Pengertian dan Jenis Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Pengertian dan jenis pasar persaingan tidak sempurna. Apa itu pasar persaingan tidak sempurna? Apakah ada hubungan antara pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna? Pasar persaingan tidak sempurna merupakan bagian dari pasar output. Pasar output adalah pasar yang memperjualbelikan barang dan jasa yang merupakan output (hasil) dari kegiatan produksi.

Pasar output memiliki dua macam struktur pasar, yakni pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna. Apa perbedaan pasar persaingan sempurna dengan pasar persaingan tidak sempurna? Di mana letak perbedaannya? Sebelumnya kita telah membahas tentang pasar persaingan sempurna yang meliputi pengertian pasar persaingan sempurna, ciri pasar persaingan sempurna, kebaikan pasar persaingan sempurna, dan keburukan pasar persaingan sempurna. Dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang pasar persaingan tidak sempurna yang meliputi pengertian pasar persaingan tidak sempurna dan bentuk pasar persaingan tidak sempurna.
( Baca Juga : Pasar Persaingan Monopolistik, Pasar Monopsoni, dan Pasar Oligopsoni )

1. Pengertian Pasar Persaingan tidak Sempurna

Pengertian pasar persaingan tidak sempurna. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai pasar persaingan tidak sempurna. Ciri pasar persaingan tidak sempurna adalah bila satu atau beberapa ciri dari pasar persaingan sempurna tidak terpenuhi. Jadi, pengertian pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar persaingan sempurna yang tidak lengkap ciri- cirinya. Contoh pasar persaingan tidak sempurna adalah bila jumlah penjual tidak banyak, tetapi hanya ada satu atau beberapa penjual sehingga penjual bisa leluasa mengubah harga. Atau bisa juga jumlah pembeli hanya satu atau beberapa sehingga pembeli mampu menekan harga dan membeli dengan harga rendah seperti yang diinginkannya. Di Indonesia banyak contoh pasar persaingan tidak sempurna, seperti pasar listrik (dikuasai satu penjual/produsen yakni PLN), pasar telepon (dikuasai dua penjual/produsen, yakni PT Telkom dan PT Indosat), pasar mobil (dikuasai beberapa produsen), dan lain-lain.

2. Bentuk Pasar Persaingan tidak Sempurna

Bentuk pasar persaingan tidak sempurna. Berdasarkan jumlah penjual dan jumlah pembeli, ada beberapa bentuk pasar persaingan tidak sempurna, yaitu pasar monopoli, pasar oligopoli, pasar persaingan monopolistik, pasar monopsoni, dan pasar oligopsoni. Berikut ini penjelasan singkat tentang bentuk pasar persaingan tidak sempurna.

a. Pasar Monopoli
Pasar monopoli. Monopoli berasal dari kata mono yang berarti satu dan poli yang berarti penjual, yang keduanya berasal dari bahasa Yunani. Jadi, pasar monopoli adalah pasar yang dikuasai oleh satu penjual atau satu perusahaan. Dalam pasar ini penjual memiliki keleluasaan besar untuk mengubah situasi dan kondisi pasar terutama dalam hal menaikan dan menurunkan harga. Contoh yang mudah kita lihat, ketika PLN secara bertahap menaikkan tarif dasar listrik, masyarakat yang terasa keberatan tidak bisa pindah ke perusahaan lain karena hanya PLN satu-satunya perusahaan penghasil listrik. Kenaikan tarif dasar listrik pada akhirnya memberikan pelajaran tentang pentingnya menghemat pemakaian listrik.

b. Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli. Oligopoli berasal dari kata oligo yang berarti beberapa dan poli yang berarti penjual. Dengan demikian, pasar oligopoli adalah pasar yang dikuasai oleh beberapa penjual. Dan bila pasar tersebut hanya dikuasai oleh dua penjual disebut sebagai pasar duopoli.

c. Pasar Persaingan Monopolistik
Pasar persaingan monopolistik. Sesuai dengan namanya, pasar persaingan monopolistik merupakan bentuk pasar antara pasar persaingan sempurna dengan pasar monopoli. Dikatakan seperti pasar persaingan sempurna karena jumlah penjual hampir sebanyak pasar persaingan sempurna. Dikatakan seperti pasar monopoli karena pada pasar ini setiap perusahaan punya kekuasaan monopoli walau kecil, yakni sebatas pada barang yang diproduksinya sendiri. Contoh pasar persaingan monopolistik adalah pasar pakaian, pasar sepatu, pasar majalah, pasar boneka, pasar tas, dan lain-lain.

Pengertian dan Jenis Pasar Persaingan Tidak Sempurna

d. Pasar Monopsoni
Pasar monopsoni. Pasar monopsoni adalah pasar yang dikuasai oleh seorang pembeli. Jadi, dalam pasar ini jumlah penjualnya banyak, tetapi pembelinya hanya ada satu. Contohnya: pasar sayuran di daerah terpencil, umumnya akan kesulitan menjual produknya ke tempat lain. Oleh karena itu, mereka terpaksa menjualnya ke seorang pedagang yang ada di daerah tersebut. Dengan demikian, pedagang yang hanya seorang itu menguasai pembelian sayuran di daerah tersebut

e. Pasar Oligopsoni
Pasar oligopsoni. Pasar oligopsoni adalah pasar yang dikuasai oleh beberapa pembeli. Dalam pasar ini jumlah penjual banyak, sedang pembelinya hanya beberapa. contohnya pasar wortel di suatu desa. Di sini para petani wortel bisa menjual wortelnya ke beberapa pedagang di desanya untuk dijual lagi ke kota.
( Baca Juga : Pengertian, Jenis, Ciri, dan Kebaikan serta Keburukan Pasar Oligopoli )

Demikian penjelasan singkat kami tentang pasar persaingan tidak sempurna yang meliputi pengertian pasar persaingan tidak sempurna, bentuk pasar persaingan tidak sempurna yang terdiri dari pasar monopoli, pasar oligopoli, pasar persaingan monopolistik, pasar monopsoni, dan pasar oligopsoni. Semoga artikel kami yang membahas tentang tentang pasar persaingan tidak sempurna yang meliputi pengertian pasar persaingan tidak sempurna, bentuk pasar persaingan tidak sempurna yang terdiri dari pasar monopoli, pasar oligopoli, pasar persaingan monopolistik, pasar monopsoni, dan pasar oligopsoni bermanfaat untuk para pembaca.

Pengertian, Ciri, Kebaikan, dan Keburukan Pasar Persaingan Sempurna

Pengertian, Ciri, Kebaikan, dan Keburukan Pasar Persaingan Sempurna

Pengertian, ciri, kebaikan, dan keburukan pasar persaingan sempurna. Apa yang dimaksud dengan pasar persaingan sempurna? Mengapa pasar disebut dengan pasar persaingan sempurna? Jika ada pasar persaingan sempurna, apa ada juga pasar persaingan tidak sempurna? Apa hubungan antara pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna?

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang pasar persaingan sempurna dan menjawab semua pertanyaan berkaitan dengan pasar persaingan sempurna. Sebelum mempelajari pasar persaingan sempurna, kita akan membahas tentang pasar output. Pasar output adalah pasar yang memperjualbelikan barang dan jasa yang merupakan output (hasil) dari kegiatan produksi.

Pasar output memiliki dua macam struktur pasar, yakni pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna. Apa perbedaan pasar persaingan sempurna dengan pasar persaingan tidak sempurna? Di mana letak perbedaannya? Berikut ini yang pertama kita bahas adalah pasar persaingan sempurna yang meliputi pengertian pasar persaingan sempurna, ciri pasar persaingan sempurna, kebaikan pasar persaingan sempurna, dan keburukan pasar persaingan sempurna.

( Baca Juga : Pengertian dan Jenis Pasar Persaingan Tidak Sempurna )

1. Pengertian Pasar Persaingan Sempurna

Pengertian pasar persaingan sempurna. Hal pertama yang kita pelajari tentang pasar persaingan sempurna yaitu pengertian pasar persaingan sempurna. Pasar persaingan sempurna adalah salah satu pasar yang memiliki banyak pembeli dan penjual sehingga masing-masing pembeli dan penjual secara individual (perseorangan) tidak mampu memengaruhi harga pasar. Pada pasar persaingan sempurna, harga yang terbentuk sungguh-sungguh mencerminkan keinginan penjual dan pembeli secara keseluruhan (bersama-sama). Pasar persaingan sempurna merupakan bentuk pasar yang paling baik dan ideal, karena pasar persaingan sempurna mampu menjamin terjadinya kegiatan produksi yang sangat efisien. Namun, dalam kenyataannya hampir tidak ada satu pun pasar yang bisa memenuhi seluruh ciri pasar persaingan sempurna. Selalu saja ada salah satu ciri yang tidak dipenuhi.

2. Ciri Pasar Persaiangan Sempurna

Ciri-ciri pasar persaingan sempurna. Agar kita bisa mengenali lebih jauh tentang pasar persaingan sempurna, berikut ini merupakan ciri-ciri pasar persaingan sempurna. Adapun ciri-ciri pasar persaingan sempurna adalah sebagai berikut.

a. Jumlah Pembeli dan Penjual Sangat Banyak
Ciri yang pertama dari pasar persaingan sempurna adalah jumlah pembeli dan penjual sangat banyak. Karena jumlah penjual dan pembeli sangat banyak maka masing-masing pembeli dan penjual secara individual (perseorangan) tidak akan mampu memengaruhi harga pasar. Tak akan ada gunanya seorang pembeli menawar harga karena penjual tidak akan menurunkannya sebab masih banyak pembeli yang lain. Tak ada gunanya pula seorang penjual menaikkan harga karena seluruh pembeli akan segera berpindah ke penjual lain. Keadaan ini sangat berbeda dengan pasar persaingan tidak sempurna yang kadangkadang hanya ada satu penjual atau produsen yang menguasai penjualan barang sehingga dapat seenaknya menaikkan harga, dan konsumen tidak bisa berpindah ke penjual/produsen lain.

b. Barang dan Jasa yang Diperjualbelikan Bersifat Homogen
Ciri yang kedua dari pasar persaingan sempurna adalah barang dan jasa yang diperjualbelikan bersifat homogen.. Bersifat homogen berarti barang dan jasa yang diperjualbelikan memiliki ciri dan kualitas yang sama. Konsumen pun beranggapan bahwa antara barang dan jasa satu dengan yang lain tidak memiliki perbedaan.

c. Pembeli dan Penjual Mengetahui Keadaan Pasar dengan Sempurna
Ciri yang ketiga dari pasar persaingan sempurna adalah pembeli dan penjual mengetahui keadaan pasar dengan sempurna. Mengetahui keadaan pasar dengan sempurna, artinya pembeli mengetahui keadaan, kualitas dan harga barang maupun jasa yang akan dibeli. Demikian juga dengan penjual, bila seorang penjual atau produsen menaikkan harga barang untuk mencari laba lebih banyak maka pembeli akan segera beralih ke penjual lain. Akan tetapi, bila ada penjual yang berani menurunkan harga maka pembeli akan berbondong-bondong membeli ke penjual tersebut. Ini bisa terjadi karena pembeli mengetahui dengan baik tentang kualitas dan harga barang.

d. Pembeli dan Penjual Bebas Keluar Masuk Pasar
Ciri yang keempat dari pasar persaingan sempurna adalah pembeli dan penjual bebas keluar masuk pasar. Pasar persaingan sempurna memberikan kebebasan bagi penjual untuk berdagang dan pembeli untuk berbelanja. Bila sewaktu-waktu penjual atau pembeli ingin keluar dari pasar maka pasar tidak akan menghalanginya. Dengan kata lain, siapa pun bebas keluar masuk pasar.

e. Faktor-Faktor Produksi Bebas Bergerak
Ciri yang kelima dari pasar persaingan sempurna adalah faktor-faktor produksi bebas bergerak. Dalam pasar ini, faktor-faktor produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, mesin, dan pengusaha dapat bebas bergerak ke mana pun tanpa ada halangan. Pemerintah tidak turut campur dalam menentukan harga atau memberikan fasilitas khusus bagi produsen tertentu. Dengan demikian, mekanisme yang terjadi dalam pasar ini benar-benar bebas dari campur tangan pemerintah.

f. Tidak Ada Campur Tangan Pemerintah
Ciri yang keenam dari pasar persaingan sempurna adalah tidak ada campur tangan pemerintah. Dalam kenyataan, keadaan pasar yang memenuhi seluruh ciri pasar persaingan sempurna tidak pernah ada seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Yang ada hanyalah pasar yang mendekati pasar persaingan sempurna, seperti pasar yang menjual hasil pertanian, contoh: pasar buah, pasar sayur, pasar jagung, pasar kedelai, dan lain-lain. Begitu banyaknya hasil pertanian yang dihasilkan oleh banyak petani, yang dijual secara bersamaan saat panen, akan menyulitkan pembeli untuk mengetahui perbedaan produk petani yang satu dengan petani yang lain. Petani secara perseorangan tidak akan mampu memengaruhi harga pasar yang sudah terbentuk. Bila seorang petani berani menaikkan harga maka pembeli akan segera berpindah ke petani yang lain.

3. Kebaikan dan Keburukan Pasar Persaingan Sempurna

Kebaikan dan keburukan pasar persaingan sempurna. Pasar persaingan sempurna memiliki kebaikan dan keburukan. Berikut ini kebaikan dan keburukan pasar persaingan sempurna.

