Friday, June 17

Sungguh Luar Biasa, Inilah Kisah Bayi Masyitah yang Bisa Bicara

Inilah Kisah Bayi Masyitah yang Bisa Bicara


Sungguh Luar Biasa, Inilah Kisah Bayi Masyitah yang Bisa Bicara

Dikisahkan ada empat bayi yang bisa bicara, yaitu nabi Isa berbicara ketika masih bayi, bayi yang bicara dalam kisah Juraij, bayi yang menjadi saksi dalam kisah nabi Yusuf as, dan bayi putra Masyitah.

Kisah bayi nabi Isa yang bisa berbicara ketika bayi dan kisah bayi yang menjadi saksi kenenaran nabi Yusuf sudah di bahas pada artikel sebelumnya. Pada kesempatan kali ini, akan kita ceritakan tentang kisah bayi yang bisa bicara lainnya yaitu kisah bayi Masyitah yang bisa bicara.


Kisah bayi Masyitah yang bisa bicara dikisahkan oleh Ibnu Abbas dari Rasulullah Saw. Berikut ini kisah bayi Masyitah yang bisa bicara.

Ketika Rasulullah Saw di isra’kan, tiba-tiba Rasulullah Saw mencium bau yang sangat harum. Rasulullah Saw bertanya kepada malaikat Jibril tentang asal bau harum yang beliau cium. Jibril menjawab bahwa bau harum itu berasal dari bau harum  Masyitah bint Firaun dan putra putranya. Rakhirnya Rasulullah meminta agar malaikat Jibril untuk menceritakan kisah Masyitah bint Firaun yang mengeluarkan bau harum.

Suatu hari ketika Masyitah sedang menyisir salah satu rambut salah seorang putri Firaun, tiba-tiba sisirnya jatuh dari tangan. Sambil mengambil sisir, Masyitah mengucapkan bismillah (dengan menyebut nama Allah). Mendengar ucapan itu, putri Firaun terkejut. Ia baru mendengar kata itu dan ia belum pernah mendengar perkataan seperti itu dari orang-orang yang menyembah ayahnya.

“Ayahku?” tanya putri Firaun
“Bukan. Tuhanku, Tuhan kamu, juga tuhan ayah kamu adalah Allah,” kata Masyitah

Mendengar jawaban Masyitah, putri Firaun langsung bangun dengan penuh tanda tanya, “Kamu mempunyai tuhan selain ayahku?”

Dengan tenang dan penuh keyakinan, Masyitah menjawab: Iya, tuhanku, tuhanmu, dan tuhan ayahmu adalah Allah.

Dan kabar itu segera mencapai kuping Firaun. Maka, ia segera memanggil Masyitah

Betulkah kamu mempunyai tuhan selain aku? “Tuhanku dan tuhan tuan adalah Allah,” Kata Masyitah

Mendengar itu, Firaun marah bukan main. Ia segera memeritahkan pengawalnya agar menyiapkan periuk besar yang terbuat dari tembaga. Kemudian, periuk itu diisi minyak dan dipanaskan dengan api yang sangat besar. Priuk itu disiapkan untuk Masyitah bersama putra-putranya untuk dilemparkan ke dalamnya.

“Sebelum aku dan putra-putraku dilemparkan ke dalam periuk itu, bolehkah aku mengajukan satu permintaan?” Tanya masyitah dengan tegar.

“Permohonan Apa?” tanya Firaun dengan ketus

Masyitah memohon tolong agar tulang-tulangnya dan tulang anak-anaknya ini dikumpulkan dalam satu kain lalu dikuburkan di satu tempat.

Firaun pun mengabulkan permohonan Masyitah.

Tidak lama kemudian satu persatu putra-putra Masyitah dilemparkan ke dalam periuk besar yang berisi air mendidih. Sampai akhirnya, tiba giliran putranya yang masih bayi merah. Masyitah menatap wajah putranya dengan penuh kasih sayang. Hatinya terasa sangat berat jika putranya yang masih merah itu harus juga mengikuti nasib kaka-kakak dan ibunya.

Namun di tengah rasa sedih dan berat itu, tiba-tiba Allah menunjukkan kekuasaanya; bayi merah itu dapat berbicara.

Kepada ibunya bayi itu berkata, “Ibuku tersayang, janganlah engkau ragu dan berat, loncatlah ke periuk itu. Sesungguhnya siksa di dunia lebih ringan ketimbang dengan siksa di akhirat kelak.” Mendegar itu, Masyitah kian mantap dengan keyakinannya, Masyitah pun loncat bersama bayi merahnya itu.


Demikian kisah tentang bayi Masyitah yang bisa bicara. Semoga dengan membaca kisah bayi Masyitah yang bisa bicara dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt.

Silahkan berkomentar . .
EmoticonEmoticon