Penggolongan Akun dalam Akuntansi

Penggolongan Akun dalam Akuntansi

Penggolongan Akun dalam Akuntansi

Penggolongan akun dalam akuntansi. Akun sangat berkaitan dengan laporan keuangan. Karena laporan keuangan memuat berbagai akun yang ingin dilaporkan sesuai jenis laporan keuangan yang dibuat. Apakah akun itu? Akun adalah formulir atau tempat untuk mencatat transaksi keuangan yang sejenis. Mengapa harus ada akun? Karena transaksi keuangan yang terjadi di perusahaan umumnya sangat banyak dan beragam. Untuk memudahkan pencatatan maka perlu pengelompokan transaksi yang sejenis sehingga perlu dibuat akun.

(Baca juga artikel lengkap tentang : Unsur- Unsur Laporan Keuangan Perusahaan)

Dalam SAK (Standar Akuntansi Keuangan), akun dikelompokkan menjadi dua yaitu sebagai berikut:
1.   Akun riil atau akun permanen
Akun riil atau akun permanen yaitu akun yang saldo-saldonya pada akhir periode akuntansi dipindahkan ke neraca. Contohnya: semua akun aktiva, kewajiban, dan ekuitas.
2.   Akun laba rugi atau akun nominal
Akun laba rugi atau akun nominal yaitu akun yang saldo-saldonya pada akhir periode akuntansi dipindahkan ke laporan rugi laba. Contoh semua akun pendapatan dan semua akun beban.

Menurut jenis dan susunan informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan, maka penggolongan akun dapat dibagi menjadi aktiva, kewajiban, ekuitas, dan beban. Berikut ini penjelasan tentang penggolongan akun dalam akuntansi.

a. Akun Aktiva

Aktiva adalah kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yang berupa aktiva berwujud dan tidak berwujud yang memiliki nilai uang dan akan mendatangkan manfaat pada masa yang akan datang. Aktiva dapat dikelompokkan menjadi:

1)  Aktiva lancar (current asset)
Aktiva lancar (current asset) yaitu kekayaan yang berupa uang tunai dan kekayaan lain yang dapat dicairkan (diuangkan) dalam jangka waktu kurang dari satu tahun, di antaranya:
a)  kas dan bank
b)  surat-surat berharga yang mudah dijual
c)  deposito jangka pendek
d)  wesel tagih
e)  piutang usaha
f)   piutang lain yang akan direalisasikan dalam jangka waktu satu tahun
g)  persediaan
h)  pembayaran pajak di muka
i)    biaya dibayarkan di muka, yang akan menjadi beban dalam waktu satu tahun, contoh asuransi dibayar di muka.

2)  Investasi sementara
Investasi sementara yaitu investasi dalam bentuk surat berharga (marketable) yang terdiri dari saham dan obligasi dan tujuan kepemilikan surat-surat berharga ini adalah untuk memanfaatkan dana kas yang berlebih. Dan suatu saat bila dibutuhkan surat-surat berharga tersebut dapat dijual kembali untuk memperoleh uang tunai.

3)  Aktiva Tetap (Fixed Assets), terdiri dari :
a)  Aktiva tetap berwujud (tangible fixed assets)
Aktiva tetap berwujud (tangible fixed assets) adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan cara dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam kegiatan perusahaan dan mempunyai masa pakai/ manfaat lebih dari satu tahun. Contohnya yaitu: gedung, tanah, peralatan, mesin, dan kendaraan.
b)  Aktiva tetap tidak berwujud (Intangible Fixed Assets)
Aktiva tetap tidak berwujud (Intangible Fixed Assets) adalah aktiva yang tidak berwujud (tidak dapat dilihat) yang umumnya berupa hak-hak istimewa atau hak hukum yang berlaku dalam jangka panjang (lebih dari satu tahun). Aktiva tetap tidak berwujud terdiri atas:
·           Hak paten
Hak paten yaitu hak yang diberikan oleh pemerintah kepada perorangan atau badan usaha sebagai penemu untuk menggunakan penemuannya di bidang teknologi.
·           Hak cipta
Hak cipta yaitu hak yang diberikan oleh pemerintah kepada perseorangan atau badan usaha sebagai pencipta atau penerima hak cipta untuk menjual atau memperbanyak hasil karya seni/ tulisan.
·           Hak merek
Hak merek yaitu hak yang diberikan oleh pemerintah kepada badan usaha untuk menggunakan nama, cap atau lambang bagi usahanya.
·           Goodwill
Goodwill yaitu nilai lebih yang dimiliki suatu perusahaan yang timbul karena adanya keistimewaan-keistimewaan tertentu, seperti usaha strategis dan nama terkenal.
·           Franchise
Franchise yaitu hak istimewa yang diperoleh perusahaan atau perseorangan dari pihak lain untuk mengkomersilkan produk, teknik atau formula tertentu.

