Thursday, December 31

Sosialisasi dalam Pembentukan Kepribadian

Sosialisasi dalam Pembentukan Kepribadian - Dalam arti sempit, proses sosialisasi diartikan sebagai proses pembelajaran seseorang mengenal lingkungan sekitarnya baik itu lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. Pengenalan ini dilakukan individu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar yang akan membekali dirinya dalam pergaulan yang lebih luas. Sedangkan dalam arti luas, proses sosialisasi diartikan sebagai proses interaksi dan pembelajaran seseorang mulai dari lahir hingga meninggalnya dalam suatu kebudayaan masyarakat. 

Keberhasilan seseorang dalam proses sosialisasi terlihat ketika seseorang tersebut mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, sosialisasi adalah suatu proses di mana individu mulai menerima dan menyesuaikan diri dengan unsur-unsur kebudayaan (adat istiadat, perilaku, bahasa, dan kebiasaan-kebiasaan) masyarakat, yang dimulai dari lingkungan keluarganya dan kemudian meluas pada masyarakat luas, lambat laun dengan keberhasilan penerimaan atau penyesuaian tersebut, maka

A. Proses Terjadinya Sosialisasi
Sosialisasi dapat terjadi secara langsung bertatap muka dalam pergaulan sehari-hari, dapat juga terjadi secara tidak langsung melalui telepon, surat atau melalui media massa. Sosialisasi dapat berjalan lancar jika seseorang tersebut sadar mensosialisasi kebudayaan suatu masyarakat. Namun, sosialisasi dapat pula terjadi secara paksa, kejam, dan kasar karena adanya kepentingan tertentu. Misalnya, segolongan atau sekelompok tertentu memaksakan kehendaknya terhadap individu lain.

B. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Proses Sosialisasi
Menurut F.G. Robins, terdapat lima faktor yang memengaruhi perkembangan kepribadian manusia sebagai hasil sosialisasi. Faktor-faktor tersebut antara lain:
1. Sifat dasar,
Sifat dasar merupakan keseluruhan potensi yang diwarisi seseorang dari ayah dan ibunya. Sifat dasar ini berupa karakter, watak serta sifat emosional.
2. Lingkungan prenatal,
Lingkungan prenatal, merupakan lingkungan dalam kandungan ibu. Pada periode prenatal ini individu mendapatkan pengaruh-pengaruh tidak langsung dari ibu.
3. Perbedaan perorangan,
Sejak saat anak dilahirkan oleh ibunya, anak tumbuh dan berkembang sebagai individu yang unik dan berbeda dengan individu lainnya. Dia bersikap selektif terhadap pengaruh dari lingkungan. Perbedaan perorangan ini meliputi perbedaan-perbedaan ciri-ciri fisik seperti warna kulit, warna mata, rambut, dan bentuk badan, serta ciriciri personal dan sosial.
4. Lingkungan
Lingkungan di sekitarnya, yaitu kondisi-kondisi di sekeliling individu yang mempengaruhi proses sosialisasinya. Lingkungan itu dapat dibedakan menjadi 3 yaitu : lingkungan alam, lingkungan kebudayaan, 
dan lingkungan manusia lain 
5. Motivasi.
Motivasi adalah kekuatan-kekuatan dari dalam individu yang menggerakkan individu untuk berbuat.

C. Media Sosialisasi
Sebagai suatu proses, sosialisasi berlangsung begitu saja,namun terjadinya proses sosialisasi melalui suatu perantara. Denganadanya perantara-perantara ini, menjadikan proses sosialisasi berjalan lancar. Perantara sosialisasi inilah yang dikenal sebagai media sosialisasi. Adapun media-media sosialisasi tersebut antara lain sebagai berikut :

1. Keluarga 
Keluarga merupakan tempat pertama dan utama seorang anak belajar hidup sosial. Hal ini dikarenakan, anak mulai bergaul untuk pertama dalam lingkungan keluarganya sendiri dan mengenal lingkungan sekitarnya dimulai dari lingkungan keluarga sendiri. 

2. Sekolah 
Sebagai agen sosialisasi, sekolah membentuk pola pikir dan perilaku secara luas. Individu akan diberi kemampuan berpikir, bekal ilmu pengetahuan, dan kemampuan untuk hidup dalam suasana sosial yang lebih luas.

3. Lingkungan pekerjaan
Proses sosialisasi dapat pula berlangsung pada lingkungan kerja dari masing-masing individu misalnya: di lingkungan ABRI, pedagang, pengusaha, nelayan, buruh, dan lain-lain.

4. Teman sepermainan 
Mempersamakan diri sendiridengan teman sepermainan merupakan salah satu mekanisme penting di dalam perkembangan tingkah laku. Mereka saling meniru dan selalu belajar dari segala apa yang dilihatnya dari teman sepermainannyayang umumnya berusia sebaya. 

5. Media massa
Media massa dapat pula mengubah perilakumasyarakat. Iklan-iklan yang ditayangkan media cetak dan elektronik mempunyai potensi untuk mengubah pola konsumsi atau bahkan gaya hidup masyarakat.

D. Macam-macam sosialisasi
1. Sosialisasi primer, yaitu sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat (keluarga). Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun. Secara bertahap dia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya. Dalam tahap ini, peran orang-orang yang terdekat dengan anak menjadi sangat penting karena watak dan/atau kepribadian anak akan sangat ditentukan oleh warna kepribadian dan interaksi yang terjadi antara anak dengan anggota keluarga terdekatnya.

2. Sosialisasi sekunder, yaitu Sosialisasi sekunder adalah prosessosialisasi berikutnya yang memperkenalkan kepada individu tersebut sektor-sektor baru dunia objektif masyarakat. Sosialisasi sekunder mengajarkan nilai-nilai baru di luar lingkungan keluarga seperti di lingkungan sekolah, lingkungan bermain, dan lingkungan kerja.

