Jumat, September 30

Pengertian Struktur Sosial Secara Umum dan Pendapat Ahli Lengkap

Pengertian Struktur Sosial Secara Umum dan Pendapat Ahli Lengkap


A.  Pengertian Struktur Sosial Menurut Secara Umum


Setiap manusia seharusnya bisa memahami tentang struktur sosial setelah mereka memahami tentang makna dari kata sosial. Hal ini disebabkan karena manusa merupakan makhluk sosial dengan individu yang satu dengan yang lain tidak sama.

Kata struktur berasal dari kata bahasa latin yaitu structum yang artinya membangun atau menyusun. Oleh sebab itu, struktur dimaknai sebagai susunan terhadap sesuatu yang mempunyai bagian, dasar, ataupun unsur-unsur tertentu yang dapat membentuk suatu susunan.

Secara umum, pengertian struktur sosial yaitu kumpulan dari individu dengan pola perilaku yang berbeda. Struktur sosial juga bisa digambarkan sebagai sebuah bangunan sosial yang terdiir dari berbagai unsur pembentuk masyarakat. Secara fungsional, unsur-unsur pembentuk masyarakat tersebut saling berhubungan antara yang satu dengan lainnya. Hal ini mengakobatkan adanya suatu perubahan apabila terjadi perubahan di antara unsur tersebut. Ada juga yang mengartikan struktur sosial sebagai sebuah tatanan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat yang dapat tersusun secara horizontal contohnya adalah berbagai agama atau secara vertical contohnya adalah kelompok atasan dan bawahan.

B.  Pengertian Struktur Sosial Menurut Para Ahli


1.      Pengertian struktur sosial menurut Koentjaraningkat
Menurut Koentjaraningrat struktur sosial yaitu kerangka yang bisa mendeskripsikan hubungan antara berbagai elemen yang ada dalam masyarakat.

2.      Pengertian struktur sosial menurut Soeleman B Taneko
Soeleman B. Taneko mengemukakan jika struktur sosial yaitu keseluruhan hubungan antara pokok-pokok unsur sosial, yaitu lembaga lembaga sosial, kaidah-kaidah sosial, lapisan-lapisan sosial serta kelompok-kelompok sosial.

3.      Pengertian struktur sosial menurut menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi
Struktur sosial adalah keseluruhan hubungan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu lembaga-lembaga sosial, kaidah-kaidah sosial atau norma-norma sosial, kelompok-kelompok sosial, dan lapisan-lapisan sosial.

4.      Pengertian struktur sosial menurut Abdul Syani
Struktur sosial menurut Abdul Syani yaitu suatu tatanan sosial dalam kehidupan bermasyarakat yang merupakan jaringan dari unsur-unsur sosial yang pokok atau dasar.

5.      Pengertian struktur sosial menurut D. Hendropuspito
Menurut Hendropuspito, struktur sosial yaitu suatu skema penempatan nilai-nilai sosio-budaya dan organ-organ masyarakat pada posisi yang dianggap sesuai, agar organisme masyarakat berfungsi sebagai suatu keseluruhan, dan demi kepentingan tiap-siap bagian untuk jangka waktu yang cukup lama.

6.      Pengertian struktur sosial menurut Firth
Firth menganggap struktur sosial sama dengan organisasi sosial yang mendasarkan pada hubungan-hubungan sosial yang lebih dasar atau fundamental yang memberikan bentuk dasar pada masyarakat dan batas pada aksi-aksi yang mungkin dilakukan secara organisatoris.

7.      Pengertian struktur sosial menurut George Simmel
Struktur sosial menurut George Simmel yaitu kumpulan dari individu dan pola perilakunya.

8.      Pengertian struktur sosial menurut George C. Homans
George C. Homans mengemukakan bahwa struktur sosial yaitu suatu hal yang mempunyai hubungan yang erat dengan dasar perilaku sosial di kehidupan sehari-hari.

9.      Pengertian struktur sosial menurut E.R. Lanch
Menurut E.R Lanch, struktur sosial yaitu cita-cita atau harapan mengenai distribusi dan pembagian kekuasaan di antara individu serta kelompok sosial.

