Tuesday, June 28

ISI BAHAN AJAR ITU ADA 3 (TIGA), INI PENJELASANNYA

ISI BAHAN AJAR ITU ADA 3 (TIGA), INI PENJELASANNYA


ISI BAHAN AJAR ITU ADA 3 (TIGA), INI PENJELASANNYA


Setalah kita mengetahui jenis-jenis dari bahan ajar yang telah dipelajari pada tuisan sebelumnya, pada kesempatan kali ini untuk mempelajari lebih dalam lagi tentang bahan ajar, maka akan dipelajari tentang isi dari bahan ajar. Akan tetapi, sebelum kita membahas tentang isi dari bahan ajar, maka perlu diingatkan kempali tentang pengertian dari bahan ajar.


Secara garis besar, bahan ajar adalah pengetahuanm keterampilan, dan sikap yang wajib dipelajari oleh siswa atau peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditentukan. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat diketahui bahwa bahan ajar mengandung 3 (tiga) isi yang substansinya meliputi tiga jenis, yaitu: 1) pengetahuan yang terdiri dari konsep, fakta, prosedur, dan prinsip, 2) keterampilan, dan 3) sikap atau nilai. Berikut penjelasan tentang 3 (tiga) isi dari bahan ajar.


Isi Bahan Ajar yang Pertama : Pengetahuan

Isi dari bahan ajar yang pertama kita pelajari yaitu pengetahuan. Pengetahuan meliputi konsep, fakta, prosedur, dan prinsip. Namun terkadang, kita kesulitan untuk memberikan pengertian pada keempat materi pembelajaran yang disebutkan tadi. Oleh karena itu, akan kita bahas satu persatu perbedaan antara keempat unsur dari pengetahuan yang terdiri dari konsep, fakta, prosedur, dan prinsip.
1.    Konsep
Konsep dalam bahan ajar adalah segala hal yang wujudnya berupa pengertian-pengertian yang dapat muncul sebagai hasil dari pemikitan yang meliputi pengertian, definisi, ciri khusus, inti atau isi, hakikat, dan lain sebagainya.
Contoh dari konsep yaitu : Hukum ialah peraturan yang wajib di taati atau dipatuhi, pelaku dari pelanggaran hukum tersebut akan dikenai sanksi perdata atau pidana.
2.    Fakta
Segala hal yang berwujud kebenaran dan kenyataan, meliputi nama-nama objek, lambang, peristiwa sejarah, nama orang, nama tempat, nama bagian atau komponen suatu benda, dan sebagainya.
Cantoh dari fakta adalah : Ujung Pandang berada di Sulawesi Selatan, Ibu kota negara Indonesia yaitu Jakarta, Dalam satu minggu ada tujuh hari, Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus tahun 1945.
3.    Prosedur
Prosedur yaitu langkah-langkah yang sistematis atau urut dalam mengerjakan suatu aktivitas tertentu dan kronologi dari suatu sistem.
Contoh dari Prosedur yaitu : langkah-langkah membuat bahan ajar antara lain meliputi hal-hal sebagai berikut : 1) Langkah pertama yaitu menyusun analisis kebutuhan bahan ajar yang di dalamnya terdiri atas analisis kurikulum, analisis sumber belajar, serta memilih dan menentukan jenis bahan ajar, 2) Langkah kedua yaitu membuat peta bahan ajar. 3) Langkah ketiga yaitu membuat bahan ajar sesuai dengan strukturnya.
4.    Prinsip
Prinsip yaitu hal-hal pokok, utama, dan mempunyai posisi yang paling penting, meliputi rumus, dalil, postulat, adagium, teori, serta hubunga antar konsep yang menggambarkan dampak sebab akibat.
Contoh dari prinsip yaitu : Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Maka dari itu, jika kita membuat selokah pembuangan air harus menurun dan tidak boleh datar.

Isi Bahan Ajar yang Kedua : Keterampilan

Isi dari bahan ajar yang harus ada kedua yaitu keterampilan. Keterampilan adalah materi atau bahan yang ada hubungannya dengan kemampuan mengembangkan ide, memilih bahan, menggunakan bahan, menggunakan peralatan, dan teknik kerja. Dilihat dari tingkatan terampilnya seseorang, aspek keterampilan dapat dibedakan menjadi gerak awal, semi rutin, dan rutin (terampil). Keterampilan itu sendiri perlu disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, dengan memperhatikan aspek minat, bakat, dan harapan peserta didik tersebut. Tujuannya adalah agar peserta didik mampu mencapai penguasaan keterampilan bekerja (prevocational skill) yang secara integral di tunjang oleh keterampilan hidup (life skill)