Salah satu bentuk sosialisasi sekunder yang sering dijumpai dalam masyarakat adalah proses resosialisasi atau sering disebut pengulangan kembali proses sosialisasi (dengan cara dididik untuk menerima berbagai aturan dan nilai baru agar diterima kembali di masyarakat. Contoh: rumah tahanan, rumah sakit jiwa, dan lembaga pendidikan militer. Dalam proses resosialisasi, seseorang diberi suatu kepribadian baru. Ia di didik untuk menerima aturan dan nilai baru.
Resosialisasi dilakukan karena adanya peristiwa desosialisasi (sosialisasi yang gagal) misalnya dicabutnya status dan peran seseorang.

E. Tahap-tahap dalam sosialisasi
1. Tahap Persiapan (Preparatory Stage)
Pada tahap ini, seorang manusia yang lahir di dunia yang menjadi anak dari orang tua mereka dilatih untuk mengenal keadaan yang terdapat di dunia. Pada tahap ini pula, seorang anak sudah mulai mencoba meniru peran orang dewasa atau peran yang dijalankan oleh orang tuanya meskipun belum sempurna.

2. Tahap Meniru (Play Stage)
Dalam tahap meniru ini, seorang anak mulai melihat peran yang dijalankan oleh orang tuanya dan kemudian, ia meniru peran tersebut tetapi ia belum mengetahui maksud dan tujuannya. Mengapa ia meniru peran tersebut. Sebagai contoh seorang anak laki-laki meniru peran yang dijalankan oleh Bapaknya yaitu menyetir mobil.

3. Tahap Siap Bertindak (Game Stage)
Tahap ini menjelaskan bahwa seorang anak yang meniru peran orang tuanya sudah mulai mengerti sedikit demi sedikit maksud, makna, serta tujuannya. Serta, ia sudah mulai mengurangi sedikit demi sedikit peran tersebut. Kemudian, seorang anak tersebut mulai bertindak pelan-pelan untuk siap menggantikan peran yang dijalankan oleh orang tuanya, dan dimainkan dengan penuh kesadaran.

4. Tahap Kedewasaan atau Penerimaan Norma Kolektif (Generalized Stage)
Dalam tahap ini, seorang anak mulai tumbuh dewasa dan telah mampu meniru peran-peran tersebut dan menjalankannya dengan penuh kesadaran yang luas. Serta, mampu mengenal lebih luas kedudukan masyarakat setempat.

Sosialisasi dalam Pembentukan Kepribadian

F. Pola-pola sosialisasi
Sosialisasi dapat dilakukan dalam dua bentuk, yaitu :
1. Sosialisasi represif, yaitu sosialisasi yang mengutamakan adanya ketaatan anak kepada orang tua. Dalam bentuk ini, lebih menekankan adanya kepatihan anak kepada orang tua sehingga komunikasi bersidat satu arah
2. Sosialisasi partisipasif, yaitu bentuk sosialisasi yang mengutamakan partisipasi anak. Dalam bentuk ini, lebih menekankan adanya interaksi anak yang menjadi pusat sosialisasi dan kebutuhannya.

G. Tujuan Sosialisasi
1. Memberikan keterampilan dan pengetahuan kepada seseorang untuk dapat hidup bermasyarakat.
2. Mengembangkan kemampuan seseorang untuk dapat berkomunikasi secara efektif dan efisien.
3. Membuat seseorang mampu mengembalikan fungsi-fungsi melalui latihan introspeksi yang tepat.
4. Menanamkan nilai-nilai dan kepercayaan kepada seseorang yang mempunyai tugas pokok dalam masyarakat.

Penjelasan Tentang Keteraturan Sosial dalam Masyarakat

Keteraturan Sosial dalam Masyarakat - Dalam hidup bermasyarakat, setiap manusia selalu menyesuaikan diri dengan lingkungannya supaya tercipta keserasian yang memberikan kepuasan bagi hidupnya. Sebagai anggota masyarakat manusia berhadapan dengan lingkungan alam seperti iklim, tanah, dan sumber alam. Manusia juga berhadapan dengan lingkungannya. Ia bertemu dengan sesama manusia yang memiliki keinginan, perasaan, kehendak, dan sifat yang tidak sama.

Kehidupan masyarakat perlu adanya keteraturan sosial supaya terjadi hubungan yang selaras. Adanya keteraturan sosial itulah yang membawa kenikmatan dalam berhubungan dengan lingkungannya. Keteraturan sosial bagi manusia tidak terjadi secara tiba - tiba tetapi memerlukan pertumbuhan dan perkembangan yang cukup lalma. Hanya dengan hidup teratur maka proses sosial akan berjalan wajar.

Pengertian Keteraturan Sosial

Keteraturan sosial adalah sebagai suatu keadaan hubungan sosial yang berlangsung di antara anggota masyarakat secara selaras, serasi, dan harmonis sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat. Suasana masyarakat yang teratur menunjukkan bahwa setiap orang melakukan tugas dan kewajibannya sesuai dengan aturan yang berlaku.

Keteraturan sosial akan mewujudkan suasana permukiman yang penduduknya aman, tenteram, rukun, saling menghargai, saling menghormati dan bergotong royong. Bentuk konkret dari keteraturan sosial adalah adanya keselarasan yang diwujudkan dalam kerja sama antar anggota masyarakat, misalnya kehidupan masyarakat yang saling membantu, saling menghargai, saling menghormati, dan lain - lain

Unsur-Unsur Keteraturan Sosial

Keteraturan sosial dalam masyarakat dapat terbentuk melalui unsur berikut :
a.   Tertib sosial
Tertib sosial menunjukkan kondisi kehidupan suatu masyarakat yang aman, dinamis, dan teratur yang tercipta ketika setiap individu bertindak sesuai hak dan kewajiban. Contohnya, kehidupan masyarakat tenang dan aman karena semua warganya bertindak sesuai status dan perannya.

b.   Order
Order menunjukkan sistem norma dan nilai sosial yang berkembang diakui, dipatuhi oleh seluruh anggota masyarakat. Order dapat dicapai apabila ada tertib sosial dan setiap individu melaksanakan hak dan kewajibannya. Contohnya, adat  istiadat yang dijadikan pedoman dalam kehidupan warga.

c.   Keajekan
Keajekan menunjukkan suatu kondisii keteraturan yang tetapdan tidak berubah sebagai hasil hubungan antara tindakan, nilai, dan norma sosial yang berlangsung secara terus menerus. Keajekan bisa terwujud jika setiap individu telah melaksanakan hak dan kewajiban sesuai sistem norma dan nilai sosial yang berkembang.

d.   Pola
Pola yaitu corak hubungan yang tepat dan ajek dalam interaksi sosial yang dijadikan model bagi semua anggota masyarakat atau kelompok. Pola dapat dicapai ketika keajekan tetap terpelihara atau teruji dalam berbagai situasi. Contohnya, penyelesaian persoalan dengan musyawarah karena sudah teruji dapat menyelesaikan berbagai persoalan.

