Tuesday, May 10

Bagaimana Metode Dakwah dan Faktor Keberhasilan Nabi Muhammad Saw dalam Membangun Madinah

Keberhasilan nabi Muhammad Saw


Metode Dakwah dan Faktor Keberhasilan Nabi Muhammad Saw dalam Membangun Madinah

Keberhasilan nabi Muhammad Saw dalam berdakwah di Madinah dipengaruhi berbagai faktor. Selain itu nabi Muhammad Saw juga menggunakan metode tersendiri dalam membangun perekonomian Madinah. Pada ksesempatan kami ini, kita akan membahas tentang metode dakwah nabi Muhammad Saw di Madinah dan faktor-faktor pendukung kesuksesan dakwah nabi Muhammad Saw di Madinah.


A.     Metode Dakwah Nabi Muhammad Saw dalam Membangun Perekonomian Madinah

Para pengikut Nabi Muhammad Saw. melakukan hijrah dengan resiko nyawa dan harta. Mereka meninggalkan Mekkah secara sembunyi-sembunyi dan meninggalkan harta bedanya di Mekkah. Akibatnya Mereka datang ke Madinah tidak membawa harta benda. Oleh karena, Nabi Muhammad membangun perekonomian masyarakat Madinah dengan cara sebagai berikut:

1.   Mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar. Persaudaran berlandaskan Iman bukan persaudaraan berlandaskan darah. Sehingga Kaum Anshar dapat menjamin dan membantu saudaranya kaum muhajirin dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
2.   Menempatkan orang-orang fakir-miskin yang tidak punya tempat-tinggal di Masjid. Mereka dikenal dengan ahlu shuffah yaitu orang-orang miskin atau sedang menuntut ilmu dan tinggal di laman masjid.
3.   Bekerjasama dengan kaum Anshar menciptakan lapangan pekerjaan bagi kaum Muhajirin. Kaum Muhajirin tidak mau menjadi beban bagi kaum Anshar sehingga adanya lapangan kerja memberikan mereka untuk memperoleh nafkah dengan hasil keringat sendiri.
4.   Nabi Saw menganjurkan bagi kaum Muhajirin yang mempunyai pengalaman dagang dan modal sebagai pedagang. Anjuran ini sesuai dengan profesi kaum Muhajirin ketika mereka tinggal di Makkah.
5.   Bagi kaum Muhajirin yang tidak mempunyai modal, Nabi Muhammad mengajurkan mereka bekerja sebagai petani. Karena madinah dikenal dengan tanah subur dan memiliki hasil pertanian yang bagus, terutama buah kurma dengan berbagai jenisnya.
6.   Setelah menerima perintah zakat, pembinaan perekonomian umat Islam lebih mendapat perhatian. Nabi Muhamamad Saw mengefektifkan zakat dan memperkuat jalinan antara pemberi zakat dan penerima zakat.

B.     Faktor Pendukung Kesuksesan Dakwah Nabi Muhammad di Madinah

Faktor pendukung kesuksesan Nabi Muhammad di Madinah, dapat tergambar dalam khutbah pertama yang diucapkannya di Madinah, sambil bersandar pada batang pohon kurma yang dijadikan penopang atap masjid, ia berkata: “Barangsiapa yang dapat melindungi mukanya dari api neraka sekalipun hanya dengan sebutir kurma, lakukanlah itu. Kalau itupun tidak ada, maka dengan kata-kata yang baik. Sebab dengan itu, kebaikan itu mendapat balasan sepuluh kali lipat.” Dan dalam khutbahnya yang kedua dikatakannya: “Beribadahlah kamu sekalian kepada Allah dan janganlah mempersekutukannya dengan apapun. Benar-benar takutlah kamu kepadaNya. Hendaklah kamu jujur terhadap Allah tentang yang kamu katakan baik itu; dan dengan ruh Allah hendaklah kamu sekalian saling cinta mencintai. Allah sangat murka kepada orang yang melangar janjinya sendiri.

Kata-kata Nabi Saw memberikan suatu ajaran agar memelihara diri dari api neraka walaupun dengan sebutir kurma atau perkataan yang baik. Sebutir kurma dan perkataan yang baik menjadi salah satu modal memelihara persaudaraan, dilengkapi anjuran untuk saling mencintai. Semuanya itu dilandasi oleh keimanan kepada Allah Swt.

Bukan hanya kata-kata untuk menjalin persaudaraan, tapi Nabi Muhammad sebagai utusan Allah Swt. menunjukan keteladanan dalam berbuat. Nabi Saw tidak ingin menampakkan diri dengan gaya orang berkuasa, atau sebagai raja atau pemegang kekuasaan duniawi.


Demikian penjelasan singkat kami tentang metode dakwah nabi Muhammad Saw di Madinah dan faktor-faktor pendukung kesuksesan dakwah nabi Muhammad Saw di Madinah. Semoga artikel kami tentang metode dakwah nabi Muhammad Saw di Madinah dan faktor-faktor pendukung kesuksesan dakwah nabi Muhammad Saw di Madinah bermanfaat untuk para pembaca. 

Silahkan berkomentar . .
EmoticonEmoticon