakan salah satu dasar dalam mengembangkan sistem instruksional yang sesuai untuk siswa. Dengan melaksanakan kegiatan tersebut, masalah heterogen siswa dalam kelas dapat diatasi, setidak
tidaknya banyak dikurangi.

Teknik yang paling tepat untuk mengetahui kemampuan awal siswa yaitu teknik tes. Teknik tes ini menggunakan tes prasyarat dan tes awal (prerequisite dan pretes).Sebelum memasuki pelajaran sebaiknya guru membuat tes prasyarat dan tes awal, Tes prasyarat adalah tes untuk mengetahui apakah siswa telah memiliki pengetahuan keterampilan yang diperlukan atau disyaratkan untuk mengikuti suatu pelajaran.

Sedangkan tes awal (pre test) adalah tes untuk mengetahui seberapa jau h siswa telah memiliki pengetahuan atau keterampilan mengenai pelajaran yang hendak diikuti. Benjamin S. Bloom melalui beberapa eksperimen membuktikan bahwa “untuk belajar yang bersifat kognitif apabila pengetahuan atau kecakapan pra syarat ini tidak dipenuhi, maka betapa pun kualitas pembelajaran tinggi, maka tidak akan menolong untuk memperoleh hasil belajar yang tinggi ”. Hasil pre tes juga sangat berguna untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan yang telah dimiliki dan sebagai perbandingan dengan hasil yang dicapai setelah mengikuti pelajaran.Jadi kemampuan awal sangat diperlukan untuk menunjang pemahaman siswa sebelum diberi pengetahuan baru karena kedua hal tersebut saling berhubungan.

Atau dengan menggunakan peta konsep, ternyata peta konsep juga dapat dijadikan alat untuk mengecek pengetahuan awal yang telah dimiliki siswa sebelum mengikuti pembelajaran. Caranya, tuliskan sebuah kata kunci utama tentang topik yang akan dipelajari hari itu di tengah-tengah papan tulis. Misalnya "iman". Berikutnya guru meminta siswa menyebutkan atau menuliskan konsep-konsep yang relevan (berhubungan) dengan konsep iman dan membuat hubungan antara konsep iman dengan konsep yang disebut (ditulisnya) tadi. Seberapa pengetahuan awal yang dimiliki siswa dapat terlihat sewaktu mereka bersama-sama membuat peta konsep di papan tulis.

Pengertian Kemampuan Awal dan Karakteristik Peserta Didik

Pengertian kemampuan awal dan karakteristik peserta didik (siswa). Setiap siswa dapat dipastikan memiliki perilaku dan karakteristik yang cenderung berbeda. Dalam pembelajaran, kondisi ini penting untuk diperhatikan karena dengan mengidentifikasi kondisi awal siswa saat akan mengikuti pembelajaran dapat memberikan informasi penting untuk guru dalam pemilihan strategi pengelolaan, yang berkaitan dengan bagaimana menata pengajaran, khususnya komponen-komponen strategi pengajaran yang efektif dan sesuai dengan karakteristik perseorangan siswa sehingga pembelajaran akan lebih bermakna.

Kegiatan menganalisis kemampuan dan karakteristik siswa dalam pengembangan pembelajaran merupakan pendekatan yang menerima siswa apa adanya dan untuk menyusun sistem pembelajaran atas dasar keadaan siswa tersebut. Dengan demikian, mengidentifikasi kemampuan awal dan karakteristik siswa adalah bertujuan untuk menentukan apa yang harus diajarkan tidak perlu diajarkan dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan. Karena itu, kegiatan ini sama sekali bukan untuk menentukan pra syarat dalam menyeleksi siswa sebelum mengikuti pembelajaran.

Pengertian Kemampuan Awal dan Karakteristik Peserta Didik

Karakteristik siswa merupakan salah satu variabel dari kondisi pengajaran. Variabel ini didefinisikan sebagai aspek-aspek atau kualitas individu siswa. Aspek -aspek berkaitan dapat berupa bakat, minat, sikap, motivasi belajar, gaya belajar, kemampuan berpikir dan kemampuan awal (hasil belajar) yang telah dimilikinya.
1. Apa yang dimaksud dengan kemampuan awal dan bagaimana cara memahami karakteristik peserta didik ?
2. Bagaimana tujuan dan teknik untuk mengidentifikasi kemampuan awal & karakteristik peserta didik?
3. Bagaimana contoh instrumen untuk mengidentifikasi kemampuan awal & karakteristik peserta didik ?

Sudarwan dalam bukunya yang berjudul: “Perkembangan Peserta Didik”hal 1 menyatakan bahwa: Peserta didik merupakan sumber daya utama dan terpenting dalam proses pendidikan. Peserta didik bisa belajar tanpa uru.Sebaliknya, guru tidak bisa mengajar tanpa peserta didik. Karenanya kehadiran peserta didik menjadi keniscayaan dalam proses pendidikan formal atau pendidikan yang dilambangkan dengan menuntut interaksi antara pendidik dan peserta didik.

Sedangkan Mukhtar, dalam bukunya; Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam”, hal. 57 menyatakan bahwa: Kemampuan awal (Entry Behavior) adalah kemampuan yang telah diperoleh siswa sebelum dia memperoleh kemampuan terminal tertentu yang baru. Kemampuan awal menunjukkan status pengetahuan dan keterampilan siswa sekarang untuk menuju ke status yang akan datang yang diinginkan guru agar tercapai oleh siswa. Dengan kemampuan ini dapat ditentukan dari mana pengajaran harus dimulai.Kemampuan terminal merupakan arah tujuan pengajaran diakhiri.

Jadi, pengajaran berlangsung dari kemampuan awal sampai ke kemampuan terminal itulah yang menjadi tanggung jawab pengajar. Sunarto dan Agung Hartono, dalam bukunya yang berjudul: Perkembangan Peserta Didik hal. 10 berpendapat bahwa: Secara kodrati, manusia memiliki potensi dasar yang secara esensial membedakan manusia dengan hewan, yaitu pikiran, perasaan, dan kehendak. Sekalipun demikian, potensi dasar yang dimilikinya itu tidaklah sama bagi masing-masing manusia.

Sedangkan pendapat Wina Sanjaya, dalam bukunya yang berjudul :”Perkembangan dan Desain Sistem Pembelajaran”, hal. 252-253. Terdapat keunikan-keunikan yang ada pada diri manusia. Pertama, manusia berbeda dengan makhluk lain, seperti binatang ataupun tumbuhan.Perbedaan tersebut karena kondisi psikologisnya. Kedua, baik secara fisiologis maupun psikologis manusia bukanlah makhluk yang statis, akan tetapi makhluk yang dinamis, makhluk yang mengalami perkembangan dan perubahan. Ia berkembang khususnya secara fisik dari mulai ketidakmampuan dan kelemahan yang dalam segala aspek kehidupannya membutuhkan bantuan orang lain, secara perlahan berkembang menjadi manusia yang mandiri. Ketiga, dalam setiap perkembangannya manusia memiliki karakter yang berbeda.

Esensinya tidak ada peserta didik di muka bumi ini benar-benar sama. Hal ini bermakna bahwa masing-masing peserta didik memiliki karakteristik tersendiri.Karakteristik peserta didik adalah totalitas kemampuan dan perilaku yang ada pada pribadi mereka sebagai hasil dari interaksi antara pembawaan dengan lingkungan sosialnya, sehingga menentukan pola aktivitasnya dalam mewujudkan harapan dan meraih cita-cita.Karena itu, upaya memahami perkembangan peserta didik harus dikaitkan atau disesuaikan dengan karakteristik siswa itu sendiri.Utamanya, pemahaman peserta didik bersifat individual, meski pemahaman atas karakteristik dominan mereka ketika berada di dalam kelompok juga menjadi penting.
Pengertian Kemampuan Awal dan Karakteristik Peserta Didik

Pandangan Sudarwan dalam bukunya:”Perkembangan Peserta Didik”, hal 4 Ada empat hal dominan dari karakteristik siswa yakni:
a. Kemampuan dasar seperti kemampuan kognitif atau intelektual.
b. Latar belakang kultural lokal, status sosial, status ekonomi, agama, dll.
c. Perbedaan-perbedaan kepribadian seperti sikap, perasaan, minat, dll
d. Cita-cita, pandangan ke depan, keyakinan diri, daya tahan,dll

Terdapat beberapa pendapat tentang arti dari karakteristik, yakni:
a. Menurut Tadkiroatun Musfiroh, karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills).
b. Menurut Sudirman,
Karakteristik siswa adalah keseluruhan pola kelakuan dan kemampuan yang ada pada siswa sebagai hasil dari pembawaan dari lingkungan sosialnya sehingga menentukan pola aktivitas dalam meraih cita-citanya.
c. Menurut Hamzah. B. Uno (2007)
Karakteristik siswa adalah aspek-aspek atau kualitas perseorangan siswa yang terdiri dari minat, sikap, motivasi belajar, gaya belajar kemampuan berfikir, dan
kemampuan awal yang dimiliki.
d. Ron Kurtus berpendapat bahwa karakter adalah satu set tingkah laku atau perilaku (behavior) dari sese orang sehingga dari perilakunya tersebut, orang akan mengenalnya “ia seperti apa”.