Isi Bahan Ajar yang Ketiga : Sikap atau Nilai

Bahan ajar sikap atau nilai adalah bahan untuk pembelajaran yang berkenaan dengan sikap yang ilmiah. Sikap-sikap yang dimaksud yaitu :
1.      Nilai kebersamaan
Nilai kebersamaan dalam belajar yaitu nilai yang menunjukkan bahwa peserta didik bisa bekerja berkelompok dengan orang lain yang berbeda agama, suku, dan status sosial.
2.      Nilai kejujuran
Nilai kejujuran dalam belajar yaitu nilai yang menunjukkan bahwa peserta didik mampu jujur dalam melaksanakan observasi atau eksperimen, serta tidak memanipulasi data dari hasil observasinya
3.      Nilai kasih sayang
Nilai kasih sayang memberikan pengertian bahwa peserta didik tidak membeda-bedakan orang lain yang memiliki karakter dan kemampuan ekonomi sosial yang berbeda, karena semua itu adalah makhluk ciptaan tuhan yang maha kuasa.
4.      Nilai tolong menolong
Nilai tolong menolong mengajarkan peserta didik mau membantu orang lain yang membutuhkan tanpa meminta adan mengharapkan balas jasa dalam bentuk apapun.
5.      Nilai semangat dan minat belajar
Nilai semangat dan minat belajar yaitu peserta didik mempunyai minat, semangat, dan rasa ingin tau yang besar dalam belajar.
6.      Nilai semangat bekerja
Nilai semangat bekerja mengajari peserta didik mempunayi rasa untuk bekerja keras dan belajar dengan giat.
7.      Bersedia menerima pendapat orang lain
Bersedia menerima pendapat orang lain dengan bersikap legowo, tidak alergi terhadap kritik, serta menyadari kesalahannya sehingga saran dari orang lain dapat diterima dengan hati yang terbuka dan tidak merasa sakit hati.

Demikian penjelasan tentang isi dari bahan ajar yang harus ada ketika kita membuat bahan ajar. Tentu sekarang pengetahuan kita menjadi terbuka. Berikutnya kita tinggal memanfaatkan sumber daya yang ada untuk membuat bahan ajar yang seinovatif mungkin, dengan demikian pembelajaran bisa lebih menarik menyenangkan, dan tidak membosankan. Sehingga peserta didik bisa melalui proses pembelajaran dengan semaksimal mungkin. Dan yang jelas, sudah tidak ada lagi alasan bagi peserta didik untuk meninggalkan proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Bahkan, mereka mungkin menjadi ketagihan dan senantiasa menanti-nantikan momen kegiatan pembelajaran bersama kita.


Pustaka : Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Kreatif karya Andi Prastowo

3 JENIS BAHAN AJAR YANG PERLU KITA KETAHUI

3 JENIS BAHAN AJAR YANG PERLU KITA KETAHUI


3 JENIS BAHAN AJAR YANG PERLU KITA KETAHUI


Kita telah mengetahui bersama pada penjelasan sebelumnya bahwa bahan ajar berbeda dengan sumber belajar. Sumber belajar mempunyai berbagai jenis dan bentuk. Para ahi telah membuat beberapa kategori untuk jenis-jenis bahan ajar. Jenis-jenis bahan ajar dapat diklasifikasikan berdasarkan sifatnya, cara kerjanya, dan sifaatnya. Berikut ini akan diuraikan tentang jenis-jenis bahan ajar.

1.   Jenis Bahan Ajar Menurut Bentuknya

Jenis bahan ajar menurut bentuknya dibedakan menjadi empat macam, yaitu bahan ajar interaktif, bahan ajar audio visual, bahan ajar audio, dan bahan ajar cetak.
a.    Bahan ajar interaktif (interactive teaching materials)
Bahan ajar  interaktif adalah kombinasi dari dua media atau lebih meliputi audio, teks, grafik, gambar, animasi, animasi, dan video, yang oleh penggunaanya diberi perlakuan untuk mengendalikan suatu perintah dan perilaku alami dari suatu presentasi. Contoh dari bahan ajar interaktif adalah compact disk interactive.
b.    Bahan ajar audio visual
Bahan ajar audio visual adalah segala sesuatu yang memungkinkan sinyal audio (berupa suara) dapat dikombinasikan dengan video (gambar) bergerak secara sekuensial. Contoh dari bahan ajar pandang dengar adalah video atau film.
c.    Bahan ajar audio
Bahan ajar audio yakni semua sistem yang menggunakan sinyal radio secara langsung, yang dapat didengar atau dimainkan oleh seseorang atau sekelompok orang. Contoh dari bahan ajar audio adalah kaset, piringan hitam, dan radio.
d.    Bahan ajar cetak (printed)
Bahan ajar cetak adalah sejumlah bahan ajar yang disiapkan melalui kertas yang bisa berfungsi untuk kebutuhan pembelajaran informasi. Contoh dari bahan ajar cetak adalah buku, modul, LKS, handout, dan sebagainya.

