Tuesday, May 17

Hikmah Dibalik Penyebab Kekalahan Umat Islam dalam Perang Uhud

      Iklan (Tutup)
      Iklan
Hikmah Dibalik Penyebab Kekalahan Umat Islam dalam Perang Uhud

Latar Belakang dan Penyebab Perang Uhud
Setelah kalah dalam perang Badar, kafir Quraisy Makkah merencanakan untuk menyerang secara besar-besaran terhadap umat Islam. Pada bulan Ramadhan tahun 3 H/625 M, mereka berangkat menuju Madinah dengan membawa pasukan yang terdiri dari 3.000 pasukan berunta, 200 pasukan berkuda, dan 700 orang berbaju besi di bawah pimpinan Khalid bin Walid. ( Baca juga : Wajib Baca ! Pesan Nabi Muhammad Saw dalam Haji Wada’ kepada Umat Islam )

Proses Perang Uhud
Nabi Muhammad Saw mengetahui rencana itu melalui sepucuk surat dari Abbas bin Abdul Muthalib, pamannya, yang sudah menaruh simpati pada Islam. Pada mulanya Nabi Muhammad Saw umat Islam bertahan di dalam kota Madinah. Setelah mempertimbangkan saran dari para Sahabat, Nabi Muhammad Saw memutuskan untuk keluar kota Madinah. Kemudian Nabi Muhammad Saw berangkat dengan 1.000 tentara. Baru melewati Batas kota, Abdullah bin Ubay dengan 300 pengikutnya membelot dan kembali pulang. Tersisa 700 tentara, Nabi Muhammad Saw tetap melanjutkan perjalanan.

Nabi Muhammad Saw dan pasukannya tiba di bukit Uhud. Pegunungan Uhud terletak di sebelah utara Madinah. Nabi Muhammmad Saw menyusun strategi perang. Pasukan ditempatkan di belekang bukit dengan dilindungi oleh lima puluh pemanah mahir dibawah pimpinan Abdullah bin Zubair yang ditempatkan di lereng bukit yang cukup tinggi. Mereka ditugaskan untuk membendung pasukan berkuda  kafir Quraisy. Nabi Muhammad Saw berpesan agar para pemanah tidak meninggalkan tempat dengan alasan apapun.

Kekalahan Umat Islam dalam Perang Uhud
Pada awalnya, pasukan umat Islam berhasil memukul mundur pasukan kafir Quraisy. Pasukan umat Islam tergoda dengan harta benda yang ditinggalkan musuh. Mereka mengumpulkan harta rampasan dan tidak menghiraukan gerakan musuh. Beberapa pasukan pemanah tergoda juga dengan harta rampasan. Mereka menganggap perang sudah selesai. Akhirnya mereka turun dari bukit, hanya sedikit pasukan pemanah yangmasih tetap bertahan di bukit.

Melihat kondisi tersebut, Khalid bin Walid pimpinan pasukan berkuda Quraisy berputar haluan untuk kembali menyerang sampai akhirnya berhasil melumpuhkan pasukann pemanah Islam. Satu persatu pasukan muslim berguguran, Nabi Saw sendiri mendapatkan luka cukup berat. Umat Islam terselamatkan dengan berita terbunuhnya Nabi Muhammad Saw. Berita itu membuat pasukan kafir Quraisy mengurangi serangan karena kematian Nabi Muhammad Saw. sudah cukup sebagai balasan atas kekalahan di perang Badar.

Dalam perang Uhud, tentara Quraisy terbunuh 25 orang, sementara pasukan muslim 70 orang meninggal dalam keadaan Syuhada. Diantaranya paman nabi Muhammad Saw, Hamzah bin Abdul Muthalib dan Mus’ab bin Umar, Dai pertama Islam. ( Baca juga : Beginilah Kecerdasan Umat Islam dalam Perang Khandak )

Latar Belakang dan Penyebab Perang Uhud
Berdasarkan uraian di atas, kita dapat mengetahui betapa pentingnya kita taat pada perintah pemimpin kita, terutama perintah nabi Muhammad Saw. Jangan banyak tanya ketika kita di beri amanah oleh pemimpin kita, terutama dalam hal-hal penting, seperti amanah nabi Muhammad Saw dalam perang Uhud. Demikian uraian kami tentang kekalahan umat Islam dalam perang Uhud. Semoga uraian tentang kekalahan umat Islam dalam perang Uhud bermanfaat bagi para pembaca.

Silahkan berkomentar . .
EmoticonEmoticon