Sunday, April 24

2 Konsep Dasar Sosiologi yang Harus Diketahui

      Iklan (Tutup)
      Iklan
Kalian telah mempelajari sosiologi sebagai ilmu pengetahuan dengan melihat metode-metode untuk mempelajari ilmu tersebut. Nah, di sini kalian akan diperkenalkan konsep dasar dari sosiologi sehingga kalian akan dapat memahami tentang realitas-realitas sosial yang ada. Konsep – konsep dasar sosiologi dapat dilihat dari dua aspek, yaitu masyarakat sebagai sistem sosial, dan kebudayaan sebagai hasil karya manusia. Untuk lebih mengetahui tentang konsep-konsep dasar sosiologi, berikut penjelasan tentang konsep dasar sosiologi.

a. Masyarakat Sebagai Sistem Sosial

Dari definisi secara umum, jelas terlihat bahwa sosiologi mempelajari masyarakat secara ilmiah dengan objek kajiannya adalah tentang kehidupan kelompok manusia beserta hasil interaksi sosial dari kehidupan kelompok manusia. Secara sederhana objek sosiologi adalah masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antarmanusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.

Apa yang kalian bayangkan tentang masyarakat? Sejak kecil kita telah hidup di dalam keluarga, mengadakan hubungan dengan orang tua, saudara, ataupun pembantu rumah tangga bila ada. Apakah keluarga merupakan masyarakat?

Dalam bahasa Inggris masyarakat dikenal dengan istilah society yang berasal dari kata Latin socius yang berarti kawan. Sedangkan masyarakat berasal dari bahasa Arab yaitu syarakat yang berarti ikut serta/ berpartisipasi. Untuk lebih jelasnya mengenai definisi masyarakat dapat diambil dari beberapa tokoh, antara lain:

1. Selo Soemardjan memberikan definisi masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan.
2. Ralp Linton mendefinisikan masyarakat merupakan setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja sama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang dirumuskannya dengan jelas.
3. Mac Iver dan Page menyebutkan masyarakat adalah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara, dari wewenang kerja sama antara berbaga kelompok dan penggolongan, dan pengawasan tingkah laku serta kebebasan-kebebasan manusia.
4. Sedangkan menurut Gillin dan Gillin, masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama.

Dari beberapa definisi di atas, kalian dapat melihat bahwa masyarakat terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut.
1. Manusia yang hidup bersama.
2. Berinteraksi dalam waktu yang cukup lama.
3. Adanya kesadaran anggotanya sebagai satu kesatuan.
4. Suatu sistem kehidupan bersama yang menciptakan kebudayaan.
(Baca juga : Pengertian Sosiologi Menurut 12 Ahli)

Coba kalian bandingkan unsur-unsur masyarakat tersebut dengan pemikiran dari Marion Levy bahwa ada empat kriteria yang harus dipenuhi agar sebuah kelompok dapat disebut sebagai masyarakat:
1. Kemampuan bertahan yang melebihi masa hidup seorang anggotanya.
2. Perekrutan seluruh atau sebagian anggotanya melalui reproduksi atau kelahiran.
3. Adanya sistem tindakan utama yang bersifat swasembada.
4. Kesetiaan pada suatu sistem tindakan utama secara bersama-sama.

Selain itu seorang tokoh sosiologi modern, juga mencoba merumuskan kriteria bagi adanya masyarakat, yaitu suatu sistem sosial yang swasembada (self-subsistem), melebihi masa hidup individu normal, merekrut anggota secara reproduksi biologis serta melakukan sosialisasi terhadap generasi berikutnya.

Ada juga tokoh sosiologi modern, Edwar Shils yang menekankan kriteria masyarakat pada aspek pemenuhan kebutuhan sendiri yang dibaginya dalam tiga komponen yaitu pengaturan, reproduksi sendiri, dan penciptaan diri.  Dari berbagai rumusan masyarakat tersebut dapat kalian artikan bahwa masyarakat secara sosiologis mempunyai makna khusus yang berbeda dengan penggunaan kata sehari-hari karena tidak semua kumpulan manusia di suatu tempat disebut masyarakat.

Masyarakat atau Society adalah sekumpulan manusia yang secara relatif mandiri, hidup bersama-sama cukup lama, mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama, dan melakukan sebagian besar kegiatannya dalam kelompok tersebut.