Yang pertama kita bahas dalam kebaikan dan keburukan pasar persaingan sempurna adalah kebaikan pasar persaingan sempurna. Ada banyak kebaikan pasar persaingan sempurna. Kebaikan pasar persaingan sempurna adalah sebagai berikut.

a. Mampu mendorong efisiensi (penghematan) dalam produksi
Dalam pasar persaingan sempurna, penjual dan produsen berjumlah banyak, sehingga antarpenjual atau produsen akan berusaha membuat produk dengan mutu yang baik dengan biaya sehemat mungkin. Lain halnya bila jumlah produsen hanya satu seperti pada pasar monopoli, produsen cenderung akan kurang efisien dalam berproduksi karena tidak ada saingan. Dengan demikian kebaikan pasar persaingan sempurna adalah mampu mendorong penghematan dalam produksi.

b. Tidak memerlukan iklan
Karena barang dan jasa dalam pasar persaingan sempurna bersifat homogen (serba sama) maka para produsen atau penjual tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pemasangan iklan. Dalam pasar persaingan sempurna percuma beriklan, karena memang barang dan jasa yang dijual serba sama. Jadi dalam pasar persaigan sempurna tidak memerlukan iklan.

c. Pembeli dan penjual bebas bertindak
Pasar persaingan sempurna memberikan keleluasaan bagi penjual untuk keluar masuk pasar kapan saja. Siapa saja yang memiliki modal dalam pasar persaingan sempurna bisa segera masuk sebagai penjual atau produsen, dan siapa saja yang merasa rugi bisa segera keluar dari pasar. Demikian juga dengan pembeli, kapan saja pembeli bisa berbelanja kebutuhannya tanpa ada yang menghalangi di pasar persaingan sempurna.

d. Harga tidak dikendalikan oleh satu penjual atau oleh satu pembeli;
Pada pasar persaingan sempurna harga yang terbentuk benar-benar merupakan hasil tarik-menarik seluruh permintaan dan seluruh penawaran. Harga tidak dikendalikan oleh satu penjual yang bisa merugikan para pembeli. Harga juga tidak dikendalikan oleh satu pembeli yang bisa merugikan para penjual.

Selain memiliki kebaikan, pasar persaingan sempurna juga memiliki keburukan. Keburukan pasar persaingan sempurna juga ada banyak. Beberapa diantara keburukan pasar persaingan sempurna yaitu sebagai berikut.

Pengertian, Ciri, Kebaikan, dan Keburukan Pasar Persaingan Sempurna

a. Tidak ada dana untuk penelitian dan pengembangan produk
Karena laba yang diperoleh produsen atau penjual dalam pasar persaingan sempurna bersifat normal (secukupnya) maka produsen atau penjual tidak mampu menyisihkan dana untuk melakukan penelitian dan pengembangan produk. Dengan demikian, inovasi (penemuan baru) akan lambat diperoleh dalam pasar persaingan sempurna.

b. Terbatasnya kebebasan memilih bagi pembeli
Karena barang dan jasa yang diperjualbelikan di pasar persaingan sempurna bersifat homogen (serba sama) maka konsumen tidak bisa memilih sesuai selera dan tingkat pendapatannya di pasar persaingan sempurna.

c. Demi efisiensi (penghematan) biaya produksi,
Di pasar persaingan sempurna kadang kala produsen atau penjual memberikan upah/gaji yang terlalu rendah bagi pekerjanya.
( Baca Juga : Pengertian, Jenis, Ciri, dan Kebaikan serta Keburukan Pasar Monopoli )

Demikian penjelasan singkat kami tentang pengertian pasar persaingan sempurna, ciri pasar persaingan sempurna, kebaikan pasar persaingan sempurna, dan keburukan pasar persaingan sempurna. Semoga artikel kami yang membahas tentang pengertian pasar persaingan sempurna, ciri pasar persaingan sempurna, kebaikan pasar persaingan sempurna, dan keburukan pasar persaingan sempurna bermanfaat untuk para pembaca.

Cara Mengatasi Inflasi

Cara Mengatasi Inflasi


Cara mengatasi inflasi. Setelah kita mengetahui kami tentang pengertian inflasi, jenis inflasi, penyebab inflasi, teori inflasi, dan dampak inflasi, sekarang kita tentu bertanya-tanya bagaimana cara mengatasi inflasi. Untuk mengatasi inflasi, pada intinya pemerintah dapat melakukan tiga hal, yaitu mengurangi jumlah uang yang beredar, memperbanyak jumlah barang dan jasa serta menetapkan harga maksimum (agar harga tidak terus naik).

Secara lengkap, untuk mengatasi inflasi pemerintah dapat melakukan kebijakan-kebijakan sebagai berikut:

a. Kebijakan Moneter yang Bersifat Mengurangi Jumlah Uang Beredar
Kebijakan moneter yang bersifat mengurangi jumlah uang beredar. Untuk mengatasi inflasi, tentu digunakan kebijakan moneter yang bersifat mengurangi jumlah uang beredar. Kebijakan moneter yaitu meliputi kebijakan pasar terbuka, kebijakan diskonto, kebijakan cadangan kas, kebijakan kredit selektif, sanering, menarik dan memusnahkan uang lama, dan membatasi percetakan uang baru. Berikut ini penjelasan singkat tentang kebijakan moneter.
1) Kebijakan Pasar Terbuka
Kebijakan pasar terbuka, yaitu kebijakan Bank Sentral untuk mengurangi jumlah uang beredar dengan cara menjual SBI (Surat Bank Indonesia). Dengan menjual SBI, Bank Sentral akan menerima uang dari masyarakat. Dengan demikian, jumlah uang yang beredar dapat dikurangi.

2) Kebijakan Diskonto,
Kebijakan diskonto yaitu kebijakan Bank Sentral untuk mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menaikkan suku bunga. Dengan menaikkan suku bunga, diharapkan masyarakat akan menabung di bank lebih banyak. Dengan demikian, jumlah uang yang beredar dapat dikurangi.

3) Kebijakan Cadangan Kas,
Kebijakan cadangan kas yaitu kebijakan Bank Sentral untuk mengurangi jumlah uang beredar dengan cara menaikkan cadangan kas minimum. Sehingga, bank umum harus menahan uang lebih banyak di bank sebagai cadangan. Dengan demikian, jumlah uang yang beredar dapat dikurangi.

4) Kebijakan Kredit Selektif,
Keijakan kredit selektif yaitu kebijakan Bank Sentral untuk mengurangi jumlah uang beredar dengan cara memperketat syarat-syarat pemberian kredit. Syarat pemberian yang ketat akan mengurangi jumlah pengusaha yang bisa memperoleh kredit. Dengan demikian, jumlah uang yang beredar dapat dikurangi.

5) Sanering,
Sanering yaitu kebijakan Bank Sentral memotong nilai mata uang dalam negeri jika negara sudah mengalami hiperinflasi (inflasi di atas 100%). Dengan memotong nilai mata uang maka nilai uang yang beredar dapat dikurangi.

6) Menarik atau memusnahkan uang lama,
Kebijakan menarik atau memusnahkan uang lama yaitu kebijakan Bank Sentral mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menarik atau memusnahkan uang lama seperti uang logam Rp5,00; Rp10,00 dan Rp25,00 serta uang kertas Rp100,00.

7) Membatasi pencetakan uang baru.
Kebijakan percetakan uang baru. Untuk mengatasi inflasi pemerintah harus membatasi pencetakan uang baru, agar jumlah uang yang beredar tidak semakin bertambah.

b. Kebijakan Fiskal (Kebijakan Anggaran)
Kebijakan fiskal (kebijakan anggaran). Selain kebijakan monoter, pemerintah juga dapat menggunakan kebijakan fiskal untuk mengatasi inflasi. Kebijakan fiskal atau kebijakan anggaran adalah kebijakan yang dilakukan pemerintah dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran negara. Untuk mengatasi inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan fiskal meliputi mengurangi pengeluaran pemerintah dan menaikkan tarif pajak. Penjelasan tentang kebijakan fiskal antara lain sebagai berikut:

1) Mengurangi pengeluaran pemerintah.
Untuk mengatasi inflasi, pemerintah dapat mengurangi pengeluaran sehingga permintaan terhadap barang dan jasa berkurang, yang pada akhirnya dapat menurunkan harga-harga.
2) Menaikkan tarif pajak.
Untuk mengatasi inflasi, pemerintah dapat menaikkan tarif pajak. Kenaikan tarif pajak akan mengurangi tingkat konsumsi masyarakat. Berkurangnya tingkat konsumsi akan mengurangi permintaan terhadap barang dan jasa yang akhirnya dapat menurunkan harga-harga.

c. Kebijakan Bukan Moneter dan Bukan Fiskal
Kebijakan bukan moneter dan bukan fiskal. Selain dengan kebijakan moneter dan fiskal, untuk mengatasi inflasi pemerintah dapat menjalankan kebijakan berikut:
1) Menambah hasil produksi.
Untuk menambah hasil produksi, pemerintah dapat memberikan subsidi dan premi atau membuat peraturan yang mendorong pengusahapengusaha menjadi lebih produktif sehingga mampu menambah hasil produksi. Bertambahnya hasil produksi berupa barang dan jasa, diharapkan mampu mengimbangi jumlah uang yang beredar.

2) Mempermudah masuknya barang impor.
Dengan masuknya barang impor, jumlah barang yang masuk ke dalam negeri menjadi lebih banyak dan diharapkan mampu mengimbangi jumlah uang yang beredar. Untuk mempermudah masuknya barang impor dapat melalui penurunan bea masuk impor dan mempermudah aturan impor.

Cara Mengatasi Inflasi

3) Tidak mengimpor barang-barang dari negara yang sedang mengalami inflasi.
Untuk mencegah menularnya imported inflation (inflasi dari luar negeri), sebaiknya pemerintah tidak mengimpor barang-barang dari negara yang sedang mengalami inflasi yang umumnya menjual barang dengan harga lebih mahal.

4) Menetapkan harga maksimum. Agar harga tidak terus-menerus naik, pemerintah dapat menerapkan harga maksimum sehingga produsen (penjual) tidak bisa menjual melebihi harga maksimum.

5) Melarang penimbunan barang yang biasa dilakukan pedagang.
Penimbunan barang bisa menyebabkan langkanya barang di pasaran sehingga memicu kenaikan harga-harga. Dengan melarang penimbunan, berarti mencegah kenaikan harga-harga.

6) Menjaga kestabilan tingkat upah.
Dengan menjaga kestabilan tingkat upah (tidak membiarkan upah naik terus-menerus) maka kenaikan biaya produksi bisa ditekan. Dengan demikian, pemerintah bisa mencegah naiknya harga jual barang-barang. Dalam hal ini pemerintah telah mencegah terjadinya Cost Push Inflation (inflasi dorongan biaya produksi, lihat lagi tentang macam-macam inflasi)

Demikian penjelasan singkat kami tentang cara mengatasi inflasi yang dapat dilakukan dengan cara mengurangi jumlah uang yang beredar, memperbanyak jumlah barang dan jasa serta menetapkan harga maksimum (agar harga tidak terus naik). Semoga artikel kami yang membahas tentang cara mengatasi inflasi yang dapat dilakukan dengan cara mengurangi jumlah uang yang beredar, memperbanyak jumlah barang dan jasa serta menetapkan harga maksimum (agar harga tidak terus naik) bermanfaat untuk para pembaca.

3 Dampak Inflasi yang Perlu Kita Ketahui

3 Dampak Inflasi yang Perlu Kita Ketahui

Dampak inflasi. Apa saja dampak yang ditimbulkan dengan adanya inflasi? Sebelumnya kita telah membahas tentang pengertian inflasi, jenis inflasi, penyebab inflasi, dan teori inflasi. Dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang dampak inflasi. Adanya inflasi mengakibatkan berbagai dampak yang dirasakan oleh berbagai pihak. Dampak inflasi dapat dilihat menjadi tiga, yaitu dampak inflasi terhadap perekonomian secara umum, dampak inflasi terhadap individu dan masyarakat, dan dampak inflasi terhadap kehidupan politik, berbangsa dan bernegara. Berikut ini penjelasan singkat tentang dampak inflasi terhadap perekonomian secara umum, dampak inflasi terhadap individu dan masyarakat, dan dampak inflasi terhadap kehidupan politik, berbangsa dan bernegara

Secara umum dapat dinyatakan bahwa tidak semua inflasi berdampak negatif. Terutama jika terjadi inflasi ringan (inflasi di bawah 10%), inflasi ringan justru dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, karena bisa memberi semangat pada pengusaha, untuk lebih memperluas produksi. Pengusaha bersemangat memperluas produksi, karena dengan kenaikan harga yang terjadi mereka mendapat lebih banyak keuntungan. Selain itu, perluasan produksi memberi dampak positif lain berupa penyediaan lapangan kerja baru. Inflasi akan berdampak negatif jika sudah di atas 10%.

a. Dampak Inflasi terhadap Perekonomian Secara Umum

Dampak inflasi terhadap perekonomian secara umum. Dampak inflasi yang pertama kita pelajari adalah dampak inflasi terhadap perekonomian secara umum. Dampak inflasi terhadap perekonomian secara umum di bagi menjadi lima, yaitu dampak inflasi terhadap hasil produksi, dampak inflasi terhadap bentuk penanaman modal, dampak inflasi terhadap perdagangan internasional, dampak inflasi terhadap efisiensi Inflasi, dan dampak inflasi terhadap penghitungan harga pokok. Berikut ini penjelasan singkat tentang dampak inflasi terhadap perekonomian secara umum.

1) Dampak inflasi terhadap hasil produksi (output)
Ada dua dampak inflasi terhadap hasil produksi (output), yaitu:
a) Hasil produksi meningkat
Terjadi jika kenaikan harga barang-barang lebih cepat daripada kenaikan gaji atau upah sehingga keuntungan pengusaha lebih meningkat. Peningkatan keuntungan, mendorong pengusaha memproduksi lebih banyak sehingga hasil produksi pun meningkat.
b) Hasil produksi menurun
Terjadi jika inflasi sudah terlalu tinggi (hiperinflasi). Dalam hiperinflasi masyarakat tidak suka memiliki uang tunai, karena nilai riilnya yang semakin merosot. Karena tidak memegang uang tunai, pertukaran cenderung dilakukan dengan cara barter. Hal ini membuat produsen tidak bersemangat memproduksi sebab hasil produksi akan kurang laku, dan akibat selanjutnya hasil produksi pun turun.