Menurutnya, karakter akan menentukan kemampuan seseorang untuk mencapai cita-citanya dengan efektif, kemampuan untuk berlaku jujur dan berterus terang kepada orang lain serta kemampuan untuk taat terhadap tata tertib dan aturan yang ada. Karakter seseorang baik disengaja atau tidak, didapatkan dari orang lain yang sering berada di dekatnya atau yang sering mempengaruhinya, kemudian ia mulai meniru untuk melakukannya. Oleh karena itu, seorang anak yang masih polos sering kali akan mengikuti tingkah laku orang tuanya atau teman mainnya, bahkan pengasuhnya. Erat kaitan dengan masalah ini, seorang psikolog berpendapat bahwa karakter berbeda dengan kepribadian, karena kepribadian merupakan sifat yang dibawa sejak lahir dengan kata lain kepribadian bersifat genetis.

Makalah Tentang Kenakalan Remaja (Tugas Sekolah)

Makalah tentang kenakalan remaja. Di zaman sekarang ini, kenakalan remaja merupakan permasalahan klasik yang tidak dapat dihindari. Kenakalan remaja adalah semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Kenakalan remaja sendiri bukanlah permasalahan sosial yang sepele, namun merupakan permasalahan yang akan menjadi serius jika tidak segera diselesaikan, yaitu mengarah pada kegiatan kriminalitas.

Untuk mengatasi kenakalan remaja, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Namun sebelum kita dapat menentukan cara yang tepat dalam mengatasi kenakalan remaja, maka sebaiknya kita perlu mengetahui penyebab atau alasan terjadinya kenakalan remaja. Dengan mengetahui berbagai penyebab terjadinya kenakalan remaja, kita akan mengetahui cara yang tepat untuk mengatasinya.

Makalah Tentang Kenakalan Remaja

Terkait dengan penyebab dan solusi (cara) mengatasi kenakalan remaja, maka pada kesempatan kali ini kami akan membagikan makalah tentang kenakalan remaja. Dengan adanya makalah tentang kenakalan remaja ini, semoga dapat menjawab pertanyaan apa penyebab kenakalan remaja dan bagaimana cara atau sulusi dalam mengatasi kenakalan remaja.

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun ia masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metoda coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Kesalahan yang dilakukannya sering menimbulkan kekuatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungannya, orangtuanya. Kesalahan yang diperbuat para remaja hanya akan menyenangkan teman sebayanya. Hal ini karena mereka semua memang sama-sama masih dalam masa mencari identitas. Kesalahan-kesalahan yang menimbulkan kekesalan lingkungan inilah yang sering disebut sebagai kenakalan remaja.

Remaja merupakan aset masa depan suatu bangsa. Di samping hal-hal yang menggembirakan dengan kegiatan remaja-remaja pada waktu yang akhir-akhir ini dan pembinaan yang dilakukan oleh organisasi-organisasi pelajar dan mahasiswa, kita melihat pula arus kemorosotan moral yang semakin melanda di kalangan sebagian pemuda-pemuda kita, yang lebih terkenal dengan sebutan kenakalan remaja. Dalam surat kabar-surat kabar sering kali kita membaca berita tentang perkelahian pelajar, penyebaran narkotika, pemakaian obat bius, minuman keras, penjambret yang dilakukan oleh anak-anak yang berusia belasan tahun, meningkatnya kasus-kasus kehamilan di kalangan remaja putri dan lain sebagainya.

Hal tersebut adalah merupakan suatu masalah yang dihadapi masyarakat yang kini semakin marak, Oleh karena itu masalah kenakalan remaja seyogyanya mendapatkan perhatian yang serius dan terfokus untuk mengarahkan remaja ke arah yang lebih positif, yang titik beratnya untuk terciptanya suatu sistem dalam menanggulangi kenakalan di kalangan remaja.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah yang akan dikaji dalam makalah kenakalan remaja ini antara lain :
1. Apakah kenakalan remaja itu?
2. Apa penyebab kenakalan remaja?
3. Bagaimana solusi mengatasi kenakalan remaja?

C. Tujuan
Tujuan penyusunan makalah kenakalan remaja ini antara lain :
1. Untuk mengetahui pengertian kenakalan remaja?
2. Untuk mengetahui penyebab kenakalan remaja?
3. Untuk mengetahui solusi mengatasi kenakalan remaja?

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Kenakalan Remaja
Akhir-akhir ini di beberapa media masa sering kita membaca tentang perbuatan kriminalitas yang terjadi di negeri yang kita cintai ini. Ada anak remaja yang meniduri ibu kandungnya sendiri, perkelahian antar pelajar, tawuran, penyalahgunaan narkoba dan minum-minuman keras dan masih banyak lagi kriminalitas yang terjadi di negeri ini. Kerusakan moral sudah merebak di seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa serta orang yang sudah lanjut usia.

Termasuk yang tidak luput dari kerusakan moral ini adalah remaja. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi dan pencarian jati diri, yang karenanya sering melakukan perbuatan-perbuatan yang dikenal dengan istilah kenakalan remaja.

Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat.

Beberapa ahli mendefinisikan kenakalan remaja ini sebagai berikut:
1. Kartono, ilmuwan sosiologi
Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang".
2. Santrock
Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal."

B. Penyebab Kenakalan Remaja
Ulah para remaja yang masih dalam tarap pencarian jati diri sering sekali mengusik ketenangan orang lain. Kenakalan-kenakalan ringan yang mengganggu ketentraman lingkungan sekitar seperti sering keluar malam dan menghabiskan waktunya hanya untuk hura-hura seperti minum-minuman keras, menggunakan obat-obatan terlarang, berkelahi, berjudi, dan lain-lainnya itu akan merugikan dirinya sendiri, keluarga, dan orang lain yang ada disekitarnya.

Cukup banyak faktor yang melatar belakangi terjadinya kenakalan remaja. Berbagai faktor yang ada tersebut dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal.
1. Faktor Internal
a. Krisis identitas
Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan remaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.

b. Kontrol diri yang lemah
Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku 'nakal'. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

2. Faktor Eksternal
a. Kurangnya perhatian dari orang tua, serta kurangnya kasih sayang
Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memberikan fondasi primer bagi perkembangan anak. Sedangkan lingkungan sekitar dan sekolah ikut memberikan nuansa pada perkembangan anak. Karena itu baik-buruknya struktur keluarga dan masyarakat sekitar memberikan pengaruh baik atau buruknya pertumbuhan kepribadian anak.

Keadaan lingkungan keluarga yang menjadi sebab timbulnya kenakalan remaja seperti keluarga yang broken-home, rumah tangga yang berantakan disebabkan oleh kematian ayah atau ibunya, keluarga yang diliputi konflik keras, ekonomi keluarga yang kurang, semua itu merupakan sumber yang subur untuk memunculkan delinkuensi remaja.

Dr. Kartini Kartono juga berpendapat bahwasannya faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja antara lain:
1. Anak kurang mendapatkan perhatian, kasih sayang dan tuntunan pendidikan orang tua, terutama bimbingan ayah, karena ayah dan ibunya masing–masing sibuk mengurusi permasalahan serta konflik batin sendiri
2. Kebutuhan fisik maupun psikis anak–anak remaja yang tidak terpenuhi, keinginan dan harapan anak–anak tidak bisa tersalur dengan memuaskan, atau tidak mendapatkan kompensasinya
3. Anak tidak pernah mendapatkan latihan fisik dan mental yang sangat diperlukan untuk hidup normal, mereka tidak dibiasakan dengan disiplin dan kontrol-diri yang baik

Maka dengan demikian perhatian dan kasih sayang dari orang tua merupakan suatu dorongan yang berpengaruh dalam kejiwaan seorang remaja dalam membentuk kepribadian serta sikap remaja sehari-hari. Jadi perhatian dan kasih sayang dari orang tua merupakan faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja.

b. Minimnya pemahaman tentang keagamaan
Dalam kehidupan berkeluarga, kurangnya pembinaan agama juga menjadi salah satu faktor terjadinya kenakalan remaja. Dalam pembinaan moral, agama mempunyai peranan yang sangat penting karena nilai-nilai moral yang datangnya dari agama tetap tidak berubah karena perubahan waktu dan tempat.