2.   Jenis Bahan Ajar Menurut Cara Kerjanya

Bahan ajar menurut cara kerjanya dibedakan menjadi lima macam, yaitu bahan ajar komputer, bahan ajar audio, bahan ajar video, bahan ajar yang tidak diproyeksikan, bahan ajar yang diproyeksikan, dan
a.    Bahan ajar komputer
Bahan ajar komputer yaitu berbagai jenis bahan ajar non cetak yang membutuhkan komputer untuk menayangkan sesuatu untuk proses belajar. Contoh dari bahan ajar komputer adalah computer based multimedia dan computer mediated instruction.
b.    Bahan ajar audio
Bahan ajar audio adalah bahan ajar yang berupa sinyal audio yang direkam dalam suatu media rekam. Untuk menggunakannya, kita mesti memerlukan alat pemain (player) media rekam tersebut seperti tape compo, CD player, multimedia player, dan lain sebagainya. Contoh bahan ajar audio adalah kaset, CD, flash disk, dan lain sebagainya.
c.    Bahan ajar video
Bahan ajar video adalah bahan ajar yang membutuhkan alat untuk memutar dan biasanya berbentuk video tape player, VCD player, DVD player, dan sebagainya. Bahan ajar video hampir sama dengan bahan ajar yang berbentuk audio, maka bahan ajar video juga membutuhkan media simpan atau rekam untuk menyimpan materi dari bahan ajar. Hanya saja bahan ajar ini dilengkapi dengan gambar. Sehingga, dalam tampilan video dapat diperoleh sebuah sajian gambar dan suara secara bersamaan. Contoh dari bahan ajar video yaitu video, film, dan lain sebaginya.
d.    Bahan ajar tidak diproyeksikan
Bahan ajar yang tidak diproyeksikan yaitu bahan ajar yang tidak memerlukan perangkat untuk memproyeksikan isi di dalamnya, sehingga peserta didik dpat langsung mempergunakan bahan ajar tersebut dengan membaca, melihat, dan mengamati. Contoh dari bahan ajar yang tidak diproyeksikan adalah foto, diagram, displai, model, dan sebagainya.
e.    Bahan ajar diproyeksikan
Bahan ajar yang diproyeksikan adalah bahan ajar yang membutuhkan protektor agar bisa dimanfaatkan oleh peserta didik. contoh dari bahan ajar  yang diproyeksikan adalah slide, filmstrips, dan proyeksi komputer.

3.   Jenis Bahan Ajar Menurut Sifatnya

Jenis bahan ajar menurut sifatnya oleh Rowntree digabi menjadi empat macam, yaitu bahan ajar cetak, bahan ajar berbasis teknologi, bahan ajar untuk praktik dan bahan ajar untuk keperluan interaksi. Berikut penjelasan tentang jenis bahan ajar menurut sifatnya.
a.    Bahan ajar berbasis cetak
Contoh dari bahan ajar berbasis cetak adalah buku, pamflet, panduan belajar siswa, bahan tutorial, buku kerja siswa, majalah, koran, peta, dan lain sebagainya.
b.    Bahan ajar berbasis teknologi
Bahan ajar berbasis teknologi contohnya yaitu siaran radio, film, siaran televisi, video interaktif, multimedia, audio cassette, slide, filmstrips, cideo cassettes, dan computer based tutorial.
c.    Bahan ajar untuk praktik
Contoh dari bahan ajar yng digunakan untuk prakik atau proyek adalah lembar wawancara, lembar observasi, kit sains dan lain sebagainya.
d.    Bahan ajar untuk keperluan interaksi
Bahan ajar yang diperlukan untuk keperluan interaksi antara pendidik dan peserta didik (terutama untuk keperluan pendidikan jarak jauh), misalnya telpon, HP, video converencing, dan lain sebagainya.

Demikian penjelasan tentang jenis-jenis bahan ajar dapat diklasifikasikan berdasarkan sifatnya, cara kerjanya, dan sifaatnya. Semoga dapat memberikan manfaat bagi para pembaca

Pustaka : Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Kreatif karya Andi Prastowo

Monday, June 27

KATEGORI DAN BENTUK SUMBER BELAJAR YANG HARUS KITA TAHU

KATEGORI DAN BENTUK SUMBER BELAJAR


KATEGORI DAN BENTUK SUMBER BELAJAR


Sebelumnya kita telah membahas tentang membuat bahan ajar inovatif. Untuk mendalami tentang bahan ajar, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang sumber belajar lebih dalam. Sumber belajar yang akan kita bahas terdiri dari kategori sumber belajar dan bentuk sumber belajar.