2) Dampak inflasi terhadap bentuk penanaman modal
Dampak inflasi terhadap bentuk penanaman modal. Pada masa inflasi, para pemilik modal (uang) lebih suka menanamkan modalnya dalam bentuk pembelian harta-harta tetap seperti tanah dan rumah serta benda-benda berharga lain seperti emas dan mutiara. Mengapa demikian? Karena pada masa inflasi, nilai barang akan terus naik (semakin mahal), sedangkan nilai uang akan semakin turun. Oleh karena itu, pada masa inflasi para pemilik modal menyelamatkan uang mereka dengan cara membeli harta-harta tetap dan benda-benda berharga.

3) Dampak inflasi terhadap perdagangan internasional
Dampak inflasi terhadap perdagangan internasional. Jika di dalam negeri terjadi inflasi, harga barang-barang produksi dalam negeri akan lebih mahal dibandingkan produksi luar negeri sehingga barangbarang produksi dalam negeri kalah bersaing dengan produksi luar negeri. Akibatnya, nilai ekspor akan lebih kecil daripada nilai impor sehingga neraca perdagangan kita mengalami defisit, dan defisit ini bisa menghabiskan cadangan devisa negara

4) Dampak inflasi terhadap efisiensi Inflasi
Dampak inflasi terhadap perdagangan internasional bisa berdampak pada efisiensi produksi. Bagaimana caranya? Pertama-tama, inflasi mengakibatkan perubahan pada daya beli masyarakat. Bagi masyarakat yang dirugikan oleh inflasi (seperti pegawai yang berpendapatan tetap), inflasi telah menurunkan daya beli. Bagi masyarakat yang diuntungkan oleh inflasi (seperti pedagang yang persentase pendapatannya naik melebihi persentase inflasi), inflasi telah menaikkan daya beli. Adanya daya beli yang turun dan naik, membuat produsen sulit meramalkan struktur permintaan. Ketidakpastian struktur permintaan yang harus dipenuhi bisa mengakibatkan inefisiensi (pemborosan) dalam proses produksi.

5) Dampak inflasi terhadap penghitungan harga pokok
Dampak inflasi terhadap penghitungan harga pokok. Inflasi bisa menyulitkan para produsen dalam menghitung harga pokok produksi. Sebab, persentase kenaikan inflasi sering tidak teratur. Akibatnya, penghitungan harga pokok menjadi tidak tepat (terlalu kecil atau terlalu besar). Penghitungan harga pokok yang tidak tepat pada akhirnya menyulitkan produsen dalam menetapkan harga jual produk.


b. Dampak Inflasi terhadap Individu dan Masyarakat

Dampak inflasi terhadap individu dan masyarakat. Dampak inflasi kedua yang kita pelajari adalah dampak inflasi terhadap individu dan masyarakat. Dampak inflasi terhadap individu dan masyarakat ada dua, yaitu dampak inflasi terhadap pendapatan masyarakat dan dampak inflasi terhadap minat menabung. Selain berdampak terhadap perekonomian secara umum, inflasi juga berdampak terhadap individu dan masyarakat. Berikut ini penjelasan singkat tentang dampak inflasi terhadap individu dan masyarakat.

1) Dampak inflasi terhadap pendapatan masyarakat
Dampak inflasi terhadap pendapatan masyarakat. Bagi masyarakat yang berpendapatan tetap, terjadinya inflasi sangat merugikan karena pendapatan riil menurun. Sebelum inflasi, untuk membeli 40 kg beras diperlukan uang Rp100.000,-. Setelah inflasi, beras 40 kg harus dibeli dengan uang Rp120.000,- karena harga beras telah naik dari Rp2.500,-per kg menjadi Rp3.000,- per kg. Hal ini jelas sangat merugikan, karena sebenarnya yang naik bukan hanya beras, tetapi hampir semua jenis barang. Bisa dibayangkan betapa sulitnya mereka yang berpendapatan tetap jika terjadi inflasi berkepanjangan.
Sedangkan bagi masyarakat yang berpendapatan tidak tetap, inflasi bisa sangat merugikan atau bisa juga tidak merugikan. Bagi masyarakat yang berpendapatan rendah dan tidak tetap seperti tukang becak, tukang sayur, penyemir sepatu dan kuli angkat, inflasi jelas sangat merugikan. Pendapatan yang rendah dan tidak menentu jumlahnya tentu sangat membebani mereka dalam mengatur pendapatan tersebut agar bisa bertahan hidup.
Adapun bagi masyarakat yang berpendapatan tinggi dan tidak tetap seperti para pedagang besar, inflasi dianggap tidak begitu merugikan, karena dengan pendapatan yang tinggi mereka masih bisa membeli berbagai kebutuhan hidup. Apalagi jika pendapatan mereka pada masa inflasi mengalami kenaikan yang persentasenya lebih besar dibandingkan persentase kenaikan inflasi.

Dampak Inflasi

2) Dampak inflasi terhadap minat menabung
Dampak inflasi terhadap minat menabung. Pada masa inflasi, nilai riil tabungan merosot. Walaupun bank memberikan bunga, tetapi bisa jadi persentase bunga yang diberikan hampir sama dengan persentase inflasi. Misalnya, seseorang menabung dalam bentuk deposito dengan bunga 14% per tahun. Jika tingkat inflasi sebesar 13% per tahun, berarti bunga deposito yang dia peroleh hanya 1% (14% – 13%). Dengan demikian, pada masa inflasi masyarakat tidak berminat untuk menabung.

c. Dampak Inflasi terhadap Kehidupan Politik, Berbangsa dan Bernegara

Dampak inflasi terhadap kehidupan politik, berbangsa dan bernegara. Dampak inflasi ketiga yang kita pelajari adalah dampak inflasi terhadap kehidupan politik, berbangsa dan bernegara. Dampak inflasi ternyata tidak terbatas pada kehidupan perekonomian saja, tetapi juga pada kehidupan politik, berbangsa dan bernegara. Adanya inflasi apalagi hiperinflasi, mampu menurunkan kepercayaan masyarakat pada pemerintah sehingga timbul berbagai demonstrasi yang menuntut turunnya pemerintah. Kita tentu masih ingat peristiwa Tritura. Selain itu, inflasi juga telah memicu beberapa peristiwa di Indonesia yang ditandai dengan bergantinya presiden dan pemerintahannya yang terjadi saat Indonesia mengalami krisis moneter. Inflasi juga mampu memengaruhi tingkat keamanan dalam negeri. Daya beli masyarakat yang menurun drastis, telah menambah angka kemiskinan, bertambahnya angka kemiskinan akhirnya bisa menambah angka kejahatan seperti pencurian dan perampokan. Oleh karena itu, untuk mengatasi akibat negatif inflasi, selain melakukan kebijakan-kebijakan ekonomi, pemerintah juga harus melakukan kebijakan yang mendorong kegiatan-kegiatan keagamaan di seluruh lapisan masyarakat dengan tujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan, sekaligus mengurangi terjadinya kejahatan.

Demikian penjelasan singkat kami tentang dampak inflasi terhadap perekonomian secara umum, dampak inflasi terhadap individu dan masyarakat, dan dampak inflasi terhadap kehidupan politik, berbangsa dan bernegara. Semoga artikel kami yang membahas tentang dampak inflasi terhadap perekonomian secara umum, dampak inflasi terhadap individu dan masyarakat, dan dampak inflasi terhadap kehidupan politik, berbangsa dan bernegara bermanfaat untuk para pembaca.

Pengertian Inflasi, Jenis Inflasi, Penyebab Inflasi, dan Teori Inflasi

Pengertian Inflasi, Jenis Inflasi, Penyebab Inflasi, dan Teori Inflasi

Dalam kesempatan kali ini kita akan membahas tentang pengertian inflasi, jenis inflasi, penyebab inflasi, dan teori inflasi. Berikut penjelasan singkat tentang pengertian inflasi, jenis inflasi, penyebab inflasi, dan teori inflasi.

1. Pengertian Inflasi
Pengertian Inflasi. Inflasi itu apa? Mungkin para pembaca sudah pernah mendengar apa itu inflasi. Akan tetapi, mungkin hanya sedikit dari pembaca yang mengerti apa itu inflasi. Pengertian inflasi dapat dipahami berdasarkan uraian berikut.

Apa yang terjadi jika harga barang-barang terus-menerus naik? Pasti akan timbul keresahan dalam masyarakat, apalagi bagi mereka yang berpendapatan tetap dan rendah. Pada umumnya, para pegawai yang berpendapatan tetap akan mengeluh jika harga berbagai barang kebutuhan sehari-hari mengalami kenaikan secara terus-menerus. Kenaikan harga barang secara terus-menerus ini biasa disebut inflasi. Dan biasanya, jika terjadi inflasi pemerintah mengatasi keluhan pegawai (terutama pegawai negeri) dengan cara menaikkan gaji.

Inflasi merupakan salah satu masalah ekonomi yang banyak mendapat perhatian serius dari pemerintah, ekonom, dan berbagai lapisan masyarakat.Hal itu disebabkan karena inflasi memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan ekonomi, politik, berbangsa dan bernegara. Apabila inflasi tidak dikendalikan dengan baik maka dapat timbul berbagai gejolak ekonomi, politik dan keamanan. Kita tentu masih ingat peristiwa TRITURA (Tiga Tuntutan Rakyat) yang terjadi pada tanggal 12 Januari 1966, yang pada dasarnya merupakan gejolak yang timbul akibat inflasi. Salah satu isi Tritura adalah tuntutan agar pemerintah menurunkan harga-harga. Inflasi parah yang baru kita alami adalah saat terjadinya krisis moneter pada tahun 1997. Saat itu keadaan ekonomi Indonesia sangat menyedihkan karena melambungnya harga-harga. Selain Tritura dan krisis moneter 1997, kitajuga bisa melihat beberapa peristiwa pergantian pemerintahan di Indonesia maupun di dunia yang dipicu oleh ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan inflasi

Seperti yang sudah disebutkan di atas, inflasi adalah keadaan perekonomian yang menunjukkan kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum yang terjadi terus-menerus. Mengapa dikatakan kenaikan harga-harga barang secara umum? Karena dalam inflasi, sebagian besar barang mengalami kenaikan harga meskipun ada sebagian kecil barang yang harganya tidak naik atau bahkan mungkin turun.


Mengapa pula dikatakan yang terjadi secara terus menerus? Karena, jika kenaikan itu hanya terjadi pada saat-saat tertentu, misalnya beberapa saat menjelang Lebaran, Natal dan Tahun Baru atau beberapa saat menjelang Pemilu maka kenaikan harga barang-barang tersebut tidak disebut sebagai inflasi.

2. Jenis-Jenis Inflasi
Jenis-jenis inflasi. Jenis-jenis inflasi inflasi dapat digolongkan menjadi berbagai jenis. Adapun Jenis-jenis inflasi inflasi antara lain Inflasi berdasarkan tingkat keparahan, inflasi berdasarkan penyebab, dan inflasi berdasarkan asal terjadinya.Berikut ini penjelasan tentang Jenis-jenis inflasi inflasi :

a. Jenis Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahan
Jenis Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahan. Jenis inflasi yang pertama yaitu berdasarkan tingkat keparahan. Jenis inflasi berdasarkan tingkat keparahan, dibagi menjadi empat. Jenis inflasi berdasarkan keparahan yaitu inflasi ringan, inflasi sedang, inflasi berat, dan inflasi sangat berat. Berikut ini penjelasan jenis inflasi berdasarkan tingkat keparahan.
1) Inflasi ringan,
Inflasi ringan yaitu inflasi yang besarnya kurang dari 10% per tahun.
2) Inflasi sedang,
Inflasi sedang yaitu inflasi yang besarnya antara 10% – 30% per tahun.
3) Inflasi berat,
Inflasi berat yaitu inflasi yang besarnya antara 30% – 100% per tahun.
4) Inflasi sangat berat atau hiperinflasi,
Inflasi sangat berat atau hiperinflasi yaitu inflasi yang besarnya di atas100% per tahun.

b. Jenis Inflasi Berdasarkan Penyebab
Jenis inflasi berdasarkan penyebab. Jenis inflasi yang kedua yaitu berdasarkan penyebab. Jenis inflasi berdasarkan penyebab di bagi menjadi tiga. Jenis inflasi berdasarkan penyebab yaitu inflasi karena tarikan permintaan, inflasi karena dorongan biaya produksi, dan inflasi lain-lain. Berikut ini penjelasan tentang jenis inflasi berdasarkan penyebab.

1) Inflasi Tarikan Permintaan (Demand Pull Inflation),
Inflasi Tarikan Permintaan (Demand Pull Inflation) yaitu inflasi yang terjadi karena kelebihan permintaan atas barang dan jasa. Kelebihan permintaan yang tidak dapat dipenuhi produsen tersebut tentu akan mendorong kenaikan harga-harga, karena permintaan lebih besar daripada penawaran.

2) Inflasi Dorongan Biaya Produksi (Cost Push Inflation),
Inflasi Dorongan Biaya Produksi (Cost Push Inflation) yaitu inflasi yang terjadi karena kenaikan biaya produksi. Biaya produksi yang naik akan mendorong naiknya harga-harga barang dan jasa. Selain itu, kenaikan biaya produksi akan mengakibatkan turunnya jumlah produksi sehingga penawaran menjadi berkurang, jika penawaran berkurang sedangkan permintaan diasumsikan tetap, maka akibatnya harga-harga akan naik.