Syarat Terjadinya Keteraturan Sosial
Terdapat tiga syarat terwujudnya keteraturan sosial dalam masyarakat, syarat tersebut antara lain sebagai berikut :
a. Terdapat norma sosial yang sesuai dengan kebutuhan serta peradaban manusia
b. Terdapat aparat penegak hukum yang konsisten dalam menjalankan tugas, fungsi, dan wewenangnya dalam upaya mewujudkan keteraturan sosial
c. Kesadaran warga tentang pentingnya keteraturan masyarakat.

Keteraturan Sosial dalam Masyarakat

Tahap-Tahap Keteraturan Sosial
Keteraturan sosial berjalan menurut tahap-tahap sebagai berikut :
a. Order, yaitu tatanan nilai dan norma yang diakui serta ditaati oleh masyarakat.
b. Keajegan, yaitu suatu kondisi keteraturan yang berlangsung tetap dan terus-menerus.
c. Pola, yaitu gambaran atau bentuk umum dari suatu interaksi dalam masyarakat yang menjadi contoh bagi masyarakat.
d. Tertib sosial, yaitu keselarasan tindakan masyarakat dengan nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat.

Demikian artikel yang membahas tentang keteraturan sosial. Semoga pemahaman pembaca tentang keteraturan sosial bisa meningkat.

Nilai dan Norma Sosial

Nilai dan Norma Sosial - Pada kali ini, kita akan memaparkan tentang apa itu nilai sosial dan norma sosial. Secara umum, nilai dan norma sangat diperlukan oleh masyarakat agar kehidupan sosial dapat berjalan dengan lancar. Hal ini karena manusia sebagai makhluk individu yang mana karakternya berbeda satu sama lain, jadi perlu nilai dan norma agar perbedaan-perbedaan individu tidak menimbulkan dampak negatif.

1. Mengidentifikasi Jenis atau Fungsi Nilai Sosial

a. Pengertian Nilai Sosial
Nilai sosial merupakan konsep abstrak tentang prinsip standard atau patokan yang baik, dicita-citakan, penting, dan berguna bagi kehidupan manusia. Ukuran untuk menganggap sesegala sesuatu baik, penting, dan berguna berdasarkan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai itu sendiri.

b. Jenis-Jenis Nilai Sosial
Berdasarkan ciri-cirinya, nilai sosial dibagi menjadi tiga sebagai berikut :
1. Nilai dominan
Nilai dominan merupakan nilai yang lebih diutamakan dari pada nilai lainnya. adapun ciri-ciri nilai dominan adalah banyaknya nilai yang menganut nilai tersebut, lamanya nilai itu dirasakan oleh para anggotanya, tingginya usaha untuk mempertahankan nilai itu, dan tingginya kedudukan kedudukan orang yang membawakan nilai.
2. Nilai yang mendarah daging
Nilai yang mendarah daging merupakan nilai kebiasaan atau sudah menjadi kepribadian seseorang sehingga pelaksananya tidak membutuhkan banyak pertimbangan.
3. Nilai Instrumental
Nilai instrumental merupakan nilai yang bersifat dinamis sehingga sangat fleksibel dan tidak kaku terhadap adanya hokum. Nilai tersebut biasanya terdapat dalam kelompok primer yang anggotanya saling memiliki rasa empati seperti keluarga.

Berdasarkan fungsinya nilai dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Nilai integratif
Nilai integratif merupakan nilai yang akan memberikan tuntutan atau mengerahkan seseorang atau kelompok dalam usaha mencapai cita-cita bersama
2. Nilai disintegratif
Nilai disintegratif merupakan nilai yang hanya berlaku untuk sekelompok orang di wilayah tertentu. Jadi, sifat nilai disintegratif adalah lokal dan sangat etnosentris.

Menurut Prof Notonegoro, nilai sosial dibagi menjadi tiga sebagai berikut :
1. Nilai Material
Nilai material yaitu segala sesuatu yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan fisik manusia.
2. Nilai Vital
Nilai vital adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia agar dapat melakukan aktivitas atau kegiatan dalam hidupnya.
3. Nilai rohani
Nilai rohani adalah segala sesuatu yang berguna bagi pemenuhan kebutuhan rohani. Nilai rohani dibagi menjadi empat nilai, yaitu : nilai kebenaran/empiris, nilai keindahan, nilai moral, serta nilai religious.

c. Fungsi Nilai Sosial
Fungsi nilai sosial dalam masyarakat sebagai berikut :
1. Memotovasi manusia untuk berprilaku sesuai peran yang diharapkan guna mencapai tujuan
2. Mengarahkan masyarakat untuk berpikir dan bertingkah laku sesuai nilai-nilai yang ada dalam masyarakat agar tercipta integrasi dan ketertiban
3. Sebagai pengawas, pembatas, dan pendorong perilaku masyarakat
4. Memberi harapan yang baik, sikap mandiri, dan tanggung jawab
5. Sebagai alat solidaritas masyarakat
6. Sebagai alat untuk menentukan harga dan kelas sosial dalam stratifikasi sosial.