A.  Kategori Sumber Belajar

Jika kita lakukan penelusuran ke berbagai literatur tentang teknologi pembelajaran, maka paling tidak kita akan menjumpai 3 (tiga) kategoti sumber belajar yaitu: sumber belajar menurut tujuan pembuatannya, sumber belajar menurut bentuk atau isinya dan sumber belajar menurut jenisnya. Berikut penjelasan tentang kategori sumber belajar.

1.   Kategori sumber belajar berdasarkan tujuan pembuatan
Association of Educational Communication and Technology (AECT) membagi sumber belajar berdasarkan tujuan pembuatan menjadi dua kelompok, yaitu:
a.   Sumber belajar yang dirancang (resources by design)
Sumber belajar yang dirancang adalah sumber belajar yang sengaja direncanakan untuk keperluan pembelajaran. Contohnya yaitu buku paket, LKS, Modul, petunjuk praktikum, dan lain sebagainya.
b.   Sumber belajar yang dimanfaatkan (resources by utilization)
Sumber belajar yang dimanfaatkan adalah segala sesuatu yang ada disekitar kita yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan belajar. Contohnya pasar, museum, kebun binatang, masjid, lapangan, dan lain sebagainya.

2.   Kategori sumber belajar berdasarkan bentuk atau isinya
Sementara itu, sumber balajar berdasarkan bentuk atau isinya dibedakan menjadi lima macam, yaitu benda, tempat atau lingkungan alam sekitar, orang, buku, peristiwa dan fakta yang sedang terjadi. Berikut penjelasan tentang bentuk-bentuk sumber belajar berdasarkan bentuk atau isinya.
a.   Benda
Benda adalah segala sesuatu yang memungkinkan terjadinya perubahan tingkah laku atau pengetahuan siswa. Contoh dari benda yang dapat dikategorikan sebagai sumber belajar adalah candi, situs, dan benda peninggalan lainnya.
b.   Tempat atau lingkungan alam sekitar
Arti dari tempat atau lingkungan alam sekitar yang dijadikan sebagai sumber balajar adalah di mana saja seseorang bisa melakukan perubahan tingkah laku (belajar). Contoh dari tempat yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar adalah museum, gunung, perpustakaan, kolam ikan, pasar, dan lain sebagainya.
c.   Orang
Orang bisa kita jadikan sebagai sumber belajar ketika orang tersebut memiliki kemampuan atau keahlian tertentu dimana seseorang dapat belajar sesuatu darinya. Contoh dari orang yang bisa kita jadikan sebagai syumber belajar adalah politisi, guru, ahli ekonomi, dan sebagainya.
d.   Buku
Buku sudah tentu bisa kita jadikan sebagai sumber belajar. Contoh dari buku yang bisa kita jadikan sebagai sumber belajar adalah buku pelajaran, kamus, buku teks, dan lain sebagainya.
e.   Peristiwa dan fakta yang sedang terjadi
Peristiwa atau fakta yang sedang terjadi dapat kita jadikan sebagai sumber belajar. Contoh dari peristiwa yang bisa kita jadikan sebagai sumber belajar adalah peristiwa kerusuhan, bencana alam, dan lain sebagainya.

3.   Kategori sumber belajar berdasarkan jenisnya
Sumber belajar berdasarkan jenisnya menurut pendapat Sudjana dan Rivai dibedakan menjadi enam jenis, yaitu pesan, manusia, bahan, peralatan, teknik atau metode, dan lingkungan. Berikut penjelasan tentang jenis-jenis sumber belajar.
a.   Pesan (massage)
Pesan sebagai sumber belajar adalah segala informasi yang diteruskan oleh sumber lain dalam bentuk fakta, ide, kata, arti, dan lain sebagainya. Contoh dari pesan yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar adalah isi buku, bidang studi kurikulum, serta informasi lainnya dalam media elektronik.
b.   Manusia (people)
Manusia disebut sebagai sumber belajar karena manusia bertindak sebagai penyimpan dan penyalur atau penyaji dari suatu informasi. Contoh dari orang yang bisa kita jadikan sumber belajar adalah guru atau dosen, instruktur, pustakawan, tokoh masyarakat, dan sebagainya.
c.   Bahan (materials)
Bahan sering disebut sebagai perangkat lunak (software) yaitu sesuatu yangmengandung pesan untuk disampaikan melalui penggunaan alat. Contohnya yaitu buku, majalah, dan film bingkai.
d.   Peralatan (device)
Berbeda dengan bahan yang biasa disebut sebagai software, peralatan disebut sebagai hardware. Yaitu segala sesuatu yang digunakan untuk menyajikan pesan yang ada dalam software. Contoh dari peralatan yang digunakan sebagai sumber belajar yaitu berbagai jenis proyektor dan komputer.
e.   Teknik atau metode (technique)
Teknik sebagai sumber belajar yaitu prosedur yang dipersiapkan untuk menggunakan bahan, peralatan, dan lingkungan guna menyampaikan pesan. Contoh dari teknik sebagai sumber belajar adalah ceramah, kulian, dan memimpin diskusi.
f.    Lingkungan (setting)
Lingkungan sebagai sumber belajar yaitu situasi orang yang menerima pesan, baik lingkungan fisik maupun non-fisik. Bentuk dari lingkugan fisik sebagai sumber belajar yaitu gedung, halaman, tata ruang, dan ruang baca. Sedangkan bentuk dari lingkungan non-fisik yaitu ventilasi udara, penerangan, dan suhu ruangan.

