MEMBUAT BAHAN AJAR INOVATIF

     Iklan (Tutup K!k 2x)
     Iklan (Tutup K!k 2x)


MEMBUAT BAHAN AJAR INOVATIF


A.  Dari Bahan Ajar Konvensional ke Bahan Ajar Inovatif

Bahan ajar merupakan segala bahan baik itu informasi, alat, maupun teks yang disusun secara sistematis, yang menampilkan kompetensi yang akan dikuasai peserta didik dan digunakan dengan proses pembelajara. Adapun contoh dari bahan ajar antara lain: modul, buku pelajaran, LKS, handout, model, bahan ajar interaktif, bahan ajar audio, dan sebagainya.

Dari pengertian tersebut kita bisa mengetahui bahwa buku atau program audio video yang berisi materi pembelajaran telah dirabcang secara sistematis (walaupun dijual dipasaran bebas), disebut sebagai bahan ajar. Namun, jika tidak dirancang dengan sistematis, maka kita tidak bisa menyebutnya sebagai bahan ajar walaupun didalamnya berisi mareri pembelajaran. 

Dalam kehidupan sehari-hari, kita masih sering melihat banyaknya tenaga pendidik yang menggunakan bahan ajar konvensional, yaitu bahan ajar yang tinggal beli dan tinggal pakai, tanpa adanya upaya untuk menyiapkan dan menyusunnya sendiri. Bentuk bahan ajar konvensional biasanya berupa buku teks pelajaran yang dijualbelikan di toko-toko, buku sumbangan dari pemerintah, dan LKS yang dibeli melalui para penyalur.

Namun, kita tentu tahu bahwa pembelajaran yang menarik, efektif, dan efisien membutuhkan bahan ajar yang tidak cukup haya seperti itu. Seorang pendidik dituntut kreativitasnya untuk mampu menyusun bahan ajar yang inovatif, kreatif, menarik, variatif, dan sesuai dengan tingkat kebutuhan peserta didik. Maka dari itu, ketika bahan ajar dibuat oleh pendidik, pembelajaran akan lebih menarik dan tidak membosankan bagi peserta didik. Akan tetapi, sayang sekali karena hal seperti itu jarang dilakukan oleh sebagian besar pendidik di negeri ini. Oleh karena itu, wajar jika kualitas pendidikan kita kualitasnya masih rendah.

Adapun perbedaan antara penggunaan bahan ajar konvensional dan bahan ajar inovatif dalam proses pembelajaran sangat signifikan. Mutu pembelajaran menjadi rendah ketika pendiidk hanya terpaku pada berbagai bahan ajar konvensional tanpa adanya kreativitas untuk mengembangkan bahan ajar tersebut secara inovatif.

Namun, berbeda halnya jika kita mempunyai keberanian untuk mendobrak kebiasaan buruk seperti rasa malas rasa malas untuk berupaya menciptakan bahan ajar sendiri yang lebih menarik, lebih variatif, dan sesuai denga konteks kebutugan peserta didik. malalui artikel ini, mari kita sebagai pendidik memulai langkah positif memajukan pendidikan di negeri ini melalui pembuatan bahan ajar  yang inovatif.

B.  Potensi Sumber Belajar yang Melimpah

Sumber belajar mempunyai peran yang sangat besar dalam hubungannya dengan penyusunan bahan ajar. Sumber belajar menurut Sudjana adalah segala daya yang dapat dimanfaatkan guna memberi kemudahan kepada seseorang dalam belajarnya.

Sumber belajar sangatlah melimpah ada di sekeliling kita. Kita bisa memungut dan mengolahnya kapan saja. Kita bisa memungut dan mengolahnya kapan saja. Di sini tinggal bagaimana kemauan dan kemampuan kita sebegai pendidik untuk memanfaatkan dan mengolahnya menjadi bahan ajar yang menarik dan inovatif. Maka sangat disayangkan jika ada pendidik yang kesulitan dalam menemukan sumber belajar.