2. Mengidentifikasi Jenis atau Fungsi Norma Sosial

a. Pengertian Norma Sosial
Norma adalah bentuk nyata nilai-nilai dalam masyarakat sebagai petunjuk hidup bermasyarakat yang berisi larangan dan perintah. Oleh karena itu, pelanggaran terhadap norma akan dikenai sanksi

b. Jenis-Jenis Norma Sosial
Berdasarkan jenisnya, norma sosial dibagi menjadi dua sebagai berikut
1. Berdasarkan Sanksinya
a. Norma agama
Norma agama memiliki sifat mutlak dan tidak dapat ditawar karena aturannya berasal dari Tuhan
b. Norma Kesusilaan
Norma kesusilaan merupakan peraturan sosial yang berasal dari hati nurani yang menghasilkan akhlak.
c. Norma Kesopanan
Norma kesopanan merupakan peraturan sosial yang mengarah pada hal-hal berkenaan dengan cara bertingkah laku secara wajar
d. Norma hukum
Norma hokum merupakan aturan sosial yang dibuat ileh lembaga tertentu. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat sanksi tegas berupa pidana dan perdata.

2. Berdasarkan Daya Ikatnya
a. Cara (usage)
Merupakan suatu bentuk perilaku dalam pergaulan sehari-hari dalam masyarakat
b. Kebiasaan (folkways)
Merupakan perbuatan berulang-ulang yang dilakukan secara sadardan mempunyai tujuan jelas
c. Tata Kelakuan (mores)
Merupakan sekumpulan perbuatan mengenai annjuran dan larangan dalam hidup bermasyarakat
d. Adat istiadat (customs)
Merupakan tata kelakuan yang terintegrasi secara kuat dengan pola-pola perilaku masyarakat
e. Hukum (laws)
Merupakan sekumpulan aturan tertulis dalam masyarakat yang berisi ketentuan-ketentuan, perintah, dan larangan agar tercipta suatu keteraturan.

Nilai dan Norma Sosial

c. Fungsi Norma Sosial
Fungsi norma sosial dalam masyarakat adalah sebagai berikut :
1. Sebagai alat untuk menertibkan dan menstabilkan kehidupan sosial
2. Sebagai aturan atau pedoman tingkah laku dalam hidup bermasyarakat
3. Sebagai sistem kontrol dalam masyarakat.

Permasalahan Sosial

Permasalahan SosialPada kesempatan kali ini kami akan membagikan materi tentang permasalahan sosial. Materi ini biasanya dipelajari pada mata pelajaran sosiologi SMA/MA. Dalam materi tentang permasalahan sosial ini, ada beberapa hal yang dibahas, mulai dari pengertian permasalahan sosial, hingga upaya untuk mengatasi permasalahan sosial.

1. Pengertian Permasalahan Sosial
Kartini Kartono mendefinisikan permasalahan sosial sebagai berikut :
a. Semua bentuk tigkah laku yang melanggar adat istiadat masyarakat
b. Situasi yang dianggao oleh sebagian masyarakat mengganggu, tidak dikehendaki, berbahaya, dan merugikan orang banyak.

Permasalahan sosial merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan dan membahayakan kehidupan masyarakat itu sendiri. Permasalahan sosial timbul sebagai hasil dari proses perkembangan masyarakat. Dengan demikian, permasalahan sosial dapat mempercepat perubahan sosial.

Permasalahan sosial dibedakan dalam dua bentuk, yaitu manifest social problem dan latent social problem. Manifest social problem adalah masalah sosial yang dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat. Adapun latent social social adalah masalah sosial yang tidak tampak (tersembunyi) sehingga dampaknya tidak langsung dirasakan masyarakat.

2. Faktor Penyebab Permasalahan Sosial
Permasalahan sosial yang terjadi dalam masarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut :
a. Faktor ekonomi merupakan faktor penyebab terjadinya permasalahan sosial berkaitan dengan pendapatan, kekayaan, dan upaya pemenuhan kebutuhan hidup
b. Faktor budaya merupakan latar belakang terjadinya permasalahan sosial sosial berkaitan dengan unsur-unsur nilai dan norma sosial seperti adat istiadat dan kebiasaan.
c. Faktor biologis merupakan permasalahan sosial yang disebabkan oleh gangguan fisik seperti penyakit dan gangguan kesehatan
d. Faktor psikologis merupakan permasalahan sosial yang berkaitan dengan gangguan kejiwaan seseorang

3. Contoh Permasalahan Sosial dalam Masyarakat
Contoh permasalahan yang terjadi dalam masyarakat sebagai berikut :
a. Kemiskinan
Kemiskinan merupakan masalah sosial yang disebabkan oleh ketidakberdayaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok. Apabila kemiskinan tidak segera diselesaikan dapat menimbulkan masalah lain seperti putus sekolah, pengangguran, dan kriminalitas

b. Masalah Kependudukan
Masalah kependudukan berkaitan dengan demografi yang meliputi struktur, distribusi penduduk, perubahan jumlah penduduk akibat kelahirandan kematian, serta imigrasi penduduk.

c. Konflik Sosial
Konflik merupakan pertentangan antara dua pihak atau lebih yang bertujuan saling menjatuhkan pihak lawan. Konflik dapat terjadi karena perbedaan kepentigan anarsuku, antaragama, dan antarnegara

d. Kesenjangan Sosial
Kesenjangan sosial jika ditinjau dari tori sistem sosial Talcott Parsons merupakan ketidaksesuaian antara realitas sosial dan fungsi dalam sistem sosial. Kesenjangan sisial dapat muncul akibat keseimbangan sistem sosial terganggu.

e. Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja merupakan perilaku menyimpang yang dilakukan oleh para remaja, contoh kenakalan remaja yaitu, perkelahian, tawuran, miras, dan mengkonsumsi narkoba.
f. Tindak Kriminalitas

Tindak kriminalitas merupakan perilaku yang melanggar norma hokum. Pelaku tindak kriminalitas biasanya akan mendapat hukuman denda atau pidana. COntoh tindak kriminalitas, yaitu pencurian, pembunuhan, dan korupsi.

4. Upaya Pemecahan Permasalahan Sosial
Permasalahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dapat diatasi melalui upaya sebagai berikut :
a. Menyosialisasikan nilai dan norma sosial
Permasalahn sosial dapat dicegah sebelum terjadi dengan upaya preventif. Upaya preventif dapat dilakukan dengan menyosialisasikan nilai dan norma sosial secara intensif.
b. Mempertegas sanksi sosial bagi para pelanggar
Permasalahn sosial yang berkaitan dengan pelanggaran peraturan dapat diatasi dengan upaya represif, yaitu dengan menerapkan sanksi sosial secara tegas kepada setiap orang yang melanggar peraturan.