Pembinaan moral ataupun agama bagi remaja melalui rumah tangga perlu dilakukan sejak kecil sesuai dengan umurnya karena setiap anak yang dilahirkan belum mengerti mana yang benar dan mana yang salah, juga belum mengerti mana batas-batas ketentuan moral dalam lingkungannya. Karena itu pembinaan moral pada permulaannya dilakukan di rumah tangga dengan latihan-latihan, nasehat-nasehat yang dipandang baik.

Maka pembinaan moral harus dimulai dari orang tua melalui teladan yang baik berupa hal-hal yang mengarah kepada perbuatan positif, karena apa yang diperoleh dalam rumah tangga remaja akan dibawa ke lingkungan masyarakat. Oleh karena itu pembinaan moral dan agama dalam keluarga penting sekali bagi remaja untuk menyelamatkan mereka dari kenakalan dan merupakan cara untuk mempersiapkan hari depan generasi yang akan datang, sebab kesalahan dalam pembinaan moral akan berakibat negatif terhadap remaja itu sendiri.

Pemahaman tentang agama sebaiknya dilakukan semenjak kecil, yaitu melalui kedua orang tua dengan cara memberikan pembinaan moral dan bimbingan tentang keagamaan, agar nantinya setelah mereka remaja bisa memilah baik buruk perbuatan yang ingin mereka lakukan sesuatu di setiap harinya.

Kondisi masyarakat sekarang yang sudah begitu mengagungkan ilmu pengetahuan mengakibatkan kaidah-kaidah moral dan tata susila yang dipegang teguh oleh orang-orang dahulu menjadi tertinggal di belakang. Dalam masyarakat yang telah terlalu jauh dari agama, kemerosotan moral orang dewasa sudah lumrah terjadi. Kemerosotan moral, tingkah laku dan perbuatan – perbuatan orang dewasa yang tidak baik menjadi contoh atau tauladan bagi anak-anak dan remaja sehingga berdampak timbulnya kenakalan remaja.

c. Pengaruh dari lingkungan sekitar
Pengaruh budaya barat serta pergaulan dengan teman sebayanya yang sering mempengaruhinya untuk mencoba dan akhirnya malah terjerumus ke dalamnya. Lingkungan adalah faktor yang paling mempengaruhi perilaku dan watak remaja. Jika dia hidup dan berkembang di lingkungan yang buruk, moralnya pun akan seperti itu adanya. Sebaliknya jika ia berada di lingkungan yang baik maka ia akan menjadi baik pula.

Di dalam kehidupan bermasyarakat, remaja sering melakukan keonaran dan mengganggu ketentraman masyarakat karena terpengaruh dengan budaya barat atau pergaulan dengan teman sebayanya yang sering mempengaruhi untuk mencoba. Sebagaimana diketahui bahwa para remaja umumnya sangat senang dengan gaya hidup yang baru tanpa melihat faktor negatifnya, karena anggapan ketinggalan zaman jika tidak mengikutinya.

d. Tempat pendidikan
Tempat pendidikan, dalam hal ini yang lebih spesifiknya adalah berupa lembaga pendidikan atau sekolah. Kenakalan remaja ini sering terjadi ketika anak berada di sekolah dan jam pelajaran yang kosong. Belum lama ini bahkan kita telah melihat di media adanya kekerasan antar pelajar yang terjadi di sekolahnya sendiri. Ini adalah bukti bahwa sekolah juga bertanggung jawab atas kenakalan dan dekadensi moral yang terjadi di negeri ini.
Makalah Tentang Kenakalan Remaja Sekolah

C. Akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kenakalan remaja
Selain faktor internal dan eksternal penyebab kenakalana remaja, ada juga akibat yang akan ditimbulkan oleh kenakalan remaja, antara lain :
1. Bagi diri remaja itu sendiri
Akibat dari kenakalan yang dilakukan oleh remaja akan berdampak bagi dirinya sendiri dan sangat merugikan baik fisik dan mental, walaupun perbuatan itu dapat memberikan suatu kenikmatan akan tetapi itu semua hanya kenikmatan sesaat saja. Dampak bagi fisik yaitu seringnya terserang berbagai penyakit karena gaya hidup yang tidak teratur. Sedangkan dampak bagi mental yaitu kenakalan remaja tersebut akan mengantarnya kepada mental-mental yang lembek, berfikir tidak stabil dan kepribadiannya akan terus menyimpang dari segi moral yang pada akhirnya akan menyalahi aturan etika dan estetika. Dan hal itu kan terus berlangsung selama remaja tersebut tidak memiliki orang yang membimbing dan mengarahkan.

2. Bagi keluarga
Anak merupakan penerus keluarga yang nantinya dapat menjadi tulang punggung keluarga apabila orang tuanya tidak mampu lagi bekerja. Apabila remaja selaku anak dalam keluarga berkelakuan menyimpang dari ajaran agama, akan berakibat terjadi ketidakharmonisan di dalam kekuarga dan putusnya komunikasi antara orang tua dan anak. Tentunya hal ini sangat tidak baik karena dapat mengakibatkan remaja sering keluar malam dan jarang pulang serta menghabiskan waktunya bersama teman-temannya untuk bersenang-senang dengan jalan minum-minuman keras atau mengkonsumsi narkoba. Pada akhirnya keluarga akan merasa malu dan kecewa atas apa yang telah dilakukan oleh remaja. Padahal kesemuanya itu dilakukan remaja hanya untuk melampiaskan rasa kekecewaannya terhadap apa yang terjadi dalam keluarganya.

3. Bagi lingkungan masyarakat
Apabila remaja berbuat kesalahan dalam kehidupan masyarakat, dampaknya akan buruk bagi dirinya dan keluarga. Masyarakat akan menganggap bahwa remaja itu adalah tipe orang yang sering membuat keonaran, mabuk-mabukan ataupun mengganggu ketentraman masyarakat. Mereka dianggap anggota masyarakat yang memiliki moral rusak, dan pandangan masyarakat tentang sikap remaja tersebut akan jelek. Untuk merubah semuanya menjadi normal kembali membutuhkan waktu yang lama dan hati yang penuh keikhlasan.

D. Solusi Kenakalan Remaja
Dari berbagai faktor dan permasalahan yang terjadi di kalangan remaja masa kini sebagaimana telah disebutkan di atas, maka tentunya ada beberapa solusi yang tepat dalam pembinaan dan perbaikan remaja masa kini. Kenakalan remaja dalam bentuk apapun mempunyai akibat yang negatif baik bagi masyarakat umum maupun bagi diri remaja itu sendiri. Tindakan penanggulangan kenakalan remaja dapat dibagi dalam:

1. Tindakan Preventif
Usaha pencegahan timbulnya kenakalan remaja secara umum dapat dilakukan melalui cara berikut:
a. Mengenal dan mengetahui ciri umum dan khas remaja
b. Mengetahui kesulitan-kesulitan yang secara umum dialami oleh para remaja. Kesulitan-kesulitan mana saja yang biasanya menjadi sebab timbulnya pelampiasan dalam bentuk kenakalan.

Usaha pembinaan remaja dapat dilakukan melalui:
a. Menguatkan sikap mental remaja supaya mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapinya.
b. Memberikan pendidikan bukan hanya dalam penambahan pengetahuan dan keterampilan melainkan pendidikan mental dan pribadi melalui pengajaran agama, budi pekerti dan etiket.
c. Menyediakan sarana-sarana dan menciptakan suasana yang optimal demi perkembangan pribadi yang wajar.
d. Memberikan wejangan secara umum dengan harapan dapat bermanfaat.
e. Memperkuat motivasi atau dorongan untuk bertingkah laku baik dan merangsang hubungan sosial yang baik.
f. Mengadakan kelompok diskusi dengan memberikan kesempatan mengemukakan pandangan dan pendapat para remaja dan memberikan pengarahan yang positif.
g. Memperbaiki keadaan lingkungan sekitar, keadaan sosial keluarga maupun masyarakat di mana banyak terjadi kenakalan remaja.

