Perbedaan Guru Zaman Dahulu dan Guru Zaman Sekarang

     Iklan (Tutup K!k 2x)
     Iklan (Tutup K!k 2x)
Perbedaan guru zaman dahulu dan sekarang - Guru merupakan status yang sangat penting bagi suatu Negara. Salah satu faktor yang membuat suatu Negara atau Bangsa bisa maju adalah karena pendidikannya. Sedangkan pelaksana pendidikan di suatu Negara adalah guru. Pada kali ini penulis akan membahas mengenai perbedaan guru zaman dahulu dan guru zaman sekarang. Penulis mohon maaf jika ada para guru yang tersinggung dengan tulisan kami.

Sebelumnya perkenalkan saya, saya adalah seorang guru muda di sekolah swasta. Mengapa saya katakan muda, karena usia saya belum ada 25 tahun ketika saya menulis artikel ini. Sebagai seorang guru muda, tentu semangat idealisme saya masih berkobar-kobar dalam mengajar. Hal-hal yang berhubungan dengan apa yang seharusnya dan apa yang tidak seharusnya tentu menjadi fokus utama guru muda seperti saya.

Selama saya mengajar di beberapa sekolah, saya mencoba untuk membedakan bagaimana sosok guru ketika saya masih duduk di bangku sekolah dan sosok guru pada zaman sekarang. Perbedaan yang saya temukan kemudian saya rangkum dalam uraian di bawah ini. Tentu saja, perbedaan tersebut merupakan pendapat saya secara pribadi.

1. Cara Mengajar
Cara mengajar yang diterapkan oleh guru zaman dulu umumnya adalah dengan menggunakan penjelasan yang bertele-tele, yang sepertinya setiap kata yang ada di buku itu dibaca. Dengan metode ini, pengetahuan yang diterima siswa hanya bersumber dari sang guru saja.
Sedangkan guru zaman sekarang lebih sering hanya menjelaskan secara singkat materinya, lalu mempersilahkan para siswa untuk bertanya apabila ada kesulitan. Dengan cara ini, siswa jadi terpacu untuk mengembangkan pengetahuannya di luar sekolah. Misalnya dengan browsing di Internet, mengikuti kursus, dan lain sebagainya. Pengetahuan yang didapat pun akan semakin banyak.

2. Cara Berinteraksi Diluar Kelas
Guru-guru zaman dulu dengan gaya mengajarnya kaku, diluar kelas apabila disapa oleh murid nya, mereka hanya tersenyum lalu berlalu begitu saja. Karena dalam diri mereka, ada suatu doktrin yang menjelaskan bahwa ada garis pemisah antara guru dan murid. Jadi, sang murid harus sangat menghormati gurunya.

Sedangkan guru zaman sekarang lebih luwes dalam berinteraksi diluar kelas. Misalkan saja ada murid-muridnya yang menyapa, mereka akan tersenyum lepas dan kadang-kadang justru bercanda dengan murid-muridnya itu. Seakan akan tidak ada garis batas antara murid dan guru. Guru pun bisa dijadikan tempat untuk mencurahkan segala isi hati kita (curhat) tentang sekolah maupun kehidupan sehari-hari kita.

3. Cara Menasihati Siswa
Cara menasihati siswa yang dilakukan oleh guru-guru zaman dulu adalah dengan kalimat- kalimat yang biasanya kasar. Seperti menyinggung kondisi ekonomi keluarganya, penampilannya, dan lain sebagainya. Hal ini akan membuat para siswa saat itu menjadi berfikir keras agar tidak akan diledek oleh guru-guru mereka.

Perlakuan berbeda dilakukan guru zaman sekarang. Mereka biasanya menasihati para murid hanya dengan nasihat-nasihat yang halus dan tidak sampai menyinggung perasaan murid tersebut. Cara ini kurang efektif karena murid kadang-kadang hanya mendengarkan di telinga kanan dan keluar di telinga kiri.

4. Pemberian Nilai
Pemberian nilai yang dilakukan oleh guru zaman dulu adalah selain nilai asli, ada nilai yang diambil secara subyektif oleh guru tersebut. Hal-hal yang dinilai antara lain adalah kesopanan, etika, dan keantusiasan siswa tersebut dalam mendalami materi yang diajarkan guru tersebut. Sehingga dengan cara itu, nilai siswa benar-benar asli sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa tersebut.

5. Penggunaan Teknologi
Ketika zaman dulu, yang mana saat itu teknologi belum secanggih sekarang ini, seorang guru apabila ingin menjelaskan materinya, hanya dengan menggunakan kapur dan papan tulis kayu saja. Atau bila dengan alat bantu, paling jauh hanya menggunakan peta untuk pelajaran geografi.

Perbedaan Guru Zaman Dahulu dan Guru Zaman Sekarang

Hal yang sangat berbeda dilakukan oleh guru zaman sekarang. Guru sekarang lebih senang menuliskan materi ajarnya di sebuah file presentasi yang nanti hasilnya bisa ditampilkan di layar menggunakan LCD proyektor. Disamping lebih praktis, cara ini bisa membantu para siswa untuk mengetahui lebih detail suatu gambar/objek/benda.

Salah satu hal yang saya takutkan dalam mengajar adalah luntur atau hilangnya semangat idealisme dalam mengajar. Semangat idealisme yang saya maksud adalah bagaimana saaya sebagai seorang guru mengajar dengan sepenuh hati dalam mentransfer apa yang saya miliki kepada para siswa.

Tentu hal ini sangat dipengaruhi oleh rekan-rekan saya sesama guru entah dalam satu sekolah ataupun tidak. Materi atau dalam hal ini adalah gaji, yang membuat suatu idealisme guru dipertaruhkan. Penulis merasa adanya gejolak batin yang luar biasa berkaitan dengan hal ini.
Perbedaan Guru Zaman Dahulu dan Guru Zaman Sekarang

Berdasarkan perbedaan orientasi di atas dapat terlihat dari perbedaan kualitas output siswa zaman dahulu dan zaman sekarang. Terima kasih.

2 komentar

Salam. Saya juga seorang guru muda. Selepas membaca artikel ini, hampir 100% benar menepati fikiran saya ini. Maksudnya setiap orang yang bekerja sebagai guru pada masa kini menghadapi masalah yang serupa.

Makasih mas atas komentarnya. Tetap semangat dalam mengajar walaupun banyak tantangan yang dihadapi selama menjadi guru.

Silahkan berkomentar . .
EmoticonEmoticon