Minggu, Mei 8

Inilah Kondisi Ekonomi Masyarakat Madinah Sebelum Islam

Kondisi Ekonomi Masyarakat Madinah Sebelum Islam


Kondisi Ekonomi Masyarakat Madinah Sebelum Islam


Sebelumnya kita telah membahas tentang bagaimana kepercayaan masyarakat Madinah sebelum Islam dan kondisi sosial masyarakat Madinah sebelum Islam. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang kondisi ekonomi masyarakat Madinah sebelum Islam. Berikut penjelasan tentang kondisi ekonomi sebelum Islam.

Secara geografis, kota Madinah atau Yatsrib merupakan kota ketiga yang teramsuk pada kawasan tandus yang populer dengan sebutan Hijaz setelah Thaif dan Mekkah. Madinah atau Yatsribberada di tempat strategis sebagai jalur penghubung perdagangan antara kota Yaman di Selatan dan Syiria di Utara. Yastrib termasuk daerah subur di sekitar kawan tandus.

(Baca juga artikel Lengkap tentang : Ternyata Ini Kepercayaan Masyarakat Madinah Sebelum Islam )

Madinah atau Yasrib berbeda dengan Kota Makkah di kondisi alam dan watak penduduknya. Yastrib merupakan kota yang makmur dan subur dengan pertaniannya. Air yang tersedia di kota ini mencukupi untuk membangun pertanian. Kota ini dikelilingi oleh gunung berbatu. Di terdapat banyak lembah, atau yang paling terkenal dikenal dengan nana Wadi. Sebagai pusat pertanian, kota Yatsrib menjadi menarik bagi penduduk wilayah lain untuk pindah ke Yatsrib.

Kota Yatsrib (Madinah) terdapat daerah persawahan dan perkebunan yang menjadi sandaran hidup penduduk setempat. Penghasilan terbesarnya adalah kurma dan anggur. Kurma merupakan hasil alam yang memberikan manfaat banyak bagi kehidupan mereka, di antaranya sebagai makanan, alat bangunan, pabrik, makanan hewan, bahkan seperti mata uang yang digunakan untuk tukar menukar ketika terdesak. Kurma Madinah juga banyak macamnya.

Di kota Yatsrib (Madinah) terdapat beberapa pabrik yang sebagian besar dikelola oleh orang-orang Yahudi. Bani Qainuqa’ adalah kabilah yahudi terkaya di Madinah, meski jumlah mereka tidak banyak. Di Madinah terdapat banyak pasar, yang terkenal pasar bani Qainuqa’, disana juga terdapat toko minyak wangi dan macam-macam jual beli lainnya, yang sesuai dengan ajaran Islam maupun tidak.


Dapat disimpulkan bahwa kondisi ekonomi masyarakat Madinah (Yatsrib) sebelum Islam sudah cukup maju, akan tetapi ada beberapa kegiatan ekonomi yang belum sesuai dengan ajaran Islam. Demikian artikel kami tentang kondisi ekonomi masyarakat Madinah (Yatsrib) sebelum Islam. Semoga artikel kami tentang kondisi ekonomi masyarakat Madinah (Yatsrib) sebelum Islam bermanfaat untuk para pembaca.

Silahkan berkomentar . .
EmoticonEmoticon