c)  Aktiva lain-lain
Aktiva lain-lain adalah aktiva yang dimiliki perusahaan tetapi tidak dapat dikelompokkan dalam jenis-jenis aktiva di atas. Contohnya, mesin baru yang belum digunakan, piutang kepada pemegang saham, dan lain-lain.

b. Akun Kewajiban (Liabilities)

Kewajiban (liabilities) merupakan utang perusahaan di masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu yang telah memberikan manfaat kepada perusahaan dan penyelesaiannya mengakibatkan arus keluar sumber daya perusahaan. Berdasarkan jangka waktu, kewajiban atau utang terbagi menjadi :
1)  Kewajiban jangka pendek (utang lancar/current liabilities)
Kewajiban jangka pendek (utang lancar/current liabilities) adalah kewajiban atau utang yang harus dilunasi dalam waktu tidak lebih dari satu tahun atau satu siklus operasi normal perusahaan. Misalnya, utang usaha (account payable), utang wesel, utang beban yang masih harus dibayar, sewa diterima di muka, dan utang dividen (notes payable).
2)  Kewajiban jangka panjang (long term debt)
Kewajiban jangka panjang (long term debt) adalah utang perusahaan yang akan dilunasi dalam waktu lebih dari satu tahun, misalnya utang obligasi (bonds payable), utang-utang hipotek (hipotek u/m) , dan utang bank.
3)  Kewajiban lain-lain
Kewajiban lain-lain meliputi semua kewajiban yang tidak dapat dikelompokkan sebagai kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang, seperti uang jaminan yang diterima dari pelanggan.

c. Akun Ekuitas (Modal)

Ekuitas (modal), artinya kekayaan pemilik suatu perusahaan yang ditanamkan ke dalam perusahaan, yang besarnya merupakan selisih antara aktiva dengan kewajiban (E = A - K). Ekuitas terdiri dari ekuitas sendiri (biasa disebut modal), ekuitas saham, laba tidak dibagi, dan ekuitas sumbangan.

d. Akun Pendapatan (Revenue)

Pendapatan (revenue) adalah penerimaan yang timbul dari aktivitas perusahaan seperti penjualan, penerimaan jasa, bunga, dividen, royalti, dan sewa. Pendapatan berbeda dengan penghasilan karena penghasilan dapat berarti pendapatan (revenue) ataupun keuntungan (gain). Pendapatan dapat digolongkan menjadi :
1)  Pendapatan usaha
Pendapatan usaha yaitu pendapatan yang diperoleh dari usaha pokok perusahaan, contohnya pendapatan jasa salon dan penjualan barang dagangan.
2)  Pendapatan di luar usaha
Pendapatan di luar usaha yaitu pendapatan yang diperoleh dari kegiatan di luar usaha pokok, contohnya pendapatan bunga, pendapatan dari penjualan aktiva tetap, dan pendapatan dari komisi penjualan.


e. Akun Beban (Expense)

Beban (Expense) artinya sejumlah pengorbanan yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan. Beban dapat digolongkan menjadi :
1)  Beban usaha
Beban usaha adalah pengorbanan yang dikeluarkan untuk membiayai usaha pokok perusahaan, contohnya beban gaji, beban listrik, beban sewa, beban telepon, beban air, dan beban perlengkapan.
2)  Beban di luar usaha
Beban di luar usaha adalah pengorbanan yang dikeluarkan untuk membiayai kegiatan di luar usaha pokok perusahaan. Contoh: beban bunga dan beban sumbangan.

(Baca juga artikel lengkap tentang : Laporan Keuangan Perusahaan)

Demikian penjelasan singkat tentang penggolongan akun dalam akuntansi yang terdiri dari akun aktiva, kewajiban, ekuitas, dan beban. Semoga artikel kami yang membahas tentang penggolongan akun dalam akuntansi yang terdiri dari akun aktiva, kewajiban, ekuitas, dan beban bermanfaat untuk para pembaca.

Silahkan Dibagikan

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »

Silahkan berkomentar . . EmoticonEmoticon