C.  Pentingnya Pembuatan Bahan Ajar di Dunia Pendidikan

Pembuatan bahan ajar yang menarik dan inovatif adalah suatu hal yang sangat penting dan juga tuntutan bagi setiap guru sebagai pendidik. Hal ini mengingat pekerjaan membuat bahan ajar memiliki kontribusi yang sangat besar bagi keberhasilan proses pembelajaran yang kita lakukan. Dengan menyadari hal ini, kita tidak lagi meremehkan dan mengesampingkan pembuatan bahan ajar. Akan tetapi, kita benar-benar dapat lebih serius menekuni dan mengerjakan pembuatan bahan ajar dengan penuh rasa tanggung jawab dan dedikasi yang tinggi.

Perlu disadari bahwa sumber belajar sangat penting artinya dalam menyusun suatu bahan ajar. oleh karena itu, keberadaan sumber belajar memiliki 3 (tiga) tujuan utama dalam proses pembelajaran, yaitu memperkaya  informasi yang diperlukan dalam menyusun bahan ajar, dapat digunakan oleh penyusun bahan ajar, dan memudahkan bagi peserta didik untuk mempelajari suatu kompetensi tertentu.

Adapun kegunaan sumber belajar sebenarnya tidak terlepas dari tujuan agar sumber belajar itu menjadi lebih bermakna. Maka, kita sebagai pendidik dituntut untuk dapat secara kreatif mendesain suatu bahan ajar yang memungkinkan perserta didik dapat secara langsung memanfaatkan sumber belajar yang sudah ada.

D.  Fungsi Pembuatan Bahan Ajar

Fungsi pembuatan bahan ajar diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu fungsi bahan ajar menurut strategi pembelajaran yang dipakai, dan fungsi bahan ajar menurut pihak yang menggunakan atau memanfaatkan bahan ajar.

1.   Fungsi bahan ajar berdasarkan strategi pembelajaran
Berdasarkan strategi yang digunakan dalam pembelajaran, fungsi bahan ajar dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu fungsi bahan ajar dalam pembelajaran klasikal, pembelajaran individual, dan pembelajaran kelompok.
a.   Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran klasikal
·      Sebagai pendukung dalam proses pembelajaran yang diselenggarakan di sekolah
·      Sebagai satu-satunya sumber informasi dan pengawas dalam proses pembelajaran

b.   Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran individual
·      Sebagai media utama dalam kegiatan pembelajaran
·      Sebagai alat untuk menyusun dan mengawasi siswa dalam belajar
·      Sebagai penunjang media pembelajaran lainnya

c.   Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran kelompok
·      Sebagai bahan yang terintegrasi dengan proses belajar kelompok
·      Sebagai bahan tambahan sebagai pendukung bahan ajar yang utama

2.   Fungsi bahan ajar berdasarkan pihak yang menggunakan
Berdasarkan pihak yang menggunakan bahan ajar, fungsi bahan ajar digunakan oleh dua pihak, yaitu fungsi bahan ajar bagi pendidik atau guru dan fungsi bahan ajar bagi peserta didik atau siswa
a.   Fungsi bahan ajar bagi guru atau pendidik
·      Waktu guru dalam mengajar menjadi hemat
·      Peran guru menjadi berubah dari sebagai pengajar menjadi sebagai fasilitator
·      Proses pembelajaran menjadi  lebih efektif dan interaktif
·      Sebagai pedoman bagi guru dalam kegiatan aktivitas di kelas
·      Sebagai alat evaluasi dari kegiatan pembelajaran

b.   Fungsi bahan ajar bagi siswa atau peserta didik
·      Siswa bisa belajar tanpa harus ada guru atau teman belajar lain
·      Siswa bisa belajar kapan saja dan di mana saja yang ia inginkan
·      Siswa bisa belajar sesuai kecepatannya masing-masing
·      Membantu potensi siswa agar menjadi pembelajar yang mandiri
·      Sebagai pedoman bagi siswa dalam menjalankan aktivitas pembelajarannya.