B.  Bentuk Sumber Belajar

Bentuk sumber belajar memiliki potensi yang melimpah yang ada di sekitar kita. Beberapa bentuk-bentuk sumber belajar yang ada di sekitar kita antara lain, buku, majalah, ensiklopedia, poster, brosur, film, internet, stodio, wawancara, pabrik, toko, kebun binatang, dan lain sebagainya.

Adapun yang dimaksud dengan bentuk-bentuk sumber belajar tersebut beberapa di antarannya dijelaskan secara rinci yaitu sebagai berikut.
1.      Buku,
Buku yakni lembar kertas yang berjilid baik ada tulisannya ataupun kosong, buku sebagai sumber belajar adalah buku yang berisi teks tertulis yang berisi ilmu pengetahuan. Ada berbagai jenis buku yang bisa kita jadikan sebagai sumber belajar, yaitu buku ajar, novel, komik, karya ilmiah, dan sebagainya.
2.      Brosur
Brosur yakni bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara sistematis. Brosur bisa juga dimaknai sebagai cetakan yang hanya terdiri atas beberapa jilid atau selebaran cetakan yang ebrisi keterangan singkat, tetapi lengkap atas informasi tertentu.
3.      Ensiklopedia
Ensiklopedia yaitu buku yang menghimpun keterangan atau uraian tentang berbagai hal dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan yang disusun menurut abjad atau lingkungan ilmu. Contoh dari ensiklopedia yang menjadi sumber belajar adalah ensiklopedia al Quran, ensiklopedia hewan, ensiklopedia flora, dan sebagainya.
4.      Model
Model sebagai sumber belajar yaitu barang tiruan yang ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan bentuk aslinya. Contoh dari model yang biasa digunakans ebagai sumber belajar adalah model pesawat terbang, sepeda motor, candi, dan sebagainya.
5.      Studio
Studio dapat juga kita jadikan sebagai sumber belajar. Studio yaitu ruang tempat bekerja (bagi tukang foto atau pelukis) atau ruang yang dipakai untuk menyiarkan acara radio atau televisi.
6.      Permainan
Permainan yaitu sesuatu yang digunakan untuk bermain, barang atau sesuatu yang dipermainkan, mainan, hal bermain, atau perbuatan bermain.
7.      Majalah
Majalah sebagai sumber belajar yaitu terbitan berkala yang isinya mencakup berbagai liputan yang bersifat jurnalistik dan pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca.
8.      Poster
Poster yaitu plakat yang dipasang di tempat umum, biasanya berupa pengumuman atau iklan
9.      Transparansi
Transparansi yaitu barang yang tembus cayaha, yang dipakai untuk menayangkan tulisan atau gambar pada media OHP
10.   Film
11.   Wawancara

Demikian penjalasan tentang kategori dan bentuk sumber belajar. Semoga penjelasan tentang sumber belajar bermanfaat bagi para pembaca.

Pustaka : Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Kreatif karya Andi Prastowo

MEMBUAT BAHAN AJAR INOVATIF


MEMBUAT BAHAN AJAR INOVATIF


A.  Dari Bahan Ajar Konvensional ke Bahan Ajar Inovatif

Bahan ajar merupakan segala bahan baik itu informasi, alat, maupun teks yang disusun secara sistematis, yang menampilkan kompetensi yang akan dikuasai peserta didik dan digunakan dengan proses pembelajara. Adapun contoh dari bahan ajar antara lain: modul, buku pelajaran, LKS, handout, model, bahan ajar interaktif, bahan ajar audio, dan sebagainya.

Dari pengertian tersebut kita bisa mengetahui bahwa buku atau program audio video yang berisi materi pembelajaran telah dirabcang secara sistematis (walaupun dijual dipasaran bebas), disebut sebagai bahan ajar. Namun, jika tidak dirancang dengan sistematis, maka kita tidak bisa menyebutnya sebagai bahan ajar walaupun didalamnya berisi mareri pembelajaran. 