Sebagaimana disebut di atas, bahwa keluarga juga mempunyai andil dalam membentuk pribadi seorang remaja. Jadi untuk memulai perbaikan, maka harus mulai dari diri sendiri dan keluarga. Mulailah perbaikan dari sikap yang paling sederhana, seperti selalu berkata jujur meski dalam gurauan, membaca doa setiap melakukan hal-hal kecil, memberikan bimbingan agama yang baik kepada anak dan masih banyak hal lagi yang bisa dilakukan oleh keluarga. Memang tidak mudah melakukan dan membentuk keluarga yang baik, tetapi semua itu bisa dilakukan dengan pembinaan yang perlahan dan sabar.

Dengan usaha pembinaan yang terarah, para remaja akan mengembangkan diri dengan baik sehingga keseimbangan diri yang serasi antara aspek rasio dan aspek emosi akan dicapai. Pikiran yang sehat akan mengarahkan para remaja kepada perbuatan yang pantas, sopan dan bertanggung jawab yang diperlukan dalam menyelesaikan kesulitan atau persoalan masing-masing.

Usaha pencegahan kenakalan remaja secara khusus dilakukan oleh para pendidik terhadap kelainan tingkah laku para remaja. Pendidikan mental di sekolah dilakukan oleh guru, guru pembimbing dan psikolog sekolah bersama dengan para pendidik lainnya. Usaha pendidik harus diarahkan terhadap remaja dengan mengamati, memberikan perhatian khusus dan mengawasi setiap penyimpangan tingkah laku remaja di rumah dan di sekolah.

Sekolah adalah lembaga pendidikan formal yang memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan remaja. Ada banyak hal yang bisa dilakukan pihak sekolah untuk memulai perbaikan remaja, di antaranya melakukan program “monitoring” pembinaan remaja melalui kegiatan-kegiatan keagamaan, kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah dan penyelenggaraan berbagai kegiatan positif bagi remaja.

Pemberian bimbingan terhadap remaja tersebut bertujuan menambah pengertian remaja mengenai:
a. Pengenalan diri sendiri: menilai diri sendiri dan hubungan dengan orang lain.
b. Penyesuaian diri: mengenal dan menerima tuntutan dan menyesuaikan diri dengan tuntutan tersebut.
c. Orientasi diri: mengarahkan pribadi remaja ke arah pembatasan antara diri pribadi dan sikap sosial dengan penekanan pada penyadaran nilai-nilai sosial, moral dan etik.

Bimbingan yang dilakukan terhadap remaja dilakukan dengan dua pendekatan:
a. Pendekatan langsung, yakni bimbingan yang diberikan secara pribadi pada remaja itu sendiri. Melalui percakapan mengungkapkan kesulitan remaja dan membantu mengatasinya.
b. Pendekatan melalui kelompok, di mana ia sudah merupakan anggota kumpulan atau kelompok kecil tersebut.

2. Tindakan Represif
Usaha menindak pelanggaran norma-norma sosial dan moral dapat dilakukan dengan mengadakan hukuman terhadap setiap perbuatan pelanggaran. Dengan adanya sanksi tegas pelaku kenakalan remaja tersebut, diharapkan agar nantinya si pelaku tersebut “jera” dan tidak berbuat hal yang menyimpang lagi. Oleh karena itu, tindak lanjut harus ditegakkan melalui pidana atau hukuman secara langsung bagi yang melakukan kriminalitas tanpa pandang bulu.

Sebagai contoh, remaja harus mentaati peraturan dan tata cara yang berlaku dalam keluarga. Disamping itu perlu adanya semacam hukuman yang dibuat oleh orangtua terhadap pelanggaran tata tertib dan tata cara keluarga. Pelaksanaan tata tertib harus dilakukan dengan konsisten. Setiap pelanggaran yang sama harus dikenakan sanksi yang sama. Sedangkan hak dan kewajiban anggota keluarga mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan dan umur.

Di lingkungan sekolah, kepala sekolahlah yang berwenang dalam pelaksanan hukuman terhadap pelanggaran tata tertib sekolah. Dalam beberapa hal, guru juga berhak bertindak. Akan tetapi hukuman yang berat seperti skorsing maupun pengeluaran dari sekolah merupakan wewenang kepala sekolah. Guru dan staf pembimbing bertugas menyampaikan data mengenai pelanggaran dan kemungkinan-kemungkinan pelanggaran maupun akibatnya. Pada umumnya tindakan represif diberikan dalam bentuk memberikan peringatan secara lisan maupun tertulis kepada pelajar dan orang tua, melakukan pengawasan khusus oleh kepala sekolah dan tim guru atau pembimbing dan melarang bersekolah untuk sementara waktu (skors) atau seterusnya tergantung dari jenis pelanggaran tata tertib sekolah.

3. Tindakan Kuratif dan Rehabilitasi
Tindakan ini dilakukan setelah tindakan pencegahan lainnya dilaksanakan dan dianggap perlu mengubah tingkah laku pelanggar remaja itu dengan memberikan pendidikan lagi. Pendidikan diulangi melalui pembinaan secara khusus yang sering ditangani oleh suatu lembaga khusus maupun perorangan yang ahli dalam bidang ini.

Solusi internal bagi seorang remaja dalam mengendalikan kenakalan remaja antara lain:
a. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
b. Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.
c. Remaja menyalurkan energinya dalam berbagai kegiatan positif, seperti berolahraga, melukis, mengikuti event perlombaan, dan penyaluran hobi.
d. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.
e. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.

Jika berbagai solusi dan pembinaan di atas dilakukan, diharapkan kemungkinan terjadinya kenakalan remaja ini akan semakin berkurang dan teratasi. Dari pembahasan mengenai penanggulangan masalah kenakalan remaja ini perlu ditekankan bahwa segala usaha pengendalian kenakalan remaja harus ditujukan ke arah tercapainya kepribadian remaja yang mantap, serasi dan dewasa. Remaja diharapkan akan menjadi orang dewasa yang berpribadi kuat, sehat jasmani dan rohani, teguh dalam kepercayaan (iman) sebagai anggota masyarakat, bangsa dan tanah air.

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat. Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Faktor yang melatar belakangi terjadinya kenakalan remaja dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa krisis identitas dan kontrol diri yang lemah. Sedangkan faktor eksternal berupa kurangnya perhatian dari orang tua; minimnya pemahaman tentang keagamaan; pengaruh dari lingkungan sekitar dan pengaruh budaya barat serta pergaulan dengan teman sebaya; dan tempat pendidikan.

Akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kenakalan remaja akan berdampak kepada diri remaja itu sendiri, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Solusi dalam menanggulangi kenakalan remaja dapat dibagi ke dalam tindakan preventif, tindakan represif, dan tindakan kuratif dan rehabilitasi. Adapun solusi internal bagi seorang remaja dalam mengendalikan kenakalan remaja antara lain:
a. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan
b. Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama
c. Remaja menyalurkan energinya dalam berbagai kegiatan positif
d. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul,
e. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan
Segala usaha pengendalian kenakalan remaja harus ditujukan ke arah tercapainya kepribadian remaja yang mantap, serasi dan dewasa. Remaja diharapkan akan menjadi orang dewasa yang berpribadi kuat, sehat jasmani dan rohani, teguh dalam kepercayaan (iman) sebagai anggota masyarakat, bangsa dan tanah air.

B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis menyarankan untuk lebih menaruh perhatian terhadap persoalan sosial, terutama kenakalan remaja. Hendaknya kita dapat mencegah dan mengendalikan perilaku remaja sehingga tidak menimbulkan masalah sosial yang terjadi akibat kenakalan-kenakalan remaja tersebut.

SMK Wikrama 1 Jepara (Profil, Visi Misi, Logo)

SMK Wikrama 1 jepara (Profil, Visi Misi, Logo, dan Prestasi). SMK Wikrama 1 Jepara adalah salah satu lembaga pendidikan menengah kejuruan yang ada di kabupaten Jepara. SMK Wikrama Jepara berdiri pada tanggal 1 Mei 2011 dengan alamat di Jalan Kelet Ploso, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Dapat dibilang SMK Wikrama 1 Jepara adalah SMK yang masih baru, namun nama Wikrama sebenarnya sudah tidak baru lagi di dunia Pendidikan. SMK Wikrama sebenarnya sudah dikenal sebagai salah satu sekolah percontohan nasional, yaitu SMK Wikrama Bogor.