10.   Menurut Soerjono Soekanto
Struktur sosial menurut Soerjono Soekanto yaitu berarti hubungan timbal balik antar status sosial dan antar peran sosial. Jadi, struktur sosial bisa diartikan sebagai suatu tatanan sosial dalam kehidupan bermasyarakat yang menjadikan hubungan timbal balik baik berupa peranan dan status atauppun perilaku dalam masyarakat.

11.   Pengertian struktur sosial menurut Raymond Firth,
Menurut Raymond Firth, yang dimaksud dengan struktur sosial yaitu suatu pergaulan hidup manusia yang terdiri dari berbagai jenis kelompok yang terbentuk dari banyak individu serta meliputi berbagai jenis tipe kelompok yang muncul serta banyak meliputi lembaga dimana di dalamnya terdapat orang yang ikut ambil bagian.

12.   Pengertian struktur sosial menurut Calhoun
Menurut Calhoun, struktur sosial yaitu pola hubungan-hubungan, status-status serta jumlah orang yang memberikan kerangka bagi suatu organisasi manusia, baik dalam kelompok kecil ataupun dalam kelompok yang lebih luas.

13.   Pengertian struktur sosial menurut Coleman
Menurut Coleman, struktur sosial adalah pola relasi antar manusia dan antarkelompok manusia dalam masyarakat.

14.   Pengertian struktur sosial menurut Kornblum
Struktur sosial adalah pola perilaku individu dan kelompok, yaitu perilaku dirulang-ulang yang menciptakan hubungan antar individu dan antar kelompok dalam masyarakat.

 Pengertian Struktur Sosial Secara Umum dan Pendapat Ahli Lengkap

15.   Pengertian struktur sosial menurut George C. Homans
George C. Homans, struktur sosial merupakan hal yang mempunyai relasi yang kuat dengan dasar perilaku sosial di kehidupan sehari-hari.

16.   Pengertian struktur sosial menurut Talcott Parsons.
Menurut Talcot, Struktur sosial merujuk pada adanya keterkaitan antar institusi atau lembaga.

17.   Pengertian struktur sosial menurut Ralph Linton
Ralph Linton menambahkan bahwa struktur sosial terdiri atas dua konsep penting, yaitu status atau kedudukan serta peran sosial.

Dari beberapa pendapat ahli di atas,dapat disimpulkan bahwa struktur sosial yaitu suatu pola relasi atau hubungan timbal balik antar individu atau kelompok kecil ataupun besar sehingga individu atau kelompok tersebut dapat berperan dalam masyarakat.
Rabu, September 28

Materi Integrasi Sosial, Pengertian, Penyebab, dan Syarat Keberhasilan Integrasi Sosial

Materi Integrasi Sosial, Pengertian, Penyebab, dan Syarat Keberhasilan Integrasi Sosial

Materi Integrasi Sosial, Pengertian, Penyebab, dan Syarat Keberhasilan Integrasi Sosial - Pada kali ini, kami akan membagikan materi yang membahas tentang integrasi sosial, yang terdiri dari pengertian integrasi sosial, unsur-unsur penyebab integrasi sosial, unsur-unsur penyebab integrasi sosial, syarat-syarat keberhasilan integarsi sosial. tahap-tahap integrasi sosial, faktor yang mempengaruhi integrasi sosial, dan faktor penghambat integrasi sosial. Berikut ini materi lengkapnya.

A.  Pengertian Integrasi Sosial

Integrasi merupakan terjemahan dari kata integration (bahasa Inggris) yang mempunyai arti keseluruhan atau kesempurnaan. Integrasi sosial adalah proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda yang ada dalam masyarakat sehingga menghasilkan suatu polaa kehidupan yang fungsinya serasi bagi mayarakat tersebut. Dengan adanya integrasi sosial, maka individu-individu yang semula terkotak-kotak, berbeda-beda, bersaing bahkan bertentangan akan menjadi rukun, bersatu dan selaras dalam kehidupan masyarakat. Jadi, integrasi sosial merupakan proses mempertahankan kelangsungan hidup masyarakat sebagai suatu sistem.

