Khalifah Bani Umayyah Bagian 2 (Khalifah Kedelapan sampai Keempat Belas)

Khalifah Bani Umayyah

Khalifah Bani Umayyah Bagian 2 (Khalifah Kedelapan sampai Keempat Belas)


Dinasti Bani Umayyah berkuasa selama 90 tahun dari tahun 41-132 H atau 661-750 M. Selama dinasti Bani Umayyah terdapat 14 (empat belas) khalifah. Dari 14 (empat belas) khalifah yang ada, tujuh diantaranya telah di bahas pada artikel sebelumnya. Pada ksesempatan kali ini, kita akan membahas lanjutan dari pembahasan khalifah bani Umayyah dari khalifah kedelapan sampai khalifah keempat belas.
                        

8.      Khalifah Umar bin Abdul-Aziz (99-101 H / 717-720 M)

Nama lengkapnya Umar bin Abdul Aziz bin Marwan bin Hakim bin Abdul ‘Ash. Ia merupakan sepupuh khalifah sebelumnya, Sulaeman bin Abdul Malik. Ia menjabat sebagai khalifah pada usia 37 tahun. Ia terkenal adil dan sederhana. Ia terkenal adil dan bijaksana. Ia ingin mengembalikan corak pemerintahan seperti pada zaman khulafaur rasyidin. Pemerintahan Umar meninggalkan semua kemegahan dunia yang selalu ditunjukkan oleh orang Bani Umayyah.

Meskipun masa pemerintahannya sangat singkat, ia berhasil menjalin hubungan baik dengan Syi’ah. Ia juga memberi kebebasan kepada penganut agama lain untuk beribadah sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya. Kedudukan mawali (orang Islam yang bukan dari Arab) disejajarkan dengan Muslim Arab. Pemerintahannya membuka suatu pertanda yang membahagiakan bagi rakyat. Ketakwaan dan kesalehannya patut menjadi teladan. Ia selalu berusaha meni ng katkan kesejahteraan rakyatnya. Ia meninggal pada tahun 720 M dalam usia 39 tahun, dimakamkan di Deir Simon

9.      Khalifah Yazid bin Abdul-Malik (101-105 H / 720-724 M)

Nama lengkapnya adalah Yazid bin Abdul Malik bin Marwan bin Hakam bin Abdul ‘Ash. Ia merupakan sepupu khalifah sebelumnya, umar bin Abdul Aziz. Ia menjabat Khalifah kesembilan Daulah Umayyah pada usia 36 tahun. Khalifah yang sering dipanggil dengan sebutan Abu Khalid ini lahir pada 71 H. Ia menjabat khalifah atas wasiat saudaranya, Sulaiman bin Abdul Malik. Ia dilantik pada bulan Rajab 101 H.

Ia mewarisi Dinasti Bani Umayyah dalam keadaan aman dan tenteram. Pada masa awal pemerintahannya, Yazid bertindak menuruti kebijakan khalifah Umar bin Abdul Aziz sebelumnya. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Setelah itu terjadi perubahan. Karena banyak penasihat yang tidak setuju dengan kebijakan positif yang diterapkan Umar bin Abdul Aziz.

Sebelum Yazid meninggal, sempat terjadi konflik antara dirinya dan saudaranya, Hisyam bin Abdul Malik. Namun hubungan keduanya baik kembali setelah Hisyam lebih banyak mendampingi sang khalifah hingga wafat. Ia meninggal dunia pada usia 40 tahun. Masa pemerintahannya hanya berkisar 4 tahun 1 bulan.

10.      Khalifah Hisyam bin Abdul Malik (105-125 H / 724-743 M)

Nama lengkapnya Hisyam bin Abdul Malik bin Marwan bin Hakam bin Abul ‘Ash. Ia merupakan saudara kandung Khalifah sebelumnya, Yazid bin Abdul Malik. Ia menjabat sebagai Khalifah pada usia yang ke 35 tahun. Ia terkenal negarawan yang cakap dan ahli strategi militer. Pada masa pemerintahannya muncul satu kekuatan baru yang menjadi tantangan berat bagi pemerintahan Bani Umayyah. Kekuatan ini berasal dari kalangan Bani Hasyim yang didukung oleh golongan mawali dan merupakan ancaman yang sangat serius. Dalam perkembangan selanjutnya, kekuatan baru ini mampu menggulingkan Dinasti Umayyah
dan menggantikannya dengan Dinasti baru, Bani Abbas.

Pemerintahan Hisyam yang lunak dan jujur menyumbangkan jasa yang banyak untuk pemulihan keamanan dan kemakmuran, tetapi semua kebajikannya tidak bisa membayar kesalahan-kesalahan para pendahulunya, karena gerakan oposisi terlalu kuat, sehingga Khalifah tidak mampu mematahkannya.