E.  Tujuan Pembuatan Bahan Ajar

Ada empat hal pokok yang menjadi tujuan dari pembuatan bahan ajar, yaitu :
1.    Pembuatan bahan ajar bertujuan untuk dapat membantu siswa dalam mempelajari sesuatu
2.    Pembuatan bahan ajar bertujuan menyediakan pilihan dari berbagai bahan ajar yang ada
3.    Pembuatan bahan ajar bertujuan memberikan kemudahan untuk siswa dalam kegiatan pembelajaran
4.    Pembuatan bahan ajar bertujuan kegiatan pembelajaran menjadilebih menarik

F.  Manfaat Pembuatan Bahan Ajar

Kegunaan atau manfaat bahan ajar dapat didasarkan kepada pengguna dari bahan ajar itu sendiri, yaitu manfaat bagi guru atau pendidik dan kegunaan bagi siswa atau peserta didik.
1.    Manfaat pembuatan bahan ajar bagi guru atau pendidik
Paling tidak, ada tiga manfaat yang didapat oleh guru atau pendidik ketika bersedia membuat bahan ajar, antara lai :
a.    Guru akan mempunyai bahan ajar yang dapat membantu dalam kegiatan belajar mengajar
b.    Bahan ajar dapat diakui sebagai karya dari guru yang bersangkutan untuk menambah angka kredit
c.    Menambah pendapatan dari penerbitan karyanya

2.    Manfaat pembuatan bahan ajar bagi siswa atau peserta didik
Apabila bahan ajar yang disediakan atau diberikan kepada siswa itu menarik dan inovatif, maka siswa atau peserta didik akan memperoleh manfaat sebagai berikut :
a.    Kegiatan pembelajaran di kelas menjadi lebih menarik
b.    Siswa dapat menjadi lebih mandiri dalam belajar
c.    Siswa memperoleh kemudahan dalam memperoleh informasi terkait kompetensi yang harus dikuasai.

G. Unsur-Unsur dalam Bahan Ajar yang Perlu Dipahami

Bahan ajar merupakan sebuah susunan atas bahan-bahan yang berhasil dikumpulkan dan berasal dari berbagai sumber belajar yang dibuat secara runtut dan sistematis. Oleh karena itu, bahan ajar mengandung unsur-unsur tertentu. Untuk mampu membuat bahan ajar, kita harus bisa memahami unsur-unsur dalam bahan ajar.

Setidaknya unsur-unsur atau komponen-komponen dalam bahan ajar ada enam. Unsur-unsur bahan ajar antara lain: petunjuk belajar, kompetensi yang harus dicapai, informasi pendukung, latihan-latihan, petunjuk kerja, dan evaluasi. Berikut ini merupakan penjelasan tentang unsur-unsur dalam bahan ajar yang bisa kita jadikan dasar dalam pembuatan bagan ajar.

1.   Unsur 1: Petunjuk Belajar
Unsur pertama dalam bahan ajar meliputi petunjuk bagi pendidik atau peserta didik. Di dalam petunjuk belajar, dijelaskan tentang bagaimana pendidik sebaiknya mengajarkan materi kepada peserta didik dan bagaimana pula peserta didik mempelajari materi yang ada dalam bahan ajar tersebut. Denganadanya petunjuk belajar ini, diharapkan peserta didik khususnya tidak salah dalam mempelajari bahan ajar.

2.   Unsur 2: Kompetensi yang Harus Dicapai
Maksud dari unsur kedua dalam bahan ajar ini adalah harus ada kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. Sebagai pendidik, kita harus menjelaskan dan menuliskan dalam bahan ajar yang kita susun tersebut dengan berbagai kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. Dengan demikian, jelaslah tujuan yang harus dicapai oleh peserta didik.