Agar proses integrasi sosial berjalan dengan baik dan formal, maka sebagai anggota masyarakat harus benar-benar memperhatikan faktor-faktor sosial yang mempengaruhinya. Berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi berjalannya integrasi sosial yang ada di masyarakat:
1.    tujuan masyarakat
2.    sistem sosial
3.    sistem tindkan
4.    sistem sanksi

B.  Unsur-Unsur Penyebab Intergasi Sosial

Ada 3 (tiga) unsur penyebab integrasi sosial, antara lain :
1.    adanya unsur-unsur dalam kehidupan sosial yang tidak sama, seperti tata susunan masyarakat, organisasi sosial, dan manajemen pemerintahan
2.    adanya proses penyesuaian dari unsur-unsur yang berbeda
3.    terciptanya pola kehidupan yang serasi sehingga tumbuh rasa kesatuan

C.  Syarat-Syarat Keberhasilan Integrasi Sosial

Agar integrasi sosial yang ada di masyarakat berhasil, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Menurut W.F. Oughburn dan M.Nimkorf, syarat-syarat keberhasilan integrai sosial antara lain :
1.    anggota-anggota masyarakat merasa bahwa mereka saling mengisi kebutuhan satu sama lain dan tidak saling mencintai
2.    terdapat konsensus antar kelompok mengenai norma-norma dan nilai-nilai sosial
3.    norma-norma tersebut berlaku cukup lama, konsisten dan tidak berubah-ubah

D.  Proses atau tahap-tahap Integrasi Sosial

Integrasi sosial dilakukan melalui beberapa tahap atau fase yaitu tahap akomodasi, tahap kerjasama, tahap koordinasi, dan tahap asimilasi. Berikut ini tahap-tahap dalam proses integrasi sosial.
1.   Tahap akomodasi
Akomodasi adalah proses meredakan pertentangan untuk mencapai stabilitas sosial. Akomodasi merupakan cara untuk menyelesaikan suatu pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga pihak lawan kepribadiannya tidak menghilang.

2.   Tahap kerja sama
Kerja sama bisa timbul karena ketegangan masyarakat sebagai akibat adanya unsur-unsur yang berbeda setelah terjadi akomodasi. Bentuk-bentuk kerja sama adalah perjanjian, kooptasi, koalisis, dan join venture

3.   Tahap koordinasi
Tahap ini hanya diperlukan untuk menyempurnakan kerjasama yang telah terjalin.

4.   Tahap asimilasi
Dalam tahap ini mereka mengidentifikasikan dirinya dengan tujuan-tujuan dan kepentingan-kepentingan kelompok. Jika kedua masyarakat berasimilasi, maka batas-batas antara kedua kelompok itu akan hilang dan melebur menjadi satu kelompok.

E.  Faktor yang Mempengaruhi Integrasi Sosial

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi integrasi sosial, antara lain :
1.   Adanya homogenitas kelompok
Semakin kecil tingkat kemajemukan suatu masyarakat, maka akan semakin mudah tercapai integrasi sosialnya. Hal ini karena integrasi merupakan hasil minat dan kepentingan bersama. Ciri-ciri norma dan tingkah laku yang sama serta adanya kesepakatan bersama tentang tata cara operasional dan peraturan.

2.   Besar kecilnya kelompok masyarakat
Semakin kecil kelompok akan semakin kecil pula tingkat kemajemukannya dan di dalam kelompok itu akan diwarnai relasi primer yaitu hubungan pribadi yang akrab dan informal. Sehingga dapat dicapai kemunikasi yang sangat serta integritas kelompok yang relatif tinggi.

3.   Migrasi (dalam arti fidik)
Adanya perpindahan masyarakat baik keluar maupun masuk dalam kelompok sosial, akan sangat mempengaruhi tingkat kemajemukan.

4.   Efektifitas dan efisiensi komunikasi
Integrasi dalam suatu kelompok merupakan fungsi dari terjadinya efisiensi komunikasi yang berlangsung di antara para anggota (termasuk penyesuaian diri dengan norma-norma dalam kelompok sehingga mempengaruhi perilaku dan sikap mereka). Oleh karena itu, integrasi masyarakat akan tercapai jika komunikasi dalam masyarakat berlangsung secara efektif.