Permasalahan Sosial

c. Meningkatkan pemerataan pembangunan dan pendidikan
Pemerataan pertumbuhan ekonomi yang tinggi tanpa disertai pemerataan pembangunan hanya menciptakan perekonomian yang lemah. Pembangunan penting untuk meningkatkan pendapatan ekonomi perkapita.
d. Menyediakan modal usaha
Bantuan modal usaha melalui sistem pemantauan dapat menyelesaian permasalahn sosial berupa kemiskinan dan pengangguran.

Sunday, December 20

Inilah Hal yang Perlu Anda Lakukan Ketika Merasa Iri dengan Teman Kerja

Inilah Hal yang Perlu Anda Lakukan Ketika Merasa Iri dengan Teman Kerja - Manusia hidup dengan berbagai kebutuhan yang ada. Kebutuhan akan bisa terpenuhi jika kita mempunyai alat untuk memenuhi kebutuhan yang kita miliki, yaitu uang. Sedangkan uang hanya dapat kita dapat ketika kita bekerja. Dengan bekerja, kita akan memperoleh hak setelah kita melakukan kewajiban kita untuk bekerja. Ketika kita bekerja, tentu ada banyak sekali permasalahan yang kita jumpai dalam lingkungan kerja. Salah satunya mungkin iri atau bekerja dengan menggunakan teman kerja sebagai patokan kerja.

Contoh sederhana yang terjadi yaitu misalnya kita yang awalnya datang ke tempat kerja dengan tepat waktu, akan tetapi berubah datang terlambat setelah melihat teman kerja kita datang  terlambat dan tidak dimarahi oleh atasan. Iri ketika atasan kita menilai kita yang datang tepat waktu sama dengan teman kita yang datang terlambat.

Hal di atas merupakan contoh sederhana dari sifat iri yang ada di lingkungan kerja. Sebenarnya masih ada contoh lain, misalnya gaji  kita yang bekerja dengan gigih lebih rendah dibanding teman kerja kita yang bekerja dengan malas-malasan dan mendapatkan gaji lebih besar dari  pada kita. Pada kesempatan kali ini, ijinkan kami dari tim alifqafrahamzah untuk memberikan saran kepada teman-teman supaya terhindar dari sifat iri yang membuat produktifitas kita dalam bekerja dapat menurun. Ha-hal yang dapat teman-teman lakukan untuk mengatasi rasa iri di tempat kerja antara lain sebagai berikut :

1. Pahami siapa atasan anda  
Siapakah atasan anda? Apakah seseorang yang memimpin instansi tempat kita bekerja? Ataukah seseorang yang menilai kita dalam bekerja? Jika jawaban teman-teman adalah iya, maka teman-teman akan sulit mengatasi sifat iri yang ada dalam diri anda. Teman-teman, kita harus sadar jika atasan kita adalah manusia. Sama dengan kita, manusia adalah makhluk yang hidup dengan berbagai kelebihan dan kelemahan. Sangatlah susah jika kita menginginkan atasan kita dapat berlaku adil 100% kepada seluruh karyawannya.

Teman-teman, apakah teman-teman lupa tentang penciptaan kita sebagai manusia oleh Allah Swt. Kita diciptakan tidak lain hanya untuk beribadah kepada Allah Swt.  Bekerja juga adalah ibadah jika kita niat demi Allah Swt. Mulai sekarang jangan beranggapan jika atasan kita di tempat kerja kita adalah atasan kita.

Mulai sekarang, Allah Swt adalah atasan kita. Allah Swt yang akan menilai  kita dibanding teman-teman kita dengan adil. Jika kita berangkat kerja tepat waktu, Allah Swt yang akan tahu. Jika kita bekerja dengan gigih dan lembur, Allah Swt pun juga yang akan tahu. Jadi, nikmatilah lingkungan pekerjaan kita, apapun itu. Dengan kita bekerja demi Allah Swt yang maha mengetahui lagi maha adil, kita tidak perlu irilagi dengan teman kerja kita.

2. Beri ucapan selamat pada prestasi rekan kerja
Apa pun prestasinya, ucapan selamat dari Anda akan mencairkan suasana kompetisi di antara Anda berdua. Selain itu, Anda juga akan memberikan getaran positif sehingga pertemanan Anda dengan dia tersebut semakin erat.

3. Fokus pada kemampuan diri sendiri
Dengan demikian, Anda akan mencurahkan energi dan waktu Anda untuk menyelesaikan semua tugas-tugas Anda, bukan memikirkan prestasi rekan kerja Anda. Setiap orang yang berprestasi karena kemampuannya dalam bekerja. Oleh karenanya, jika Anda fokus pada kemampuan Anda, Anda juga akan berprestasi seperti rekan kerja Anda yang berprestasi tersebut.

4. Tingkatkan pembelajaran
Cara berikutnya adalah dengan meningkatkan pembelajaran terhadap aspek soft skills dan hard skills Anda. Soft skills adalah hal-hal yang berkaitan dengan Emotional Intelligence Quotient (EQ) antara lain paradigma, optimisme, sopan santun, kebiasaan, manajemen emosi, dan perilaku kerja Anda, sedangkan hard skills mencakup keterampilan-keterampilan teknis yang berkaitan dengan pekerjaan Anda.

5. Fokus pada pekerjaan Anda
Dari pada iri kepada prestasi orang lain, lebih baik Anda fokus kepada pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Anda. Oleh karenanya, energi dan waktu Anda akan bernilai sehingga hari-hari kerja Anda menyenangkan. Selain itu, fokus ini akan membantu Anda berprestasi juga di departemen atau unit tempat Anda bekerja.

