Lahirnya Agama Buddha

Lahirnya Agama Buddha

Lahirnya Agama Buddha

Lahirnya agama Budhha. Agama Buddha merupakan agama yang di anut sebagian masyarakat Indonesia. Pada kesempatan kali ini, kita akanmembahas tentang lahirnya agama Buddha. Agama Buddha lahir sekitar abad ke-5 S.M. Agama Buddha lahir  sebagai reaksi terhadap agama Hindu terutama karena keberadaan kasta. Pembawa agama Buddha adalah Sidharta Gautama (563-486 S.M), seorang putra dari Raja Suddhodana dari Kerajaan Kosala di Kapilawastu. Untuk  mencari  pencerahan hidup, ia  meninggalkan  Istana Kapilawastu dan menuju ke tengah hutan di Bodh Gaya. Ia  bertapa di bawah pohon (semacam pohon beringin) dan akhirnya  mendapatkan bodhi,  yaitu  semacam  penerangan  atau  kesadaran  yang sempurna. Pohon itu kemudian dikenal dengan pohon bodhi.  Sejak  saat  itu,  Sidharta Gautama  dikenal sebagai Sang  Buddha,  artinya yang disinari. Peristiwa ini terjadi pada tahun 531 SM. Usia  Sidharta waktu itu kurang lebih 35 tahun. Wejangan yang pertama  disampaikan di Taman Rusa di Desa Sarnath.

Dalam  ajaran  Buddha  manusia  akan  lahir  berkali-kali  (reinkarnasi).  Hidup  adalah  samsara, menderita, dan  tidak  menyenangkan.  Menurut  ajaran  Buddha,  hidup  manusia  adalah  menderita, disebabkan karena adanya tresnaatau cinta, yaitu cinta  (hasrat/nafsu)  akan kehidupan. Penderitaan  dapat  dihentikan, caranya  adalah dengan  menindas tresna melalui  delapan jalan (astawida), yakni   pemandangan (ajaran) yang  benar,  niat  atau  sikap  yang  benar, perkataan yang  benar, tingkah  laku  yang  benar,  penghidupan  (mata  pencaharian)  yang benar,  usaha  yang  benar,  perhatian  yang benar, dan semadi yang benar.

Ajaran Buddha ditulis dalam kitab suci Tripitaka yang berarti tiga keranjang atau tiga himpunan nikmat. Isi kitab suci Tripitaka sebagai berikut.
1.      Suttapitaka, berisikan himpunan ajaran dan khotbah Buddha. Bagian terbesar
2.      adalah percakapan antara Buddha dan beberapa orang muridnya. Di dalamnya terdapat pula kitab meditasi dan peribadatan.
3.      Winayapitaka, berisikan tata hidup setiap anggota biara (sangha).
4.      Abhidharmapitaka, ditujukan bagi lapisan terpelajar dalam agama Buddha sebab merupakan pelajaran lanjutan.

Ada empat tempat yang dianggap suci dalam agama Buddha.
1.      Taman Lumbini di Kapilawastu, tempat lahirnya Siddharta (563 SM).
2.      Bodhgaya, tempat Siddharta menerima wahyu Buddha.
3.      Kusinagara, tempat wafatnya Siddharta pada tahun 482 SM.
4.      Benares, tempat Siddharta pertama kali berkhotbah.

Ajaran Buddha seperti yang dikhotbahkan Siddharta di Taman Menjangan, Benares, berisikan hal-hal berikut.
1.      Aryastyani, yakni empat kebenaran utama dan delapan jalan tengah (Astavida). Empat kebenaran utama, yaitu
a.   hidup adalah derita (duka) atau samsara,
b.   samsara disebabkan oleh hasrat keinginan (tresna) atau tanha,
c.   tresna harus dihilangkan, dan
d. cara menghilangkan tresnaadalah dengan delapan jalan tengah. Delapan jalan tengah, yaitu 1) pengertian yang benar, 5) kerja yang benar, 2) maksud yang benar, 6) ikhtiar yang benar, 3) bicara yang benar, 7) ingatan yang benar, dan 4) laku yang benar 8) renungan yang benar.

2.      Pratityasamudpada, artinya rantai sebab akibat yang terdiri atas dua belas rantai dan masing-masing merupakan sebab dari hal berikutnya.

Pada bangunan peribadatan Buddha akan kita temui stupa, yaitu bangunan berbentuk kubah yang berdiri di atas sebuah lapik dan diberi payung. Fungsi bangunan ini adalah sebagai lambang suci agama Buddha, tanda peringatan terjadinya suatu peristiwa dalam hidup Buddha, tempat penyimpanan tulang jenazah Buddha, dan tempat menyimpan benda suci.
Agama Buddha berkembang pesat di India pada masa Wangsa Maurya di bawah Raja Ashoka. Raja ini pada awalnya memusuhi agama Buddha. Ia menciptakan "neraka Ashoka", yaitu hukuman rebus bagi penganut Buddha. Namun, pada suatu ketika orang yang diperintahkannya untuk direbus tidak mati. Raja Ashoka sadar dari kekeliruannya dan masuk agama Buddha. Bahkan, ia menjadi raja yang saleh dan menetapkan agama Buddha sebagai agama negara. Ia pun mengajarkan Ahimsa, yaitu larangan membunuh dan melukai makhluk. Berkat raja ini, agama Buddha dapat disiarkan ke seluruh dunia

Demikian artikel kami tentang sejarah lahirnya agama Buddha. Semoga informasi dari kami terkait sejarah lahirnya agama Budhha bermanfaat.  

Bagikan Artikel

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »

Silahkan berkomentar . . EmoticonEmoticon