Jika kekuatan-kekuatan di atas melemah, maka akan menimbulkan disorganisasi (ketidakteraturan dalam berbagai segi kehidupan, bahkan jika dibiarkan akan terjadi konflik dan berakibat terjadinya disintegarsi)

F.  Faktor Penghambat Integrasi Sosial

Dalam kehidupan masyarakat, ada beberapa faktor yang menjadi penghambat terjadinya integrasi sosial. Faktor-faktor tersebut antara lain :
1.   Adanya konflik atau pertentangan
2.   Adanya persaingan yang tidak sehat
3.   Adanya prasangka buruk
4.   Sikap fanatisme
5.   Kerangka toleransi

G. Bentuk-Bentuk Integrasi Sosial

Ada beberapa bentuk integrasi sosial, yaitu integrasi keluarga, integrasi kekerabatan, integrasi asosiasi, integrasi masyarakat, integrasi suku bangsa, dan integrasi bangsa. Berikut ini penjelasannya.
1.   Integrasi keluarga yang mana akan tercapai jika masing-masing anggota keluarga menjalankan perannya sesuai dengan kedudukannya
2.   Integrasi kekerabatan, yang akan tercapai jika masing-masing anggota kekerabatan mematuhi nilai dan norma yang berlaku serta bisa menjalankan perannya sesuai dengan kedudukannya masing-masing
3.   Integrasi asosiasi, yang akan tercapai jika diantara anggota terdapat kesamaan minat, tujuan, kepentingan, dan kegemaran
4.   Integrasi masyarakat, yang akan tercapai jika semua unsur-unsur yang terdapat dalam masyarakat berjalan dengan baik, diantara unsur-unsur tersebut antara lain berupa adat istiadat, norma, nilai-nilai, identitas dari para warga masyarakat, aturan, dan tata tertib.
5.   Integrasi suku bangsa, yang akan tercapai jika suku bangsa tersebut mampu menjaga unsur-unsur suku bangsa sebagai kesatuan penduduk.
6.   Integrasi bangsa, yang akan tercapai jika terdapat kesamaan pengalaman, latar belakang sejarah, dan perjuangan yang sama dalam mencapai hasrat untuk bersatu.

Demikian artikel yang membahas yang membahas tentang integrasi sosial. Semoga bermanfaat untuk para pembaca.
Selasa, September 27

Jenis-Jenis Kekerasan Lengkap

Jenis-Jenis Kekerasan Lengkap

Jenis-Jenis Kekerasan Lengkap - Pada kali ini akan kami bagikan tentang jenis-jenis kekerasan dalam ilmu sosiologi. Jenis-jenis kekerasan yang akan kita kaji terdiri dari tiga kategori, yaitu jenis-jenis kekerasan secara umum, jenis-jenis kekerasan menurut Johan Galtung, dan jenis-jenis kekerasan menurut Yayasan Sejiwa. Berikut penjelasan tentang jenis-jenis kekerasan.

A.  Jenis-Jenis kekerasan secara umum

Secara umum, ada beberapa jenis kekerasan, yaitu kekerasan terbuka (overt), kekerasan tertutup (covert), kekerasan menyerang (agresif), kekerasan bertahan (defensive), terorisme, balas dendam, dan pembunuhan. Berikut ini penjelasan dari berbagai jenis kekerasan secara umum.
1.   Kekerasan terbuka (overt)
Kekerasan terbuka adalah kekerasan yang dapat dilihat secara nyata, misalnya perkelahian individu, perkelahian massal (tawuran), maupun pembunuhan dan pemerkosaan. Tindakan kekerasan yang dilakukan secara terbuka atau terang-terangan akan mendatangkan konflik horizontal yang serta merta manakala masyarakat mengetahui pelakunya. Pelaku akan mendapatkan sanksi dari anggota masyarakat.

2.   Kekerasan tertutup (covert)
Kekerasan tertutup adalah kekerasan yaang tidak terlihat secara langsung, misalnya perilaku mengancam. Perilaku mengancam jauh lebih menonjol dari pada kekerasan terbuka. Dengan mengancam, akan ada sedikit pihak yang dapat mengontrol pihak lain. Ancaman dianggap sebagai bentuk kekerasan, merupakan unsur penting kekuatan kemampuan untuk bisa mewujudkan keinginan seseorang sekalipun menghadapi keinginan yang berlawanan. Ancaman menjadi efektif jika seseorang mendemonstrasikan untuk mewujudkan ancamannya. Para teroros bisa melakukan tindakan ini, dan jika ancaman yang dilakukan tidak membuahkan hasil, maka tindakan nyata dari ancaman akan dilakukan. Perilaku mengancam mengkomunikasikan pada pihak lain suatu tujuan untuk memakai kekerasan terbuka bila diperlukan.