3.   Unsur 3: Informasi Pendukung
Informasi pendukung merupakan berbagai informasi yang sifatnya tambahan yang dapat digunakan untuk melengkapi bahan ajar, sehingga peserta didik semakin mudah untuk menguasai pengetahuan yang akan mereka peroleh. Selain itu, pengetahuan yang diperoleh peserta didik akan semakin komprehensif.

4.   Unsur 4: Latihan-Latihan
Unsur keempat dalam bahan ajar ini merupakan suatu bentuk tugas yang diberikan kepada peserta didik untuk melatih kemampuan mereka setelah mempelajari bahan ajar. Dengan demikian, kemampuan yang mereka pelajari akan semakin terasah dan terkuasai denga matang.

5.   Unsur 5: Petunjuk Kerja atau Lembar Kerja
Petunjuk kerja atau lembar kerja adalah satu lembar atau beberapa lember kertas yang berisi sejumlah langkah prosedural cara pelaksanaan aktivitas atau kegiatan tertentu yang harus dilakukan oleh peserta didik berkaitan dengan praktik dan lain sebagainya. Misalnya, petunjuk pelaksaan praktik dalam mata pelajaran IPA di MI untuk observasi pertumbuhan kecambah di laboratorium.

6.   Unsur 6: Evaluasi
Unsur terakhir yang harus ada dalam bahan ajar yaitu evaluasi. Evaluasi merupakan salah satu bagian dari proses penilaian. Sebab, dalam unsur evaluasi terdapat sejumlah pertanyaan yang ditunjukkan kepada peserta didik untuk mengukur seberapa jauh penguasaan kompetensi yang berhasil mereka kuasai setelah mengikuti proses pembelajaran. Dengan demikian, dengan adanya unsur evaluasi kita dapat mengetahui efektifitas bahan ajar yang kita buat ataupun proses pembelajaran yang kita selenggarakan pada umumnya. Jika di kemudian hari peserta didik yang belum menguasai, maka diperlukan perbaikan (remidial) dan penyampurnaan kegiatan pembelajaran. Begitu juga sebaliknya, jika ada peserta didik yang sudah bisa menguasai kompetensi yang ada, maka diperlukan pengayaan bagi peserta didik tersebut.

H.  Perbedaan Sumber Belajar dan Bahan Ajar

Sumber belajar adalah segala sesuatu baik itu benda, data, fakta, ide, orang dan lain sebagainya yang bisa menimbulkan proses belajar. Sedangkan bahan ajar adalah segala bahan baik itu informasi, alat, maupun teks yang disusun secara sistematis yang menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai oleh peserta didik dan digunakan untuk pembelajaran. Secara tegas, ada tiga perbedaan utama antara sumber belajar dan bahan ajar.

Perbedaan Sumber Belajar dan Bahan Ajar yang Pertama
Sumber belajar adalah bahan mentah untuk penyusunan bahan ajar, sedangkan bahan ajar adalah bahan jadi yang merupakan hasil ramuan dari bahan-bahan yang diperoleh dari sumber belajar.

Perbedaan Sumber Belajar dan Bahan Ajar yang Kedua
Sumber belajar adalah segala bahan yang baru memiliki kemugkinan untuk dapat dijadikan sebagai bahan ajar, sedangkan bahan ajar adalah bahan yang sudah secara aktual dirancang secara sadar dan sistematis untuk pencapaian kompetensi peserta didik.

Perbedaan Sumber Belajar dan Bahan Ajar yang ketiga
Semua buku, program audio, video, dan komputer yang berisi materi pembelajaran yang dengan sengaja dirancang secara sistematis, walaupun dijual di pasar bebas, maka bahan-bahan tersebut disebut sebagai bahan ajar. Akan tetapi jika bahan-bahan tersebut tidak sengaja dirancang dan sistematis, maka kita tidak bisa menyebutnya sebagai bahan ajar, melainkan sumber belajar.

Pustaka : Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Kreatif karya Andi Prastowo

Silahkan berkomentar . .
EmoticonEmoticon