Inilah Hal yang Perlu Anda Lakukan Ketika Merasa Iri dengan Teman Kerja

6. Jauhi lingkungan yang memberi pikiran negatif
Jauhi juga rekan-rekan kerja yang biasa memiliki sifat iri terhadap orang lain. Mengapa? Karena kalau Anda bergabung dengan mereka, perasaan Anda akan semakin negatif (memancarkan aura negatif). Bagaimana kalau seorang rekan kerja Anda memancing Anda untuk membicarakan rekan kerja Anda yang berprestasi dari sisi negatifnya? Yang perlu Anda lakukan adalah menolak secara halus pancingan tersebut. Ini bisa berupa Anda meminta tidak diganggu karena Anda sedang menyelesaikan pekerjaan Anda.

Selain itu, hapus juga pesan dan atau surat elektronik (email) negatif tentang rekan kerja yang berprestasi. Kalau perlu, jangan dibaca email-email tersebut karena memang tidak ada gunanya bagi Anda.

7. Bangun kerja sama
Hubungi rekan kerja yang berprestasi untuk membangun pertemanan yang langgeng. Bentuk pertemanan ini bisa berupa kerja sama dalam sebuah proyek baru atau yang sedang berlangsung. Dengan bekerja sama dengan orang berprestasi tersebut, Anda akan ketularan ritme kerja yang kondusif sehingga Anda dapat berkembang menjadi lebih baik.

Demikian artikel kami tentang  beberapa hal yang perlu kita lakukan ketika merasa iri dengan teman kerja. Semoga bermanfaat.

Pengaruh sistem penerimaan siswa baru (PSB) dengan menggunakan nilai ujian nasinal (NUN) dari SLTP

Pengaruh sistem penerimaan siswa baru (PSB) dengan menggunakan nilai ujian nasinal (NUN) dari SLTP - Dalam rangka mewujudkan pendidikan yang bermutu sesuai dengan tuntutan masyarakat di era global serta perkembangan IPTEK yang telah membawa perubahan pada aspek kehidupan manusia termasuk aspek ekonomi, maka diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas dalam arti sebagai insan berilmu pengetahuan, berketerampilan, berbudi pekerti luhur, berakhlak mulia, bertanggungjawab dan berupaya mencapai kesejahteraan diri serta memberikan sumbangan terhadap keharmonisan dan kemakmuran keluarga, masyarakat, dan negara.

Mata pelajaran akuntansi adalah salah satu mata pelajaran yang dipelajari di sekolah menengah tingkat atas baik itu sekolah umum (SMA/MA) maupun sekolah kejuruan (SMK). Mata pelajaran ini khusus untuk sekolah kejuruan adalah mata pelajaran yang memiliki jam yang mengungguli mata pelajaran yang lain yang ada di sekolah tersebut. Sehingga setiap siswa yang memilih jurusan ini adalah siswa yang betul-betul sudah mengetahui sedikit informasi tentang apa jurusan akuntansi itu sendiri dan apa yang diperoleh jika sudah dipelajari didalamnya.

Berbeda sekali apabila dibandingkan dengan Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA), mata pelajaran ini memiliki jam yang proporsinal dengan mata pelajaran lain di seklah tersebut. Oleh karena itu, pengetahuan yang diperoleh siswa SMA/MAmengenai akuntansi lebih sedikit jika dibandingkan dengansiswa SMK.

Ekonomi merupakan ilmu tentang perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang bervariasi, dan berkembang dengan sumber daya yang ada melalui pilihan-pilihan kegiatan produksi,  konsumsi, dan/atau distribusi.  Di SMA ilmu ekonomi dibagi dua bagiaLuasnya ilmu ekonomi dan terbatasnya waktu yang tersedia membuat standar kompetensi dan kompetensi dasar ini dibatasi dan difokuskan kepada fenomena empirik ekonomi yang ada disekitar peserta didik, sehingga peserta didik dapat merekam peristiwa ekonomi yang terjadi disekitar lingkungannya dan mengambil manfaat untuk kehidupannya yang lebih baik.

Pembahasan manajemen difokuskan pada fungsi manajemen badan usaha dalam kaitannya dengan perekonomian nasional. Pembahasan fungsi manajemen juga mencakup pengembangan badan usaha termasuk koperasi.
Akuntansi difokuskan pada perilaku akuntansi jasa dan dagang. Peserta didik dituntut memahami transaksi keuangan perusahaan jasa dan dagang serta mencatatnya dalam suatu sistem akuntansi untuk disusun dalam laporan keuangan. Pemahaman pencatatan ini berguna untuk memahami manajemen keuangan perusahaan jasa dan dagang.

Mata pelajaran Ekonomi diberikan pada tingkat pendidikan dasar sebagai bagian integral dari IPS. Pada tingkat pendidikan menengah, ekonomi diberikan sebagai mata pelajaran tersendiri.

Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar mengajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Salah satu indikator suatu sekolah dikatakan berhasil dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan adalah meningkatnya prestasi yang dimiliki sekolah tersebut. Oleh karena itu, pihak sekolah secara terus menerus meningkatkan sistem pendidikannya agar prestasi sekolah meningkat dan menjadi sekolah yang bermutu. Selain itu, banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yang harus diperhatikan leh pihak sekolah.

Adapun prestasi dapat diartikan sebagai hasil yang diperoleh karena adanya aktivitas belajar yang telah dilakukan. Namun banyak orang beranggapan bahwa yang dimaksud dengan belajar adalah mencari ilmu dan menuntut ilmu. Ada lagi yang lebih khusus mengartikan bahwa belajar adalah menyerap pengetahuan. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam tingkah laku manusia. Proses tersebut tidak akan terjadi apabila tidak ada suatu yang mendorong pribadi yang bersangkutan.

Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar. Memahami pengertian prestasi belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri.

Prestasi belajar di bidang pendidikan adalah hasil dari pengukuran terhadap peserta didik yang meliputi faktor kognitif, afektif dan psikomotor setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes atau instrumen yang relevan. 

Kemampuan intelektual siswa sangat menentukan keberhasilan siswa dalam memperoleh prestasi. Untuk mengetahui berhasil tidaknya seseorang dalam belajar maka perlu dilakukan suatu evaluasi, tujuannya untuk mengetahui prestasi yang diperoleh siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung.