3.   Kekerasan menyerang (agresif)
Kekerasan menyerang yang dilakukan tidak untuk perlindungan, tetapi untuk mendapatkan sesuatu. Misalnya perampokan bersenjata, penjambretan, pembunuhan, dan penganiayaan.

4.   Kekerasan bertahan (defensive)
Kekerasan yang dilakukan sebagai perlindungan diri, misalnya kepanikan yang terjadi dalam sebuah gedung bioskop yang sedang terbakar. Walaupun tindakan ini wajar namun dianggap kekerasan. Mereka saling berebut pintu darurat untuk mencari selamat agar bisa mencapai keluar gedung. Merekapun saling menghalangi dan saling menyingkirkan “lawan”.

5.   Terorisme
Kebanyakan tindakan ini dilakukan oleh banyak orang. Namun sebenarnya terorisme dapat dilakukan oleh seorang individu. Pengertian terorisme adalah segala jenis kekerasan yang terinspirasi secara politik dan dilakukan oleh sumber yang tidak resmi. Terorisme dimaksudkan suatu kebijakan untuk menyerang dengan teror kepada mereka dengan menggunakan metode intimidasi. Penggunaan ancaman aktual dipandang sebagai ancaman efektif bagi kekerasan yang akan datang. Ancaman seseorang bukan omong kosong dan pengancam telah siap untuk mewujudkan ancamannya.

6.   Balas dendam (revenge)
Berbeda dengan terorisme, maka balas dendam merupakan tindakan yang bertalian dengan kesalahan di masa lalu. Tindakan ini merupakan pembalasan dari tindakan individu lain sebelumnya. Dalam suatu kejadian, balas denda, dapat menimbulkan teror.

7.   Pembunuhan (Homicide)
Pembunuhan diartikan setiap pembunuhan orang lain oleh tindakan orang itu sendiri. Ada dua jenis pembunuhan, yaitu pembunuhan legal dan pembunuhan kriminal.
a.   Pembunuhan legal adalah pembunuhan yang secara hukum dibenarkan karena tindakan ini dilakukan untuk pembelaan diri atau untuk mempertahankan harta milik.
b.   Pembunuhan kriminal adalah pembunuhan yang dilarang oleh hukum. Pembunuhan kriminal dibagi menjadi tiga jenis yaitu pembunuhan (murder), pembunuhan berencana (volentary manslaughter), dan pembunuhan tidak terencana (involuntary manslaughter).
·      Pembunuhan (murder)
Pembunuhan adalah pembunuhan seseorang secara ilegal dengan maksud buruk yang dipikirkan sebelumnya
·      Pembunuhan berencana
Pembunuhan berencana adalah pembunuhan yang menyebabkan kematian orang lain dengan direncanakan sebelumnya yang di dalamnya ada sebuah skenario.
·      Pembunuhan tidak terencana
Pembunuhan tidak terencana adalah pembunuhan yang mengakibatkan kematian orang lain karena kelalaian dan tidak disebabkan serangan yang disengaja.

B.  Jenis-Jenis kekerasan menurut Johann Galtung

Menurut Johann Galtung (1981), terdapat empat jenis kekerasan, yaitu: kekerasan langsung atau direct violence, kekerasan tidak langsung atau indirect violence, kekerasan represif, dan kekerasan alienatif.

1.   Kekerasan langsung (direct violence),
Kekerasan langsung adalah suatu tindakan yang betujuan untuk menyerang fisik atau psikologis seseorang dengan langsung, dalam hal ini kekerasan yang terjadi ada kontak secara langsung antara pelaku yang bertanggung jawab dan korban dan berakibat bagi korban. Kekerasan langsung meliputi kejahatan perang, pemusnahan etnis, pengusiran paksa terhadap masyarakat tertentu, serta penganiayaan dan perkosaan. Kekerasan langsung dapat  mengancam HAM, yaitu khususnya pada hak untuk hidup.