3) Inflasi lain-lain,
Inflasi lain-lain yaitu inflasi yang terjadi karena berbagai penyebab selain yang sudah disebutkan di atas. Seperti, Inflasi yang disebabkan karena pencetakan uang baru dan inflasi karena lambatnya produksi barang tertentu.

c. Jenis Inflasi Berdasarkan Asal Terjadinya
Jenis inflasi berdasarkan asal terjadinya. Jenis inflasi yang ketiga yaitu jenis inflasi berdasarkan asal terjadinya. Jenis inflasi berdasarkan asal terjadinya di bagi menjadi dua. Jenis inflasi berdasarkan asal terjadinya yaitu inflasi dari dalam negeri dan inflasi dari luar negeri. Berikut ini penjelasan tentang jenis inflasi berdasarkan asal terjadinya.

1) Inflasi dari Dalam Negeri (Domestic Inflation)
Inflasi dari Dalam Negeri (Domestic Inflation) yaitu inflasi yang hanya disebabkan oleh faktor-faktor penyebab dari dalam negeri. Faktor-faktor penyebab tersebut antara lain, adanya pencetakan uang baru untuk menutup anggaran negara yang defisit karena naiknya permintaan masyarakat dan karena kenaikan biaya produksi di dalam negeri (seperti naiknya upah buruh).

2) Inflasi dari Luar Negeri (Imported Inflation)
Inflasi dari Luar Negeri (Imported Inflation) yaitu inflasi yang disebabkan oleh faktor-faktor penyebab dari luar negeri. Inflasi ini timbul karena adanya perdagangan antarnegara. Jika suatu negara mengalami inflasi maka inflasi tersebut dapat menular ke negara-negara lain yang memiliki hubungan dagang dengannya. Contohnya, jika negara kita mengimpor faktor-faktor produksi (berupa bahan baku dan mesin) serta mengimpor barang-barang jadi (seperti motor, mesin cuci, dan kipas angin) dari Jepang, maka jika di Jepang harga faktor-faktor produksi dan barang jadi tersebut naik (inflasi), otomatis negara kita juga akan mengalami inflasi. Sebab barang-barang yang kita buat dengan faktorfaktor produksi dari Jepang tentu akan dijual lebih mahal, dan barang-barang jadi dari Jepang pun dijual lebih mahal.

3. Penyebab-Penyebab Inflasi
Penyebab inflasi. Inflasi bisa terjadi karena adanya berbagai faktor penyebab. Penyebab inflasi antara lain karena kelebihan permintaan, kenaikan biaya produksi, percetakan uang baru oleh pemerintah, lambatnya produksi barang-barang tertentu, sikap konsumen, sikap produsen, dan kebijakan pemerintah. Berikut ini penjelasan singkat tentang penyebab inflasi.

a. Penyebab Inflasi Karena Kelebihan Permintaan
Inflasi terjadi jika ada kelebihan permintaan yang tidak bisa dipenuhi oleh produsen, yang disebut dengan istilah demand pull inflation (lihat lagi di macam-macam inflasi berdasarkan penyebab).

b. Penyebab Inflasi Karena Kenaikan Biaya Produksi
Inflasi terjadi jika biaya produksi meningkat, yang selanjutnya berakibat pada naiknya harga jual barang-barang dan jasa.

c. Penyebab Inflasi Karena Pencetakan Uang Baru oleh Pemerintah
Pencetakan uang baru yang berlebihan bisa menyebabkan inflasi Inflasi terjadi jika pemerintah mencetak uang baru untuk menutupi anggaran negara yang defisit. Pencetakan uang baru bisa menyebabkan jumlah uang yang beredar lebih banyak dan tidak seimbang dengan jumlah barang dan jasa sehingga harga-harga akan naik (inflasi).

d. Penyebab Inflasi Karena Lambatnya Produksi Barang Tertentu, Terutama Produksi Makanan
Produksi makanan (pertanian) berbeda dengan produksi pabrik, sebab produksi makanan (pertanian) dibatasi oleh faktor musim atau genetika. Misalnya, jika produksi sepatu bisa dipercepat dari satu bulan menjadi hanya satu pekan, maka produksi padi tidak bisa dipercepat dari empat bulan menjadi satu bulan. Di samping itu, karena pertambahan penduduk lebih cepat dibanding pertambahan bahan makanan, maka jumlah penawaran produk makanan jauh lebih kecil dibandingkan permintaannya. Akibatnya, bisa dipastikan harga makanan akan naik. Harga makanan yang naik biasanya akan diikuti oleh naiknya harga barang-barang yang lain (terjadi inflasi). Penyebab inflasi ini terutama terjadi di negara-negara berkembang.

e. Penyebab Inflasi Karena Sikap Konsumen (Masyarakat) terhadap Informasi Kenaikan Harga
Apabila konsumen mendapat informasi bahwa harga-harga akan naik, misalnya disebabkan oleh naiknya harga BBM, biasanya konsumen akan berlomba membeli barang-barang sebelum harga betul-betul naik. Akibatnya, permintaan akan meningkat tajam dan tidak seimbang dengan jumlah barang yang tersedia sehingga pasti terjadi inflasi.

f. Penyebab Inflasi Karena Sikap Produsen terhadap Informasi Kenaikan Harga
Apabila produsen mendengar bahwa harga-harga akan naik maka sebagian produsen justru akan menimbun barang sambil menunggu harga betul-betul naik, dengan tujuan agar mendapat keuntungan yang lebih besar. Ketika harga betul-betul naik tetap saja ada sebagian dari produsen yang tidak menjual barangnya, karena masih menunggu kenaikan harga yang lebih tinggi lagi. Perilaku produsen seperti ini menyebabkan penawaran jauh lebih kecil dibanding permintaan, padahal dalam keadaan seperti ini para konsumen berlomba-lomba membeli barang, akibatnya pasti terjadi inflasi.

g. Penyebab Inflasi Karena Kebijakan Pemerintah yang Kurang Tepat
Kebijakan pemerintah yang kurang tepat bisa memicu timbulnya inflasi. Misalnya, jika pemerintah menetapkan aturan (syarat) pemberian kredit yang terlalu longgar maka bisa dipastikan akan lebih banyak pengusaha yang mendapat kredit (pinjaman uang). Akibatnya, jumlah uang yang beredar terlalu banyak sehingga memicu timbulnya inflasi.

4. Teori Inflasi
Teori Inflasi. Ada beberapa macam teori yang membahas tentang inflasi. Teori yang membahas tentang inflasi antara lain teori Kuantitas, teori Keynes, dan Teori Strukturalis. Berikut ini penjelasan tentang teori inflasi.

a. Teori Kuantitas
Teori Kuantitas. Teori inflasi yang pertama adalah teori kuantitas. Teori kuantitas dikemukakan oleh Irving Fisher. Teori kuantitas membahas proses terjadinya inflasi yang disebabkan oleh dua faktor yaitu jumlah uang yang beredar dan psikologi masyarakat. Berikut ini penyebab inflasi berdasarkan teori kuantitas.

1) Jumlah uang yang beredar
Jumlah uang yang beredar. Inflasi hanya terjadi jika jumlah uang yang beredar ditambah. Jadi seandainya terjadi kenaikan harga, asalkan jumlah uang yang beredar tidak ditambah, maka harga akan turun dengan sendirinya, dan inflasi yang ditakutkan pun tidak mungkin terjadi.

2) Psikologi masyarakat
Psikologi masyarakat. Yang dimaksud psikologi masyarakat adalah sikap dan harapan (ekspektasi) masyarakat terhadap kenaikan harga. Umumnya masyarakat tidak mengharapkan terjadinya kenaikan harga sehingga jika mereka menerima pendapatan, sebagian akan ditabung. Akan tetapi, jika masyarakat mulai sadar akan adanya inflasi maka ketika menerima pendapatan, seluruhnya akan dibelanjakan. Dengan demikian, permintaan akan naik. Akibatnya harga-harga ikut naik, dan inflasi pun semakin meningkat. Selanjutnya, masyarakat mulai kehilangan kepercayaan terhadap nilai uang yang mereka miliki.

b. Teori Keynes
Teori Keynes. Teori inflasi yang kedua adalah teori Keynes. Teori keynes dikemukakan oleh ahli ekonomi bernama Keynes, yang menyatakan bahwa terjadinya inflasi disebabkan oleh masyarakat yang ingin hidup melebihi batas kemampuan ekonominya. Masyarakat saling berebut rezeki agar dapat menggunakan lebih banyak barang dan jasa yang tersedia, akibatnya permintaan akan melebihi penawaran. Dalam kondisi ini, terjadilah inflationary gap (celah inflasi). Celah inflasi terjadi karena adanya kelompok pemenang (yang terdiri dari pemerintah, pengusaha dan buruh) yang mampu mewujudkan keinginannya karena didukung sejumlah dana. Bagaimana kelompok pemenang memperoleh dana?

Pemerintah memperoleh dana dengan menjalankan anggaran defisit yang ditutup dengan pencetakan uang baru. Pencetakan uang baru akan mendorong timbulnya inflasi. Buruh memperoleh dana dengan cara menuntut upah yang lebih tinggi. Pemberian upah yang lebih tinggi, akan memicu kenaikan harga-harga barang dan terjadilah inflasi. Selain kelompok pemenang yang telah memicu terjadinya inflasi, terdapat pula kelompok yang kalah, yaitu kelompok yang tidak mampu berebut rezeki karena tidak dapat meningkatkan pendapatannya. Mereka itu adalah para pensiunan, pegawai negeri dan petani.

Pengertian Inflasi, Jenis Inflasi,

c. Teori Strukturalis
Teori Strukturalis. Teori inflasi yang ketiga adalah toeri strukturalis. Menurut teori strukturalis ini, inflasi terjadi karena kekakuan struktur ekonomi yang terutama terjadi di negara berkembang. Ada dua kekakuan utama pada struktur ekonomi negara berkembang, yaitu:
1) Kekakuan penerimaan ekspor, yaitu bahwa nilai penerimaan ekspor selalu bertambah lebih lamban daripada nilai impor, akibat kelambanan tersebut negara mengalami kesulitan membiayai impor bahan-bahan baku dan barang modal (mesin-mesin). Karena itu, pemerintah menggiatkan industri dalam negeri dalam rangka mengganti barangbarang yang selama ini diimpor. Oleh karena umumnya biaya produksi industri dalam negeri cenderung lebih mahal maka harga-harga jual barang pun menjadi naik dan terjadilah inflasi.

2) Kekakuan penawaran bahan makananPada umumnya di negara berkembang penawaran bahan makanan lebih lamban jika dibandingkan pertambahan jumlah penduduk dan pendapatan per kapita, akibatnya harga bahan makanan akan naik melebihi harga barangbarang lain. Karena bahan makanan merupakan kebutuhan primer maka naiknya harga bahan makanan mendorong para buruh menuntut kenaikan upah. Upah yang naik mengakibatkan naiknya biaya produksi di berbagai perusahaan yang pada akhirnya mengakibatkan naiknya harga jual berbagai macam barang dan jasa sehingga terjadilah inflasi.

Demikian penjelasan singkat kami tentang pengertian inflasi, jenis inflasi, penyebab inflasi, dan teori inflasi. Semoga artikel kami yang membahas tentang pengertian inflasi, jenis inflasi, penyebab inflasi, dan teori inflasi bermanfaat untuk para pembaca.

Pengertian, Jenis, Fungsi, Syarat, dan Kebaikan dan Keburukan Kredit

Pengertian, Jenis, Fungsi, Syarat, dan Kebaikan dan Keburukan Kredit


Kredit. Kredit itu apa? Apa hubungan antara kredit dan pinjaman? Apakah kredit dan pinjaman itu sama? Di masa perekonomian sekarang, kita sering mendengar istilah kredit. Kredit sering disamaartikan dengan pinjaman. Memberi kredit berarti memberi pinjaman. Dari mana sebenarnya istilah kredit?

1. Pengertian dan Unsur Kredit
Pengertian dan unsur kredit. Kredit berasal dari bahasa Latin, credere, yang berarti kepercayaan. Jika seseorang (A) memberikan sejumlah pinjaman kepada orang lain (B), itu berarti orang tersebut (A) telah memberikan kepercayaan kepada (B). Dalam pinjam meminjam kita akan mengenal istilah kreditur (pihak yang memberi pinjaman) dan istilah debitur (pihak yang menerima pinjaman).

Sesuai perkembangan zaman, pengertian kredit juga semakin berkembang. Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan mengartikan kredit sebagai penyediaan uang atau tagihan berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga, imbalan atau pembagian hasil keuntungan.

Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa kredit mengandung unsur-unsur berikut:
a. Kepercayaan
Pemberi kredit memiliki kepercayaan terhadap penerima kredit (peminjam) bahwa peminjam mampu dan mau melunasi pinjaman sesuai perjanjian.
b. Waktu
Pemberian kredit membutuhkan jangka waktu tertentu untuk pelunasan kredit.
c. Risiko
Pemberian kredit mengandung risiko tertentu, seperti turunnya nilai uang karena inflasi dan kemungkinan pinjaman tidak dikembalikan.
d. Prestasi (Imbalan)
Pemberian kredit umumnya disertai pemberian imbalan tertentu kepada pemberi kredit. Prestasi (imbalan) tersebut biasanya berupa bunga atau bagi hasil keuntungan.