Dalam kehidupan sehari-hari, kita masih sering melihat banyaknya tenaga pendidik yang menggunakan bahan ajar konvensional, yaitu bahan ajar yang tinggal beli dan tinggal pakai, tanpa adanya upaya untuk menyiapkan dan menyusunnya sendiri. Bentuk bahan ajar konvensional biasanya berupa buku teks pelajaran yang dijualbelikan di toko-toko, buku sumbangan dari pemerintah, dan LKS yang dibeli melalui para penyalur.

Namun, kita tentu tahu bahwa pembelajaran yang menarik, efektif, dan efisien membutuhkan bahan ajar yang tidak cukup haya seperti itu. Seorang pendidik dituntut kreativitasnya untuk mampu menyusun bahan ajar yang inovatif, kreatif, menarik, variatif, dan sesuai dengan tingkat kebutuhan peserta didik. Maka dari itu, ketika bahan ajar dibuat oleh pendidik, pembelajaran akan lebih menarik dan tidak membosankan bagi peserta didik. Akan tetapi, sayang sekali karena hal seperti itu jarang dilakukan oleh sebagian besar pendidik di negeri ini. Oleh karena itu, wajar jika kualitas pendidikan kita kualitasnya masih rendah.

Adapun perbedaan antara penggunaan bahan ajar konvensional dan bahan ajar inovatif dalam proses pembelajaran sangat signifikan. Mutu pembelajaran menjadi rendah ketika pendiidk hanya terpaku pada berbagai bahan ajar konvensional tanpa adanya kreativitas untuk mengembangkan bahan ajar tersebut secara inovatif.

Namun, berbeda halnya jika kita mempunyai keberanian untuk mendobrak kebiasaan buruk seperti rasa malas rasa malas untuk berupaya menciptakan bahan ajar sendiri yang lebih menarik, lebih variatif, dan sesuai denga konteks kebutugan peserta didik. malalui artikel ini, mari kita sebagai pendidik memulai langkah positif memajukan pendidikan di negeri ini melalui pembuatan bahan ajar  yang inovatif.

B.  Potensi Sumber Belajar yang Melimpah

Sumber belajar mempunyai peran yang sangat besar dalam hubungannya dengan penyusunan bahan ajar. Sumber belajar menurut Sudjana adalah segala daya yang dapat dimanfaatkan guna memberi kemudahan kepada seseorang dalam belajarnya.

Sumber belajar sangatlah melimpah ada di sekeliling kita. Kita bisa memungut dan mengolahnya kapan saja. Kita bisa memungut dan mengolahnya kapan saja. Di sini tinggal bagaimana kemauan dan kemampuan kita sebegai pendidik untuk memanfaatkan dan mengolahnya menjadi bahan ajar yang menarik dan inovatif. Maka sangat disayangkan jika ada pendidik yang kesulitan dalam menemukan sumber belajar.

C.  Pentingnya Pembuatan Bahan Ajar di Dunia Pendidikan

Pembuatan bahan ajar yang menarik dan inovatif adalah suatu hal yang sangat penting dan juga tuntutan bagi setiap guru sebagai pendidik. Hal ini mengingat pekerjaan membuat bahan ajar memiliki kontribusi yang sangat besar bagi keberhasilan proses pembelajaran yang kita lakukan. Dengan menyadari hal ini, kita tidak lagi meremehkan dan mengesampingkan pembuatan bahan ajar. Akan tetapi, kita benar-benar dapat lebih serius menekuni dan mengerjakan pembuatan bahan ajar dengan penuh rasa tanggung jawab dan dedikasi yang tinggi.

Perlu disadari bahwa sumber belajar sangat penting artinya dalam menyusun suatu bahan ajar. oleh karena itu, keberadaan sumber belajar memiliki 3 (tiga) tujuan utama dalam proses pembelajaran, yaitu memperkaya  informasi yang diperlukan dalam menyusun bahan ajar, dapat digunakan oleh penyusun bahan ajar, dan memudahkan bagi peserta didik untuk mempelajari suatu kompetensi tertentu.

Adapun kegunaan sumber belajar sebenarnya tidak terlepas dari tujuan agar sumber belajar itu menjadi lebih bermakna. Maka, kita sebagai pendidik dituntut untuk dapat secara kreatif mendesain suatu bahan ajar yang memungkinkan perserta didik dapat secara langsung memanfaatkan sumber belajar yang sudah ada.

D.  Fungsi Pembuatan Bahan Ajar

Fungsi pembuatan bahan ajar diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu fungsi bahan ajar menurut strategi pembelajaran yang dipakai, dan fungsi bahan ajar menurut pihak yang menggunakan atau memanfaatkan bahan ajar.