2.   Kekerasan tidak langsung (indirect violence)
Kekerasan tidak langsung yaitu suatu tindakan yang bisa membahayakan manusia, bahkan kadang-kadang bisa sampai membunuh, akan tetapi tidak melibatkan hubungan yang langsung antara korban dan pihak lain yang mempunyai tanggung jawab atas tindakan kekerasan tersebut. Kekerasan tidak langsung terdiri dari kekerasan perantara (mediated violence) dan kekerasan karena kelalaian (violence by ommision).
a.    Kekerasan karena kelalaian mengakibatkan seseorang dalam bahaya dan tidak ada orang yang dapat menolongnya. Jenis kekerasan ini terdiri dari kekerasan sosial (contohnya distribusi sembako yang tidak merata) serta ’kekerasan bisu’ (contohnya kelaparan).
b.    Kekerasan perantara yaitu hasil dari intervensi manusia yang sengaja terhadap lingkungan alam dan sosial yang membawa pengaruh tidak langsung pada manusia yang lain. Salah satu bentuk kekerasan perantara yaitu ecocide, misalnya mengganggu serta perusakan lingkungan alam karena mengganggu kesehatan, mengakibatkan manusia menderita dan sengsara, tindak penghancuran.

3.   kekerasan represif
Kekerasan represif yaitu kekerasan yang dilakukan dengan mengekang atau membatasi kebebasan hak-hak orang lain, yang terdiri dari pencabutan hak-hak yang siatnya dasar selain hak untuk hidup serta hak untuk dilindungi dari bahaya kecelakaan. Kekerasan represif berhubungan dengan tiga hak dasar, yaitu hak politik, hak sipil, serta hak sosial. Dalam hal ini, kekerasan represif dilakukan dengan cara menekan pihak-pihak tertentu.

4.   kekerasan alienatif
Kekerasan alienatif dalam hal ini menyebabkan seseorang diasingkan dengan lingkungannya. Kekerasan alientatif mencakup pencabutan pada hak-hak individu yang lebih tinggi, contohnya hak perkembangan budaya atau intelektual, emosional. Jenis kekerasan alienatif penting untuk bisa menegaskan bahwa keberadaan manusia juga memerlukan pemenuhan berbagai kebutuhan non-materi. Salah satu bentuk kekerasan alienatif adalah ethnocide, yaitu tindakan atau kebijakan yang benar-benar mengubah keadaan material atau sosial menjadi di bawah satu identitas kultural kelompok tertentu.

C.  Jenis-Jenis kekerasan menurut Yayasan Sejiwa

Berbeda dengan Johann Galtung, yayasan Sejiwa dalam bukunya tentang Bullying (2008) membagi jenis-jenis kekerasan ke dalam dua jenis, yaitu kekerasan fisik dan kekerasan non fisik. Berikut ini penjelasannya.
1.   Kekerasan fisik:
Kekerasan fisik yaitu jenis kekerasan yang dapat dilihat atau kasat mata. Maksudnya, siapapun dapat melihatnya karena timbul benturan fisik antara pelaku dan korban kekerasan. Contohnya, menimpuk, menampar, menjegal, menginjak kaki, memalak, meludahi, dan melempar dengan barang.

2.   Kekerasan non fisik:
Kekerasan non fisik yaitu jenis kekerasan yang tidak dapat dilihat atau kasat mata. Maksudnya, kekerasan ini tidak bisa langsung diketahui siapa perilakunya jika kita tidak teliti dalam memperhatikan, karena tidak ada benturan fisik antara pelaku dan korbannya.

Kekerasan non fisik ini dibagi menjadi dua jenis yaitu kekerasan verbal dan kekerasan psikologis/psikis.
a.   Kekerasan verbal adalah jenis kekerasan yang dilakukan melalui  kata-kata yang diucapkan. MIsalnya: memaki, membentak, menjuluki, menghina, memfitnah, meneriaki, menuduh, menyebar gosip, mempermalukan di depan umum dengan lisan,menolak dengan kata-kata kasar, dll.
b.   Kekerasan psikologis/psikis adalah kekerasan yang dilakukan melalui bahasa tubuh seseorang. Contohnya memandang penuh ancaman, memandang sinis, mendiamkan, mempermalukan, memandang yang merendahkan, mengucilkan, memelototi dan mencibir.

Demikian artikel kami yang membahas tentang  jenis-jenis kekerasan. Semoga bermanfaat untuk para pembaca.