2. Jenis-Jenis Kredit
Jenis-jenis kredit. Jenis kredit ada beranekan ragam. Ada jenis kredit menurut tujuan penggunaan, jens kredit menurut jaminan, jenis kredit menurut sumber, jenis kredit menurut jangka waktu, dan jenis kredit menurut subjek pemberi kredit. Berikut ini penjelasan tentang jenis-jenis kredit antara lain sebagai berikut :

a.Jenis Kredit Menurut Tujuan Penggunaan
Jenis kredit menurut tujuan penggunaan di bagi menjadi dua, yaitu kredit produktif dan kredit konsumtif.
1) Kredit produktif, yaitu kredit yang diberikan untuk tujuan produktif, seperti membuka perusahaan baru dan membeli alat-alat (mesin-mesin).
2) Kredit konsumtif, yaitu kredit yang diberikan untuk tujuan konsumtif seperti membeli baju, membeli meja kursi dan membeli makanan.

b. Jenis Kredit Menurut Jaminan
Jenis kredit menurut jaminan di bagi 2 (dua), yaitu kredit blangko dan kredit berjaminan.
1) Kredit blanko, yaitu kredit yang diberikan tanpa jaminan.
2) Kredit berjaminan, yaitu kredit yang diberikan dengan jaminan tertentu, misalnya dengan jaminan barang tidak bergerak (tanah, rumah) atau barang bergerak (mobil, TV).

c. Jenis Kredit Menurut Sumber
Jenis kredit menurut sumber dibagi menjadi 2 (dua), yaitu kredit dlam negeri dan kredit luar negeri.
1) Kredit dalam negeri, yaitu kredit yang bersumber dari dalam negeri, atau kredit yang diberikan oleh pihak-pihak dari dalam negeri.
2) Kredit luar negeri, yaitu kredit yang bersumber dari luar negeri, atau kredit yang diberikan oleh pihak-pihak dari luar negeri. Untuk menutupi anggaran, pemerintah Indonesia selalu memperoleh kredit luar negeri.

d. Jenis Kredit Menurut Jangka Waktu
Jenis kredit menurut jangka waktu dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu kredit jangka pendek, keredit jangka menengah, dan kredit jangka panjang.
1) Kredit jangka pendek, yaitu kredit yang berjangka waktu satu tahun atau kurang. Contoh: KCK (Kredit Candak Kulak).
2) Kredit jangka menengah, yaitu kredit yang berjangka waktu lebih dari satu tahun sampai dengan 3 tahun. Contoh: KMKP (Kredit Modal Kerja Permanen) dan obligasi.
3) Kredit jangka panjang, yaitu kredit yang berjangka waktu lebih dari tiga tahun. Contoh: KIK (Kredit Investasi Kecil). Kredit luar negeri umumnya merupakan kredit jangka panjang yang berjangka waktu 5 - 25 tahun.

e. Jenis Kredit Menurut Subjek Pemberi Kredit
Jenis kredit menurut subjek pemberi kredit di bagi menjadi 5 (lima), yaitu kredit penjual, kredit pembeli, kredit pemerintah, kredit bank, dan kredit luar negeri.
1) Kredit penjual, yaitu kredit yang diberikan oleh pihak penjual. Misalnya penjual kulkas menjual kulkasnya dengan cara angsuran atau kredit.
2) Kredit pembeli, yaitu kredit yang diberikan oleh pihak pembeli. Misalnya, pembeli lemari membayar terlebih dulu lemari yang ingin dibelinya karena khawatir uangnya habis. Sebulan kemudian, lemari baru diambil, ini berarti pembeli telah memberikan kredit pada penjual.
3) Kredit pemerintah, yaitu kredit yang diberikan pemerintah kepada masyarakat, contohnya antara lain: KCK, KIK dan KMKP.
4) Kredit bank, yaitu kredit yang diberikan bank kepada nasabahnya.
5) Kredit luar negeri, yaitu kredit yang diberikan pihak luar negeri.

3. Fungsi Kredit
Fungsi kredit. Kredit memiliki fungsi yang penting dalam perekonomian. Fungsi-fungsi kredit dalam perekonomian meliputi:
a. Fungsi Kredit dalam Meningkatkan Daya Guna Uang
Daripada disimpan, uang akan lebih berguna jika dipinjamkan kepada orang lain untuk mencapai tujuannya.

b. Fungsi Kredit dalam Meningkatkan Daya Guna Barang
Dengan adanya kredit, pengusaha bisa memperoleh pinjaman untuk mengolah bahan baku menjadi barang jadi yang lebih berguna. Selain itu, dengan adanya penjualan secara kredit, barang-barang lebih cepat sampai ke tangan konsumen.

c. Fungsi Kredit dalam Meningkatkan Kecepatan Peredaran dan Lalu Lintas Uang
Dengan adanya kredit, masyarakat bisa lebih cepat memperoleh uang atau modal. Dengan demikian, uang bisa beredar dan berpindah lebih cepat dan lebih lancar.

d. Fungsi Kredit dalam Meningkatkan Kegairahan Berusaha
Dengan adanya kredit, pengusaha lebih bergairah dalam berusaha dan mengembangkan perusahaannya, karena mereka mudah memperoleh pinjaman modal yang diperlukan.

e. Fungsi Kredit dalam Meningkatkan Daya Beli
Dengan mengelola kredit yang diperoleh, seseorang bisa meningkatkan pendapatannya. Itu berarti, kredit mampu meningkatkan daya beli.

f. Fungsi Kredit dalam Memperlancar Kegiatan Perdagangan
Perdagangan berjalan lebih lancar dengan adanya kredit, sebab kadangkadang tidak semua orang memiliki uang tunai yang cukup untuk melunasi pembeliannya.

g. Fungsi Kredit dalam Menjalin Hubungan Internasional
Negara maju yang memiliki uang atau dana berlebih, umumnya akan meminjamkan uangnya kepada negara sedang berkembang dengan syarat dan imbalan tertentu. Dalam hal ini akan tercipta hubungan yang saling membutuhkan antara negara maju sebagai pemberi pinjaman (kreditur) dan negara sedang berkembang sebagai penerima pinjaman (debitur).

h. Fungsi Kredit Sebagai Alat Kebijakan Moneter
Pemberian kredit merupakan salah satu alat kebijakan moneter. Apabila ingin menambah jumlah uang yang beredar, pemerintah bisa memperlonggar syarat-syarat pemberian kredit. Sebaliknya, jika ingin mengurangi jumlah uang yang beredar, pemerintah bisa memperketat syarat-syarat pemberian kredit.

4. Syarat Pemberian Kredit
Syarat pemberian kredit. Agar pemberi kredit terhindar dari risiko-risiko, seperti kredit macet dan peminjam melarikan diri, sebaiknya pemberi kredit harus sungguh-sungguh mempertimbangkan syarat-syarat pemberian kredit. Adapun syarat pemberian kredit bisa menggunakan pedoman 5 C dan 3 R. Berikut penjelasan tentang syarat kredit 5 C dan syarat kredit 3 R

a. Syarat Kredit 5 C
Syarat kredit 5 C. Syarat kredit 5 C terdiri dari character, capacity, collateral, capital, dan condition of economy. Berikut penjelasan singkat tentang syarat kredit 5 C.
1) Character (karakter)
Karakter merupakan kepribadian seseorang yang meliputi sifat, watak, tingkat kejujuran, dan kebiasaan. Pemberi kredit harus mempertimbangkan karakter penerima kredit, apakah dia bisa dipercaya, dan bersikap jujur, apakah dia biasa hidup boros dan suka berfoya-foya.
2) Capacity (kemampuan)
Pemberi kredit harus memperhatikan kemampuan penerima kredit, apakah ia mampu mengembalikan pinjamannya atau tidak.
3) Collateral (jaminan)
Jaminan merupakah syarat penting dalam pemberian kredit. Dengan adanya jaminan, pemberi kredit bisa mengambil atau menjualnya jika suatu saat kredit menjadi bermasalah.
4) Capital (modal)
Pemberi kredit harus memerhatikan berapa besar modal yang dimiliki penerima kredit, baik modal uang maupun modal barang. Adapun kredit yang diberikan hanya sebagai tambahan pembiayaan yang dibutuhkan nasabah.
5) Condition of economy (kondisi ekonomi)
Pemberi kredit harus memerhatikan kondisi ekonomi di sekitar penerima kredit, baik secara regional, nasional maupun internasional terutama yang berkaitan dengan sektor usaha yang dikelola nasabah, dengan tujuan memperkecil risiko kredit macet dan sejenisnya.

b. Syarat Kredit 3 R
Syarat kredit 3 R. Syarat kredit 3 R terdiri dari Returns, Repayment, dan Risk. Berikut ini penjelasan singkat tentang 3 R terdiri dari Returns, Repayment, dan Risk.
1) Returns
Pemberi kredit harus mempertimbangkan apakah hasil usaha (return) dari penerima kredit dapat digunakan untuk mengembalikan pinjamannya.
2) Repayment
Pemberi kredit harus mempertimbangkan sisi kemampuan penerima kredit dalam membayar kembali (repayment) pinjamannya, dengan menetapkan jadwal dan jangka waktu pembayaran.
3) Risk
Pemberi kredit harus mempertimbangkan kemampuan penerima kredit dalam menanggung risiko (risk) jika terjadi kegagalan usaha.

5. Kebaikan dan Keburukan Kredit
Kebaikan dan keburukan kredit. Kredit memiliki kebaikan dan keburukan yang berpengaruh terhadap perekonomian. Berikut ini adalah kebaikan dan keburukan kredit.

a. Kebaikan kredit
Kebaikan kredit antara lain sebagai berikut :
1) Kredit dapat meningkatkan produktivitas uang dan modal.
2) Kredit dapat memperlancar transaksi tukar menukar dan transaksi perdagangan.
3) Kredit dapat memperlancar peredaran barang.
4) Kredit dapat meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat

Pengertian, Jenis, Fungsi, Syarat, dan Kebaikan dan Keburukan Kredit

b. Keburukan kredit
Keburukan kredit antara lain sebagai berikut :
1) Kredit dapat mendorong masyarakat hidup konsumtif. Kredit bisa mendorong masyarakat membeli barang-barang dengan cara kredit atau dengan meminjam uang di bank yang kadang-kadang melebihi batas kemampuan ekonominya.
2) Kredit dapat mendorong terjadinya inflasi, karena jumlah uang yang beredar lebih banyak dari jumlah barang dan jasa.
3) Kredit dapat mendorong terjadinya spekulasi, dengan cara terus menerus meminjam dengan harapan bisa memperoleh keuntungan yang tinggi dari usahanya, tanpa memperhitungkan kemampuan mengembalikan pinjaman.
4) Kredit dapat mendorong terjadinya over produksi (produksi yang berlebihan) akibat terlalu banyaknya pengusaha yang bisa berproduksi setelah memperoleh pinjaman. Produksi yang berlebihan bisa menyebabkan turunnya harga yang merugikan pengusaha.

Demikian penjelasan singkat kami tentang kredit. Semoga artikel kami yang membahas tentang kredit bermanfaat untuk para pembaca.

3 Produk Perbankan dan Penjelasannya

Produk perbankan. Produk perbankan itu apa? Mengapa kita perlu tahu tentang produk perbankan? Setelah sebelumnya kita telah membahas tentang arti bank, jenis bank, dan fungsi bank, sekarang kita akan membahas tentang produk perbankan. Apa itu produk perbankan? Dalam melakukan kegiatannya, bank menghasilkan berbagai macam dan jenis. Adapun produk perbankan terdiri dari kredit pasif, kredit aktif, dan jasa pelayanan keuangan lainnya. berikut penjelasan singkat tentang produk perbankan antara lain sebagai berikut :


a. Kredit Pasif

Kredit pasif. Kredit pasif adalah salah satu produk perbankan. Kredit pasif merupakan kegiatan bank menghimpun dana dari masyarakat, dalam bentuk tabungan, tabungan berjangka, sertifikat deposito, giro, deposito on call, loan deposit, dan deposit automatic roll over. Berikut ini penjelasan singkat tentang bentuk kredit pasif perbankan sebagai bagian dari produk perbankan.

1) Tabungan, adalah simpanan yang penyetoran dan penarikannya dapat dilakukan setiap saat. Dan untuk mempermudah nasabah, bank kini menyediakan ATM (Automatic Teller Machine) yang melayani penarikan (pengambilan) uang selama 24 jam nonstop.
2) Tabungan berjangka (deposito berjangka), adalah simpanan yang penarikannya hanya bisa dilakukan setelah jangka waktu tertentu, misalnya setelah satu bulan, tiga bulan, enam bulan atau dua belas bulan.
3) Sertifikat deposito, adalah salah satu bentuk deposito berjangka yang surat buktinya dapat diperjualbelikan.
4) Giro, adalah simpanan yang penarikannya bisa dilakukan setiap saat, dengan catatan hanya bisa diambil dengan menggunakan cek atau giro bilyet.
5) Deposit on Call, adalah simpanan yang tetap berada di bank, dan bisa diambil setelah ada pemberitahuan terlebih dulu dari nasabah.
6) Loan Deposit, adalah pinjaman dari bank yang kemudian dititipkan lagi di bank untuk diambil sewaktu-waktu.
7) Deposit Automatic Roll Over,adalah jenis deposito yang jika saat jatuh tempo uangnya tidak diambil, secara otomatis deposito tersebut langsung diperpanjang disertai dengan penghitungan bunganya.

b. Kredit Aktif

Kredit aktif. Kredit aktif merupakan salah satu dari produk perbankan selain kredit pasif. Berbeda dengan kredit pasif, kredit aktif merupakan kegiatan bank dalam menyalurkan dana kepada masyarakat. Produk perbankan berupa kredit aktif bisa dalam bentuk:

1) Kredit rekening koran, adalah kredit (pinjaman) yang diberikan kepada nasabah sesuai kebutuhannya. Jaminan dari kredit rekening koran bisa berupa surat-surat berharga, barang-barang yang ada di gudang peminjam, barang-barang bergerak (seperti mobil) dan barang-barang tidak bergerak (seperti tanah, bangunan).

