Sabtu, November 5

Ayo Kita Tiru Adab Makan Rasulullah ini

Ayo Kita Tiru Adab Makan Rasulullah ini

Untuk bertahan hidup, manusia harus memenuhi segala kebutuhannya. Salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh manusia yaitu kebutuhan akan makan dan minum. Sebagai makhluk hidup, kita harus makan dan minum . Allah Swt mengatur dengan sedemikian rupa supaya makanan yang kita konsumsi dapat menyehatkan jasmani dan rohani kita.

Salah satu aturan Allah mengenai makanan yaitu kita harus memakan makanan yang halal (tidak ada syariat yang mengharamkan makanan tersebut) dan juga makanan yang baik yaitu makanan yang mempunyai gizi yang seimbang. Tidak hanya menyehatkan, akan tetapi diharapkan dari makanan tersebut ada keberkahan yang terkandung di dalamnya karena rasa syukur dari seorang hamba kepada Tuhannya. Allah berfirman dalam Al-quran surat An Nahl ayat 114, “Maka makanlah yang halal dan baik dari rezeki yang telah diberikan Allah Swt kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah Swt, Apabila kamu hanya kepada-Nya saja menyembah”.


Selain diperintahkan makan dengan makanan yang halal dan baik, Nabi Saw juga menganjurkan berbagai adab makan supaya makanan tersebut dapat dicerna dengan baik. Salah satu adab yang diajarkan Rasulullah Saw yaitu makan dengan tidak bersandar.

Dari Abu Juhaifah ra, ia berkata, “Suatu ketika aku berada di sisi Rasulullah Saw lalu beliau bersabda kepada seorang pria yang ada di sampingnya, “Aku tidak akan makan sambil (mutakki) bersandar,” (HR Al-Bukhari). Hadits lain yang diriwayatkan oleh dari Ibnu Umar ra ia berkata, Nabi Saw bersabda, “Rasulullah telah melarang dua sikap makan antara lain duduk di depan makanan yang di depannya ada khamr serta seseorang yang makan dalam posisi tengkurap,” (HR Abu Daud).


Syaikh Ibnul Qayyim Al Jauziyah juga menuturkan jika dalam hadits di atas ada redaksi mutakki (bersandar). Ada berbagai penafsiran dari kata tersebut yang meliputi; duduk bersila, ada juga yang mengartikan dengan bersandar pada sesuatu; atau ada juga yang menafsirkan dengan telentang dengan keadaan miring.

Salah satu adab makan yang telah tersebut merupakan adab yang tidak dianjurkan oleh Rasulullah Saw. Bukan karena tanpa alasan, sudah tentu adab makan seperti itu dapat membahayakan untuk orang yang makan. Sedangkan makan dengan posisi duduk dan diberi alas kemudian bersandar merupakan cara duduk para raja. Sedangkan dalam sabda Rasulullah Saw yang lain, “Aku makan selayaknya seorang hamba makan,” lalu beliau makan dengan cara duduk di atas lantai, tanpa alas kain, bantal dan sejenisnya.

Maka posisi duduk terbaik ketika makan jika anggota-anggota tubuh berada pada posisi tabiatnya (asalnya) yaitu yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw dengan tidak membungkuk, duduk tegak di lantai, menggunakan tangan kanan, mencuci tangan, tidak terburu-buru, berdoa, dan berhenti sebelum kenyang. Sedangkan apabila kita makan dengan posisi duduk miring, maka saluran pencernaan mulai dari tenggorokan sampai ke usus besar dan organ-organ pencerna lainnya dalam keadaan menyempit.

Adab Rasulullah makan ini diperkuat oleh hadits Umar bin Abi Salamah “Ketika aku masih kecil dalam didikan Rasulullah Swt, dan tanganku mengambil makanan dari berbagai sisi piring. maka berkata kepadaku Rasulullah Swt. “Wahai anakku, bacalah basmalah, dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang dekat darimu.” (HR Bukhori, Ahmad, Muslim, Ibnu Majah dan Abu Daud)

Ayo Kita Tiru Adab Makan Rasulullah ini

Dalam hadits lain juga disebutkan, “Sesungguhnya aku makan dengan tidak duduk bersandar pada bantal atau tidak meletakkan alas di bawah dubur, karena cara seperti itu adalah duduknya para raja. Aku juga makan dengan sederhana, tidak lahap juga tidak lambat,” (HR Bukhari)

Hadis Rasulullah Saw ribuan tahun silam mengenai adab makan di lantai tanpa alas ini ternyata didukung oleh berbagai penelitian ilmiah,

Penelitian yang pertama yaitu menurut PS Venkateshwara, penulis buku Yoga for Healing, duduk di lantai tidak hanya membantu sistem pencernaan, akan tetapi juga membantu sendi agar tetap lentur, fleksibel, dan kurang rentan terhadap cedera serta penyakit degeneratif seperti osteoporosis dan arthritis. Hal ini terjadi karena pergelangan kaki, lutut, dan sendi pinggul lentur sehingga membantu menjaga agar tetap fleksibel dan bebas dari penyakit.

Sedangkan menurut penelitian kedua terdapat dalam Journal European Journal of Preventive Cardiology yang menuturkan bahwa orang yang duduk di lantai dapat bangun tanpa dukungan cenderung dapat hidup lebih lama. Hal ini karena bangun dari posisi duduk memerlukan banyak fleksibilitas dan kekuatan tubuh bagian bawah.

Penelitian ini menemukan, mereka yang terbiasa duduk di lantai cenderung bisa bangun tanpa bantuan orang lain, dan kabar baiknya yaitu apabila kita terbiasa melakukannya, maka usia cenderung lebih panjang.

Subhaanallah, semoga Allah Swt senantiasa memberikan kesehatan kepada kita dengan cara meniru adab makan yang telah diajarkan Rasulullah Saw.

Silahkan berkomentar . .
EmoticonEmoticon