1.   Fungsi bahan ajar berdasarkan strategi pembelajaran
Berdasarkan strategi yang digunakan dalam pembelajaran, fungsi bahan ajar dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu fungsi bahan ajar dalam pembelajaran klasikal, pembelajaran individual, dan pembelajaran kelompok.
a.   Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran klasikal
·      Sebagai pendukung dalam proses pembelajaran yang diselenggarakan di sekolah
·      Sebagai satu-satunya sumber informasi dan pengawas dalam proses pembelajaran

b.   Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran individual
·      Sebagai media utama dalam kegiatan pembelajaran
·      Sebagai alat untuk menyusun dan mengawasi siswa dalam belajar
·      Sebagai penunjang media pembelajaran lainnya

c.   Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran kelompok
·      Sebagai bahan yang terintegrasi dengan proses belajar kelompok
·      Sebagai bahan tambahan sebagai pendukung bahan ajar yang utama

2.   Fungsi bahan ajar berdasarkan pihak yang menggunakan
Berdasarkan pihak yang menggunakan bahan ajar, fungsi bahan ajar digunakan oleh dua pihak, yaitu fungsi bahan ajar bagi pendidik atau guru dan fungsi bahan ajar bagi peserta didik atau siswa
a.   Fungsi bahan ajar bagi guru atau pendidik
·      Waktu guru dalam mengajar menjadi hemat
·      Peran guru menjadi berubah dari sebagai pengajar menjadi sebagai fasilitator
·      Proses pembelajaran menjadi  lebih efektif dan interaktif
·      Sebagai pedoman bagi guru dalam kegiatan aktivitas di kelas
·      Sebagai alat evaluasi dari kegiatan pembelajaran

b.   Fungsi bahan ajar bagi siswa atau peserta didik
·      Siswa bisa belajar tanpa harus ada guru atau teman belajar lain
·      Siswa bisa belajar kapan saja dan di mana saja yang ia inginkan
·      Siswa bisa belajar sesuai kecepatannya masing-masing
·      Membantu potensi siswa agar menjadi pembelajar yang mandiri
·      Sebagai pedoman bagi siswa dalam menjalankan aktivitas pembelajarannya.

E.  Tujuan Pembuatan Bahan Ajar

Ada empat hal pokok yang menjadi tujuan dari pembuatan bahan ajar, yaitu :
1.    Pembuatan bahan ajar bertujuan untuk dapat membantu siswa dalam mempelajari sesuatu
2.    Pembuatan bahan ajar bertujuan menyediakan pilihan dari berbagai bahan ajar yang ada
3.    Pembuatan bahan ajar bertujuan memberikan kemudahan untuk siswa dalam kegiatan pembelajaran
4.    Pembuatan bahan ajar bertujuan kegiatan pembelajaran menjadilebih menarik

F.  Manfaat Pembuatan Bahan Ajar

Kegunaan atau manfaat bahan ajar dapat didasarkan kepada pengguna dari bahan ajar itu sendiri, yaitu manfaat bagi guru atau pendidik dan kegunaan bagi siswa atau peserta didik.
1.    Manfaat pembuatan bahan ajar bagi guru atau pendidik
Paling tidak, ada tiga manfaat yang didapat oleh guru atau pendidik ketika bersedia membuat bahan ajar, antara lai :
a.    Guru akan mempunyai bahan ajar yang dapat membantu dalam kegiatan belajar mengajar
b.    Bahan ajar dapat diakui sebagai karya dari guru yang bersangkutan untuk menambah angka kredit
c.    Menambah pendapatan dari penerbitan karyanya

2.    Manfaat pembuatan bahan ajar bagi siswa atau peserta didik
Apabila bahan ajar yang disediakan atau diberikan kepada siswa itu menarik dan inovatif, maka siswa atau peserta didik akan memperoleh manfaat sebagai berikut :
a.    Kegiatan pembelajaran di kelas menjadi lebih menarik
b.    Siswa dapat menjadi lebih mandiri dalam belajar
c.    Siswa memperoleh kemudahan dalam memperoleh informasi terkait kompetensi yang harus dikuasai.

G. Unsur-Unsur dalam Bahan Ajar yang Perlu Dipahami

Bahan ajar merupakan sebuah susunan atas bahan-bahan yang berhasil dikumpulkan dan berasal dari berbagai sumber belajar yang dibuat secara runtut dan sistematis. Oleh karena itu, bahan ajar mengandung unsur-unsur tertentu. Untuk mampu membuat bahan ajar, kita harus bisa memahami unsur-unsur dalam bahan ajar.

Setidaknya unsur-unsur atau komponen-komponen dalam bahan ajar ada enam. Unsur-unsur bahan ajar antara lain: petunjuk belajar, kompetensi yang harus dicapai, informasi pendukung, latihan-latihan, petunjuk kerja, dan evaluasi. Berikut ini merupakan penjelasan tentang unsur-unsur dalam bahan ajar yang bisa kita jadikan dasar dalam pembuatan bagan ajar.