Meskipun demikian, pada masa pemerintahan Khalifah Hisyam kebudayaan dan kesusastraan Arab serta lalu lintas dagang mengalami kemajuan. Dua tahun sesudah penaklukan pulau Sisily pada tahun 743 M, ia wafat dalam usia 55 tahun. Masa pemerintahannya berlangsung selama 19 tahun, 9 bulan. Sepeninggal Hisyam, khalifah-Khalifah yang tampil bukan hanya lemah tetapi juga bermoral buruk. Hal ini makin mempercepat runtuhnya Daulah Bani Ummayyah.

11.      Khalifah Walid bin Yazid bin Abdul Malik (125-126 H / 743-744 M)

Nama lengkap Walid bin Yazid bin Abdul Malik. Ia adalah keponakan Khalifah Hisyam bin Abdul Malik, Khalifah kesembilan dinasti Bani Umayyah. Pada masa pemerintah Walid bin Yazid, Dinasti Umayyah mengalami kemunduran. Ia memiliki prilaku buruk dan suka melanggar norma agama. Kalangan keluarga sendiri benci padanya. Dan ia mati terbunuh.

Adapun kebijakan yang paling utama yang dilakukan oleh Walid bin Yazid ialah melipatkan jumlah bantuan sosial bagi pemeliharaan orang-orang buta dan orang-orang lanjut usia yang tidak mempunyai famili untuk merawatnya. Ia menetapkan anggaran khusus untuk pembiayaan tersebut dan menyediakan perawat untuk masing-masing orang.

Masa pemerintahan Walid bin Ziyad  berlangsung selama 1 tahun, 2 bulan. Dia wafat dalam usia 40 tahun.

12.      Khalifah Yazid bin Walid bin Abdul Malik (126-127 H/ 744 M)

Nama lengkapnya adalah Yazid bin Walik bin Abdul Malik, sepupu dari khalifah sebelumnya, Walid bin Yazid bin Abdul Malik. Ia adalah anak dari Walid bin Abdul Malik, khalifah keenam dinasti bani Umayyah. Pemerintahan Yazid bin Walid tidak mendapat dukungan dari rakyat, karena kebijakannya suka mengurangi anggaran belanja negara. Masa pemerintahannya tidak stabil dan banyak pemberontakan. Masa pemerintahannya berlangsung selama 16 bulan. Dia wafat dalam usia  46 tahun.

13.      Khalifah Ibrahim bin Walid bin Abdul Malik (127 H / 744 M)

Nama lengkapnya adalah Ibrahim bin Walid bin Abdul Malik, saudara kandung Yazid bin Walid bin Abdul Malik, Khalifah sebelumnya. Dia diangkat menjadi Khalifah tidak memperoleh suara bulat di dalam lingkungan keluarga Bani Umayyah dan rakyatnya. Kerana itu, keadaan negara semakin kacau dengan munculnya beberapa pemberontak. Ia menggerakkan pasukan besar berkekuatan 80.000 orang dari Arnenia menuju Syiria. Ia dengan suka rela mengundurkan dirinya dari jabatan Khalifah dan mengangkat baiat terhadap Marwan ibn Muhammad. Dia memerintah selama 3 bulan dan wafat pada tahun 132 H.

14.      Khalifah Marwan bin Muhammad (127-133 H / 744-750 M)

Nama lengkap Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam. Ia adalah cucu dari Khalifah keempat bani Umayyah, Marwan bin Hakam dan keponakan Khalifah kelima, Abdul Malik bin Marwan. Beliau seorang ahli negara yang bijaksana dan seorang pahlawan. Beberapa pemberontak dapat ditumpas, tetapi dia tidak mampu mengahadapi gerakan Bani Abbasiyah dengan pendukung yang kuat.

Marwan bin Muhammad melarikan diri ke Hurah, terus ke Damaskus. Namun Abdullah bin Ali yang ditugaskan membunuh Marwan oleh Abbas As Syaffah selalu mengejarnya. akhirnya sampailah Marwan di Mesir. Di Bushair, daerah al Fayyun Mesir, dia mati terbunuh oleh Shalih bin Ali, orang yang menerima penyerahan tugas dari Abdullah. Marwan terbunuh pada tanggal 27 Dzulhijjah 132 H\5 Agustus 750 M. Dengan demikian berakhirlah dinasti Bani Umayyah, dan kekuasaan selanjutnya dipegang oleh Bani Abbasiyah.


Demikian artikel kami tentang khalifah bani Umayyah dari yang kedelapan sampai yang keempat belas. Semoga artikel kami tentang khalifah bani Umayyah bermanfaat bagi para pembaca.

Artikel Terkait

Silahkan Dibagikan

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »

2 komentar

komentar
26 May 2016 at 18:47 delete

Alhamdulillah..sangat bermanfaat.. :)

Reply
avatar
28 May 2016 at 19:58 delete

Alhamdulillah, tulisannya bermanfaat untuk orang lain.

Reply
avatar

Silahkan berkomentar . . EmoticonEmoticon