2) Kredit aksep, adalah pinjaman yang diberikan kepada nasabah dengan cara bank menandatangani aksep yang ditarik oleh nasabah. Sesudah aksep ditandatangani, aksep dapat diperjualbelikan oleh nasabah.

3) Kredit dokumenter, adalah pinjaman yang diberikan kepada nasabah dengan jaminan dokumen milik nasabah. Contoh dokumen yang bisa diberi kredit adalah surat pengiriman barang dan sejenisnya.

4) Kredit reimburs (letter of credit) adalah pinjaman yang diberikan kepada nasabah dalam rangka membantu pembayaran atas barang-barang yang diimpor dari luar negeri. Bank bersedia memberikan pinjaman setelah melihat bukti-bukti pengiriman barang (bukti-bukti impor). Setelah memiliki dana maka nasabah akan membayar kepada bank seperti perjanjian semula.

5) Kredit surat berharga, adalah pinjaman yang diberikan kepada nasabah untuk membantu pembelian surat-surat berharga. Dalam pembelian tersebut, semua atau sebagian harga pembelian dibayar oleh bank. Dan sebagai jaminan, untuk sementara surat-surat berharga tersebut dipegang oleh bank.

c. Jasa Pelayanan di Bidang Keuangan Lainnya (Jasa Lalu Lintas Moneter)

Produk perbankan selain menyediakan pelayanan kredit pasif dan kredit aktif, bank juga memberikan jasa pelayanan yang lain. Sebagai produk perbankan, jasa pelayanan bank di bidang keuangan lain antara lain sebagai berikut:

1) Transfer (pengiriman uang)
Transfer adalah pengiriman uang oleh bank untuk membantu nasabah dan masyarakat dalam mengirim uang dari satu tempat ke tempat lain, dalam bentuk rupiah atau mata uang asing di wilayah dalam negeri atau luar negeri.

2) Melakukan diskonto
Bank memberikan jasa pembelian dan penjualan surat berharga yang dijamin sendiri oleh bank yang bersangkutan.

3) Melakukan inkaso
Bank memberikan jasa menagih piutang yang dimiliki nasabah kepada nasabah yang lain. Sebagai balas jasa, bank memperoleh imbalan tertentu sesuai perjanjian dalam nota inkaso.

4) Menyediakan cek perjalanan
Cek perjalanan disediakan bank agar nasabah tidak perlu membawa uang tunai berjumlah besar ketika bepergian. Jika diperlukan, cek dapat diuangkan di bank terdekat selama di perjalanan.

5) Melakukan bankers orders
Bankers ordersadalah pemberian kuasa dari seseorang atau badan hukum kepada bank untuk melakukan pembayaran sejumlah uang secara berkala, seperti pembayaran listrik, telepon, dan gaji pegawai.

6) Mengeluarkan kartu kredit (credit card)
Kartu kredit adalah kartu yang dibuat oleh bank dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran pengganti uang tunai atau cek. Kartu ini dapat digunakan sebagai alat bayar di berbagai tempat yang menyediakan fasilitas pelayanan kartu kredit, seperti supermarket, hotel, restoran, bandara dan tempat-tempat hiburan.

7) Melakukan jual-beli valuta asing
Bank ikut serta melakukan jual beli valuta asing dengan kurs (nilai tukar) yang berlaku.

Produk Perbankan

8) Menyediakan Save Deposit Box (SDB)
Bank menyediakan jasa penitipan benda-benda berharga, seperti ijazah, sertifikat serta emas dan berlian yang ditempatkan dalam box (kotak atau lemari) yang tahan api dan aman dari pencurian.

9) Memberikan jaminan bank (bank garansi)
Bank memberikan jaminan kepada nasabah yang sedang membuat perjanjian dengan pihak lain. Apabila suatu saat nasabah tidak dapat memenuhi kewajibannya maka banklah yang menjamin dan bersedia memenuhi kewajiban tersebut.

Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa bank mempunyai banyak produk yang dihasilkan. Produk perbankan terdiri dari kredit pasif, kredit aktif, dan pelayanan keuangan laiinya. Akan tetapi, dengan perkembangan zaman dan teknologi Informasi, maka mungkin akan ada banyak produk-produk perbankan lain yang akan di hasilkan di masa yang akan datang. Demikian artikel kami tentang produk bank. Semoga artikel kami tentang produk ank bermanfaat bagi para pembaca.

Pengertian, Fungsi, dan Jenis Bank

Pengertian, Fungsi, dan Jenis Bank


Bank. Bank itu apa? Mengapa ada bank di berbagai tampat? Apa fungsi dari Bank ? Mungkin para pembaca sudah tidak asing dengan bank, akan tetapi belum begitu paham tentang dunia perbankan. PAda kesempatan ini, kami akan sedikit membahas tentang hal-hal yang umum dari dunia perbankan. Bank memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian. Ada istilah yang mengatakan bank adalah urat nadi perekonomian. Tanpa bank, perekonomian bisa lumpuh. Di zaman sekarang, jasa bank sudah digunakan hampir di seluruh pelosok tanah air, karena bank sudah berdiri di manamana.

Menurut data BPS (Biro Pusat Statistik), pada September 2002 saja jumlah kantor bank yang beroperasi di seluruh Indonesia tercatat ada 14.300 bank.

Demikian pentingnya peranan bank sehingga pemerintah sangat serius menangani masalah perbankan. Misalnya, untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap perbankan, pemerintah bersedia melakukan penjaminan jika bank-bank umum tertimpa masalah. Pada kasus bank Global misalnya, pemerintah harus menyediakan uang miliaran rupiah untuk menjamin atau membayar dana nasabah yang tersimpan di bank bermasalah tersebut. Semua dilakukan pemerintah, karena jika masyarakat tidak percaya pada keamanan menyimpan uang di bank maka kehidupan perbankan menjadi tidak sehat,dan ketidaksehatan bank akan berdampak buruk pada perekonomian.

Agar memperoleh wawasan yang lebih luas, berikut ini kita akan membahas berbagai hal mengenai bank serta dilengkapi dengan pembahasan mengenai berbagai lembaga keuangan bukan bank.

1. Sejarah dan Arti Bank
Sejarah dan arti bank. Bank berasal dari bahasa Yunani banco yang berarti bangku atau meja, yang pada saat itu digunakan sebagai tempat menukar uang. Kegiatan bank pada mulanya adalah memperjualbelikan uang yang berupa uang emas dan perak. Selanjutnya, kegiatan bank bertambah dengan menerima titipan simpanan uang logam. Sebagai bukti bahwa seseorang telah menitipkan uang, dia diberi nota emas Smith yang lebih dikenal dengan sebutan Gold Smith Notes. Pada zaman sekarang, Gold Smith Notesini sejenis dengan bentuk uang giral.

Lalu apa pengertian bank secara lengkap? Menurut Profesor GM Verryn Stuart dalam bukunya Bank Politic, bank adalah suatu badan usaha yang bertujuan untuk memberikan kredit baik dengan uang sendiri maupun dengan uang yang dipinjam dari orang lain, dan mengedarkan alat penukar berupa uang kertas dan uang giral.

Adapun Undang-Undang No. 10 tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 mengenai perbankan, mengartikan bank sebagai badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak

2. Fungsi Bank
Fungsi bank. Sebagai lembaga keuangan, bank memiliki fungsi penghimpun dana dari masyarakat, penyalur dana kepada masyarakat, dan sebagai perantara lalu lintas moneter. Berikut ini penjelasan singkat tentang fungsi bank:

a. Fungsi bank sebagai penghimpun dana dari masyarakat, antara lain dalam bentuk:
1) tabungan biasa yang bisa diambil setiap saat;
2) deposito (tabungan berjangka) yang hanya bisa diambil setelah jangka waktu tertentu;
3) giro atau rekening koran, yaitu simpanan yang bisa diambil hanya dengan menggunakan cek atau bilyet giro;
Kegiatan menghimpun dana dari masyarakat disebut kredit pasif.

b. Fungsi bank sebagai penyalur dana kepada masyarakat dalam bentuk:
1) kredit produktif, yaitu pinjaman yang diberikan untuk tujuan produksi, seperti membuka usaha bengkel dan mendirikan perusahaan.
2) kredit konsumtif, yaitu pinjaman yang diberikan untuk tujuan konsumsi, seperti membeli perabot.

Dana yang disalurkan bank kepada masyarakat berasal dari tabungan atau simpanan masyarakat dan dari dana bank sendiri. Kegiatan bank menyalurkan dana kepada masyarakat disebut kredit aktif.

c. Fungsi bank sebagai perantara lalu lintas moneter
Dalam hal ini, bank memberikan jasa pelayanan di bidang keuangan, seperti: jasa pengiriman uang, melakukan inkaso dan diskonto.

3. Jenis-Jenis Bank
Jenis-jenis bank. Jenis-jenis bank dapat dikelompokkan menurut kegiatan, badan usaha, kepemilikan dan organisasinya. Berikut ini penjelasan singkat tentang jenis-jenis bank :’

a. Jenis Bank Menurut Kegiatan atau Fungsinya
Jenis bank menurut kegiatan atau fungsinya. Menurut kegiatan atau fungsinya, ada tiga macam bank, yaitu Bank Sentral, Bank Umum dan BPR (Bank Perkreditan Rakyat).

1) Bank Sentral
Bank Sentral. Bank Sentral adalah bank yang bertanggung jawab menjaga kestabilan nilai rupiah dan mengatur serta mengawasi kegiatan lembaga-lembaga keuangan. Sesuai dengan namanya (Bank Sentral atau Bank Pusat) maka hanya ada satu bank sentral di suatu negara. Di Indonesia, kedudukan bank sentral dipegang oleh Bank Indonesia. Sedang di Amerika, bank sentral dipegang oleh Federal Reserves Systemdi Inggris dipegang olehBank of England.

Menurut Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, Bank Indonesia merupakan lembaga negara yang independen, bebas dari campur tangan pemerintah atau pihak-pihak lainnya, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang tersebut. Menurut undangundang itu juga, tujuan didirikannya Bank Indonesia adalah untuk mencapai kestabilan nilai rupiah. Yang dimaksud kestabilan nilai rupiah adalah kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa serta terhadap mata uang negara lain. Kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa dapat dilihat dari perkembangan laju inflasi.

Adapun kestabilan nilai rupiah terhadap mata uang negara lain, dapat dilihat dari perkembangan nilai tukar rupiah. Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia memiliki tugas-tugas sebagai berikut:
a) Tugas bank sentral untuk menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter.
Penjelasan dan pengertian tentang kebijakan moneter serta macam-macam kebijakan moneter akan dibahas di bagian selanjutnya bab ini.
b) Tugas bank sentral untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.
Dalam mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, Bank Indonesia merupakan satu-satunya lembaga yang berwenang untuk mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah serta mencabut, menarik dan memusnahkan uang dari peredaran.
c) Tugas bank sentral untuk mengatur dan mengawasi bank.
Bank Indonesia menetapkan peraturan, memberikan dan mencabut izin usaha bank, melaksanakan pengawasan serta memberi sanksi bagi bank yang melanggar peraturan.

2) Bank Umum
Bank umum. Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan menghimpun dana dari masyarakat, memberikan pinjaman kepada masyarakat, serta memberikan jasa pelayanan di bidang keuangan. Dikatakan umum karena memberikan jasa kepada masyarakat umum, dan dapat beroperasi di seluruh wilayah. Usaha-usaha yang bisa dilakukan bank umum meliputi:
a) Bank menghimpun dana dari masyarakat, berupa tabungan biasa, deposito dan lain-lain;
b) Bank memberikan pinjaman (kredit) kepada masyarakat;
c) Bank melakukan jasa pengiriman uang;
d) Bank melakukan inkaso antarbank;
e) Bank melakukan jual beli surat-surat berharga, seperti wesel dan kertas perbendaharaan negara;
f) Bank menerima titipan barang-barang berharga;
g) Bank melakukan kegiatan-kegiatan perbankan lainnya yang sesuai dengan undang-undang dan ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia.

3) Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
Bank Perkreditan Rakyat (BPR). BPR adalah bank yang melaksanakan kegiatan menerima simpanan dari masyarakat hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan atau bentuk lainnya serta memberikan pinjaman kepada masyarakat. Dengan demikian, usaha yang bisa dilakukan BPR lebih sedikit atau lebih sempit dibandingkan bank umum. Contoh BPR di antaranya adalah Bank Desa, Bank Kredit Desa (BKD) dan Bank Pasar.

Adapun usaha-usaha yang bisa dilakukan BPR adalah:
a) BPR menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan, deposito dan bentuk lain yang sama dengan itu,
a) BPR memberikan pinjaman (kredit),
b) BPR menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasar prinsip syariah sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia,
c) menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito dan tabungan pada bank lain.

BPR dilarang melakukan usaha-usaha berikut:
a) BPR dilarang menerima simpanan berupa giro,
b) BPR dilarang ikut serta dalam lalu lintas pembayaran, seperti transfer dan kliring,
c) BPR dilarang melakukan kegiatan usaha valuta asing,
d) BPR dilarang melakukan penyertaan modal,
e) BPR dilarang melakukan usaha asuransi.

b. Jenis Bank Menurut Bentuk Badan Usaha
Jenis bank menurut bentuk badan usaha. Menurut bentuk-bentuk badan usaha, ada empat macam bank, yaitu:
1) Bank berbentuk Perseroan Terbatas (PT).
2) Bank berbentuk Firma.
3) Bank berbentuk Koperasi.
4) Bank berbentuk Perusahaan Perseorangan.

c. Jenis Bank Menurut Kepemilikan
Jenis bank menurut kepemilikan. Menurut kepemilikannya bank dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1) Bank milik Negara
Bank milik negara adalah bank yang modalnya berasal dari negara dan bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Contohnya antara lain BNI 1946, BRI (Bank Rakyat Indonesia), Bank Mandiri, dan BTN (Bank Tabungan Negara).
2) Bank milik Pemerintah Daerah
Bank milik pemerintah daerah adalah bank milik pemerintah daerah yang terdapat di setiap daerah. Contoh: Bank Jabar dan Bank DKI.
3) Bank milik Swasta
Bank milik swasta adalah bank yang modalnya berasal dari pihak swasta. Bank swasta hanya bisa didirikan setelah mendapat izin dari Menteri Keuangan dan meminta pertimbangan-pertimbangan dari Bank Indonesia sebagai bank sentral. Contoh bank milik swasta antara lain Bank Mega, Bank Lippo dan BCA.