Singkatnya, sesuai dengan semboyan “Wikrama untuk Indonesia”, maka SMK Wikrama Bogor bekerja sama dengan beberapa lembaga untuk membuat SMK Wikrama lain. Setidaknya sekarang ini sudah ada 7 SMK Wikrama, antara lain : SMK Wikrama Bogor, SMK Wikrama 1 Jepara, SMK Wikrama Garut, SMK Wikrama Kab Semarang, SMK Wikrama Bekasi, dan SMK Wikrama Banjarmasin.

Sebagai bagian dari SMK Wikrama Indonesia, SMK Wikrama 1 Jepara berdiri di bawah naungan Yayasan Nurussalam Kelet Jepara yang juga menaungi MI Matholiul Falah Kelet 1, MI Matholiul Falah Kelet 2, & MTs Sunan Muria Kelet. Walaupun baru berusia 7 tahun, SMK Wikrama 1 Jepara sudah diakui sebagai salah satu SMK IT terbaik di kabupaten Jepara karena sudah banyak prestasi yang dihasilkan SMK Wikrama 1 Jepara di bidang IT.

Organisasi SMK Wikrama 1 Jepara

Visi 
Visi SMK Wikrama 1 Jepara yaitu :
Menjadi sekolah kejuruan teladan berbudaya lingkungan yang unggul dalam pendidikan karakter yang berakhlaq mulia dengan kompetensi di bidang bisnis dan manajemen serta teknologi informasi dan komunikasi.

Misi 
Misi SMK Wikrama 1 Jepara antara lain :
1. Melaksanakan pendidikan kejuruan yang berkarakter kebangsaan, kewirausahaan, dan berbudaya lingkungan, yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha/industri dan masyarakat.
2. Membina jejaring kerjasama dengan potensi pengembangan sumberdaya manusia, inovasi tepat guna, dan kemajuan dunia usaha dan industri.
3. Menyelenggarakan gerakan cinta tanah air, kepedulian lingkungan dan tanggung jawab sosial sekolah kepada masyarakat.

Tujuan 
Tujuan SMK Wikrama 1 Jepara antara lain :
1. Menghasilkan lulusan yang berkualitas, berkarakter kebangsaan dan kewirausahaan, berbudaya lingkungan, dan mengisi dunia kerja.
2. Mewujudkan citra dan reputasi kepemimpinan dan kinerja sekolah yang baik.
3. Mewujudkan kesejahteraan sosial sekolah
4. Mewujudkan sekolah sebagai benteng moralitas bangsa

Moto
Motto SMK Wikrama 1 Jepara yaitu
Ilmu yang Amaliah, Amal yang ilmiah, Akhlaqul Karimah

Kompetensi Keahlian
Kompetensi keahlian (jurusan) yang ada di SMK Wikrama 1 Jepara ada dua, yaitu :
1. Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)
2. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)


Profil SMK Wikrama 1 Jepara

Identitas Sekolah 
Nama Sekolah : SMKS WIKRAMA 1 JEPARA
NPSN / NSS : 20362244 / 35203236224
Status Sekolah : Swasta

Lokasi Sekolah  
Alamat  : Jalan Kelet Ploso Km 36 Keling
RT/RW  : 5/1
Nama Dusun : Kelet Ploso
Desa/Kelurahan : Kelet
Kecamatan : Kec. Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah
Kode pos : 59454

Kontak Sekolah
Nomor Telepon : (0291) 578191
Email  : smkwikrama1jepara@gmail.com Website : www.smkwikrama1jepara.sch.id

Logo SMK Wikrama 1 Jepara

Sebagai suatu lembaga formal, SMK Wikrama 1 Jepara mempunyai logo sekolah. Ada dua jenis logo SMK WIkrama 1 Jepara, yaitu logo berwarna dan logo hitam putih.

Logo Berwarna
SMK Wikrama 1 Jepara (Profil, Visi Misi, Logo)

Logo Hitam Putih
SMK Wikrama 1 Jepara (Profil, Visi Misi, Logo)

Ekstrakurikuler/ Unit Pengembangan Diri (UPD) SMK Wikrama 1 Jepara

Untuk mengembangkan kemampuan siswa SMK Wikrama 1 Jepara, di sekolah ini menyediakan beberapa jenis ekstrakurikuler, antara lain :
1. BTA
2. Seni Tari
3. Pencak Silat
4. Karate
5. Kain Wikrama
6. Qiroah
7. Voli
8. English Club
9. Desain Grafis
10. Pramuka
11. Desain Web
12. PMR
13. Futsal
14. Taekwondo
15. Seni Musik/Padus

Prestasi SMK Wikrama 1 Jepara

Semenjak berdiri tahun 2011 hingga sekarang, SMK Wikrama 1 Jepara tidak pernah berhenti untuk berprestasi. Hal ini tida lepas dari prinsip SMK Wikrama 1 Jepara yang ingin agar terciptanya aktualisasi siswa melalui prestasi yang di dapat. Ada banyak prestasi yang di dapat SMK Wikrama 1 Jepara, namun kali ini kami akan membagikan prestasi SMK Wikrama 1 Jepara di tahun 2017.
No Mata Lomba Tingkat Peringkat Tahun
1 Cipta Dan Baca Puisi Fls2n Nasional 5 2017
2 Cipta Dan Baca Puisi Fls2n Provinsi 1 2017
3 Menyanyi Solo Fls2n Kabupaten 1 2017
4 Cipta Dan Baca Puisi Fls2n Kabupaten 1 2017
5 Tari Tradisional Kabupaten 2 2017
6 LKS Software Aplication Kabupaten 2 2017
7 LKS Networking Support Kabupaten 2 2017
8 LKS Web Design Kabupaten 2 2017
9 LKS Graphic Design Kabupaten 2 2017
10 Baca Pusi Radar Kudus 1 2017
11 Pentas Seni Festival Remaja 1 2017
12 Karate Kadet 45 Karisidenan Pati 1 2017
13 Karate Kadet 65 Karisidenan Pati 1 2017
14 Karate Kadet Junior Karisidenan Pati 1 2017
15 Puisi Religi Kabupaten 1 2017
16 Puisi Religi Kabupaten 2 2017
17 Qiroah Kabupaten 2 2017
18 Catur Kabupaten 2 2017
Demikian profil, sejarah, logo, dan prestasi SMK Wikrama 1 Jepara. Semoga bermanfaat untuk para pembaca yang mencari informasi tentang SMK Wikrama 1 Jepara.

Makalah Ilmu Sejarah Pendidikan Islam (Pengertian, Konsep, Manfaat)

Makalah ilmu sejarah pendidikan Islam. Sejarah pendidikan islam adalah cabang ilmu yang membahas tentang berbagai aspek atau komponen pendidikan yang pernah terjadi dan pernah dilakukan oleh umat islam dengan berpedoman pada ajaran islam sebagaimana terdapat didalam Alqur’an dan As sunnah.

Ketika kita mempelajari tentang sejarah pendidikan islam, akan ada beberapa hal yang akan kita pelajari, antara lain : konsep sejarah pendidikan islam, pengertian sejarah pendidikan islam, hubungan ilmu sejarah pendidikan islam dengan ilmu lain, ruang lingkup pembahasan sejarah pendidikan islam, dan manfaat sejarah pendidikan islam.


Makalah Ilmu Sejarah Pendidikan Islam

Agar kita dapat lebih memahami tentang materi sejarah pendidikan islam, kali ini kami akan menyampaikan makalah sejarah pendidikan islam.  Dalam makalah sejarah pendidikan islam akan kita pelajari tentang sejarah pendidikan islam secara lengkap.

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Seperti yang sudah kita ketahui bahwa manusia hidup di dunia ini tidak ada yang terlepas dari sejarah, baik itu sejarah tentang sesuatu hal positif, maupun hal yang negatif. Tetapi semua yang telah terlewatkan itu termasuk sejarah. Terutama pada mata kuliah sejarah pendidikan islam ini, banyak hal yang akan dibahas mengenai sejarah tentang pendidikan islam itu sendiri, akan Tetapi alangkah baiknya sebelum kita melangkah lebih jauh kita terlebih dahulu membahas inti inti penjelasan yang terdapat didalam sejarah perkembangan islam.