Di Indonesia, untuk meningkatkan kualitas pendidikannya selama satu dekade ini di keluarkan kebijakan perubahan kurikulum yang berganti-ganti. Terakhir yang digunakan adalah kurikulum 2008.  Hampir sama dengan kurikulum KTSP, dengan digunakannya kurikulum ini sebagai landasan operasional sekolah, seharusnya prestasi belajar di sekolah meningkat karena adanya desentralisasi pendidikan. Artinya kurikulum dapat disesuaikan dengan keadaan sekolah tersebut. Sekolah dapat bebas mengembangkan kurikulum yang dimilikinya agar prestasi yang dimiliki sekolah tersebut meningkat. Tidak hanya itu, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah juga turut serta membantu keberhasilan pendidikan di Indonesia. Program sertifikasi guru juga seharusnya dapat meningkatkan semangat dan  guru dalam mengajar. Bahan ajar / sumber belajar juga sekarang dapat di akses di banyak tempat.  Akan tetapi  prestasi belajar sekolah masih belum memuaskan.

Dalam proses pendidikan, selain komponen proses, output, faktor eksternal dan internal, komponen input juga mempunyai peran penting dalam menentukan prestasi belajar di suatu sekolah. Hal ini berhubungan dengan sistem seleksi Penerimaan Siswa Baru (PSB) yang menggunakan Nilai Ujuan Nasional (NUN) sebagai dasar. Di Indonesia, pelaksanaan UN yang proses pelaksanaan dan hasilnya masih belum memuaskan menimbulkan spekulasi bahwa NUN siswa belum tentu dapat menggambarkan kemampuan siswa tersebut yang sebenarnya. Padahal NUN dari SLTP akan dijadikan sebagai dasar penyeleksian untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Atau dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa kualitas input suatu sekolah hanya didasarkan pada NUN siswa yang dibawa dari sekolah asal.

Di SMA Negeri 1 Bangsri, prestasi sekolah khususnya dalam mata pelajaran akuntansi masih belum maksimal. Dari segi fasilitas, SMA tersebut dapat dikatakan memiliki fasilitas yang cukup menunjang untuk membantu kelancaran kegiatan belajar mengajar. Guru-guru akuntansinya pun juga sudah cukup berpengalaman dalam mengajar. Akan tetapi prestasi mata pelajaran akuntansi di SMA tersebut masih belum bisa maksimal. Padahal sekolah tersebut sudah berumur lebih dari seperempat abad dan merupakan salah satu sekolah favorit di kabupaten Jepara.

Pengaruh sistem penerimaan siswa baru (PSB) dengan menggunakan nilai ujian nasinal (NUN) dari SLTP

Peneliti beranggapan bahwa penyebab kurang maksimalnya prestasi belajar yang dimiliki seklah tersebut khususnya dalam mata pelajaran akuntansi adalah disebabkan karena memang input (siswa) kurang bagus. Jadi, walaupun dalam proses pendidikannya sudah bagus, belum tentu dapat menghasilkan prestasi belajar yang maksimal. Sistem PSB yang digunakan oleh SMA tersebut adalah menggunakan NUN sebagai dasar seleksi.

Ketertarikan peneliti menjadikan sekolah tetrsebut sebagai lokasi penelitian selain karena masih menggunakan NUN sebagai dasar seleksi masuk juga di kerenakan sekolah tersebut mendapatkan gelar sebagai Sekolah Kriteria Mandiri (SKM) dan sedang dalam proses untuk mendapatkan predikat sebagai sekolah Rintisan Sekolah Berstandard Nasional (RSBN). Jadi peneliti berharap dengan diadakannya penelitian di sekolah tersebut banyak manfaat yang dapat diambil.

Sebelumnya oleh Devi Dwi Novitasari dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Kualitas Input, Ketersediaan Fasilitas Sekolah, dan Ketersediaan Sumber Belajar di Rumah terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPS Mata Pelajaran Akuntansi di SMA Laboratorium UM Tahun Ajaran 2009/2010” mengatakan bahwa ada ada pengaruh positif antara kualitas input, ketersediaan fasilitas sekolah, dan ketersediaan sumber belajar di rumah terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS mata pelajaran akuntansi di SMA Lab UM tahun ajaran 2009/2010 sebesar 70,4% sedangkan 29,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

Teknik Pengambilan Data

Teknik Pengambilan Data Teknik atau metode pengambilan data pada pengembangan suatu system informasi dapat dibagi menjadi beberapa macam metode, antara lain :

1. Metode Wawancara / Interview

Wawancara merupakan metode pengambilan data/fakta yang penting dan banyak dilakukan dalam pengembangan system informasi. Wawancara memungkinkan analis system sebagai pewawancara untk mengumpulkan data secara tatap muka langsung dengan ornag yang diwawancarai. Seperti halnya metode pengambilan data yang lain, wawancara bukanlah satu-satunya metode yang teeerbaik untuk semua situasi. Metode wawancara selain mempunyai keuntungan juga mempunyai kerugian yang harus dipertimbangkan untuk situasi tertentu.

Tujuan dari wawancara antara lain:
a.   Mencari fakta dan informasi
b.   Menjajagi sifat dan pendapat
c.   Memeriksa kebenaran informasi dan data yang telah diketahui sebelumnya.
d.   Memperoleh kualitatif dan kuantitatif mengenai kebijaksanaan prosedur dan biaya.
e.   Untuk mendapatkan jawaban yang jujur.