Lantas mengapa masyarakat disebut sebagai sistem sosial? Sistem merupakan bagian-bagian yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Sedangkan sistem sosial itu terdiri dari tindakan-tindakan sosial yang dilakukan individu-individu sebagai anggota masyarakat yang saling berinteraksi satu sama yang lain sehingga terwujud keharmonisan dalam masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat disebut sebagai sistem sosial karena tidak hanya terdiri dari kumpulan individu saja tetapi individui-ndividu yang saling  mengadakan interaksi sosial. (Baca juga : Tokoh Perintis Sosiologi)


b. Kebudayaan sebagai Hasil Karya Manusia

Seperti kita tahu bahwa kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari kebudayaan. Kemajuan kehidupan manusia dilihat dari kebudayaannya. Setiap manusia mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda yang disebabkan oleh banyak faktor. Apa yang dilihat oleh orang dari suatu masyarakat tertentu mungkin akan tampak aneh bagi masyarakat lainnya. Misalnya, cara pakaian orang-orang Amerika atau Eropa tampak berbeda dengan cara pakaian orang-orang Asia. Coba kalian amati gaya bicara masyarakat Batak terdengar keras dan kasar berbeda dengan gaya bicara masyarakat Jawa khususnya Solo dan Yogyakarta yang lembut dan pelan? Bagaimana komentar kalian melihat hal tersebut? Atau ketika melihat masyarakat di Irian Jaya, yang masih menggunakan koteka saja?

Kata kebudayaan berasal dari kata bahasa sansekerta buddhayah yang merupakan bentuk jamak kata buddhi yang berarti budi atau akal, sehingga kebudayaan secara sederhana diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi atau akal. Dalam Bahasa Inggris kebudayaan disebut sebagai  culture yang berasal dari kata Latin colere artinya mengolah tanah atau bertani. Dari pengertian colere tersebut maka culture dapat diartikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah manusia. Beberapa ahli memberikan pengertian kebudayaan sebagai berikut.


 Konsep-konsep Dasar Sosiologi

1. E.B. Tylor
Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat, dan kemampuankemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

2. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi
Kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.

3. Koentjaraningrat
Koentjaraningrat menyatakan kebudayaan terbagi dalam tiga wujud, yaitu:
a. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks ide-ide, gagasan-gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya biasa disebut sistem budaya. Ini merupakan wujud ideal dari kebudayaan yang mempunyai ciri-ciri abstrak, tak dapat diraba, atau difoto. Misalnya, sebuah hasil pemikiran yang tertuang dalam buku atau artikel maka yang lokasi kebudayaannya ideal ada pada buku atau artikel tersebut.
b. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat, disebut sistem sosial. Terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi, berhubungan, serta bergaul satu dengan lain menurut waktu dan pola tertentu berdasarkan adat tata kelakuan.
c. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. Ini jelas sekali karena merupakan kebudayaan fisik, dapat terlihat dan diraba, seperti Candi Borobudur.

Seperti dalam konsep masyarakat, menurut C. Kluckhon ada tujuh unsur kebudayaan yang biasa disebut cultural universals, meliputi:
1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia.
Unsur budaya ini terdiri dari alat-alat produksi, senjata, wadah, alat untuk menyalakan api, pakaian, perumahan.
2. Mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi.
Misalnya peternakan, pertanian, industri, nelayan, sistem konsumsi, sistem distribusi, sistem produksi.
3. Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, sistem perkawinan).
4. Bahasa baik lisan maupun tertulis.
5. Kesenian.
Kesenian berupa gagasan-gagasan, ciptaan, pikiran wujudnya dapat berupa benda-benda yang indah dna candi, kain tenun. Contoh: Seni rupa, seni suara, seni gerak.
6. Sistem pengetahuan.
Meliputi teknologi dan kepandaian dalam hal tertentu misalnya, pada masyarakat nelayan, ada pengetahuan tentang musim perpindahan ikan dan sebagainya.
7. Religi (sistem kepercayaan).
Sistem relegi berwujud sebagai sistem keyakinan dan gagasangagasan tentang tuhan, dewa-dewa, ruh-ruh halus dan surga juga upacara atau benda-benda suci serta religius.

Setiap kebudayaan yang diciptakan oleh manusia memiliki sifat hakikat yang sama, yaitu:
1. Kebudayaan terwujud dan tersalurkan lewat perilaku manusia.
2. Kebudayaan telah ada terlebih dahulu mendahului lahirnya suatu generasi tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan.
3. Kebudayaan diperlukan manusia kemudian diwujudkan dalam tingkah lakunya.
4. Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajibankewajiban, tindakan- tindakan yang diterima dan ditolak, tindakantindakan yang dilarang, dan tindakan-tindakan yang diizinkan.

Demikian penjelasan singkat tentang konsep – konsep dasar sosiologi yang dapat dilihat dari dua aspek, yaitu masyarakat sebagai sistem sosial, dan kebudayaan sebagai hasil karya manusia. Semoga artikel kami yang membahas tentang konsep-konsep dasar sosiologi menurut para ahli bermanfaat untuk para pembaca.

Silahkan berkomentar . .
EmoticonEmoticon