Supaya kita bisa mengikuti pola pikir yang akan diajarkan dan kita juga didalam mempelajari sejarah pendidikan islam nantinya dapat mengambil intisari atau pelajaran yang bisa kita petik dari sejarah tersebut untuk dijadikan pelajaran dikehidupan kita dimasa yang akan datang agar kita bisa menjadi yang lebih baik lagi dari hari hari sebelumnya. Maka dari itu kami mengambil judul tentang konsep, ruang lingkup, hubungannya dengan ilmu lain, dan manfaat SPI itu sendiri. Dan tak lupa didalam kita mempelajari ilmu allah, kita diberi kebebasan untuk berpikir dan berangan angan karna itu memang fitrah dari allah yang diberikan kepada manusia akan tetapi harus selalu memperhatikan rambu rambu allah agar kita selalu berada dijalanya.

Semoga makalah kami bermanfaat untuk kami sendidri pihak penulis dan orang orang disekitar kami. Kami sendiri yang masih proses tahap belajar. oleh karena itu makalah kami ini merupakan tugas dari study dari dosen kami yang mengampu mata pelajaran sejarah pendidikan islam yang semoga saja kami mencapai kesuksesan dan kebaikan baik didunia dan diakhirat.

B. Rumusan masalah
Rumusan masalah dalam makalah sejarah pendidikan islam ini antara lain :
1. Apa pengertian sejarah pendidikan islam
2. Bagaimana konsep sejarah pendidikan islam
3. Apa saja ruang lingkup pembahasan sejarah pendidikan islam
4. Apa hubungan ilmu sejarah pendidikan islam dengan ilmu lain
5. Apa manfaat sejarah pendidikan islam

C. Tujuan pembahasan
Tujuan dalam makalah sejarah pendidikan islam ini antara lain :
1. Untuk mengetahui apa pengertian dari sejarah pendidikan islam
2. Untuk mengetahui bagaimana konsep dari sejarah pendidikan islam
3. Agar dpat mengetahui apa saja ruang lingkup pembahasan dari sejarah pendidikan islam
4. Supaya mengetahui hubungan atau keterkaitan ilmu sejarah pendidikan islam dengan ilmu ilmu lain
5. Untuk dapat mengetahui apa manfaat dari ilmu sejarah pendidikan islam dan dapat mengambil pelajaran yang terkandung didalamnya

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian sejarah pendidikan Islam
Sejarah pendidikan Islam terdiri dari tiga kata, Yaitu “Sejarah”, “Pendidikan”, “Islam”. Bahwa Kata sejarah berasal dari bahasa Arab Syajarah yang berarti pohon. Namun, tidak dijelaskan alasannya. Boleh jadi karena sebuah pohon biasanya terdiri dari akar, batang, ranting, dahan, dan daun yang terikat pada proses tumbuh mulai dari kecil, kemudian membesar, tegak berdiri, berbunga, berbuah, kemudian layu, dan mati.

Sejarah Merupakan terjemahan dari Bahasa inggris, History. dan berasal pula dari bahasa yunani, istoria yang berarti ilmu. Kata istoria oleh filsuf yunani seperti Aristoteles diartikan sebagai suatu penelaahan secara sistematis mengenai seperangkat gejala alam. Dalam pengertian histori diartikan sebagai masa lampau umat manusia.

Pengertian selanjutnya sejarah memberikan sejarah sebagai catatan yang berhubungan dengan kejadian-kejadian masa silam yang diabadikan dalam laporan-laporan tertulis dan dalam ruang lingkup yang luas. Kemudian sebagai cabang ilmu pengetahuan sejarah mengungkap
Peristiwa-peristiwa masa silam, baik peristiwa social, politik, ekonomi, maupun agama dan budaya dari suatu bangsa, negara ataupun dunia.

Adapun Pengertian sejarah menurut para ahli sejarah yaitu :
1. Sejumlah perubahan, kejadian dan peristiwa dalam kenyataan sekitar kita.
2. Cerita tentang perubahan, kejadian dan peristiwa yang merupakan realitas kehidupan.
3. Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan, kejadian dan peristiwa yang merupakan realitas tersebut.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas, ilmu sejarah dapat diartikan sebagai uapaya merekontruksi peristiwa atau kejadian dimasa lalu dengan menggunakan berbagai sumber, berupa data dan fakta yang dapat dipercaya (valid) dan disusun secara sistematis dengan menggunakan metode dan pendekatan tertentu. Data dan fakta tersebut berhubungan dengan objek kejadian, waktu, tempat, pelaku, latar belakang, dan tujuan kejadian atau peristiwa tersebut.

Misalnya Sejarah perang diponegoro, Maka didalamnya terdapat data dan fakta yang berhubungan dengan kejadian perangnya itu sendiri, waktu terjadinya perang, tempat terjadinya perang, pelaku yang terlibat dalam perang, tujuan perang, dan latar belakang terjadinya perang. Berbagai fakta dan data tentang perang tersebutperlu disususn secara sistematis, karena sebelumnya data dan fakta tersebut masih berserakan, belum terdokumentasi secara utuh dan masih terdapat pendapat yang simpang siur. Dengan disusunnya menjadi sebuah ilmu, maka fakta dan data tentang sejarah perang diponegoro tersebut dapat dipahami dan ditarik pelajaran yang terkandung didalamnya.

Selanjutnya tentang ilmu yang membahas pendidikan. Pendidikan berasal dari kata education yang berarti upbringing (pengembangan), teaching (pengajaran), instruction (perintah), pedagogy (pembinaan kepribadian), breeding (memberi makan), raising (of animal) (Menumbuhkan). Dalam bahasa arab merupakan terjemahan dari kata at-tarbiyah yang dapat diartikan proses menumbuhkan dan mengembangkan potensi yang terdapat pada diri seseorang, baik secara fisik, psikis, social, maupun spiritual.

Kata Pendidikan Juga berasal dari Bahasa yunani kuno yaitu dari kata “Pedagogi” kata dasarnya “Paid” yang berartikan “Anak” dan Juga “Ogogos“ yang artinya “membimbing”. dari beberapa kata tersebut maka dapat disimpulkan kata pedagos dalam bahasa yunani adalah Ilmu yang mempelajari tentang seni mendidik Anak. Sedangkan Secara bahasa Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tatalaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan yang sesuai prosedur pendidikan itu sendiri.

Bapak Pendidikan Nasional Indonesia menjelaskan tentang Pengertian pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Adapun maksudnya pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Selanjutnya pengertian islam. Secara harfiyah Islam berasal dari bahasa arab salima yang artinya terpelihara, terjaga, tidak celaka.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Sejarah pendidikan islam adalah ilmu yang membahas tentang berbagai aspek atau komponen pendidikan yang pernah terjadi dan pernah dilakukan oleh umat islam dengan berpedoman pada ajaran islam sebagaimana terdapat didalam Alqur’an dan As sunnah.

Sejarah pendidikan Islam adalah sejarah atau kejadian pada masa lampau yang terjadi pada zaman Rasulullah yang muncul dan berkembang seiring dengan kemunculan Islam itu sendiri, yang kemudian perkembangan selanjutnya pada masa Khulafaur Rasyidin, Bani Ummayah dan Abbasyiah sampai jatuhnya kota bagdad dan lenyapnya khalifah Islam yang terakhir di Istambul pada tahun 1924.

B. Konsep atau dasar pemikiran sejarah pendidikan islam
sejarah pendidikan islam atau tarihut Tarbiyah islamiyah dalam buku Zuhairini yaitu:
keterangan mengenai pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam dari waktu ke waktu yang lain, sejak zaman lahirnya islam sampai dengan masa sekarang.

Cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam, baik dari segi ide dan konsepsi maupun segi institusi dan operasionalisasi sejak zaman nabi Muhammad saw sampai sekarang.

Dra. Hasbullah merumuskan bahwa sejarah pendidikan islam yaitu:
1. catatan peristiwa tentang pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam dari sejak lahirnya sampai sekarang.
2. Suatu cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam baik dari segi gagasan atau ide-ide, konsep, lembaga maupun opersinalisasi sejak zaman nabi Muhammad hingga saat ini.

Dari dua sumber yang merumuskan sejarah pendidikan islam dapat disimpulkan bahwa kedua penjelasan memiliki maksud yang sama yaitu peristiwa atau cabang ilmu pengetahuan mengenai pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam dari segi ide, konsep, lembaga operasionalisasi dari sejak zaman nabi Muhammad saw sampai sekarang.