Keuntungan metode wawancara antara lain :
a.   Informasi yang diperoleh memiliki kualitas yang tinggi
b.   Wawancara memberikan kesempatan kepada pewawancara untuk memotivasi orang yang diwawancarai untuk menjawab dengan bebas danterbuka terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
c.   Memungkinkan pewawancara ntuk mengembangkan pertanyaan-pertanyaan sesuai situasi yang berkembang.
d.   Pewawancara dapat menilai kebenaran jawaban yang diberikan dari gerak-gerik dan raut wajah orang yang diwawancarai.
e.   Pewawancara dapat menanyakan kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu terjadi

Kerugian metode wawancara antara lain :
a.   Proses wawancara membutuhkan waktu yang lama, sehingga relatif lebih mahal bila dibandingkan dengan metode lainnya.
b.   Keberhasilan hasil wawancara sangat tergantung dari kepandaian pewawancara untuk melakukan hubungan antar manusia (human relation).
c.   Wawancara tidak selalu tepat untuk kondisi-kondisi tempat tertentu, misalnya pada lokasi-lokasi yang bising dan ramai.
d.   Metode wawancara sangat menggangu kerja dari orang yang diwawancarai bila waktu yang dimilikinya sangat terbatas.
e.   Hasil wawancara bisa dipengaruhi oleh pendapat orang yang diwawancarai.

2. Metode Daftar Pertanyaan / Kuesioner

Daftar pertanyaan (kuisioner) adalah suatu daftar yang berisi prtanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang memungkinkan seorang analis system untuk mengumpulkan data dan pendapat dari para responden yang telah dipilih. Daftar pertanyaan ini kemudianakan dikirim kepada para responden yang akan mengisinya sesuai dengan pendapat mereka.
Keuntungan dari metode daftar pertanyaan (kuisioner) antara lain :
a.   Daftar pertanyaan baik untuk sumber data yang banyak dan tersebar.
b.   Responden tidak merasa terganggu, karena dapat mengisi daftar pertanyaan sesuai dengan waktu luangnya.
c.   Daftar pertanyaan relatif lebih efisien untuk sumber data yang banyak.
d.   Daftar pertanyaan tidak perlu memasukkan identitas dari responden sehingga hasilnya akan lebih objektif.

Kerugian metode daftar pertanyaan (kuisioner) antara lain :
a.   Daftar pertanyaan tidak menjamin para responden untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan sungguh-sungguh.
b.   Daftar pertanyaan cenderung tidak fleksibel, artinya responden hanya menjawab pertanyaan yang ada pada daftar pertanyaa saja.
c.   Daftar pertanyaan yang lebih lengkaap sulit untuk dibuat.

3. Metode Pengamatan Langsung / Observasi
Metode ini merupakan salah satu metode pengambilan data/fakta yang cukup efektif untuk mempelajari suatu system.Kegiatan pada metode ini dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung terhadap kegiatan yang sedang berjalan/dilakukan. Saat dilakukan pengamatan langsung, analis system bias saja terlibat langsung dengan kegiatan yang sedang diamati atau hanya sekedar mengamati.

Keuntungan metode pengamatan langsung (observasi) antara lain :
a.   Data yang dikumpulkan melalui observasi cenderung mempunyai keandalan yang tinggi. Kadangkala observasi dilakukan untuk mengecek keabsahan/valid dari data yang diperoleh sebelumnya dari para responden.
b.   Analis system melalui metode ini dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan, karena ada pekerjaan-pekerjaan yang sulit dijelaskan dalam bentuk kata-kata. Dengan metode ini, analis system dapat mengidentifikasikan kegiatan-kegiatan yang masih kurang tepat dilakukan dengan metode pengambilan data lain.
c.   Dengan observasi, analis system dapat menggambarkan lingkungan fisik dari kegiatan-kegiatan seperti misalnya tata letak fisik peralatan, penerangan, gangguan suara dan sebagainya.
d.   Dengan observasi, analis system dapat mengukur tingkat suatu pekerjaan (work measurement). Pengukuran ini biasanya dilakukan untuk pekerjaan-pekerjaan yang rutin.

Kerugian metode pengamatan langsung (observasi) antara lain :
a.   Biasanya orang yang diamati merasa terganggu/risih sehingga aknan melakukan pekerjaannya dengan tidak semestinya.
b.   Pekerajaan yang sedang diobservasi mungkin tidak dapat mewkili suatu tingkat kesulitan pekerjaan tertentu atau kegiatan-kegiatan khusus yang didak selalu dilakukan, atau volume-volume kegiatan tertentu.
c.   Observasi dapat mengganggu pekerjaan yang sedang dilakukan.
d.   Orang yang diamati cenderung melakukan pekerjaan dengan lebih baik dari biasanya karena merasa sedang diamati.

4. Metode Pengambilan Sampel

Pengambilan sampel adalah pemilihan sejumlah item tertentu dari seluruh item yang ada dengan tujuan mempelajari sebagian item tersebut untuk mewakili seluruh itemnya. Sebagian item yang dipilih disebut dengan sampel-sampel. Sedangkan seluruh item yang ada disebut dengan universe atau populasi. Sampling dilakukan karena pertimbangan biaya dan waktu, akan sangat mahal dan lama untuk memeriksa semua item di populasi yang jumlahnya cukup banyak. Walaupun hasil pemeriksaan sample-sampel tidak dijamin 100% benar, tetapi diharapkan dapat mewakili populasinya. Oleh sebab itu, pengambilan sampel yang baik harus mempertimbangkan tiga hal, yaitu:
a.   Banyaknya sampel harus cukup
b.   Banyaknya sampel dapat mewakili populasinya.
c.   Banyak sampel stabil.

 Teknik Pengambilan Data

Cara-cara pengambilan sampel:
a. Secara keputusan (judgement sampling)
Pengambilan sampel secara keputusan adalah penentuan sampel dan pemilihan masing-masing item sampelnya diambil dengan dasar keputusan yang masuk akal menurut si pengambil pesan. Pada cara lain ini pengetahuan atau opini dan pengalaman si pengambil sampel digunakan untuk menentukan item-item sampel yang akan dipilih dari populasi.

b. Secara statistik
Cara ini melakukan pengambilan sampel didasarkan secara random, sehingga item-item di populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih sebagi sampel. Karena pengambilan sampel secara statistik, item-item dipilih secara random dan semua item-item di populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi item sampel, maka disebut juga dengan pengambilan sampel secara probabilitas. Terdapat dua cara untuk memilih item-item sampel yang akan digunakan, antara lain:
1) Pengambilan sampel secara random sederhana.
2) Pengambilan sampel secara sistematik.
3) Pengambilan sampel secara bertingkat.