Tuesday, July 26

Apa yang Terjadi Jika Nabi Adam dan Nabi Musa Berdebat?

Nabi Adam dan Nabi Musa Berdebat


Apa yang Terjadi Jika Nabi Adam dan Nabi Musa Berdebat?

Manusia pertama, yaitu nabi Adam as tinggal di surga. Akan tetapi karena adanya suatu hal, maka nabi Adam beserta keturunannya harus turun dan tingal di bumi ini. Kejadian ini membuat nabi Musa as menyalahkan nabi Adam as atas dikeluarkannya manusia dari surga. Atas seizin Allah Swt, nabi Musa as dipertemukan dengan nabi Adam as. Pertemuan nabi Musa as dan nabi Adam as menghasilkan perdebatan yang membahas tentang dikeluarkannya manusia dari surga. Berikut ini kisah perdebatan nabi Musa as dan nabi Adam as.

Dari Umar ibn Khattab, Rasulullah Saw bersabda,

Nabi Musa as pernah berkata, “Ya Allah, ayah kami yaitu nabi Adam as telah mengeluarkan kami dan dirinya dari surgaMu!”

Lalu Allah Swt memunculkan nabi Adam as didepan nabi Musa as

“Apakah engkau nabi Adam?” nabi Musa as bertanya
“Ya, Aku adalah nabi Adam,” nabi Adam as menjawab

Nabi Musa as kembali bertanya, “Allah  Swt telah meniupkan ruh-Nya kepada dirimu dan juga telah memerintahkan malaikat-malaikat untuk bersujud kepadamu, dan telah mengajarkan seluruh nama-nama kapadamu?”

“Ya,” jawab nabi Adam as

“Lalu, apa yang sudah membuatmu sehingga kami juga diri kami sendiri dikeluarkan dari surga?”

Nabi Adam as bertanya kembali, “Siapakah kamu?”

“Aku adalah Musa”

Nabi Adam as kembali berkata, “Kamu Musa dari bani Israel, di mana Allah telah berbicara langsung denganmu dari belakang tabir, dan tak menjadikan seorang pun perantara dari makhluk-Nya antara kamu dengan-Nya”

“Ya”

“Mengapa kamu menyalahkan (mencaci) aku atas persoalan yang sudah Allah tentukam sebelum aku diciptakan?” tanya nabi Adam as. Dalam riwayat Muslim, “Yang sudah Allah tentukan empat puluh tahun sebelum aku diciptakan.”

Menanggapi ini, Rasulullah Saw berkomentar, “Nabi Adam as mengalahkan argumen nabi Musa as, sementara nabi Adam as telah mengalahkan argumen nabi Musa as.” (HR Abu  Daud dan Imam Malik)

Dalam riwayat hadis lain riwayat Imam Bukhari Muslim disebutkan seperti ini,

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda, “nabi Musa pernah mendebat nabi Adam as.”

“Kamu yang mengeluarkan juga menyengsarakan seluruh manusia dari surga karena dosa yang kamu lakukan?” kata nabi Musa as

Nabi Adam as menjawab, “Wahai Musa, kamu orang yang telah Allah pilih untuk menyampaikan risalah-Nya dan firman-Nya, apakah kamu menyalahkan aku untuk persoalan yang sudah ditetapkan dan ditentukan oleh Allah Swt kepadaku sebelum aku diciptakam?”

Rasulullah Saw berkomentar, “”Maka, nabi Adam as pun mengalahkan argumen nabi Musa as (HR Bukhari Muslim).”

Dua hadis di atas menjadi dalil kegundahan muslim selama ini, yang sering menyayangkan mengapa nabi Adam as mendekati pohon yang dilarang Allah di surga. Jika tidak melanggar larangan itu, tentu kita semua berada disurga, tempat yang penuh kenikmatan.

Kegundahan ini dipertanyakan jauh-jauh hari oleh nabi Musa as langsung kepada nabi Ada as, sebagimana disebutkan dalam hadis di atas. Jawabannya, karena itu semua memang sudah rencana Allah. Allah sudah menentukan bahwa nabi Adam as harus mendekati pohon larangan itu dan manusia harus tinggal di bumi, bukan di surga.

Dalam al Minhaj, Imam Nawawi berpendapat :
Arti pernyataan nabi Adam as adalah, “Wahai Musa, tahukah engkau bahwa hal ini sudah ditetapkan dan ditentukan kepadaku sebelum aku diciptakan? Maka, hal ini pasti terjadi, sekalipun aku dan seluruh makhluk berusaha menolaknya agar tidak terjadi. Sekalipun hanya sebiji sawi, tentu kamu semua tidak akan dapat menolaknya. Sekarang, mengapa engkau menyalahkanku?”

Imam Nawawi juga mengatakan, karena nabi Adam as dapat mengalahkan argumen nabi Musa as karena nabi Musa as menyalahkan kesalahan nabi Adam as yang jelas-jelas sudah diampuni Allah. Menyalahkan atau mencibir kesalahan yang telah diampuni Allah itu kesalahan dalam Islam. Karena dosa yang diampuni bukan lagi dosa dan kesalahan, karena itu tidak boleh dicaci atau disalahkan.

Dalam Qashashul Anbiya, Imam Ibnu Katsir juga menukil hadis ini. Dengan redaksi sedikit berbeda, Imam Ibnu Katsir mengatakan, nabi Musa as menyalahkan perbuatan nabi Adam as yang menyebabkan diri dan seluruh keturunannya dikeluarkan dari surga.

Menanggapi ini, nabi Adam as menjawab, “Aku tak mengeluarkan kalian dari surga. Sebenarnya, yang mengeluarkan kalian itu adalah Allah. Ia telah menentukan kalian harus keluar dari surga setelah aku memakan buah dari pohon terlarang tersebut. Dan, keputusan itu sudah ditetapkan juga telah ditentukan Allah, jauh sebelum aku diciptakan.

Engkau sebenarnya menyalahkan aku untuk satu persoalan yang tak berkaitan denganku. Aku hanya dilarang oleh Allah memakan buah dari pohon itu, lalu aku memakannya. Adapun kalian dikeluarkan dari surga itu persoalah lain yang terjadi setelah aku memakan buah tersebut. Mengeluarkan kalian dari surga itu buka perbuatanku, tapi memang sudah ditentukan oleh Allah Swt.

Karena itu, aku tak pernah mengeluarkan diriku juga kalian dari surga. Ini semua merupakan ketentuan dan ketetapan dari Allah. Pasti ada hikmah di balik keputusan ini.”

Demikian adalah isi dari perdebatan nabi Musa as kepada nabi Adam as, di mana pada awalnya nabu Musa as menyalahkan nabi Adam as karena kita dikeluarkan dari surga karena perbuatan nabi Adam as. Sesungguhnya Allah Swt yang menghendaki bahwa nabi Adam as dan keturunannya tidak tinggal di surga. Akan tetapi, kelak Insya Allah kita akan kembali ke surga. Amin…

Semoga kisah perdebatan nabi Musa as dengan nabi Adam as bermanfaat untuk para pembaca. 

Sumber : Dialog iblis dan para nabi karya Ust. H.Aep Saepulloh D, M.A

Silahkan berkomentar . .
EmoticonEmoticon