Pengertian, Fungsi, dan Jenis Bank

4) Bank Koperasi
Bank koperasi adalah bank yang modalnya berasal dari perkumpulan koperasi. Contoh: Bukopin (Bank Umum Koperasi Indonesia).

5) Bank Syariah
Bank syariah adalah bank yang modalnya berasal dari pihak swasta dan didirikan atas dasar hukum agama Islam. Berkaitan dengan bank, ada dua konsep dalam hukum agama Islam, yaitu: larangan penggunaan sistem bunga, karena bunga (riba) adalah haram hukumnya. Sebagai pengganti bunga digunakan sistem bagi hasil.

Dalam bank syariah, kedudukan bank adalah sebagai pemodal (investor). Sedangkan nasabahnya bertindak sebagai Mitra Pemakai Modal. Sedangkan dalam bank umum, hubungan antara bank dan nasabah adalah sebagai kreditur (menyimpan) dan debitur (meminjam) saja. Dalam menjalankan usahanya, bank syariah memiliki tiga prinsip, yaitu:

a) Prinsip Mudhorobah
Berdasarkan prinsip ini, bank berperan memberikan modal, sedangkan nasabah memberikan keahlian. Kemudian, laba yang diperoleh dibagi menurut rasio nisbah yang disetujui.
b) Prinsip Murobahah
Berdasarkan prinsip ini, nasabah membeli komoditi dengan rincian tertentu dan bank mengirimkannya kepada nasabah berdasarkan imbalan harga tertentu sesuai kesepakatan awal kedua pihak.
c) Prinsip Musharokah
Berdasarkan prinsip ini, bank dan nasabah sama-sama menyumbang modal dengan tingkat tertentu, kemudian laba dibagi dengan rasio tertentu, sesuai kesepakatan.

d. Jenis Bank Menurut Organisasinya
Jenis bank menurut organisasinya. Menurut organisasinya, bank terdiri atas:
1) Unit banking, yaitu bank yang hanya memiliki satu organisasi dan tidak memiliki cabang di daerah lain.
2) Branch banking, yaitu bank yang memiliki cabang-cabang di daerah lain.
3) Correspondency banking, yaitu bank yang dapat melakukan kegiatan pemeriksaan dokumen ekspor-impor dan kegiatan utamanya di luar negeri.

Soal Ulangan Sejarah Indonesia dan Jawaban

Soal Ulangan Sejarah Indonesia
A. Soal Esai Singkat
1. Hari lahir organisasi Budi Utomo yang hatuh pada tanggal 20 Mei diperingati oleh bangsa Indonesia setiap tahun dengan sebutan hari kebangkitan nasional
2. Pendiri Organisasi Budi Utomo adalah dr sutomo
3. Organisasi pergerakan nasional yang anggota-anggotanya berasal dari keturunan campuran Belanda-pribumi (Indo-Belanda) dan orang asli pribumi di sebut Indische Partij (IP)
4. Akibat pengaruh PKI, organisasi SI pecah menjadi 2 golongan, dimana anggota yang mendukung masuknya PKI ke SI di sebut SI merah sedangkan anggota yang tidak mendukung masuknya PKI ke dalam tubuh SI disebut SI putih
5. Organisasi ISDV didirikan oleh snevliet
6. Partai Nasional Indonesia didirikan oleh kaum terpelajar, yang dipelopori oleh Soekarno
7. Organisasi pergerakan nasional yang berdiri di Belanda disebut Perhimpunan Indonesia (PI)
8. 3 (tiga) jenis kegiatan politik etis yang dilakukan oleh Belanda adalah Irigasi, edukasi, dan imigrasi
9. Tiga tokoh Tiga Serangkai terdiri ki hajar dewantara, dowwes dekker, cipto mangunkusumo
10. Akibat aktivitas PKI yang anti Belanda, pemerintah kolonial Belanda membuang pengikut atau anggota PKI di suatu tempat yang disebut Digul

B. Soal Uraian
1. Apa yang dimaksud dengan nasionalisme ?
Nasionalisme adalah suatu gejala psikologis berupa rasa persamaan dari se-kelompok manusia yang menimbulkan kesadaran sebagai suatu bangsa. Nasionalisme merupakan hasil dari pengaruh faktor politik, ekonomi, sosial dan intelektual, yang terjadi dalam lingkungan kebudayaan melalui proses sejarah (historis).
Semangat kebangsaan (nasionalisme) yang ada pada diri seseorang tidak datang dengan sendiri, tetapi ada unsur-unsur yang mempengaruhi keberadaannya

2. Apa yang dimaksud dengan patriotisme ?
Patriotisme adalah sikap dan perilaku seseorang yang dilakukan dengan penuh semangat rela berkorban untuk kemerdekaan, kemajuan, kejayaan dan kemakmuran bangsa.
3. Sebutkan minimal 4simbol Kenegaraan sebagai Identitas Nasional Indonesia !
Simbol-simbol yang menjadi identitas nasional bangsa Indonesia adalah: bahasa Indonesia, bendera merah putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan lambang negara garuda pancasila.

4. Sebutkan 4 faktor intern munculnya pergerakan nasional Indonesia !
a. Penjajahan mengakibatkan terjadinya penderitaan rakyat Indonesia yang tidak terkira. Sistem penjajahan Belanda yang eksploitatif terhadap sumber daya alam dan diskriminatif kepada rakyat Indonesia.
b. Kenangan akan kejayaan masa lalu. Rakyat Indonesia pada umumnya menyadari bahwa mereka pernah memiliki negara kekuasaan yang jaya dan berdaulat di masa lalu (Sriwijaya dan Majapahit).
c. Lahirnya kelompok terpelajar yang memperoleh pendidikan Barat dan Islam dari luar negeri. Kesempatan ini terbuka setelah pemerintah kolonial Belanda pada awal abad ke-20 menjalankan Politik Etis (edukasi, imigrasi, dan irigasi).
d. Menyebarnya paham-paham baru yang lahir di Eropa, seperti demokrasi, liberalisme, sosialisme, dan komunisme di negeri jajahan (Indonesia) yang dilakukan oleh kalangan terpelajar.
e. Muncul dan berkembangnya semangat persamaan derajat pada masyarakat Indonesia dan berkembang menjadi gerakan politik yang sifatnya nasional.

5. Sebutkan 4 faktor intern munculnya pergerakan nasional Indonesia !
a. Munculnya kesadaran tentang pentingnya semangat kebangsaan, semangat nasional, perasaan senasib sebagai bangsa terjajah,
b. Lahirnya golongan terpelajar yang memperoleh pengalaman pergaulan internasional serta mendapatkan pemahaman tentang ide-ide baru dalam kehidupan bernegara yang lahir di Eropa, seperti demokrasi, liberalisme, sosialisme, dan komunisme melalui pendidikan formal dari negara-negara Barat.
c. Perang Dunia I (1914-1919) telah menyadarkan bangsa-bangsa terjajah bahwa negara-negara imperialis telah berperang di antara mereka sendiri. Perang tersebut merupakan perang memperebutkan daerah jajahan.
d. Tokoh-tokoh pergerakan nasional di Asia, Afrika dan Amerika Latin telah menyadari bahwa kini saatnya telah tiba bagi mereka untuk melakukan perlawanan terhadap penjajah yang sudah lelah berperang.
e. Munculnya rumusan damai mengenai penentuan nasib sendiri (self determination) Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson pasca perang dunia I disambut tokoh-tokoh pergerakan nasional Indonesia sebagai pijakan dalam perjuangan mewujudkan kemerdekaan.
f. Lahirnya komunisme melalui Revolusi Rusia 1917 yang diikuti dengan semangat anti kapitalisme dan imperalisme telah mempengaruhi tumbuhnya ideologi perlawanan di negara-negara jajahan terhadap imperialisme dan kapitalisme Barat.
g. Munculnya nasionalisme di Asia dan di negara-negara jajahan lainnya di seluruh dunia telah mengilhami tokoh-tokoh pergerakan nasional untuk melakukan perlawanan terhadap penjajahan Belanda. Kemenangan Jepang atas Rusia pada 1905 telah memberikan keyakinan bagi tokoh nasionalis Indonesia bahwa bangsa kulit putih Eropa dapat dikalahkan oleh kulit berwarna Asia.

6. Sebutkan faktor yang mempengaruhi pembentukan identitas nasional
a. Primordial
Ikatan kekerabatan (darah dan keluarga) dan kesamaan suku bangsa, daerah, bahasa, dan adat-istiadat merupakan faktor-faktor primordial yang dapat membentuk negara-bangsa.
b. Sakral
Kesamaan agama yang dianut oleh suatu masyarakat, atau ikatan ideologi yang kuat dalam masyarakat, juga merupakan faktor yang dapat membentuk negara-bangsa.
c. Tokoh
Kepemimpinan dari seorang tokoh yang disegani dan dihormati secara luas oleh masyarakat dapat menjadi faktor yang menyatukan suatu bangsa-negara. Pemimpin ini menjadi panutan sebab warga masyarakat mengidentifikasikan diri kepada sang pemimpin, dan ia dianggap sebagai "penyambung lidah" masyarakat.

Soal Ulangan Sejarah Indonesia

d. Sejarah
Persepsi yang sama tentang asal-usul (nenek moyang) dan/atau tentang pengalaman masa lalu, seperti penderitaan yang sama akibat dari penjajahan tidak hanya melahirkan solidaritas (sependeritaan dan
sepenanggungan), tetapi juga tekad dan tujuan yang sama antar kelompok suku bangsa.
e. Bhinneka Tunggal Ika
Prinsip bersatu dalam perbedaan (unity in diversity) merupakan salah satu faktor yang dapat membentuk bangsa-negara. Bersatu dalam perbedaan artinya kesediaan warga masyarakat untuk bersama dalam suatu lembaga yang disebut Negara, atau pemerintahan walaupun mereka memiliki suku bangsa, adat-istiadat, ras atau agama yang berbeda.
f. Perkembangan Ekonomi
Perkembangan ekonomi (industrialisasi) akan melahirkan spesialisasi pekerjaan yang beraneka ragam sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Semakin tinggi mutu dan semakin bervarariasi kebutuhan masyarakat, semakin tinggi pula tingkat saling bergantung di antara berbagai jenis pekerjaan.
g. Kelembagaan
Proses pembentukan bangsa berupa lembaga-lembaga pemerintahan dan politik, seperti birokrasi, angkatan bersenjata, dan partai politik.hirkan spesialisasi pekerjaan yang beraneka ragam sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Semakin tinggi mutu dan semakin bervarariasi kebutuhan masyarakat, semakin tinggi pula tingkat saling bergantung di antara berbagai jenis pekerjaan.
g. Kelembagaan
Proses pembentukan bangsa berupa lembaga-lembaga pemerintahan dan politik, seperti birokrasi, angkatan bersenjata, dan partai politik.

4. Simbol-Simbol Kenegaraan sebagai Identitas Nasional
Simbol-simbol yang menjadi identitas nasional bangsa Indonesia adalah: bahasa Indonesia, bendera merah putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan lambang negara garuda pancasila.

Apa Itu Pergerakan Nasional ?

Apa Itu Pergerakan Nasional ?


1. Pengertian Pergerakan Nasional
Pergerakan nasional adalah suatu bentuk perlawanan terhadap kepada kaum penjajah yang dilaksanakan tidak dengan menggunakan kekuatan bersenjata, tetapi menggunakan organisasi yang bergerak di bidang sosial, budaya, ekonomi dan politik. Demikian halnya dengan pergerakan nasional yang terjadi di Indonesia.
Organisasi-organisasi yang berdiri pada masa itu disebut sebagai organisasi pergerakan nasional, yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a. Keanggotaannya tidak didasarkan atas kelompok etnis (suku)tertentu melainkan semua kelompok etnis.
b. Sebagian besar pemimpin organisasi pergerakan nasional itu berasal dari kalangan terdidik yang memperoleh pendidikan Barat serta kelompok intelektual yang sudah bergaul dengan berbagai bangsa, baik melalui sekolah di dalam negeri, Belanda, maupun yang telah menunaikan ibadah haji.
c. Organisasi-organisasi pergerakan nasional tersebut memiliki tujuan yang jelas bagi kepentingan seluruh bangsa di bidang sosial, pendidikan, ekonomi, budaya, dan politik.
d. Organisasi-organisasi pergerakan nasional memiliki paham kebangsaan atau nasionalisme.