C. Ruang lingkup sejarah pendidikan islam
Ruang lingkup sejarah pendidikan islam Mencakup Objek Sejarah Pendidikan Islam dan metode sejarah pendidikan islam.
1.  Objek sejarah pendidikan islam
Sejarah biasanya ditulis dan dikaji dari sudut pandang suatu fakta atau kejadian tentang peradaban bangsa. Maka objek Sejarah Pendidikan Islam mencakup fakta-fakta yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam baik informal maupun formal. Dengan demikian dapat diperoleh “sejarah serba objek”. Dalam hal ini sejalan dengan peranan agama Islam sebagai agama da’wah menyeru kebaikan dan mencegah pada kemunkaran, menuju kehidupan yang sejahtera baik lahir maupun batin. Namun sebagai cabang ilmu pengetahuan, objek sejarah pendidikan Islam umumnya tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan dalam objek-objek sejarah pendidikan, seperti mengenai sifat-sifat yang dimilikinya.

Pendidikan tidak akan ada artinya apabila manusia tidak ada di dalamnya. Hal ini disebabkan karena manusia merupakan objek dan subyek pendidikan, artinya manusia tidak akan berkembang dan mengembangkan budayanya secara sempurna apabila tidak ada pendidikan. dengan demikian maka akan di peroleh apa yang di sebut “ sejarah serba subyek”.

2. Metode Sejarah Pendidikan Islam
Adapun metode yang dapat ditempuh untuk fase yang pertama adalah :
a. Metode Lisan dengan metode ini pelacakan suatu obyek sejarah dengan menggunakan interview.
b. Metode Observasi dalam hal ini obyek sejarah diamati secara langsung.
c. Metode Documenter dimana dengan metode ini berusaha mempelajari secara cermat dan mendalam segala catatan atau dokumen tertulis.

Adapun fase yang kedua yaitu metode penulisan untuk memahami Sejarah Pendidikan Islam diperlukan suatu pendekatan atau metode yang bisa ditempuh adalah keterpaduan antara metode deskriptif, metode komparatif dan metode analisis sintesis.

a. Metode deskriptif, ajaran-ajaran islam yang dibawa oleh Rosulullah SAW, yang termaktub dalam Al-Qur’an dijelaskan oleh As-sunnah, khususnya yang langsung berkaitan dengan pendidikan islam dapat dilukiskan dan dijelaskan sebagaimana adanya. Pada saatnya dengan cara ini maka apa yang terkandung dalam ajaran islam dapat dipahami.

b. Metode komparatif mencoba membandingkan antara tujuan ajaran islam tentang pendidikan dan tuntunan fakta-fakta pendidikan yang hidup dan berkembang pada masa dan tempat tertentu. Dengan metode ini dapat diketahui persamaan dan perbedaan yang ada pada dua hal tersebut sehingga dapat diajukan pemecahan yang mungkin keduanya apabila terjadi kesenjangan.

c. Metode analisis sintesis digunakan untuk memberikan analisis terhadap istilah-istilah atau pengertian-pengertian yang diberikan ajaran Islam secara kritis, sehingga menunjukkan kelebihan dan kekhasan pendidikan Islam. Pada saatnya dengan metode sintesis dapat diperoleh kesimpulan-kesimpulan yang akurat dan cermat dari pembahasan sejarah pendidikan Islam. Metode ini dapat pula didaya gunakan untuk kepentingan proses pewarisan dan pengembangan budaya umat manusia yang islami.
Makalah Ilmu Sejarah Pendidikan Islam

Dari metode dan objek diatas ada beberapa ilmu yang dapat membantu mendapatkan data historis yang akurat, tentunya dibutuhkan ilmu-ilmu pendukung yang dapat memperkuat keberadaan sejarah. Ilmu-ilmu yang dibutuhkan adalah :
1. ilmu-ilmu Dasar
a. Paleografi Yaitu pengetahuan tulisan-tulisan kuno
b. Diplomatic Yaitu pengetahuan menyelidiki tanggal, tempat dan keaslian dokumen-dokumen tertulis
c. Epigrafi Yaitu pengetahuan tentang tulisan pada dokumen
d. Kronologis Yaitu pengetahan tentang kesatuan waktu
e. Sigilografi Yaitu pengetahuan mengenai segel yang dipergunakan zaman dulu
f. Heraldry Yaitu pengetahuan tentang tanda-tanda istimewa dalam benda
g. Numismatik Yaitu pengetahuan tentang mata uang dan mendali
h. Genealogi; pengetahuan tentang asal usul / nasabiyah subjek

2. Ilmu-ilmu Bantu Sejarah
a. Geografi Yaitu pengetahuan tentang alam
b. Sosiologi Yaitu pengetahuan tentang kultur masyarakat
c. Antropologi Yaitu pengetahuan tentang objek sejarah yaitu manusia
d. Arkeologi Yaitu pengetahuan tentang warisan masa lampau/sisa peninggalan
e. Ilmu sejarah Yaitu pengetahan tentan perkembangan umat manusia.

D. Hubungan ilmu Sejarah pendidikan islam dengan ilmu lain
Pendidikan islam merupakan warisan dan perkembangan budaya manusia yang bersumber dan berpedoman ajaran islam dalam rangka terbentuknya kepribadian utama menurut islam. Munculnya ilmu pendidikan telah memotivasi umat islam untuk menelusuri perjalanan sejarah pendidikan islam. Teori-teori yang berkaitan dalam dunia pendidikan besar gunanya dalam mengumpulkan fakta-fakta sejarah yang selanjutnya menempatkan fakta-fakta tersebut dalam konteks sejarahnya dengan demikian pembahasan sejarah pendidikan tidak sekedar menempatkan peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan perkembangan dan perjalanan pendidikan islam sesuai dengan urutan-urutan peristiwa. Lebih dari itu sejarah pendidikan islam menuntut pengungkapan realitas sosial muslim untuk menjawab suatu peristiwa yang terjadi.

Dengan demikian sejarah pendidikan islam bukanlah ilmu berdiri sendiri namun merupakan bagian dari sejarah pendidikan secara umum. Sejarah pendidikan merupakan uraian sistematis dari segala sesuatu yang telah dipikirkan dan dikerjakan dalam lapangan pendidikan pada waktu yang telah lampau. Sejarah pendidikan menguraikan perkembangan pendidikan dari dahulu hingga sekarang.

Oleh karena itu, sejarah pendidikan sangat erat kaitannya dengan beberapa ilmu antara lain:
1. Sosiologi
Interaksi yang terjadi baik antara individu maupun antara golongan, dimana dalam hal ini menimbulkan suatu dinamika. Dinamika dan perubahan tersebut bermuara pada terjadinya mobilitas sosial semua itu berpengaruh pada sistem pendidikan islam. Serta kebijaksanaan pendidikan islam yang dijalankan pada suatu masa.
2. Ilmu Sejarah
Membahas tentang perkembangan peristiwa-peristiwa atau kejadian –kejadian penting di masa lampau dan juga dibahas segala ikhwal “orang-orang besar” dalam struktur kekuasaan dalam politik karena umumnya orang-orang yang besar cukup dominan pengaruhnya dalam menetukan sistem, materi, tujuan pendidikan, yang berlaku pada masa itu.
3. Sejarah Kebudayaan
Dalam hubungan ini pendidikan berarti pemindahan isi kebudayaan untuk menyempurnakan segala dan kecakapan anak didik guna menghadapi persoalan-persoalan dan harapan-harapan kebudayaannya, pendidikan islam adalah usaha mewariskan nilai-nilai budaya dari suatu generasi ke generasi selanjutnya. Oleh karenanya mempelajari sejarah kebudayaan dalam rangka memahami sejarah islam adalah sangat penting

E. Manfaat mempelajari sejarah pendidikan islam
Dengan mengkaji sejarah akan bisa memperoleh informasi tentang pelaksanaan pendidikan islam dari zaman Rosulullah sampai sekarang mulai dari pertumbuhan, perkembangan, kemajuan, kemunduran, dan kebangkitan kembali tentang pendidikan islam. Dari sejarah dapat diketahui segala sesuatu yang terjadi dalam penyelenggaraan pendidikan islam dengan segala ide, konsep, intitusi, sistem, dan operasionalisnya yang terjadi dari waktu ke waktu, jadi sejarah pada dasarnya tidak hanya sekedar memberikan romantisme tetapi lebih dari itu merupakan refleksi historis.