1.   Unsur 1: Petunjuk Belajar
Unsur pertama dalam bahan ajar meliputi petunjuk bagi pendidik atau peserta didik. Di dalam petunjuk belajar, dijelaskan tentang bagaimana pendidik sebaiknya mengajarkan materi kepada peserta didik dan bagaimana pula peserta didik mempelajari materi yang ada dalam bahan ajar tersebut. Denganadanya petunjuk belajar ini, diharapkan peserta didik khususnya tidak salah dalam mempelajari bahan ajar.

2.   Unsur 2: Kompetensi yang Harus Dicapai
Maksud dari unsur kedua dalam bahan ajar ini adalah harus ada kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. Sebagai pendidik, kita harus menjelaskan dan menuliskan dalam bahan ajar yang kita susun tersebut dengan berbagai kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. Dengan demikian, jelaslah tujuan yang harus dicapai oleh peserta didik.

3.   Unsur 3: Informasi Pendukung
Informasi pendukung merupakan berbagai informasi yang sifatnya tambahan yang dapat digunakan untuk melengkapi bahan ajar, sehingga peserta didik semakin mudah untuk menguasai pengetahuan yang akan mereka peroleh. Selain itu, pengetahuan yang diperoleh peserta didik akan semakin komprehensif.

4.   Unsur 4: Latihan-Latihan
Unsur keempat dalam bahan ajar ini merupakan suatu bentuk tugas yang diberikan kepada peserta didik untuk melatih kemampuan mereka setelah mempelajari bahan ajar. Dengan demikian, kemampuan yang mereka pelajari akan semakin terasah dan terkuasai denga matang.

5.   Unsur 5: Petunjuk Kerja atau Lembar Kerja
Petunjuk kerja atau lembar kerja adalah satu lembar atau beberapa lember kertas yang berisi sejumlah langkah prosedural cara pelaksanaan aktivitas atau kegiatan tertentu yang harus dilakukan oleh peserta didik berkaitan dengan praktik dan lain sebagainya. Misalnya, petunjuk pelaksaan praktik dalam mata pelajaran IPA di MI untuk observasi pertumbuhan kecambah di laboratorium.

6.   Unsur 6: Evaluasi
Unsur terakhir yang harus ada dalam bahan ajar yaitu evaluasi. Evaluasi merupakan salah satu bagian dari proses penilaian. Sebab, dalam unsur evaluasi terdapat sejumlah pertanyaan yang ditunjukkan kepada peserta didik untuk mengukur seberapa jauh penguasaan kompetensi yang berhasil mereka kuasai setelah mengikuti proses pembelajaran. Dengan demikian, dengan adanya unsur evaluasi kita dapat mengetahui efektifitas bahan ajar yang kita buat ataupun proses pembelajaran yang kita selenggarakan pada umumnya. Jika di kemudian hari peserta didik yang belum menguasai, maka diperlukan perbaikan (remidial) dan penyampurnaan kegiatan pembelajaran. Begitu juga sebaliknya, jika ada peserta didik yang sudah bisa menguasai kompetensi yang ada, maka diperlukan pengayaan bagi peserta didik tersebut.

H.  Perbedaan Sumber Belajar dan Bahan Ajar

Sumber belajar adalah segala sesuatu baik itu benda, data, fakta, ide, orang dan lain sebagainya yang bisa menimbulkan proses belajar. Sedangkan bahan ajar adalah segala bahan baik itu informasi, alat, maupun teks yang disusun secara sistematis yang menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai oleh peserta didik dan digunakan untuk pembelajaran. Secara tegas, ada tiga perbedaan utama antara sumber belajar dan bahan ajar.

Perbedaan Sumber Belajar dan Bahan Ajar yang Pertama
Sumber belajar adalah bahan mentah untuk penyusunan bahan ajar, sedangkan bahan ajar adalah bahan jadi yang merupakan hasil ramuan dari bahan-bahan yang diperoleh dari sumber belajar.

Perbedaan Sumber Belajar dan Bahan Ajar yang Kedua
Sumber belajar adalah segala bahan yang baru memiliki kemugkinan untuk dapat dijadikan sebagai bahan ajar, sedangkan bahan ajar adalah bahan yang sudah secara aktual dirancang secara sadar dan sistematis untuk pencapaian kompetensi peserta didik.

Perbedaan Sumber Belajar dan Bahan Ajar yang ketiga
Semua buku, program audio, video, dan komputer yang berisi materi pembelajaran yang dengan sengaja dirancang secara sistematis, walaupun dijual di pasar bebas, maka bahan-bahan tersebut disebut sebagai bahan ajar. Akan tetapi jika bahan-bahan tersebut tidak sengaja dirancang dan sistematis, maka kita tidak bisa menyebutnya sebagai bahan ajar, melainkan sumber belajar.

Pustaka : Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Kreatif karya Andi Prastowo