2. Faktor Pendorong Munculnya Pergerakan Nasional Indonesia
a. Faktor Ekstern Pendorong Munculnya Pergerakan Nasional Indonesia
1) Munculnya kesadaran tentang pentingnya semangat kebangsaan, semangat nasional, perasaan senasib sebagai bangsa terjajah,
2) Lahirnya golongan terpelajar yang memperoleh pengalaman pergaulan internasional serta mendapatkan pemahaman tentang ide-ide baru dalam kehidupan bernegara yang lahir di Eropa, seperti demokrasi, liberalisme, sosialisme, dan komunisme melalui pendidikan formal dari negara-negara Barat.
3) Perang Dunia I (1914-1919) telah menyadarkan bangsa-bangsa terjajah bahwa negara-negara imperialis telah berperang di antara mereka sendiri. Perang tersebut merupakan perang memperebutkan daerah jajahan.
4) Tokoh-tokoh pergerakan nasional di Asia, Afrika dan Amerika Latin telah menyadari bahwa kini saatnya telah tiba bagi mereka untuk melakukan perlawanan terhadap penjajah yang sudah lelah berperang.
5) Munculnya rumusan damai mengenai penentuan nasib sendiri (self determination) Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson pasca perang dunia I disambut tokoh-tokoh pergerakan nasional Indonesia sebagai pijakan dalam perjuangan mewujudkan kemerdekaan.
6) Lahirnya komunisme melalui Revolusi Rusia 1917 yang diikuti dengan semangat anti kapitalisme dan imperalisme telah mempengaruhi tumbuhnya ideologi perlawanan di negara-negara jajahan terhadap imperialisme dan kapitalisme Barat.
7) Munculnya nasionalisme di Asia dan di negara-negara jajahan lainnya di seluruh dunia telah mengilhami tokoh-tokoh pergerakan nasional untuk melakukan perlawanan terhadap penjajahan Belanda. Kemenangan Jepang atas Rusia pada 1905 telah memberikan keyakinan bagi tokoh nasionalis Indonesia bahwa bangsa kulit putih Eropa dapat dikalahkan oleh kulit berwarna Asia.

b. Faktor Ekstern Pendorong Munculnya Pergerakan Nasional Indonesia
1) Penjajahan mengakibatkan terjadinya penderitaan rakyat Indonesia yang tidak terkira. Sistem penjajahan Belanda yang eksploitatif terhadap sumber daya alam dan diskriminatif kepada rakyat Indonesia.
2) Kenangan akan kejayaan masa lalu. Rakyat Indonesia pada umumnya menyadari bahwa mereka pernah memiliki negara kekuasaan yang jaya dan berdaulat di masa lalu (Sriwijaya dan Majapahit).
3) Lahirnya kelompok terpelajar yang memperoleh pendidikan Barat dan Islam dari luar negeri. Kesempatan ini terbuka setelah pemerintah kolonial Belanda pada awal abad ke-20 menjalankan Politik Etis (edukasi, imigrasi, dan irigasi).
4) Menyebarnya paham-paham baru yang lahir di Eropa, seperti demokrasi, liberalisme, sosialisme, dan komunisme di negeri jajahan (Indonesia) yang dilakukan oleh kalangan terpelajar.
5) Muncul dan berkembangnya semangat persamaan derajat pada masyarakat Indonesia dan berkembang menjadi gerakan politik yang sifatnya nasional.

3. Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia
Organisasi pergerakan kemerdekaan Indonesia antara lain : Budi Utomo, SI, PKI, PNI, Indische Partij (IP), Perhimpunan Indonesia, Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI), Partai Indonesia Raya (Parindra), Gabungan Politik Indonesia (Gapi), Gerakan dan Organisasi Pemuda, Organisasi Kepanduan, Gerakan Wanita, dan organisasi lainnya.

a. Budi Utomo (BU)
Budi utomo adalah suatu organisasi yang didirikan oleh kalangan terpelajar di sekolah kedokteran yang berasal dari priyayi Jawa yang baru" atau priyayi rendahan. Mereka memiliki pandangan bahwa pendidikan adalah kunci untuk kemajuan. Kelompok inilah yang merupakan kelompok pertama pembentuk suatu organisasi yang benar-benar modern. Dr. Wahidin Sudirohusodo adalah tokoh yang membidani lahirnya Budi Utomo melalui kegiatannnya menghimpun dana beasiswa untuk memberikan pendidikan Barat kepada golongan priyayi Jawa. Kegiatan yang dilakukan oleh Dr. Wahidin tersebut disambut oleh Soetomo, seorang mahasiswa School Tot Opleiding van Indische Arsten (STOVIA) atau Sekolah Dokter Jawa. Bersama rekan-rekannya dia mendirikan Budi Utomo (BU) di Jakarta pada 20 Mei 1908.

Pemerintah Hindia Belanda mengakui BU sebagai organisasi yang sah pada Desember 1909. Dukungan dari Pemerintah Hindia Belanda ini tidak lain sebagai bagian dari pelaksanaan Politik Etis. Sambutan baik pemerintah inilah yang menyebabkan BU sering dicurigai oleh kalangan bumiputera sebagai organ pemerintah. BU mulai kehilangan wibawanya pada tahun 1935, organisasi itu

b. Sarekat Islam (SI)
Sarekat Islam (SI) pada awalnya bernama Sarekat Dagang Islam (SDI), yaitu perkumpulan bagi pedagang Islam yang didirikan tahun 1911 di Solo, oleh H. Samanhudi. Organisasi ini mempunyai tujuan memajukan perdagangan Indonesia di bawah panji Islam, serta agar para pedagang Islam dapat bersaing dengan pedagang Barat maupun Timur Asing. SDI berganti namanya menjadi Sarekat Islam (SI) pada tahun 1912. SI mempunyai tujuan mengembangkan perekonomian guna mencapai kemajuan rakyat yang nyata dengan jalan persaudaraan, persatuan, dan tolong menolong.

Pada tahun 1913 kemudian dibentuklah Central Sarikat Islam (CSI) yang mengorganisasikan 50 cabang kantor SI daerah. Sebelum kongres tahunan berikutnya (1917) di Jakarta, muncul aliran revolusioner sosialis ditubuh SI, yang berasal dari SI Semarang yang dipimpin oleh Semaun. Di satu pihak aliran yang diinginkan SI adalah ekonomi dogmatis yang diwakili oleh Semaun, yang kemudian dikenal dengan SI Merah beraliran komunis.

Di sisi lain, SI menginginkan aliran nasional keagamaan yang diwakili oleh Cokroaminoto, yang kemudian dikenal dengan SI Putih. Rupanya gejala perjuangan dua aliran itu tidak dapat dipersatukan. Agus Salim dan Abdul Muis mendesak agar ditetapkan disiplin partai yang melarang keanggotaan rangkap. Usulan itu sangat mengkhawatirkan Partai Komunis Indonesia (PKI). Oleh karena itu, Tan Malaka meminta displin partai diadakan perkecualian bagi PKI. Namun demikian, disiplin partai dapat diterima oleh kongres dengan suara mayoritas. Konsekuensi dari itu Semaun dikeluarkan dari SI, karena tidak boleh rangkap anggota. Dengan demikian, langkah pertama dari pengaruh PKI ke dalam tubuh SI telah dapat diatasi.
Sementara itu dalam kongres di Madiun 1923, Central Sarekat Islam (CSI) diganti menjadi Partai Sarekat Islam (PSI).Selanjutnya organisasi itu bernama Partai Sarikat Islam Indonesia (PSII) tahun 1927.

Banyaknya anggota muda dalam PSII membawa perbedaan paham antara golongan muda dengan golongan tua. Pada 1932, timbulah perpecahan dalam tubuh organisasi itu dan muncullah Partai Islam Indonesia (PARII) dibawah Dr. Sukiman yang berpusat di Yogyakarta. Pada tahun 1940, Sekar Maji Kartosiwiryo mendirikan PSII tandingan. Akibat perpecahan itu PSII mengalami kemunduran.

c. Partai Komunis Indonesia (PKI)
PKI adalah organisasi pergerakan sosialis yang mengadopsi nilai-nilai perjuangan komunisme dari Rusia. Pada awalnya organisasi ini bernama Indische Social Demokratische Vereeniging (ISDV), yang kemudian berubah menjadi Partai Komunis Indonesia pada tahun 1924. Gerakan ini dipelopori oleh seorang Marxis Belanda bernama Sneevliet yang ingin menyebarkan ajaran-ajaran Marxis di Indonesia, khususnya tentang manifesto-komunisnya. Konsep perjuangannya adalah mempertentangkan kelas antara kaum pribumi sebagai buruh dan penjajah sebagai kapitalisme Barat.

ISDV didirikan Sneevliet pada tahun 1914 di Semarang oleh Sneevliet. Perkumpulan ini merupakan perkumpulan campuran antara orang-orang Belanda dengan orang-orang Indonesia yang mempunyai pandangan politik sama. Sneevliet berusaha mempengaruhi tokoh-tokoh terkemuka pada perkumpulan orang Indonesia untuk menerima ajaran Marxis, salah satunya yaitu organisasi SI.
Komunisme cepat berkembang di kalangan rakyat Indonesia yang terjajah.

Kondisi buruknya kehidupan ekonomi pribumi dapat dimanfaatkan dengan baik oleh tokoh-tokoh komunis Indonesia. Tokoh-tokoh komunis juga memanfaatkan kondisi buruknya hubungan antara gerakan politik dan pemerintah Belanda. ISDV semakin kuat setelah pecahnya Revolusi Rusia pada 1917, berdirinya Uni Soviet, dan Communis International (Comintern) Maret 1919. Komunis Indonesia makin radikal dan mendapat dukungan yang luas setelah pada 1922 melakukan pemogokkan-pemogokkan untuk menuntut kenaikan upah dari kaum kapitalis.

Gerakan-gerakan ISDV yang radikal dalam menentang kapitalisme Belanda mengakibatkan orang-orang ISDV diusir Belanda. Pimpinan komunis di Indonesia diambil alih oleh orang Indonesia sendiri dan kemudian mendirikan organisasi dengan nama Perserikatan Komunis Hindia pada Mei 1920. Pada 1924 nama ini berubah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). PKI dengan cepat berkembang karena mendapat banyak dukungan dari kalangan rakyat jelata yang terjajah.

Tokoh-tokoh PKI di antaranya, Semaun, Alimin, Tan Malaka, dan Darsono PKI yang anti kapitalisme Belanda. Misalnya di daerah berbasis Islam, Banten dan Minangkabau, terjadi pemberontakan melawan kapitalisme Barat pada 1926 dan 1927. Akibat pemberontakan, pemerintah kolonial Belanda melakukan penindasan terhadap pengikutnya. Pemimpinnya dibuang, sejumlah 13.000 anggotanya ditangkap, 4.000 orang dihukum, dan 1.300 orang dibuang ke Digul. Oleh pemerintah kolonial, PKI dinyatakan sebagai organisasi terlarang, walaupun aktivitas politiknya masih terus berjalan. Semaun, Darsono, dan Alimin meneruskan propaganda untuk mendukung aksi revolusioner dan menuntut kemerdekaan Indonesia.

d. Partai Nasional Indonesia (PNI)
Partai Nasional Indonesia didirikan oleh kaum terpelajar, yang dipelopori oleh Soekarno. Berdiranya PNI, tidak terlepas dari pengaruh dilarangnya PKI oleh pemerintah kolonial. Kaum terpelajar dan intelektual serta tokoh-tokoh perjuangan lainnya berusaha memikirkan strategi yang harus dijalankan untuk mencegah agar organisasi-organisasi baru tidak terperangkap pada kendala yang sama. Untuk itu mereka berkesimpulan bahwa kekerasan dan radikalisme bukan jalan perjuangan yang baik dalam menghadapi pemerintah kolonial.


Dipenjarakannya tokoh-tokoh penting PNI oleh Belanda menimbulkan pemikiran untuk membubarkan PNI, demi keselamatan para anggota, 1933. Sementara itu, Mr. Sartono, melalui kongres luar biasa mendirikan partai baru bernama Partai Indonesia (Partindo) dengan Sartono sebagai ketuanya. Sedangkan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir mendirikan partai baru yaitu PNI Pendidikan (PNI Baru).

e. Indische Partij (IP)
Indische Partij merupakan organisasi politik yang anggota-anggotanya berasal dari keturunan campuran Belanda-pribumi (Indo-Belanda) dan orang asli pribumi. Munculnya organisasi ini karena adanya sejumlah golongan orang Indo-Belanda yang dianggap lebih rendah kedudukannya dari pada orang Belanda asli.

Douwes Dekker bersama dr. Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantoro) “Tiga Serangkai” mendirikan IP tahun 1912. Bagi pemerintah kolonial keberhasilan IP mendapat simpatisan dari masyarakat merupakan suatu yang berbahaya. Organisasi itu kemudian dinyatakan sebagai organisasi terlarang dan berbahaya (pertengahan 1913). Pemimpinnya kemudian ditangkap dan dibuang. Douwes Dekker diasingkan ke Timor, Kupang. Cipto Mangunkusumo dibuang ke Bkamu. Suwardi Suryaningrat dibuang ke Bangka. Tiga Serangkai itu kemudian dibuang ke Negeri Belanda.

f. Perhimpunan Indonesia
Perhimpunan Indonesia adalah salah satu organisasi pergerakan nasional yang berdiri di negeri Belanda. Perhimpunan Indonesia didirikan oleh mahasiswa Indonesia serta orang-orang Belanda yang menaruh perhatian pada nasib Hindia Belanda yang tinggal di Negeri Belanda. Perhimpunan Hindia atau Indische Vereeniging(IV) berdiri pada tahun 1908, yang dibentuk sebagai sebuah perhimpunan yang bersifat sosial. Organisasi ini merupakan ajang pertemuan dan komunikasi antar mahasiswa Indonesia yang belajar di negeri Belanda.

Pada tahun 1923, Iwa Kusumasumatri sebagai ketua, sejak saat itu sifat perjuangan politik organisasi semakin kuat. Dalam rapat umum 1923 organisasi ini menyepakati tiga asas pokok organisasi yaitu: (a) Indonesia menentukan nasib sendiri; (b) untuk itu Indonesia harus mengandalkan kekuatan dan kemauan sendiri; (c) untuk melawan pemerintah kolonial Belanda, bangsa Indonesia harus bersatu.