Dengan demikian belajar sejarah pendidikan islam dapat memberikan semangat (back projecting theory) untuk membuka lembaran dan mengukir kejaya dan kemajuan pendidikan islam yang baru dan lebih baik. Dengan demikian sejarah pendidikan islam sebagai study tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan sejarah pendidikan sudah barang tentu sangat bermanfaat terutama dalam rangka memberikan sumbangan bagi pertumbuhan atau perkembangan pendidikan.
Secara umum sejarah memegang peranan penting bagi kehidupan umat manusia. Hal ini karena sejarah menyimpan atau mengandung kekuatan yang dapat menimbulkan dinamisme dan melahirkan nilai-nilai baru bagi pertumbuhan serta perkembangan kehidupan umat manusia.

Sumber utama ajaran Islam (Al-Qur’an) mengandung cukup banyak nilai-nilai kesejarahan yang langsung dan tidak langsung mengandung makna benar, pelajaran yang sangat tinggi dan pimpinan utama khususnya umat islam. Ilmu tarikh (sejarah) dalam islam menduduki arti penting dan berguna dalam kajian dalam islam. Oleh karena itu kegunaan sejarah pendidikan meliputi dua aspek yaitu kegunaan yang bersifat umum dan yang bersifat akademis.
Sejarah pendidikan islam memiliki kegunaan tersendiri diantaranya sebagai faktor keteladanan, cermin, pembanding, dan perbaikan keadaan. Sebagai faktor keteladanan dapat dimaklumi karena al-Qur’an sebagai sumber ajaran islam banyak mengandung nilai kesejarahan sebagai teladan. Hal ini tersirat dalam Al-Qur’an :

Sesungguhnya telah ada pada diri Rosulullah itu suri tauladan yang baik bagimu sekalian ….( Q.S. Al-Ahzab: 21)
Katakanlah: “jika kamu (benar-benar)mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”……(Q.S. Ali-Imran:31)
Dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk (Q.S Al-A’raaf:158)

Berpedoman pada ayat diatas umat islam dapat meneladani proses pendidikan islam semenjak zaman kerasulan Muhammad saw, Khulafaur Rasyidin, ulama-ulama besar dan para pemuka gerakan pendidikan islam.
1. Sebagai cermin ilmu sejarah berusaha menafsirkan pengalaman masa lampau manusia dalam berbagai kegiatan. Akan tetapi sejalan dengan perkembangan bahwa tidak semua kagiatan manusia berjalan mulus terkadang menemukan rintangan-rintangan tertentu sehingga dalam proses kegiatannya mendapat sesuatu yang tidak diharapkan, maka kita perlu bercermin atau dengan kata lain mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian masa lampau sehingga tarikh itu bagi masa menjadi cermindan dapat diambil manfaatnya khususnya bagi perkembangan pendidikan islam.
2. Sebagai pembanding, suatu peristiwa yang berlangsung dari masa ke masa tentu memiliki kesamaan dan kekhususan. Dengan demikian hasil proses pembanding antara masa silam, sekarang, dan yang akan datang diharapkan dapat memberi andil bagi perkembangan pendidikan islam karena sesungguhnya tarikh itu menjadi cermin perbandingan bagi masa yang baru.
3. Sebagai perbaikan, setelah berusaha menafsirkan pengalaman masa lampau manusia dalam berbagai kegiatan kita berusaha pula untuk memperbaiki keadaan yang sebelumnya kurang konstruktif menjadi lebih konstruktif.

Secara umum sejarah mengandung kegunaan yang sangat besar bagi kehidupan umat manusia. Karena sejarah menyimpan atau mengandung kekuatan yang dapat menimbulkan dinamisme dan melahirkan nilai-nilai baru bagi pertumbuhan serta perkembangan kehidupan umaat manusia. Sumber utama ajaran Islam adalah al-qur’an yang mengandung banyak sekali nilai-nilai ksejarahan, yang langsung dan tidak langsung mengandung makna besar, pelajaran yang sangat tinggi dan pimpinan utama, khususnya bagi umat Islam. Maka tarikh dan ilmu mempunyai kegunaan dalam Islam menduduki arti penting dan mempunyai kegunaan dalam kajian Islam.

Oleh sebab itu, kegunaan sejarah pendidikan Islam meliputi dua aspek yaitu kegunaan yang bersifat umum dan yang bersifat khusus atau akademis.
1. Bersifat Umum,
 Yang bersifat umum, sejarah pendidikan Islam mempunyai kegunaan sebagai faktor keteladanan. Hal ini sejalan dengan makna yang tersurst dan tersirat dalam Firman Allah SWT Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. (QS.Al-Ahzab:21)

2. Bersifat akademis
kegunaan sejarah pendidikan Islam selain memberikan pembendaharaan perkembangan ilmu pengetahuan (teori dan praktek), juga untuk menumbuhkan perspektif baru dalam rangka mencari relevansi pendidikan Islam terhadap segala bentuk perubahan dan perkembangan ilmu teknologi.
Selain itu juga perlu diketahui bahwa ilmu sejarah pendidikan islam juga sangat penting utamanya bagi pengajar dan peserta didik itu sendiri, dikarenakan dari sejarah pendidikan islam tersebut kita bisa mengetahui apa yang kurang dari sistem sejarah pendidikan terdahulu(tolak ukur sejauh mana pendidikan islam sudah ditempuh) dan mengambil pelajaran dan mengevaluasi sistem pengajaran islam dimasa dahulu untuk menjadi sistem pengajaran yang lebih baik baik dimasa sekarang maupun dimasa yang akan datang.

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Sejarah pendidikan Islam terdiri dari tiga kata, Yaitu “Sejarah”, “Pendidikan”, “Islam”. Bahwa Kata sejarah berasal dari bahasa Arab Syajarah yang berarti pohon. Kata Pendidikan Juga berasal dari Bahasa yunani kuno yaitu dari kata “Pedagogi” kata dasarnya “Paid” yang berartikan “Anak” dan Juga “Ogogos“ yang artinya “membimbing”, pengertian islam. Secara harfiyah Islam berasal dari bahasa arab salima yang artinya terpelihara, terjaga, tidak celaka.

Sejarah pendidikan islam adalah ilmu yang membahas tentang berbagai aspek atau komponen pendidikan yang pernah terjadi dan pernah dilakukan oleh umat islam dengan berpedoman pada ajaran islam sebagaimana terdapat didalam Alqur’an dan As sunnah.

 Sedangkan konsepnya sendiri mulai zaman nabi terdahulu sampai sekarang bersifat, mungkin hanya berubah didalam metode saja, sejauh yang saya ketahui. Sedangkan pembahasan ruang lingkupnya tentang objek dan metode sejarah pedidikan islam, kalau pembahasan dalam hubungan dengan agama lain ialah spi tidak berdiri sendiri dan besar kaitanya dengan ilmu sosiologi, sejarah, dan sejarah kebudayaan. Maka spi memiliki manfaat antara lain berikut sebagai cermin ilmu, pembanding, sebagai perbaikan tentang sistem pendidikan yang sudah ada.

B. Saran
Kami dari pihak penulis memohon maaf mungkin dari pihak pembaca sedikit banyaknya menemukan kekurangan, karna kami masih dalam proses tahap belajar, dan kami sangatlah mengharapkan masukan dari para pembaca yang dapat memberikan masukan bisa

DAFTAR PUSTAKA
1. Nata, Abuddin , Sejarah pendidikan islam, Cetakan II (Jakarta, Prenadamedia group), halaman 11-12
2. Rohmatanas, (diakses pada tanggal 01 februari 2016) “Makalah tentang Pengertian objek metode dan kegunaan”, http://stitattaqwa.blogspot.co.id ,
3. Zuhairini, (diakses pada tanggal 01 februari 2016), “Makalah tentang pengertian pendidikan”, http://www.lebahmaster.com
4. Sabab, (diakses pada tanggal 01 februari 2016), pengertian-pendidikan-menurut-ahli http://belajarpsikologi.com
5. Pratama, ( diakses tanggal 1 februari 2016)
6. Sejarah pendidikan islam, http://mandalapratama.blogspot.co.id/2012/03/sejarah-pendidikan-islam.html
7. Dzakir, pengertian sejarah, (diakses tanggal 1 februari 2016), https://dakir.wordpress.com/2009/03/16/pengertiansubyek-sejarah-pendidikan-islam/,
8. Jalal, ruang lingkup sejarah pendidikan islam, (diakses tanggal 1 februari 2016) https://sababjalal.wordpress.com/2011/12/23/ruang-lingkup-sejarah-pendidikan-islam/
9. http://semutponti.blogspot.co.id